Fiction

Fiction

Author : Dub dubuu

Main cast : Park Hara and Lee Taemin

Other cast : Choi Minho, Lee Jinki, Park Ahjumma, Park Ryn, and Kim Soo Kyu

Length : One Shoot

Genre : Angst and Friendship

Rating : General

A.N : Yapss, author kembali dengan judul yang berbeda tapi tetap dengan length yang sama hehe ^^v. Dan, sebelumnya, auhtor ingin minta maaf kalau ada salah tulis. Sekali lagi, author minta maaf. Dan ingat! This is my story!! Who’s copy cat, It’s sucker!!

Hmm, kalau dari judulnya… Sebenarnya, itu judul lagu. Lagunya siapa? Bukan artis Korea kok ^^. Yang tau, syukur kalau gitu… Yang ngak tau, cari tau sendiri. Nah, walaupun judul FF ini adalah judul lagu, tapi author ngak ingin memasukan FF ini ke genre songfic kkk~. Karena author punya jalan cerita sendiri.

So, remember to give oxygen to me ^^

Lagu yang direkomendasikan : Fiction – (Cari tau siapa yang nyanyi ^^v) and Tonight The World Dies – (Cari tau sendiri juga)

@_@

Author PoV

“R-Ryn!! Pegangan!!”

“Tidak bisa… A-aku, tidak bisa menggapai tanganmu…”

KRETEK

“A-arghh!! H-Hara, pergilah!!!”

“T-tidak akan!! Raih tanganku, R-Ryn!!”

KRETEK.. KRETEK…

“Pergi!! Cepat, pergi!! Hara, pergi dari sini, lepaskan aku!!”

“Hiks.. R-Ryn… R-raih tanganku!!”

KRETEK.. KRETEK… KRETEKKKK… KRETEKKKK!!!!

“HARAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

“RYYYYYN!!!!!!!”

@_@

“Breaking News… Telah terjadi kecelakaan di sebuah Jembatan di daerah Seoul. Secara tiba-tiba, jembatan terbesar di Seoul ini retak dan akhirnya terbelah menjadi dua bagian. Kejadiannya diperkirakan pada pukul 9.00 KST dan tepat saat sebuah bus melewati di atasnya. Di temukan satu korban selamat dan 19 orang meninggal dunia. Polisi masih menyelidiki akibat retaknya jembatan. Sekian, Breaking News…”

@_@

3 Tahun kemudian..

“Bagaimana dengan kondisi Hara, ahjumma?” tanya Taemin lirih.

“Dia tetap sama seperti dulu.. Sudah 3 tahun sejak kepergian Ryn… Dia seakan yang membunuhnya…” Ahjumma tersenyum getir.

Taemin hanya mengangguk lalu seperti memberi isyarat bahwa “Boleh aku masuk ke kamarnya?” dan Ahjumma membalasnya dengan senyum tipis. Lantas, Taemin segera berdiri lalu segera masuk ke kamar Hara. Sahabatnya sejak kecil.

“Hara…” Taemin berusaha menyentuh pundak yeoja yang sedang duduk membelakangi Taemin. Kepalanya menyentuh tuts-tuts piano, sehingga membuat suara bising di dalam kamarnya.

“Taemin…” Hara hanya memanggil nama Taemin. Tatapannya kosong.

“Sudah makan belum?”

Hara menggelengkan kepalanya pelan.

“Makan, mau tidak?”

“Aku mau makan bersama Ryn…”

Taemin menghela nafas panjang . Ia segera mengambil kursi reot yang tidak jauh darinya. Lalu ia duduk menghadap Hara. Kembali menghela nafas pelan. Dan tangannya mulai membelai rambut bob Hara.

“Hara… Ryn pasti sedang makan, ayo kamu juga ikut makan..” bujuk Taemin dengan nada yang tenang.

“Dia sedang tidak makan… Berikan dia makan. Kasihan dia…”

“Hara, Ryn sedang makan. Kamu ikut makan ya?”

“Aku mau menyusulnya, baru aku mau makan…”

Taemin menghela nafas panjang. Ia masih sabar menghadapi Hara. Bagaimanapun juga, hanya dia yang bisa membujuk Hara.

