Loves Way – Part 5

LOVES WAY

[Part 5]

Title : Loves Way [Part 5]

Author : Jung Yong Eun a.k.a Missky

Genre : School, Romance, Friendship, Life

Length : Sequel

Rating : PG-13

Main Cast : Bae Suzy, all member SHINee

Support Cast : Find them in the story

KEY POV

Setelah mengantarkan Suzy pulang, aku langsung pergi ke bandara untuk menjemput Hye Bum. Hampir tiga tahun aku tak bertemu dengannya, aku sangat merindukannya. Seperti apa dia sekarang?? Sudah tidak sabar untuk menemuinya. Sesampainya di bandara aku langsung menuju tempat diman Hye Bum nantinya akan keluar.

“Oppa~!” teriak seseorang sambil berlari menyeret kopernya.

“Hye Bum-ah!” kataku lirih, lalu menghampirinya.

“Oppa! Bogoshipo!” katanya lagi langsung memelukku.

“Nado, bogoshipo.”

“Oppa…” katanya lirih masih memelukku.

“Hmm? Wae?” jawabku.

“Oppa~” katanya lagi manja, kali ini sudah melepaskan pelukannya padaku.

“Wae? Poppo?” kataku sambil tersenyum menggodanya. Hye Bum hanya menjawab dengan senyuman dan meletakkan telunjuk jarinya pada pipinya.

“Di sini?” tanyaku memastikan, dia mengangguk pasti. Aku hanya tersenyum menanggapinya lalu meraih kopernya dan berlalu meninggalkannya. Senang sekali ternyata dia tidak berubah.

“Oppa~, kau meninggalkanku hah? Kau tak merindukanku? Oppa~ chankamhan!” terikanknya sambil berlari mengejarku.

“Kau jahat sekali meninggalkanku, oppa tak rindu padaku ya?” katanya lagi setelah dapat mensejajarkan langkahnya dan menggandeng tanganku.

Selama perjalanan pulang, Hye Bum memandangiku terus dan sesekali aku melirik padanya dan dia tersenyum padaku. Sesampainya dirumah dia langsung berhambur keluar mobil sambil berlari menuju dalam rumah. Dia pasti rindu sekali pada kamarnya.

“Hey kopermu!”

“Oppa bawakan ya!” balasnya berteriak. Dasar anak ini, benar-benar tak berubah.

KEY POV END

HYE BUM POV

“Hwaaaa.. senangnya berbaring di kamar sendiri. Aku rindu padamu.” kataku sambil menghempaskan tubuhku ke kasur empukku yang sudah tiga tahun ini takku tiduri. Haah nyaman sekali.

“Kau hanya rindu pada kamarmu ya?” suara seorang namja yang masih sangat ku ingat suaranya.

“Ah oppa, aku juga rindu padamu. Ah ani, aku bahkan sangat sangat sangat amat rindu padamu.” Kataku sembari berhambur memeluknya yang sedang berpose(?) didepan pintu kamarku. Key hanya tekekeh mendengar perkataanku.

“Ayo turun dan makan, Song ahjumma sudah menyiapkan makan siang untukmu.” Katanya sambil melepaskan pelukanku.

“Song ahjumma masih bekerja disini? Betah sekali.” Kataku sambil terkekeh menyadari perkataanku yang aneh.

“Bukanya kau sudah menemuinya tadi dibawah?”

“Benarkah?” kataku sambil senyum gaje dan Key mengacak-acak poniku sambil berlalu meninggalkan ku yang masih merapikan poniku.

“Kajja, nanti makanannya keburu dingin.” Kata Key yang sudah ada didepan tangga.

“Ye~.” Jawabku.

STILL HYE BUM POV

Sekarang kami sedang duduk santai ditaman belakang setelah menyantap makan siang yang lezat. Aku menyandarkan kepalaku pada bahu Key dan Key menggenggam tanganku lembut.

“Oppa, bagaimana dengan calonmu itu?” tanyaku membuka pembicaraan. Aku sangat penasaran sekali dengan yang terjadi selama aku tak ada di seoul. Terutama tentang perjodohan Key dengan anak teman Appa dan Eomma.

“Jangan bicarakan itu. Kau merusak suasana saja.” Katanya tanpa mengalihkan pandangannya.

