Talk To Love – Part 9

Talk To Love

Part 9

Title                 : Talk To Love 

Author             : EmoonKey_Kyu 

Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key 

Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka 

Lenght             : Chaptered 9/10 

Genre              : Romance (maybe), friendship 

Rate                 : PG-16

 

Summary        : Love come to you without permission.

 

A.N                : uhuk ekhm Emoon lagi batuk ni #gananya. Ok, sorry for late. as always, hope you enjoy it guys :). Emoon ngirim ff ini pas TTL part 1 publish wkwkwk, jadi balum tau respon buat slanjutnya. sorry for typo, ada pertnyaan silahkan tanya monggo #mndadakjawirr

ps : Min, neomu gomapseumnida ne #bowing

 

~Talk To Love~

 

Dengan langkah tergesa-gesa Hye Bin berjalan menuju sebuah restoran mewah di kawasan Apgeujong. Setelah menerima telepon dari Tuan Min, wajahnya yang memang akhir-akhir ini sedikit masam sekarang sudah berubah menjadi serius dan tegang. Seolah apa yang di ucapkan Tuan Min tadi bisa membuatnya melupakan masalahnya dengan Key sejenak.

“Agasshi, anda sudah datang.” Sapa pria berjas hitam dengan setelan celana kain yang berwarna senada. Wajahnya penuh wibawa dan kebapakan ditambah dengan suaranya yang sedikit besar dan membuatnya terlihat bijaksana.

Hye Bin hanya mengangguk lalu duduk di kursi yang memang sepertinya sudah disediakan untuknya. Pria berjas hitam itupun ikut duduk di kursi tempatnya duduk tadi. “Ahjusshi, bisa kau jelaskan apa maksud ahjusshi bericara seperti di telepon tadi?” tanya Hye Bin to the point tanpa basa-basi sedikitpun.

Pria yang dipanggil ahjusshi itu tampak berfikir sejenak lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. “Saya tadi meminta pelayan untuk menemukan ini, agasshi.” Ucapnya sambil menyerahkan kotak bercover coklat kayu pada Hye Bin. Sementara itu, tangan satunya mengeluarkan secarik amplop putih dari saku kirinya. “Dan ini dari rumah sakit, Agasshi bisa membacanya sendiri.” Lanjut pria itu menyerahkan amplop ke Hye Bin yang belum hendak membuka kotak sebelumnya.

Alis Hye Bin berkerut saat Tuan Min menyerahkan amplop itu. Hye Bin membuka kotak di tangannya terlebih dahulu dan menemukan sebuah benda berwarna putih dengan 2 garis merah di tengahnya. Meskipun dia bukan dokter, tentu saja dia tahu apa benda dan arti garis itu. Cepat-cepat dia membuka amplop yang dia letakkan di meja.

Ketakutan yang sempat dia rasakan dulu akhirnya terjadi juga. Tanpa sadar, kertas yang dia pegang sekarang sudah berubah menjadi bola kertas yang tak beraturan bentuknya, tangan dan bibirnya begetar.

“Agasshi, gwenchanseumnikka?” tanya Tuan Min kawatir.

Hye Bin menggeleng dan menatap Tuan Min dengan tatapan bingung. “Ahjusshi, eotteokhaeji?” tanyanya bergetar. Dia sempat khawatir kalau ini memang akan terjadi, tapi dia juga belum memikirkan solusi untuk masalah ini.

Apalagi mengingat keadaan rumah tangganya yang sedikit tidak baik akhir-akhir ini. Yang dia butuhkan saat ini adalah pelukan dan nasehat ibunya. Kalau ibunya sudah sadar, mungkin Hye Bin akan menangis di pelukan ibunya sama seperti saat dia menangisi sikap Key akhir-akhir ini padanya.

“Saya mendapat surat dari Rumah Sakit itu saat mengantarkan Nyonya Muda ke Rumah Sakit. Saya tahu kalau berita ini penting untuk Anda, maka dari itu saya meminta pihak Rumah Sakit memberikan copian hasil tes itu.” kata Tuan Min tanpa di suruh. Tuan Min menatap gadis di depannya dengan pandangan sayang. Sejak kecil memang Tuan Min sangat dekat dengan Hye Bin dan sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri.

Tiba-tiba seorang pelayan dengan 1 mangkuk es krim rasa pisang dan coklat mendatangi meja mereka. Hye Bin hanya melihat pelayan yang meletakkan es krim itu di depannya dengan tatapan blank.

“Nona kecil.” Panggilan dari Tuan Min barusan membuat Hye Bin mendongak. Terakhir kali Tuan Min memanggilnya seperti itu kalau tidak salah 5 tahun lalu saat dirinya ada di Paris. “Sudah lama, aku tidak memanggilmu seperti itu.” lanjut Tuan Min dengan bahasa tidak terlalu formal.

