Don’t Remind Me – Part 10

Author: Boram.Onyu

Main Cast:

  • Lee Jinki aka Onew
  • Lee Sunhye
  • Kim Jonghyun

Support Cast:

  • Kim Kibum aka Key
  • Choi Minho
  • Lee Taemin

Length: sequel

Genre: romance, friendship, mellowdrama

^Jonghyun Side^

            Aku menyodorkan handuk hangat pada Onew hyung, dan ia menerimanya tanpa komentar. Dari tadi kami hanya berdiam diri, sibuk memikirkan kalimat yang cocok untuk memulai percakapan. Udara dingin tak menjadi alasan kami untuk segera pergi dari tempat ini. Sekarang kami sedang berada di atap apartemen. Sudah menjadi kebiasaanku dan Onew hyung kemari jika kami mulai sumpek dengan padatnya jadwal show.

            “ Mianhe, hyung. “

            Akhirnya, aku bisa bersuara juga. Tapi ia tak bergeming, tetap mengompres pipinya bekas tinjuku tadi.

            “ Apa kau sudah puas? “

            Tak kusangka Onew hyung melayangkan tinjunya ke pipiku.

            “ Jika aku membiarkanmu memukulku sampai kau puas, apa kau akan melepaskan Sunhye untukku? “

            Onew hyung kembali meninjuku, tapi aku segera mengelaknya. Ia jatuh terjerembap dengan posisi telentang. Tangannya diletakkan di atas dahinya, menutup sebagian wajahnya. Aku bisa melihat dengan jelas air matanya yang mengalir dari sela tangannya.

            Aku ikut berbaring di sampingnya. Isakan tangisnya kini terdengar sangat jelas di telingaku. Kubalikkan badanku ke arahnya. Tangannya diturunkan, air matanya sudah hilang, tentu ia sudah menghapusnya.

            “ Jika dia kuserahkan padamu, apa kau bisa menjaganya dengan baik? Jika aku merelakannya, lalu apa yang harus kulakukan Jjong? “

            Onew hyung terduduk, aku ikut duduk. Senyumnya terlihat hangat, sekaligus perih. Aku segera memeluknya, kubiarkan ia menangis sepuasnya di bahuku.

****

^Minho Side^

            “ Jadi noona menyukaimu dulu? “

            Key mengangguk. Senyum tak lepas dari wajahnya. Ia menceritakan kejadian semalam padaku.

            “ Kau menyesal? “

            Key menggeleng. Aku  menepuk kedua bahunya. Ia menanggapinya dengan senyum. Aku tak begitu pandai menghibur orang lain. Makanya, aku hanya bisa memberikan senyumanku sambil mengelus bahunya.

            Aku melirik Key lagi, ia terlihat fokus pada setir kemudinya. Saat ini kami dalam perjalanan ke Gangnam, kantor manajemen SM. Karena hari ini adalah hari terakhirku syuting film The Pianist, para kru menyiapkan sebuah pesta, membuatku harus tinggal lebih lama di lokasi syuting. Dan sudah seharusnya aku berterima kasih pada kebaikan Key yang mau menjemputku.

            Setidaknya aku tahu, ia ingin menceritakan yang dialaminya semalam bersama Sunhye. Aku juga tahu, sebenarnya Onew hyung lah yang selalu menjadi tempat curhat Key. Jika ia bercerita pada Jonghyun hyung, keadaannya pun sama saja dengan Onew hyung. Bercerita pada Taemin, kurasa ia harus berpikir ribuan kali lagi jika ia ingin mengatakan sesuatu pada si anak polos itu. Sarapan pagi tadi, Taemin hampir membocorkan rahasia mengenai perasaan terpendam Key pada Sunhye noona. Untungnya, aku segera menggagalkan aksi bocornya lagi.

****

 “ Mwo? Kau ingin berhenti jadi hairstylish kami? “

Sunhye noona menganggukkan bahunya. Bisa kulihat Taemin dan Key hyung yang berada di sampingku menunjukkan ekspresi kekecewaannya.

