Even If It Hurt

‘Even if it Hurt’

Title                  :  Even if it Hurt

Author              :  [OnLi S]

Main Cast        :  Kim Jonghyun, Jung Somi

Suport Cast      :  Lee Jinki

Genre               :  Romantic, Friendship, Sad

Type/Length     :  Oneshot

Rating               :  PG-13

Summary          :  ‘Dia hanya telat satu detik dibanding Jinki!’

Credit Song      :  Rumor – Butiran Debu, SHINee – Quasimodo, Huh Gak – Hello

A/N                 :  Terinspirasi MV Taeyang – Wedding Dress, 8eight – Goodbye My Love. Hati-hati dengan flashback yang tidak beraturan.

***

~31 June 2014~

Jonghyun memasukkan butiran-butiran kancing ke dalam lubangnya. Ia sudah bersiap hari ini, yang entah mengapa perasaannya campur aduk. Kemudian ia, merapikan blazernya, menyisir rambutnya. Lalu, menatap kaca sekilas dangan tatapan kosong yang sendu.

Ia keluar dari apartementnya, lalu berjalan menuju tempat itu. Ia mengangkat tangan kirinya, silau karena terkena matahari.Lalu, ia menyebrang jalan sambil melirik sekilas jam tangannya. Tidak ingin terlambat.

***

~21 May 2014~

Jonghyun dan seorang yeoja sedang duduk di kursi taman yang nyaman. Mereka kelihatan akrab sekali, Jonghyun merangkul yeoja itu dengan tangan kanannya, dan mereka melanjutkan permainan mereka yang sedang-seru-serunya. Mereka tertawa bersama.

***

~28 May 2014~

Jonghyun sekarang terlihat duduk dengan yeoja yang sama –dengan yang di taman- di atas kap sebuah mobil. Mereka tertawa bersama lagi. Sambil menikmati indahnya pemandangan sekitar mereka. Jonghyun terlihat ingin merangkul yeoja itu, namun tangannya malah kembali ke tengkuknya. ‘Pabo-ya Kim Jonghyun,’ rutuk Jonghyun dalam hati.

***

Jonghyun melanjutkan perjalannya ke tempat itu. Ia sedikit berlari, tidak ingin terlambat. Ia pun memasuki tempat itu. Gereja. Dan, nampak beberapa orang menyalaminya dengan hangat. Teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Ah, senangnya bereuni saat seperti ini.

Ia berdiri di sekitar tempat pengantin wanita. Ia tersenyum, lalu seorang pengiring pengantin wanita memanggil yeoja itu –yeoja yang sama saat Ia di taman dan kap sebuah mobil-.  Yeoja itu melambaikan tangan melihat kehadiran Jonghyun, sambil tersenyum, sedangkan Jonghyun hanya tersenyum pahit.

Jonghyun berjalan di tengah altar yang masih sepi, yeoja itu –Jung Somi- berjalan ke arahnya dari arah berlawanan. Hampir mereka memulai perbincangan, datang seorang namja dari arah berlawanan Jonghyun, ia menghampiri Jonghyun dan Somi. Pria dengan tuxedo yang rapi, lebih rapi dari Jonghyun, yang bernama Lee Jinki itu datang dengan senyuman sumringah. Ia menepuk pelan bahu Jonghyun. Lalu, ia terlihat tertawa bersama Somi, dengan candaan khasnya. Sementara Jonghyun yang berada di hadapan mereka tidak mereka hiraukan sama sekali. Jonghyun lagi-lagi tersenyum pahit.

***

Mereka tertawa bersama, mereka benar-benar terlihat tertawa lepas. Mungkin, karena permainan yang mereka mainkan, Jonghyun tak sengaja menyenggol tangan yeoja itu. Dan telihat tulisan ‘Game Over’ di layar kaca handphone itu.

Tak berapa lama mereka bersenda gurau, datanglah seorang namja. Dengan majalah di tangannya, ia penasaran akan permainan Jonghyun dan Somi hingga ia menaiki kursi mereka –Jonghyun dan Somi- sambil menutup mata Somi.

“Siapa aku?” tanyanya.

“Jinki, jangan mulai lagi deh,” Somi tertawa bersama Jinki, sedangkan Jonghyun lagi-lagi tersenyum pahit.

***

Masih di atas kap sebuah mobil. Jonghyun semakin tenggelam dengan cerita Somi tentang adiknya. Jonghyun benar-benar menyimak cerita itu. Sampai, sebuah tangan mengulur dari dalam mobil lalu si pemiliknya datang bergabung bersama Jonghyun dan Somi. Mereka bertiga tertawa bersama.