“Ahjusshi, sekarang apa yang harus aku lakukan?” tanya Hye Bin frustasi lalu menunduk.

Tuan Min menarik sudut bibirnya ke atas hingga membentuk sebuah senyuman yang menenangkan. “Nona kecil bukan tipe gadis yang lemah. Aku mengenalmu Nona. Seharusnya nona kecil bisa sedikit tenang saat ini, nona sudah punya suami dan hanya tinggal menunggu waktu dan lebih berusaha lagi.”

“Ahjusshi tidak mengerti.” Elak Hye Bin lemas sambil memakan es krim di depannya. Yang dia pikirkan saat ini adalah ‘apa yang harus di tunggu?’ Mereka sama sekali belum pernah melakukan ‘itu’ semenjak menikah 4 bulan yang lalu.

“Mengerti apa Nona kecil? Nona sudah besar, bahkan saya seharusnya memang sudah tidak bisa memanggil nona dengan panggilan Nona kecil lagi karena memang nona sudah dewasa.” Ucap Tuan Min tak tahu apa-apa. “Nyonya Eunmi sudah hamil 2 minggu dan itu artinya hampir 9 bulan lagi pewaris saham terbesar Choi Corp akan lahir. Tapi jika Nona melahirkan seorang anak laki-laki maka yang akan menjadi pewaris saham utama adalah anak nona kecil.”

“Ahjusshi, aku terlihat seperti seorang yang meterialistis saat ini. Manamungkin aku melahirkan sebelum Eunmi melahirkan, it’s imposible.” Komentar Hye Bin frustasi.

Tuan Min tersenyum mendengar jawaban Hye Bin yang menurutnya kurang realistis. “Tentu saja bukan itu nona kecil. Nona kecil hanya perlu melahirkan seorang anak dan anak itulah yang akan menjadi penerus perusahaan. Saham milik mendiang Presdir Choi Kang Min (kakek Hye Bin) lebih besar dari pada saham milik Presdir Choi saat ini. Seperti yang nona ketahui kalau Choi Corp didirikan oleh Presdir Kang Min sebelum nona kecil lahir dan Presdir Choi Bin Hoon hanya meneruskan dengan sedikit saham yang dia miliki. Di surat Presdir Kang Min, di situ tertulis kalau sahamnya akan di di berikan kepada cucu satu-satunya yaitu nona kecil.” Tuan Min menghela napas. “ Tapi kalau Nyonya muda melahirkan, itu berarti anak itu adalah adik nona kecil juga dan juga berarti cucu presdir Kang Min.”

“Lalu kalau aku punya anak?” tanya Hye Bin sedikit paham dengan maksud Tuan Min.

“Tentu akan jatuh ke anak nona kecil karena memang semua itu milik nona kecil.” Jelas Tuan Min. “Bukankah sekarang waktu sedang berpihak pada nona kecil? Meskipun Nyonya muda yang hamil duluan, tapi kan nona kecil sudah mempunyai suami dan berarti tinggal menunggu waktu sampai anak nona kecil lahir.” Lanjutnya.

“Aku masih punya waktu banyak kan? Surat wasiat itu bukannya masih di bawah kendali appa?”

“Waktu nona kecil tidak banyak, mungkin dalam 2 tahun ini nona harus sudah melahirkan karena seperti yang nona katakan kalau surat itu di berada di bawah kendali Presdir Choi. Karena memang surat itu berlaku setelah nona kecil mempunyai anak yang akan menggantikan posisi nona kecil sebagai pewaris utama.”

@@@@@@@@@@@@

“Oppa, bisa kau ambilkan aku minuman!” titah seorang yeoja yang baru saja keluar kamar mandi rumah Hye Bin.

Key tidak menjawab tapi hanya menurut dan berjalan ke arah dapur. Dengan malas Key membuka pintu lemari es yang ada di sudut dapur dan mengambil 1 botol jus jambu yang memang biasa Hye Bin buatkan untuknya. Dia menuju ke arah mini bar yang ada lalu mengambil 2 gelas dan menuangkan jus itu ke masig-masing gelas dengan ukuran yang sama.

Yura memang sekarang sedang ada di rumah Hye Bin dan Key. Karena Seoul tadi di guyur hujan dan Yura yang memang berniat mengajak Key untuk jalan tapi saat sudah hampir sampai depan rumah Key BRESSSS hujan turun sehingga dirinya basah kuyup. Terpaksa Key membawanya masuk.

“Gomawo.” Ucap Yura sambil mengeringkan rambutnya saat Key menyerahkan 1 gelas itu padanya.

