A Ghost Inside Me – Part 9

 

Title :           A Ghost Inside Me  Part 9

Author :             Park Ara

Main Cast :       Choi Minho, Hwang Su Ji, Key, Jung Cheon Sa

Support Cast :  Kim Jonghyun,  Lee Taemin, Lee Jinki, Choi Siwon  dan    masih terus bertambah…

Length :             Sequel

Genre :              Fantasy, Friendship, Romance

Rating :              PG 15

Tak lama kemudian, muncul Eommaku dari dalam rumah. Kini aku benar-benar terkejut saat Eommaku mengusap kepala Taemin dengan penuh kasih sayang. Sesuatu yang dulu sering Eomma lakukan padaku. Tapi… kenapa Taemin juga diberi perlakuan seperti itu?

“Taemin anakku, kau sudah pulang?” ujar Eomma.

Apa? Anak? Aku merasa semakin bingung saja. Kenapa Eomma memanggil Taemin seperti itu? Sejak kapan ia menjadi anak Eomma? Kenapa aku tidak pernah tahu?

 

Aku melihat Eomma membawa Taemin masuk ke dalam rumah. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Taemin bisa tinggal dengan keluargaku?

Apakah aku bisa masuk ke dalam rumahku? Tapi aku harus memakai alasan apa? Masa aku memakai alasan untuk mencari Taemin? Rasanya tidak mungkin karena kami memang baru mengenal dan hal itu bisa membahayakan kehidupan Su Ji juga. Lalu, apa yang harus kulakukan?

Tiba-tiba aku melihat Taemin keluar. Tapi kali ini ia tidak sendirian. Tunggu, siapa yang ada di kursi roda itu? Appa? Benarkah itu Appa? Kenapa Appa bisa duduk di kursi roda? Ada apa dengan Appa?

Tanpa pikir panjang lagi, aku pun mengikuti kemana Taemin membawa Appaku. Perasaanku mulai cemas dan aku tidak bisa melepaskan hal ini begitu saja.

Sambil berjalan diam-diam dengan jarak di belakang Taemin, aku tetap bersiaga. Siapa tahu tiba-tiba Taemin menoleh ke belakang dan harus secepatnya aku menemukan tempat untuk bersembunyi.

Setelah mengikuti beberapa menit, akhirnya Taemin berbelok ke sebuah taman di dekat rumahku. Ah, aku ingat kalau Appa memang menyukai taman ini. Mungkinkah Appa merindukanku? Karena dulu kami berdua sering berolahraga kecil di taman ini setiap sore.

Taemin duduk di sebuah bangku panjang di depan kolam air mancur. Setelah berbicara serentetan kata yang tak bisa kudengar, lalu ia pergi meninggalkan Appaku. Aissh… dasar sialan, kenapa ia membiarkan Appaku seorang diri? Bagaimana kalau terjadi apa-apa?

Kemudian aku memperhatikan Appaku. Wajah beliau terlihat lebih kurus dari terakhir kali aku melihatnya. Appa, kenapa kau sampai sakit begitu? Apakah semuanya karenaku? Maafkan aku Appa…

Tanpa ku duga, tiba-tiba Appa menolehkan kepalanya kepadaku. Ia melihatku sejenak, lalu tersenyum. Senyum yang hangat dan ramah, ya senyum yang kusukai dari beliau. Aku pun membalas senyumannya. Aku sangat merindukanmu, Appa.

“Appa, ini susu untukmu…” ucap Taemin sambil memberikan susu kotak pada Appaku. Aku langsung tertunduk dan duduk di bangku panjang yang berjarak lumayan jauh dari mereka.

Sesekali aku melirik ke arah mereka, memantau apa-apa yang mereka lakukan. Sampai aku di buat terkejut karena Taemin sedang berjalan ke arahku entah sejak kapan. Astaga, apa yang harus kulakukan? Ku pikir dia sudah tahu kedatanganku!

“Noona, apa yang kau lakukan disini?” tanya Taemin yang sudah berdiri di hadapanku dengan senyum lebarnya itu.

Aku langsung memutar otakku. Alasan apa yang harus kukatakan? Ah, begini saja… “Aku sedang menikmati pemandangan di taman ini. Aku suka taman ini.”

