Meet, Love, Hurt [2.2]

[TWOSHOT] Meet, Love, Hurt [2.2]

Author             : Diana (twitter: @jsa0890)

Main Cast        : Kim Jonghyun, Lee Hyunjae.

Support Cast    : Lee Jinki (Onew), other SHINee member.

Length             : Twoshot

Genre              : Romance, friendship, marriage

Rating              : PG 14

A/N                  : HELLO READERS! Ini ff debut pertama aku. Tadinya cuma mau dibikin oneshot. Tapi nanggung banget, soalnya sampe 14 page-_- Aku juga bingung nih ratingnya. Apa terlalu dewasa aku jg gatau, soalnya aku suka baca NC(?) (readers: GA ADA YANG TANYA!) Ini ff sebenernya udah lama mau aku kirim ke wp ini. Ini ff aku bikin waktu pertama kali aku jadi blingers._. Okedeh, langsung aja check it OUT!

Summary         : Aku melihat seorang wanita berambut pendek. Ia mengenakan dress biru muda dibawah lutut lalu sepatu flat putih. Dan dikepalanya berbalut perban. Ia duduk di kursi taman. Aku menghampirinya. Wajah wanita ini sangat tidak asing… “…..t…tuan putri…” Bisikku tidak percaya.

 

“Would you be my Aurora?

Then I would be your just one prince that

wake you up with my kiss…”

 

“would you be my juliette?…

Die with me until whenever…”

–Meet, Love, Hurt–

“Maafkan aku, mommy. Benar-benar aku tidak tahu kalau CF-nya seperti itu.”

“Hufttt…huh, huh…oppa…huh, a…aku sulit bernafas…uh, uh.” Katanya seperti terengah-engah ditelepon. Aku panik setengah mati. Dan tidak tau apa yang harus kulakukan?

“Aigooo, tuan putri bertahanlah. Aku akan menelepon rumah sakit lalu langsung kerumahmu.” Aku pun menelepon rumah sakit ada keadaan darurat. Lalu langsung pergi kerumah hyunjae sambil membawa tabung oksigen kecil untuk jaga-jaga. Untung saja dorm kami dekat dengan rumah hyunjae.

“Kau mau kemana?” Tanya semua orang yang ada di dorm tapi aku tidak menghiraukan mereka semua. Aku langsung mengendarai motor. Entahlah motor siapa itu. Akhirnya aku sampai di rumah hyunjae. Disana telah terparkir sebuah ambulans. Entah mengapa aku tidak berani masuk kedalam rumah hyunjae. Aku hanya terdiam di depan pagar rumahnya setelah melihat seorang wanita yang sangat kucintai terbaring di tempat tidur berjalan dan keluar dari rumahnya yang didorong oleh 4 orang. Ia terlihat sangat menyedihkan. Ia tersesak-sesak nafasnya. Hidungnya dipasang alat bantu bernafas. Tapi walau dengan alat itu, ia masih terlihat sangat sulit bernafas. Dan yang sangat mengejutkanku, di dress bagian bawahnya terdapat banyak darah yang mengalir melewati kakinya. Aku terpaku. Speechless, tidak dapat bergerak. Tubuhku bergetar hebat, air mataku siap untuk keluar.

-Hyunjae POV-

Sore ini aku sedang mengepel lantai. Sambil menyalakan TV, aku terus mengepel. Lalu ada sebuah iklan di televisi yang membuatku tertarik. Pada awal iklan tersebut, aku melihat 5 laki-laki yang memasuki sebuah club, salah satunya adalah Jonghyun. Aku hanya tersenyum sambil terus mengepel, aku mengepel sambil menyimak iklan tersebut.

Lalu..ada seorang wanita yang menyemprotkan parfum dilehernya. Lalu aku melihat Jonghyun memegang leher wanita tersebut, aku terus menyimaknya. dan…adegan itu….aigooo.. Aku terpeleset

“aduhhh, babo hyunjae.” Kataku sambil memukul-mukul kepalaku. Aku melihat darah mengalir melewati kakiku. “D..darah…darah a..apa I..ini.. Huh, huh, huh.” Nafasku sesak. Aku langsung mengambil handphoneku lalu mengirimkan pesan untuk Jonghyun. Tidak lama kemudian ia menelfonku.

