Everything Just For You – Part 5 (End)

Title : Everything just for you

Author : Mrs. Lee & Mrs. Choi

Main cast : Lee Taemin
Park Miyeon

Other cast : Yoora
Minjee

Genre : Romance, Frienship, Sad *maybe*

Rating : PG 16

Length : Chaptered

Annyeonghaseyo ^^ masih ada yang inget gak sama ff nista ini? *kaya nya gak ada T__T
maaf lanjutan nya lama bangeettt >,< semoga masih ada yang mau baca sama RCL ya 🙂
oke langsung aja ~~

DONT BE A SILENT READER PLEASE !!

Happy Reading ~~

“hmm.. baiklah, jika itu mau mu. akan ku lakukan perintah konyol mu itu.tapi jangan salahkan aku jika semuanya akan TERSAKITI !” dia menatapku tajam dan pergi begitu saja. Aku menatap kepergian nya, air mata ku tumpah semakin deras.
Sepertinya dia marah sekali padaku.
Oppaaa.. jeongmal mianhae..

****

Miyeon pov

-ceklek-

Aku membuka pintu rumah gontai.

“chagi-ah. Gwenchanayo ?”

Tanya eomma menghampiriku,aku hanya menggeleng lemah. Tanpa basa basi langsung memasuki kamarku.

Bugghh…

Aku menjatuhkan diriku ke kasur, kemudian menangis kembali.

“hiks..hiks” aku tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini. Hatiku bener-bener kacau !

Sampai akhirnya aku melihat boneka bear yang ada disampingku…boneka yang diberikan taemin oppa padaku waktu itu.

“taeminniee”gumamku sambil memeluk erat boneka itu.

Ceklek…

Suara pintu kamarku terbuka dan membuatku kaget, aku langsung menyeka air mataku. ah~mungkin aku lupa menguncinya.

“miyeon-ah ? kau menangis ?” ucap eomma mendekatiku.

Aku hanya tertunduk sambil memeluk boneka bear ini.

“ada masalah? ceritakanlah “ pintanya sambil mengelus-ngelus ujang kepala ku.

“ani,gwenchana.aku ingin sendiri dulu eomma” ucapku lirih secara sopan memintanya keluar.

“ne.baiklah”

@Home Taemin

Taemin pov

Jika memang ia menginginkannya. Akan aku lakukan! Tapi percaya lah hanya dia yeoja yang aku cintai.

Aku segera mengambil ponselku yang tidak jauh dari penglihatanku. jam segini biasa nya aku menelpon miyeon.. aku tidak bisa tidur jika tidak mendengar suaranya dulu, aissh!

~~

 keesokan harinya..

@Home  Miyeon

Author pov

“omo! Mataku sembab sekali..Ahh ottokhae ?”

ujar miyeon saat menatap dirinya di cermin.

Ceklek~

“eonnie .. palli .. kita sarapan”seru jiyeon.

“ah, ne kau duluan saja”ucap miyeon tanpa berbalik ke arah jiyeon. jiyeon mengangguk mengerti lalu menutup pintu kembali.

“ist.. aku tidak bisa sarapan jika mata ku sembab seperti ini.. ahh sebaiknya aku lari saja”

Miyeon pun keluar dari kamarnya.

“eomma.. appa .. jiyeon-ah. Aku pergi dulu, annyeong !!” teriak miyeon yang langsung berlari kearah pintu.

@class

“annyeong!!”seru miyeon menutupi wajahnya dengan buku karena malu dengan mata sembab nya dan langsung duduk disamping minjee yg tengah asyik membaca buku.

“aaahh ~ miyeon-ah ,waeyo?”tanya minjee mendapati mata miyeon yang secara tidak sengaja terekspos(?). saat itu miyeon langsung mencegah minjee yang akan menarik buku yang menutupi wajahnya.

“ani, ini hanya iritasi saja”jawab nya mengelak.

“aigoo~sampai sebengkak ini ?” tanya minjee

“ne, ah sudahlah.. lupakan ! oya minjee-ah aku boleh meminjam catatan ipa mu ?aku kemarin belum mencatat” ucap miyeon mengalihkan pembicaraan.

“Oh .. baiklah”

~~

*bel istirahat*

“chingu-ya.. apa mataku masih bengkak ?” tanya miyeon.

“eumm .. sedikit miyeon-ah”

Miyeon menghela nafas.

“ kau mau ke kantin?”

“ani, kau pergi sendiri saja”tolak miyeon.

“aku juga tidak mau.hehe” minjee cengengesan. melihat itu Miyeon hanya bisa menggelengkan kepala nya.

“eh? Tumben sekali aku tidak melihat taemin sunbae,kemana dia ?”tanya minjee tiba-tiba.

“mm,molla”jawab miyeon singkat tidak mau panjang lebar.

“aiisshh..”

Minjee mendengus kesal.

.