“Kalau sudah selesai, cepatlah pulang sudah hampir malam. Aku takut kalau Hye Bin salah paham lagi nanti.” Ucap Key mengusir lalu duduk di sofa sambil menyalakan TV Plasma di depannya.

Yura malah tersenyum dan duduk di sebelah Key. “Oppa, apa kau lapar? Istrimu belum pulang dan kau sepertinya belum makan. Apa perlu aku masakan omlet kesukaanmu?” tanya Yura pada Key lalu meminum jus miliknya. “Emm, segar juga. Besok aku akan buat jus seperti ini.” gumamnya pelan sambil mengamati gelas di tanganya.

Key menghela nafas. “Aku bilang lebih baik kau pulang saja. Tidak baik seorang yeoja manis sepertimu berduaan di rumah seorang namja yang sudah beristri. Aku akan makan kalau istriku sudah pulang.” Jawab Key ikut meminum jus miliknya.

Yura mendengus. “Apa benar oppa sudah tidak bisa menerimaku lagi?” tanya Yura menatap Key yang tengah asik dengan tv nya. Tapi dia yakin kalau sebenarnya Key sedang mempertajam telinganya.

“Kau sudah tahu keputusanku kan.” Jawab Key tanpa menoleh.

“Bisa tidak kau tidak mengabaikanku seperti ini. Aku tahu kalau sebenarnya oppa masih menyayangiku.” Ucap Yura dengan nada sedikit bergetar.

Key mengambil nafas panjang sebelum akhirnya dia mengubah posisi duduknya manghadap Yura. “Aku tidak bermaksud mengabaikanmu, hanya saja sekarang beda dengan dulu Yura-ya. Dulu aku memang milikmu, tapi sekarang seperti yang kau ketahui kalau aku sudah menikah dengan Hye Bin, istriku.” Jelas Key menatap mata Yura yang bulat.

“Aku sendiri saja bingung bagaimana perasaanku padamu yang sesungguhnya. Ok aku akui kalau aku memang masih menyayangimu dan sulit untuk mengabaikanmu. Tapi kuharap kau mengerti posisiku saat ini. Ada Hye Bin yang harus aku pikirkan, belum lagi mengingat sekarang hubunganku dengannya merenggang tanpa alasan yang aku ketahui jelas, aku tidak bisa membagi hatiku untuk kalian berdua. Bagaimana nasibmu nanti kalau ada pemberitaan yang membuat namamu ikut ter-“

“Apa oppa tidak ada alasan lain selain itu, huh!” pekik Yura memotong ucapan Key, “Oppa selalu bilang kalau ini demi aku? Biarkan saja mereka memberitakan hubungan kita pada semua orang. Dengan begitu akan banyak yang tahu bagaimana sebenarnya hubungan kalian” ucap Yura sinis tetap melirik Key di depannya.

“Kau tidak memikirkan nasib SHINee? Nasibku? Kau sudah dewasa Yura-ya, buanglah sedikit rasa egoismu itu, kau pikir sikapmu saat ini baik huh?” ucap Key sedikit geram.

“Lalu apa oppa memikirkan perasaanku? Tidak kan? Aku memang membiarkan oppa menikah dengannya waktu itu, tapi bukan berarti aku mengijinkan oppa untuk mencintainya. Aku percaya kalau oppa akan berpisah dengannya. Oppa tidak menghargai kepercayaan yang telah aku berikan.” Isak Yura tetap menatap Key dengan matanya yang basah.

“Haha, kau lucu sekali” ucap Key gemas dengan nada kesal. “Tapi seharusnya kau sadar, perasaan seseorang bisa berubah. Dari awal memang aku sudah berniat untuk menjaga jarak dengan Hye Bin dan mencoba untuk tidak memikirkannya.” Key menghela nafas.

“Tapi hampir setiap hari aku melihanya, bersamanya, aku bahkan tidak tahu sejak kapan aku membiarkan niat awalku hilang begitu saja dari otakku. Aku mulai mencintainya Yura-ya, aku harap kau bisa melepaskanku. Dengan perjanjian konyol seperti ini justru akan membuatmu lebih sakit hati karena nanti pada akhirnya aku akan memilih Hye Bin.”

“Kenapa harus memilihnya kalau oppa juga menyayangiku? Ini tidak adil untukku.” Histeris Yura

“Adil? Justru ini sangat tidak adil untuk Hye Bin. Dia istriku sekarang, dan kau adalah bagian dari masa laluku. Kenapa aku memilihnya? Karena hatiku tidak memberikan alasan kenapa aku harus menolaknya.” Ucap Key dengan nada lebih lembut dari tadi. Dia akan menyentuh bahu Yura yang bergetar hebat tapi Yura menepisnya.

