(After Story of YSMFMSW) Hidden [1.2]

Title : Hidden

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Ham Eun Jung, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Taemin

Support Cast : Park Hana, Krystal, Choi Minho, Lee Jinki

Length : Twoshots

Genre : Romance

Rating : PG-13

A.N : Kalo yang dulu baca part end dari wp-ku (bukan dari SF3SI), mending baca dulu ya di sini, karena yang di SF3SI itu aku tambahin epilog di endingnya. Oke, happy reading all…

 

Summary:

“Mungkin matamu tidak dapat membedakan. Tapi sadarkah kau? Kita sebenarnya punya satu indera ‘semu’, ya, kita punya Hati. Apa kau sadar, hati itu mampu merasakan sentuhan, seolah mampu mendengar, mampu melihat, dan mampu menebak rasa. Hanya seolah, tidak benar-benar nyata. Sekalipun nantinya matamu tidak tahu seperti apa Eun Jung, kau masih punya hati yang dapat merasakan lembutnya cinta, mencium harumnya cinta, melihat bayangan cinta, dan mendengarkan melodi cinta.”

 

***

 

Part 1 of 2 : Another Sensory

 

“Jadi kau akan menyerah, Minho-ya?” Krystal tak percaya mendengar pengakuan Minho, sepengetahuannya—Minho adalah orang yang paling tidak ingin kalah.

Menyerah? Sepengetahuan Krystal, menyerah menurut seorang Choi Minho sama saja dengan membiarkan orang lain memerosotkan celananya—dipermalukan. Menyerah adalah tindakan seorang berhati lemah, tidak berani melewati bara api yang menghadang—pasrah begitu saja terlahap api, pasrah akan takdir.

“Konsep menyerahnya beda. Kali ini lebih tepat disebut mengalah. Lebih hiperbolisnya lagi, aku merelakan cintaku dipadamkan secara paksa karena tidak ingin membuatnya risau, biarkan ia bahagia. Nyatanya sekarang Hana sudah menikah dengan Jinki dan mereka pun sudah pergi ke Paris. Lalu apa yang bisa kulakukan?” Minho menjawab tegar, ingatannya beberapa bulan lalu membuatnya bersedih sekaligus bahagia—ya, memori tentang pesta pernikahan Hana dan Jinki.

“Hihi, syukurlah kau tidak menganut paham sesat.” Krystal terkekeh, ia meninju pelan lengan Minho.

“Paham sesat? Maksudmu?” Minho bengong, tak mengerti maksud Krystal.

“Hahaha, tidak mengerti maksudku? Ada orang yang berpikir, selama batu nisan belum tertancap, masih ada kesempatan untuk merebut hatinya.” Krystal terbahak, pepatah dari mana itu? Konyol, tapi nyatanya memang banyak terjadi.

Buktinya, banyak kisah orang ketiga yang menghancurkan rumah tangga orang, kan? Tidak cukupkah mereka memahami makna dari sebuah ikatan bernama pernikahan? Pernikahan tidak hanya sebatas status. Menikah berarti menyerahkan segenap jiwa raga pada pasanganmu. Pernikahan berbicara tentang konsep kesetiaan. Sekalipun sudah tidak ada cinta di dalamnya, kau harus tetap berpegang teguh pada jalan yang telah kau pilih. Waktu dan kesempatan bukanlah film yang dapat dimainkan berulang kali. Juga, tak bisa kau putar mundur.

“Ya! Aku tidak selicik itu. Hana bukan jodohku, mungkin suatu hari nanti akan datang seorang yeoja lain yang dapat mengisi kekosongan hatiku. Mungkin saja kau adalah jodohku, Krys,” Minho membalasnya dengan candaan, berusaha menghibur hatinya.

“Isshhh…aku masih akan mengejar cinta Key. Meskipun Key itu tidak setinggi kau, tidak setampan kau—tapi dia punya sisi menarik lainnya. Kyaaa…Key!!” Krystal mulai heboh sendiri tatkala topik pembicaraannya adalah Key.

“Haha, selamat memperjuangkan cintamu, Nona Krystal.” Minho hanya bisa menyemangati dengan tepukan pelan di bahu Krystal sebanyak dua kali.

