The Black Wings

Title       : The Black Wings

Author  : ReeneReenepott

Maincast : Lee Jinki, Han Min Young (OC)

Cameo : Chunji (Teen Top)

Length  : Ficlet

Genre   : Romance, Fantasy, Fluff (a bit)

Rating   : Teenage

A/N : sebelumnya maaf, ini Cuma cerita fantasy ringan, huohoho#plakk

The Black Wings

 

Min Young POV

Ne, eomma, jalja…” sahutku membalas senyuman  eomma yang berdiri di ambang pintu. Ia menutup pintu perlahan, membuat kegelapan dan kesunyian menerjang ruang tidurku. Tanpa diminta, mataku mulai memberat, pikiranku mulai melayang, dan akhirnya aku masuk ke alam mimpi, yang awalnya terasa dingin dan lembut, serasa di peluk awan.

…:::-:::…

Di alam bawah sadarku, sebuah cahaya bersinar sangat terang, membuatku harus menyipitkan mata, sementara hembusan angin terasa kian kuat bersama cahaya yang makin terang itu. Aku memejamkan mata begitu cahaya itu makin terang dan terang, hingga sangat amat menyilaukan. Tubuhku terasa terambang seketika, dan sedetik kemudian terasa terhempas di atas sesuatu yang sangat keras.

Tubuhku membeku, aku masih memejamkan mataku selama beberapa detik. Dan ketika aku membuka kedua mataku, aku tertegun. Kupikir aku akan terjatuh di atas lapisan semen, tapi nyatanya aku jatuh di atas bentangan rumput hijau yang hangat dan lembut terkena cahaya matahari. Aku merenyitkan kening, matahari? Dimana aku?

Aku berdiri, menyadari tubuhku masih terbalut piyama tidur motif Tweety, dan mengedarkan pandangan. Air sungai bergemericik di hadapanku, pohon-pohon tubuh tinggi menjulang di sisi lainnya. Buah jeruk dan apel menggantung dan terlihat sangat ranum, di sekitarnya ditumbuhi semak dan bunga musim semi. Kupu-kupu dan tupai berkeliaran, burung-burung bercicit di angkasa.

“Indah, ya?” sebuah suara berujar di belakangku. Aku berbalik lalu jatuh terjengkang ke belakang karena kaget.

Aigoo! Aduh,” aku memegangi dadaku, jantungku benar-benar serasa mau copot. Aku pikir aku sendirian di sini.

“Kau dari mana? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya,” tanya namja di depanku ini. Aku perhatikan wajahnya. Well, dia… tampan. Sangat tampan. Kulitnya putih, pipinya terlihat sangat lembut bagai tahu. Matanya ikut tersenyum ketika ia tersenyum. Benar-benar mahkluk Tuhan yang sempurna. “Hei,” panggilnya ketika aku mulai berimajinasi dengan pikiranku.

“E-eh? Ya?” tanyaku kaget. “O-oh, itu… aku juga tidak tahu aku darimana,” ungkapku sekenanya. Kenapa aku jadi gugup ya? Heish, ya sudahlah.

“Namaku Lee Jinki. Kau?” aku tercenung ketika ia memperkenalkan dirinya. Aku berdiri dari posisi dudukku, lalu menyambut tangannya dengan senyuman.

“Han Min Young. kau bisa memanggilku Min Young,” kataku. Ia tersenyum.

“Min Young. Kau cantik,” katanya yang membuatku tersipu. “Kau mau jalan-jalan?” aku mengangguk lalu ia menarik tanganku lembut. Astaga, kenapa perasaanku jadi berbunga-bunga begini? Aku hanya tersenyum sambil menatap wajahnya. Astaga, dia benar-benar tampan, ya Tuhan. Sepertinya aku mulai menyukainya…

“Baiklah,” ujarku kemudian. Ia menggenggam tanganku lembut, mengajakku jalan-jalan ke sekitar tempat indah ini.

“Kau menyukaiku, ya?” ujarnya tiba-tiba. Mataku langsung membulat, wajahku langsung memerah.

“A-apa?”

“Aku bisa membaca pikiranmu,” ujarnya sambil berbalik dan menatapku dengan senyumannya yang menawan.

