A Ghost Inside Me – Part 10

 

Title :           A Ghost Inside Me  Part 10

Author :             Park Ara

Main Cast :       Choi Minho, Hwang Su Ji, Key, Jung Cheon Sa

Support Cast :  Kim Jonghyun,  Lee Taemin, Choi Siwon,   dan    masih terus bertambah…

Length :             Sequel

Genre :              Fantasy, Friendship, Romance

Rating :              PG 15

“Kau pikir, kau tak meninggalkan bau apapun sampai mengundang para serigala itu beraksi?” terangnya dengan suara rendah.

Sekarang Jonghyun tak bisa berkutik lagi. Ia terdiam dengan wajah memucat. Jonghyun merasakan keringat dingin langsung membanjiri tubuhnya. Tubuhnya terpaku, termangu saat melihat Siwon yang mulai menyeringai senang di hadapannya…

Minho masih terdiam di tempatnya berdiri sekarang. Di tengah-tengah Jonghyun dan seorang pria yang berbicara dengannya. Minho mengerutkan keningnya samar. Ia sangat bingung ketika mendapati Pamannya sendiri, Choi Siwon bertemu dengan Jonghyun di restoran ini. Ia pun terus berusaha menebak-nebak kemana arah pembicaraan dua orang ini. Karena ia juga sama sekali tidak tahu apa-apa.

“Kenapa mereka bisa mengetahuinya?” tanya Jonghyun setelah berhasil menenangkan dirinya.

Siwon tidak serta merta menjawab pertanyaan itu. Seolah jawaban itu bernilai trilyunan won sehingga ia harus berpikir akan memberikannya atau tidak. Tapi akhirnya ia menemukan jawaban yang lebih baik. “Mereka… menyelidiki tempat itu.”

“Mworagu? Untuk apa?”

“Molla…”

Minho semakin bingung saja. Tempat apa yang mereka berdua bicarakan? Apakah sebuah tempat yang penting? Lalu kenapa ada kata ‘penyelidikan’? Apa ada sesuatu yang terjadi di tempat itu?

“Tapi tenang saja. Kita berdua masih dilindungi oleh seekor kuda bodoh itu,” kata Siwon sambil menyeringai. Jonghyun pun melakukan hal yang sama sepertinya.

“Keurae, arasseo.”

Minho mengernyit heran. Ia tahu pasti ada rahasia besar di antara mereka berdua. Entah apa itu, tapi ia merasa semua rahasia itu berhubungan dengan dirinya. Rahasia yang di jalankan Siwon dan Jonghyun 1 bulan yang lalu…

Key memutuskan untuk mengakhiri pertandingan basketnya meskipun belum selesai. Dirinya terlalu mengkhawatirkan Su Ji dan ia ingin ada di dekat yeoja itu setiap Su Ji membutuhkannya tanpa diminta. Ia ingin melakukan yang terbaik untuk yeoja yang dicintainya itu

“Kau mau kemana?” tanya Shin Chae Rin, teman satu kelasnya.

“Aku ada urusan. Pilih Joo Min untuk menggantikanku,” jawabnya cepat lalu langsung berlari ke luar lapangan setelah meneguk sebotol air mineral.

Key berjalan ke ruang kesehatan. Karena tadi Su Ji berkata ia akan kesana. Tapi ternyata, ruang kesehatan bahkan sedang kosong. Key mengernyit heran. Astaga… seharusnya ia tidak mempercayai Su Ji begitu saja.

Key pun kembali berjalan mengitari sekolahnya yang luas itu. Ia mencari ke kelas, tidak ada. Kantin, apalagi. Sampai hanya tersisa satu tempat yang belum di jamahnya. Taman belakang sekolah. Mungkin saja Su Ji ada disana.

Pepohonan maple seolah menyambut kedatangannya di taman belakang sekolah. Tempat yang paling jarang di datangi para murid karena memang terpencil dan sedikit mengerikan. Tapi justru di tempat ini ia menemukan Su Ji. Key berusaha mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Ia melihat yeoja itu sedang duduk menunduk di bangku panjang. Lalu Key menghampirinya.