“ Noona, tinggallah. “

Taemin mulai merengek. Tangannya bergelayut di lengan Sunhye noona. Ia hanya bisa mengucapkan kata ‘mian’ tanpa suara.

“ Di mana dia? “

“ Dia siapa? Jonghyun hyung atau Onew hyung? “

Key malah menjawab pertanyaan Sunhye dengan pertanyaan kembali, membuat wajah yeoja itu memerah seketika. Aku jelas tahu maksud dari pertanyaan Key. Baru saja Sunhye ingin menjawab pertanyaan Key, orang yang dimaksudnya sudah datang. Namja itu memakai masker, kacamata dan topi hitam. Hoodie nya dilepaskan, dibiarkannya menggantung di lengan kirinya.

Alat penyamarannya dibuka satu persatu, hingga wajah chubbynya menunjukkan senyum hangatnya seperti biasa.

“ Dari mana? “

“ Mencari angin segar. “

Jawab Onew hyung sekenanya. Ia mengalihkan perhatiannya ke arah Sunhye noona yang masih dirangkul Taemin.

“ Jadi, apa kau benar-benar berhenti kerja? “

Sunhye noona mengangguk pelan, aku tahu dari raut wajahnya ia terlihat sangat nerveous.

“ Ah, Onew hyung, kami titip noona dulu. Kami akan belanja kebutuhan minggu ini. “

“ Ya! Kali ini kan giliran Onew hyung! “

Aku mendorong Key yang terlihat tidak rela, juga menarik tangan Taemin yang masih enggan melepas Sunhye noona.

****

^Author Side^

            Onew dan Sunhye melangkahkan kaki mereka dengan lambat. Sama-sama mengulur waktu agar bisa bersama lebih lama. Alat penyamaran Onew kembali digunakannya, kecuali kacamatanya, karena hari juga sudah terlalu larut.

            “ Oppa, mian. “

            “ Aku sudah dengar itu berkali-kali darimu. “

            Sunhye kembali menundukkan kepalanya. Ia mencari sakunya, inginnya memasukkan tangannya untuk mengurangi dingin. Ia mendesah panjang ketika tahu jaket yang digunakannya tak memiliki saku. Ia juga memarahi dirinya sendiri dalam hati atas kebodohannya yang tak memakai sarung tangan.

Langkah Sunhye terhenti ketika melihat sepasang kaki di depannya. Ia mengangkat kepalanya. Onew malah menggenggam kedua tangan Sunhye yang sudah seperti es, lalu dimasukkannya ke dalam saku hoodienya. Lantas ia menarik Sunhye ke pelukannya, tanpa mendapat perlawanan dari yeoja itu.

“ Kau ingat pertama kali kita bertemu? “

Sunhye menjawab dengan gumamannya. Ia terlalu larut dalam pelukan Onew yang dirasakannya sangat hangat.

“ Aku tidak mudah membuka diriku dengan orang lain, apalagi dengan yeoja. Dan saat itu, entah kenapa semua itu hilang. “

“ ….. “

“ Hari-hari selanjutnya, aku semakin ingin terus bersamamu. Hingga akhirnya, kau dan aku dijadikan partner duet untuk latihan. Aku tidak tahu, tapi aku sangat bahagia saat itu. “

Onew menghirup dalam-dalam aroma rambut Sunhye. Ia tak lagi menangis, karena ia sudah memutuskan untuk merelakannya. Dan lagi air matanya sudah terlanjur kering.

“ Jadi apa alasanmu berhenti? “

“ Aku ingin melanjutkan studiku di Jepang. “

“ Bukannya sudah? “

“ Dulu itu kan program belajar jadi hairstylish. “

“ Aigo, bukannya jadi hairstylish itu impianmu? “

“ Ne, tapi aku sudah melakukannya. Bahkan menjadi hairstylish sebuah boyband SHINee yang sangat shining. “

Onew tertawa mendengar jawaban Sunhye yang terdengar sangat gamblang.

