My Love Was Continued On Rickshaws – Part 1

Author: Yamashita Michiko / Marie Veibra

 

Title :

 

Main Cast:

  •  Baek Suzy as Marie Lee
  •  Choi Minho

Support Cast:

  •  SHINee Member
  •  Lee Hyeri
  •  Huang Zi Tao (Tao)
  • Kim Jongin (Kai)

Other Cast:

  •  SNSD Member
  •  EXO Member
  •  Camrie Lee

Genre:

  •  Romance
  •  Little Bit A Humour

Lenght: Triology

Rating: General

Summary: Cinta yang selalu sambung menyambung dengan kendaraan roda tiga.

 

Matahari yang sejak tadi sudah condong di langit yang cerah itu. Sinarnya sudah menembus masuk kedalam sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar namun tertata rapi dan nyaman bila ditempati. Lebih tepatnya didalam sebuah kamar, sinar matahari lebih agresif memasukinya menyeruak melalui jendela yang terbalut dua gorden didalamnya. Didalamnya terdapat seorang yeoja yang seharusnya sedang tertidur lelap, namun tidurnya terganggu akibat ketidak sahabatan sinar sang fajar yang baginya serasa seperti ditusuk beribu jarum tajam. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya sesekali ditengah ia menggeliat lalu menguap dan mengucek kedua matanya karena tidurnya sudah tidak bisa bersambung lagi saat ini.

KRIIIIING

“Ish! Berisik!” Namanya Marie. Yeoja itu langsung melempar jam wakernya sekenanya hingga terdengar suara pecahan kaca. Lalu dengan tanpa dosanya Marie langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang ia pegang.

“YAK!!” Teriak seorang yeoja yang baru saja membuka pintu kamar Marie setelah jam wakernya terbentur dipintunya lalu terjatuh dan pecah.

“Kebiasaan ya lo itu!!” Teriaknya sekali lagi tapi kali ini ia melihat serpihan kaca yang menyebar dimana-mana.

“Aissh! La lo la lo!! Bahasamu loh eonni! Aku gak suka!!” Gumamnya pelan didalam selimut dengan merapatkan selimut menutupi kedua telinganya.

“Aku tau kita tinggal di Jakarta, tapi gak segitunya kali eonni !! Aku gak suka bahasa la lo la lo itu!!” Kali ini Marie telah bangkit dan duduk dikasurnya.

“Masalah itu lagi ?!! Lihat sekarang jam berapa ?” Sang eonni tetap saja berteriak dan kali ini ia menunjuk jam dinding kamar Marie yang telah menunjukkan pukul 10 lewat 15 menit.

“Memangnya jam berapa sih eonni… ?” Suara Marie yang volumenye mengecil itu pun tertahan ketika arah pandangannya berhenti pada sebuah jam dinding.

“OMONA!! ANDWAE!! Aku telat!!” Marie langsung berlari memasukki kamar mandinya dan saking tergesah-gesahnya, Marie jatuh terpeleset terduduk dengan lumayan keras.

“Auw!! Apayo!! Camrie Eonni!! Bantu aku!!” Marie menoleh kebelakang, tapi hasilnya nihil. Eonninya sudah tidak ada ditempat.

“Harus bisa!!” Marie menempelkan kedua tangannya merentang menyamping ke dinding sekenanya dan berusaha berdiri.

***

“Eonni!! Aku berangkat dulu ya!! Annyeong!!” Setelah tali sepatu Marie terikat rapi ia langsung beranjak dan berlari keluar dengan melahap semua roti yang ia bawa hanya tinggal satu lahapan.

Marie berlari terus dan terus agar ia tak terlambat memasukki sekolahnya. Raut wajahnya sudah khawatir jika ia telat. Tapi seketika itu juga matanya berbinar ketika melihat sesosok ahjusshi yang sedang mengendarai Becak, kendaraan beroda tiga.

“Pak!! Tunggu!!” Laju lari Marie lebih ia cepatkan sambil tangan masih menunjuk ahjusshi tadi. Marie berlari saking kecangnya sampai ia tak melihat kulit pisang didekat kakinya sehingga ia terpeleset dan jatuh terduduk lagi.

“Aissh!! Sungguh sial aku hari ini!!” Gerutu Marie sambil menggesekkan kaki belakangnya yang terbalut sepatu dan terlentang pada jalanan gang rumahnya. Ia menunduk. Perlahan ia meneteskan air matanya tak kuat menahan rasa sakit yang ia rasakan hari ini pada tubuhnya.

Dari arah yang berlawanan didepannya, ada seorang namja yang berjalan mendekatinya lalu setengah membungkukkan badannya ketika sampai dihadapan Marie dan mengulurkan salah satu tangannya. Awalnya Marie kaget melihat ada uluran tangan dihadapannya. Tapi ia mencoba positive thinking. Arah matanya mengikuti panjang uluran tangan dan berhenti pada wajah si pemilik tangan tersebut. Tapi Marie justru menunduk lagi.

“Gwaenchanhayo ?” Ucap namja itu hati-hati. Marie menatap wajah namja itu sekali lagi.

“Ne. Gwaenchanha.” Marie langsung menjabat tangan si namja dan berusaha berdiri dengan bantuan si namja.

“Kamsahamnida.” Marie membungkukkan badannya berterima kasih pada si namja.

“Neo ? Tunggu!” Namja itu menunjuk Marie yang sudah membelakanginya.