Jinchayo?” ia mengangguk meyakinkanku. “Kau ini apa?” pertanyaan itu melucur bergitu saja dari bibirku. Aku menatapnya bersalah, “Ah, mianhae, mulutku terkadang susah di ajak kompromi,”

Gwaenchanna, lagipula aku tidak tersinggung kok,” ujarnya setengah tersenyum. Tiba-tiba ia melangkah mendekat ke arahku, membuatku semakin gugup saja.

Deg…

Deg…

Aku hanya bisa memegang pipiku yang memanas ketika ia melangkah makin dekat ke arahku. Tubuhnya hanya tinggal beberapa senti lagi dari tubuhku, tiba-tiba lengannya yang kekar meraih pinggangku dan menarik tubuhku mendekat, membuat tubuhku membentur tubuhnya.

“Kau mau tahu siapa aku ini?” tanyanya dengan suara rendah, membuatku merinding karena hembusan napasnya terasa di pipiku. Aku hanya mengangguk kaku. “Baiklah, aku akan memberitahumu,” ujarnya misterius. Ia tersenyum, makin lama makin lebar.

Aku membeku di dalam dekapannya ketika muncul sepasang taring di kedua sudut bibirnya, dan senyumannya berubah menjadi seringaian buas. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan, tempat indah yang tadi kujelajahi bersamanya berubah menjadi tempat yang kosong dan gelap, dan sangat dingin di sini. Aku menatap Jinki lagi, kini warna bola matanya berubah menjadi seperi kucing.

Kalau aku bisa menggerakkan anggota tubuhku, aku akan berteriak dan mencoba melepaskan diri darinya sekuat-kuatnya. Tapi kalau aku bisa. Sayangnya tubuhku serasa membeku di dalam dekapannya. Yang bisa bergerak hanyalah bola mataku, yang terbelalak negri menatapnya.

“Tidak bisa bergerak, nona Min Young? Kau mau bergerak? Ah, terasa dingin ya, di sini?” aku semakin mendelik ketika sepasang sayang hitam muncul dari dalam punggungnya. “Oh ya, aku lupa memberitahumu ‘apa’ aku ini. Baiklah, aku akan memberitahumu. Aku hanya satu-satunya spesies di dunia ini. Malaikat setengah vampir,”

Astaga… apa yang akan terjadi padaku?

“Kau tahu vampir kan?” tiba-tiba jarinya mengusap pipiku. Astaga, kulitnya terasa seperti es! “Dan kau manusia, kan? Aku harap kau tidak terlalu bodoh, apa yang akan vampir yang kelaparan lakukan bila bertemu dengan manusia yang menggiurkan sepertimu, hm?” tiba-tiba telapak tangannya perlahan menyentuh tengkukku. Mencoba meluruskan leherku, memperluas permukaan leherku.

Baiklah… aku… aku akan dimangsa oleh seorang vampir!

Jinki membuka mulutnya lebar, menampakkan taringnya tang berkilat tajam. Mendekatkan wajahnya ke leherku dan aku sungguh tak ingin merasakan lebih dari ini…

…:::-:::…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~” teriakku sekencang-kencangnya. Aku membuka bola mataku, merasakan napasku yang terengah-engah.

“Ya! Kau yeoja kebluk! Sedari tadi eomma-mu ini sibuk membangunkanmu! Cepat mandi dan sarapan! Ini sudah jam setengah tujuh pabo!” aku menoleh cepat menatap sosok wanita yang menatapku garang itu. Itu.. eomma?

Eomma?”

“Hish, anak ini kenapa sih? Cepat sana mandi! Eomma tunggu di bawah,”

Aku masih memandang kosong dan bingung. Kuraba leherku, tak ada bekas apa-apa. Malah tak ada apa-apa, kecuali keringat dingin yang masih terasa membasahi leherku. Napasku masih terengah, mataku dengan liar menjelajah ke sekelilingku. Syukurlah, ini masih kamarku.

Dan syukurlah, ternyata itu hanya mimpi.

Ta-tapi… tadi apa kata eomma? Setengah tujuh?

“KYAA~~~~ AKU TELAT HUAAAA!!!”