“Maafkan aku, mommy. Benar-benar aku tidak tahu kalau CF-nya seperti itu.” Katanya panik.

“Hufttt…huh, huh…oppa…huh, a…aku sulit bernafas…uh, uh.” Aku terus kesulitan bernafas. Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin aku bicrakan dengan Jonghyun.

“Aigooo, tuan putri bertahanlah. Aku akan menelepon rumah sakit lalu langsung kerumahmu.” Katanya sangat panik.

Aku berusaha bertahan. Beberapa menit kemudian, ambulans datang kerumahku lalu langsung meng-evakuasiku. Aku sudah benar-benar sulit bernafas walaupun sudah dibantu alat bernafas. Begitu keluar dari rumahku, aku melihat sesosok pria memakai jaket kulit yang memegang sebuah tabung oksigen kecil berdiri di depan pagar rumahku. Aku berusaha memanggilnya. Tapi sangat sulit. Aku mencoba untuk berteriak. Ia hanya terpaku ditempatnya. Tabung kecil yang dipegangnya sudah terjatuh dari tangannya. Sebelum aku masuk kedalam ambulans, aku terus berteriak padanya “KUMOHON, HAMPIRI AKU, PANGERAN. AKU SANGAT MEMBUTUHKANMU. KUMOHON.” Tapi teriakan itu keluar dari mulutku yang hanya terdengar suara sesak nafasku. Ambulans inipun berjalan menuju rumah sakit. Akhirnya aku tidak sadarkan diri.

-Jonghyun POV-

Sudah hampir seminggu aku tidak tahu kabar hyunjae. Mataku sudah sangat sembab. Dan sudah seminggu ini aku absen dari kegiatan SHINee. Aku sangat ingin menjenguk hyunjae tapi aku terlalu trauma dan terlalu tertekan dan takut untuk mengetahui kabarnya sekarang. Aku sering mengunjungi rumahnya. Tapi selalu kosong.

“Hyung, kau tampak menyedihkan sekali.” Kata minho. Lalu yang lain menghampiriku. Aku hanya diam tidak menjawab dengan tatapan kosong menuju langit-langit. Sudah 3 jam aku terbaring di sofa ini. Sudah 2 hari aku tidak makan.

“Jika kau ada masalah ceritalah pada kami. Kami tidak ingin kau terlalu tertutup.” Terang key. Aku tetap diam.

“KAU PENGECUT. KAU TIDAK TAHU KABARNYA, KAU SAGAT BODOH. KAU BILANG KAU MENCINTAINYA, APA KAU TIDAK PERNAH MERASAKAN KALAU DIA SANGAT MEMBUTUHKANMU SAAT INI? BABO JONGHYUN.” Onew meneriakiku. Aku tertegun sebentar lalu aku bangun dan langsung meninju pipi onew.

“AKU MEMANG MENCINTAINYA!!!” Aku pun langsung berlari keluar.

Kulajukan mobilku ini kencang  menuju rumah sakit dimana hyunjae dirawat. Dengan tergesa-gesa aku menghampiri meja resepsionis rumah sakit.

“Dimana dia, Lee Hyunjae.” Kataku membingungkan resepsionis rumah sakit tersebut.

“Dimana kamar Lee Hyunjae?! Cepat!” Ancamku. Ia lalu menunjukkan kamar dimana hyunjae dirawat. lalu seorang perawat menghampiriku.

“A…apa kau keluarga dari Lee Hyunjae?” Aku hanya mengangguk.

“Akhirnya ada yang menjenguknya. Ia seperti sudah tidak waras. Setiap aku menanyakan dimana keluarganya, ia selalu bilang sambil menangis ia bilang pangerannya akan datang menjemputnya dari sini. Lalu ia tersenyum perih dan dipaksakan. Dan ia sering sekali pingsan lalu sadar lagi.” Aku sangat marah mendengar perkataan perawat itu.

“Kau yang tidak waras.” Kataku langsung meninggalkan perawat itu.