“Naega ?” Marie berbalik dan menunjuk dirinya sendiri. Sang namja pun mengangguk.

“Waeyo ?”

“Aku belum tau namamu.” Marie tersenyum mendengar perkataan namja itu.

“Marie Lee Imnida.” Sekali lagi Marie membungkukkan badannya memberi hormat pada si namja.

TIIN TINN TTIN…

Suara klakson sepeda motor serta mobil pun menyeruak ditelinga Marie dan menyadarkan dirinya bahwa dirinya bisa saja telat. Seketika itu ia mendelik dan menghadap kearah ahjusshi yang sama dengan tadi yang mulai mengayuh kendaraannya.

“Pak!! Tunggu!!” Marie langsung berlari menuju becak dan mendudukkinya.

“Hey!! Kau belum tau namaku!!” Teriak namja yang sama disamping becak yang ditumpangi Marie dari kejauhan.

“Mwo? Kamsahamnida atas pertolongannya!!” Marie tersenyum manis lalu kembali mengarahkan kepalanya kedepan.

“Huang Zi Tao!! Namaku Tao!!” Teriak namja itu sekali lagi, namun sepertinya teriakkannya itu sia-sia. Karena telinga Marie sepertinya sudah dipenuhi dengan teriakan klakson mobil.

***

Kemacetan semakin melanda Jakarta pusat. Lebih tepatnya kemacetan kini tengah terpusat pada jalanan yang dilalui Marie dengan becak yang ia naikki. Saat ini wajah Marie tersorot dengan ekspresi wajah cemberut dengan kesuntukkannya. Ia mendengus kesal lalu melihat jam tangan yang melingkar ditangannya. Matanya terbelalak melihat jam tangannya.

“Mwo!! Sudah jam 11 kurang 15 menit!! Andwae!! Pak pak, bisa cepat sedikit gak ?” Suara Marie setengah berteriak sambil mengetuk becak bagian belakang sekenanya.

“Issh!! Kebiasaan!!” Marie semakin dibuat geram oleh ahjusshi pengendara becak yang justru tengah asyik mendengarkan musik dangdut dengan headsetnya.

“PAAKK!!” Teriak Marie dengan sangat kencang yang terarah pada wajah ahjusshi tadi. Otomatis karena kaget ahjusshi tadi langsung bergidik dan melepaskan kedua headset yang sedari tadi terpasang dengan kasar sehingga terkesan terjatuh headset tersebut. Karena teriakkannya juga banyak pasang mata yang menoleh kearahnya. Marie bukannya malu justru ia menatap sinis orang yang menatapnya lalu kembali menghadap lurus dan meniup poninya.

Disisi lain, didalam sebuah mobil besar namun terkesan mewah, disana terdapat tujuh orang namja. Dua didepan, dua ditengah, dan tiga dibelakang. Dua namja didepan adalah seorang ahjusshi. Dan lima namja dibelakangnya adalah para namja yang masih muda dengan wajah yang rupawan. Kelima namja tersebut memiliki kesibukan masing-masing ditengah kemacetan kota Jakarta saat ini. Tapi hanya ada satu namja yang aktivitasnya dari tadi adalah meyilangkan kedua tangannya terlipat diatas dadanya. Dengan wajah yang menatap lurus kedepan dan arah mata sebal kejalanan depannya.

“Ahjusshi, segera jalan. Didepan sudah berkurang kemacetannya.” Perintahnya dengan nada datar.

“Ne.” Jawab sang supir dengan melihat ke spion depan. Pak supir langsung meng-gas pelan mobilnya. Namun hanya sebentar karena kendaraan didepannya berhenti lagi, padahal dua kendaraan didepannya sudah berjalan namun kendaraan didepan mobil pak supir tetap saja diam tak bergeming dari posisinya.

“Issh! Kendaraan apaan sih itu ? Mengganggu saja !!” Gerutu ahjusshi disamping pak supir dengan mimik wajah kesal.

“Cepatlah bertindak ahjusshi.” Suara dingin namja tadi akhirnya angkat bicara.

“Ne Minho-sshi.” Ahjusshi tadi membuka jendela mobilnya lalu ia keluarkan badan atasnya lewat jendela dan berteriak.

“Hey roda tiga!! Cepatlah jalan jangan menghalangi kau!!” Suara ahjusshi ini cukup membuat telinga Marie terganggu. Tapi ia hiraukan begitu saja, karena ia sering mendengar umpatan seperti itu.

“Neng-“

“Sudahlah pak! Jangan hiraukan mereka!”

“Iya neng.”

Sementara itu didalam mobil,

“Issh! Tuli atau apa sih itu orang ?!!” Lagi-lagi ahjussi tadi mengumpat lagi.

“Sudahlah ahjussi, biar aku saja.” Minho langsung menjulangkan dirinya keluar lewat jendela.

“Minho-ya! Jangan disini! Nanti fansmu tau!!”

“Masa bodoh.” Ucap Minho dingin.

“Hey! Kau yeoja roda tiga!!” Teriak Minho blak-blakan tanpa takut malu. Mendengar itu Marie langsung terbelalak dan amarahnya memuncak. Ia juga tak kalah beraninya dengan Minho. Ia berdiri pada pijakan becak dan memegang kedua pegangan becak agar tak terjatuh.

“Hey!! Namja hitam!!” Banyak dari pengendara dijalan ini menoleh kearah Marie, pasti orang yang menoleh merasa bahwa dirinya disebut. Mereka berdua saling menatap sinis sehingga mereka dilanda keheningan dengan suasana penuh dengan amarah.