PLOP

Taemin menoleh saat mendengar suara yang agak nyaring. Ia melihat racun tikus di tangan Hara, sementara sebentar lagi, muluh Hara akan menerima “santapan” yang mematikan itu. Tentu saja dengan susah payah Taemin berusaha merebut benda jahat itu dari tangan Hara.

“P-Park Hara!! Lepaskan!!!” teriak Taemin terus berusaha melepaskan benda itu.

“Jangan ganggu aku!! Biarkan aku makan!! Biarkan aku bertemu Ryn!!!!” teriak Hara tidak kalah keras dengan Taemin.

“A-aku mohon lepaskan…” pinta Taemin tanpa berteriak tapi tetap berusaha melepaskan racun tikus itu dari tangan Hara.

“Biarkan aku mati, Taemin!! Aku membunuh Ryn!! Aku jahat!! Orang jahat pantas mati!!! Aku tidak mau di sini… L-lepaskan aku!! Biarkan aku mati!!”

“T-tidak, berikan…Berikan!!! PARK HARA!!!! BERIKAN!!!! A-aku mohon… Berikan padaku…” Taemin mulai menangis melihat kondisi temannya yang depresi.

“A-aku.. A-aku pantas mati.. A-aku jahat…” Hara makin lama semakin lemah, perlahan-lahan ia lepaskan racun tikus itu, lalu racun tikus itu jatuh berantakan. Ia menangis. Menangis dengan sangat keras

“H-Hara, itu bukan salahmu. B-bukan salahmu… L-lupakanlah…”

“A-aku jahat… Aku membunuh Ryn, Taemin.. Aku jahat…”

“A-aniyo, k-kamu tidak jahat.. Hiks… Ber.. Berhenti menangis. Ja-jangan menangis…”

“A-aku… Aku..RYYYYYN!!!!!!”

@_@

Taemin PoV

Minho hyung dan Jinki hyung melepaskan nafas yang paling berat. Mereka memandangku lirih. Seakan-akan aku anak terlantar. Aku mencoba menguatkan hatiku, bahwa kenyataannya… Hara tidak akan bisa kembali.

“Taemin…” Jinki hyung memanggil namaku dengan sangat hati-hati.

“Kenapa Tuhan tidak adil?! Kenapa Tuhan menyiksa Hara?!” aku terus terisak di balik bantal pisang pemberian Ryn beberapa tahun lalu.

“Taemin, ini sudah takdir Tuhan. Lalu kami harus bagaimana? Maaf, kami tidak bisa membantumu… Maafkan kami…” Minho hyung tertunduk.

PIP.. PIP..

“Yeobseo…”

“T-Taemin!!”

“Soo Kyu?! Ada apa?! Kenapa nada bicaramu seperti itu?!”

“I-itu…”

“KATAKAN!!! CEPAT!!!”

“Hara berusaha lompat dari atap apartemennya!!”

PLETAK

Handphone-ku terjatuh dan hancur berkeping-keping. Aku segera beranjak dari dudukku dan segera mengambil jaketku. Tanpa basa-basi aku segera berlari menuju rumah Hara.

@_@

“This is the police! Come down from the roof or we are forced to make a rude way! Again, this is the police! Come down from the roof or we are forced to make a rude way!!”

Polisi dan penduduk sekitar apartemen sudah berkumpul di depan apartemen. Mereka melihat sesosok yeoja berambut bob. Ya, itu Hara. Sahabatku yang paling aku sayangi. Yang sudah 3 tahun depresi karena kakak kembarnya sendiri.

“Taemin!” teriak seseorang yang aku kenali. Soo Kyu, dia juga sahabatku.

“S-Soo Kyu… H-Hara…” aku mulai menunduk untuk menahan air mataku. Semuanya terasa berhenti.

“Tolong, bantu dia… Aku yakin, kamu bisa…”

Aku mengangguk mengerti lalu dengan enaknya melewati garis polisi dan menerobos masuk ke dalam apartemen. Segera aku berlari ke atas. Aku tidak peduli nafasku yang semakin menipis dan kakiku yang mulai nyut-nyutan karena terlalu lelah. Yang penting Hara..

