The Story Of Us – Part 1

The Story Of Us

Author             : Park Han Byul

Main Cast        : Key – Park Ah Sung, Taemin – Park Young Ran, Onew – Park Ha Rin

Support  Cast   : Jonghyun, Minho, other

Genre              : Romantic, sad, comedy

Length             : Sequel

Rating              : PG – 13

Park Ah Sung POV

“Aisshhh… telat lagi. Pasti nanti eonnie marah lagi karena aku telat pulang,” kataku sambil berlari menyusuri koridor sekolah. Koridor sekolah sudah sepi. 30 menit yang lalu harusnya aku sudah bisa pulang. Tapi gara-gara Kim seonsaengim menyuruhnya, aku akhirnya telat. Lagi.

Di parkiran, aku masih melihat beberapa mobil. Salah satunya mobil yang aku dan Ha rin pakai. Ketika aku hampiri, mobil masih dalam keadaan terkunci dan kosong. Ck, Ha Rin hilang lagi. Anak itu, gak bisa disuruh menunggu sebentar. Kemana sih dia. Kalau begini caranya, makin telat kan pulangnya. Kalau sudah seperti ini, biasanya kan aku yang dimarahi eonnie. Bukan Ha Rin. Akhirnya aku mencoba menghubunginya. Semoga dia mau mengangkat teleponku.

Tuuut…. Tuuuutttttt……

“Yeobeoseyo,” terdengar suara datar Ha Rin

“Ya, Rin-ah, eodiga???? Aku sudah diparkiran . Cepat kesini!! Kita sudah telat tahu!! Aisshhh.. paboya!!” semprotku pada Ha Rin.

“Ne. Jakkaman,” jawabnya tetap dengan suara datar.

Setelah Ha Rin mematikan hapenya. Aku mengeluarkan sebotol soda yang tadi aku beli di kantin. Kusenderkan mobilku dimobil. Aku melihat sekelilingku. Mas ada beberapa motor dan mobil. Waaaa.. padalah saat aku di koridor tadi, sepertinya tidak ada orang sama sekali. Tidah lama kemudian, kudengar langkah kaki. Aku yakin itu adalah Ha Rin, anak itu kan kalau jalan cepat. Aku pun menengok.

“PARK HA RIN KENAPA KAU… “ omonganku terputus setelah melihat namja bermuka datar dihadapanku. Ternyata bukan Ha Rin. “ Mian” kataku santai sambil mengahdap kembali ke belakang. Aku pernah melihat namja itu beberapa kali. Ia sering dibicarakan oleh yeoja-yeoja di sekolah ini. Kalau tidak salah namanya kibum sunbae, ketua basket disekolahku. Kalau dilihat-lihat, dia memang tampan sih. Tapi lihat wajahnya yang datar dan dingin itu. Mengingatkanku dengan Ha Rin saja.

Tidak lama kemudian, seseorang menepuk bahuku. Ternyata Ha Rin. Hhhhhh.. sebenarnya aku benci sekali melihat Ha Rin dan wajah datarnya itu. Ia langsung masuk ke mobil tanpa sepatah katapun sedangkan aku hanya menatapnya bingung dan terdiam di tempatku. Sesaat kemudian, Ha Ri n keluar lagi dari mobil masih dengan wajah datarnya.

“Ya, palli” katanya dingin.

Aku hanya terdiam dan terbengong-bengong melihat kelakuan aneh anak itu. Mulutku langsung komat kamit sambil masuk ke mobil. Kami pun keluar dari perkiran. Sekilas aku masuh bisa melihat Kibum Sunbae sedang menyalakan motornya.

Park Young Ran POV

Kuliahku hari ini selesai lebih cepat dari sebelumnya. Jadi aku langsung kembali ke apartemenku. Aku memang tidak terlalu suka nongkrong-nongkring dengan teman-teman sekampusku. Buang-buang waktu kan. Lagipula hari ini aku harus naik bus karena mobil yang kupai sehari hari sedang dibengkel gara-gara dongsaengku Ah Sung tidak sengaja menabrakkannya. Oiya, hari ini kan gilirinnya masak makan malam. Semoga dia masak bulgogi deh. Sekitar 30 menit kemudian aku tiba didepan pintu apartemenku. Ketika aku masuk, aku melihat sendal-sendal yang biasa dipakai dongsaengku masih tertata rapi di rak.

“Omo, apakah mereka telat lagi?” runtukku. “Padahal aku sedang lapar sekali” akupun masuk dan membuka kulkas. Sial, tidak ada makanan apapun selain apel. “Aisshhh…” aku membanting pintu kulkas dengan aksarnya dan membanting diriku ke sofa.

“Anak itu,lihat saja kalau mereka sampai nanti” kataku sambil mengacak rambut.

Author POV

Pintu apartemen terbuka, Ha Rin dan Ah Sung masuk sambil mengendap-ngendap. Waktu mereka menutup pintu dengan pelan-pelan dan ingin masuk kedalam  ternyata Young Ran sudah berdiri disana sambil menyilangkan tangannya.

“Ya, kemana saja kalian?!” kata Young Ran sambil menyeringai.

Ha Rin pun berkata ,” Mianhae eonnie” dan langsung masuk ke kamar dengan wajah datar. Seperti biasa. Ah Sung mengekor dibelakang Ha Rin dengan tampang polos.

“YA YA YA, AH SUNG!! KAU PIKIR KAU MAU KEMANA??? SINI KAU!! PALLIIIIII!!” Bentak Young Ra. Ah Sung akhirnya mengikuti Young Ran sambil menunduk.

“Kau lupa hari ini giliranmu memasak?”, tanya Young Ran yang dibalas dengan senyuman Ah Sung. “ Aku lapar. KAU!! Penrgilah dengan Ha Rin mencari makanan. Palli,” suruh Young Ran cuek sambil menyalakan TV. Dia memang sangat terbiasa menyuruh-nyuruh orang.

“Shiro! Aku ada PR, eonnie” kata Ah Sung sambil berdiri.

“Ya, kau berani?” tanya Young Ran dengan tatapan lurus di TV. “Kulkas kita kosong. Kalau kita tidak membeli makanan, kita akan kelaparan”

Ah Sung akhirnya menyerah dan berkata,”Hah, geureh” kata Ah Sung sambil menghentakkan kaki.

Ha Rin dan Ah Sung menyusuri pertokoan di Daegu. Hari sudah malam, sudah banyak sekali toko yang tutup. Untung saja di ujung jalan masi ada toko ayam yang buka. Mereka pun langsung masuk dan memesan beberapa porsi untuk dibawa pulang. Samnbil menunggu pesanan mereka datang, Ah Sung celingukan sendiri dan mendapati seoarang namja sedang makan ayam dengan lahapnya. Dia oun cekikikan sendiri.

“Ya, Rin-ah, lihat itu. Rakus sekali ya namja itu,” kata Ah Sung. Ha Rin hanya tersenyum kecil dan kembali menatap handphonenya. Sedangkan Ah Sung kembali menatap naja itu dan memperhatikannya dengan seksama. Tidak lama kemudian ia menutup mulutnya kaget. Namja itu pun menoleh sambil masih memegang ayam ditangannya.

Dengan tatapan masih tertuju pada namja itu, , Ah Sung mengibas-ngibaskan tangannya yang tanpa sengaja mengenai kepala Ha Rin.

“YA YA YA, waeyo???” tany Ha Rin sewot.

“Namja itu bukannya ketua OSIS kita ya??” tanya Ah Sung. Namja yang daritadi diperhatikan itu akhirnya menoleh kearah dua yeoja yang sedang berdiri itu. Ah Sung dan Ha Rin pun panik dan refleks menghadap ke depan ketika dilihat oleh namja itu. Untungnya tidak lama kemudian, ayam pesanan mereka datang.