***

Hyung, ke mana perginya Eun Jung Nuna?

Hyung, tolong beri aku informasi tentang keberadaan Eun Jung Nuna

Hyung, berbagilah sedikit denganku…

 

Tidak pernah menyerah, setiap kali bertemu Key dan Jonghyun, pertanyaan semacam itu yang meluncur dari mulut Taemin.

Cinta itu seperti sidik jari, membekas, menorehkan jejak. Sulit untuk menghapusnya. Konon ada yang bilang kalau sidik jari bisa terhapus dengan air hujan. Mungkin bagi seorang yeoja, pernyataan itu berlaku. Bagi yeoja, cinta terkadang hilang jika air mata sudah berhasil mengalir deras, tak hentinya membasahi luka di hati. Berbeda dengan namja yang sudah merasakan istilah ‘cinta mati’. Naluri namja adalah ‘menaklukkan’, maka ia tidak akan pasrah begitu saja sekalipun telah banyak luka yang didapat, ia tidak ingin merasa ‘takluk’ pada takdir.

Bagi Taemin, Eun Jung adalah yang pertama, yang memperkenalkan padanya perasaan bernama cinta, meninggalkan bekas yang belum terhapus. Sayangnya hanya sepihak, ah, bukan, Taemin yang tak pernah lari dari zona amannya dahulu. Ia hanya membiarkan cintanya tertutupi oleh kepengecutan. Ia terlalu takut, merasa dirinya masih jauh dari kata dewasa, jauh dari kriteria yang diinginkan kebanyakan yeoja : mandiri, dewasa, berwibawa.

“Ya! Sudah kubilang aku tidak tahu! Jangan tanya aku lagi! Dan kalau bisa, jangan sering-sering menemuiku, melihatmu membuatku menjadi sedih,” Key protes, ia nampak tidak suka karena disodorkan pertanyaan yang sama oleh Taemin.

Hyung, jebal…ke mana lagi aku bertanya kalau bukan padamu dan Jonghyun Hyung…apalagi Jonghyun Hyung sibuk,” Taemin memohon, ia masih tidak ingin menyerah.

Key mendengus sebal. Bukan hanya sebal diberi pertanyaan yang sama, tapi bertemu Taemin—membuatnya teringat pada Lee Jinki, namja yang berhasil memenangkan hati Hana dengan cara yang terkesan mudah.

Key, ingat, kau mencintai Hana. Cinta itu tulus Key, berbanding terbalik dengan ilmu berhitung. Kalau kau masih membandingkan betapa pengorbananmu lebih besar daripada Jinki, maka ketulusanmu dipertanyakan.

 

Ucapan Jonghyun kembali melesat di pikirannya, menyisakan gema di gendang telinganya—membuatnya kembali menelan ludah. Bicara tentang ketulusan, Key sangat yakin kalau perasaannya pada Hana sangat tulus. Tapi terkadang bisikan jahat, bisikan untuk mendapatkan cinta Hana—mencuat.

“Ah baiklah…aku pergi, salam dari hyung-ku dan Hana Nuna…terutama Nuna, dia bilang ‘Kiyunnie…kau tak boleh menungguku seperti aku menunggumu dulu, sekarang aku sudah sah menjadi milik orang lain’, kurasa aku tidak salah mengingat kalimatnya,” tutur Taemin berapi-api. Ia paham mengapa Key tidak suka melihatnya, dan ia sengaja membuat Key makin cemburu. Taemin kesal karena selama setahun ini Key tak pernah buka mulut soal Eun Jung.

“Ya! Bocah sialan…kuharap kau tidak akan pernah menemukan Eun Jung-mu lagi! ” Key berteriak kencang tatkala Taemin sudah mengambil langkah seribu sembari tertawa meledek.

Taemin terus berlari, mulai keluar dari batas rumah Key berupa yang pagar.

Tinnn, tinnnn….

Sebuah mobil berhenti di samping jalur ia berlari, mobil itu berhenti di depan pagar, seperti menunggu tuan rumah untuk membukakan gerbangnya selebar mungkin agar mobil  itu bisa lewat dengan mulus.