Aku pun langsung masuk ke kamar hyunjae. Aku melihatnya sudah terbangun. Matanya sangat sayu. Rambutnya sangat berantakan. Ternyata keadaannya sangat kacau dari diriku. Ia belum juga melihatku. Aku hanya terdiam didepan pintu kamarnya. Ia lalu menoleh ke arahku. Tatapannya kosong melihatku. Ia lalu meneteskan airmatanya. Ia lalu menoleh lagi menatap langit langit.

“Tuan putri…” Aku pun menghampirinya. Ia masih menatap langit-langit.

“Anak kita….aku pernah memeriksakannya dengan USG. Anak kita kembar. Tapi….” Katanya dengan wajah datar. Aku pun meneteskan airmataku. Aku mencoba memeluknya. Namun ia menepis tanganku “Jangan sentuh aku. Aku sudah membunuh anak kita. Jangan panggil aku tuan putri lagi. Aku bukan tuan putri-mu. I’m just your nightmare.”

“Hyunjae..kumohon, aku tidak ingin kehilanganmu. Ini semua bukan salahmu. Ini semua salahku. Aku tidak menemanimu di masa sulit-mu selama ini.” Ia pun menangis lalu memelukku. Aku mencium kepalanya. Lalu aku mengambil sisir dari dalam laci disebelah tempat tidurnya. Lalu aku menyisir rambutnya. Rambutnya sudah sangat sulit disisir dan rontok. Aku menangis sangat keras. Air mataku membasahi rambutnya. Ia hanya diam melihatku menangis.

»»»»»»»»»»NEXT DAY«««««««««««

Hari ini aku sudah mulai bersemangat, pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan bersiap kerumah sakit. Aku membawa buket bunga tulip untuk hyunjae.

“Aku ingin menjenguk Lee Hyunjae.” Kataku pada resepsionis rumah sakit.

“Mohon maaf, tapi nyonya Hyunjae sudah check out dan dipindahkan ke rumah sakit lain.”

“Kemana?”

“A…aku tidak tahu.” Aku pun berjalan lesu keluar rumah sakit. Dihatiku kini bercampur aduk. Rindu, sedih, marah. Aku lalu membuang buket bunga tulip yang kugenggam ini. Aku tidak kembali ke dorm. Tapi aku checkin di hotel. Aku tidak ingin anggota SHINee yang lain mengkhawatirkanku.

-Hyunjae POV-

Aku akan melewati oparasi ini. 16 jam lagi, hidupku akan dipertaruhkan pada operasi yang akan berlangsung sekitar 7 jam. Dokter tidak memberitahukanku apa penyakitku. Tapi ia bilang ada gangguan pada jantung dan paru-paruku. Aku jadi teringat Jonghyun oppa. Sudah hampir dua minggu lebih aku di rumah sakit internasional australia ini. Ayahku yang menyuruhku untuk dirawat disini. Aku belum bilang pada Jonghyun oppa. Aku mengambil handphoneku.

“To: Jonghyun

Annyeong…ini aku, hyunjae.”

Beberapa menit kemudian, ia menelfonku.

“HYUNJAE? K…kau dimana sekarang? Aku akan menjemputmu.”

“Umm, tidak usah, oppa.aku sedang di australia. Maaf aku belum mengabarkanmu. Tapi jika…umm….aku akan menemuimu. Sampai jumpa.”

-Jonghyun POV-

Sudah sebulan lebih. Tidak ada kabar dari hyunjae lagi. Hari ini aku ingin pergi ke taman ggongjun. Mengenang pertama kali aku menyatakan cintaku pada hyunjae. Aku melihat seorang wanita. Berambut pendek. Ia mengenakan dress biru muda dibawah lutut lalu sepatu flat putih. Dan dikepalanya berbalut perban. Ia duduk di kursi taman. Aku menghampirinya. Wajah wanita ini sangat tidak asing…

“…..t…tuan putri…” Bisikku tidak percaya. Ia menoleh kearahku. Kulihat matanya berbinar-binar.

“Pangeran….” Ia lalu bangun dari duduknya. Ia langsung memelukku. Aku pun membalas pelukannya. Aku mencium kepalanya. Aku sangat suka mencium kepalanya.