“Tapi aku sangat penasaran dengan hal itu.” Kataku lagi sambil memndangi wajahnya.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan menjwab pertanyaanmu tentang perjodohan itu.” Kali ini dia melihat kearahku.

“Pertanyaan pertama! Siapa namanya dan berapa umurnya?” kali ini aku tak memandangnya dan melihat lurus kedepan dangan kepala masih kusandarkan pada bahunya.

“Namanya Suzy, Bae Suzy. Dia kelas satu high school.”

“Masih muda sekali, kenapa dia dijodohkan di usia muda? Apa orangtua mereka sudah kurang waras menjodohkannya diusia semuda itu?” gumamku.

“Aku rasa orang tuanya memang sudah gila.” Jawabnya singkat dan santai.

“Kau tak perlu menjawab gumamanku, itu tak termasuk pertanyaan.” Kataku.

“Pertanyaan selanjutnya.” Pintanya.

‘Ya baiklah. Pertanyaan kedua, seperti apa dia? apa dia lebih cantik dari pada aku?”

“Dia adalah tipe gadis yang angkuh dan keras kepala, tapi aku merasa akhir-akhir ini dia jadi berbeda. Mmm… dia cantik, bahkan dia memiliki banyak penggemar di sekolahnya.”

“Aku juga punya banyak penggemar dulu, bahkan kau sampai rela berkelahi dan babak belur jika ada namja yang berani mendekatiku. Di Amerika aku juga punya banyak penggemar, jadi kurasa kecantikannya tak mengalahkanku.” Kataku sambil tetawa, Key ikut tertawa mendengar perkataanku.

“Ya kau benar, kau lebih populer dari pada dia.” aku mengangguk dan tersenyum penuh kemenangan, yeoja itu tak lebih cantik dariku, ke ke ke ke.

“Kau tak suka padanya’kan? Aku khawatir sekali kalau kau akan suka padanya. apalagi selama ini kau selalu dekat dengannya karena harus menjaganya.”

“Hahahahaha, tenang saja aku tak suka padanya. Dia terlalu kekanak-kanakan. Hatiku masih untukmu.” Katanya sambil membelai rambutku.

“Itu harus!” kataku.

“Oppa, apa umma dan appa melakukan ini karena kau tak pernah menggandeng yeoja dan memperkenalkannya sebagai yeojachingumu? Jangan-jangan mereka khawatir kau tidak normal.”

“Hey, apa yang kau katakan. Jangan berkata macam-macam, aku ini masih sangat normal.” Katanya sambil menhadap kearahku, membuatku harus bangun dari sandaran di bahunya.

“Aku’kan hanya mengungkapkan pemikiranku tentang motivasi apa yang  membuat umma dan appa menjodohkanmu. Dan memang benarkan kau tak pernah mengenalkan seorang yeoja pada umma dan appa sebagai yeojachingumu?”

“Ya memang benar, aku tak pernah mengenalkan yeoja manapun sebagai yeojachinguku.”

“Ya aku tahu aku benar.” Gumamku.

“Tapi untuk apa aku mengenalkan yeojachinguku, sedangkan mereka sudah mengenalnya dengan baik.” Katanya santai lalu melipat tangan didepan dadanya.

“YA~! Mereka memang mengenalnya, tapi kau tak pernah mengakuinya sebagai yeojachingu jadi mana mungkin mereka tahu kalau kau punya yeojachingu.” Kataku sambil berdiri didepannya setelah menjitak kepalanya.

“Apo..” katanya sambil memegangi kepalanya yang kujitak barusan.

“Itu karena kau berkata seenaknya!” kataku sambil membuang muka dan membelakanginya.

“Baiklah, kalau begitu nanti aku akan bilang pada umma dan appa kalau kau adalah yeojachinguku.”

“Kau tak benar-benar akan melakukannya kan?” kataku berbalik menghadapnya.

“Usulanmu untuk mengatakan aku pumya yeojachingu itu bagus juga, dan aku tak mau melanjutkan perjodohan ini. Aku tak mau menikah dengan yeoja seperti dia, apalagi dia masih sangat labil. Jadi aku akan melakukan seperti usulmu.” Jelasnya panjang lebar lalu bersandar pada sandaran kursi. Aku kembali duduk disampingnya dan melihat matanya dengan teliti.

“Kau akan benar-benar melakukannya?” tanyaku sekali lagi untuk memastikan dan Key menjawab dengan anggukan.