“Ku harap oppa tidak menyesali keputusan oppa telah memilih wanita itu.” ucap Yura setelah berdiri. Dia langsung menyambar tas miliknya di sofa dan berlari keluar meninggalkan Key.

Key menatap kepergian Yura dengan tatapan kasihan. “Kejam sekali aku seperti ini.” gumamnya kawatir lalu mengejar Yura keluar.

@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin berjalan sendirian menuju rumahnya. Pikirannya melayang kemana-mana, dia memutuskan untuk mampir ke kedai soju sebentar sekalian menghindar dari deraian gerimis yang mengguyur kota Seoul. Dia bukanlah tipe gadis yang suka minum, dia pernah minum soju sebelumnya meski akhirnya dia tepar karena menghabiskan hampir dua setengah botol.

“Ahjumma, tolong tteokboki dan sojunya.” Pinta Hye Bin pada bibi pemilik kedai. Tidak menunggu lama, apa yang dia pesan datang.

“Kau hanya sendirian?” tanya bibi itu saat meletakkan 1 botol soju ke meja milik Hye Bin.

Hye Bin tersenyum. “Ne, aku hanya sendirian. Ahjumma tenang saja, aku hanya minum 1 botol tidak akan mabuk. Tapi nanti kalau aku minta lagi, tolong jangan di berikan” ucapnya membuat bibi pemilik kedai itu ikut tersenyum.

“Baiklah kalau begitu.” Ucap bibi itu lalu hendak meninggalkan Hye Bin. Baru 3 langkah dia menjauh, dia kembali berbalik. “Apa kau artis? Sepertinya aku pernah melihatmu.” Tanya bibi itu.

Hye Bin menggeleng cepat. “Ahniyaa, aku bukan artis. Tapi memang banyak yang bilang begitu. Bibi jangan tertipu.” Elak Hye Bin mengeluarkan bakat narsisnya yang terpendam.

“Oh begitu ya. Ya sudah, kalau kau butuh apa-apa panggil saja aku.” Ucap bibi itu lalu kembali ke tempatnya semula.

Hye Bin mengambil flip ponselnya lalu melihat adanya new message.

From : C.Nikka^^

Ya! Neo eoddiga? Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Cepat balas sms ku!

Hye Bin mengetikkan beberapa karakter pada ponselnya lalu menekan option SENT.

Dia kembali melihat botol soju di depannya. Ragu-ragu dia menuangkan nya pada gelas kecil lalu mulai menelannya.

“Hyaiksss.” Cengirnya saat soju itu mengalir di tenggorokannya.

“Bagaimana bisa aku melahirkan secepat itu? kenapa juga wanita itu harus hamil di saat hubunganku dengan Kibum seperti ini. hiks, umma.” Gumamnya sendiri lalu kembali meneguk soju itu.

Perasaannya bisa di katakan tidak karuan saat ini. Dia sudah sangat merindukan sosok Key yang bisa membuat senyumnya mengembang, bukannya Key yang membuatnya uring-uringan akhir-akhir ini. Dia paham kalau ini adalah konsekuensi menikah dengan seseorang yang memang sudah memiliki seseorang sebelum dirinya. Tapi tetap saja ada perasaan tidak suka.

‘Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku terlalu mencintainya saat ini, dia terlalu berharga untuk aku lepaskan. Umma, jebal bantu aku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku ingin mengembalikan semuanya ke keadaan semula. Aku ingin saat umma bangun, umma bisa tersenyum. Aku tidak rela kalau semua jerih payah keluarga kita jatuh ke anak itu, aku tidak mau umma.’ Tangisnya dalam diam.

@@@@@@@@

“Apa dia sudah membalas pesan yang kau kirim?” tanya namja berahang kokoh sambil menyesap Coffe Latte miliknya. Sedangkan yeoja yang di ajaknya bicara hanya menggeleng lemah sambil berusaha menghangatkan tangannya dengan menempelkan mereka ke gelas yang berisi Hot Coffe.

“Kau yakin sudah mengiriminya pesan?” tanya namja itu lagi lalu melihat jam di tangannya. “Ck, kemana dia.”

“Yaa Jonghyun-sshi, sebenarnya kau ini kenapa? Kau malah jauh terlihat lebih kawatir dariku.” Cibir Nikka memperhatikan muka Jonghyun di depannya.

Jonghyun mendesah berat lalu merapatkan duduknya dengan meja. “Aku kawatir padanya karena aku peduli padanya. Bagaimana kalau terjadi sesuatu makanya dia tidak membalas pesanmu.” Jawabnya kawatir.