“Hey hitam!! Dari mananya kau bilang aku yeoja roda tiga ?”

Hitam, Hitam!! Kau kayak mayat!!” Teriak Minho sekali lagi tak mau kalah.

“Minho-ya!! Sudah!! Kau jangan mempermalukan kita, lebih baik kau pakai ini saja!” Teriak Jonghyun dari dalam juga dengan nada kesal sambil memberikan masker ke Minho. Dengan cepat Minho memakainya dan kembali ke posisi semula. Ia kaget karena yeoja tadi sudah tidak berdiri lagi. Tapi ia masih melihat kendaraan yang ditumpangi Marie. Minho membuka sedikit maskernya agar terdapat celah untuk jalan keluar suaranya.

Yeoja roda tiga!! Urusan kita belum selesai!! Teriak Minho pada Marie yang terakhir kalinya sebelum ia kembali ke posisi duduk semulanya.

Disisi lain terdapat seorang yeoja dengan pakaian sangat tertutup sehingga kemungkinan identitasnya tak dikenali orang sekitarnya. Yeoja itu sibuk dengan kamera yang ia bawa sendiri. Ia tersenyum puas menatap layar kameranya.

“Hm. SHINee gempar. Semoga MinYul couple segera musnah dengan foto ini. Aku penasaran dengan foto hasil fotoku berikutnya. Aku lebih setuju idolaku bersama yeoja roda tiga tadi. Hehe.” Ponsel yeoja itu bergetar dan segera ia buka, terdapat satu pesan masuk diponselnya.

 

 Saengie Hyeri-ya! cepetan! Macet sudah mulai menghilang. Segera kembali ke mobil!

Setelah membaca sms itu, yeoja bernama Hyeri itu pun langsung melepaskan semua pakaian penyamarannya yang ia balut dipakaian aslinya tadi. Ia langsung berlari kembali kedalam mobil kelima namja itu.

***

Becak yang ditumpangi Marie pun akhirnya berhenti dan sampai tepat didepan Jakarta International High School.

“Makasih pak.” Setelah memberikan uang nominalnya, Marie langsung berlari menerobos pagar sekolah yang terbuka dan tak menghiraukan teriakan dari security sekolahnya.

“HUH!! Telat 15 menit!” Ucap Marie pelan disamping pintu kelasnya. Ia berjalan dengan hati-hati memasuki kelasnya.

“Selamat siang bu.” Marie tersenyum malu karena telat.

“Iya selamat siang. Kamu terlambat 16 menit, lumayan lama.” Ibu guru melihati tubuh Marie yang diselimuti keringat.

“Kau habis ngapain ? Keringat sampai sebegitunya ?”

“Tadi berangkat saya lumayan telat terus diterjang macet bu.” Ucap Marie dengan nada tanpa dosa.

“YEEE!!! Bilangnya diterjang macet. Bilang aja dehh kalau naik becak!!” Ujar seorang namja yang memiliki tubuh super gemuk dengan nada meledek.

“YAK!! Masih mending becak. Daripada kamu…” Marie masih memikirkan kelanjutannya.

“Aku ? Kenapa ?”

“Kau setiap pulang dan berangkat sekolah selalu naik mobil mewah, sampai-sampai badanmu bengkak begitu gara-gara hanya duduk diam dimobil.” Mendengar itu si namja yang dimaksud langsung cemberut ketika teman sekelasnya ikut tertawa mendengarkannya. Apalagi ternyata guru disamping Marie juga sedang menahan tawa yang seharusnya ia lepas.

“DIAM!!” Mendengar bentakkan Ibu guru, murid seisi kelas ini langsung diam terkunci mulutnya.

“Oke. Karena kau telat, maka ibu akan…”

Ingat! Tunjuklah dia sebagai MCnya. Jangan yang lain. Kefasihan bahasanya sudah tidak diragukan lagi. Enam bahasa sekaligus sudah dia lahap secepat itu.

Perkataan Ibu guru tertahan karena ia teringat oleh sesuatu. “Memberimu hukuman mengerjakan tugas. Nanti soalnya akan ibu kasih. Sekarang duduklah dibangkumu.”

“Ne, seonsaengnim.” Marie menutup mulutnya dengan tangannya. “Maksudnya iya guru.” Marie berjalan menuju kursinya, namun langkah kakinya berhenti begitu saja. Melihat penduduk kursi sebelahnya bukanlah Mega, teman sebangkunya.

“Maaf bu. Mega dimana ?” Ibu guru langsung menunjuk seorang yeoja dengan dagunya.

“Lalu itu siapa bu ?” Marie menunjuk namja yang menduduki kursi sebelahnya.

“Kau tak mengenalinya ?” Marie hanya mengangguk mantab.

“Oh iya anak-anak,” Ibu guru berjalan ketengah dan tak menghiraukan rasa penasaran Marie.

“Kalian pasti sudah kenal dong dengan lelaki yang disana ?” Sang guru menunjuk namja yang dimaksud Marie.

“Iya bu.” Jawab murid seisi kelas serempak.

“Dia bukan murid baru. Melainkan dia tamu disini.” Mendengar itu para murid pun saling berbisik.

“Mwo? Tamu ?” Gumam Marie sangat pelan.