“K…kenapa kepalamu? Kau terlihat sangat berbeda.”

“Kemarin aku menjalani operasi. Kepalaku? Waktu itu kepalaku terbentur. Umm, rambutku? Apa kau suka?” tanyanya dengan senyum manisnya.

“Kau terlihat sangat cantik dan..seksi.” aku meraih lehernya. Lalu kucium bibirnya hangat. Ciuman rindu. Lalu aku merasa ada yang memotret kami. Aku melepaskan ciumanku. Benar saja. Sudah ada beberapa orang yang memotret kami berdua dari jarak yang agak jauh. Hyunjae terlihat kaget. Aku pun langsung menggandeng hyunjae lalu membawanya dengan mobilku.

“Oppa, aku sangat kaget tadi.” Katanya masih kaget dengan kejadian tadi.

“Aku tidak bisa menahan semua yang kulakukan tadi. Aigo…bagaimana kalau…aishhh…”

“Kenapa, oppa?”

“Ahh, tidak apa…kau tinggal dimana sekarang?”

“Umm, entahlah. Tapi aku masih menginap di hotel untuk sementara.”

“Baiklah, aku akan mencarikanmu apartemen.” Ia hanya diam. Aku pun ke hotel tempat hyunjae menginap lalu checkout dan membawakan barang-barang hyunjae. Aku lalu membeli sebuah apartemen yang tidak terlalu besar tetapi cukup nyaman untuk hyunjae.

“Kau suka?”

“Apa tidak terlalu mewah, oppa?”

“Tidak…agar kau nyaman.” Ia lalu memelukku.

“Aku sangat merindukanmu.” Aku langsung menggendongnya menuju kamar. Lalu membuka dress yang dipakainya. Aku menyentuh semua bagian tubuhnya.

“I missed all of them.” Ia hanya diam.

*skip*

“oppa…mhhh, aahh…akuu…” jeritnya.

“A….aku juga, mhhh AAAAH.” Kami pun mencapai klimaks kami.

“Aku sangat lelah….huft..” Aku pun tidur disebelahnya.

“Huh, huh…oppa kau tidak berubah. Kau sangat….huh, huh kau sangat agresif.”

“Umhhh…kau sangat menggoda.” Aku tidak henti-hentinya mencium dan menjilat lehernya yang jenjang.

-Hyunjae POV-

“Hoamm….” Malam yang sangat melelahkan. Aku merasa ada yang menjilat leher dan telingaku. “Oppa…kau tidak ada jadwal?”

“Ummhh…nanti siang, sayang…ummhh…” Dia tidak berhenti berhentinya menjilati leherku.

“Aku mau pipis dulu, oppa..” Kataku langsung bangun. Ia terlihat kecewa. Aku lalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan ganti baju. Aku lalu keluar lalu aku melihat Jonghyun duduk disofa tanpa mengenakan pakaian. Aku refleks menutup mataku.

“Oppa, pakai bajumu!”

“Aishhh, kau curang! Aku belum memakai bajuku!”

“Aishhh, cepatlah pakai bajumu! Nanti kau masuk angin!” Ia lalu bangun lalu langsung memelukku.

“Hei, oppa! Lihat! Itu kita, bukan?!” Kataku sambil menunjuk televisi. Disana ada sebuah berita. Judulnya “Jonghyun’s SHINee has kissed a girl at a park.” Dan terpampang jelas foto Jonghyun sedang menciumku. “Kemarin, di sebuah taman, seorang member SHINee Kim Jonghyun tertangkap kamera sedang mencium seorang perempuan. Belum diketahui siapa perempuan itu. Perempuan berambut pendek itu memakai perban dikepalanya. Kami juga belum mendapat konfirmasi dari SMEntertainment, dimana Kim Jonghyun bernaung. Tapi kami akan terus mencari kabar dari berita ini.” Jonghyun hanya terdiam melihat berita tadi.

“Pers sangat hebat, padahal baru kemarin kejadiannya.”

“Pakai bajumu dulu, oppa.” Kataku sambil memberikan pakaian untuknya. Ia pun memakai pakaiannya. Ia lalu mengambil handphonenya diatas meja.