Setibanya di apartemen, mereka mendapati Young Ran sudah tertidur di sofa. “Ya, eonnie, irreona!!” teriak Ah Sung sambil menggoyang-goyangkan badan Young Ran dengan kasar. Sedangkan Young Ran tidak bergerak sedikitpun. Dirasakannya Ha Rin mencoleknya. Ha Rin memberikan plastik ayam yang daritadi ia pegang.

“Pegang ini, aku ngantuk,” kata Ha Rin sambil meninggalkan kedua eonnienya.

Dengan perasaan kesal Ah Sung menarik plastik ayam itu dan langsung masuk ke kamarnya.

Jinki POV

Hari ini rapat osis selesai sekitar pukul 5 sore. Jadinya aku ingin pulang bersama Kibum. Tetapi dia ada acara lain jadi terpaksa aku harus pulang sendiri. Sebelum pulang aku mampir dulu ke toko ayam milikku. Seperti biasa aku memesan satu porsi ayam. Kebiasaan aku memesan satu porsi ayam ini memang tidak bisa dihentikan. Karena sudah malam aku cepat-cepat menghabiskan makananku. Tidak lama kemudian aku melihat 2 orang yeoja masuk ke dalam restauranku. Sepertinya mereka anak sekolahku juga, karena mereka menggunakan seragam yang sama sepertiku. Kalau dilihat-lihat, yeoja berambut kira-kira sebahu itu cantik juga. Tapi mukanya dingin sekali. Ah… aku harus kembali konsen pada ayamku ini. Lama-lama aku merasa ada yang memperhatikan aku, haish apa mereka belum pernah melihat namja setampan aku? Dengan kesal aku menengok pada 2 yeoja yang tadi memperhatikanku. Yaampun.. 2 yeoja itu lagi, mereka itu kenapa sih. Mereka langsung panik ketika sadar aku melihatnya.

Park Young Ran POV

Pagi ini aku terbangun dalam keadaan perut super kelaparan. Jadi aku menghampiri meja makan dan mendapati sebuah kantong plastik berisi ayam. Kelihatannya kedua dongsaengku itu tidak menyentuh makanan itu sama sekali. Hari ini aku harus berangkat kuliah lebih pagi, karena aku ada kuliah tambahan ditambah lagi aku harus menggunakan bus. Tak berapa lama menunggu di halte. Akhirnya bus ku datang. Lalu aku naik dan mencari tempat duduk di dalam bus. Sayangnya bus itu penuh dan aku harus berdiri. Tiba-tiba kurasakan seseorang menyenggol bahuku, akupun langsung menengok. Seorang namja terlihat terkantuk-kantuk dengan headphone di telinganya.

“aissshhh.. menyudahkan saja,” gumamku. Tidak lama kemudian aku merasakan lagi namja itu menyenggolku. Kali ini dia terbangun. Namja itu menyibakkan poninya dan menatapku dengan matanya yang teler.

“mianhae,” katanya singkat. Akupun baru sadar kalau dia itu Taemin, ketua club dance di kampusku. Ini pertama kalinya aku melihatnya sedekat ini. Bukankah biasanya dia memakai motor ke kampus? Mmm… wajahnya biasa-biasa saja. Tidak setampan yang teman-temanku katakan. Wajahnya malah terlihat seperti anak kecil. Lucu sih tapi biasa saja. Aku pun sampai dikampusku. Aku turun dari bus diikuti oleh namja itu. Tiba-tiba terdengar seseorang menyapaku.

“kau bersekolah di kampus ini juga?” tanya Taemin dengan tampang agak terkejut. “ne,” jawabku sambil beralih meninggalkan anak itu. Sok akrab sekali sih, pikirku.

PART 2

Key POV

Kriiiiing kriiiing

“aiiissshhh suara apa sih!” gumamku, sambil meraba-raba meja disampingku dengan kesal. Tidak sengaja aku menjatuhkan hp ku yang tadi berbunyi.

“mengganggu sekali,” akupun membalikan badanku dan tanpa sengaja menatap jam yang ada di dinding kamarku. “OMOO!! Telat lagi?!!” kataku panik. Ini yang ke berapa kali aku sudah telat ke sekolah. Aku pun langsung bangun dan mengganti bajuku tanpa mandi. Untung saja eomma dan appa sedang di luar negeri. Kalau mereka tahu aku telat lagi, bisa-bisa semua fasilitasku disita. Akupun bergegas menyalakan motor dan mengegasnya ke sekolah. Benar saja. Gerbang sekolah sudah ditutup. Setelah beberapa saat kemudian sebuah mobil datang.

“Haha.. ada yang telat juga,” kataku sambil menyeringai. Seorang yeoja keluar dari mobil itu.

“Ahjusshi buka pintunya!!” teriak pintunya kepada satpam sekolahku. Itukan yeoja yang kemarin meneriakiku. Heboh sekali sih dia. Untungnya karna teriakannya, satpam sekolahku datang dan membuka gerbang. Ada gunanya juga yeoja itu.

Author POV

3 orang siswa terlihat sedang berdiri di tengah lapangan.hari ini Ha Rin dan Ah Sung di hukum karna telat.

“Ya, Rin-ah coba kau tadi mandi lebih cepat. Kita tidak akan di hukum seperti ini dengan Lee seonsaengim.” Sedangkan satu siswa lagi sedang sibuk bermain basket.

“Ha Rin Ha Rin,” senggol Ah Sung pada Ha Rin.

“sssttt tidak bisakah kau diam sebentar eonnie?” kata Ha Rin datar. Ah Sungpun hanya bisa mendelik. Tanpa sengaja matanya tertuju pada sunbae yang sedang bermain basket itu. Mata mereka beradu. Namja itupun langsung menoleh dan menatap Ah Sung tajam.

“Ya, apa kau lihat-lihat?” kata namja itu. Ah Sung pun langsung membuang muka dengan kesal. “menyebalkan sekali makhluk-makhluk ini,”

Tidak beberapa lama kemudian, Lee seonsangim datang.

“Ah Sung Ha Rin kalian sudah boleh masuk,” kata Lee seonsaengim. Lalu ia melihat pada siswa yang dari tadi sibuk bermain basket.

“Ya, Kibum. Sejak kelas 10 sampai mau lulus kau masih saja telat? Mau jadi apa kau ini. Kalau bukan karna ayahmu, mungkin kau sudah dikeluarkan dari sekolah ini,” omel Lee seosangim yang hanya dibalas dengan tatapan dingin Kibum. Lee seosangim pun akhirnya meninggalkan Kibum tanpa berkata apa-apa lagi, sedangkan Kibum kembali melanjutkan dengan permainan basketnya.

Bel berbunyi

Istirahat pun tiba Ha Rin dan Ah Sung pun pergi ke kantin. Seperti biasa keadaan kantin itupun terlihat ramai. Setelah mereka mengambil  makanan mereka. Merekapun bergegas mencari tempat yang kosong. Tanpa disengaja Ah Sung yang pecicilan menabrak Ha Rin. Membuat nampan yang di pegang Ha Rin menjatuhi seorang namja di depannya. Namja itu terlihat shock melihat semua makanan yang ada di bajunya itu.

“YA, DIMANA MATAMU!!” bentak Jinki sunbae.

“Omona, mianhae. Jeongmal mianhae.” Kata Ah Sung sedangkan Ha Rin hanya diam tanpa berkata sepatah kata apapun. Mata Jinki sunbae hanya tertuju pada Ha Rin.

“Kau tidak meminta maaf?”

“kan tadi Ah Sung yang menabrakku. Kalau tadi dia tidak menabrakku aku tidak akan menjatuhkan nampan yang tadi aku pegang. Lagi pula dia kan sudah minta maaf. Jadi untuk apa aku minta maaf juga.” Tatapan Ha Rin tetap dingin. Ha Rin pun pergi begitu saja meninggalkan Ah Sung dan Jinki sunbae. Tak lama Ha Rin menatap ke belakang lagi dan menatap Ah Sung tajam. “Palli!!” katanya sambil berlalu. Ah Sung pun langsung mengekor dibelakang Ha Rin dan menunduk sedikit pada Jinki sunbae.