Dan Jonghyun tahu, bahwa tawanya tak selepas (hanya) bersama Somi.

***

Somi berjalan di atas altar gereja dengan menggenggam tangan Appanya yang berada di sebelah kanannya. Tepuk tangan riuh membahana tempat itu. Dengan seiring mereka mendekati tempat perberkatan.

Jonghyun duduk di depan sebuah grand piano berwarna putih. ‘Acara akan segera dimulai, bertahanlah Jonghyun.’ batinnya.

Yeoja itu tersenyum ke arahnya. Meminta Jonghyun agar memulai permainan piano. Jinki, yang berada di sebelah yeoja itu juga ikut tersenyum ke arah Jonghyun. Jonghyun pun memulai permainan piano dengan menyanyi.

‘Lama ku cinta
Ketika kita bersama berbagi rasa untuk selamanya
Lama ku cinta
Ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cinta yang khianat
Cinta ku berkhianat

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpa mu butiran debu

Lama ku cinta
Ketika kita bersama berbagi rasa untuk selamanya
Lama ku cinta
Ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cinta yang khianat
Cinta ku berkhianat

Menepi, menepilah
Menjauh dulu
Semua yang terjadi antara kita

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpa mu butiran debu

Dalam luka dalam
Aku tersesat dan tak tau jalan pulang
Aku tanpa mu butiran debu
Aku tanpa mu butiran debu
Aku tanpa mu butiran debu
Aku tanpa mu butiran debu’

(Rumor – Butiran Debu)

***

Kelopak-kelopak bunga bertebaran di mana-mana. Di seluruh tempat mereka berjalan. Sang pengantin, mereka tersenyum seperti anak kecil yang baru mendapatkan permennya. Lalu, Jonghyun yang melihat itu hanya bisa menahan rasa sakitnya.

Apado
(Even if it hurts)

Oolryeodo
(Even if you make me cry)

Saranghae
(I love you)

(SHINee – Quasimodo)

***

~5 June 2014~

Jonghyun berada di cafe yang sama dengan yeoja(nya). Ini benar-benar mimpinya. Ia lelah mencari yeoja itu kemana-mana. ‘Aish, yeoja itu membuat ku gila setengah mati,’ batin Jonghyun. Muka Jonghyun benar-benar datar. Benar-benar tidak menunjukkan ekspresi nya yang sebenarnya sangat tidak karuan.

‘Ah, itu dia,’ lalu Jonghyun menghampiri Somi, yang sedang berbincang dengan temannya. Jonghyun menarik tangan Somi. “Ikuti aku” sahut Jonghyun sambil menarik tangan Somi.

Jonghyun sedang berada di lorong yang sepi. Sambil merogoh sakunya dengan dalam. Sementara itu, Somi hanya bermuka masam, mungkin karena Jonghyun memaksanya? Siapa yang tahu? Yang jelas ia masih kesal.

Jonghyun diberi kecerahan, akhirnya ia mendapatkan benda itu setelah ia benar-benar memasukkan dalam-dalam tangannya ke saku celana. Namun, belum sempat ia memberikan benda-lingkaran-sepertidonat itu kepada Somi. Datang lah seorang namja yang Jonghyun kenal. Siapa lagi kalau tak bukan Jinki?

Jinki datang langsung menghampiri Jonghyun dan Somi yang berada disuasana kaku. Jinki datang menepuk pelan bahu Jonghyun lalu, beralih kepada Somi. Ia mengeluarkan cincin dari sakunya, lalu memasukkan cincin itu ke jari manis Somi. Jonghyun kaget setengah mati. Somi menatap lama Jinki, lalu mereka berpelukan lama sekali. Jonghyun menangis pedih di dalam hati.

Dia hanya telat satu detik di banding Jinki! Apa yang kini dirasakan Jonghyun? Benar-benar kecewa, hancur.  Kalau saja Ia meletakkan cincin itu di kotak. Atau, kalau saja ia meletakkan cincin itu di saku bajunya. Tidak akan mungkin seperti ini.

Jonghyun merasa remuk. Apalagi, setelah Somi memintanya sebagai pianist dalam acara pernikahan Jinki dan Somi? Benar-benar ia tidak sanggup.

***

~31 July 2014~

Somi tengah menatap rumah baru yang akan ia tempati bersama Jinki. Somi melihat paket di atas bangku taman rumah nya. Ia menautkan kedua alisnya. ‘Kenapa ada di sini? Perasaan dari tadi di sini kosong?’ batin Somi.