“Aishhh, habislah aku.” Gerutunya.

-Jonghyun POV-

“AIGOOO JONGHYUN! BABO!” Teriak namja cerewet itu. Baru saja aku mengangkat telfonnya, ia sudah berteriak. Telingaku rasanya ingin copot.

“Kau ini pelit sekali! Aku kan tidak pernah merahasiakan sesuatu padamu. Sekarang kau punya yeoja yang sangat cantik dan seksi itu kau tidak bilang-bilang!” Alis mataku mengernyit. Aku kira dia akan marah-marah padaku karena aku mencium seorang yeoja ditempat umum.

“Key! Kau ini bagaimana. Biar aku saja yang bicara. Kata seorang namja diseberang sana. Kurasa Onew hyung.

“Jonghyun. Ke dorm sekarang. Dan bersiaplah untuk dimarahi manajer hyung.”

“Tapi, hyung. Kenapa aku yang dimarahi? A…aku… Aishh yasudahlah. Aku akan kesana.” Kataku langsung memutuskan sambungan. Aku melihat hyunjae duduk manis disofa sambil menatapku bingung. “Apa yang akan terjadi, oppa….?” Tanyanya bingung. Aku pun menghampirinya lalu mengelus rambutnya.

“Shh, kau tenang saja. Aku pergi sebentar, ya. Nanti malam aku kesini lagi. Chu~” kataku lalu mencium keningnya.

Aku lalu pergi kedorm. Setibanya di dorm, semua mata tertuju padaku.

Minho tatapannya seperti mengapa tidak beritahu aku.

Key tatapannya berbinar-binar dan seperti..iri kurasa.

Taemin tatapannya…ahh, entahlah, seperti itulah..

Aku berjalan menuju ruang tamu. Disana manajer hyung sudah duduk manis di sofa. Aku berjalan perlahan lalu melepas jaketku dan meletakkan tasku ke atas meja.

“Annyeong, hyung.”

“Duduklah…” Katanya. Nyawaku tinggal menunggu waktu saja. Aku duduk di sebelah manajer hyung.

“Langsung saja ya. Wanita itu kekasihmu?” Aku hanya mengangguk pelan.

“Sudah berapa lama?”

“Sekitar 10 bulan.”

“Kenapa kau tidak memberitahukan kami?”

“Aku takut. Aku juga tidak ingin dia menjadi tertekan.”

“Sekarang siapa yang tertekan?” Katanya dengan nada yang sedikit tinggi.

“Aku tidak perduli walaupun aku mati sekalipun. Itu semua demi dia. Aku sangat mencintainya hyung.”

“Baiklah, aku mengerti. Sekarang. Kau mau membiarkan hal ini dengan tetap diam dan meninggalkan wanita itu atau besok kau mengkonfirmasi hubunganmu dan hubunganmu akan baik-baik saja tapi, kau tau kan konsekuensinya?”

“Aku akan mengkonfirmasi semuanya.” Jawabku tegas. Aku tidak berfikir panjang lagi. Aku hanya berpikir aku tidak ingin kehilangan hyunjae.

“Baiklah, besok pagi kau bersiap. Aku akan menyiapkan semuanya untuk press conference.” Manajer hyung lalu keluar dorm. Aku hanya terdiam. Member lain yang daritadi hanya mendengarkan percakapan kami. Kini menghampiriku. Key dan minho duduk disebelahku. Onew duduk di kursi kecil, taemin duduk dipangkuannya.

“Jonghyun, siapa nama wanita itu? Berapa umurnya? Aigooo, dia cantik sekali. Baru kali ini aku melihat wanita berambut pendek itu sangat cantik.” Tanya key beruntun.

“Hehe, namanya Lee Hyunjae. Umurnya, umm 1 tahun dibawahku. Kau tau, dia sebenarnya orang italia. Appanya italia, eommanya singapore.” Aku pun mulai bercerita.

“OMOOO! Kau hebat. Hei, kau bohong ya? Bagaimana ia bisa jadi korean. Babo.” Katanya sambil menjitakku.