“annyeong .. miyeon-ssi. Kau dipanggil kim songsaenim” ujar seseorang dari kelas lain.

“ah ne, gomawo soo jin-ah”

ucap miyeon kepada siswi yang bernama soo jin tersebut.

“minjee-ya aku pergi dulu ya”

dengan segera miyeon pergi ke ruang kim songsaenim.

.

Ternyata setelah miyeon sampai di ruang kim songsaenim, ia mendapati taemin sedang berbicara dengan kim songsaenim, namun taemin tidak menatap kim songsaenim. Dia lebih memilih untuk menundukan kepala nya.

“annyeong ..”sapa miyeon pada mereka berdua yang sedang serius berbicara.

“eh,kemarilah” pinta kim songsaenim dingin, miyeon mengangguk lalu duduk disebelah taemin yang masih tertunduk.

“mian,songsaenim. Ada apa memanggil saya?” tanya miyeon dengan sopan.

“akhir-akhir ini banyak yang mengatakan kalau kau dan taemin selalu berada di perpustakaan hanya untuk dijadikan tempat berpacaran.benarkah begitu?”

“mwo?? A.. aniyo.. itu tidak benar songsaenim”jawab miyeon gugup.

“tapi banyak laporan yang mengatakan hal seperti itu”pekik kim songsaenim.

“sudah ku bilang, saat itu kami disuruh membereskan buku-buku oleh penjaga perpustakaan, karena saat itu kami mempunyai hubungan. Mungkin orang-orang mengira kami sedang  berpacaran disana. padahal tidak sama sekali, dan sekarang kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. jadi sudahlah jangan dipermasalahkan!”jelas taemin datar dan mendongkak kan kepala nya.

“nde. apa yang dikatakan sunbae ini benar !” miyeon dengan pelan menambahi.

“apapun alasannya, pokoknya saya akan memberi kalian hukuman!” tegas kim songsaenim yang membuat keduanya terkejut.

“mwo??”pekik mereka berdua serentak.

“ne! kalian tau gudang di belakang sekolah kan? nah,saya ingin kalian bereskan tempat itu!”

“apa tidak bisa kau memberi ku hukuman tidak bersama yeoja ini ?”ucap taemin yang membuat miyeon langsung tertunduk.

apa secepat itu kau membenciku oppa?’gumam miyeon.

“yak! tidak usah membantah,kalian berdua sendiri yang membuat masalah. Sekarang bereskan gudang itu.. barang-barang yang tidak dipakai tolong di buang. Palliwaa!!”titah kim songsaenim.

“ arrgh..”taemin mengacak rambutnya frustasi dan pergi begitu saja dari ruang kim songsaenim.

Miyeon masih tertunduk.

“hey , mengapa kau masih disini ?” tanya kim songsaenim.

“ah, ne .. saya pamit dulu songsaenim”

~~~~

Dengan langkah ragu . Miyeon masuk kedalam gudang, yang  sudah pasti taemin ada disana.

‘BRAAKK … ! DDARRR ! DAGDIGDUG(?)~’

Terdengar suara keras dari barang-barang yang dibereskan oleh taemin. miyeon menatap wajah taemin yang terlihat begitu kesal dan merah padam.

 Miyeon mulai membereskan barang-barang yang dapat dikategorikan besar-besar itu.

Tiba – tiba ..

“ahhhh… aigooo~ appooo.. sshh!” rintih miyeon setelah jari telunjuk nya terjepit oleh sebuah lemari.

Taemin pov

Aku langsung menengok ke arah miyeon saat dia meringis kesakitan. Ada apa dengannya? ish,  aku bingung harus berbuat apa? aku ingin sekali menghampirinya dan melihat apa yang terjadi .. tapiiii .. haaahh..

Author pov

“huh .. huh..” miyeon meniup2 sendiri jari nya sambil sedikit menghentak-hentakan kakinya.

tahan miyeon-ah’ gumam miyeon dalam hati kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Miyeon pov

Biasanya jika aku seperti ini orang yang pertama kali cemas adalah taemin oppa, tapi sekarang dia benar-benar membenciku, melihatku saja sepertinya muak. Huh.. tak apalah, aku yakin ini yang terbaik.

.

Akhirnya selesai juga. Kulirik taemin oppa yang tengah memainkan ponselnya.

“ah ne, nanti sore aku akan kesana”katanya berbicara ditelpon. siapa yang sedang menelponnya? Yoora eonnie?

“oya sudah makan? jangan lupa minum obatnya”

Ah, Tidak salah lagi itu pasti yoora eonnie.ku dengar sekarang ia sedang berada di rumah sakit, syukurlah.. Ternyata taemin oppa melakukan apa yang aku minta.

Tapii, haahh.. sebenarnya hatiku ini sangat sakit.

“ah baiklah, sampai nanti annyeong”

dia mengakhiri pembicaraannya di telpon kemudian pergi dari sini. Aigoo~ bahkan dia sama sekali tidak menatapku.

Mata ku rasanya perih sekali..

Taemin pov

Aku sama sekali tidak mau melakukan ini. tapi ini kan yang ia inginkan? baiklah,aku lakukan. Aku meninggalkannya begitu saja sesudah menelpon yoora.

Aissh~ ingin rasanya aku memeluk miyeon. aku tidak bisa seperti ini.

Akhirnya kuputuskan untuk mengintip miyeon dibalik sebuah pohon. Kulihat miyeon sedang menyeka sesuatu di pipinya, dia menangis? Aisshhh jeongmal pabboya! Bilang saja kalau dia pun tidak bisa jauh dari ku!

Lalu miyeon berjalan keluar gudang dengan gontai. karena aku takut dia melihatku, aku mencoba untuk bersembunyi tapi  tiba-tiba badanku oleng(?) dan jatuh terpeleset. Sialnya miyeon malah menengok kearahku.. membuat aku mati gaya!

“aiishhh.. siapa yang menaruh kulit pisang disini?”aku pura-pura menggerutu, kulihat dia masih menatapku bingung. yak, taemin pabbo! aku membetulkan posisiku, berusaha bersikap tenang dan berlalu pergi.