“Sedang apa?” tanya Key pelan begitu ia duduk di sebelah Su Ji.

Su Ji yang sedikit terkejut pun menatap namja yang tiba-tiba duduk di sisinya. Key tersenyum hangat padanya. “Kau disini?” tanya Su Ji.

Key menganggukkan kepalanya. “Mm.”

“Bagaimana pertandingannya? Sudah selesai?”

“Mm,” dusta Key. Key tahu, kalau ia berkata jujur pasti Su Ji akan menyuruhnya kembali. Su Ji memang bukan yeoja biasa.

Mereka berdua sama-sama terdiam. Beberapa daun maple jatuh ke tanah hingga menimbulkan kesan musim gugur.

“Lagu apa itu? Apa aku boleh mendengarkan juga?” tanya Key begitu menyadari Su Ji sedang memakai earphone putih di telinganya.

Su Ji menatap Key heran. “Kau mau?”

Key mengangguk. Su Ji pun melepas sebelah earphonenya dan memberikannya pada Key. Sekarang mereka berdua duduk dengan ditemani sebuah musik yang mengalir lembut. Key menyunggingkan senyum di wajahnya.

“Yiruma, Kiss The Rain?” tebak Key.

Su Ji tertawa kecil. “Ne…” balasnya singkat. Ia kembali menatap ke depan. Entah apa yang dilihatnya sekarang. Namun Key yakin yeoja itu sedang memikirkan sesuatu.

“Kau boleh tidur di pundakku kalau kau mau…”

Su Ji melihat wajah Key dengan tatapan menanyakan. Ia tidak benar-benar yakin Key mengucapkan kalimat semacam itu. Dan ia juga tidak benar-benar yakin akan melakukannya.

Key tersenyum ramah. Lalu ia memegang kepala Su Ji dan perlahan memiringkannya hingga tersandar di pundaknya. Anehnya, Su Ji tak menolak perlakuan itu. Yeoja itu hanya diam dan menuruti gerak tangan Key. Seperti terhipnotis oleh lagu yang didengarnya sendiri. “Ottohke? Nyaman kan?”

Su Ji tak langsung menjawab. Ia merasa hangat dan nyaman, bahkan ia bisa saja tertidur. Tapi kenapa ia merasa bisa melepaskan semua masalahnya? Semuanya terasa begitu ringan dan tak ada yang membebaninya lagi. Begitu hangat dan tenang. “Hmm,” jawab Su Ji akhirnya.

Key tersenyum sambil memandang Su Ji. Walau sudah berulang kali ia menjalin cinta dan berperilaku romantis pada setiap yeoja, namun Su Ji sangat berbeda di matanya. Apakah ia benar-benar jatuh cinta pada Hwang Su Ji?

Key mengajak Su Ji ke sebuah mall. Sebenarnya ia ingin membelikan Su Ji sebuah barang yang membuat Su Ji selalu mengingatnya. Namun dasar Su Ji, yeoja itu malah tak berniat memilih apa-apa.

“Apa yang kau inginkan Su Ji? Bicaralah…” bujuk Key entah untuk yang kesekian kalinya. Ternyata Su Ji termasuk orang yang berselera tinggi. Maka dari itu, ia juga tak mudah menyukai sesuatu.

“Kenapa kau harus memaksaku? Aku tidak ingin apa-apa, Key-ya…” jawab Su Ji acuh tak acuh. Ia hanya melihat-lihat barang di dalam etalase. Tapi kemudian, ia pergi meninggalkannya tanpa kesan apapun.

Key mendengus sebal. “Biasanya, setiap yeoja akan menunjuk barang ini dan itu. Tapi kau tidak Su Ji-ya…” gerutu Key namun Su Ji tetap tidak mengabaikannya. “Ah, kalau kau tidak mau apa-apa, biar aku yang memilihkannya untukmu. Otte?”

Su Ji mengernyit heran. “Mwo?”