Di koridor, Ah Sung mencoba menyamakan langkahnya dengan Ha Rin dan berkata,” Rin-ah” kata Ah Sung lemas. “Kenapa sih kau keras kepala sekali?!”.

Ha Rin langsung berhenti dan menatap Ah Sung dengan tajam. “Mwo?? Bukannya ini salahmu?? Kalau kau tadi tidak menabrakku, aku tidak mungkin menjatuhkan nampanku,” bentak Ha Rin.

“Ya, Rin-ah, bagaimanapun aku ini lebih tua darimu!! Sopanlah padaku sedikit!!: bentak Ah Sung juga. Seketika mereka menjadi pusat perhatian seluruh sekolah. Saking kesalnya, Ah Sung langsung pergi meninggalkan Ha Rin yang masih berdiri di tempatnya.

Ah Sung POV

“Menyebalkan sekali sih anak itu!! Kalau dia bukan saudaraku, sudah kuhajar dia’” gerutuku sambil menyusuri taman. Di jam jam seperti ini, taman itu biasanya sepi. Akupun duduk di salah satu kursi di taman itu. Di sana, aku hanya menggoyang-goyangkan kakiku untuk meredakan emosiku. Tidak disangka ada orang lain ditaman itu. Sepertinya dia sedang memperhatikanku. Ketika aku menoleh dan menatap namja itu, ternyata dia adalah Kibum sunbae. Aahhhh.. benci sekali aku melihat namja itu.

“Apa kau lihat-lihat aku?!” semprotku. Kibum sunbae terlihat kaget mendengar bentakanku.

“Cih ….. “ gumamnya sambil berlalu meninggalkanku.

Author POV

Karena pertengkaran kecil tadi, Ah Sung memilih pulang naik bus daripada harus semobil dengan Ha Rin. Di perjalanan Ah Sung bertemu dengan Young Ran.

“Eonnie, kau pulang cepat??”

“Sung-ah, kenapa kau naik bus?? Bukankah seharusnya kau pulang dengan Ha Rin,” tanya Young Ran.

“Aku sedang bertengkar dengannya, eonnie,” jawab Ah Sung malas-malasan.

“Mwo?? Waeyo???” tanya Young Ran penasaran.

“ Ah, sudahlah eonnie. Aku sedang malas membahasnya,” jawab Ah Sung sambil memalingkan wajahnya. Tidak disangka perjalanan tanpa pembicaraan itu berakhir. Setibanya di apartemen, terlihat Ha Rin sedang menonton TV. Melihat mereka pulang, Ha Rin pun langsung masuk ke kamar dan menguncinya. Melihat itu, Young Ran hanya bisa menggeleng kepala. Keesokan harinya, perang dingin itu masih terjadi antara Ha Rin dan Ah Sung. Ah Sung seperti biasa tidak mau berangkat bersama Ha Rin.

Taemin POV

Aku datang lebih awal dari sebelumnya. Sudah lama aku tidak latihan jadi aku memutuskan untuk latihan sendiri minggu ini. Waktu itu, ruang musik masih kosong. Akupun menyalakan lagu dan mulai bergerak mengikuti musik itu. Tiba-tiba, pintu ruang musik terbuka dan aku mendapai seorang yeoja berambut panjang. Waaa.. dia kan yeoja yang kemarin bertemu denganku di bus.

“Ada perlu apa??” tanyaku pada yeoja itu sambil mematikan lagu yang tadi aku putar.

“Ahhh… Ituuu.. Apakah disini ada gitar??” tanya yeoja itu gugup.

“Oh, ada. Itu dipojok!” kataku sambil menunjuk gitar dipojok ruangan. Yeoja itu bergegas mengambil gitar itu. “Kau anak yang kemarin bertemu denganku di bus,kan?”

“Ah, ne, waeyo??” jawabnya dingkat.

“Siapa namamu??” tanyaku mengawali pembicaraan.

“Young Ran” jawabnya makin singkat,

“Kau dikelas mana??” tanyaku lagi.

“Kau ini kenapa banyak tanya sih??” tanyanya sambil mengangkat alis.

“Haha.. anniyo. Hanya sedikit penasaran saja,” tawaku sambil menutup mulutku. Yeoja itu hanya tersenyum sedikit.

“aku balik ke kelas dulu ya. Aku. Sibuk.” Aku hanya tertawa melihat kelakuan aneh yeoja itu. Semoga aku bisa bertemu lagi dengannya di bus.

Author POV

Bel sudah berbunyi tapi Ha Rin malas ke kelas karena Ah Sung. Ha Rin hanya duduk di salah satu kursi di perpustakaan. Ha Rin sangat suka tempat ini, sangat tenang. Sekilas Jinki melintas di depan perpustakaan dan melihat seorang yeoja yang kemarin menumpahkan makanan ke bajunya. Sekejap  emosi Jinki meledak dan langsung menghampiri yeoja itu. Masuk ke dalam perpustakaan dan menjebret pintu. Ha Rin yang sedang mendengarkan earphone tidak mendengar ada yang mendekatinya. Jinki yang kemarahannya sudah memuncak langsung memukul meja yang ada di depan yeoja itu. Sekilas terlihat yeoja itu sedikit kaget tapi dia langsung menghiraukannya dan kembali menatap handphonenya. Jinki makin kesal melihat kelakuan yeoja itu dan menarik yeoja itu dari kursi. Ha Rin pun kesal dan mencopot earphonenye dengan kasar.

“Ya, waeyo? Lepaskan aku!!” katanya sambil melepaskan tangan Jinki dari lengannya.

“Kamu masih belum mau minta maaf? Kau tak tau aku ini siapa?”

“untuk apa aku minta maaf? Lagi pula kau ini siapa? Apa aku perlu tau?” tanya Ha Rin sama judesnya.

“Hasshhh.. Jinjja?! Apa yang kau katakan barusan?” kata Jinki sambil menyunggingkan bibirnya.

“ Aku bilang, apa aku perlu minta maaf? Apa aku perlu tau kau itu siapa, OPPA?!” kata Ha Rin dengan nada ditekankan sambil memberikan senyuman jahil.

“OMO OMO OMO, kau iniiiii……..” tidak menyelesaikan kata-katanya, Jinki malah pergi meninggalkan Ha Rin. Setelah sampai di depan pintu perpustakaan, Jinki pun kembali menengok dan menatap Ha Rin. “ Lihat saja, aku akan membuatmu minta maaf kepadaku!”

“Ne oppa. Annyeong!!” kata Ha Rin dengan manisnya sambil melambaikan tangannya. Jinki pun kehabisan kata kata melihat kelakuan Ha rin.

Key POV

Seperti biasa, aku telat lagi. Jadi sekarang aku dihukum lagi. Sialnya, aku harus dihukum bersama hobae menyebalkan itu lagi. “Aisshh.. sial sekali sih aku hari ini,” gumamku. Aku mulai mendribble bola dan men-shootnya, namun gagal. Bola itu malah menggelinding mendekati yeoja itu. Ia hanya menatap bola itu dengan tatapan kosong.

“Ya, lemparkan bola itu!!” pintaku. Diapun mengambil bola itu dengan malas- malasan dan melemparkan bola itu.

Part 3

Tiba-tiba aku merasakan pusing di kepalaku. Ternyata bola yang dilempar yeoja itu mengenai TEPAT di kepalaku.

“YAAAAA, MICHEOSO?!” teriakku. Yeoja itu langsung menutupi mulutnya kaget.

“Sun.. Sunbae, mian!!” kata yeoja itu tergagap-gagap. Akupun langsung menghampiri yeoja itu.

“Kau kira kepalaku ini ring?!” bentakku.

“ Tapi tadi kan kau yang menyuruhku….” Kata yeoja itu terputus.

“Jangan menjawab!!” putusku. Yeoja itu langsung menunduk mendengar bentakanku. Jangan –jangan yeoja itu menangis, pikirku.