~~~

Author pov

*bel pulang*

“annyeong minjee-ah”miyeon melambaikan tangannya pada minjee. hari ini mereka tidak pulang bersama karena minjee bilang ia akan mengikuti kumpul osis.

“sebaiknya aku pulang berjalan kaki saja” gumam miyeon.

Saat di perjalan pulang miyeon tak sengaja melihat taemin melajukan motor nya.

“mau kemana dia? hm, molla”miyeon mengangkat kedua bahu nya.

“oh ya, bagaimaa keadaan yoora eonnie? Aku ingin sekali menjenguk nya, tapi bagaimana kalau disana ada taemin oppa? Aku tidak mau bertemu dengan nya.”

~~

Miyeon berjalan ragu ke arah ruangan yoora, dia takut jika taemin benar-benar ada di dalam. Akhirnya dia memutuskan untuk mengintip dulu.

“aku yakin keajaiban akan terjadi, kau pasti sembuh.”ucap taemin lembut dan dibalas senyuman oleh yoora.

Tanpa sengaja taemin melihat bayangan miyeon yang sedang mengintip mereka, dengan cepat dia langsung mengelus rambut yoora untuk mencari perhatian miyeon.

“huh..ternyata taemin oppa memang benar ada di dalam. Sebaik nya aku pulang saja.”miyeon menghela nafas berat lalu pergi dari situ.

Taemin pov

Kemana dia? Ah sepertinya dia sudah pulang karena cemburu. Tapi aku tidak tega berbuat seperti ini pada nya.

“oppa, kenapa kau kemari tidak dengan miyeon?”tanya yoora.

“ah..euh..itu dia sedang sibuk dengan tugas nya. Tapi dia bilang padaku kalau dia pasti akan menjenguk mu.”jawabku.

Tentu saja aku tidak memberitahukan masalah ku dan miyeon pada yoora.

Biarlah, dia tidak perlu tahu.

~~

Miyeon pov

Aku berjalan tanpa arah dan tujuan. Pemandangan di RS tadi sungguh membuat dadaku sangat sesak.

‘soju’ ntah kenapa kata itu muncul di benak ku. aku jadi ingat, jika appa sedang stress dia pasti meminum soju. Apa benar dengan meminum itu rasa nya semua beban pikiran akan hilang? Ah seperti nya aku akan mencoba nya.

.

Ini pertama kali nya aku datang ke tempat seperti ini dan memesan soju. mataku melirik ke segala arah, tidak ada yang datang kesini dengan menggunakan seragam sekolah. Hanya aku. Ah tapi aku tidak perduli.

.

Tak terasa ini sudah malam, kepala ku rasa nya benar2 berat. Aku tidak yakin bisa pulang ke rumah dengan keadaan yang seperti ini. Tapi jika tidak pulang, orang tua ku pasti marah besar.

Dengan gontai aku berjalan menelusuri kota seoul yang masih ramai ini, padahal sudah hampir tengah malam. Tiba-tiba pengelihatan ku menjadi kabur, kaki ku lemas dan tidak bisa menopang tubuh ku lagi. saat itu juga aku terjatuh begitu saja. pandangan ku gelap.

Taemin pov

Setelah tadi aku melihat miyeon mengintip ku dengan yoora dan pergi begitu saja, aku jadi terus memikir kan nya. Aku ingin tau sekarang dia bagaimana? Tidak mungkin juga  aku menelpon atau mengirim sms pada nya.

Eumm..sebaiknya aku sms jiyeon saja dan menanyakan keadaan miyeon?