Tak kunjung ada jawaban, Taemin yang masih terpaku—memutuskan untuk membantu membukakan pintu gerbang. Sang pengemudi hendak berterima kasih, dibukanya jendela mobilnya setengah. “Gomawo, Taemin-ssi.”

“Jonghyun Hyung!” Taemin menghampiri Jonghyun, berdiri di sisi luar mobil. “Mmmm, Hyung…kumohon jawablah pertanyaanku, di mana Eun Jung Nuna?”

“Ya! Tidak sopan. Apa kau tidak berpikir, aku bosan disodori pertanyaan yang sudah jelas tidak ingin kujawab. Tidak sopan memaksa orang yang lebih tua.”

Taemin tertunduk lemas, ia tak punya kemampuan untuk memaksa, “Mian Hyung… baiklah, aku akan menunggu kejaiban. Aku tidak akan mengganggumu dengan pertanyaan konyolku lagi. Aku pergi, permisi Hyung.” Ia berjalan gontai meninggalkan Jonghyun.

***

Message From : Minho ice prince

Kau tidak akan menyerah saja sepertiku, Krys?

Isi pesan singkat itu membuat Krystal kesal setengah mati, sahabat macam apa yang menyuruhnya menyerah?

Tidak ingin hanya berdiam diri menunggu keberuntungan datang, akhirnya Krystal memutuskan untuk mengajak Key bertemu dengan alasan minta diajarkan memasak. Ya, ia yakin bahwa Key akan tertarik setengah mati tatkala seorang yeoja seperti Krystal punya keinginan untuk belajar masak. Selama ini Key selalu mengejek Krystal dan mendesak yeoja itu untuk belajar.

“Ya!Kau sangat merepotkan sekali, Krys. Kau yang minta diajari masak tapi kenapa harus di rumahku? Aku yakin setelah disentuh olehmu, maka dapurku akan berantakan seperti kapal pecah.” Key berkacak pinggang mendapati Krystal yang berdiri di depan pintu rumahnya sambil tertawa tanpa dosa.

“Hehe, kau kan namja terbaik yang pernah ada. Berbagilah ilmu Key, kau tidak akan rugi….” Krystal masih berusaha  cuek.

“Hhh, baiklah…selamat datang di rumahku, sarangnya orang-orang tampan.” Key akhirnya mempersilakan Krystal masuk.

“Ya! Kau tidak merasa geli karena bersikap terlalu narsis, Key?”

“Diam, jangan terlalu banyak omong, Krys. Orang banyak omong biasanya sedikit berbuat.” Key yang emosinya sedang tidak baik, mulai mengeluarkan nada berbicara yang dingin.

“Huh, sejak kapan kau menjadi mirip seperti Minho? Hah, jangan bilang kalau kau frustasi karena cintamu ditolak Hana.”

“Aku bukan ditolak, hanya kurang beruntung karena didahului oleh Jinki Hyung. Krys, sejujurnya mood-ku sedang kacau. Kalau buka kau yang minta belajar masak, aku akan menolak dan memilih mengurung diri seharian sambil melukis.”

Seperti penderita maag yang disodori roti. Makanan tersodor di hadapannya, tapi sayangnya roti tidak baik untuk penderita maag, membuat lambungnya makin memanas. Begitulah yang dirasakan Krystal.

Yeoja itu bingung, ia harus senang atau sedih? Senang karena baru saja Key mengatakan ‘jika bukan kau yang minta’, itu artinya Key masih memandang dirinya. Tapi di satu sisi, Key yang ada di hadapannya terkesan berbeda, tidak seperti Key yang dikenalnya.

“Key, kau aneh hari ini…bukan Key yang biasanya,” ucap Krystal jujur pada Key yang berjalan di depannya.

Key menghentikan langkahnya, sedikit banyak ia tertegun. Ia sadar kalau ada yang aneh dalam dirinya. Ada perasaan semacam dipermainkan oleh teori peluang, lagi-lagi bermain hitungan.

“Krys, pernahkah kau merasa dipermainkan nasib?” tanya Key lirih.