“Aisssshhhh.. Jangan menangis!!” bentakku.

Tiba-tiba yeoja itu mengankat kepalanya dan berkata, “YA, siapa yang menangis?! Sok tahu sekali kau ini!!” bentaknya. Akupun terkaget. Baru kali ini aku dibentak oleh seorang yeoja.

“ Hey, bagaimana kalau kita tanding basket saja?! Kalau kau kalah, kau harus minta maaf padaku karena membuatku kesal. Tapi kalau kau menang, aku yang minta maaf padamu!!” tantang yeoja itu.

“Ck, kau pikir kau bisa menang?!” kataku dengan nada mengejek.

“Kita lihat saja nanti siapa yang menang” katanya santai. Permainan pun dimulai. Seiring berjalannya permainan ini, ternyata dia tidak jelek juga. Tapi sepertinya hari ini memang hari sial bagiku. Pada akhirnya, skorku hanya beda satu poin dengannya. Akupun mendengar yeoja itu tertawa tebahak-bahak melihat kekalahanku. “Sial,” gumamku.

“Jadi sebegitu saja kemampuan seorang ketua tim basket?? Memalukan!!” katanya sambil tertawa lagi.

“kau itu hanya beruntung!!” jawabku tidak mau kalah.

“Cepat minta maaf padaku!!” kata yeoja itu.

“Siapa namamu?” tanyaku pelan.

“ Park Ah Sung Imnida,” jawabnya singkat. Sepertinya aku mengeluarkan jurus ampuh dari hyung. Akupun mengeluarkan senyum termanisku.

“Sung-ah, mianhae. Jeongmal mianhae,” kataku sambil tersenyum. Sekilas aku melihat wajah yeoja itu memerah. Pati dia sudah terpesona dengan senyumanku tadi.

“Sok imut banget sih!!” katanya datar. Akupun tidak bisa berkata apa-apa. Kelihatannya yeoja ini berbeda.

Ha Rin POV

Hari ini aku duduk sendirian di kantin karena aku masih bertengkar dengan temanku satu-satunya, Ah Sung. Tiba-tiba seorang namja mendekatiku. Seorang namja yang sangat aku benci. Namja itu langsung memduduki kursi yang ada didepanku dan menatapku sambil menyangga dagunya.

“Rin-ah. Mianhae. Jeongmal mianghae,” kata namja itu dengan aegyo-nya. Aku pun terperanjat. Apa-apaan sih namja ini.

Jinki POV

Hari ini aku berencana menjalankan misiku untuk meluluhkan hati seorang yeoja yang dari kemarin membuatku kesal. Hari itu, tanpa sengaja aku melihat yeoja incaranku sedang duduk sendirian di kantin. Aku pun langsung menghampirinya dan langsung duduk di depannya dan langsung mengeluarkan aegyo-ku. Yeoja itu malah terlihat bingung dan jijik melihat kelakuanku barusan.

“Apa-apaan kau ini?!” tanya yeoja itu kasar. Aku mencoba untuk tidak terpancing emosi.

“Ya, aku ingin meminta maaf padamu. Kemarin kan aku sudah berbuat kasar padamu. Kau mau memaafkanku?!” tanyaku. Yeoja itu tetap terlihat bingung.

“Kenapa tiba-tiba kau baik padaku?” selidik yeoja itu.

“Aisshh.. Aku ini kan ketua OSIS. Aku harus memberikan contoh yang baik dong! Lagipula kenapa sih kau curiga sekali??” aku mencari alasan.

“Iya. Aku memaafkanmu. Sekarang kau pergi!!” katanya sambil menatap hapenya.

Sepulang sekolah, aku menghapiri Ha Rin dan mencoba untuk mengantarnya pulang. “Rin-ah, mau tidak pulang bersamaku??” ajakku.

“Aku membawa mobil’” kata Ha Rin sambil membuka pintu mobilnya tanpa melihat sedikitpun kearahku. Akupun merampas kunci itu.

“Aku yang akan membawanya kalau begitu,” paksaku. Yeoja itu telihata agak pasrah dan mengikut saja.

Author POV

Young Ran dan Ah Sung sedang menonton dengan asiknya siang itu. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu. Ah Sung mengintip untuk melihat siapa yang datang. Ia kaget dan langsung menghapiri Young Ran.

“Ya, eonnie, bukankah itu namja ketua OSIS di sekolahku? Jangan-jangan ia ingin datang memarahiku karena peristiwa yang kuceritakan padamu waktu itu,’ katanya panik.

“Tenang saja. Ada aku!!” kata Young Ran sambil menepuk dadanya. Ia membuka pintu dan mengintip sedikit. “Nugu….” Omongannya terpotong. “Rin-ah??” young Ran punmembuka pintu. Akhirnya, Ah Sung dan Young Ran terbengong-bengong melihat Ha Rin diantar oleh seorang namja.

“ Annyeonghaseo. Choneun Lee Jinki imnida,” kata Jinki sambil membungkuk. Young Ran yang masi bingung hanya bisa mengangguk.

Ha Rin langsung masuk dan berkata,”Aku masuk dulu ya. Capek. Kunci mobilnya minta saja ke namja itu,” katanya sambil masuk ke kamar. Ah Sung sebal melihat kelakuan Ha Rin.

“Sunbae, gomawo sudah mengantar  Ha Rin pulang,” kata Ah Sung sambil menunduk sedikit.

“Gwaenchana,” kata Jinki denmgan manisnya. “Oiya, ini kuncinya,noona” lanjut jinki sambil menyerahkan kunci mobil yang daritadi dipegangnya kepada Young Ran yang masi bengong.

“Ne. Kamsahamnida,” kata Young Ran. Jinki pun pergi meninggalkan apartemen mereka. Ah Sung pun langsung menutup pintu. Lalu Young Ran berlari dengan hebohnya ke kamar Ha Rin.

“Ya, Rin-ah, apakah itu namjachingumu???” tanya Young Ran heboh.

“Ya, eonnie, jangan banyak berbicara. Mana mungkin aku uka dengan namja gila itu,” jawabnya datar.

“Lalu kenapa dia mengantarmu,” tanya Young Ran lagi.

“Karena. Dia. Gila,” kata Ha Rin sambil menutup tubuhnya dengan selimut. Ah Sung hanya bersandar di pintu Ha rin sambil melihat kelakuan aneh dua yeoja itu.

Young Ran POV

Aku menuruni tangga apartemenku siang ini. Kedua dongsaengku sudah berangkat daritadi. Untungnya hari ini mobilku sudah benar, jadi aku tidak perlu memakai busa lagi dan berangkat super pagi. Di tangga, aku berpapasan dengan seorang namja.

“Young-ssi, apa yang kau lakukan disini??” tanya namja itu sambil tersenyum. Ternyata itu Taemin. Aku ikutan bingung

”Kau, apa yang kau lakukan??” tanyaku.

“Aku kan tinggal di apartemen ini,” jawabnya sambil tersenyum lagi. “Kau???” tanyanya,

“Aku juga,” kataku sambil menggaruk kepala. Kami akhirnya menuruni tangga bersama. Kita cuma diem-dieman. Aku mencoba memulai pembicaraan.

“Kau tinggal di lantai berapa??” tanyaku datar. Ia kemudaian menoleh dan berkata,” Aku baru pindah kesini. Aku tinggal di lantai 18. Hehehehe..” jawabnya sambil menyengir. Akupun tersipu. Ternyata benar dia ini tampan, apalagi kalau dia tersenyum. Omooo, apa yang kau pikirkan Young Ran?! Pikirku. “ Oiya, kau mau berangkat bersamaku?? Aku bawa mobil ni,” ajakku.

“Anniyo. Aku naik bus saja,” ia terlihat malu-malu.

“Sudahlah, kita kan searah,” kataku sambil menarik tangannya.