“Oiya, kalian tau kan bahwa boy band Korea pendatang baru EXO dari SMEnt akan menggelar debut konsernya di Jakarta.” Semua siswa hanya mengangguk mantab.

“Dan biasanya MC dari konser adalah artis kita. Tapi sang direktur memiliki ide menggantikan artis sebagai MC menjadi siswa yang handal dalam bahasa. Dan sekolah kita ditunjuk untuk mengizinkan salah satu muridnya menjadi MC mereka. Dan kepsek sudah memutuskan bahwa MCnya adalah dia.” Tangan sang guru mempersembahkan keberadaan Marie disampingnya.

“Siapa bu ?” Tanya para siswa serempak.

“Ya di..a..” Suara Ibu guru melambat lantaran siswa yang dimaksudnya sudah tak ada diposisinya.

“Siapa bu ?” Tanya para siswa serempak lagi.

“Marie. Marie Lee. Dimana dia ?” Mata sang guru meneliti siswanya satu persatu dalam kelas.

“Saya bu ?” Marie mengacungkan tangannya.

“Iya kamu. Sejak kapan kau disana ?”

“Baru saja.”

“Beruntung sekali dia…”

“Pasti dia akan cari perhatian disana…”

Suara bisikkan para siswa yang terkadang ada yang dibuat keras agar yeoja yang dimaksudnya merasa bahwa dia sekarang menjadi bahan pembicaraan mereka.

“Sudahlah anak-anak. Kalian tidak usah berkecil hati karena tak terpilih. Pak kepsek sendiri memberi syarat harus menguasai minimal lima bahasa. Sedangkan kebanyakkan dari kalian masih tiga bahasa. Hanya dia yang menguasai hampir enam bahasa.”

“Marie, kemarilah.” Marie langsung berjalan menghampiri sang guru.

“Iya bu ?”

“Kau ada tugas tambahan.”

“Apa bu ?”

“Kau sudah kenalan dengannya ?” Marie menggeleng pelan.

“Ya sudah. Untuk proses perkenalan kalian, lebih baik kau ajak dia mengelilingi sekolah kita.”

“Huft. Baik bu.” Tanpa aba-aba dari Marie namja yang dimaksud ibu guru berjalan menghampiri Marie dan dengan tanpa izin namja tersebut langsung menggandeng tangan Marie sambil berjalan keluar dari kelas.

“Mian. Gak enak dilihat orang.” Ucap Marie hati-hati dan secara perlahan melepaskan tangannya dari gandengan namja itu.

“Oh, oh ne. Mianhae.” Namja itu menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal. Mata Marie menelusuri tiap lekuk pemandangan di sekolah yang sedang ia kelilingi saat ini. Sang namja menghembuskan nafasnya panjang.

“Oiya kita belum kenalan.” Sang namja menoleh ke arah Marie dengan raut wajah nervous.

“Ah ne, mian. Namaku Marie Lee.” Marie menyunggingkan senyumannya menoleh ke arah namja disampingnya.

“Kim Jongin imnida.” Namja bernama Jongin itu mengulurkan tangannya, tapi cukup lama respon Marie hingga akhirnya Marie menjabatkan tangannya. Keheningan pun melanda mereka berdua.

“Sepertinya kau ada blasteran Korea dan… Amerkia latin ya ?”

“Kenapa kau bisa sedetail itu mengetahui turunan seseorang ?” Tanya Marie agak menengadahkan kepalanya kepada namja yang lebih tinggi darinya itu.

“Ya begitulah.” Marie mengangguk mengerti.

“Tinggimu berapa ?” Pertanyaan aneh yang terlontarkan dari mulut Marie itu pun membuat Jongin menautkan kedua alisnya.

“Mwo? Lucu sekali pertanyaanmu. Baru pertama ini yeoja menanyakan hal itu.”

“Hehhe. Aku hanya penasaran saja, postur tubuhmu bagus, ditambah dengan tinggimu yang menjulang itu.”

“Biasa saja. Aku 182.”

“Mwo? Memang iya sih rata-rata tinggi namja Korea ya segitu itu.”

“Panggil aku Kai saja arra ?” Marie mengangguk mantab. Perjalanan mereka berdua kini telah sampai pada lapangan basket sekolah Marie.

“Sudah punya namjachingu ?” Kali ini pertanyaan Kai lah yang membuat telinga Marie panas.

“Ahaa… Mm… Belum punya.” Dan kini Marie lah yang menggaruk kepalanya malu.

“Tapi sampai saat ini aku sedang mengagumi seseorang.”

“Nuguya ?”

Apakah Namja itu aku ?

Tiba-tiba ponsel Marie bergetar, dan ia segera membukanya. Terdapati Marie mendapat sebuah pesan dari Mega.

 Eh Marie, kamu kan bawa tas ? Langsung pulang saja. Karena sekolah kita hari ini dipulangkan pagi. Dan sekarang kita sudah pulang, jadi kau bisa langsung pulang. Ohiya, kata bu guru tadi kau pulangnya dengan Kai saja. Karena setelah itu kau langsung menuju TKP tugasmu menjadi MC konser.

Hati-hati ya. Semoga senang disana ^^

“Kai-sshi, kata Mega habis ini aku pulang ikut denganmu ?” Kai hanya mengangguk disertai dengan senyumnya.

“Tapi aku harus minta izin dulu dengan eonniku.”

“Aniyo. Tidak usah. Tadi Yuli seonsaengnim sudah minta izin dengan eonnimu dan sudah diizinkan juga dengan eonnimu.”