“Ah… begitu. Oh ya, aku sedang bersama Appaku. Kau mau berkenalan dengannya?” tawar Taemin.

“C-chankaman…”

“Ne?”

“Dia Appamu?”

Yah.. aku tahu pertanyaanku ini terdengar aneh dan terburu-buru. Namun memang tak ada pertanyaan lain yang bisa ku katakan untuk mendapatkan penjelasan dari semua ini.

“Ne. Walau bukan Appa kandungku,” jawab Taemin. Raut wajahnya terlihat sedikit berubah. Apa dia sedih? “Beberapa hari yang lalu, aku diangkat menjadi anak di keluarga Choi. Mereka sangat baik padaku,” lanjutnya membuatku terkejut. Anak angkat? Taemin adalah anak angkat keluargaku? Tapi kenapa ia tak merubah nama marganya?

“Kenapa margamu masih Lee?”

“Itu karena mereka mengizinkanku memakai marga Lee. Tapi di kartu keluarga, nama margaku sudah berubah Choi,” jelas Taemin. “Ottohke? Kau mau menyapa Appaku?”

Aku sedikit tersinggung saat ia menyebut kata ‘Appaku’. Asal kau tahu saja, Taemin. Kedudukanku bahkan lebih tinggi dari kau. Karena aku adalah anak kandung. Bahkan aku sempat menjadi anak semata wayang sejak hyungku meninggal dunia.

“Noona? Kenapa kau melamun?” tanya Taemin sambil mengibaskan tangannya di depan wajahku. Membuatku langsung tersadar.

“Ah, ne. Aku mau,” jawabku setuju. Lalu kami berdua berjalan menghampiri Appa. Tanganku sempat gemetaran saat melihat Appa dari jarak dekat. Rasanya aku ingin menghambur ke pelukannya saat ini. Menangis dan menumpahkan segala kesedihanku selama ini.

“Annyeong haseyo, naneun Hwang Su Ji imnida,” kataku memperkenalkan diri sambil membungkuk. Appa, anak namjamu yang sangat kau banggakan itu, kini telah berada dalam tubuh yeoja ini. Andai kau bisa mengetahuinya, Appa.

“Annyeong haseyo. Choi Dong Shin imnida,” balas Appaku ramah. Aku tahu Appa memang orang yang sangat ramah pada siapa saja. Aku begitu bangga menjadi anaknya.

“Appa, dia temanku di sekolah baruku. Dia sangat cantik kan?” kata Taemin senang. Aku mencuri-curi waktu untuk mencibirnya.

Ku lihat Appa tersenyum. Aissh… tapi kenapa harus cantik? Aku benci predikat itu. Selama aku hidup, aku selalu di puji karena aku tampan. Tapi sekarang? Aku di puji karena kecantikan wajah seorang Hwang Su Ji? Aigooo…

“Ajhussi, kau sakit apa?” tanyaku kemudian.

“Ah… kakiku mendadak lumpuh belum lama ini,” jawabnya sambil melihat kedua kakinya yang berbalut celana panjang coklat.

Lumpuh? Aku sangat ingin menyembuhkanmu Appa. Aku tidak ingin melihatmu sakit seperti ini. “Apa… ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?”

“Apa? hahaha… kenapa kau bisa tahu?” katanya sambil tertawa. Aku senang ketika melihatnya bisa tertawa seperti itu. “Ya, aku baru saja kehilangan seorang putra yang sangat ku banggakan.”

Itu aku. Ya, itu aku. Choi Minho, putra yang sangat di banggakan oleh Choi Dong Shin. Rasanya aku sangat ingin berteriak sekarang.

“Dia meninggal karena sebuah kecelakaan lalu lintas. Aku sangat terpukul hingga aku lumpuh karena terus memikirkannya,” aku Appa dengan wajah sedih. “Dia adalah anak yang sangat baik. Sejujurnya, aku ingin menghabiskan masa tuaku nanti bersamanya. Tapi, ternyata ia malah pergi mendahuluiku,” lanjut Appa lalu terkekeh kecil. “Apa dia tidak bisa menepati janjinya sebagai namja? Aissh!”