 “ Aku punya impian baru. “

“ Lagi? “

“ Aku ingin menjadi psikolog, oppa. Biar nanti aku bisa menyembuhkan sangtaemu! “

“ Ya! “

Giliran Sunhye tertawa, tangannya makin dieratkan memeluk Onew. Sudah lama ia tak memeluk pria itu, dan ia sangat rindu pada saat-saat seperti ini.

Mereka terdiam dalam masih kondisi berpelukan. Keduanya masih enggan melepaskan diri, terlalu larut dalam kehangatan yang menjalari perasaan mereka masing-masing. Lama mereka dalam posisi itu, hingga Onew pun melepas pelukannya.

“ Baguslah, kali ini kau pergi tak lagi dengan tanpa pamit. “

Dahi Sunhye mengkerut. Mata bulatnya yang mirip Minho menyipit. Onew hapal benar ekspresi bingung Sunhye seperti ini.

“ Dan seharusnya aku sudah mengatakan ini dari dulu. Mian. Harusnya aku tak harus mengirim sms sekasar itu. “

“ Sms apa? “

“  Waktu kau terpilih jadi kandidat SNSD dulu. “

“ Ne? Aku terpilih? Kapan? “

Onew membeku. Bagaimana mungkin Sunhye lupa. Ia tahu, Sunhye bukanlah tipe yang mudah melupakan sesuatu. Dan lagi, wanita itu bukanlah tipe yang mudah menyembunyikan sesuatu atau sedang berpura-pura. Ekspresi bingung Sunhye kembali terlihat di wajahnya, membuat wajah Onew ikut menampakkan kebingungannya.

“ Anio. Lupakan saja! “

****

Onew kembali ke dorm setelah mengantarkan Sunhye pulang ke rumahnya. Tampangnya masih blo’on, masih memikirkan tingkah Sunhye yang aneh tadi.

“ Hyung? “

Minho masih duduk di sofa, sementara personel lainnya sudah tidur di tempat masing-masing. Ia menyesal sudah meminum kopi tadi, membuatnya harus tetap terjaga sampai tengah malam begini. Onew yang disapa Minho tetap acuh, pikirannya terlalu fokus pada Sunhye. Merasa diabaikan, Minho menarik tangan Onew duduk di sampingnya.

“ Minho ya, kurasa Sunhye aneh. “

“ Wae? “

“ Kau bilang sesaat sebelum kecelakaan itu, ia memegang ponselnya dan terlihat sedih bukan? “

Minho ngangguk, tivi dimatikan lalu menghadap ke arah Onew yang terlihat serius.

“ Ia pasti membaca sms ku waktu itu. “ batin Onew.

“ Dan yang lebih aneh lagi, Sunhye tidak ingat kalau ia pernah jadi kandidat SNSD. “

Minho menghela napasnya panjang.

“ Sepertinya memori itu, salah satu hal yang dilupakannya. “

“ Mm? “

“ Sejak kembali dari Amerika, noona terlihat sembuh total. Tapi ia seringkali melamun, dan terlihat bingung. Ia juga lupa ia pernah training di SM. Dan kata dokter, ia memang kehilangan beberapa memorinya sejak kecelakaan itu. “

****

Onew melangkahkan kakinya dengan cepat. Sobekan kertas kecil amanat Minho digenggamnya erat. Ia kini sampai di depan sebuah klinik praktek dokter. Kertas itu dilihatnya lagi. Alamat yang tertera di kertas itu sama persis dengan alamat yang terpampang di klinik tersebut.

Tanpa ragu, ia memasuki klinik tersebut. Dieratkannya syalnya, ia hanya ingin berjaga-jaga jika saja ada salah satu dari pengunjung klinik itu yang mengenalnya. Ia sudah menjadwalkan waktu konsultasi, jadi dengan mudah ia segera masuk ke sebuah ruang dokter. Onew membungkukkan tubuhnya ketika seorang dokter berumur setengah abad menyambutnya dan mempersilakannya duduk.