Namun saat aku mengambil ponsel ku dan akan mengetik sms untuk jiyeon, ku lihat ada sebuah pesan masuk. Eh, dari jiyeon? Kenapa kebetulan sekali. Aku pun langsung membukanya.

oppa, apa kau sedang dengan miyeon eonnie? Ini sudah malam, kenapa dia belum pulang juga? Hp nya pun tidak bisa dihubungi..jika kau sedang bersama miyeon eonnie, suruh dia cepat pulang ya..eomma dan appa sangat khawatir.gomawo~

Mwoo?? Dia belum pulang? pergi kemana dia?

Dengan cepat aku keluar rumah lalu berlari mencari nya kebeberapa sudut kota. Aish~ bahkan aku lupa membawa motor ku!! Miyeon-ah kau dimana?aku benar2 cemas..

Aku terhenti saat melewati jalanan kecil yang sepi, kulihat seorang yeoja tergeletak begitu saja di jalanan dan masih menggunakan seragam sekolah. Tunggu, bukan kah itu juga seragam sekolah ku? Apa itu miyeon?

“miyeon-ah!!”seru ku berlari menghampiri nya. Dan ternyata benar, dia miyeon. Ya tuhan..kenapa bisa seperti ini. Aku mencium bau alkohol dari mulut nya. Aigo~ dia mabuk?

Aku langsung menggendong nya di punggungku. Ah untung aku lupa membawa motor, jadi aku bisa menggendong nya. Jujur saja, aku sangat merindukan yeoja ini!

.

“emm.. gomawo sudah menggendong ku agashi. Kepala ku benar2 pusing, eungghh..”ucap nya pelan.

Eh? Apa dia tahu kalau yang sedang menggendong nya itu aku?

“hiks..hiks..”

Ku dengar dia terisak di punggungku.

“kenapa kau menangis?”tanya ku.

“aku mencintainya, sangat sangat mencintainya. Tapi keadaan juga yang harus membuat ku melepaskan nya. Aku bingung harus bagaimana..hiks..”ujar nya masih terisak.

miyeon-ah, ini aku!! Mataku juga rasa nya akan mengeluarkan sesuatu. Omonaa~ kenapa bisa serumit ini ?

sedikit demi sedikit air mata ku pun menetes, apa yang di maksud miyeon adalah aku? Benarkah dia memang sangat mencintai ku? Dia berbohong pada ku hanya karena yoora. Kau gadis yang baik dan juga polos miyeon-ah. Kau hanya mementingkan kebahagian orang lain di banding dengan kebahagiaan mu sendiri.

“ya agashi, kau menangis juga?”

“mm, ani.”aku menggeleng, ah mungkin dia juga menyadari kalau aku pun mulai terisak.

“jangan terlalu simpati seperti itu padaku..”kata nya kemudian menyeka air mata ku secara tidak sadar,

“boleh kah aku tidur di punggung mu agashi?”tanya nya.

“ah nde, tentu saja.” Dia pun menyenderkan kepala nya di punggung ku.

=========================++++++++=========================

Keesokan hari nya..

Miyeon pov

“eunggh.”aku terbangun dari tidur ku, kepala ku masih terasa pusing.eh, kenapa aku berada di kamar? Bukan kah semalam aku mabuk?

Ceklekk..

“chagi, kau sudah bangun?”tanya eomma, aku mengangguk.

“kenapa kau bisa mabuk seperti malam huh? Untung ada taemin yang mengantarkan mu pulang ke rumah!”

“taemin oppa? Jinjjayo?”kata ku tak percaya, aku memang benar-benar tidak ingat kejadian semalam.

“ne, dia yang mengantarmu pulang dengan menggendongmu. Sebenarnya kau ada masalah apa? Ceritakan lah..”pinta eomma pada ku, ani..sebaiknya aku tidak menceritakan nya. Aku yakin aku bisa menyelesaikan nya sendiri.

“ah ini sudah siang, aku harus sekolah” elakku berusaha mengalihkan pembicaraan lalu pergi ke kamar mandi.

*sarapan*

“miyeon-ah, apa yang semalam terjadi sampai-sampai kau bisa mabuk seperti itu?”tanya appa.

“ani”jawab ku singkat.

“kau itu membuat taemin oppa repot saja eonnie.”ujar jiyeon.

“ah sudah lah, aku berangkat dulu..annyeong!”

~~

Pulang sekolah aku memutuskan untuk menjenguk yoora eonnie. Seperti nya taemin oppa tidak mungkin kemari, kalau tidak salah hari ini dia ada latihan basket.

Ceklekk~

“annyeonghaseyo..”sapaku pada yoora eonnie yang sedang membaca buku, dia menoleh.

“miyeon-ah!!”seru nya bersemangat.

“ne, hehe”

“kemana saja kau? Aku kira kau tidak peduli lagi padaku.”kata nya langsung memeluk ku.

“ani, aku sedang sibuk dengan tugas-tugas sekolah jadi belum sempat kemari hehe. Bagaimana keadaan mu?”