“Tapi jika kau mengakuiku sebagai yeojachingumu, mereka pasti akan marah besar.” Kataku masih tetap memandanginya.

“Jika mereka marah, kita kabur saja dan hidup berdua diluar negri. Aku juga sudah punya perusahaan sendiri, jadi aku tak perlu khawatir.” Katanya masih santai.

“Ya Tuhan aku jadi pusing.” Kataku sambil bersandar pada sandaran kursi.

“Meskipun kita saudara, tapi kita bukanlah saudara kandung. Jadi itu semua bukan masalah.” Katanya.

“Ne ara, tapi aku berhutang banyak pada umma dan appa karena sudah mau merawatku dari aku masih kecil. Tapi setelah aku dewasa apa yang aku lakukan? Aku malah mengecewakan mereka.”

“Apa yang kau katakan? Semua itu tidak benar, kau tak mengevewakan mereka. Kau sudah melakukan semua yang mereka perintahkan padamu jadi kenapa kau berfikir bahwa kau mengecewakan umma dan appa?”

“Aku mengecewakan mereka karena aku mencintaimu oppa, hal ini seharusnya tak terjadi. Seharusnya aku menjadi yeosaeng yang baik, menyayangi dan mencintai oppanya dengan tulus dan tanpa ingin imbalan. Tapi yang terjadi padaku malah sebaliknya, aku memang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, tapi aku juga menginginkan balasan atas kasih sayang dan cinta yang kuberikan padamu. Bahkan aku menginginkanmu untuk menjadi milikku.” Jelasku sambil menahan air mata.

“Kau tak bersalah, aku seharusnya juga tak boleh menginginkan yeosaengku sendiri sebagai kekasih meskipun kau bukan saeng kandungku. Tapi kenyataannya aku menyayangi dan mencintaimu lebih dari seoarang kakak mencintai adiknya.” Kata Key lalu memelukku. Mendengar perkataan Key air mataku tak lagi bisa terbendung, akhirnya aku menangis dipelukan Key dan Key membelai rambutku dengan lembut.

HYE BUM POV END

SUZY POV

Setelah Key mengantarku pulang, dia langsung pergi untuk menjemput adiknya. Aku baru tahu kalau Key punya seorang adik. Selama ini umma dan appa bilang kalau Key adalah anak tunggal sepertiku. Apa mungkin yang dijemputnya itu bukan adiknya? Ah apa sih yang aku pikirkan, itukan hak pribadi Key dan aku tak boleh ikut campur. Tapi hatiku marasa galau. Akhir-akhir ini setiap melihat Key perhatian denganku, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Ya Tuhan apa aku benar-benar mulai suka padanya? tapi aku pernah bilang padanya kalau aku tak akan pernah suka padanya, otteokae? Ah kepalaku pusing sekali memikirkan ini. Akhirnya aku putuskan untuk mengistirahatkan pikiranku dengan berenang. Aku suka sekali berenang, dan aku sudah lama sekali tak berenang.

Aku keluar dari kamar dengan mengenakan baju renang kesukaanku dan turun menuju kolam renang yang ada di samping rumah. Tentu saja aku tak hanya menggunakan baju renang, aku juga menggunakan handuk mandi. Apa kata pelayang-pelayanku kalau aku turun dari kamar hanya menggunakan baju renang?!

“Berenang sendirian rasanya kurang enak, aha aku ajak Jinki dan MinHee saja. Lama juga aku tak bersenang-senang dengan mereka.” Aku duduk disamping kolam renang dan memencet nomor telepon Jinki.

“Jinki-ya, kemarilah aku kesepian.”

“Ajak MinHee juga.”

“Telpon saja dia, dan bawa baju renang. Aku ingin berenang.”

“Pokoknya harus mau, sekarang. Annyeong!”

Sambil menunggu Jinki dan MinHee aku mengecek laporan-laporan kerja yang dibuat direktur Yoon selama aku koma.

“Semua tak ada masalah, Key pasti bekerja sangat keras.” Gumamku lalu menanda tangani laporan-laporan itu.

“Suzy-ya!” teriak yeoja yang sangat ku kenal suaranya.

“Kebetulan sekali kau mengajakku berenang, aku juga lama tak berenang.” Katanya lagi setelah duduk di sampingku.