Author POV

Bel pulang sekolah terdengar, murid-murid berlarian keluar sekolah begitu juga Ah Sung. Ia berjalan menuju halte sambil berjalan di trotoar dan memainkan hapenya. Ketika mau menyebrang menuju halte, sebuah motor melintas dan membuatnya kaget. Seketika hapenya jatuh dan terlindas motor itu.Ah Sung shock melihat hapenya sudah tidak berbentuk lagi. Tanpa disadari ia terjongkok dan menangis. bukan karena dia tidak mampu membeli yang baru, tapi itu adalah pemberian kakeknya yang sudah meninggal. Pemilik motor itu turun dan melepas helmnya.

“Gwenchana?” tanya Kibum panik sambil memgang pundak yeoja itu. Setelah diperhatikan, yeoja itu tidak terluka sama sekali tapi ia masih menangis.

“hapekuu…” kata yeoja itu sambil sesenggukan.

“Mwo?” Tanya Kibum bingung. Ternyata yeoja yang menangis itu adalah Ah Sung. Ia tidak menyangka yeoja itu bisa menangis tersedu-sedu hanya karna hapenya rusak. Padahal kemarin ia membentak yeoja itu, yang malah dibalas dengan bentakan dari yeoja itu. Dari pada jadi pusat perhatian, Kibum pun menarik yeoja itu dan menyuruhnya naik ke motor. “Apaan?” tanya yeoja itu masih menangis. “naik saja,” kata Kibum datar. Mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan. Setelah memarkirkan motornya, Ah Sung mengekor Kibum masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu.

“Kita mau kemana?” tanya Ah Sung sambil menarik jaket yang digunakan Kibum.

“Jangan banyak tanya, ikut saja.” Katanya sambil terus berjalan. Mereka memasuki sebuah toko handphone yang cukup besar. “Nah, karna tadi aku sudah melindas hapemu. Kau boleh pilih salah satu hape disini. Yang mana saja.” Kata Kibum sambil melihat-lihat.

“Jinja?” tanya Ah Sung pada Kibum sambil melotot. Namun tidak di jawab oleh Kibum.

“waaa jangan-jangan kau ingin merayuku ya? Atau jangan-jangan kau menyukaiku?” Goda Ah Sung sambil tersenyum. “Ya, kau ini pede sekali,” kata Kibum sambil menoyor kepala Ah Sung. “cepat pilih saja.” Lanjutnya. Setelah selesai memilih-milih hape. Kibum pun memaksa agar Ah Sung mau diantar ke apartemennya.

Part 4

Author POV

Sekitar pukul 9 malam Kibum dan Ah Sung tiba di pintu apartemen mereka. Karena memiliki kunci sendiri, jadi dia tidak perlu membangunkan Ha Rin dan Young Ran. Ketika pintu terbuka terlihat Young Ran sedang makan es krim sendiri depan tv.

“Kibum sunbae ayo masuk sebentar,” ajak Ah Sung sambil melepaskan sepatunya.

“panggil Key saja.” Kata Key sambil melangkah masuk. Key pun langsung duduk di sofa di sebelah Young Ran yang sedang asik menikmati es krim. Young Ran hanya terdiam menatap namja yang kurang sopan itu, sambil mengemut sendok es krim yang di makannya. Key yang sadar sedang di perhatikan yeoja di sebelahnya akhirnya tersenyum dan berdiri.

“Annyeonghaseyo, choneun Kibum imnida.” Kata Key sambil menunduk. Young Ran yang masih bingung hanya menyengir. Tidak lama kemudian bel apartemen berbunyi. Ah Sung langsung membuka pintu dan mendapati seorang namja sedang berdiri.

“nuguseyo??” tanyanya.

“apakah Young Ran ada? Aku Taemin temannya.” Kata Taemin sambil tersenyum. Ah Sung pun langsung mempersilahkannya masuk. Taemin yang menyadari keberadaan Key langsung heboh.

“Ya, Key. Apa yang kau lakukan disini?” teriak Taemin. Key yang melihat Taemin juga ikut terkaget.

“Hyung?” kata Key sambil memiringkan kepalanya.

“Kalian saling mengenal?” kata Young Ran sambil berdiri dari sofa.

“Dia ini adiknya Jonghyun, namja playboy di kampus kita. Kau kenal kan?” kata Taemin sambil menunjuk Key.

“ooh.. Ne, arraseo. Jadi ini adik namja playboy itu.” Kata Young Ran sambil mengangguk-angguk. Key pun langsung melirik Taemin dengan sedikit kesal.

“Ya, Hyung. Jonghyun hyung yang playboy bukan aku!” kata Key kesal.

“Halaah, wajah sepertimu itu pasti playboy juga.” Ejek Ah Sung yang sedang menyenderkan dirinya di kulkas sambil menyunggingkan senyumnya.

“Kamu ngapain kesini?” tanya Young Ran pada Taemin.

“mmm, cuma mau main saja.” Kata Taemin sambil tertawa.

“Sudah kita makan saja dulu. Ayo” ajak Ah Sung sambil melangkah ke meja makan. Awalnya Key menolak ajakan mereka tapi karna dipaksa Ah Sung dia mau saja. Karna dia sedang malas berdebat dengan Ah Sung. Meja makan itu penuh malam ni, tidak seperti hari-hari biasanya. Sepi. Bahkan tidak pernah dipakai. Saat Key ingin mengambil ayam yang ada didepannya, Taemin langsung memukul tangan Key.

“Ya, hyung. Aku duluan yang mengambil ayam ini.” Omel Key sambil memanyunkan bibirnya.

“Ya, harusnya kau yang mengalah pada hyungmu ini, Kibum-ssi.” Omel Taemin balik. Ah Sung dan Young Ran hanya diam melihat kedua namja itu. Mereka pun lalu melihat satu sama lain. Sedangkan Key dan Taemin masih sibuk dengan perdebatannya.

“Ya, kalian ini kenapa sih? Kan ada ayam yang lain, jangan seperti anak kecil deh.” Bentak Young Ran. Taemin dan Key yang mendengar bentakan Young Ran hanya terdiam. Sedangkan Ah Sung malah berdiri dari kursi yang didudukinya, dan berkata pada Key.
“Ya, aku sudah selesai makan. Kau kalau sudah selesai makan pulanglah. Memangnya kau mau di apartemenku terus sampai malam?” tanya Ah Sung jutek. Key melihat jam dan berdiri.

“maaf noona aku pulang duluan ya, sudah malam. Maaf sudah merepotkan.” Kata Key sambil melangkah keluar apartemen. Young Ran tersenyum pada Key.

“Ah, aku juga pulang ya. Sampai jumpa besok.” Young Ran menunduk sedikit lalu melambaikan tangan pada Taemin yang sudah keluar apartemen.

Ah Sung POV

Hari yang melelahkan. Kalau bukan karena Key sunbae pasti hari ini menjadi lebih baik. Tidak lama kemudian, eonnie masuk tanpa mengetuk pintu . Aisshhhh.. kebiasaan sekali sih.

“eonnie, tidak bisakah kau mengetuk dulu??” dia tidak memperhatikan. Malah langsung duduk denagn kasarnya di kasurku.

“Ya ya, Sung-ah, bukankah tadi itu namjachingumu?” kata eonnie sambil membelakangiku. Karena kesal, aku melempar bantal yang kupegang dari belakang. “Ya, apa-apaan aku ini? Aku kan hanya bertanya” omel eonnie sambil mengusap kepalanya.

“Bukan,” akupun langsung mendorong eonnie keluar kamar. Setelah ia keluar, aku langsung membaringkan tubuh. Hah… semoga besok menjadi hari yang lebih baik.

Jinki POV

Ya ampun, ternyata pekerjaanku sebagai ketua OSIS melelahkan sekali ya. Pagi-pagi sudah datang kesekolah untuk rapat yang tidak penting. Ditambah lagi aku tidak bisa berkonsentrasi karena memikirkan Ha Rin, yeoja menyebalkan yang suka jual mahal itu. Siang ini aku harus bertemu lagi dengannya.

