She’s Not Good – Part 1

She’s Not Good

Author : Boram.Onyu

Cast     : Choi Minho ( SHINee ), Dasom ( SISTAR ),  Kang Minhyuk ( CN Blue )

Genre  : Psychology, romance

Length : On going

Rate : pg 16+

Summary : Aku bukanlah wanita baik-baik. Caraku bertahan hidup menjijikkan bagi orang-orang, aku tak peduli. Aku hanya ingin menjalani hidupku sesuai keinginanku, bukan di bawah aturan yang memuakkan.

Disclaimer:

Semua cast bukan milik saya, karena saya hanya memiliki Lee Jinki seorang *haha*. Cerita asli imajinasi dari author sendiri.

Bola silver berputar yang menggantung, mengedarkan bermacam jenis sorotan cahaya berwarna ke seluruh penjuru ruangan. Di bawahnya, ratusan pria-wanita yang beberapa di antaranya sudah mabuk, menikmati hentakan musik keras dari sang DJ.

Sementara itu, di depan meja bar, seorang pria meneguk wine kesukaannya. Ia tak suka dengan keributan, dan lagi ia sama sekali tak tertarik bersempit-sempitan di dance floor bersama pengunjung lainnya. Ekor matanya tak lepas dari seorang wanita yang bersandar di dinding. Baju wanita itu sangat minim, dan memberi isyarat tersirat profesi wanita tersebut.

Wanita itu sudah berkali-kali menolak godaan pria mesum yang menghampirinya. Tak jarang ia mengeluarkan makian kasar sambil mendorongnya, tapi tak menurunkan minat pria-pria mesum itu terhadapnya. Ia sudah lelah, hingga akhirnya ia memilih duduk di depan meja bar. Jarak dua kursi antaranya dan pria yang memperhatikannya itu sedari tadi.

“ Ingin martini? “

“ Jus jeruk saja. “

Segera bartender itu membuatkan pesanan wanita tadi.

“ Kau kosong hari ini? “

Tanya bartender itu dengan tangan yang masih sibuk menuang jus ke dalam gelas.

“ Hari ini aku ‘dapat’. Menyebalkan! “

Tentu bartender itu tahu maksud dari wanita tadi. Dan soal ‘dapat’ adalah mimpi buruk bagi wanita yang menjalani profesi yang sama dengan wanita itu. Wajar saja jika ia kesal. Setelah menyelesaikan pesanan wanita itu, si bartender segera menghidangkannya.

“ Terus kenapa kau datang? “

“ Di rumah membosankan. “

“ Padahal aku ingin memesanmu, Dasom ssi. “

Wanita itu memandang rendah pada si bartender, namun si bartender malah tertawa.

“ Gaji setahunmu saja tak cukup membayarku. “

Bartender itu makin tertawa. Ia memang sering menggoda wanita di depannya. Apa ia menyukainya? Tentu tidak. Wanita itu, bukan fisiknya saja yang ‘rusak’, tapi psikisnya juga sama cacatnya. Seperti itulah pandangar bartender itu pada wanita yang dikenalnya setahun belakangan ini.

Merasa diperhatikan, wanita yang disebut Dasom itu ikut memerhatikan pria di sampingnya. Sambil menghisap jus jeruknya, ia menatap pria itu dari atas sampai bawah. Setelan tuxedo mewah, sepasang jam tangan dari brand terkenal, dan sepasang sepatu mengkilat yang tidak bisa dikatakan murah. Ya, Dasom terlatih membedakan barang-barang bermerek seperti itu dari para pelanggannya yang semuanya berasal dari kalangan atas. Dasom mendengus, bisa saja ia menggoda pria di sampingnya itu dan memperoleh jutaan won darinya, tapi kondisinya tak memungkinkan.

“ Hai… “

Pria itu memberikan senyumnya, tapi Dasom mengacuhkannya.

“ Namamu Dasom? “

“ Kalau kau tahu, kenapa harus bertanya?! “

Pria itu terkekeh. Ia kembali menikmati minumannya. Momen seperti ini jarang sekali didapatkannya. Bisa terlepas dari kepenatan yang diperoleh dari pekerjaannya yang melelahkan. Hari-harinya terlalu membosankan dengan tumpukan map berisikan kertas hitam putih. Grafik, neraca keseimbangan, akuisisi, ia sudah sangat jenuh dengan semua itu.