“ Jadi, apa yang bisa kubantu tuan Lee? “

“ Aku ingin menanyakan sesuatu tentang salah satu pasienmu. Lee Sunhye, apa kau mengingatnya? “

Dokter itu mengerutkan dahinya. Di umurnya sekarang, tentu tak mudah mengingat salah satu dari beratus pasiennya dari setahun yang lalu. Onew yang mengerti situasi ikut memutar otaknya, bagaimana caranya agar dokter ini bisa mengingat kembali. Lalu dengan cepat, ia membuka dompetnya, lalu mengeluarkan foto Sunhye dari dalam dompetnya itu. Diberikannya pada dokter, berharap caranya ini akan berhasil. Dan akhirnya dokter itu menggumam mengerti, dipanggilnya salah satu asistennya untuk mengambil data Sunhye. Tak berapa lama, data yang dimaksudnya sudah datang dalam bentuk folder map warna biru. Ia membaca isinya, lalu menyimpannya kembali di atas meja.

“ Dia terakhir check up ke sini setahun yang lalu. “

“ Jadi, apa Sunhye memang kehilangan ingatannya? “

Tanya Onew to the point yang dijawab dengan anggukan dari dokter itu.

“ Apa dia bisa mengingatnya kembali? “

“ Sepertinya tidak, syarafnya yang berkaitan dengan memorinya ada beberapa yang rusak. “

“ Tapi, bukannya penderita amnesia bisa mengingatnya kembali? “

“ Bukan, dia tidak amnesia. Sudah kukatakan sebelumnya, syarafnya itu sudah rusak. Syaraf yang rusak tentu tak bisa kembali dengan normal. Bisa selamat dari kecelakaannya saja itu adalah mukjizat. “

****

Onew melangkah gontai di tepian Sungai Han. Salju yang turun tak menyurutkan niatnya untuk terduduk menekuk lututnya. Dinginnya salju yang dipijakinya tak juga dipedulikannya. Sunhye tak bisa mengingatnya lagi, setidaknya kenangan yang mereka lalui selama setahun trainee dulu. Pantas saja, saat pertama kali sejak kepulangan Sunhye yang menghilang selama dua tahun, hingga muncul sebagai hairstylish SHINee, ia bersikap datar. Hanya senyum, dan juga sapaan biasa pada umumnya. Ia memang masih ingat, ia pernah menjadi trainee dan pernah mengenal Onew, tapi hanya singkat saja. Tak ada kesan istimewa seperti yang seharusnya ia rasakan tiap kali ia bertemu Onew, ketika Sunhye masih menjadi trainee dulu.

Matanya masih menyisir tepian Sungai Han, dimana beberapa pasangan sedang bermesraan.

*flashback on*

“ Jinki yaaa! “

Onew berbalik ke arah seorang gadis yang berdiri membungkuk, dengan kedua tangannya yang bertumpu di kedua lututnya, sambil berusaha mengatur napasnya. Rambut panjangnya digerainya, membuat angin dengan mudahnya menerbangkannya, menjadi suatu pemandangan menarik di mata Onew.

Onew masih menikmati pemandangan itu, hingga akhirnya gadis itu menegakkan tubuhnya. Ditunjuknya Onew dengan geram, wajahnya sarat akan kemarahan dan jengkel.

“ Apa? Apa maksudmu membuatku kemari di malam sedingin ini? “

Gadis itu mendekati Onew, menepuk pipi Onew lalu menepuk ke seluruh tubuh Onew.

“ YA! Kau baik-baik saja! Kau bohong padaku ha? “

Onew tersenyum jahil, mengingat sms terakhir yang dikirimkannya pada gadis itu. ‘Tolong bantu aku, aku sangat membutuhkanmu, Sunny ah’ . Pesan singkat yang ternyata berhasil membuat Sunhye datang menemuinya.

“ Aku tidak baik-baik saja. “

Onew mencondongkan tubuhnya ke arah Sunhye, membuat gadis itu memundurkan tubuhnya ke belakang.