“Ishhh, aku belum selesai, key! Eommanya itu setengah korean, setengah singapore! Kau ini!” Kataku sambil mengelus-elus kepalaku yang dijitak key tadi.

“Tadinya rambutnya panjang sebahu. Lalu ia memotongnya.”

“Kulihat wanita itu memakai perban. Dia kenapa?” Tanya taemin.

“Dia habis dioperasi. Tapi katanya kepalanya hanya terbentur.” Kataku menjelaskan.

“Lalu pekerjaannya apa?” Tanya minho.

“Ia dokter dan dosen. Dia dokter di seoul hospital. Dan dosen di busan. Makanya aku jarang bertemu dengannya. Itulah sebabnya kenapa jika aku keluar hingga seharian tidak kembali ke dorm.”

“Apa yang kau lakukan?” Tatap minho dengan tatapan mengintrogasi dan senyuman licik.

“A…apa? Tidak, aku tidak melakukan apa-apa.” Lalu member yang lain melakukan hal yang sama. Aku jadi semakin terpojok.

“Okay, aku seringkali tidur dengannya.” Dan, semuanya terkejut. Key dan onew menganga lebar sekali. Minho melotot. Taemin tercengang sampai-sampai ia berdiri dari pangkuan onew.

“Aishhh, sudahlah.. Kalian pasti seperti ini. Oh iya, ngomong-ngomong. Onew hyung, key, minho, taemin, jangan pernah mencontoh aku ini. Aku melakukannya karena aku sangat mencintai hyunjae.” Kataku hendak beranjak dari sofa.

“Hei, kau belum selesai cerita.” Tahan key.

“Aku pun duduk lagi.”

“Hyung,,, kau sangat berani.” Kata taemin.

“Aku akan tanggung jawab jika terjadi apa-apa dengannya.”

“K….kau tidak terduga…oh iya, bagaimana kau bertemu dengan hyunjae?” Tanya minho.

“Dia bertemu dengan hyunjae itu adalah moment yang sangat konyol. Ia hanya melihat wanita cantik sedang duduk di bangku taman, lalu ia langsung mengajak wanita itu kencan.” Onew menceritakan semuanya.

“Onew sudah menceritakannya.” Aku pun mulai beranjak dari kursi.

“Hyung, aku ingin bertemu hyunjae noona.” Kata taemin sambil menarik-narik tanganku.

“Kapan-kapan ya taem. Aku mau menelfon hyunjae dulu.”

“Bolehkah aku berbicara dengannya.” Kata taemin dengan nada manja seperti anak kecil. Ingin sekali rasanya aku menjitak kepalanya itu.

“Kau bahkan belum pernah bertemu dengannya-__-” aku pun mengambil ponsel ku

“yoboseyo…” Kata wanita diseberang sana.

“Yepp hyunjae. Besok aku ada press conference. Jadi aku tidak bisa keapartemen mu malam ini.”

“Aigoo apa karena….”

“Kau tenang saja hyunjae. Kau akan baik-baik saja.”

“Sebenarnya aku mengkhawatirkan……”

“Mengkhawatirkan apa?”

“A…ani oppa. Yasudah. Bye oppa…saranghae.” Katanya lalu menutup telponnya.

»»»»»»»»»»NEXT DAY«««««««««««

“Cepatlah jong! Kau sudah siap belum?” Teriak seseorang dari luar kamarku.

“Aku saja belum bangun!” Balasku berteriak.

“Aigooo! Cepatlah! Manajer hyung sudah menunggu. Tumben sekali kau bangun siang.” Key pun masuk kekamarku.

“Press conferencenya kan jam 9. Ini baru jam 6 key!” Kataku dengan malas sambil tetap memeluk bantal.

“Press conference-nya dipercepat. Manajer hyung ada urusan lain.” Katanya sambil berkacak pinggang.

“YAYYYY! Here I go!” Seruku langsung bangun lalu beranjak mandi. Aku melihat wajah key berubah jadi merengut.

Setelah selesai mandi, aku pun ikut manajer hyung ke sebuah aula tempat press conference. Disana sudah ada sangat banyak pers yang menunggu. Aku dan manajer hyung duduk disebuah meja panjang. Diatas meja itu terdapat banyak microphone dari berbagai infotainment.