“ Choi Minho! Apa yang kau lakukan disini?! “

Pria yang dipanggil Minho itu menoleh kesal mendengar suara nyaring yang sudah sangat familiar di telinganya. Sekretarisnya berkacak pinggang tepat di sampingnya.

“ Kau memanggil namaku? “

“ Lalu kenapa? Ayolah hyung, dokumen dari perusahaan XXX belum kau registrasikan. “

“ Ck, biarkan saja. Aku ingin bebas. Hari ini saja, Minhyuk. “

“ Hyung! “

“ Ya! Kau membentak bosmu? Kau mau kupecat?! “

“ Ne! Pecat aku sekarang juga! “

Minhp meninju perut Minhyuk dengan sisa tenagannya. Ia sudah setengah mabuk sekarang. Dengan terpaksa,  Minhyuk duduk di samping Minho. Ia benci jika Minho, bosnya, mulai merengek.

“ Minuman dengan alkohol terendah. “

Bartender itu menyiapkan pesanan Minhyuk, dan menyodorkannya segera pada Minhyuk. Minhyuk meraih gelas kecil di depannya, meneguk cairan di dalamnya perlahan. Ia sedang mengupayakan dirinya dalam kondisi sadar penuh. Biar bagaimanapun, ia akan menyetir.

“ Tidakkah kau pikir wanita itu cantik? “

Minho berbisik dengan sangat pelan, dagunya di arahkan pada Dasom yang terpisah satu kursi saja dengan Minhyuk. Mata Minhyuk mengikuti arah dagu Minho, tertuju pada seorang wanita dengan make up berlebihan memainkan ponselnya. Wig berwarna pink yang dipakainya, lipstik merah terang membuat Minhyuk segera tahu  pekerjaan Dasom, wanita itu.

“ Kau ingin aku memesannya? “

Balas Minhyuk dengan suara yang sama pelannya.

“ Kau pikir aku serusak itu? “

Minhyuk dan Minho tertawa bersama.

“ Lama tak bertemu. “

Minhyuk dan Minho menoleh bersamaan ke sumber suara yang ternyata seorang pria di samping Dasom. Tanpa merasa canggung dengan sekitarnya, pria itu memeluk leher Dasom.

“ Aku tidak bekerja hari ini, oppa. “

Dasom mengelus tangan pria itu, senyumnya terlihat sangat dibuat-dibuat. Senyum kesal, lebih tepatnya itu yang tersungging di bibir mungil Dasom.

“ Ah, sayang sekali. Geurom, temui aku jika kau sudah siap, ne? “

Pria itu menyempatkan dirinya mencium pipi Dasom sebelum pergi. Dasom hanya diam, kemudian ia tertawa hampa. Ia pun pergi setelah menerima panggilan telepon di ponselnya.

Minhyuk meminum minumannya dengan kesal. Ia benci pada pemandangan seperti itu. Seorang wanita dengan mudahnya membiarkan para pria menyentuh tubuhnya. Terlalu menjijikkan bagi Minhyuk. Minho yang melihat kekesalan di wajah Minhyuk tersenyum mengerti.

“ Kau tertarik padanya? “

Minho menoleh ke arah bartender. Ia hanya tersenyum, malas menjawab pertanyaan bartender tadi.

“ Apa kau mengenalnya? “

Minho balik bertanya.

“ Kupikir kau orang baru disini. Jika kau sudah sering kemari, kau pasti telah mengenalnya. “

“ Hm? “

“ Dia adalah most wanted di klub ini. Pria tadi adalah pemilik klub, bos yang sangat menyukai Dasom. Diantara wanita seprofesi dengannya, Dasom cukup unik. Ia memilih tiap kliennya. Dan kudengar, ia tak melayani klien yang sama untuk kedua kalinya. “

Minho makin tertarik mendengar penjelasan bartender itu.