“MinHee-ya, jangan berteriak-teriak aku tak tuli dan cepat ganti baju sana! Lalu dimana Jinki?” tanyaku pada MinHee sambil celingak celinguk mencari keberadaan Jinki.

“Jinki oppa sedang ganti baju. Aku mau ganti baju juga.” kata MinHee seraya berdiri dan menuju kamarku untuk ganti baju.

“Suzy-ya!” kata Jinki seraya berlari kearahku lalu memelukku.

“Wae? Neo wae irrae?” kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya.

“Bogoshipo, dan diamlah.” Katanya sambil mengeratkan pelukannya.

“Geurae.” Kataku lalu diam dalam pelukannya.

“YA~, NEO WAE IRRAE?” teriak Min Hee yang baru saja selesai ganti baju.

“Aku mau dipeluk juga.” katanya lagi lalu berhambur memelukku juga.

“Stop, aku tak bisa bernafas.” Kedua orang ini lalu melepaskan pelukannya.

“Mianhae.” Kata mereka berdua kompak, dan aku hanya menganggukkan kepala dan berlalu melepaskan handukku dan masuk ke kolam renang.

Min Hee mengikutiku dan melepaskan handuknya. Jinki juga melapaskan handuknya, dan apa yang kulihat? Dia hanya menggunakan celana tanpa mengenakan kaos. Tumben sekali dia melepas kaosnya, apa dia sengaja pamer absnya?

“Hey, sejak kapan kau suka buka baju? Mentang-mentang sudah punya abs ya?” sindirku pada Jinki.

“Aku hanya mau berenang dengan bebas, dan menggunakan kaos itu membuat ribet.” Jelas Jinki sambil tersenyum. Aku hanya mengangkat alisku, alasan macam apa itu? Aneh sekali.

“Jinki oppa memang mau pamer, dia tak mau kalah dengan Jonghyun dan Minho.” Kata MinHee.

“Nugu?” tanyaku.

“Namja yang kau hajar tadi siang itu, masa’ kau lupa?” jelas Min Hee.

“Yang hidungnya berdarah?” tanyaku memastikan.

“Ne~, tapi menurutku masih bagusan abs Minho.” Kata Min Hee lalu tertawa terbahak-bahak.

“Hey, enak saja kau. Mungkin punyanya terlihat lebih bagus karena kulitnya itu lebih gelap. Kulitkukan sangat putih dan lembut jadi mungkin rada aneh.” Bela Jinki lalu aku dan Min Hee tertawa bersamaan mendengar pembelaan Jinki yang sangtae itu.

“Lalu Jonghyun itu siapa?” tanyaku penasaran dengan nama asing itu.

“Jonghyun  itu namjachingunya si nenek teot. Dan kemarin Jinki oppa babak belur itu karena dia dihajar Minho dan Jonghyun gara-gara dia menggoda si nenek teot.” Jelas MinHee.

“Hey dasar tukang gosip.” Teriak Jinki dan Min Hee langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Jadi kau menggoda Jessica? Itu benar? Awas kau berani-berani menggodanya lagi. Kau akan kuhajar habis-habisan.” Teriakku pada Jinki lalu menyipratkan air padanya.

“Ani, Min Hee si tukang gosip awas kau.” Kata Jinki lalu menyipratkan air pada Min Hee. Karena tak mau kalah Min Hee lalu ganti menyerang Jinki dengan semburan air. Ahirnya kami tak jadi berenang tapi malah bermain air.

SUZY POV END

TAEMIN POV

Aku sengaja datang pagi sekali hari ini. Aku menunggu Suzy di tempat biasanya aku menunggunya. Hari ini dia pasti masuk, karena kemarin dia sudah masuk.

“Taemin-ah, kau menunggunya lagi?” kata seorang yeoja dari belakang lalu duduk disampingku.

“Bukan urusanmu, Sulli-ya.” Kataku dingin.

“Taemin-ah, aku peduli padamu. Kenapa kau seperti ini? Mengagumi seseorang diam-diam bukanlah seperti dirimu.” Kata Sulli sambil menggenggam tanganku.

“Lalu seperti apa diriku?” tanyaku dingin seraya melepaskan tangannya.

“Kau adalah namja baik yang selalu jujur dan periang. Kenapa kau jadi seperti ini? Aku tak suka melihatmu seperti ini. Meskipun kau sangat menyukai Suzy, dia juga belum pasti membalas cintamu dan besamamu. Bahkan dia belum tentu tahu kalau kau ada.”