“Annyeonghaseyo, shinee Jonghyun imnida.” Sapaku sambil sedikit membungkuk. Lalu ada seorang wartawan yang berdiri lalu sedikit membungkuk dan tersenyum.

“Baiklah, Kim Jonghyun-ssi. Apa kau sudah tau tentang pemberitaanmu kemarin.”

“Ya. Tentu. Aku menonton sebuah infotainment kemarin. Aku sedikit terkejut.”

“Apakah benar itu saudara Kim Jonghyun?” Tanya wartawan lain.

“iya. Itu benar aku.” Kataku santai. Mereka pun mulai mencatat. Entahlah apa yang mereka catat-_- “Apa wanita itu kekasih saudara?”

“Iya.” Kataku sangat santai.

“Siapa wanita itu? Apa dia seorang artis?”

“Bukan. Dia bukan artis, penyanyi atau kpop idol. Dia hanya orang biasa.”

“Maukah saudara memberitahu kami siapa sebenarnya wanita tersebut?”

“Umm, mianhae. Tapi aku benar-benar belum siap.” Jawabku.

“Baiklah. Sudah berapa lama wanita itu menjadi kekasih anda?”

“Umm, kira-kira hampir setahun lebih.”

“Jadi apakah anda akan memperkenalkan kekasih anda itu didepan publik?”

“Ya, tetapi nanti. Kalian pasti akan tahu.”

-Hyunjae POV-

handphoneku berdering.

Kim Jonghyun yeobo is calling’ aku pun mengangkat telpon.

“Yoboseyo…”

“Honey…. Buka pintunya!” Teriaknya panik.

Aku pun berlari menuju pintu dengan panik lalu membuka pintu. Aku melihat kim Jonghyun berdiri membelakangiku. Ia memakai jas hitam dan sepatu yang sangat mengkilat. Ia sedang merapikan rambutnya. Aku masih menunggunya. Beberapa menit kemudian, ia berbalik ia menunjukkan deretan giginya yang sangat rapih dan putih. Ia memegang sebuket bunga lili pink dan violet. Aku menutup mulutku dengan tanganku agar tidak berteriak. Ia lalu memberikanku buket bunga yang ia pegang tersebut. Aku memegang buket bunga tersebut. Lalu wajahnya berubah menjadi seperti sedih.

“A….ada apa?” Tanyaku bingung. Ia lalu menunjukkan telapak tangannya. Dijari manisnya melingkar sebuah cincin silver. Aku pun kaget lalu airmataku mulai turun. Ia lalu meraih kepalaku dan menghapus airmataku dengan jarinya.

“Maafkan aku honey…tapi..kemarin a..aku belum siap memberitahukanmu tentang ini…” ia terdiam sejenak. Ia menunduk sebentar.

“Dan aku punya satu untukmu.” Katanya lalu mengeluarkan tempat cincin yang ada di sakunya. Ia berlutut dihadapanku lalu memasangkan cincin itu ke jari manisku. Aku terharu lalu memukul bahunya. “Babooo!!!”

______FIN______

FINISH! WAHH! Thanks ya all readers yang udah sudi baca ff gaje ini. tapi, jika ada kata-kata yang kurang lengkap atau tidak meng-enakkan para readers disini pada ff saya yang ini, saya minta maaf sebesar-besarnya… semoga comment and like kalian bisa jadi motivasi buat saya untuk melahirkan(?) ff-ff seenak jidat saya._. muehehe, sekali lagi, gomawo, kamsahamnida, terima kasih, thankyou, arigatou, buat yang udah baca ff saya ini^^v

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Meet, Love, Hurt [2.2]”

  1. Dia dokter di seoul hospital. Dan dosen di busan.
    wuiiihhh pulang pergi seoul busan??? jaauuuhhh

    aq kira meninggal cewenya..
    nice ff..
    tp berasa gimana gtu sm alurnya..
    hehehe
    keep writing ya

  2. happu end~
    alurnya rada cepet ya karena ini meng twoshot, hhe~

    okey, kelakuan Jjong saya EGP.. 😀
    ff lainnya di tunggu ya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s