“Kkaja!”

Su Ji terlihat heran saat Key mengajaknya masuk ke dalam sebuah toko peralatan musik. Apa yang akan Key lakukan? Kalau pikirannya benar, ia sama sekali tak percaya kalau Key adalah seorang pemain salah satu alat musik.

Key melihat alat musik ini dan itu, berkali-kali ia berpikir sejenak, lalu meninggalkannya kalau dianggapnya tidak menarik. Sampai akhirnya ia berhenti pada sebuah biola yang di pajang apik di suatu sudut. Key menoleh ke arah Su Ji sambil tersenyum lebar. “Su Ji-ya!”

Su Ji malah terlihat bingung. “Wae? Kau mau beli itu?”

“Ania…”

“Lalu? apa kau bisa memainkannya?”

“Anio…”

Su Ji semakin dibuat tidak mengerti. Ia mengerutkan keningnya.

“Aku akan membelikannya untukmu,” terang Key membuat kedua mata Su Ji langsung terbelalak lebar.

“Mwo? Na? Untuk apa?”

“Aku pikir kau adalah orang yang suka mendengarkan lagu sedih. Makanya, aku membelikanmu ini. Selera musikmu bagus juga,” jelas Key panjang lebar namun Su Ji belum menangkap maksudnya. “Belajarlah biola untukku…”

“Ne?” Su Ji masih tidak mengerti. “Untuk apa aku harus melakukannya?”

“Aku ingin kau memiliki tujuan hidup, Su Ji. Aku tidak mau kau menyia-nyiakan setiap waktumu seperti ini. Setidaknya, kau punya harapan…”

Su Ji mendesah kesal. Sejak kapan Key mulai bisa mengatur hidupnya? Apa setiap orang yang mempunyai hubungan khusus selalu seperti ini? Kenapa menyebalkan sekali? “Bukan urusanmu, Key…” ucapnya ketus lalu berbalik dan meninggalkan Key.

“Su Ji-ya!” panggil Key sambil berusaha mengejar. Akhirnya ia mendapatkan tangan Su Ji dan menahan yeoja itu. “Kenapa kau membenci hidupmu seperti ini? Hidupmu sangat berarti kalau kau tahu, Su Ji-ya…”

“Sejak kapan kau mulai memperhatikan hidupku?”

Key tak langsung menjawab. Di satu sisi, ia sangat ingin membuat Su Ji bahagia. Namun di sisi lain, ia merasa tidak enak pada yeoja ini. Dan ketika ia akan menjawabnya…

“Ya, Key-ya!”

Key dan Su Ji sama-sama menoleh ke arah sumber suara. Dan mereka berdua langsung menemukan sesosok namja tampan dengan lengan berotot. Su Ji melihat Key tersenyum lebar.

“Jonghyun hyung!”

Jonghyun? Su Ji berpikir sejenak. Sepertinya ia pernah mendengar nama itu? Sampai akhirnya ia ingat akan nama kekasih Cheon Sa. Bukannya nama kekasih Cheon Sa adalah Jonghyun juga? Su Ji mencurigai satu hal, jangan-jangan namja di depannya ini adalah namja yang bernama Jonghyun?

“Kau, dongsaengnya Choi Minho kan?” tanya Jonghyun tiba-tiba sambil menunjuk ke arah Su Ji.

Su Ji langsung kaget setengah mati. Ia panik, apa yang harus ia katakan? Sementara sekarang di sebelahnya ada Key yang menatapnya penuh tanda tanya.

“Dongsaeng Minho?” ulang Key tidak mengerti. “Jadi selama ini kau dongsaengnya Minho dan tidak memberi tahuku?”

Otak Su Ji benar-benar buntu. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya sekarang. Saat ini, hanya ada satu orang yang sangat diharapkannya. Choi Minho!