“Pernah. Tapi akhirnya aku mengubah pikiranku. Key, sesungguhnya kita adalah pemain utama dalam kisah kita, sutradaranya adalah Tuhan. Kau tidak berhak protes pada alur yang telah diciptakan Tuhan. Key, manusia hanya bisa berusaha dalam mencapai apapun yang diimpikannya. Tapi bukan berarti selalu berhasil. Begitu juga dalam hal cinta, aku memang tidak tahu seberapa dalam kau mencintai Hana karena Minho tidak menceritakan detail. Tapi, ketika kau sudah berusaha dan akhirnya Jinki yang berada di posisi impianmu, belajarlah untuk ikhlas Key.”

Key diam, ia hanya memandangi wajah Krystal sambil menggigit bibirnya. “Nggg, Krys…entah kenapa aku merasa kau yang hari ini berbeda dengan kau yang biasanya,” ia akhirnya berucap ragu.

“Eh, memangnya seperti itu? Rasanya sama saja.” Krystal berpikir keras, khawatir Key berpikiran buruk tentangnya, takut mengesankan kalau dirinya seolah berkata ‘sudahlah Key, Hana tidak usah kau kejar lagi. Ada aku yang sudah jelas mencintaimu’.

Ne.” Key mengangguk jujur. “Kau tahu apa yang aneh?”

“Apa memangnya?” Krystal masih tidak mengerti.

“Kau, sejak kapan kau jadi orang bijak? Hahaha…syukurlah  yeoja jadi-jadian yang satu ini sudah sedikit dewasa.” Key tergelak, ia tertawa puas apalagi ketika melihat Krystal mengerucutkan bibirnya.

Pletakkk,

“Tidak lucu!” dumal Krystal setelah sukses mengentikan tawa Key dengan jitakan kerasnya.

“Ya! Berani menjitakku sekali lagi, jangan harap aku membuka pintu rumahku untukmu lagi! Dasar yeoja tidak tahu sopan santun….”

***

Annyeong, Yoona Nuna,” Taemin menyapa seorang yeoja yang sudah sangat familiar baginya itu.

Im Yoona, yeoja yang tengah berkutat dengan buku laporan penjualan harian itu pun menoleh dan tidak lama kemudian tersenyum setelah ia melihat siapa sosok yang baru menyapanya tadi.

“Tae-ya, bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Yoona sembari meletakkan pulpen yang tengah dipegangnya tadi.

“Aku baik. Kalau tidak baik, mana mungkin aku bisa berada di tempat ini, hehe.” Taemin tertawa ringan.

“Apa kau sudah menemukan Eun Jung-mu itu?”

Taemin terdiam untuk mencari jawaban yang tepat. “Belum, dan mungkin tidak akan pernah,” ucapnya singkat. Wajahnya mendadak suram, mengingat nama itu mampu mengubah mood-nya seketika.

“Seharusnya kata ‘tidak’ itu jangan pernah terlontar dari mulutmu. Bukankah peluang itu selalu ada?”

“Bagaimana mungkin aku bisa menemukannya setelah seluruh wajahnya berubah total? Aku rasa akan sulit untuk mengenalinya.” Taemin membalas setengah pasrah.

Inilah yang membuatnya tidak berani bermimpi, mencari Eun Jung bagaikan mencari selembar daun di tengah padang ilalang. Mungkin sosok itu memang berbeda, tapi menemukannya di tengah lautan rupa yeoja—bukanlah hal yang mudah.

“Bisa. Mungkin matamu tidak dapat membedakan. Tapi sadarkah kau, kita sebenarnya punya satu indera ‘semu’, ya, kita punya Hati. Apa kau sadar, hati itu mampu merasakan sentuhan, seolah mampu mendengar, mampu melihat, dan mampu menebak rasa. Hanya seolah, tidak benar-benar nyata. Sekalipun nantinya matamu tidak tahu seperti apa Eun Jung, kau masih punya hati yang dapat merasakan lembutnya cinta, mencium harumnya cinta, melihat bayangan cinta, dan mendengarkan melodi cinta.”

Taemin mengangguk ragu. “Seperti itukah cinta? Apakah hatiku bisa diandalkan?”