Karena penasaran, Somi mendekati paket itu. Tertera di sana ‘Dari : Jonghyun, Untuk : Somi ‘Selamat menempuh hidup baru J’.’ Somi, mengambilnya, lalu mengguncang-guncang paket itu.

Paket itu hanya setipis buku. Somi semakin penasaran, lalu masuk ke dalam rumah.Jinki yang sedang menata ruang tamu melihat aneh Somi. “Wae? Kenapa Somi?” tanya Jinki.

“Ehm, tidak ada. Tadi aku hanya mendapat paket ini. Aku tidak tau isinya. Dan katanya dari Jonghyun.” jawab Somi. Jinki semakin tidak mengerti, “Jonghyun? sudah lama aku tidak mendapat kabar anak itu.” Jinki mengeluarkan suaranya.

“Ayo, kita buka paket ini.” teriak Somi, terlihat antusias. Somi mulai menyobek pembungkus paket itu. Dia melihat isinya, ‘CD? Huh, dasar anak itu.’ raut mukanya terlihat kesal.

Jinki yang berada di situ juga bingung. “Kok CD? Aneh sekali ya Somi.” Somi hanya mengangguk setuju atas ucapan Jinki. Mereka pun memutarnya di DVD Player mereka.

Disitu terlihat muka full face dari Somi. Saat mereka sedang libuaran bersama. Ke pulau Jeju sebelum acara pernikahan Jinki-Somi. Somi hanya tersenyum melihatnya, sedangkan Jinki, mungkin, sedikit kesal?

Sekarang, berganti latar, terlihat Jonghyun sedang merekam dirinya sendiri. Sambil menyanyikan sebuah lagu.

(We can’t break up- It’s too early for separation for us
You can’t just leave me like this
There’s so much that I didn’t say yet
Please don’t leave me like this

Because it’s you, I’m-
Because it was you, I-
I can’t go on like this
The reason I live is only you
Please don’t leave me

You are my love, my love that I long for
You’re the person that used to love me
Now I can’t touch you but
Will you long for me as much as I long for you?
The person that I loved crazily, hello hello

Because I loved you, I’m-
Because I really loved you, I’m-
Suffering to the point of death, to the point of death
Can you see me dying and not alive?
Please come back to me

You are my love, my love that I long for
You’re the person that used to love me
Now I can’t touch you but
Will you long for me as much as I long for you?
The person that I loved crazily

If it was going to end like this
If this is really the end
I want to go back to the time when we didn’t know each other
If it’s too late, if it’s too late
I think I’ll finish myself because living is too hard)

(Huh Gak – Hello *English Translation*)

Sambil menahan tangis, Jonghyun melanjutkan nyanyiannya. Ia juga memainkan piano sebagai pelengkap musiknya. Somi menahan isak tangisnya. Sedangkan Jinki pergi meninggalkan Somi sedari tadi, karena ada tamu yang datang. Somi tidak menyadarinya, ia terlihat serius. Jonghyun selesai dengan lagunya, sekarang ia melihat kamera. Dan berbicara,

“Hallo yang di sana? Apa kabar?Aku di sini tetap menunggu J. Udahan nangisnya? Ayo kita lanjutkan. Jung Somi, err~ salah. Lee Somi, selamat menempuh hidup baru. Kau tau? Sebenarnya, aku sedih sekali. Akhir cerita cintaku sangat tidak mengenakkan. Aku tau aku berengsek. Kenapa? Karena tidak berani menampakkan diri setelah pesta pernikahan kalian.

Aku hanya berani tampil di depanmu melalui teknologi. Tanpa secara langsung. Kau tau? Aku hanya ingin memberi tahumu. Sesuatu yang sangat penting dalam hidupku. Kurasa. Sewaktu Jinki memasangkan cincin itu ke jari manis mu saat kita berada di lorong kafe yang sepi itu, aku sudah berencana akan melamar mu. Tapi, aku hanya terlambat satu detik dibanding Jinki. Betapa pengecutnya aku. Saat kita berada di taman itu, aku benar-benar bahagia memiliki sahabat seperti kalian. Aku tahu, pada akhirnya, cerita cinta dengan latar belakang bersahabat sangat sulit untuk disatukan. Yah, karena kau tau. Orang yang kita cintai berbeda dengan orang yang kita sayangi.