Aku tertegun. Ternyata Appa memiliki sebuah keinginan seperti itu? Appa sangat menginginkan aku ada disisinya ketika ia beranjak tua. Aku juga ingin melakukannya Appa. Karena aku sangat menyayangimu. Tapi bagaimana caranya? Aku sudah berubah menjadi sesuatu yang tak bisa kau lihat. Maafkan aku Appa, sekali lagi maafkan anakmu yang melanggar janjinya dengan bodoh ini.

Choi Minho POV END

“Mworagu? Taemin diangkat anak oleh keluargamu? Jadi dengan kata lain… dia adalah adik angkatmu?” cerca Su Ji tak seolah tak mempercayai pendengarannya sendiri. Namun sikapnya cukup normal karena semua ini memang tak pernah terduga sebelumnya.

“Ne. Aku juga sangat terkejut saat mengetahuinya,” ungkap Minho sambil menunduk.

“Bagaimana mungkin? Kenapa Appa dan Eommamu mengangkat Taemin sebagai anak mereka?”

“Aku juga tidak tahu. Tapi mungkin, mereka melakukan hal itu karena mereka tidak punya anak lagi setelah aku meninggal..”

“Keurae? Apa orang tuaku juga akan melakukan hal yang sama kalau aku meninggal?”

“Aissh, kau! Hal seperti ini kau jadikan bahan perumpamaan?” balas Minho kesal. “Su Ji-ya, kalau kau jadi aku, apa kau akan menerima Taemin sebagai adikmu?”

Su Ji menempelkan telunjuknya di dagu. Ia seperti memikirkan sesuatu yang sangat rumit. “Ottohke? Aku tahu semua ini cukup sulit. Tapi… mereka juga tidak salah kok. Siapa sih orang tua yang mau menghabiskan masa tuanya sendirian?”

Minho menghela nafasnya. “Kau benar. Aku pun tidak bisa menyalahkan mereka. Aku hanya merasa takut. Takut kalan mereka akan melupakanku setelah ada Taemin.”

“Tak akan, Minho. Mereka tidak akan melupakanmu. Karena kau adalah anak orang tuamu yang sebenarnya, anak kesayangan mereka. Kau tak akan tergantikan. Percayalah…” hibur Su Ji sambil tersenyum penuh semangat.

Minho menatap Su Ji dengan heran. “Hei, kenapa sifatmu sedikit berubah? Kau terlihat lebih dewasa, Su Ji-ya…”

Su Ji mengernyit heran. Tapi mendadak wajahnya berubah takjub. “Keuraeyo? Aku terlihat lebih dewasa?”

“Aissh…. baru dipuji seperti itu sekarang sudah berubah kekanakan lagi!”

“YA!” seru Su Ji kesal.

Su Ji menduduki kursi di kelasnya dengan malas. Hari ini Minho sedang berkunjung ke rumah Cheon Sa. Aissh… kenapa rasanya mendadak sepi ketika namja itu pergi? Huft!

“Noona!”

Su Ji mengerutkan keningnya samar. Saat ia menoleh ke samping dan melihat seorang namja berwajah seperti anak kecil itu tengah tersenyum lebar padanya, kerutannya berubah menjadi keterkejutan yang tak bisa ditutupinya. “Kau?” tanyanya tertahan saat Taemin menduduki kursi di sisinya. Sejak itu Su Ji mengetahui sesuatu, Minho lupa menceritakan hal ini.

“Noona, bagaimana keadaanmu hari ini?” tanya Taemin sambil melepaskan gendongan tasnya.

“Aku baik-baik saja. Kenapa?”

Taemin menggelengkan kepalanya. “Anio… “

“Su Ji-ya!” seru sebuah suara yang lain membuat Su Ji hampir mati jantungan. Saat ia menoleh ke arah jendela di sampingnya, ia melihat Key sudah menongolkan kepalanya sambil bertopang dagu.

“Key-ya, kau mengejutkan saja!” sentak Su Ji kesal.

“Ayo ikut denganku,” ajak Key sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Eodiga?”

“Ayolah… nanti kau akan tahu sendiri kok. Ppali!”