“Ah ne, ne.”

***

Saat ini, didalam sebuah Gedung Istora Senayan Jakarta. Didalamnya kini telah ramai akan gerumulan para yeoja. Seperti yeoja yang tak sabar ingin bertemu dengan idolanya. Ya, lebih tepatnya lagi lebih didalam sebuah ruangan yang besar dan memang didesain khusus untuk acara besar atau bisa disebut konser untuk para artis. Memang tempat ini sudah menjadi langganan tempat konser atau acara lainnya bagi stasiun televisi atau artis ternama. Dan kali ini didalamnya kini terdapat banyak sekali artis ternama bukan dari negara asal. Melainkan artis dari negara yang terkenal akan masakkan Kimchinya. Terlihat dari luar, ruangan itu sudah terdapati spanduk yang bertuliskan EXO Debut Concert With Another SM Artist : SHINee And Girls’ Generation. At 07.00 p.m. – 09.30 p.m.

Yang telah terpampang dengan besar dan jelas. Dilangit-langit gedung dan dinding ruangan tersebut. Didalam ruangan tersebut banyak juga orang yang sibuk menata panggung dan kursi penontonnya. Tapi diatas panggung juga terdapat lima orang namja yang sedang sibuk berlatih dance dan vokal. Karena memang mereka berlima akan perfomance nanti malam. Dan di back stagenya terdapati juga beberapa namja yang sedang duduk santai dengan kesibukkan bersama ponselnya masing-masing.

“Sebentar Taemin-ah. Hyung lelah. Hyung mau istirahat dulu.” Ucap salah seorang namja dari kelima namja yang sedang latihan itu.

“Yaah Onew hyuuung. Ayolah,  biar nanti kita tampilnya okay.” Ucap namja bernama Taemin itu kepada hyungnya yang disebutnya Onew.

“Ya kau dulu saja dengan lainnya.” Mendengar itu wajah Taemin setengah cemberut.

“Taemin-ah, hyung juga capek. Kau itu terlalu bersemangat latihan.” Timpal Jonghyun.

“Kita istriahat dulu saja. Kalau capek dipaksakan nanti hasilnya justru gak baik.” Timpal Key yang meminum air mineralnya.

“Key hyung benar. Istirahat dulu, panggung ini diserahkan ke Exo member saja. Lagi pula mereka yang akan debut. Kita hanya memeriahkan saja.” Timpal Minho juga dengan penjelasannya yang membuat keempat namja lainnya mengangguk mengerti.

“Semuanya, break dulu.” Seorang manager pun datang menghampiri kelima namja itu.

“Kita kedatangan murid yang akan menjadi MC dari Jakarta International High School. Dia kelas 3 dan umurnya masih 17 tahun seumuran dengan maknae Exo kita. Hanya saja dia lebih muda.” Lanjutnya

“Marie Lee, kemarilah.” Seorang yeoja lebih tepatnya Marie yang masih berseragam sekolah itu pun datang dengan wajah menunduk.

Marie Lee, unik juga namanya.‘ Gumam Minho dalam hati. Ia agak penasaran dengan pemilik nama dari Marie Lee.

“Annyeong haseyo Marie Lee imnida.” Marie membungkukkan badannya tanda hormat, dan seluruh orang yang bersangkutan disana hanya menyunggingkan senyumannya masing-masing.

Mwo? Bukannya itu… Yeoja roda tiga ?‘ Pikiran itu selalu menari diotak Minho. Sehingga itu lebih membuatnya penasaran.

Namja hitam sialan ?‘ Marie menautkan kedua alisnya menatap wajah Minho. Mereka berdua saling menatap satu sama lain sehingga membuat orang-orang sekitarnya bingung dengan perilaku mereka berdua.

“YAK!! KAU!!” Ucap kedua orang dengan sedikit membentak yang saling menatap itu dengan saling menunjuk orang yang ada didepannya.

“Kalian sudah saling kenal ?” Tanya Jonghyun yang sepertinya heboh sendiri. Kedua orang yang dimaksud Jonghyun justru tetap saling menatap sinis dan tak menghiraukan pertanyaan Jonghyun.

“Issh!! Namja hitam!! / yeoja roda tiga!!” Ucap kedua orang itu secara bersamaan dengan tetap saling menunjuk. Tapi, tiba-tiba saja kesinisan Minho berubah menjadi sengiran kecil yang mengembang dari bibirnya.

Lucu sekali wajahnya saat marah. Lebih baik aku mengerjainnya saja. Senang sekali jika membuatnya marah hahha.

“Ada apa sih ahjusshi ?” Seorang namja yang pertama kali hadir dalam cerita ini pun akhirnya muncul juga. Dengan gaya santai dan terkesan coolnya Tao berjalan mendekati pusat keramaian.

“Ah ne. Kita sudah saling kenal. Bahkan kita berdua sudah akrab.” Ketika Tao sudah berada disekitarnya, tiba-tiba saja Minho langsung berdiri disamping Marie dan menggaet tangannya.

“Marie Lee ?” Tanya Tao dengan hati-hati sambil menunjuk Marie dan ia hanya mengangguk saja.

“Masih ingat aku ? Kenal aku ?”

“Ne, aku masih ingat. Tapi aku tak tau namamu.”

“Huang Zi Tao.” Tao menjabatkan tangannya dengan Marie disertai dengan senyum khasnya, begitu pula dengan Marie yang melakukan hal yang sama.