“Jangan pikir aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selama hampir 1 minggu ini kau selalu menemani Hye Bin kan? Aku curiga, jangan-jangan kau mulai menyukainya, kau harus sadar dia itu istr-”

“Mana mungkin aku menyukainya. Tanpa kau beritahupun, aku juga tahu kalau dia itu adalah istri dari sahabatku sendiri.” Elaknya lalu tertawa garing. “Haha, kau lucu sekali.”

Nikka tak menggubris elakkan Jonghyun tapi malah kembali melihat ke arah ponselnya yang dari tadi diam. “Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” kemudian dia mendongak. “Apa kita membuatkan paket bulan madu untuk mereka berdua?” usulnya antusias.

“Kekanak-kanakan.” Komentar Jonghyun yang membuat Nikka menyipitkan matanya.

“Tentu saja tidak, mana ada anak-anak yang bulan madu. Kau bodoh.” Cibirnya kesal karena merasa idenya diremehkan. “Lalu apa idemu supaya membuat mereka kembali berdamai?”

“Masalah mereka hanya 1, Yura. Aku sudah memberitahumu kan kalau Yura hanya di sini selama 1 bulan.”

“Satu bulan kau bilang ‘hanya’?” kesal Nikka. “Yaa, Jonghyun-sshi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam satu bulan ke depan. Bisa saja Key berpaling ke Yura kalau Hye Bin terus-terusan begini. Tampang seperti Key itu tidak bisa di percaya.” Tambahnya lagi.

Jonghyun menautkan kedua alisnya lalu mencibir. “Yaa, aku tidak mengijinkanmu menjelek-jelekkan temanku. Kalau kau lakukan lagi, awas saja kau.” Ancamnya sambil menunjukkan bogem tangannya.

“Ara ara.” Angguk Nikka mengalah lalu dia bangkit berdiri.

“Mau kemana kau?” tanya Jonghyun mendongak.

Nikka mendengus pelan “Aku mau pergi dari sini, ke rumah Hye Bin dan bertanya langsung padanya.” Jawab Nikka cepat lalu beranjak pergi meninggalkan Jonghyun.

“Yaa!! Tunggu aku!!” teriak Jonghyun lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya dan meletakkannya di meja.

“Kau tahu aku ini artis kan? Kalau ada yang melihatku mengejar seorang yeoja seperti mu, apa kata dunia huh!!” pekiknya setelah dekat dengan Nikka. “Bagus kalau Hye Bin ada di rumah, kalau dia sedang tidak ada bagaimana? Bukankah kita malah akan membuang-buang waktu saja?” tanya Jonghyun dengan suara yang sedikit rendah dari pada saat dirinya memekik pada Nikka.

Nikka tak menggubris celotehan Jonghyun malah terus berjalan ke arah mobil silver yang terparkir di sisi kanan cafe. Nikka berniat membuka pintu mobil kemudian dia berhenti dan berbalik. “Buka pintunya dulu.” Ucapnya dengan ekspresi datar.

Jonghyun diam sebentar mendengar ragumen Nikka yang menurutnya aneh. “Jadi kau mau kesana denganku?” tanyanya bingung saat sudah berada di depan Mobilnya sendiri dan menekan sebuah benda dari saku celananya.

Nikka mengangguk polos. “Tentu saja, siapa lagi?” jawabnya lalu langsung masuk tanpa di suruh karena merasa mobilnya sudah tidak terkunci.

“Kau benar-benar mirip dengannya.” Gumam Jonghyun setelah masuk mobil dan duduk di jursi kemudi dan mulai menghidupkan mesin.

“Kami memang mirip, tapi aku lebih beruntung.” Jawab Nikka pelan sambil melihat ke luar jendela yang sekarang sedang gerimis.

Jonghyunn menengok ke arah Nikka sekilas lalu kembali fokus ke arah jalan di depannya. Gerimis dan malam yang sedikit mengganggu penglihatannya membuatnya harus lebih teliti pada jalan.

Nikka memang sering menceritakan dirinya dan Hye Bin pada Jonghyun, tentang persahabatan mereka, sifat Hye Bin yang kadang seperti anak-anak tapi sangat dewasa dan itu mirip dengan Nikka. Sama seperti yang Nikka bilang kalau mereka mirip, yang membedakan hanya fisik dan keberuntungan. Hye Bin berambut panjang, memiliki dimple di pipi kanan dan itu membuatnya lerlihat lebih manis, dia kaya tapi memiliki banyak masalah. Nikka gadis berambut pendek sedikit tomboi dan sangat cuek,  tapi justru karena sikapnya itu membuatnya terlihat keren dan dewasa, jauh dari keluarga, mandiri dan beruntung tidak mendapat masalah seperti Hye Bin.

“Ndrrrrtt…drrttt…drrt..” ponsel Nikka bergetar. Dia merogoh saku di tasnya dan mengeluarkan flip ponsel miliknya.