Su Ji mendengus kesal. Tapi hatinya tetap menuruti apa yang Key katakan. “Taemin-ah, aku pergi dulu ya.”

“Dia namjachingumu?” tanya Taemin.

Su Ji pun tersenyum geli. “Ania…” jawabnya singkat sambil berlarian kecil ke luar kelas. Sementara Taemin masih menatap kepergian Su Ji dengan rasa bingung.

“Mwoya?” tanya Su Ji begitu ia sampai di lapangan basket, tempat dimana Key berada sekarang. Su Ji melihat ke sekelilingnya. Lapangan basket begitu ramai karena suara para murid yang sedang duduk santai di bangku tribun. “Apa ada pertandingan basket?”

Key menganggukkan kepalanya. “Kau harus menontonnya, Su Ji.”

“Maksudmu… kau akan ikut pertandingan ini?” tanya Su Ji tak percaya.

“Keurom… aku bahkan menjadi kapten,” yakin Key sambil menunjukkan sesuatu yang melingkar di lengan atasnya. Sesuatu yang menandakan kalau ia adalah kaptennya.

Su Ji masih menatap Key dengan tatapan meragukan. Bagaimana bisa namja ini menjadi kapten tim? Sungguh, rasanya begitu sulit bagi Su Ji untuk mempercayai semua ini.

“Sudahlah… duduk sana!” suruh Key sambil menunjuk sebuah tempat kosong di bangku depan. “Aku sudah mempersiapkannya..” timpal Key dan Su Ji hanya mencibir. Lalu ia melangkahkan kaki langsingnya ke bangku yang di siapkan Key itu.

Pertandingan basket antara kelas Key melawan kelas 12 IPS 1 itu berlangsung sangat sengit. Dari barisan tribun, Su Ji memperhatikan Key. Kalau sebelumnya ia meragukan Key sebagai kapten tim, sekarang ia mulai berpikir lain. Ternyata… namja itu boleh juga. Ya, setidaknya ia sudah beberapa kali mencetak angka dan bermain cukup keren. Su Ji menghela nafas pendek. Kalau ia perhatikan lagi, sebenarnya Key cukup tampan juga.

“Kau mulai jatuh cinta padanya?” kata Taemin yang tiba-tiba duduk di sebelah Su Ji entah sejak kapan.

Su Ji menoleh terkejut. Ia tidak tahu kapan Taemin duduk di sebelahnya. “Kenapa kau bisa ada disini?”

“Memang aneh? Ini kan masih di lingkungan sekolah. Tentu saja aku bisa kesini kalau aku mau,” jawab Taemin membenarkan.

Su Ji tak membalas lagi. Ia kembali memusatkan perhatiannya ke lapangan basket, dimana Key sedang berlari sambil mendrible bola dengan kerennya. Dan saat ia sampai di depan ring basket… SET! Bola berwarna cokelat tua itu masuk dengan mulusnya. Semua pendukung kelas Key pun bersorak gembira sementara Su Ji hanya tersenyum tipis. Bahkan ketika Key mengedikkan mata ke arahnya, yeoja itu masih tetap pada posisi kalemnya.

“Kau benar-benar lucu, Noona…” gumam Taemin namun masih dapat terdengar oleh Su Ji.

“Mwo?” tanya Su Ji tidak mengerti. Jujur, ia merasa aneh pada Taemin kali ini. Namja yang sering terlihat ceria itu, kenapa saat ini berubah seperti orang yang sangat misterius?

Taemin tertawa kecil. Garis wajahnya benar-benar memperlihatkan kalau ia memang menyembunyikan sesuatu. “Kau tidak takut kalau… Minho akan cemburu padamu?”

Su Ji membelalakkan matanya. Wajahnya mendadak pucat dan mulutnya seolah terkunci rapat. Ia menatap Taemin dengan keterkejutan yang luar biasa. Hingga saat ini ia merasa ada di sebuah dimensi lain, hanya berdua dengan Taemin yang mengerikan ini.

“Aku sudah tahu semuanya, Noona…” tambah Taemin semakin membuat jantung Su Ji serasa berhenti berdetak. Kemudian, ia meninggalkan Su Ji yang masih terpaku dengan sekujur tubuh mendingin.