Key masih berkutat keras dengan pikirannya sendiri dan kenyataan aneh yang tak bisa dimengertinya. Sebenarnya apa yang disembunyikan Hwang Su Ji? Dan siapa dia sebenarnya? Key baru sadar, bahwa selama ini ia hanya menyukai Su Ji tanpa berusaha mencari tahu latar belakang yeoja itu. Lantas apa yang harus dikatakannya sekarang saat temannya sendiri, Kim Jonghyun mengenali Su Ji sebagai adik dari Choi Minho?

Sesekali Key melirik ke arah Su Ji yang duduk di sampingnya. Yeoja itu terlihat jelas sedang gelisah. Su Ji terus mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat memasukkan satu suapanpun ke mulutnya.

“Mm, sepertinya aku harus ke toilet,” kata Jonghyun sambil meletakkan sendok di piringnya. “Kalian tunggu sebentar, arasseo?” tambahnya pura-pura mengancam sambil tersenyum cool seperti biasa. Setelah itu ia segera berlalu dari hadapan Key dan Su Ji.

Key menghela nafas panjang. Seolah ia menahan nafas yang begitu berat saat Jonghyun masih ada di depannya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, ia langsung menatap Su Ji. “Bisakah kau menjelaskan sesuatu padaku?”

Key melihat Su Ji meletakkan sendok dan garpunya di atas piring. Yeoja itu juga melakukan hal yang sama. “Ceritanya begitu rumit. Nanti aku jelaskan.”

“Kenapa harus nanti? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?” paksa Key. Baru kali ini ia memandang Su Ji dengan tajam.

“Mian, Key. Aku tidak bisa…”

“Su Ji-ya!” potong Key jengkel. “Kenapa dari awal kau sembunyikan identitasmu? Sebenarnya apa hubunganmu dengan Choi Minho? Siapa kau sebenarnya?” bentak Key tak sanggup menahan emosinya.

Su Ji terdiam tanpa berkata apa-apa. Namun kedua matanya masih setia membalas tatapan Key, walau sesakit apapun itu. “Percayalah padaku, kalau kau memang mencintaiku. Arasseo?” ujarnya terakhir kali lalu memakan makanannya tanpa memedulikan Key.

Key mendesah berat. Rasanya sangat kesal dan menyebalkan. Kenapa Su Ji tidak mau mengatakan yang sebenarnya? Seolah yeoja itu tidak mau Jonghyun datang dan mengetahui semuanya. Semua yang ia rahasiakan.

“Kalian baru bicara apa? Aku lihat serius sekali?” tanya Jonghyun sambil terkekeh kecil sekembalinya dari toilet.

“Ania…” jawab Key singkat.

Su Ji menendang keras-keras sebuah batu kerikil di hadapannya. Ia mendengus sebal. Di luar dugaannya, ternyata Key malah meragukan cerita bohong yang dibuatnya. Ya… walaupun sikap Key bisa dikatakan normal karena Su Ji membuat cerita yang terlalu berbelit-belit. Pakai mengatakan kalau ia dan Minho adalah saudara tiri pula. Su Ji merasa dirinya sangat bodoh sekarang.

“YA!”

Su Ji mengerutkan keningnya. Lalu ia menoleh ke belakang dan melihat siluet seseorang sedang berdiri di sana. Su Ji menyipitkan matanya. Ia sama sekali tidak takut kalau orang itu berniat jahat padanya. “Nuguseyo?” seru Su Ji.

Akhirnya orang itu melangkah maju ke depan. Dan kini wajahnya terlihat jelas di bawah sinar lampu jalan. “Kau masih berani jalan sendirian malam-malam begini?”

Raut wajah Su Ji langsung berubah 180 derajat. Antara takut, kesal dan marah. Ia benar-benar tak bisa menggambarkan perasaannya ketika melihat Taemin. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin ditanyakannya pada namja itu. Tapi di sisi lain, ia juga tidak mau kalau Taemin semakin mengetahui rahasianya bersama Minho selama ini.

“YA! Kepalaku sakit karena terkena batu yang kau tendang, ara?” protes Taemin sambil memegang puncak kepalanya.