“ Jadi, apa tarifnya mahal? “

“ Harganya semalam bisa sampai 6 juta won. Makanya, bos menganggapnya sebagai aset yang sangat berharga. Tapi tidak mengherankan, ia cantik, dengan tubuh yang sempurna. “

“ Sejak kapan ia bekerja disini? “

“ Setahun yang lalu. Ia masih berumur 17 tahun saat itu. “

“ Mempekerjakan anak di bawah umur, bukannya itu pelanggaran? “

“ Bahkan petugas yang bekerja di bidang itu, bisa ditaklukkan dengan mudah oleh Dasom. Setelah memberi ‘layanan’nya, petugas itu tak pernah datang lagi. “

Kedua sudut bibir Minho tertarik, membentuk sebuah senyum yang lebih mirip seringaian. Ia merasakan sesuatu yang lain. Wanita itu menarik perhatiannya. Ia sama sekali tak berniat mereguk ‘kenikmatan’ dari Dasom. Ia hanya merasa ada yang berbeda saat mata Dasom menatapnya. Indah, mata Dasom terlihat sangat indah di mata Minho. Sorot mata tajam, yang seperti memendam sesuatu. Sepasang mata berkilat yang persis dengan mata ibunya.

Author’s note:

That’s the prolog. Genrenya masih belum tetap, psychology dengan tambahan unsur romance sedikit tetap jadi yang utama. Dan tentunya, ke depannya cast bakalan nambah dan bukan tidak mungkin jika tiba-tiba genrenya berubah jadi smut *omaigat, author usahain gak deh!* . Kalau respon readers bagus, ff ga jelas ini akan berlanjut. Dan saran dari kalian diperluin banget loh, berpengaruh banget sama kelanjutan ff nya. Hehe.

Ok ok, segitu saja. Otte? Leave ur comment looh, kiss ya all!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

29 thoughts on “She’s Not Good – Part 1”

  1. Aigo~~ gag kebayang Mino suka sama Dasom, pasti bakalan banyak rintangan ke depannya apalagi kalo melihat pekerjaan Dason yang ‘ehheem’ itu pasti akan lebih sulit lagi…
    Buat genre terserah sama author mau PG atau smut sekalian juga aku tetep bisa baca, aku kan udah 18 taun hehe…*smirk
    Mino-Dasom, Boram Onyu*sok kenal fightingggg!!!! ayo part 1 jangan lama2 ^^V

    1. ketahuan nih yg otak yadong pda ketemu 😀
      feelny udah dapat nih, publishnya mungkin bakalan lama. soalny kalo bikin sequel suka kebabablasan, jadi pengen difinishing dulu.

      minho-dasom, hem. nanti deh pokokny diliat.
      okeh fa, tengkyuh dah mampir

  2. wuaaaa walau masih awal FF ini udah grab attentionku nih 🙂

    weleh, tambah satu deh FF yang aku bakal tungguin -___-

    smut? gapapa kali thor XD —> tampar bolak balik

    castnya kenapa mesti minong oh no \(>o<)/#pingsan

    tapi dipikir-pikir Jjong juga cocok loh karakternya #protes wae -___-

    1. seneng banget kalo ini narik perhatianmu. tp jadiny khawatir nih kalo kamu gak puas sm next partnya.
      smut? berarti nanti dprotect dong 😀
      sempet sih mikir Jjong, tp sekali” jgn menistakan abangku satu itu.
      gimanapun, tengkyuh ya 🙂

  3. kenapa dasom? why? sama minho dan minhyuk pula, NOOO
    dasaom jadi wanita penggoda? aku gak dapet feelnya sebenernya, ya walaupun imagenya sistar sangat seksi, tapi di mataku dasom itu agak cacat, kl dance keliatannya kocak, gak jadi seksi…. :p

    1. Dasom it umpamany kujadiin cover ajah. kalo feel Dasomny gak dapat, smoga next part bakalan dapat *semoga*
      minhyuk kupake soalny dy keliatan polos gimana gitu, gimanapun thanks

  4. udah baca ini, tapi baca ulang aja deh
    aku jg ngerasa peranan jonghyun oppa lebih cocok disini. dasom jg seksi, jd dia cocoklah jd cewek penghibur.
    next part eun, jgn lama yah

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s