Minho melangkahkan kakinya mengikuti jejak sepasang sepatu hak tinggi yang masih berjalan di sisinya sejak 45 menit yang lalu. Memang bukan hal baru bagi Minho jika Cheon Sa suka berjalan kaki dalam waktu yang lama. Namun sampai sekarang Minho masih mengagumi sosok Cheon Sa yang suka bekerja keras meski mungkin uangnya sudah segudang itu.

“Noona, apa kau tidak lelah?” tanya Minho mengisi kebosanannya sendiri. Walaupun Cheon Sa tak akan menjawab, namun ia merasa lebih senang daripada tidak berbuat apa-apa.

Cheon Sa masih berjalan dengan pandangan lurus ke depan, seolah ada sebuah tujuan disana. Pikirannya berkelebat abstrak. Memikirkan hal ini dan itu, yang bisa membunuhnya pelan-pelan. Gurat kelelahan jelas terlihat dari wajahnya yang pucat. Kantung matanya semakin terlihat karena akhir-akhir ini ia memang tidak bisa tidur dengan nyenyak.

“Kenapa kau menyiksa dirimu sendiri noona? Ada apa denganmu?” kata Minho kesal. Ia merasa kasihan pada Cheon Sa. Rasanya ia ingin membunuh Jonghyun karena ia yakin namja itulah yang membuat Cheon Sa menjadi seperti ini.

Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Minho langsung melihat Cheon Sa dengan khawatir. Benar saja, yeoja itu langsung berlari ke depan zebra cross sambil melindungi tubuhnya dengan kedua telapak tangan di atasnya. Minho menggelengkan kepalanya. Cheon Sa terlihat begitu rapuh, yeoja itu mungkin bisa mati dengan sekali pukulan.

Minho pun memejamkan matanya. Saat itu juga, sayap di tubuhnya langsung berkembang lebar dengan cahaya berkilauan dari tubuhnya. Lalu Minho berlari ke samping Cheon Sa dan melindungi yeoja itu dengan kedua tangannya.

Cheon Sa pun bingung. Ia melihat ke sekelilingnya dan hujan masih turun dengan deras. Namun kenapa ia merasa tubuhnya tidak basah. Ratusan pertanyaan berhamburan di dalam otaknya. Bagaimana mungkin tangannya yang kecil itu bisa melindungi tubuhnya seperti payung? Apakah itu mungkin?

Minho mengembangkan sebuah senyum indah di wajahnya. “Saranghae, noona…”

Su Ji masih terpaku pada tempat duduknya. Otaknya mendadak terasa lumpuh ketika di ajak untuk berpikir. Kenapa semua ini bisa terjadi? Apa Taemin pernah melihatnya saat ia berbicara dengan Minho? Tidak, ia yakin semua ini tidak mungkin sesimple ini. Taemin mengatakan seolah ia tahu semuanya. Tapi bagaimana mungkin? Taemin itu manusia, sama sepertinya. Kecuali kalau Taemin bukan manusia… mungkin namja itu bisa mengetahuinya dengan mudah.

“Su Ji?” panggil Key mengejutkan Su Ji. Key duduk di sisi Su Ji dengan pandangan aneh. “Kau kenapa?”

“Oh, eh… Kenapa kau ada disini? Bukannya kau sedang bertanding?”

“Break time, Su Ji. Kau tidak menonton pertandinganku?”

“Ah, ania… aku melihat kok. Aku, aku hanya sedikit lelah,” sangkal Su Ji menutupi kegelisahannya. Otaknya masih di penuhi dengan bayang-bayang Taemin saat ini sehingga ia tak terlalu memperdulikan kecurigaan Key.

“Kau yakin kau baik-baik saja? Atau mau ku antar pulang?” tawar Key.

“Andwae, kau lanjutkan saja pertandinganmu. Tapi mian, mungkin aku tidak bisa menontonmu lagi. Aku akan beristirahat sejenak di ruang kesehatan,” tolak Su Ji.

“Kau yakin?” tanya Key memastikan.