Rapat OSIS siang itu sudah selesai. Aku langsung berjalan menuju kantin namun sayang aku tidak dapat menemukan sosok yeoja yang aku cari itu. Ah, mungkin dia ada perpustakaan, pikirku. Stibanya aku di perpustakaan, aku tetap tidak dapat menemukan Ha Rin. Kemana ya dia. Hhh.. Sepertinya aku harus pergi ke apartemennya siang ini.

Bel pulang berbunyi. Aku langsung berlari ke parkiran dan langsung menggas mobilku menuju ke apartemen Ha Rin. Setibanya disana, aku langsung membunyikan bel. Benar saja, seorang yeoja bertampang acak-acakan keluar untuk membukakan pintu.

“Ada perlu apa kau ke apartemenku?” tanya Ha Rin datar

“Tadi aku mencarimu di kantin dan di perpustakaan, namun kau tidak ada. Jadi terpaksa aku kesini,” jawabku sambil tersenyum.

“Untuk apa kau mencariku?” tanyanya lagi. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan melongok kedalam apartemennya.

“Boleh aku masuk??” sebelum dia menjawab, aku langsung masuk ke dalam apartemennya tanpa permisi. Aku langsung duduk di satu-satunya sofa di apartemen itu.

“Kalau tidak ada kepentingan, kau pulang saja,” kata Ha Rin sambil menguap. Tidak lama kemudian, pintu apartemen terbuka dan seorang yeoja yang aku kenal masuk. Yeoja itu terlihat bingung melihatku yang ada di apartemennya.

“Sunbae, apa yang sedang kau lakukan disini??” kata Ah Sung sambil membungkuk sedikit.

“Aku ada sedikit keperluan dengan Ha Rin,” jawabku sambil memberikan kode pada Ah Sung agar dia pergi. Untung saja dia mengerti dan masuk ke kamarnya.

“Ayo ikut aku!” ajakku sambil menarik tangan Ha Rin.

“Mau kemana??” tanya Ha Rin sambil menatapku tajam. Aku kembali tidak menjawab dan langsung berjalan kearah mobil. Kami pun berangkat. Sesampainya di toko musik langgananku itu, Ha Rin hanya celingukan.

“Aku perhatikan kau suka sekali mendengarkan lagu. Lagu apa yang kau suka??” tanyaku.

“Aku suka lagu-lagu 2pm,” katanya sambil mulai melihat-lihat.

“Jinja?? Aku dengar mereka akan konser kan? Kau mau menonton bersama?? Aku juga suka mereka,” ajakku tulus.  Dia kelihatannya tertarik dengan ajakanku.

“Mwo? Benarkah? Wah, kebetulan sekali, kemarin aku mencari teman untuk kuajak ke konser itu. Tapi eonnie-eonnie ku tidak ada yang menyukai 2pm,” jawab Ha Rin panjang lebar. Ternyata dia bisa bawel juga. Aku tersenyum. Dia cantik kalau seperti ini, pikirku. Aisshhh.. ingat Jinki!! Kau mendekati dia hanya untuk mebuat dia luluh. Buang pikiran itu jauh-jauh.

“Baiklah! Kalau begitu besok kita beli tiketnya,ya!” Ajaknya bersemangat.

“Ne, geureyo!” kataku sambil mengangguk.

Ha Rin POV

Hari ini Jinki sunbae mengajaku jalan-jalan. Orang ini semakin hari semakin aneh saja. Awalnya, aku sama sekali tidak tertarik dengan ajakannya. Namun aku mulai berubah pikiran ketika kami memasuki sebuah toko musik. Ditambah lagi, dia mengajakku menonton konser boyband yang sangat aku suka. Aku tidak menyangka bahwa anak sepertinya menyukai band seperti 2pm juga. Setelah membeli beberapa kaset, jinki sunbae mengajakku makan di restoran miliknya. Ternyata toko ayam yang waktu itu aku datangi dengan Ah Sung adalah miliknya. Aku ingat sekali watu itu kami melihat Jinki sunbae makan ayam dengan lahapnya. Ia terlihat lucu sekali saat itu. Jinki sunbae mengajakku masuk ke ruangan untuk tamu VIP.

“Kau mau makan apa???” tanya Jinki sunbae.

“Sama saja dengan kau,” jawabku singkat. Jinki sunbae pun langsung memesan 2 porsi ayam pada pelayannya itu. Ia kemudian membisikkan sesuatu pada pelayan itu. Apa ya yang dia bisikkan pada pelayan itu. Tidak lama kemudian pesanan kami datang dan kami mulai menyantap ayam-ayam itu. Tiba-tiba aku mendengarkan alunan musik dari boyband kesukaanku itu dimainkan di restoran itu. Aku melihat Jinki sunbae sambil tersenyum. Ia ikut tersenyum sambil berdiri. Tidak berapa lama kemudian, ia menggerak-gerakkan badannya sambil tertawa. Aku ikut tertawa melihat kelakuannya. Tiba-tiba, ia menarik tanganku dan menyuruhku untuk ikut menari bersamanya. Awalnya aku bisa mengikuti gerakannya, tapi makin lama musik itu makin cepat. Aku pun kelelahan dan langsung duduk. Jinki sunbae ikutan duduk disebelahku.

“Kau senang??” tanya jinki sunbae sambil tertawa. Aku mengangguk malu-malu. Aku tidak menyangka kalau jinki sunbae ternyata adalah orang yang sangat menyenangkan.

Put Your Hands up.. put your hands upp..

Hapeku berbunyi. Terlihat nama Young eonnie di layar hapeku.

“Yeobeoseo,” jawabku.

“YA, RIN-AH, DIMANA KAU??” teriak eonnie. Ck, bawel sekali sih dia.

“Aku sedang jalan bersama teman. Sebentar lagi aku pulang,” jawabku cepat sambil mematikan hapeku sebelu Young eonnie berbicara lagi.

“Eonnie-mu, ya??” tanya jinki sunbae sambil minum. Aku mengangguk. Jinki sunbae kemudian melihat jam dan berkata

“wah, sudah malam. Ayo kita pulang! Aku akan mengantarmu!” kata Jinki sunbae sambil berdiri. Di perjalanan, kami tidak berbicara apa-apa. Sesampainya di lobby apartemen, aku turun dan mengintip kedalam mobil yang dibawa jinki sunbae.

“Kamsahamnida, sunbae untuk hari ini,” kataku sambil tersenyum.

“Ne. Oiya, panggil aku Onew saja agar lebih akrab,” ia kemudian melambaikan tangannya padaku dan pergi.

Part 5

Author POV

Pagi ini, tiga yeoja kelihatan sibuk. Young Ran kelihatan sedang memasak, Ah Sung sedang mencuci beberapa piring kotor, sedangkan Ha Rin sedang menyiapkan meja untuk sarapan. Tidak biasa mereka berkumpul untuk makan pagi, tapi kali ini Young Ran meminta mereka untuk sarapan bersama untuk membicarakan beberapa hal. Setelah semuanya siap, mereka duduk di kursi masing-masing.

Young Ran pun  memulai pembicaraan,”Kalian masih bertengkar??” tanyanya pada kedua dongsaengnya. Keduanya menggeleng bersamaan sambil tetap fokus kepada sarapan mereka. “Lalu, kenapa daritadi kalian tidak berbicara?? Biasanya kalian berisik sekali,” katanya lagi.

“Kita sudah tidak bertengkar kok, eonnie. Iya kan Ha Rin?!” kata Ah Sung sambil melirik Ha Rin. Ha Rin juga terpaksa tersenyum agar tidak ditanya-tanya lagi oleh Young Ran. “ Itu perasaanmu saja, eonnie,” lanjut Ah Sung sambil kembali menyantap makanannya.

Lalu Young Ran menatap maknae dirumah itu,” Kau! Kemana saja kau tadi malam?” tanya Young Ran sambil menatap Ha Rin tajam.