“mm, tidak ada perubahan. Oh ya, mana taemin oppa?”

“eh? Dia..dia mm hari ini dia ada latihan basket eonnie. Waeyo?”

“tidak apa2, hanya saja akhir-akhir ini aku jarang melihat kalian jalan berdua. Tidak ada masalah kan?”tanya nya memastikan.

“aa..ani.ani hubungan kami sangat baik”jawab ku gugup.

“oh syukurlah”

“kau sudah makan eonnie?”tanyaku.

“belum, aku tidak mau!”

“eh waeyo? Kau harus makan. Yak! Kenapa bubur nya masih ada?”pekik ku sambil mengambil bubur yang ada di samping yoora eonnie.

“hehe, kan sudah ku bilang aku tida..hmmpp..uhukk” belum sempat ia selesai bicara, aku sudah menyumpalnya dengan satu suap bubur.

“yak! Kau ini.” dia menjitak kepala ku.

“hehe mian, kau itu harus banyak makan eonnie..aaa”aku menyodorkan kembali sesuap bubur itu pada yoora eonnie. Ku lihat dia mendecak kesal kemudian membuka mulut nya.

“emm, sudah cukup. Ini benar2 tidak enak.”

“aisshh eonnie, kau ini bagaimana mau sembuh jika tidak mau makan?”tanya ku, dia menggeleng kan kepala nya cepat. Aku menghela nafas lalu meletakan kembali bubur itu.

“ah miyeon-ah, kau mau tidak membawa ku ke taman? Aku bosan”pinta nya memelas.

Ah aku jadi tidak tega, akhirnya dengan ijin dokter aku membawa nya ke taman RS.

.

.

“sudah sudah, disini saja.”ujar yoora eonnie, aku berhenti mendorong kursi roda nya. Lalu duduk di kursi sebelah yoora eonnie.

“haahh..enak sekali. Udara nya sangat sejuk ya..”

“ne eon, sangat sejuk”

“tapii..sepertinya aku tidak akan merasakan udara yang sejuk seperti ini lagi, sebentar lagi aku akan pergi..”wajah nya berubah murung.

“eonnie, jangan berbicara seperti itu.” Aku langsung memeluknya.

“hiks”

“uljjima, kau harus yakin kau pasti sembuh.”ujarku sambil mengelus-ngelus punggung nya pelan.

“yoora-ssi, kenapa kau ada disini? Aku mencari mu dimana2!”

Aku dan yoora eonnie menengok ke arah suara di belakang kami. Taemin oppa??!!

“ah tidak perlu khawatir. Aku sedang bersama yeojachingu mu oppa.”ucap yeora eonnie, taemin oppa berjalan menghampiri kami.

“aniyo, dia bukan yeojachinguku lagi. kajja! Kau harus banyak beristirahat.”ujar taemin oppa datar lalu mendorong kursi roda yoora eonnie dan meninggalkan ku.

Entah kenapa hatiku benar-benar sakit saat taemin oppa berkata seperti itu. Air mata ku sudah tidak dapat terbendung lagi. Seharus nya aku tidak boleh menangis, bagaimana pun ini adalah keputusan ku, wajar jika taemin oppa marah dan mengatakan hal itu padaku.

Taemin pov

Apa yang aku lakukan barusan? Aish~ ottokhae? Aku tahu miyeon pasti sangat sakit hati.

Yoora pun jadi mengetahui nya..

“apa maksud mu berkata seperti itu? Kenapa kau meninggalkan yeoja mu?”tanya yoora mendongkak ke arah ku.

Omo! Aku harus menjawab apa?

“ah mm kau sudah minum obat belum? Pasti belum kan? Kau ini nakal sekali, sudah ku bilang kau harus meminum obat secara teratur.”oceh ku mencoba mengalihkan pembicaraan. Yoora hanya menatap ku dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

Yoora pov

“nah, sekarang kau harus minum obat.aaa”titah nya agar aku membuka mulut.

“tidak mau sebelum kau berkata yang sejujurnya!”ucap ku ketus.

“mengatakan apa?”

“ada masalah apa kau dengan miyeon?”tanya ku penuh selidik.

“ah sudah lah yoora tidak usah dibahas.”

“andwe! Ada apa oppa? Kata kan padaku?”

“haahh..aku dan miyeon sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.”jawabnya lirih

“mwo? Waeyo?”pekik ku kaget. Dia menggeleng.

“bukan kah kau sangat mencintainya? Kenapa ini bisa terjadi?” dia tediam.

“sudah ku beritahu bukan? Jadi sekarang kau harus meminum obat nya. Palli!”ujar nya yang lagi2 mengalihkan pembicaraan. Sebenar nya ada apa dengan mereka?

Ceklek! *author msih bingung, apa suara pintu kebuka itu suara nya kaya begitu y?haha*

Tiba2 pintu terbuka, kulihat sosok miyeon yang masuk kedalam.