Su Ji mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia mulai berdiri dan berjalan sambil memegangi kepalanya. Ia juga merasakan kalau lututnya sangat lemas sekarang. Taemin benar-benar menyita perhatiannya. Siapa Taemin sebenarnya? Apakah namja itu bukan manusia? Atau… Taemin adalah malaikat? Entahlah… Su Ji merasa semua ini terlalu sulit di mengerti dengan logikanya sendiri.

“Noona, kau merasa lebih beruntungkan karena bajumu tidak basah?” kata Minho ketika ia dan Cheon Sa sedang berjalan di sepanjang jalan pertokoan. Hujan telah reda digantikan dengan sinar matahari yang menyorot tipis.

“Ah… meski aku merasa aneh, tapi aku senang karena tidak berjalan dengan baju basah,” gumam Cheon Sa yang menjawab pertanyaan Minho tanpa disadarinya.

Minho tersenyum mendengar jawaban Cheon Sa. Lalu ia terdiam sambil mengikuti kemana saja Cheon Sa melangkah. Sampai akhirnya Cheon Sa menghentikan langkahnya di depan sebuah butik dengan gaun pernikahan yang dipajang di depan kaca etalase. Minho melihat raut wajah Cheon Sa yang sama sekali tak bisa ia mengerti. Setelah berpikir sejenak, Cheon Sa pun memantapkan hatinya untuk masuk ke butik itu. Minho mengikutinya dari belakang.

“Annyeong haseyo, aghassi,” sapa pelayan butik dengan ramah.

Cheon Sa membalas sapaan itu dengan ramah juga. “Apa aku boleh melihat-lihat koleksi terbaru butik ini?”

“Tentu saja. Mari ikut dengan saya..”

Minho melihat Cheon Sa berjalan mengikuti pelayan itu. Ia mengangkat bahunya. Ia tak ingin mengikuti lagi karena semua itu pasti akan membuatnya tersiksa.

Minho mendekati kaca yang ada di depan butik itu. Ia dapat melihat dengan jelas suasana jalan Apgujong yang masih terlihat ramai. Minho mendesah, ia meindukan dunia manusia. Ya, ia menginginkan dunianya bisa kembali seperti dulu lagi. Ia ingin hidup dengan normal, bisa berjalan di jalanan yang ramai, berbicara dengan orang lain… Ah, kenapa semua itu sekarang terdengar begitu menyenangkan?

Tiba-tiba kedua matanya menangkap sesosok orang yang sangat dibencinya. Kim Jonghyun. Minho mengerutkan kening samar. Pikirannya sibuk merangakai pertanyaan mengenai namja itu. Minho menoleh ke belakang, setelah menimbang-nimbang akhirnya ia memilih untuk mengikuti Jonghyun..

Jonghyun membuka pintu kaca sebuah restoran Italia. Setelah mengedarkan pandangannya, akhirnya ia berjalan ke sebuah meja di mana ada seorang pria yang menunggunya. “Sudah lama?” tanyanya basa-basi sambil mengambil posisi duduk di depan pria itu.

Pria bernama Choi Siwon itu menyeringai kecil sambil memutar gelas wine di hadapannya. “Kau pikir kau berhak menyuruhku untuk menunggumu?”

Jonghyun merasa sangat tertohok. Tangannya terkepal erat di bawah meja. Ia bisa saja memukul Siwon kalau ia mau. “Keurae, mianhamnida. Lalu, ada angin apa yang membuatmu ingin bertemu denganmu?”

Siwon menghela nafas panjang, seperti ingin mengeluarkan sesuatu yang sangat besar. “Apa yang ada di pikiranmu?”

“Ne?” ucap Jonghyun tidak mengerti.

“Peristiwa 1 bulan yang lalu… Bagaimana menurutmu?”

Jonghyun sedikit melebarkan matanya. Namun wajahnya memperlihatkan kalau ia sangat terkejut dengan pertanyaan Siwon. “Apa maksudmu?” tanyanya berusaha setenang mungkin.

“Ne. Apa kau pikir kita telah membuat dramanya dengan begitu rapi?” ujar Siwon penuh dengan makna. Ia menatap Jonghyun sambil tersenyum meremehkan. Seolah ia akan membunuh Jonghyun dalam permainannya.