***

Wajah Key memberengut kesal sejak tadi. Ia sedikit bingung mengapa dirinya pasrah begitu saja saat Krystal menyeretnya ke dalam mobil, yeoja itu minta diantar Key ke Dongdaemun Market. Gemerlap lampu neon terlihat menghiasi tembok kokoh nan megah yang membalut bangunan tersebut.

Jam tangannya menunjukkan pukul 19.52 KST, membuat Key bertambah kesal karena seharusnya ia memiliki rencana lain malam ini, bukan justru menemani Krystal berbelanja.

“Kau mau belanja? Huh, aku tidak mengira yeoja sepertimu ternyata suka belanja juga.”

“Hei, kalau aku tidak suka belanja, lalu darimana datangnya pakaian yang melekat di tubuhku ini? Aku memang bukan maniak belanja, tapi paling tidak aku pernah berbelanja.” Krystal menjawab cuek, tangannya menyeret lengan Key karena sejak tadi Key masih mematung di depan bangunan megah itu.

“Krys, kau sungguh merepotkan. Setelah mengacak-acak dapurku, kau dengan sembarangan menyeretku kemari. Huh, mengganggu hidupku saja!” Key mengeluh, ia melangkahkan kaki lebih dulu ke dalam bangunan.

“Ya! Salahmu sendiri tidak menolak. Kau punya tenaga untuk melawan ketika dipaksa.” Krystal berlari kecil menyusul Key yang langkahnya makin cepat.

“Sudah kubilang, kalau bukan kau—aku tidak akan mau. Sudah, beruntunglah kau menjadi orang dekatku.”

“Jadi kau menganggapku sebagai orang terdekatmu?” Pipi Krystal memunculkan semburat merah, ucapan Key bagaikan blush on yang meronakan wajahnya.

“Salah, hanya dekat, bukan terdekat. Bagaimana aku bisa bilang kau tidak dekat denganku? Kerjaanmu itu seperti anak kanguru yang bersemayam di dalam kehangatan kantung ibunya, kau senang menempel padaku.” Key berkilah, ia tidak mau yeoja ini terbuai berlebihan setelah mendengar kata-katanya, ia tahu persis bahwa Krystal menyimpan rasa kagum padanya.

Mwo? Jadi kau menganggapku anak kecil, anakmu? Jahat sekali kau Key! Setidaknya kau bisa mengumpamakan seperti ini ‘kerjaanmu bagaikan semut yang menggilai manisnya gula’, kan lebih umum didengar.”

“Huh, tidak mau. Semut yang menggilai manisnya gula? Berarti aku si gula yang manis? Ani, aku ini namja tampan, bukan manis, hahaha….” Key tertawa puas setelah melontarkan kenarsisannya yang tiada tara.

“Ya! Dari mana asalnya rasa percaya dirimu yang berlebihan itu? Key, kau bisa sakit jiwa kalau terlalu mendewakan ketampanan.”

Key hanya mengedikkan bahu dan mencibir, namun sesaat kemudian ia bungkam. Ya, Key cukup tertohok dengan kalimat Krystal yang terdengar bagaikan sindiran untuknya. Walaupun Key tahu betul bahwa Krystal hanya bercanda, yakin bahwa yeoja itu sama sekali tidak mengetahui perihal ‘aib’ namja yang sedang jalan bersamanya.

Tampan? Huh, Key bahkan kini merutuki dirinya dalam hati. Bagaimana bisa ia begitu memuja ketampanannya sedangkan ia tahu bahwa semua itu palsu? Ya, Key mulai merasa terpojok dengan semua ini. Ia sebetulnya benci kata ‘tampan’, ‘rupawan’, ‘handsome’ dan berbagai kata yang masih sejenis.

“Krys, apa menurutmu aku tampan?”

“Errr…sudahlah, jangan bahas masalah ketampanan, tidak penting. Ayo Key, kita datang kemari untuk belanja, mari kita nikmati malam iniii!” Krystal bersorak untuk menutupi rasa gugupnya. Bagaimana tidak gugup jika diminta menilai rupa orang yang dikagumi?

“Huh, baiklah, lupakan,” gumam Key singkat.