“Aku tak seperti itu lagi sejak kau menghianatiku. Ini semua adalah kesalahanmu. Jika kau tak menghianatiku, aku tak akan menjadi seperti ini. Dan tentang Suzy, itu adalah urusanku. Kau tak perlu ikut campur.” Kataku tetap dingin.

“Taemin-ah, mianhae.” Ucapnya lirih.

“Jadi ini semua salahku? Aku minta maaf Taemin, dulu aku memang salah dan aku sangat menyesali hal itu. Aku tak mau kau seperti ini, aku mau kau menjadi dirimu yang dulu.” Katanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Aku tak bisa memaafkanmu. Kau terlalu menyakitiku dan aku tak mau menjadi Taemin yang bodoh dan mudah diperdaya seperti dulu. Aku sudah berusaha bersikap baik padamu, tapi kau tetap saja ikut campur dalam urusanku.” Kataku tanpa memandangnya. Dia selalu menggunakan air mata untuk meluluhkan hatiku, tapi sekarang aku tak akan terbedaya lagi oleh Air matanya.

“Taemin maafkan aku. Aku sangat mencintaimu jadi aku melakukan itu semua. Itu semua demi dirimu. Aku hanya mempermudah semuanya. Tolong maafkan aku Teamin.” Katanya dengan air mata yang sudah tumpah.

“Aku tak peduli lagi jika kau masih mencintaiku.” Kataku dengan pandangan dingin padanya.

“Kau tak boleh seperti itu. Aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku. Benarkan? Kau selalu mencintaiku. Jadi maafkan aku.” Katanya lagi sambil memandangku dengan tatapan memelas dan air mata yang semakin deras.

“Apa gunanya aku mencintaimu? Dan jika aku memaafkanmu, apa kau bisa mengembalikan semuanya seperti dulu?” tanyaku dengan meraih kerah seragamnya. Aku sudah sangat emosi. Berani-beraninya dia memintaku memaafkannya setelah semua yang dia perbuat.

“Maafkan aku Taemin. Tolong maafkan aku.” Katanya semakin terisak dan sekarang dia sudah merosot duduk di lantai.

“Sudah cukup. Aku muak padamu.” Kataku seraya meninggalkannya menangis dilantai. Aku melupakan tujuanku disana dan pergi ke perpustakaan untuk menenangkan pikiranku.

Sesampainya di perpustakaan aku menghempaskan tubuhku di sofa dan memejamkan mataku. Aku akan membolos lagi hari ini. Aku tak sanggup menerima pelajaran jika pikiranku sangat kacau seperti ini.

TAEMIN POV END

MINHO POV

“Jjong, gadis itu benar-benar menarik.” Kataku sambil memandang Suzy yang baru saja datang dan melewati depan kelasku.

“Nugu?” tanyanya sambil celingak celinguk mencari orang yang ku maksud.

“Dia.” kataku sambil menunjuk Suzy. Dia tidak akan tahu aku menunjuknya, karena aku di dalam kelas.

“Suzy? Ya, dia memang menarik. Dan kemarin itu sangat menarik.” Katanya sembari memegang hidungku yang masih sedikit bengkak.

“Awas, ini masih sakit.” Kataku sembari menjitak kepalanya.

“Kau tak sopan. Beraninya kau menjitakku.” Katanya dengan ancang-ancang ingin menjitakku juga.

“Salahmu sendiri, ini masih sakit. Kenapa kau memegangnya.” Kataku sambil mnunjuk hidungku.

“Mianhae.” Katanya sambil tertawa.

“Aku pasti akan mendapatkanmu. Akan kulakukan apapun agar kau menjadi milikku.” Kataku dalam hati.

STILL MINHO POV

Seperti biasa saat istirahat pertama aku dan Jjong pasti akan pergi ke kantin untuk mengisi perut. Dan seperti biasa juga pasti tiga gadis centil itu juga ada dikantin. Jessica tentu saja menunggu Jjong, si Luna pasti makan dengan tenang, dan Krystal? Pasti berusaha mencari perhatianku. Menyebalkan sekali dia.

“Oppa, makan itu lagi?” kata Krystal centil sambil duduk didepanku.

“Ne.” Jawabku singkat.

“Gaurae.” Katanya lalu mengobrol dengan Luna.