“Apa yang kau bicarakan, Choi Siwon-ssi?” balas Jonghyun geram. Wajahnya memancarkan aura kemarahan dan kedua matanya berkilat-kilat penuh kemarahan. “Apa kau akan menghancurkan hidupku?”

“Hahaha…” tiba-tiba Siwon tertawa senang. Jonghyun memang sudah tahu kemana arah pembicaraan mereka. Namun ia belum mengerti akan apa yang dimaksud Siwon.

Lalu Siwon kembali terdiam. Wajahnya tenang, diam dan sedikit menunduk. Ia menatap tajam kedua mata Jonghyun. “Kau pikir, kau tak meninggalkan bau apapun sampai mengundang para serigala itu beraksi?” terangnya dengan suara rendah.

Sekarang Jonghyun tak bisa berkutik lagi. Ia terdiam dengan wajah memucat. Jonghyun merasakan keringat dingin langsung membanjiri tubuhnya. Tubuhnya terpaku, termangu saat melihat Siwon yang mulai menyeringai senang di hadapannya…

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “A Ghost Inside Me – Part 9”

  1. Ada apa ini??smakin byk prtanyaan2 yg bikin pnsaran… Siapa taemin,siwon?apa sbnrnya yg tjd??apa kmtian minho ada hub.nya ma jjong n siwon???mollaaaa….
    Makin penasaran…..next part ditunggu….
    Btw,,,ini smp part brp y?

  2. Huaaaaaa… ff ini akhirnya muncul lagi 😀
    Dari part 1 smpe sekarang benar2 menegangkan, penuh tanda tanya dan misteri…
    Taemin, ada Taemin! 😀
    Hiyaaaa… dia jadi apa di situ? Aigo aigo… Authornya selalu bikin penasaran nih

    Wah, ada Siwon?
    Tambah lagi castnya 😀
    Ajiibb deh author satu ini 🙂

    Ditunggu thor part selanjutnya dan karya2 yang lainnya
    FIGHTING!!

  3. Wuaah ternyata suji udah berubaah, taemiin kau ini manusia atau bukan? Serem denger perkataannya 😦
    Minhoo keren banget nutupin cheonsa waktu kebasahaan XD
    Jjooong?! Jangan2 jjong itu ada perjanjian gitu sama siwon yang hubungannya sama pernikahannya
    Ayoo thor lanjutannya di tunggu ga lama2 hehe 😀

  4. huuuaaaa, Taemin tuh kira-kira bisa lihat orang mati gitu ya?
    terus jjong ama siwon tuh ngomongin apa sih???
    ato jangan-jangan mereka yang niat nge-bunuh minho??

    lanjutin ya thooorr… 😀

  5. semakin misterius aja ceritanya. taemin bagaimana bisa tahu ya?? atau mungkin taemin juga bisa ngeliat minho lagi????
    trus sepertinya kecelakaan yg dialami oleh minho dan suji bukan murni kecelakaan deh…
    sepertinya ada campur tangan seseorang….
    ditunggu lanjuutannya…

  6. makin hari makin daebakk aja ini ff 😀
    ditungg dong thor kelanjutan ceritanya.
    itu taemin kenapa bs tau? terus apa hubungannya jjong oppa sm siwon oppa?
    emm sema member shinee ada ya kecuali uri leader U.U

  7. Apa lagi ini ?? Taemin tuhhhh sbnernya siapa?? Trus knpa ada siwon jga d sni n kecelakaan minho apa ada hubungannya ma jjong?? Ya ampun konflik’x bener2 menegangkan.. Makin pnasaran ma part slanjutnya..

    Next part..
    Fighting!!!

  8. tidak mau banyak nebak soal kecelakaan suji-minho dulu ada hub apa sm jjong~ yg pasti aku curiga akan sesuatu. kayaknya si jong sm siwon ini lg bkin sesuatu yang well… menyeramkan.

    DAEBAK~ seperti biasa 😀

  9. ya ampuunn… makin banyak aja pertanyaan nya…
    taemin siapa? siwon siapa? ada apa antara siwon dg jjong?
    aduuuuuhh.. pokoknya ni ff emang DAEBAK deh.. *thumbs up

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s