“Kemarin itu dia jalan dengan ketua OSIS yang waktu itu datang kerumah kita,” malah Ah Sung yang menjawab dengan mulut penuh makanan. Ha Rin pun mendelik ke arah Ah Sung sampai-sampai dia tersedak.

“Jadi kau tahu kemana Ha Rin kemarin? Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanyanya pada Ah Sung..

“Kenapa kau tidak bertanya padaku, eonnie,” jawab Ah Sung asal-asalan.

“Hah, yasudah!! Lupakan saja,” kata Young Ran menyerah.

Setelah Ah Sung dan Ha Rin menyelesaikan sarapannya, mereka bergegas pergi sekolah bersama.

“Kami berangkat dulu,eonnie. Annyeong!!” kata Ah Sung ceria. Setelah rapi-rapi sebentar, Young Ran berangkat. Saat ia membuka pintu, seorang namja sudah menunggu didepan pintu sambil tersenyum lebar.

“Annyeong Young-ah, berangkat yuk!” ajak Taemin.

“Mwo??” tanya Young Ran bingung.

“Kajja!!” Taemiin langsung menariknya tanpa basa-basi. Sesampainya diparkiran, Taemin langsung memberikan helm yang dipegangnya dan dipakaikan ke Young Ran. Young Ran hanya menurut saja.

“Kita naik motor?” tanya Young Ran.

“Iya. Cepat naik!” kata Taemin yang sudah duduk di bangku motornya itu. Young Ran pun langsung naik ke motor itu. “Pegangan yaaa,” teriak Taemin.

“Shiroooo,” kata young Ran. Tiba- tiba saja Taemin menggas motornya sehingga Young Ran refleks memeluk Taemin. Taemin tersenyum.

“Yaa!” teriak Young Ran sambil menepuk helm Taemin. Kini keduanya tersenyum.

Taemin POV

Hari ini aku berencana untuk mengajak Young Ran jalan-jalan. Setelah berhasil menyuruhnya naik kemotorku, akupun mulai menyalakan motorku. Aku sengaja menggas motorku dengan tiba-tiba. Benar saja, yeoja itu kaget dan tidak sengaja memelukku. Tiba-tiba aku merasa jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya. Ya ampun, Taemin! Kau ini kenapa coba!? Tidak berapa lama kemudian, aku menyetop motorku didekat sebuah bukit. Kami pun turun.

“Ya, Taemin-ah, ini. Bukan. Kampus,” kata Young Ran sambil menoyor pundakku. “Kau menculikku ya?” candanya. Kemudian ia tertawa lagi. Lagi-lagi jantungku berdegup dengan kencangnya. Aku pun merangkulnya, sambil bercanda,”Tidak apa kan,chagi. Sesekali kita bolos kuliah.” Wajah Young Ran memerah seketika.

“Apaan sih kau ini!” katanya sambil melepaskan diri dari rangkulanku. “Kita mau ngapain disini???” tanyanya lagi.

“Sudah. Jangan banyak tanya. Ikut saja. Kajja!!” aku kembali menarik tangannya. Sesampainya di puncak bukit, kita berdua duduk di semak semak di sekitar situ. Aku kemudian mengambil sesuatu dari balik semak semak itu. Sebuah gitar. Aku sudah menyiapkan malam tadi. Young Ran kelihatan makin bingung ketika melihat aku kembali sambil membawa sebuah gitar ditanganku.

“Waaaa.. Mau apa kau??” tanya Young Ran sambil melongo.

“Aku mau minta pendapatmu tentang lagu buatanku ini,” kataku sambil bersiap-siap.

“Kenapa tanya padaku???” tanyanya lagi.

“Aisshhh.. Kau ini banyak sekali bertanya ya. Sudah!! Berikan saja pendapatmu nanti,” kataku. Perlahan jari-jariku mulai memainkan berbagai nada dan bernyanyi (*Jung Yong Hwa – Banmal Song). Young Ran pun mulai menggerakkan kepalanya mengikuti lagu yang kunyanyikan. Sesekali ia tersenyum sambil menatapku. Setelah selesai, Young ran langsung bertepuk tangan dengan cerianya.

“Waaaa.. Taemin-ah! Bagus sekali! Sepertinya kau berbakat!” katanya sambil mengelus rambutku. Aku dapat merasakan wajahku langsung memerah karenanya. Akupun langsung menunduk malu. “Ajari aku dong!!” pintanya sambil memanyunkan mulutnya.

“Sini!” kataku sambil menyuruhnya duduk disebelahku. Aku kemudian menyerahkan gitar yang kupegang dan menyerahkannya pada Young Ran. Aku memegang tangannya untuk mengajarkan beberapa kunci. Tanganku sedikit bergetar ketika bersentuhan dengannya. Sedangkan dia terlihat sangat senang ketika bisa memainkan beberapa kunci itu. Tanpa  kusadari, ternyata wajahku sudah sangat berdakatan dengannya. Wajahku pasti merah sekali saat ini. Untung saja dia tidak menyadarinya. Aisshhh..

“Taemin-ah kau harus rajin-rajin datang ke apartemenku ya untuk mengajarkanku bermain gitar,” katanya sambil memiringkan kepalanya.

“Mwo?? Kau berani membayarku berapa?” candaku.

“Aishhhh, namja ini pelit sekali,” katanya sambil mencolek pipiku. Kita kemudian tertawa bersama-sama.

Author POV

Setelah berjalan-jalan di bukit tadi, Young Ran dan Taemin akhirnya tiba di apartemen mereka. Taemin pun mengantar Young Ran sampai didepan pintu apartemennya. Ternyata Young Ran meninggalkan kunci pribadinya didalam. Jadi dia terpaksa membunyikan bel. Benar saja, kedua dongsaengnya membukakan pintu dengan hebohnya.

“Omo omo, eonnie tersayang kita baru pulang,” kata Ah Sung sambil tertawa.

“Akhirnya eonnie kita punya pacar juga,” tambah Ha Rin. Young Ran pun langsung mendelik sedangkan Taemin hanya tertawa sambil menutupi mulutnya.

“Ya, apaan kalian ini?! Aku ini tidak berpacaran tahu!! Iya kan Taemin??” tanya Young Ran sambil menoleh ke arah Taemin.

“Yeobo, kau tidak ingin mengakui hubungan kita didepan kedua dongsaengmu??” jawab Taemin sambil mencolek pipi Young Ran. Wajah Young Ran langsung memerah.

“OMO OMO OMOOOOOO.. EONNIEEEEEEE,” teriak Ha Rin heboh. Taemin hanya tersenyum melihat wajah kesal Young Ran.

“Anniyo. Yang tadi Young Ran katakan itu benar kok. Kami tidak berpacaran. Sudah jangan diejek lagi. Lihat itu wajahnya makin jelek,” kata Taemin sambil merangkul Young Ran yang mulutnya sedang manyun. “Yasudah, aku pulang duluan yaaa,” kata Taemin sambil tersenyum pada Young Ran.

“Ne,oppa! Hati-hati!!” kata Ah Sung sambil melambaikan tangannya pada Taemin. Young ran pun langsung menerobos masuk kedalam sedangkan kedua dongsaengnya masih cekikikan di ambang pintu.

Ah Sung POV

Hari ini pelajaran Kim songsaengim, aku berusaha keras menahan kantukku. Kuperhatikan Ha Rin yang kelihatan serius mencatat omongan Kim songsaengim. Ya ampun, anak ini rajin sekali sih. Aku kemudian menguap lagi lalu menengok ke jendela.

“Rin-ah, kau tahu apa yang dibicarakannya daritadi??” tanyaku sambil mencolek Ha Rin. Ha Rin menengok sebentar lalu kembali pada catatannya.

“Tentu saja aku mengerti. Memang kau!!” katanya sambil terus mencatat. Aku memajukan bibirku. Kemudian aku menagmbil inisiatif untuk ijin ke toilet. Untung saja Kim songsaengim mengijinkan.