Aku sangat mencintaimu, plus, aku sangat menyayangimu. Mungkin, kau hanya sekedar menyayangiku  as a bestfriend right? Kau bahkan mungkin tidak akan menyangka Jinki akan melamar mu? Aku benar-benar frustasi saat ini. Aku bahkan sempat ingin merencanakan bunuh diri. Tapi, aku yakin. Kau akan kecewa melihat ku bunuh diri hanya karena mu. Hanya? Ya, hanya. Tidak ada alasan lain. Hidupku hanya kurang sedikit bahagia. Keluarga ku harmonis. Teman-temanku tidak ada yang menjauhi ku. Tapi, hanya kurang satu dalam hidupku. Yaitu, kau. Kau yang mengajari ku tentang mencintai orang, dan membalasnya. Dan, di sini hanya aku yang mencintai mu. Sangat menyesakkan bukan?

Kau mungkin tidak tahu bahwa namja yang selama 20 tahun menjadi sahabat mu berubah menjadi secret admirer-mu. Kau tahu? Kau bahkan sudah mendapatkan cinta pertama mu ketika aku baru menyadarimu sebagai pelengkap hatiku. Sedangkan aku? Hanya akan terus menunggu dan menunggu untuk waktu yang tepat. Dan, waktu yang tepat itu telah diambil seseorang, yaitu sahabat ku SENDIRI! Aku, tidak mau memperpanjang masalah ini Somi-ya. kau cukup tau apa isi hati ku saat dulu, saat ini, dan saat yang akan datang.

Jung Somi-ah, saranghae.”

Layar TV LCD itu gelap seketika, menandakan video itu sudah selesai. Gelap, itulah yang dirasakan Jonghyun saat itu. Mungkin, sama dengan yang dirasakan Somi saat ini. Somi keluar dari rumahnya, mencari Jinki. Dan, ia menemukan Jinki sedang mengobrol dengan seseorang. Seseorang yang tidak bisa dilihat Somi, karena tengah membelakanginya.

“Jinki-ah,” lirih Somi.

“Anneyong Somi,” lelaki yang duduk membelakangi Somi menampakan dirinya. Jonghyun. tersenyum atas paksaan otak bukan karena permintaan hati. Lalu, ia mengedipkan mata kanannya, lalu mata kirinya. Setelah itu memajukan bibirnya dan tersenyum. Itu, yel-yel mereka dulu saat masih SD. Jonghyun dan Somi tertawa. Jinki pun tertawa sedikit, ehm, sinis?

*FIN*

Hallo~ saya disini author yang gaje. Ayo! Protes time! Kenapa begini? Kenapa begitu? Mungkin, pada ngira Jonghyun mati kali ya? *dimasukinsumurBlingers* Bukan, hanya saja. Ini, saya mau menampakkan bahwa abang Jonghyun itu tidaklah pengecut, dia itu gentlemen. Kkk~

Pada bilang ‘kok dialognya dikit amat yah?’ atau ‘bisu kali yah?’ . ehm, saya beri penjelasan deh. Ini kan terinspirasi dari MV abang Taeyang yang Wedding Dress. Pada tau kan? Kalau yang namanya Music Video itu kagak pernah bicara. Jadi, saya takut salah mengira mereka bilang apa. Jadinya saya buat, Cuma latar belakangnya doang. Sebenarnya, pengen buat Jonghyun side semua. Tapi, tapi, kan nggak lucu kalau udah ketebak siapa yang nikahan. Jadi, saya buat author side.

Ayo, yang protesan segera maju menghadap saya. Oke, bye-bye!

[OnLi S]

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Even If It Hurt”

  1. Yang di bawah itu apaan coba? -___- Ini kesalahan teknis kah? Hehehe.

    Baru pas author bilang “dialognya dikit amat” aku baru sadar kalo mereka ngomong cuma sepatah-sepatah. Yaa, nggak papa sih. Lucu (?).

    Menurutku yang sedikit aneh itu waktu mereka nonton video dari Jonghyun. Menurutku sih narasinya nggak usah dimiringin, kan pasti reader tau kalo itu adegan dari dalam video. Hehe, menurutku sih 🙂

    Bagus kok, keep writing ^^

  2. Huaa thor, itu yang dibawah maksudnya apa? -__- aku sedikit bingung
    aku kira Jong bakalan nangis terus Somi nangis juga. Endingnya tangis2an #Plak! authornya sapa yang nentuin ceritanya sapa, kekeke
    Yaap, tapi bagus kok thor. bener juga kata author, disini author mau jelasin kalo jong oppa gentle dan bukan pengecut. Good job 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s