BRAKK!!

“PARK HARA!!!”

Hara hanya menoleh. Pandangannya tajam dan sangat memburu. Aku segera menyeret kakiku untuk mendekat padanya. Walaupun kakiku sekarang sedang minta istirahat, aku tak akan peduli.

“Aku mohon, kemarilah…” bujukku dengan senyum semanis mungkin. Ia menggelengkan kepalanya dan menatapku horor.

“J-jangan mendekat!!” teriak Hara padaku. Aku berhenti sejenak.

“Kamu tega meninggalkan Ahjumma? Begitukah dirimu?” tanyaku dengan tatapan nanar. Aku biarkan bulir putih itu membasahi pipiku.

Aku berusaha mendekat. Mendekat dan terus mendekat. Hara terus menggeleng tanda aku harus berhenti dan menunjukkan “JANGAN MENDEKAT!!”.

“Kamu tega meninggalkan aku?? Kamu tega meninggalkan Soo Kyu?! KAMU TEGA?!?!?!” teriakku yang terus mendekat tanpa peduli peringatan Hara.

“Ryn memang sudah pergi… Tapi kenapa kamu setega itu?! Kenapa kamu tega meninggalkan ahjumma… Soo Kyu.. Jinki hyung.. Minho hyung dan… Aku?? Mungkin aku ini brengsek, yang setiap hari menjagamu dan menanyakan dirimu!!! T-tapi.. Kenapa kamu tega?!? Meninggalkan kami demi Ryn?! Ryn akan marah padamu!! Marah karena kamu menyakiti Ahjumma!! Kamu bukan pembunuh… T-tapi… I-ini takdir… Takdir Tuhan!! Lalu, aku harus bagaimana agar kamu berhenti bertindak bodoh…?! JAWAB AKU!!!!”

Aku berlutut di depannya. Memukul lantai semen hingga tanganku berdarah. Aku biarkan suara tangisanku pecah. Aku tidak menyangka akan mengatakan itu padanya. Tapi untuk apa aku menahan rasa ini? Rasa yang sangat menyakitkan melihat sahabat sendiri frustasi, padahal itu bukan salahnya? Tuhan…

“Taemin… M-maafkan aku..” suara itu membuatku mendongak. Aku lihat wajah sesosok yeoja yang sangat mengerikan. Pipinya mengalir bulir air mata. Ia berlutut di depanku. Lalu menangis dan memukul tangannya hingga tangannya berdarah.

“Hara…”

“Aku bodoh… Aku bodoh…”

“Kamu tidak bodoh… Tidak Hara, kamu tidak bodoh…”

Aku berusaha meraup tubuh mungilnya ke dekapanku. Memeluknya dengan kehangatan dan biarkan ia menangis di pundakku.

“Maafkan perasaanmu yang terluka karna aku. Maafkan dirimu yang tersakiti karnaku… Maafkan aku…”

“Itu bukan salahmu, bukan. I-ini semua takdir T-Tuhan… Berhenti menangis…”

“Maafkan aku… Aku egois, aku tega… Aku jahat… Jahat padamu, ahjumma, Soo Kyu dan semuanya. Aku jahat, aku ini sampah… Pantas di buang…”

Aku mengeratkan pelukanku padanya. Aku biarkan ia tenggelam dalam pundakku. Menangis. Ya, kami menangis. Sepertinya bumi ikut menangis, karena ia mulai mengeluarkan rintikan hujan. Ah… Bukan… Ryn yang menangis… Melihat adiknya yang depresi seperti ini..

“H-Hara!!!” tiba-tiba Ahjumma menarik Hara ke dalam pelukannya. Ada bercak darah di bajunya, mungkin itu tanganku.

“E-eomma… Maafkan aku…”

Aku dengar langkah kaki menuju ke atas. Polisi-polisi yang tadi berada di bawah segera berlari ke atas dan memastikan kondisi Hara. Soo Kyu juga terlihat. Ia melemparkan senyum getir padaku. Aku hanya mengangguk kecil.