From : My Binnie ^,~

Wae? Aku sedang berada di kedai  minuman milik Hyun ahjumma. Mian tadi tidak membalas pesanmu. Aku sibuk. Kalau kau mau datang saja kemari dan temani aku.

Nikka membulatkan matanya saat membaca pesan yang baru saja masuk dari Hye Bin.

“Kenapa denganmu? Ada pesan dari siapa?” tanya Jonghyun melirik Nikka.

“Dia minum.” Jawabnya pelan.

“Dia siapa?”

“Hye Bin, kita harus cepat sebelum dia benar-benar mabuk.” Ucap Nikka cepat. Tanpa banyak bertanya lagi, Jonghyun mempercepat laju mobilnya menusuri jalanan yang rintikan gerimisnya semakin besar.

“Stop!!” pekik Nikka tiba-tiba yang membuat Jonghyun menghentikan mobilnya tiba-tiba di daerah Gangnam tapi masih jauh dari rumah Hye Bin.

“Wae? Kau bilang kita harus cepat?”

Nikka menoleh ke arah belakang. “Bukankah itu Key-sshi?”

Pertanyaan Nikka membuat Jonghyun menoleh. Dia melihat Key sedang mengejar Yura di bawah rintihan gerimis. “Sedang apa mereka?”gumam Jonghyun memundurkan mobilnya.

@@@@@@

Key mengejar Yura sambil berusaha melindungi dirinya dari hujan. “Yura-ya, berhenti! Biarkan aku mengantarmu, kalau kau sakit bagaimana?” teriak Key masih berlari. Tidak salah kalau Yura berlari lumayan cepat, meskipun dia memakai high heels karena dia seorang model pakaian terkenal di Paris rancangan ibunya sendiri dan juga karena dia adalah atlet lari waktu SMP dulu.

Yura terus berlari tak menghiraukan panggilan Key meskipun langkahnya semakin berat dan “BRUKH”

“IM YURA!!!” Pekik Jonghyun dan Nikka bersamaan saat mereka semua baru saja keluar mobil.

Key semakin mempercepat larinya ke arah Yura yang sudah ada Jonghyun dan Nikka di sampingnya. “hosh.. hosh, kenapa dengannya?”tanya Key ngos-ngosan sambil menyibakkan rambutnya yang basah karena menghalangi matanya.

“Lebih baik, kita bawa ke rumah sakit saja. Naikkan dia ke mobilku!” titah Jonghyun panik.

Key hanya menurut dan menggendong Yura masuk ke mobil Jonghyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Jonghyun sambil menyetir.

“Aku hanya mencoba untuk membuatnya menyerah dengan semua yang dia lakukan. Tapi dia malah menangis dan berlari keluar. Aku tahu karena dia tidak tahan dengan air hujan makanya aku mengejarnya.” Jelas Key sementara tangannya berusaha mengeringkan tubuh Yura dengan tishu. Lalu tanpa ragu menggenggam erat tangan Yura seolah menyalurkan energi hangat dari tubuhnya.

Nikka hanya mengamati Key dari kaca mobil yang berada di atas kepalanya, dia menghembuskan nafas berat karena dia yakin kalau Key memang menyayangi Yura tapi sayang sebagai kakak kepada adiknya.

@@@@@@@@@@@

“Bagaimana keadaannya?” tanya Jonghyun saat Key baru saja keluar dari ruang rawat Yura di rumah sakit. Dia mengulurkan hot coffe yang tadi sempat dia beli di pintu masuk rumah sakit pada Key.

Ekspresi wajah Key sedikit lebih tenang dari pada saat di mobil tadi. “Dia hanya pingsan, dia memang tidak tahan dingin apalagi kalau terkena air hujan. Hye Bin juga begitu.” Jawab Key sambil menerima secangkir kopi dari Jonghyun.

Nikka langsung berjengit ketika mendengar nama sahabatnya di sebut. “Aigoo, bagaimana dengannya saat ini?” ucapnya cepat lalu mencari ponselnya.”Aigoo, kemana benda itu.” gerutunya masih mencari ponselnya di dalam tas.

“Kau kenapa?” tanya Jonghyun bingung lalu dia ikut panik setelah beberapa saat. “Hye Bin, cepat telpon dia!”

“Aku juga sedang mencari ponselku, bodoh.” Jawab Nikka mengeluarkan semua isi tasnya.

Key bingung melihat tingkah 2 manusia di depannya. “Kalian ini kenapa? Ada apa dengan Hye Bin?” tanyanya ikut panik.