Aigo~~ sepertinya dia sudah menangis..mata nya sembab sekali.

“eonnie, aku harus pamit.”ujar nya pelan namun masih bisa terdengar oleh ku.

“tunggu dulu!”aku mencegah nya yang akan segera berbalik.

“kemari lah, ada yang ingin aku bicarakan sebentar.”pintaku sambil melirik taemin oppa.

“ah ani.ani eomma ku sudah menelpon dan menyuruhku untuk cepat pulang.”tolaknya.

“tapi miyeon-ah..isshh, baiklah. Oppa, tolong antarkan miyeon pulang.”titah ku.

“tidak perlu eonnie! Aku pulang dulu, annyeong” dia langsung pergi keluar dari kamar ku. Aku menatap tajam taemin oppa yang sedari tadi hanya mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

“yak!! Sebenarnya apa yang sedang terjadii??”tanya ku kesal.

Taemin oppa menghembuskan nafasnya lalu dengan cepat ia berlari keluar tanpa berbicara satu kata pun padaku.

~~

Author pov

“mianhae..”ucap miyeon lirih.

“yak, kau tidak punya mata hah?lihat apa yang sudah kau perbuat!”

Seorang ahjjusi menunjuk jas kotor nya akibat tertumpah kopi yang tidak sengaja tertabrak oleh miyeon.

“aku tidak sengaja, mian. Aku akan menggantinya”miyeon menundukan kepala nya.

“jas ini mahal pabbo! Kau tidak mungkin bisa mengganti nya!” bentak ahjjusi tersebut.

“berhentilah membentak nya! Berapa harga jas mu itu?”ujar seseorang dari belakang miyeon. Miyeon langsung menoleh ke belakang.

“oppa..”gumam miyeon.

“apa ini cukup?!”tanya taemin memberikan beberapa lembar uang. Ahjjusi itu mendelik dan langsung meyambar uang yang di berikan taemin.

“lain kali hati-hati”ujar ahjjusi itu sambil berlalu pergi. Suasana canggung pun terjadi.

“gomawo, aku akan menggantinya.”ucap miyeon lalu pergi meninggalkan taemin.

Taemin pov

Eh, kenapa dia pergi begitu saja? Ish, apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku bingung..mengejarnya atau bagaimana? Tapi, bukan kah yoora menyuruhku untuk mengantarkan miyeon pulang. ah, sebenarnya aku juga ingin.

Baiklah, aku mengikuti nya dari belakang saja. Tapi ada yang aneh disini, kenapa dia berjalan bukan ke arah rumah nya. Mau kemana dia?

Author pov

DAARRR~~~

Suara petir menggelegar di dampingi dengan hujan deras yang mengguyur tubuh miyeon. Namun semua itu ia hiraukan, dia terus berjalan dengan tatapan kosong. dari sudut mata nya keluar cairan bening..

‘ini tidak bisa di biarkan’ gumam taemin yang kemudian segera berlari menghampiri miyeon dengan membawa payung.

*c taem kapan bawa payung nya coba?keke~*

DEG!

Langkah miyeon terhenti saat taemin sudah ada di hadapan nya. Mereka saling menatap ..

“kajja..kita pulang.”ucap taemin seraya mendekat kan tubuh nya ke tubuh miyeon.

Miyeon hanya terdiam.

“mianhae”ucap taemin pelan namun masih terdengar oleh miyeon, kemudian taemin merangkul nya. Dengan cepat miyeon menepis perlakuan taemin.

“waeyo?”tanya taemin lembut. Miyeon diam dan menatap tajam taemin, kedua mata nya terus mengeluarkan air mata.

Taemin tidak sanggup lagi untuk melihat nya, dia langsung memeluk miyeon dengan erat. Payung yang ia pegang jatuh begitu saja, kedua nya di guyur hujan yang semakin deras. Miyeon tak membalas pelukan taemin..

“uljjima~ aku tidak dapat meninggalkan mu jika seperti ini.”

Taemin pov

Aku terus memeluknya walau ia tetap tidak membalas pelukan ku ..

Ahh~moment yang sangat aku rindukan. Perlahan aku melonggarkan pelukan ku, lalu ku kecup pipi nya singkat kemudian memeluk nya kembali.

Miyeon pov

Taemin oppa mengecup pipi ku singkat kemudian memeluk ku lagi. kali ini pelukan nya benar-benar sangat erat, sampai aku pun tidak bisa bernafas. Meskipun begitu, rasanya tubuh ku ingin terus di peluk oleh nya. Aku bisa merasakan jantung nya berdetak cepat sama seperti ku, dan itu membuat ku tak bisa menahan lagi perasaan dalam jiwaku. Dengan ragu aku membalas pelukan taemin oppa dan menenggelamkan kepala ku di dadanya.

.