“Oiya, kenalkan aku juga eonni.” Tiba-tiba saja datanglah seorang yeoja cilik yang berumur sekitar 12 tahunan.

“Lee Hyeri imnida.” Yeoja cilik bernama Hyeri itu menjabatkan tangannya dengan Marie serta membungkukkan badannya hormat.

“Dongsaeng dari Lee Jinki, Onew SHINee.” Tangan Hyeri mempersembahkan kearah leader dari SHINee.

“Okay. Sesi perkenalannya mari kita sudahi dulu saja, atau bisa dilanjutkan setelah Gladiresi konser ini.” Sang manager pun memotong suasana, ia tak ingin membuang-buang waktu.

“Kai-sshi, tolong tunjukkan apa yang harus dilakukan Marie-sshi selanjutnya.” Kali ini panitia konser angkat bicara.

“Ne, ahjusshi.” Jawab Kai. Semua orang yang bersangkutan kembali ke tempat dimana kesibukkan mereka berjalan masing-masing. Arah mata Marie masih saja menatap punggung Tao yang lama-lama telah mengecil dari pandangannya.

“Kajja Marie-ya!” Kai menggandeng tangan Marie lembut. Tapi arah kefokusan Marie masih sama dengan yang tadi.

“Marie-ya! Kajja!” Kini nada bicara Kai setengah memaksa.

“Ah ne Kai-sshi. Mianhaeyo.” Marie menunduk. Sepertinya Marie agak takut dengan Kai yang sekarang.

Kenapa dengannya ?‘ Marie menatap wajah Kai yang memerah padam, sepertinya ada sesuatu yang bersangkutan dengan Marie yang membuat hati Kai kesal.

Kenapa kau memandangnya ? Sedangkan denganku ? Sama sekali tak terbesit dipikiranmu ?‘ Kai menundukkan kepalanya, menahan amarahnya. Air matanya perlahan mulai terkumpul di pelupuk matanya. Marie yang merasakan keanehan pun melihat dan menatap wajah Kai dalam.

“Kau marah ?”

“Aniyo. Gwaenchanha.” Kai menengadahkan kepalanya keatas, agar air matanya kembali kedalam matanya lagi.

***

“Semuanya sudah selesai ?” Tanya panitia konser yang menerobos ke tengah gerumulan keramaian. Merasa kedatangannya, orang yang tadi bergerumul pun menghadap ke arah panitia konser.

“Tunggu sebentar ahjusshi. Marie sedang dalam proses make over.”

“Oh ne. Tapi tadi semuanya sudah kau arahkan kepadanya kan untuk menjadi MC konser ini ?” Kai mengangguk dengan gerak-gerik khasnya.

“Oke. Sekarang semuanya stand by dipanggung.” Perintah pembina acara yang baru saja datang. Kai langsung menuju ke suatu ruang make over yang masih tertutup. Ia ragu diantara membuka pintu dengan tidak. Tapi ia coba menempelkan telinganya dulu dipintu yang ia tuju.

Itukan suaranya Marie ?‘ Kai menautkan kedua alisnya. Ia berpikir bahwa suara canda tawa yeoja didalam adalah suara milik Marie. Karena ia sudah sangat familiar dengan suara Marie. Seketika itu juga hatinya terasa sesak dan kesesakkan hatinya itu membuat sesuatu menekankan agar air mata keluar dari matanya. Pelupuk matanya kini telah digenangi air matanya. Ia menghembus nafasnya panjang. Dengan nyalinya, Kai mengusap air matanya kasar dan membuang jauh-jauh perasaan sakit hatinya barusan. Ia memasang topeng perasaanya. Ia menguatkan dirinya untuk apa yang harus ia terima selanjutnya. Kai memutar knop pintu perlahan sehingga tak ada suara terputarnya knop pintu yang ia buka.

“Hyung.” Panggil Kai lirih pada seorang namja. Ia melihat yeoja yang ia cintai sedang bercanda ria dengan namja yang sudah dianggap hyungnya sendiri.

“Oh, Kai-ya. Sudah lama ?” Tao bangkit dari duduknya.

“Aniyo. Baru saja. Marie-ya ?”

“Ne ?” Marie membalikkan dirinya yang terduduk dikursi make up. Kai yang melihatnya, matanya pun berbinar terpukau akan penampilan Marie saat ini. Ia bingung diantara bahagia dan sedih yang harus ia jalankan dihatinya saat ini. Tapi Kai tetap positive thinking.

Hwaiting Kai-ya! Belum tentu dia yang ia sukai. Mungkin ya jika Marie mengaguminya. Tapi belum tentu juga kan ?‘ Kai menyemangati dirinya sendiri, ia berusaha tersenyum melihat penampilan Marie.

“Kajja Marie-ya.” Lagi-lagi Kai menggandeng tangan Marie dan berjalan menuju back stage.

“Hari ini kau tampil beda. Lebih cantik Marie-ya!” Ucap Kai memuji. Kai melihat tubuh Marie dari ujung sepatu sampai puncak kepala.

“Gomawo.” Marie tersipu malu.

“Tolong berhenti sebentar.” Kai langsung menghadapkan Marie agar berhadapan dengannya.  Kai mengambil kotak kecil berwarna merah hati dari sakunya. Ia langsung membukanya dan mengambil sebuah kalung emas putih berliontinkan KM, dan tanpa aba-aba Kai langsung memasangkan kalung itu dileher jenjang Marie.