Aku memandangi Suzy yang berada di bangku bawah pohon tak jauh dari tempatku duduk. Suzy terlihat tak terlalu bersemangat, hanya sesekali dia menyauti candaan jedua temannya padahal kedua temannya itu sangat heboh.

“Hey, mau kemana?” tanya Jjong saat aku mulai berdiri dan beranjak pergi.

“Meminta pertanggung jawaban atas ini.” Kataku sambil menunjuk hidungku.

“Baiklah, sana!” usir Jjong dan melanjutkan mengobrolnya dengan Jessica. Sebelum pergi kulihat Krystal memandangiku dan sesekali melihat Suzy. Apa dia cemburu? Biarkan saja, memangnya dia siapaku?

“Hai yeppo.” Sapaku pada Suzy. Dia hanya memandangku dengan sinis.

“Mau apa lagi kau?” kata Jinki. Namja sok ini mau aku hajar lagi? Sok ikut campur. Batinku.

“Aku tak ada urusan denganmu.” Kataku pada Jinki dan kembali memandang Suzy.

“Apa maumu?” kini Suzy angkat bicara.

“Aku hanya ingin menyapa cantik. Dan untuk ini, hadiah perkenalan yang lumayan bagus.” Kataku sambil menunjuk hidungku.

“Kau mau lagi? Aku bisa membuatnya menjadi lebih mancung.” Katanya dingin sambil menunjuk hidungku. Aku hanya terkekeh dengan perkataannya.

“Suzy-ya jangan pedulikan dia.” kata MinHee.

“Biarkan dia, pasti ada yang ingin dia bicarakan denganku.” Kata Suzy tanpa mengalihkan pandangannya dariku, begitu juga denganku. Dia benar-banar cantik tak heran banyak yang suka padanya. sifatnya juga berbedda dan sangat unik.

“Ya, memang ada yang ingin aku bicarakan dengannya.” Kataku pada MinHee tanpa melihat MinHee, mataku tetap menatap Suzy.

“Katakan apa yang ingin kau katakan dan cepatlah.” Kata Suzy sinis.

“Kau memang benar-benar tak suka basa basi.”

MINHO POV END

AUTHOR POV

“Aku hanya ingin mengatakan ini.” Kata Minho lalu mencium pipi Suzy. Seketika Suzy langsung berdiri dan melotot pada Minho, sedangkan Minho hanya menyeringai melihat reaksi Suzy.

“Aigoo, apa yang dilakukannya barusan. Aku jadi takut.” Kata Min Hee berbisik pada Jinki sembari bersembunyi dibelakang tubuh Jinki.

“Neo wae irrae?” kata Jinki berbisik juga.

“Aku takut kalau setelah ini dia menciumku.” Kata Min Hee polos.

“Mwo? Aigoo.” Kata Jinki sambil memutar matanya.

“Kau membalas perbuatanku kemarin dengan menciumku? Cih, nappeun namja.” Kata Suzy sambil membuang muka.

“Kau tak melawan atau memukulku yeppeo? Fantastis.” Kata Minho sombong. Seketika itu juga Suzy langsung menendang kaki Minho dengan jurus taekondow andalannya.

“Aaw, aish..” rintih Minho sembari memegangi kakinya yang ditendang Suzy.

“Aku tak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi. Dan kau, aku masih belum membalasmu sepenuhnya, kau akan mendapatkan yang lebih dari ini dan dari yang kemarin.” Kata Suzy lalu meninggalkan Minho yang masih merintih kesakitan.

“Rasakan itu, jangan macam-macam pada Suzy.” Ledek Min Hee, lalu menyusul Suzy dan Jinki yang sudah jalan duluan.

Melihat kejadian barusan Jonghyun dan Jessica dkk menghampiri Minho yang masih merintih kesakitan ditempatnya semula.

“Hey, Mr Flames Charisma. Sepertinya dia sama sekali tak tertarik padamu.” Ledek Jonghyun sambil menepuk pundak Minho.

“Oppa, gwaenchana?” kata Krystal sembari membantu Minho duduk di bangku. Minho hanya diam saja diledek oleh Jonghyun. Dipikirannya saat ini hanya ada bayangan Suzy yang sangat menarik dan merebut perhatiannya lebih dari siapapun.