Setelah keluar dari WC, aku celingukan ke kiri dan kanan lorong sekolah. Waaa.. sepi sekali. Aku pun berjalan menuju ke kantin namun berubah pikiran ketika melihat ruang basket terbuka. Oiya, aku ini anggota klub basket juga tapi aku sangat jarang ikut latihan. Apalagi sejak pelatih basket diganti. Aku makin malas ikut latihan. Aku pun mengintip kedalam.

Duk.. Duk.. Duk.. terdengar seseorang sedang mendribble bola. Kelihatan bukan hanya aku yang kabur dari kelas. Aku pun masuk dan melihat seorang namja asyik bermain basket sendirian. Dia sepertinya tidak menyadari keberadaanku. Aku pun langsung menghampirinya diam-diam dan merebut bola yang dipegangnya. Dia terlihat kaget saat melihatku merebut bola yang dipegangnya itu. Namja itu langsung melengos saat melihatku. Ia kemudian duduk di pinggiran stadion dan mengeluarkan ipod dari dalam tasnya. Ia pun langsung mendengarkan musik tanpa melihat kearahku lagi.

“Aisshhh.. menyebalkan sekali,” kataku sambil mulai mendribble bola. Sesekali aku melihat ke arahnya. Ia menutup matanya sambil menhentak-hentakkan kakinya sedikit. Aku kembali memainkan bolaku dan mencoba men-shoot. Masuk. Aku berjinkrak-jinkrak sendiri. Lalu kembali mendribble bola dan men-shootnya lagi. Kali ini tidak masuk. Lama-lama aku merasa bosan dan kembali melihat ke arah namja itu. Ia masih menikmati musik yang didengarkan. Aku jadi penasaran.

Aku langsung duduk disebelah Key sunbae sambil memperhatikannya dengan seksama. Ia masih tetap menutup matanya. Aku kemudian memiringkan kepalaku sambil terus menatapnya.

“Waeyo?” kata Key sunbae sambil masih memejamkan matanya.

“Kau sedang mendengerkan musik apa sih?” tanyaku penasaran. Ia kemudian mengangkat kepalanya dan menatapku.

“Kau mau mendengarkan?” tanyanya sambil melepas salah satu earphone-nya dan menyerahkan kepadaku.  Aku pun langsung menerimanya dan memasangnya ditelingaku. Aku mendekatkan diriku lagi ke Key sunbae. Terdengar alunan musik mellow keluar dari earphone itu. Ketika aku melihat Key sunbae, ia sudah memejamkan matanya lagi.

“Kau itu daritadi memperhatikanku kan?” kata Key sunbae tiba-tiba. Terlihat ia tersenyum sedikit sambil masih memejamkan matanya.

“Ya, apaan sih!” kataku sambil memukul kepalanya. Ia terjatuh dan langsung mendelik ke arahku.

“Kau ini, kenapa ya selalu mencari ribut denganku!?” katanya sambil menyunggingkan bibirnya.

“Habis kau pede sekali sih,” jawabku.

“Kau kabur ya dari kelas?” tanya Key sunbae kemudian. Aku hanya mengangguk. “Waeyo?” tanyanya lagi.

“Karena aku malas. Kau tahu kan Kim songsaengim kan?! Guru itu sangat menyebalkan. Tidak pernah sekalipun aku mengerti apa yang dibicarakannya. Kalau pelajarannya sudah dimulai, yang bisa kulakukan hanya menguap dan celingukan. Yaampunnnnn, “ omelku panjang lebar. Key sunbae yang mendengar omelanku hanya diam tanpa berkata apa-apa.

“Itu sih kau yang bodoh,” katanya sambil menoyor kepalaku. Aku manyun lagi. Key sunbae kembali melihat ke layar ipodnya. Aku kemudian melihatnya lagi dengan tajam. Tiba-tiba dia menoleh sambil memiringkan kepalanya, lalu tersenyum dengan manisnya

“Mwo?” aku yang dilihatnya seperti itu langsung malu dan memalingkan mukaku.

“Ehem. Anniyo,” kataku sambil berdehem. :Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku balik.

“Aku telat lagi. Daripada aku dihukum, lebih baik aku disini kan?” jawabnya santai.

“Lalu kenapa kau bisa telat terus?” tanyaku sambil membenarkan posisi dudukku.

“Aku ini hidup sendiri. Eomma dan appa ku selalu pergi untuk mengurus bisnisnya. Jarang sekali mereka ada dirumah untuk mengurusku. Jadi kadang-kadang aku kelelahan,” jawab Key sunbae sambil memutar-mutar bola didepannya. Sedangkan aku hanya bisa diam dengan mulut membentuk huruf O. Tiba-tiba seseorang membuka ruang olahraga dengan tiba-tiba.

“Park Ah Sung!!” teriak Kim songsaengim. “Sedang apa kau disini?! Kembali ke kelas. Palli!!” teriaknya. Key sunbae pun berdiri.

“Mianhae songsaengim, aku yang tadi mengajaknya kesini untuk menemaniku,” kata Key sunbae sambil membungkuk. Aku hanya bengong di tempat melihat Key berbohong seperti itu untuk membelaku.

“Aishhh.. kau lagi kau lagi. Kau itu memang suka sekali mencari masalah ya,” bentak Kim songsaengim. Kim Songsaengim pun menarik Key sunbae keluar dari ruang basket. Key sunbae pun menengok sebentar. Aku melihat mulutnya membentuk suatu kata.

“Gwenchana,” katanya. aku masih diam ditempat. Setelah pintu ruang basket ditutp, aku keluar sambil menyeret kakiku dengan malas. Sesampainya dikelas, aku langsung duduk dengan lemas.

“Ya, Sung-ah, tadi Kim songsaengim mencarimu tahu!” kata Ha Rin. Aku pun langsung menatapnya. Tanpa kusadari, airmataku jatuh begitu saja. Aku kemudian memeluk Ha Rin.

“Rin-ah, ottohke?” tangisku dipundak Ha Rin.

“Waeyo, Sung-ah??” aku tidak menjawab. Tangisku malah semakin kencang. Untung saja kelas sepi saat itu karena sedang istirahat.  “Key sunbae..” kataku masih sesenggukan.

“Waeyo?? Apa yang dilakukannya padamu??” tanya Ha Rin panik. Aku kembali tidak menjawab. Ia kemudian memberikan sebotol soda yang dipegangnya kepadaku. “Coba minum ini dulu. Kalau kau sudah tenang, baru ceritakan padaku. Lihat ini! Bajuku basah,” kata Ha Rin sambil menunjukkan bajunya yang basah karena airmataku.

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “The Story Of Us – Part 1”

  1. Dicerita ini taemin lebih tua dari Key ya? hihihi… kayakya taeminn galak ya kalo jadi hyung, kasihan key mau ambil ayam ga boleh sama taemin,
    ayo,ayo… lanjutannya jangan lama-lama ya, penasaran sama konflik ceritanya…

  2. Ahahaha (*tertawa ala Key oppa) ahaaahahaha!! Aku geli sekali saat tahu Key memanggil Taemin ‘hyung’. Aneh sekali! Wah, Ah Sung, kau tidak boleh cool begitu dengan Key oppa! Sepertinya, Key sudah mulai menyukai Ah Sung ya? Sampai-sampai membela Ah Sung begitu, Ah Sung nya juga. Sampai-sampai nangis seperti itu. Haha..next part ditunggu ya!
    🙂

  3. nyiaaahahaha~ *ketawa aneh
    ahahaha xD seru seru! xD disini taemin jadi hyungnya key! hahaha.. agak janggal pas ngebaca key manggil taemin ‘hyung’.. hihii 😀
    hanya.. agak banyak typo nya.. ^^ selanjutnya, mohon di perhatikan lagi yaa ^^
    but over all, keren, seru, pkoknya nice FF deh! 😀 aku akan setia menunggu chapter selanjutnyaaaa~ \(^o^)/ berjaya terus buat author Park Han Byul ^^9

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s