“Is everything alright?”

@_@

3 hari kemudian…

Hara PoV

Semakin hari, kondisi fisikku maupun kondisi kejiwaanku semakin membaik. Aku mulai beraktifitas seperti biasa. Dan aku mulai berusaha melupakan kejadian itu…

“Hara, eomma berangkat dulu ya!!”

“Nde!!!”

CKLEK~~

Eomma sudah pergi. Lebih baik aku menonton televisi saja. Lagi pula, ada drama kesukaanku kalau di sore hari seperti ini.

Now I think I understand
How this world can overcome a man

Like a friend we saw it through
In the end I gave my life for you

Aku seperti mendengar seseorang bernyanyi. Darimana? Dari luar mungkin…

Gave you all I had to give
Found a place for me to rest my head
While I may be hard to find
Heard there’s peace just on the other side

Kenapa semakin keras? Dan… Dari arah kamarku? Aku segera berjalan perlahan ke kamarku…

Not that I could
Or that I would
Let it burn
Under my skin
Let it burn

Dan aku lihat… Ya, ampun!! Ryn!!!!

“Ah, Hara, sudah lama tidak bertemu!!” teriak Ryn dengan bersemangat. Ia ingin menyentuhku tapi aku mundur ke belakang. Ini benar-benaran, RYN!?!?!

“R-Ryn sudah… M-mati… Sudah mati…” gumamku sambil terus mundur ke belakang.

“Heh, aku memang sudah mati. Aku kemari, hanya mengkhawatirkanmu tau!” gerutu Ryn, masih sama seperti ia hidup.

“Ryn!!!!”

@_@

“Jadi… Bagaimana dengan Taemin… Aku lihat kalian semakin dekat…” Ryn tersenyum manis padaku.

“Kami… Baik… Seperti adik-kakak..” ujarku pelan dan santai.

“Hara, jaga eomma baik-baik…” Ryn tertunduk.

Aku diam sejenak. Memandanginya dengan nanar. Sementara Ryn memberikan senyum yang tipis padaku.

“Kasihan eomma kalau kamu begitu…”

Aku mengangguk kecil. “Ya… Aku janji…”

“Jangan jadi egois. Egois itu hanya secuil dari keburukan kita sebagai manusia. Kamu harus bersyukur, hidup hanya sekali. Bersyukur, kamu bisa merasakan angin lebih lama lagi. Bersyukur, kamu masih bisa merasakan cinta dan kasih. Kita sebagai manusia, bersyukur dan berusaha. Ini semua tentang takdir Tuhan, Hara. Takdir Tuhan. Kita hanya bisa mengikuti apa mau-Nya. Kita bisa memohon pada Tuhan, tapi takdir? Jangan tanyakan itu pada Tuhan… Hanya Tuhan yang tau…”

Aku tersenyum manis padanya. Aku ingin lebih lama lagi, tapi tiba-tiba Ryn tersenyum dan perlahan-lahan ia menghilang dari pandanganku.

“R-Ryn!! Ryn!!”

“Ryn!!! Ryyyyn!!!!!”

“Hey! Jangan bermimpi di siang bolong!!” teriak Taemin. Ia sudah berdiri di ambang pintu. Bersama Soo Kyu, Jinki, dan Minho hyung.

Taemin segera melemparkan senyum, lalu ia duduk di sebelahku. Jemari Taemin memainkan tuts-tuts piano. Dan hey, sepertinya aku kenal lagu ini!

“Nah, aku akan membuatkan makanan untuk kalian! Minho oppa, ayo bantu aku!” seru Soo Kyu sambil menarik tangan Minho.

“Kalau aku, akan mendengarkan kalian bermain piano. Ayo Hara, ikuti pelajaran Lee songsaenim.” Ujar Jinki dengan semangat.

Taemin tersenyum tipis padaku, lalu ia memulai memainkan tuts dengan lagu yang sama, seperti yang dinyanyikan… Ryn?

“Eh, lagu ini… Judulnya apa?”