“ Mwo mwo?! “

“ Jogiyo, restleting jaketku macet. Dan disini sangat dingin! Bisakah kau membantuku memperbaikinya? “

Sunhye mangap lebar, setengah tak percaya ia mendengar ucapan Onew dengan wajah imutnya yang terlihat dibuat-buat. Sunhye mendengus, meski terkesan sangat dibuat-buat, tapi itu justru bisa meredakan amarah Sunhye.

“ NEO! Kau membuatku datang sejauh ini karena masalah sepele?! “

“ Tapi aku masih mau disini. “

Masih kesal, Sunhye bergerak maju lalu mulai berkutat dengan restleting jaket Onew. Tampangnya yang sangat serius membuat sudut bibir Onew melengkung membentuk sebuah senyum evilnya.

“ Kau ini sangat pendek. “

“Masalah buat lo?! “ *bibir dimanyunin ala Soimah*

“ Aku masih berkembang terus loh. Sekarang saja kau hanya di bawah telingaku. Bagaimana nanti? Apa mungkin kau akan di bawah ketiakku? “

“ Tidak lucu, Jinki! “

Sunhye mendecak kesal. Kesal dengan lelucon Onew yang sangat menyindirnya, juga kesal karena restleting jaket itu belum juga baik. Onew yang melihat kekesalan di balik bibir Sunhye yang dimanyun-manyunkan, semakin melebarkan senyumnya.

Ia makin menundukkan kepalanya ikut memperhatikan gerakan jari lentik Sunhye. Dan akhirnya ketika Sunhye selesai dengan permasalahan restleting itu, ia mengangkat kepalanya sambil tersenyum senang. Dan alhasil, kejadian yang sangat tak terduga terjadi. Bibir Onew tersentuh dengan ujung hidung Sunhye. Keduanya terdiam dalam beberapa detik, saling menatap dengan debaran jantung yang sangat tak terkontrol cepatnya. Senyum di wajah Sunhye menghilang, diganti dengan bibirnya yang terkatup rapat menelan ludahnya.

Onew segera menguasai dirinya. Ia mundur lalu mengusap belakang kepalanya dengan kikuk. Sebisa mungkin ia mengalihkan pandangannya dari Sunhye, dan hal yang sama berlaku pada Sunhye. Ia memainkan kedua kakinya di atas pasir.

“ Gomapta. “

“ Cheonmaneyo. Geurom, aku ingin pulang dulu. Tadi aku tidak minta izin pada appa. “

“ Ka.. Kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang. “

“ Ti..tidak perlu, aku sudah menyuruh Nam ahjussi menungguku. “

“ Kuantar ke mobilmu. “

Sunhye mengangguk. Keduanya masih enggan saling menatap. Masing-masing sibuk mengatur debaran jantungnya yang makin berdetak menggila.

*Flashback off*

Tubuh Onew makin dingin. Dieratkannya kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri.

“Oppa? “

Suara itu membuyarkan lamunan Onew. Dibaliknya kepalanya menghadap ke atas. Seorang gadis dengan jaket tebal melihatnya dengan heran. Maskernya diturunkan, menampakkan wajahnya yang putih bersih dengan senyum lebarnya.

“ Sekyung-ssi? “

****

Sekyung, ikut duduk di samping Onew. Maskernya dilepas, sedang syalnya makin dirapatkan. Meski sudah malam, ia tak ingin bila para netizen mengenalnya.

“ Lama tak bertemu, Sekyung ssi. “

“ Ne. Tapi kau masih menambahkan ‘ssi’, padahal aku sudah memanggilmu oppa. “

Onew tertawa kecil melihat Sekyung yang memanyunkan bibirnya.

“ Lalu aku harus memanggimu apa? Kyungie? “

Sekyung berbalik cepat ke arah Onew yang kini menutup mulutnya, baru sadar dengan mulutnya yang ceplos. Sekyung tersenyum lirih, lalu kembali menatap ke arah Sungai Han. Raut sendu terekspresikan di wajahnya.