Lumayan lama kami berpelukan, sampai akhirnya taemin oppa melepaskan pelukan nya perlahan.. dia mengambil payung yang tadi terjatuh dan memeluk pinggang ku.

“ayo pulang.”ajak nya sambil tersenyum, aku mengangguk.

~~

“gomawo”kata ku saat kami sudah sampai di depan rumah ku. Dia mengangguk-ngangguk, aku membalikan badan ku untuk masuk ke dalam.

“miyeon-ah!”panggil taemin oppa, aku berbalik.

Buukk~ dia langsung memeluk ku (lagi)

“saranghae”bisik nya.

“mm..”

Hanya itu yang ku jawab. AAA! Sebenar aku ingin menjawab ‘nado’ tapi ya sudah lah ..

Aku melepaskan pelukan taemin oppa, jika terlalu lama aku berpelukan dengan nya aku takut kalau aku tidak bisa melupakan nya.

“annyeong, hati2 oppa.”ucap ku lalu berbalik masuk ke dalam rumah.

**********************************************************************

Ke esokan hari nya..

@RS

Taemin pov

“annyeong ..”sapa ku pada yoora saat aku masuk ke dalam ruangan nya.

“oppa? Sudah pulang?” tanya nya.

Aigo~ kenapa wajah nya bertambah pucat?

“yoora-ssi, gwenchanayo?”tanya ku cemas.

“ne, aku tidak apa2. Waeyo?”

“wajah mu pucat sekali.”

“ah jeongmal?” aku mengangguk cepat.

“hmm, mungkin karena penyakit ku oppa. oh ya, bagaimana kemarin? Kau mengantar miyeon pulang kan?”

“ne”jawabku singkat.

“kenapa kalian seperti itu huh? Aku tau kalian saling mencintai. Jadi kembali lah seperti dulu”ujarnya.

“ne, yoora-ssi aku yakin semua ini akan kembali. Mungkin ini adalah cobaan.”

Dia tersenyum.

“fighting!!”katanya menyemangati ku. Lalu aku mengacak-acak rambut nya.

“oppa, aku ingin menagih janjimu. Besok aku ingin pergi ke beberapa tempat bersama mu. Kau masih ingat kan?”

“tentu. Aku masih ingat. Kebetulan besok hari minggu kan? Tapi, apa dokter mu mengijinkan ?”

“aku sudah meminta ijin pada dokterku. Dan dia mengijinkan!”jawab yoora semangat.

========================+++++++++++========================

Author pov.

Keesokan hari nya, yoora meminta pada taemin agar membawa nya ke sebuah danau. Taemin menurut lalu membawa yoora ke sebuah danau yang ia ketahui.

Sesampai nya di sana, taemin langsung mengajak yoora untuk menaiki sebuah perahu kecil.

Di perahu ..

“mm, gomawo oppa. Aku benar2 senang, danau nya sangat indah.”ucap yoora.

Taemin mengangguk, sambil terus membawa perahu itu ke tengah danau.

Setelah mereka sampai di tengah danau, tiba-tiba taemin menggoyang-goyang kan perahu yang mereka tumpangi.

“yak!yak oppa! Hentikan. Aku takut.”pekik yoora, mendengar itu taemin semakin kencang menggoyang-goyang kan perahu nya.

“oppaaaa..”yoora berteriak dengan tangan yang memegang sisi perahu dengan erat.

“hahaha”taemin tertawa, sementara yoora mengerucutkan bibir nya.

“ne, aku hentikan.”

Taemin pov

“akan ku balas kau!”kata nya lalu menyipratkan air danau pada ku.

“hey, hentikan! Baju ku bisa basah kalau begini.” Aku mencegah nya namun ia hanya tertawa. Kemudian dengan kesal aku menarik tangan nya, hingga tangan nya menempel di dadaku.

DEG! Kami terdiam. Entah kenapa tiba-tiba aku mendekat kan wajah ku pada nya. Dalam hitungan detik bibir ku sudah mendarat di pipinya. Aku langsung melepaskan ciuman ku saat wajah miyeon terlintas di benak ku. Aku tertegun. Oh miyeon, mianhae ..

“oppa.”ucap yoora pelan, wajah nya memerah.

“kenapa kau menciumku?”lanjutnya ragu.

“ah mian yoora, aku juga tidak tahu mengapa aku melakukan itu pada mu. Mianhae” ucap ku penuh sesal dan merasa bersalah, bukan karena merasa bersalah pada yoora, tapi pada miyeon. Aku merasa sudah menghianati nya.

Hening untuk beberapa lama..

“eumm, lebih baik kita ke tepi saja. Bagaimana?”tanyaku memecah keheningan. Kulihat dia mengangguk.

.

“ayo!”aku memegang tangan nya untuk membantu nya turun dari perahu saat kami sudah sampai di tepi danau.