“Key-sshi, karena ini masalah kalian. Lebih baik kau yang menjemputnya. Dia sedang ada di kedai minuman milik Hyun ahjumma, letaknya dekat dari rumah kalian. Aku tidak tega melihatnya minum, dia tidak terkontrol kalau mabuk. Jemput dia sebelum terlambat.” Ucap Nikka pada Key.

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” umpat Key lalu menyambar jaket Jonghyun begitu saja “Hyung, aku titip Yura pada kalian!” ucapnya buru-buru dan berlari meninggalkan Nikka dan Jonghyun di kursi tunggu.

Jonghyun mengangguk dan melihat punggung Key yang hilang di koridor rumah sakit. “Dasar bodoh, kenapa hanya membawa jaket ku saja. Lebih cepat menggunakan mobilku, malah berlari.” Cibir Jonghyun pelan lalu beralih menatap Nikka heran. “Kenapa kau begitu kawatir kalau Hye Bin minum? Bukankah wajar kalau dia memilih minum karena terlalu pusing memikirkan hidupnya.” Tanya Jonghyun pada Nikka yang duduk di sebelahnya.

Nikka menghela napas panjang dan mulai berbisik. “Hye Bin kalau mabuk mengerikan, siapapun pasti dia cium, ah paling bagus juga hanya di peluk.” Jawabnya berbisik pada Jonghyun yang menatapnya –kau-bercanda-kan-.   “Haah, aku jadi ingat saat SMA dulu, dia pernah menciumku.” Lanjutnya ikut bergidik.

“Kalian gila..”

@@@@@@@@@@

Key turun dari taxi yang dia naiki dan langsung berlari ke kedai minuman bertenda hijau milik Hyun ahjumma. Matanya mencari-cari sosok yang dia cari dan johta, dia menemukan seorang gadis yang tengah menundukkan wajahnya ke meja. Tanpa ragu dia menghampiri gadis itu dan menarik kursi sebelahnya yang kosong.

“Kau suaminya?” tanya seorang wanita paruh baya, Hyun ahjumma pada Key yang baru saja duduk. Key mengangguk canggung. “Ah, pantas saja aku pernah melihat gadis ini. ternyata dia istrimu, kalian tenang saja. Dia sudah mabuk dari tadi, beruntung kau cepat datang.Banyak artis yang juga datang dan menyelesaikan masalahnya disini, selesaikan masalah kalian kalau butuh sesuatu panggil saja aku.” Ucap bibi itu ramah.

“Gamsahamnida ahjumma.” Jawab Key tersenyum saat bibi Hyun meninggalkan mereka.

Key menepuk-nepuk lengan Hye Bin berharap yeoja di depannya ini bangun. Dan benar saja, Hye Bin langsung mengangkat kepalanya. Key bisa melihat wajah Hye Bin memerah karena mabuk dan ada bekas air mata yang mengering di pipinya. “Neo, gwenchana?” tanyanya pelan sambil membelai rambut Hye Bin yang sedikit berantakan.

Hye Bin tidak menjawab malah langsung memeluk Key dan mulai terisak lagi. “Jinjja aphayo~~” ucap Hye Bin parau disela isakannya dan mengeratkan pelukannya.

Key mengelus-elus punggung Hye Bin yang bergetar. “Mianhae..” ucap Key pelan ikut menangis. Dia sangat merindukan gadis dalam dekapannya saat ini. Sudah lama dia tidak bisa memeluk Hye Bin seperti ini. Untuk bicara berdua saja sangat sulit. “Jangan menghilang dari mataku, jebal.” Isak Key ikut mengeratkan pelukannya.

@@@@@@@@@@@

“Yaa!! Kalau tidak biasa minum, jangan minum bodoh.” Umpat Key pada Hye Bin yang sekarang ada di gendongan punggungnya. “Ya ya ya!! Berhenti menciumi leherku seperti itu, menggelikan!!” gerutunya lagi sambil bergidik karena sedari tadi Hye Bin terus menciumi leher Key yang dekat dengan bibirnya.

“Saranghaeyo nae nampyeon.” Rancau Hye Bin yang masih mabuk, sedangkan Key hanya tertawa.

“Nado , nae buin.” Sahutnya pelan sambil menutup pintu rumah dengan kakinya karena memang tadi saat mengejar Yura, di tidak sempat mengunci pintu.

“Kau begitu berat.” Gerutu Key saat membaringkan Hye Bin di kamarnya. “Ah, aku benci bau alkohol.” Ucapnya sambil melepaskan sepatu milik Hye Bin dan membenarkan posisi tidurnya. Ia duduk di sebelah Hye Bin dan menatap yeoja yang menjadi istrinya itu lekat-lekat, tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Hye Bin.

Hye Bin menggeliat kecil dengan mata setengah tertutup. Dia melihat mata Key tepat di atasnya entah karena rasa rindunya yang amat sangat atau karena pengaruh soju, tanpa ragu tangannya melingkar di leher Key dan mulai mengangkat wajahnya.