“Mwo? Kalung ?” Marie terpukau akan keindahan kalung yang ia kenakan sendiri.

“Ne. Hanya kalung biasa. Kurasa itu cocok untukmu.” Kai tersenyum dengan mata berbinar menatap penampilan Marie sekarang.

“Gomawo.” Kai mengangguk. “Kajja! Acara sudah mau dimulai. Marie-sshi, kau keluar dulu.” Suara teriakkan panitia konser pun memecahkan suasana mereka berdua. Kai menatap berbinar punggung Marie yang lama kelamaan sudah mengecil dari pandangannya. Ia bahagia karena Marie mau menerima kalung pemberiannya. Tapi, sebenarnya Marienya sendiri pun belum mengetahui arti dari liontin kalungnya. Marie hanya sekedar memakai, tapi Kai justru mengira yang lainnya.

“Selamat malam istora!!” Teriak Marie yang keluar dari back stage dengan berlari. Dan para penonton pun menyambutnya dengan teriakkan dan tepuk tangan yang sangat meriah.

“…”

Banyak sekali pembicaraan yang diucapkan Marie seorang diri berhubungan dengan sambutan untuk pembukaan konser.

“Mari kita saksikan pemeriahan pertama dari Girls’ Generation dengan The Boys English Versionnya.” Penonton pun menyambut dengan tepuk tangan yang meriah. Marie langsung berjalan ke back stage. Ia memasuki balik panggung.

Kok sepi ?‘ Marie lumayan menyelinap memasuki balik panggung.

“Hey Kau!!” Ada seorang namja yang memegang bahu Marie, ia menelan ludah mendengarkan suara namja tersebut.

“Mmwwo?” Marie lumayan bergetar saat ia menolehkan kepalanya kebelakang. Dan seketika itu juga namja itu langsung menarik tangan Marie dan memojokkannya di dinding yang kini memang hanya ada mereka berdua. Karena yang lainnya pun juga sibuk dengan kesibukkannya masing-masing.

“Masih ingat aku yeoja roda tiga ?” Namja yang suka memanggil Marie yeoja roda tiga siapa lagi kalau bukan Choi Minho.

“YAK!! Ada apa namja hitam ?!!” Minho sama sekali tak menjawab pertanyaan Marie, ia justru mendekatkan wajahnya ke wajah Marie dan dengan sengaja ia menghembuskan nafasnya tepat diwajah Marie.

“HEY!! Apa apaan kau itu ?!! Memangnya nafasmu itu harum apa HAA ?!!” Marie ngomong blak-blakkan sehingga membuat Minho geram.

“Hey!! Jaga suaramu kalau kita bertengkar disini!! Nafas hidung itu tak berbau ya!!” Minho lebih menekan kedua tangannya dikedua bahu Marie.

“Arraseo!! Sekarang apa maumu ?!!” Marie masih berteriak didalam kuncian Minho.

“Kau pilih diam atau kucium ?!!” Minho lebih mendekatkan wajahnya berniat untuk menakuti Marie.

“Ne, ne! Aku diam!!”

“Aku tanya, itu kalung dari siapa ?” Mendengar itu Marie langsung menaikkan satu alisnya.

“Mwo? Dari siapa bukan urusanmu!! Apa pentingmu ?”

“Sangat penting!!” Marie menautkan kedua alisnya mendengar pernyataan Minho barusan.

“Kau tau tidak, ini…” Minho langsung menekankan sebuah majalah yang ia bawa sedekat mungkin pada wajah Marie.

“Mwo ? Jangan sedekat ini!! Aku tidak rabun HITAM!!”

“MWO!! Minho SHINee kini sedang dekat dengan seorang yeoja SMA.”Marie membaca judul berita dimajalah Minho yang dibawahnya terdapat foto yang isinya adalah kejadian memalukan mereka baru saja tadi siang di tengah-tengah kemacetan.

“HAA!! Kita tadi bertengkar kok malah dibilang deket sih ?!!” Lagi-lagi suara Marie kelewat batas yang membuat Minho lebih geram terhadapnya, dan…

CUP

Minho langsung menjadi nyatakan ucapan yang tadinya hanya gertakkan.

“YAK!! Apa yang kau lakukan ?!!” Marie langsung mengusap bibirnya kasar dan menatap tajam mata Minho.

“Mangkanya!! Jaga suaramu!! Atau mau lagi kau itu HAH ?!!

“Sekarang aku tanya lagi, itu kalung dari siapa ? Karena KM : M berarti Marie.”

“Dari Kai.”

“MWO ? Kai EXO-K ?” Marie mengangguk dengan ekspresi wajah tanpa dosa.

“Namja sediam dan secuek dia mana mungkin memberi kalung itu padamu ?”

“Ya bisa saja. Hanya sekedar memberi.”

“YAK!! Kau itu yeoja cerdas tapi lemot!! K berarti Kai dan M berarti Marie. Dia itu menyukaimu Marie!! Atau bahkan bisa-bisa sudah mencintaimu!!”

“Lalu apa hubungannya denganmu ?”

*****

“Bagaimana semuanya ? Dengan semua persiapan yang telah kita siapkan apakah kalian semua sudah siap untuk performance terakhir konser kedua di Jakarta ini ?”