***

Paris, At Jinki’s Apartment

 

“Jinki-ya, kau tidak lelah terus berkutat dengan komputer sejak siang?” Hana menghampiri Jinki dengan segelas kopi susu hangat.

“Lelah, tapi tidak apa. Aku harus menyelesaikan rencana desain ini sebelum kita ke Korea.” Jinki menoleh, tersenyum, lalu meraih kopi buatan Hana dan menyeruputnya dengan nikmat. “Ini enak sekali, gomawo….”

Cheonmaneyo. Ah ya, kita jadi ke Korea?” Hana terlihat ragu, ia meraih kursi yang ada di pojok ruangan dan menariknya ke dekat Jinki. “Kau yakin?”

Jinki mengangguk mantap. “Mengapa harus ragu? Aku yakin. Mungkinkah kau yang ragu? Kau takut bertemu Key lagi?”

Ani, bertemu Key bukan masalah bagiku.” Hana menggeleng kuat. “Kenapa harus takut? Aku rasa justru kau yang takut. Kau mungkin masih meragukan perasaanku.”

Ne, aku memang pernah meragukannya, sekarang pun masih sedikit ragu. Aku sedikit heran mengapa kau memilihku. Setelah dipikir lebih lanjut, aku tidak melakukan banyak hal untukmu. Mungkin Key dan Minho yang lebih banyak membantumu.”

“Aku pernah bilang, kan? Di dunia dewasaku, kau yang menyelamatkan aku dari rasa sepi. Selain itu, apakah mencintai seseorang harus didasari oleh rasa terima kasih? Ah maksudku, karena orang itu pernah menolongku, menyelamatkan aku—maka aku pasti mencintainya? Kurasa tidak selalu.” Hana tersenyum kecil, ia meraih tangan Jinki yang sedang memegang mouse dan mengelusnya pelan.

“Ah, kau mengingatkanku pada Taemin, dia jatuh cinta pada Eun Jung karena yeoja itu pernah menolongnya, itu adalah titik awalnya. Aku sendiri belum tahu seperti apa sosok yeoja itu, aku tidak tahu mengapa adikku itu begitu tergila-gila pada yeoja yang hanya pernah bertemu dengannya beberapa kali itu. Hhhh, Taemin…ya, adikku ini yang membuatku yakin bahwa kita harus pulang ke Korea sebentar.” Jinki berbalik memandang Hana, wajahnya terlihat kusut.

Hana mengerti perasaan Jinki, ia tahu bahwa Jinki punya alasan kuat untuk pulang ke Korea, setidaknya ada momen di saat kehadiran Jinki akan berarti di sana. Demi Taemin? Ya.

 “Jinki-ya, kau biasanya tenang. Baru kali ini aku melihatmu seperti ini, aku paham, ini menyangkut adik kesayanganmu.” Hana menghela oksigen sejenak. “Apa rencanamu selanjutnya?” tanya Hana dengan hati-hati, khawatir membuat pikiran Jinki bertambah runyam.

Molla, tergantung tingkat kedewasaannya sudah sejauh apa nanti.”

To Be Continued

 ©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

27 thoughts on “(After Story of YSMFMSW) Hidden [1.2]

  1. crtany bgus as usual…
    wlw msh agk g ngeh,
    ni ad main story nya kah d sfs3i?
    kykx aq blm bc deh…perlu obrak-abrik library nya sf3si nih…

    1. Ada main story-nya emang, Judulnya You Save Me From My Silent world. Itu ff perdanaku eon, masih acak-acakan banget ><
      Tp ya emang ga akan ngeh kalo baca langsung yg ini, hehe…

      Makasih eonni dah mampir, jgn lupa maen ke main story-nya😀

    1. Perasaan aku emang udah bilang di part 17 (end) kalo ff ini emang masih berlanjut😀

      Yoiii, tungguin ya part lanjutannya, jgn lupa mampir lagi
      Makasih banyak yoo

  2. ini after story dr cerita yg mana ya??
    kya nya pernah baca main story nya,,tp lupa judul and crita keseluruhan nya kya apa..-,-

    1. Ini after story dari ff yang judulnya You Save Me From My Silent World. Kayakna km emang dah pernah baca ff-ku yg itu sih

      Makasih ya udah mampir di ff ini😀

  3. waah..ada afstornya…

    ye ye ye..aku suka dg krkter nya jinki..dia bijak skali…

    tp rda2 ngeri ni..mlht key yg msh mcri peluang..