Taemin menoleh lalu tersenyum. “Fiction…”

“Hmm.. Lagunya… Sangat menyentuh dan menusuk di saat yang bersamaan…”

“Ya memang, permainan pianonya juga luar biasa. Waeyo?”

“Tak apa, aku hanya suka… Ok! Lanjutkan belajarnya!!”

Jinki oppa dan Taemin hanya tertawa melihat sikapku yang kekanak-kanakan. Aku hanya tertawa. Soo Kyu dan Minho oppa yang baru kembali bengong melihat kami. Tapi pada akhirnya, tawa mereka lepas juga.

@_@

Ryn PoV

Nah.. Itu baru adikku, Hara…

Mereka sangat bahagia, andai aku juga ada di sana… Ya tapi, tak apa.. Aku tidak perlu menyesal akan semuanya.

Oh ya, aku belum bilang terima kasih pada Taemin! Dia sudah merawat Hara dengan baik! Baiklah, aku akan turun kembali ke bumi!

“Taemin…”

“E-eh siapa itu?!”

“Terima kasih.. Sudah menjaga Hara…”

“Eh?! Siapa itu?!

Taemin pelanga-pelongo mencari asal suara. Padahal makhluk gaib yang membisikan itu kkk~

“Waeyo Taemin?” tanya Minho pelan.

“Sepertinya, tadi ada yang membisikan sesuatu padaku..” Taemin menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Itu khayalanmu!” Jinki melahap snack yang diberikan Soo Kyu.

“Ah, tadi jelas sekali! Dia bilang, ‘Terima kasih.. Sudah menjaag Hara’ ”

“Eh, Hara?”  Soon Kyu memberikan tatapan horor pada Hara.

“Jangan-jangan…”

Mereka saling berpandangan.

“Ah… Aku tau itu siapa.. Hehe…” Hara hanya cengar-cengir

Ah, mereka itu…

Jelas-jelas itu arwahku!! Kenapa mereka masih seperti orang bodoh?!

Huftt… Baiklah, aku menyerah =3=

~The End~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

 

 

 

12 thoughts on “Fiction”

  1. Wah,keren bgt thor,,alur cerita nya daebak..aq pikir hara n taemin bakal jadian eh ternyata enggak,…sequel dong thor.hehehe,keep writing

  2. tdi nya kupikir lagu fiction nya b2st..
    tp trnyata bukan ya??
    lagu sapa ya itu??#mikir keras..
    tp buat cerita,,ff ni daebak..^^

  3. ah bagus bngt ceritanya,, benar2 menyentuh dan penuh pesan, bener bngt tuh kita emang harus selalu bersyukur,, padahal sebenarnya aq berharap taemin dan hara bs jadian,, tp persahabatan mereka emang sweet bngt, awal baca judulnya aq kira ini lagu fictionnya beast tp ternyata bukan artis korea yg nyanyinya,, tp bener2 bagus aq sangat suka ff ni,

  4. keren sangad thor,,
    ternyata Hara dan Ryn sodara kembar kirain sahabatan..
    hehehehe..
    itu lagux avenged sevenfold bukan?? #soktau
    kan katax bukan artis korea..
    bener ga??

  5. Ceritanya baguus, suka deh. Pesan moralnya dapet, nggak pake romance segala. Hehe. Terus endingnya happy lagi, tambah suka 🙂

    Ada yg salah tuh. Hara perempuan kan? Ada salah satu yg dia sebut ‘Minho hyung’, haha.

    Very nice story ^^

  6. Yey happy ending, ffnya sru thor. lgu fiction? Jdul lgu apa itu? Aku gk tahu! Tp aku mau cri thu ah bisnya gra2 bca nih ff aku jd pnsaran ma lgu itu keke ^-^v di tnggu kryamu slanjutnya! XD

  7. aku kira lagunya b2st – fiction haha bukan yah?
    terus apa?
    aku suka thor pesen moralnya dapet, tapi ada sedikit typo(s) pas Hara POV kaya dia panggil eommanya dengan ahjjuma, ato minho oppa dengan minho hyung.
    okey sekian dan terimakasih
    naisee epep
    ditunggu karya selanjutnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s