“ Jonghyun oppa, apa kabar dia? “

“ Dia, dia baik-baik saja. “

“ Ya, dia terlihat bahagia. “

Onew menatap wajah sendu itu lagi. Ada semacam kesedihan yang terpendam di balik senyum hambar yang diumbar Sekyung.

“ Aku melihatnya dengan seorang yeoja, di studio rekaman kemarin. Dan mereka tertawa bersama, dan sangat serasi. “

Sekyung membuang napasnya panjang. Ia menumpukan dagunya di kedua lututnya, kemudian menatap wajah Onew yang dari tadi tak melepas perhatiannya pada Sekyung.

“ Aku cemburu, oppa. “

Sedetik kemudian, sebentuk galir lurus dari air mata Sekyung membasahi pipinya. Onew tersentak. Bagaimana tidak, baru kali ini ia melihat wanita selain Sunhye yang dilihatnya menangis tepat di depan matanya.

“ Sakit, rasanya sangat sakit. “

Bulir air mata terus menetes dari mata Sekyung. Onew tak begitu paham dengan dunia akting-dunia yang penuh kebohongan, tapi ia bisa melihat kejujuran dan kesakitan di wajah polos tanpa sapuan make up sedikit pun di wajah wanita itu. Rasa sakit yang sama dirasakannya sekarang. Tangannya pun tergerak menyentuh puncak kepala gadis itu, lalu membelainya dengan lembut.

Bukannya tangisnya mereda, Sekyung malah menangis dengan keras. Onew makin panik, tak lain karena beberapa orang yang mulai memperhatikan mereka. Dan untungnya, kupluk sekaligus syal dan kacamatanya membuat orang-orang itu tak mengenalinya. Takut ketahuan para netizen, juga rasa takut melihat tangisan Sekyung yang tak kunjung reda.

Maka ditariknya tubuh mungil itu ke dalam pelukannya sambil menepuk kepala Sekyung pelan.

“ Sakit oppa. Sakit. “

“ Sssh, tenanglah. Aku ada di sini. Aku tau pasti sangat sakit. “

“ Pelukanmu terlalu erat, oppa! Sesak! “

Onew melepaskan pelukannya, wajah Sekyung yang acak-acakan oleh air matanya memerah. Ia juga menarik napasnya panjang. Onew mengusap ubun-ubunnya, satu kata memang selalu bermakna ambigu.

“ Mian. “

Sekyung melap pipinya yang basah dengan punggung tangannya. Gayanya persis dengan anak kecil, lengkap dengan bibirnya yang dimanyunkan kesal.

“ Aku minta satu permohonan, oppa. “

TBC

Note:

Ohohoooo, sampai juga di part ini. Nooh, ada cast spesial baru tuh *ala iklan indomie*. Dan soal saraf itu, jelas banget dong saya ngarang, hehe. Bukan anak kedokteran sih hoho. Akhirnya bisa juga menyelesaikan satu part ini di sela kesibukan syuting iklan film kuliah. Otte?

Never tired ask you gals, komen yo!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Don’t Remind Me – Part 10”

  1. aaa.. Menyesal ku sampaikan.. Kalau aku lupa sma part2 sbelumnya.. Jwesonghamnida..
    Tpi masih seru, kq.. Next ditunggu..

    1. udah baca, dan itu si sekyung muncul jg. agak kecewa sih, soalnya pengen ada adegannya ama sunhye cakar2an ato paling gak jambak rambut 😀
      ah kerenlah ini, next part gak lama!

  2. saya udah baca ini dari part awal. mianhe untuk authornya baru sekarang ninggalin jejak. gak berhenti tketawa pas bagian flashback itu. thor,sunhye sama onew aja deh.
    part selanjutnya jangan lama dong

  3. gak nyangka kamu bisa bikin cerita beginian. inspirasi dari mana dek?
    perasaan kamu gak pengalaman deh sama urusan cinta2an begini. jiahaha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s