    1. Jinki, entah knp aku suka bikin karakter dia bijak, kecuali di The Devil.
      Iya ya, nah lohhh gimana Key selanjutnya?

      Ntar mampir lagi ya kawan di part berikutnya
      Makasih banyak ^^

  4. Kasian bgt taem…ms ga ada yg mau ngasih tau … Yakin, pasti key ma jjong tau dmana kbradaan eum jung
    Lupa,dlu yoona ada g ya d YSMFMSW ???
    Kynya perlu bc ulg nih…hehe

    Bibib kynya lg aktif produksi…hehehe…
    Hwaiting🙂

    1. Ada eon, Yoona itu temennya Hana waktu kerja di restorannya Jinki.

      Ga lagi aktif eon, soalna lg jarang bisa pegang lepi. Kemaren cm nulis part 2-nya ff ini sama namja part 7 yg masih buntu di scene akhir, diriku mesti riset dulu tp inetnya odong2. Sempet nulis forward juga dikit sih

      Makasih eonni ya😀

  5. diliat dr perkataannya jinki yg t’aqr kyk.a dy tau dmn si eunjung berada#sotoy

    emang si key inget apa??koq dy gg mau ngasih tau taemin??trs gmn reaksinya krys klo dy tau mukanya key itu ‘palsu’??nanti si krys bakal sama key gg?trll banyak pertanyaan..mndg baca next part.a XDD..aq tgu eon :3

    1. Wohoho, aku takut ah sama tebak-tebakanmu, suka bener. Yg ini bener ga ya?

      Ehehe, ditunggu aja lanjutannya yaaa
      Makasih Vanya udah nyempetin baca di warnet pula, terharu ><

  6. Key Minho suka ama Hana. Tp Hana nya milih Jinki. Jinki kakaknya Taemin. Taemin suka Eunjung nah Eunjung itu siapa? trus hubungannya Eunjung ama Key & Jonghyun apa? trus knp Taeminnya bilang “Bagaimana mungkin aku bisa menemukannya setelah seluruh wajahnya berubah total? Aku rasa akan sulit untuk mengenalinya.” Eunjungnya abis oplas ya?
    Yg ini juga
    Key bahkan kini merutuki dirinya dalam hati. Bagaimana bisa ia begitu memuja ketampanannya sedangkan ia tahu bahwa semua itu palsu?
    Palsu? maksudnya apa?
    Ga terlalu ngerti aku ._.v kayaknya aku mesti baca Main story-nya dulu

      1. Aku pengen baca, tapiii hhh.. aku baru tau kalo ternyata ada 17 part. Aku perlu waktu yg bnyak nihh buat bacanya.
        Ntar dehh aku baca, aku lg sibuk di kantor soalnya😀

    1. lanjutannya sebenernya udh ada dr kapan taun di blog-ku. Tp krn banyak yg bilang aneh, blm aku post. Tp ga tau lagi mau diapain… no idea. Soalnya aku cukup suka sama endingnya

      Makasih ya giga udh baca ^^

  7. Annyeong,
    mw tnya after storynya cma smpai situ ya eonni, pdhal msih gntung, aku pling ska bca fanfic eonni, bhsanya itu bjak bnget..
    Aku msih pnsaran sma ksah slanjutnya, aplgi tntang taemin sm eun jung.
    Klw bleh tw WP Pribadi eonni namanya apa ya??

  8. msh gantung,
    kenapa key jdi gtu ya?
    kasian taemin, jjong kok jahat sih
    dia sngaja nikah sm eunjung ya, pdhal taem nyari” dia kan
    kpn nie after story yg selanjutny?

  9. Jadi penasaran before storynya. Hahahahahahah.

    Kok bisa ya bacanya gag bosan padahal kalimat yang dunakan sangaaaaaaaaaaaat lembut.

    Aahhh, good job thor (y)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s