__

“Kau Han Min Young, tidur jam berapa kau hah?” tanya chingu yang duduk di depanku. Aku meletakkan ranselku di gantungan samping meja, lalu menatapnya sambil meredakan napasku yang sudah Senin-Jumat.

“Aku sama sekali tidak tidur malam, Chunji-ya,” sahutku sedikit kesal. Ia mengangkat sebelah alisnya curiga.

Jincha? Lalu apa yang membuatmu hampir telat seperti ini?”

Nightmare,” jawabku sekenanya.

“Hei, Kim sonsaengnim sudah ada di depan kelas XI – 4!” suara seorang haksaeng berhasil mengubah suasana kelas yang tadinya ribut menjadi tenang. Aku hanya mendengus ketika guru botak dengan tampang sombong memasuki kelas dengan ketukan sepatu pantofel dan penggaris panjang yang selalu ia bawa kemana-mana. Aku hanya terdiam sambil mengambil buku pelajarannya dari ransel, tidak memperhatikan beberapa haksaeng perempuan yang mulai grusak-grusuk (?) di sekeliling pendengaranku.

Annyeonghaseyo, haksaengdeul,” suara berat Kim sonsaengnim menyapa seperti biasa terdengar di setiap permulaan pelajaran.

Annyeonghaseyo, sosaengnim” koor seluruh haksaeng serempak, termasuk aku.

“Hari ini kita mendapat haksaeng baru, pindahan dari Beijing,” kata-kata Kim sonsaengnim membuatku berhenti mempermasalahkan pena tinta cairku, dan mendongak menatap ke depan kelas. Oh, ternyata ada haksaeng namja baru. “Silahkan perkenalkan dirimu,”

Aku kembali meronggoh botol tinta yang ku bawa kemana-mana di dalam ransel. Membuka tutupnya dan mengisi penaku dengan tinta itu. Kalian pikir aku hidup di jaman kuno ya? Haha, sayang sekali, kalian salah. Pena ini adalah pemberian haraboeji, dan akan terus kupakai supaya tidak cepat rusak. Tintanya mudah mengeras di salurannya, tahu.

Annyeonghasimnikka, joneun Lee Jinki imnida, keluargaku semula tinggal di Beijing, meski aslinya aku memang orang Korea,” kata haksaeng baru itu. Aku membeku setelah mengembalikan botol tinta ke dalam ranselku. Apa katanya? Lee Jinki?

“Baiklah, perkenalannya kita lanjutkan nanti ya, sekarang kau bisa mengambil tempat duduk di samping…” aku masih sibuk berkutat dengan pikiranku, hingga tiba-tiba si haksaeng baru itu melangkah dan menduduki kursi di sebelahku yang memang kosong. Aku menatapnya kaget.

“Kau..?”

“Aku di perintahkan untuk duduk di sini, joneun Lee Jinki imnida,”

Tuhan, eomma, appa, siapapun, bantu cubit pipiku sekarang.

Namanya Lee Jinki? Oh ya, tentu saja. Wajahnya sangat familier di mataku. Kulit yang putih dan pipinya yang terlihat selembut tahu, matanya yang sipit dan ikut tersenyum jika ia tersenyum, benar-benar membekas di ingatanku.

“Halo, apa kau melamun?” Jinki melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku, membuatku langsung tersadar dan kembali menatapnya.

“A-ah, Han Min Young imnida,” jawabku terbata.

“Min Young-ssi, kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya tiba-tiba dengan ekspresi polos. Aku hanya bisa menggeleng cepat menanggapi pertanyaannya.

A-aniya, ameutdo,”

Satu yang ingin ku ketahui. Hanya satu, satu saja.

Apa dia si malaikat setengah vampir yang bersayap hitam itu?

Sial, mereka mirip sekali. Tapi apa mahkluk seperti itu benar-benar ada?