Key sedikit kaget saat Hye Bin menciumnya duluan, dia tidak membalas ciuman itu meski hatinya mengatakan untuk tetap melanjutkannya. Dia menunggu, sebenarnya apa mau yeoja ini.

Hye Bin melepaskan ciumannya karena merasa Key tidak menginginkannya. Dia mulai memancing Key dengan menyentuhkan hidungnya yang mancung ke hidung, dan bibir namja di depannya. Hye Bin menatap mata indah Key lurus dan mulai menciumnya lagi dengan menarik Key untuk berada di atasnya.

Key tidak bisa mengontrol perasaannya lagi, sedari tadi dia memang berusaha untuk tidak membalas perlakuan Hye Bin. Tapi dia laki-laki yang sangat mencintai yeoja ini. Meskipun mungkin dia pikir kalau Hye Bin akan memarahinya karena berani melakukan ini padanya. Dia mulai membalas ciuman Hye Bin yang semakin lama membuat hormon dalam tubuhnya naik. Tangannya bergerak bebas ke arah lampu meja di sisi kanan tempat tidur dan KLIK…

######## TBC ########

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Talk To Love – Part 9”

  1. akhirnya.. ff yg ditunggu2 ada lanjutannya…

    “Tentu saja tidak, mana ada anak-anak yang bulan madu…” iya sih bnr juga… jjong babo ya.. /pletak

    wiisssssshhhh aq senyum2 sndri baca kalimat terakhir… dan KLIK…
    trnyata mabuknya hyebin ada untungnya juga.. #eh…

    ditunggu lanjutannya..
    jgn lama ya XD

  2. nah lho kq udahan…
    wah,bentar lg kykx hye bin jg bkalan hamil nih hehehe 🙂
    itu jjong sm nikka d jodohin aja…cocok bgt tuh,sm2 cuek dan brisik…
    aduh,yura krjaanx bkin masalah mulu deh…tdnya kirain pas yura klwr kmr mandi,hye bin plg gt.taunya nggak…syukur deh,g jd slh pham lg…

  3. Ya…author knp tbc lg sru tau kekeke #plak
    Sru bgt thor bca ni ff, part slnjut’a jgan lma2 ya hehe ^-^v

  4. jiah..
    knapa tbc????#yadong kumat
    aigo,,serem jg ya ci hyebin klo mabuk,,dmen nyiumin orang..hiyyy..
    jgn lama2 dlanjut nya ya thor,,jebal..#pasang puppy eyes

  5. Mwahahaha.. Jjongie.. Masa bulan madu dibilang kekanak2an..?!
    Woa.. TBC tepat waktu.. Berhubung bulan puasa..Mudah2an part depan hyebin hamil!! Hahahaha..

  6. Ahhhh… Akhirnya muncul lagi nih Ff…. Ehm. . Si Hyebin ganas deh klo lagi mabuk… Ejieeee….

    Tapi itu si Key udd beneran cinta kan sama Hyebin????

    Jjong sama Nikka cocok tuhhhhhh……….

    Ditunggu lanjutannya!!!!

  7. Finally~ muncul juga!
    hwaaaa akhirnya aku nge stalk nih wordpress buat nunggu ff talk to love -sekalian nunggu ff yang lain juga sih.hehe- akhirnya ada juga^o^
    hahaha yasud. aku nunggu the last part nya. ini sampe part 10 kan? kkk~ ditunggu yo thor^o^

  8. Akhirnya keluar juga nih ff
    aq nunggu2 part ini
    huwaa, knp mesti tbc disituuu *looh
    Semoga key hye bin cepeet baekan yaa
    Next part jngn lama2 ya thor

  9. hahahaha hyebin klw lg mabuk begitu toh..
    Hyebin kok bisa hamil? Apa udh melakukan “itu” ma key? Apa saya yg ga tau? Ditunggu kelanjutannya ya..

  10. anyuong thor, mian ea baru bisa komen, alnya aku buka ffnya lewat hp. tapi ffnya keren, apa lagi main castnya key

  11. Hye Bin-ah, kau mengingatkanku pada chinguku yang sekarang berada di London. Ah, bogoshipeoyo. Aku menunggu part 10 ya.
    😀

  12. oenni cepetan buat+post
    aku sudah tak sabar sama apa yang dilakukan key…………………………………..

  13. Annyeooooong 🙂
    maaf ya baru bisa komen ff sendiri *dukk
    asli sibuk disini jadinya ga tau kalo ff nya udah di post 🙂
    jeongmal gamsahamnida *terharu #halah
    see you di chapt 10 ya^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s