Diujung bangku kantin, Taemin juga menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Tentu saja dia sangat kesal atas apa yang baru saja diperbuat oleh Minho. Jika dia tidak mementingkan imagenya sebagai namja pendiam dan taat, sekarang ini dia pasti sudah datang menghampiri Minho dan menghajarnya. Betapa tidak kesal, dia yang lebih dulu mengenal dan tertarik pada Suzy saja tak berani untuk hanya sekedar berkenalan, sedangkan Minho si anak baru itu sudah berani menciumnya.

“Awas kau Minho, aku akan membalasmu juga.” gumam Taemin sambil mengepalkan tangannya dan menggebrak meja, seketika semua orang yang berada dikantin itu melihat kearahnya. Tapi Taemin tak ambil pusing, dia langsung berlalu dan meninggalkan kantin dan seperti biasanya dia akan pergi ke perpustakaan untuk menenangkan pikirannya.

Sulli diam-diam mengikuti Taemin, dia selalu mengawasi apa yang dilakukan Taemin. Dia khawatir kalau Taemin akan berbuat aneh-aneh demi Suzy. Dia tidak rela Taemin melakukan itu. Baginya Taemin adalah segalanya, dan dia akan melakukan apapun agar Taemin bahagia karena dia sangat mencintai Taemin. Begitu pula dengan apa yang dilakukannya enam bulan yang lalu, hal yang seharusnya tidak pernah dia lakukan tapi sayangnya dia melakukannya dan berakibat sangat fatal pada hubungannya dengan Taemin dan berakibat fatal untuk hidup Taemin.

STILL AUTHOR POV

@ Night

“Suzy-ya, umma dan appa pulang.” Teriak umma Suzy seraya menuju kamar anak kesayangannya di lantai atas.

“Umma, kenapa umma pulang?” tanya Suzy yang baru saja keluar kamar.

“Kau tak senang jika umma dan appa pulang?” kata umma sambari memeluk Suzy.

“Bukannya tidak senang, tapi tumben saja.”

“Ayo kebawah, kita makan malam bersama.” Ajak umma sambil menggandeng tangan putrinya menuju bawah.

“Eeh, Kim ahjumma dan Kim ahjussi juga ada disini?” kata Suzy setelah melihat umma dan appa Key duduk diruang tamu.

“Iya, kami akan membicarakan hal penting. Jadi sekalian kesini.” Jelas umma dan Suzy hanya manggut-manggut tanda mengerti.

“Ayo kita menuju ruang makan.” Ajak appa pada umma dan appa Key.

Setelah diruang makan para orang tua sibuk membicarakan bisnis sambil menikmati hidangan, sedangkan Suzy sibuk dengan handphonenya sendiri.

“Suzy-ya, dimana Key.” Tanya umma Key tiba-tiba.

“Ne?”

“Dimana Key? Sedari tadi aku tak melihatnya.” Umma Key mengulangi pertanyaannya.

“Key dari kemarin tak pulang kesini. Mungkin dia pulang kerumahnya sendiri.” Jelas Suzy.

“Pulang kerumah sendiri? Tumben dia mau pulang kesana sementara kami tak ada disana.” Kata umma Key heran.

“Mungkin dia dirumah dengan adiknya, karena kemarin sebelum pergi dia bilangf kalau ingin menjemput adiknya dibandara.” Jelas Suzy.

“Adiknya? Dia bilang akan menjemput adiknya dibandara?”

“Ne, ahjumma.”

“Apa Hye Bum sudah pulang? Kenapa kita tidak dikabari?” kata appa Key.

“Mungkin memang Hye Bum sudah pulang.” Jawab umma Key pada appa Key. Lalu mereka melanjutkan perbincangan mereka.

Setelah selesai makan malam bersama, para orang tua masih melanjutkan obrolan mereka di ruang tamu. Suzy pamit kekamarnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan pekerjaan kantornya.

“Annyeong.” Sapa seorang pelayan pada dua orang yang baru saja datang. Seketika semua orang di ruang tamu menoleh kearah pintu ingin tahu siapa yang datang.

“Eh, umma, appa, kok ada disini?” tanya salah satu orang yang disapa tadi.

“Key? Dari mana saja kau? Suzy bilang kau tak pulang kesini sejak kemarin?” tanya umma Key.

“Aku menemaninya.” Jawab Key sambil menunjuk yeoja yang datang bersamanya.

“Hye Bum? Kapan kau pulang? Tak rindu pada umma ya sampai-sampai tak mengabari umma kalau kau pulang.” Kata umma Key sambil berdiri dan memeluk Hye Bum.