Su Ji menelan ludah. Keringat dingin langsung menghujaninya dengan deras. Apa ia harus bertanya?  “T-Taemin-ah…”

“Mwo? Ya, sejak kapan kau menjadi gagu begitu?”

“Boleh aku berbicara denganmu?” kata Su Ji akhirnya. Ia berusaha mengatur detak jantungnya yang semakin cepat. Kali ini ia hanya bisa pasrah, biarlah Taemin mengetahui semua rahasianya.

“Kau mau tahu bagaimana aku mengetahuinya?” tanya Taemin sekali lagi. Bahkan setidaknya ia sudah bertanya sebanyak sepuluh kali dalam 20 menit terakhir.

“Ppaliwa!” seru Su Ji mengalahkan suara hujan yang turun tak begitu deras. Namun hal itu memaksanya untuk mengikuti Taemin sampai ke restoran kecil Sup Tulang Sapi di pinggir jalan.

Taemin tersenyum meledek. Lucu sekali mendengar Su Ji memohon-mohon seperti ini. “Keurae… tapi kau jangan kaget ya,” kata Taemin sambil menyuapkan sesendok kuah sup ke mulutnya.

“Arasseo!”

Taemin menelan apa yang ada di mulutnya terlebih dahulu sebelum akhirnya ia menjawab. “Karena aku pernah mengalaminya juga, noona..”

Su Ji membelalakkan matanya lebar-lebar. Ia bahkan sudah tak mempercayai telinganya sendiri ketika Taemin berkata seperti itu. “Kau tidak membohongiku kan?”

“Untuk apa?” balas Taemin tanpa menatap Su Ji sekalipun. Ia terus sibuk dengan mangkuk sup yang ada di hadapannya. “Lagipula sikapmu sangat aneh noona. Kadang-kadang kau sedikit ramah, namun sedetik kemudian kau berubah arogan lagi.”

“Minho tidak akan memakai badanku dalam waktu satu detik,” ralat Su Ji.

“Oh, jadi namanya Minho?” ucap Taemin sambil menggut-manggut.

Su Ji mengerutkan keningnya. “Mwo? Bukannya kau sudah tahu?”

“Ania… aku hanya menebak karena aku juga pernah melihatmu berbicara sendiri. Lalu kau memanggil-manggil nama itu.”

Su Ji menggerutu tidak jelas. “Ceritakan pengalamanmu, aku ingin tahu!”

“Untuk apa?”

“Taemin-ah…” bujuk Su Ji membuat Taemin semakin senang menertawainya.

“Keurae…” ucap Taemin sambil meletakkan sendoknya dan menatap Su Ji untuk pertama kali sejak mereka duduk disana. “Saat aku masih SMP, aku pernah mengalami kecelakaan yang fatal. Aku pergi dengan keempat temanku. Kau tahu, mereka semua meninggal sedang aku dinyatakan kritis. Tapi itu tidak lama. Beberapa jam kemudian, aku dinyatakan telah melewati masa kritisku. Ajaib kan? Padahal dalam keadaan normal, harusnya aku sudah koma atau mati,” cerita Taemin.

Su Ji menjadi teringat akan pertemuannya dengan Minho dulu di rumah sakit dulu. Saat arwah Minho tiba-tiba datang menghantuinya dan meminta pinjam tubuhnya. Ternyata… Taemin juga mengalami hal yang sama.

“Tapi, ketika aku sudah keluar dari rumah sakit, 2 hari kemudian arwah salah satu temanku memintaku untuk meminjamkan tubuhku padanya. Kau juga mengalaminya kan?” tanya Taemin dan Su Ji mengangguk mantap. “Tentu saja aku takut. Bahkan mungkin aku jauh lebih takut darimu. Tapi… saat temanku itu meyakinkanku, akhirnya aku menyetujuinya.”

“Lalu, apa yang terjadi?”

“Ne, setiap hari rohnya masuk ke dalam tubuhku. Dan ketika itu aku juga tidak menyadari apa-apa sehingga aku tidak tahu apa yang dilakukan temanku kecuali ia memberitahuku.”