“NE. KAMI SIAP!!” Ucap orang-orang yang bersangkutan dengan serempak bersamaan. Kelima namja anggota boyband SHINee pun tanpa diberi aba-aba langsung menaikki panggung untuk mengisi acara penutupan konser minggu kedua ini. Satu persatu orang-orang pun menghilang karena mereka semua harus stand by untuk penampilan berikutnya. Hanya tersisah Marie lah yang berdiam diri, matanya kini mengarah pada Kai yang hampir meninggalkannya.

“Kai-sshi, tunggu!” Marie langsung memegang tangan Kai dan menahannya.

“Wae ?” Masih tetap dengan senyuman yang mengembang dibibir Kai.

“Mianhaeyo.” Marie langsung melepaskan kalung yang berliontinkan KM itu.

“Wae ?” Kai lebih mendekatkan dirinya ke Marie.

“Aku tau perasaanmu sebenarnya kepadaku. Dan aku baru memahaminya sekarang. Sebelum terjadi salah paham diantara kita, lebih baik aku selesaikan sekarang.”

“Mwo? Maksudnya ?”

“Aku tak ingin kau anggap aku sebagai yeoja jahat yang hanya memberimu harapan kosong.”

“Gomawo sebelumnya. Kalung ini terlalu indah untukku.” Marie membuka telapak tangan Kai dan langsung menaruh kalungnya perlahan.

“Kita lebih baik sebagai sahabat saja.” Marie langsung membalikkan badannya meninggalkan Kai berdiri terpaku dan langsung menaikki panggung.

Sedangkan keadaan diatas panggung kini telah ada MC tambahan, MC cilik, dongsaeng dari Lee Jinki.

“Bagaimana para SHAWOL ? Penampilan idola yang selalu kalian tunggu secara live ?” Hyeri mengarahkan mic yang ia bawa kearah penonton. Hanya teriakkan dan tepuk tanganlah yang terdengar.

“Oiya, saya disini bukan MC. Saya hanya numpang meluruskan issue miring akhir-akhir ini yang membuat kalian penasaran.”

“Sebenarnya MinYul couple itu hanya sebatas pekerjaan saja, bukan kenyataan. Sedangkan berita yang terakhir kali kalian dengar saat itu adalah kenyataan. Tentang foto mesra Choi Minho bersama seorang yeoja SMA, itu bukan issue belaka. Melainkan kenyataan, nama couplenya HoMar. Kalian semua bisa langsung meminta pernyataan yang sebenarnya dari orang yang bersangkutan. Choi Minho dan… Lah itu yeojanya, Marie eonni cepet kesini.”

“Aku ?” Marie menunjuk dirinya sendiri dan Hyeri hanya mengangguk.

“Kajja!” Marie berlari kecil menghampiri Hyeri.

“Okay. Lengkap semua. Silahkan Minho-sshi.” Hyeri mempersilahkan Minho berbicara.

“Annyeong haseyo para SHAWOL. Saya, Choi Minho, orang yang bersangkutan utama atas issue saya sendiri akan meluruskan issue miring itu. Saya dengannya,” Minho langsung merangkul bahu Marie.

“Sudah resmi menjadi sepasang kekasih sejak seminggu lalu, hari dimana awal kita bertemu. Dan aku langsung jatuh hati dengannya. Berhubung ini adalah minggu kedua debut EXO di Jakarta dan malam debut konser kedua EXO di Jakarta, saya baru bisa mengumumkan berita itu pada kalian semua secara live. Jadi saya harap kalian para flamers atau pun SHAWOL bisa merestui hubungan kami berdua.” Minho lebih mengeratkan rangkulannya dan dengan kilatnya ia mencium pipi Marie didepan banyak penontonnya.

Ku kira dia memiliki perasaan yang sama denganku. Ternyata dia sudah menjadi milik orang lain. Aku merelakannya selagi dia bisa bahagia dan tersenyum.‘ Ternyata sedari tadi ada namja yang mengintip dari back stage dengan raut wajah sedih namun senyuman tetap terukir dibibirnya walapun pelupuk matanya sudah tak kuasa lagi menahan air matanya.

Yes! Video berhasil terliput. Tinggal di publish aja, jadi deh.

Ternyata hasil potretanku memuaskan. Seperti potongan foto pada sebuah film romantis. Mereka berdua sungguh memiliki chemistry yang kuat sebagai sepasang kekasih. Sungguh adegan yang mesra.‘ Hyeri memandangi layar kameranya dengan senyum dan mata berbinar.

~~ To Be Continued ~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “My Love Was Continued On Rickshaws – Part 1”

  1. Oh,hyeri itu adik nya onew ya,dan dia juga yg nge foto minho sama marie pas dikemacetan itu ya thor?,,omo,marie bisa bikin kai jatuh cinta sama dia secepat itu,ck,hebat bgt,aish,kok minho rada2 menakutkan gitu ya,alur cerita nya menarik,n bikin penasaran.lanjut…

    1. yupyup.. Tebakanmu betul
      hehe, sbenernya di part slanjutnya dan setelahnya lg ada 4 namja yg mencintainya ._.
      Kai, love at first sight with her :p
      Minho di ff ini karakternya mungkin tak bikin lucu ,seingetku 😀
      hehe gomawo *bow* oksigennya utk ff ini 🙂

    1. mungkin kurang ngeh sama bahasanya? Mian 🙂
      soalnya tiap baca ffku, kata2nya harus dihayati *maksud lo* 😀
      biar tau jalan ceritanya, soalnya kata2 penulisanku jg masih rada membingungkan ._. Mian
      gomawo *bow* utk oksigennya di ff ini 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s