“Umma bogoshipo.” Kata Hye Bum.

Reuni keluarga Kim berlangsung tak begitu lama setelah itu mereka mengenalkan Hye Bum pada keluarga Bae. Tuan dan Nyonya Bae bertanya pada Hye Bum tentang kehidupan dan pekerjaannya selama di amerika. Begitu juga Tuan dan Nyonya Kim yang antusias dalam perbincangan kehidupan putrinya selama di amerika. Meskipun Hye Bum bukan anak kandung mereka, tapi tuan dan nyonya Kim menyayanginya sama seperti menyayangi Key. Dan selama tiga tahun ini mereka hanya berkomunikasi melalui telfon dan webcam dan itu juga hanya sesekali karena kesibukan mereka yang sama sibuknya.

Mendengar suara yang cukup ramai dilantai bawah Suzy memutuskan untuk melihat apa yang membuat para orangtua menjadi sangat heboh, apalagi sesekali dia merasa mendengar suara Key.

“Suzy-ya kemari, umma kenalkan pada adik Key.” Kata umma Suzy saat melihat Suzy ada di depan tangga. Suzy turun tangga dengan sedikit malas.

“Jadi benar Key punya adik, tapi kenapa dulu umma dan appanya bilang kalau Key anak satu-satumya?” kata Suzy dalam hati sambil memandangi Hye Bum seksama.

“Annyeonghaseyo, Kim Hye Bum imnida.” Sapa Hye Bum sambil tersenyum pada Suzy.

“Annyeonghaseyo, Bae Suzy imnida.” Kata Suzy tanpa membalas senyuman Hye Bum. Keduanya merasa kaku karena Hye Bum tahu kalau Suzy adalah yeoja yang dojodohkan untuk Key tapi Key mencintai Hye Bum dan begitu juga dengan Hye Bum, dia juga mencintai Key. Untuk Suzy, dia juga merasa canggung karena sempat curiga pada Key kalau Key menemui yeoja dan sempat cemburu pada Hye Bum yang notabennya adalah adik Key. Hye Bum duduk di samping Key dan Suzy duduk disamping ummanya, dan jarak mereka lumayan jauh sehingga suasana tak begitu canggung.

“Kebetulan kita semua sudah disini dan Key orang yang tadinya tak ada disini sekarang sudah hadir, lebih baik kita memutuskan apa yang sedari tadi kita diskusikan.” Kata appa Suzy tiba-tiba.

“Ya benar, lebih baik kita tanyakan langsung pada mereka tentang masalah yang kita debatkan dari tadi.” Sahut appa Key.

“Masalah apa memangnya?” tanya Key penasaran.

“Kalian berdua sudah tahukan kalau kalian dijodohkan, dan sekarang kami menginginkan jawaban kalian. Kalian setuju atau tidak tentang perjodohan ini.” Jelas appa Suzy.

“Kami memang sudah merencanakan perjodohan ini dan kami memerlukan jawaban dari kalain berdua.” Seru appa Key. Suasana menjadi hening, Key saling tukar pandang dengan Hye Bum. Hye Bum terlihat sedih karena harus mendengarkan ini, dan Key tahu bahwa hati Hye Bum pasti sedang sakit saat ini. Suzy melihat kearah Key tapi dia tidak melihat kearah Suzy, Key melihat kearah Hye Bum.

“Aku akan menuruti apa yang umma dan appa inginkan.” Kata Suzy memecah keheningan. Otomatis Key langsung melihat kearah Suzy setelah mendengar ucapan Suzy yang sama saja menerima perjodohan itu. Tak hanya Key yang langsung menoleh kearah Suzy tapi semua orang yang ada di ruangan itu. Para orang tua terlihat bahagia dengan jawaban Suzy, tapi tidak dengan Hye Bum dan Key.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Loves Way – Part 5”

  1. Yaa…aku kra di part2 kmren tuh key udah mlai ska jga ma suzy tp trnyata enggk dia mlah ska sma adek trinya -,-
    Part slnjutnya ditnggu ya thor! 🙂

  2. Hyebum! Kau menghancurkan rencanaku u,u
    Kalo Key bersamamu, nanti suzy sama Taemin dong? Wah jangan ampe deh-_-
    Lanjut cepet ye thor;;)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s