“Bagaimana akhir dari ceritamu?”

“Tidak terlalu buruk, tapi juga tidak terlalu bagus. Temanku memang bisa menyelesaikan semua urusannya dengan baik. Namun karena satu kenyataan yang tak bisa di terimanya, ia hampir bunuh diri dengan tubuhku. Tapi, untunglah hal itu tidak terjadi…”

“Chankam, menyelesaikan urusannya? Jadi… dia harus benar-benar menyelesaikan urusannya? Apa yang terjadi kalau ia tak bisa menyelesaikannya?”

Taemin tak langsung menjawab. Ia terlihat sedang berpikir keras. “Kalau itu terjadi, maka…”

“Maka? Maka apa?”

“Kau juga akan ikut mati, Su Ji-ya..”

Su Ji langsung membekap mulut dengan kedua tangannya. “Kau… kau bohong, Lee Taemin!” tuduhnya.

“Ania… Aku tidak berani berbohong mengenai hal-hal semacam ini. Ini kenyataan, Su Ji. Kalian adalah satu nyawa. Hal itu membuat kalian terikat, jadi kau juga harus membantu Minho untuk menyelesaikan urusannya,” jawab Taemin panjang lebar membuat Su Ji serasa ingin pingsan saja.

Su Ji menatap Taemin tanpa berkata apa-apa. ia begitu shock, ketika mengetahui kalau hidupnya belum seratus persen aman. Jadi, bisa dikatakan kematiannya hanya tertunda. “Maksudmu… sekarang aku tak beda dengan sebuah tubuh tanpa nyawa yang jelas?”

Taemin menganggukkan kepalanya. “Tapi kau bisa memperjuangkan hidupmu, Su Ji. Percayalah…”

Semua badan Su Ji terasa lemas. Kenapa hidupnya menjadi seperti ini? kenapa ia harus mengalami hidup semacam ini? Apa semua ini adalah karma yang harus ia terima? Perlahan air matanya jatuh menetes. “Taemin-ah… apa ada hidup seperti ini?” keluhnya sambil sesenggukkan. Taemin pun mendekapnya dalam pelukannya yang hangat…

“Su Ji-ya, kau kenapa?” tanya Minho saat ia masuk ke kamar Su Ji dan mendapati yeoja itu sedang menangis tersedu-sedu sampai matanya membengkak.

“Ya, kenapa kau tak pernah mengatakan hal ini padaku?” seru Su Ji tanpa menghentikan tangisnya.

Minho mengerutkan kening, ia belum mengerti apa yang dibicarakan Su Ji. “Apa maksudmu?”

“Kau tidak pernah mengatakan kalau aku bisa mati kan?”

“Kau memang bisa mati, Su Ji. Semua manusia begitu.”

“Tapi aku mati dalam waktu dekat!”

“Ap-apa?”

“Ada yang memberitahuku, kalau urusanmu di dunia tidak terselesaikan dengan baik, maka aku akan ikut mati bersamamu, ara?!” jelas Su Ji frustasi. Ia semakin menangis sekencang-kencangnya.

“Ya, chankam… Siapa yang memberitahumu hal seperti itu?”

“Tidak penting! Aku tidak mau mati, Minho-ya!!!!!” teriak Su Ji meronta-ronta. Minho hanya menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak memberitahumu juga karena menakutkan hal semacam ini terjadi, ara? Sudahlah, tenang saja. Aku pasti bisa menyelesaikan urusanku kok…” kata Minho meyakinkan.

“Keuraeyo?” tanya Su Ji yang mulai berhenti menangis. Lalu ia menyeka air matanya sambil sesenggukan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Minho-ya, kenapa kau tidak bilang kalau saat kau menggunakan tubuhku untuk menemui Cheon Sa, kau mengaku sebagai adikmu?”

Minho nampak terkejut. “Mwo? Memangnya kenapa?”