FIN

Yuhuuu~~ aku membuat FF fantasy selain Key huwaahhh~~ *bangga gitu bangga gitu u,u* Bagaimana? Alangkah gajenya bukan? Aku aja ga nyadar kalau alurnya jadi seperti ini *silahkan timpukin author ga becus ini* Mianhae kalo ada kata-kata yang ga nyambung, typo *langganan ini mah u,u* dan yang lainnya. Mianhae deh.. #dugh. Eh, tapi tapi *toel reader* alurnya gak kecepetan kan yak? Segini biasa kan? #plakk *dasar banyak tanya*

Sebenarnya ini sebagai tanda permintaan maaf, soalnya aku mau nahan yang SPY 7 dulu karena.. er.. *garuk garuk pipi* entahlah #DORR

Maaf ya, moga-moga September aku udah mulai post lagi. Okeeeeh? XDD

Hei hei, gomawo yah udah baca, tapi jangan lupa komen!! XDD

Dadah~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

49 thoughts on “The Black Wings”

  1. what? pendek reeen 😦
    annyeong~ aku kembali lagi setelah sekian lama, huhu. SPY mu udh lanjut belom? aku mau baca deh kayaknya ketinggalan banyaak

    yg ini ada sekuelnya ga? gantuung dan aku udh penasaran bangeet
    lanjut lanjut #demo :p

    1. Hai qL~~
      Lama ga nongol deh. SPY udah lanjut dongss.. hoho ^^ Muter-muter gih!! #bugh
      Gak ada :p Soalnya readernya dikit, aku ga mau nanggung resiko 8D
      Gomawo yaa~~ XD

  2. yahh kependekan ini mach,,thor..-,-
    coba kalau dilanjut,,pasti lebih keren cerita nya..^^
    ending nya gantung bgt lgi..
    klo bisa dlanjut ya thor,,klo bisa itu jg..
    hhe

  3. gantung bgt..dan jg trlalu pndek..
    #hehe,.blang ja mau lbih.

    cb lo dlnjtin psti seru,.
    tkdir yg d awli dg mimpi!

  4. Ga…alurnya ga kcepetan….pas…
    Ahhhhh…jinki jd malaikat vampir…
    ahhhh…kerennya…..

    Ini end smp sini aja nih??ga ada sequel/next part atau apa kek namanya? Bneran cm smp sini???#ga nyante
    Dilanjut donkkkkkkkkk…..
    #mulae byk maunya..hihihi

  5. seru,,
    tapi itu c lee jinki yg murid baru tuh apakah c malaikat setengah vampirkah?? atau orang yg benar2 mirip??,
    klaw bs buat squelnya dong,,^^

  6. Wow! Keren. Tapi menurutku gak kependekan kok. Kan fluff.
    Jadi penasaran Jinki yang jadi murid ini benar2 Jinki yang ada di mimpi? Serem juga bayangin Jinki kayak gitu.
    Harus ada sekuel nih, biar seru. Haha. *maksa*

  7. Daebakk thor d^^ tapi kependekan nihh..
    Aku nemu beberapa typo tp gpp aku suka ceritanya. Jinki jd Vampir setengah malaikat, aku jd bayangin Jinki di MV RDD dgn syap hitam tapi 😀
    Buat sequelnya dong thor

    1. typo kan masih langgananku chingu *digeplak lana eon*
      Asli, aku juga bayangin jinki pas di RDD yang itu kke~
      haduh, maap yah. aku jadi bingung nih. Kalo ada pasti kubuatin deh yah? XDD *hayoh loh*
      gomawoo~~

  8. Waduh, ini Author satu langganan dah bikin ep ep ngegantung-,-.

    Advgfrwdvcfwgfwcgh.. lanjutin thor~ T~T *nangis ngeraung-raung* *ingusan* *elap ingus di baju Author* #ieuwh-_-.

    Beteweh, ep epnya mantap x3. Onew vampire? AAAHHH~ MAU DONG DIGIGIT *nunjukkin leher* #seketikasemuahening

    1. asdfghjklqwertyuiopzxcvbnm jugaaa~~~~ T^T aku juga stress kalo dijuluki seperti itu *nangis di bahu Minho*

      Onew-aahh huakakakakaakakaka… vampire sangtae tapi dia. hoahaaa~!~ XD
      gomawo yahh XDD

  9. keren thor…!!
    tp agak sedikit kecewa soalnya jinki didalam mimpi min young hnya mimpi pdhl kalau benar2 ada seru tuh..:)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s