“Aku bertemu dengan Jonghyun, tunangan Cheon Sa tadi siang. Apalagi, saat itu aku sedang bersama Key. Aku jadi tidak enak, arasseo?…”

“Key?!” potong Minho. “A… apa yang dilakukan Key dan Jonghyun? Apa mereka saling kenal?”

Su Ji menganggukan kepalanya mantap. “Bahkan mereka terlihat akrab. Memang kenapa?”

Minho tidak menjawabnya. Ia malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Kenapa ia merasa ada yang janggal? Tanpa sepengetahuannya, ternyata Key adalah teman Jonghyun. Lalu apakah hal itu juga ada hubungannya dengan pembicaraan Siwon dan Jonghyun siang tadi? Sial, ternyata kenyataannya tidak sesimple yang ia pikirkan!

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “A Ghost Inside Me – Part 10”

  1. Kiyahaa….. Always datang di waktu yang tepat huahaaa#plakkkk
    Adududududuh…. Kesian amat itu si Su Ji. Otaknya kayak benang kusut tuh huakakakak#plaks jangan-jangan Key itu adeknya Jjong lagi? Haduh… *pingsan* #lebeh #bugh
    Emang rencananya Siwon sama Jonghyun apa? *nanya polos* *digampar* (author : ya di part selanjutnyalah, pabo!#plakk) *piss,, thor… ._.V*
    Okeh, ditunggu part 11-nya, author baik deh!!! *ppopo* *diseret Minho*
    XDD

  2. aq mau komen apa ya tadi..

    taemin…. kdg2 mnggl suji pke noona.. kdg2 tnpa embel2.. taemin plin plan..

    cheonsa… angel… hihihihi

    key dkt sm jjong… ikut bersekongkol jg gak tuh? mudah2an gak ya… ato jgn2 kuda bodoh yg dimksd siwon itu key?

    next part ditunggu..

  3. cool!!
    like this ff banget daah eonni author 😀
    ayodong lanjutnya ya ditunggu? makin hari makin kece ini ceritanya. makin membingungkan. aku kira taem anak indigo, ternyata bukan yah? -_-
    yaudah dehh yg pasti ditunggu lanjutnya eonni author!!^^

  4. itu key ada hubungannya sama siwon dan jjong ya thor?
    mmm.. pasti nanti ujungnya su ji juga yang sakit hati.
    udah.. su ji sama taem aja #loh

    di tunggu ya thor next partnya.. 🙂

  5. huaaaa, ceritanya makin seru thor!!
    kira2 yang dibicarain jjong ama siwon tuh apa ya???
    trus nanti key ama suji gimana ya??

    lanjutin ya thor !! kkk~

  6. Beeuuhhh makin rame aja ni ff..
    N cerita’x bener2 ga terduga..
    Next part…
    Penasaran nihhh.. Penasaraaaannn bangeeettt..

    Fighting!!!!

  7. WAH KEY WAH KEY…..
    jangan-jangan nih…gamau diungkapkan ah, hanya aku yg nebak dan tau #dor
    waaaaaaaaaaaaaa~~ makin rame aja, uda suji mati gih biar bisa sama minho LOL (?) *pendukung suji minho*
    daebak tho~ lanjutkan!

  8. ternyata Taemin pernah ngalamin apa yg suji alami ya…
    beruntung Taemin nggak jadi mati….
    siapa sih kuda bodoh yg dimaksud siwon, bukan key kan?
    kalau key seharusnya buan kuda tapi kucing…
    ditunggu lanjutannya…

  9. Aigo aigo aigooooo udah tbc ajaaaa.. Aku juga lagi nebak2 nih thor kira2 hubungan key sama jjong itu apaa.. Terus semoga taemin bisa ngebantu su ji sama minho juga hehe 😀 thor, jinkii kemanaaa? Ayoo thor lanjuuuut udah ga sabaaar 😀

  10. annyeonghaseyo~
    aaaa ceritanya bagus dan tulisannya jg ga bikin pusing hehe
    jeongmal mianhae baru bisa komen skarang thor 😥
    mian mian~
    okeh next part deh 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s