“selanjutnya kita pergi kemana?”tanyaku.

~~~~~

@home Miyeon

Author pov

“haahh, biasa nya setiap hari minggu taemin oppa selalu mengajak ku pergi.”ujar miyeon sambil mencubiti boneka bear dari taemin.

“ah lebih baik aku telp yoora eonnie saja.”

Tuutt..tuut..tutt..

“yeoboseyo”sapa yoora.

“yeoboseyo, eonnie? Kau sedang apa? Aku boleh kesana?”tanya miyeon, yoora terdiam lalu melirik taemin yang sedang meyetir mobil di samping nya.

‘apa yang harus ku katakan?’ gumam yoora dalam hati.

“nuguya?”tanya taemin yang tentu saja terdengar oleh miyeon.

“eh? Eonnie, kau sedang bersama dengan seorang namja?”

“ah, euhh..ne, aku sedang bersama dengan paman ku.”

Taemin menatap yoora heran.

“oh begitu, baiklah..hati-hati ya. Annyeong.”

Miyeon menutup telp nya.

“nuguya?”tanya taemin sekali lagi.

“miyeon, oppa”jawab yoora pelan.

“ah jinjja? Ada apa dia menelpon?”tanya taemin.

“dia bilang dia akan menjenguk ku, tapi aku kan..”

“yasudah, jangan di pikirkan dulu. Yang penting hari ini kau harus bersenang-senang.”ujar taemin memotong ucapan yoora.

“aku jadi tidak enak oppa.”ucap yoora lirih.

“waeyo?”

“tidak seharus nya aku pergi dengan mu. Aku jadi merasa bersalah pada miyeon.”

“gwenchanayo, dia juga belum tentu sekarang sedang memikirkan ku.”ujar taemin berpura-pura cuek.

‘jangan kan kau yoora, aku pun sama. Apalagi aku sudah mencium mu. Aku merasa sudah menghianati nya’

“oppa, lebih baik kita pulang saja.”

“eh, tapi kita kan baru pergi ke satu tempat.”

“gwenchana, aku jadi tidak nyaman. Lagi pula dokterku menyarankan kalau aku tidak boleh berlama-lama di luar.”tutur yoora.

“ah baiklah.”

@RS

Taemin pov

Yoora meminta ku untuk membawa nya pulang kembali ke RS. Aku menuruti nya saja..

Setelah sampai, kami langsung masuk ke dalam ruangan yoora. Tak lama dari itu, tiba-tiba saja ia ..

“ahh..aww appoyoo oppaaaa!!”teriak yoora kesakitan di ranjang nya. Hidung nya mengeluarkan darah membuat ku panik dan cemas. Dengan cepat aku keluar untuk memaggil dokter.

.

.

Aku menunggu di depan ruangan yoora saat dokter datang untuk memeriksa nya. Ya tuhan, semoga tidak ada apa-apa dengan yoora..

*di tempat lain*

Author pov

“aigo~ bosan! Jiyeon-yaa, kau mau bersepeda dengan ku tidak?”ajak miyeon pada jiyeon.

“mwo? Yak! ada angin apa kau mengajak ku bersepeda?”tanya jiyeon heran.

“aniyo, aku bosan. Mau tidak?”

“ah baiklah..kajja!”

Miyeon tersenyum lebar.

~~

“eonnie-ya, tidak perlu membawa boneka! Memalukan sekali.”cibir jiyeon. Memang sedari tadi miyeon selalu membawa boneka bear pemberian taemin.

“isshh, terserah ku. Kau yang mengayuh sepeda nya yah?” miyeon mengeluarkan puppy eyes nya.

“mwoyaaa??”

“wae? Kau mau ku sumpal huh?”

“aishh! Menyebalkan sekali kau ini.”

Akhirnya jiyeon membeoncengi eonnie nya itu.

Dreett..dreett..

“jiyeon-ah, berhenti sebentar! Ada telpon.” Perintah miyeon menepuk-nepuk pundak jiyeon.

“ah ne,”

Miyeon menatap layar ponselnya dan ternyata yang menelpon nya itu adalah taemin.

“taemin oppa?”gumam miyeon

“wae eonnie?”

“ani..ani..tunggu sebentar ya!”

Miyeon sedikit menjauh dari jiyeon lalu mengangkat telp dari taemin.

.

“MWOO??!! Baiklah, aku segera kesana sekarang.”

Telpon tertutup.

“jiyeon-ah, palli!! Antarkan aku ke RS ******* !”seru miyeon langsung duduk di jok belakang sepeda.

“eh, tapi eonnie..”

“yak, palliwaa!!”

“aish!”jiyeon mendengus kesal, dengan terpaksa ia mengayuh sepeda nya.

“eonnie, kau berat!”

~~

@RS

Buk..buk..bukk..

Miyeon berlari di koridor RS masih dengan membawa boneka bear itu. Dia sama sekali tidak menyadari nya.

Akhirnya dia sampai di depan ruangan yoora. Di lihat nya taemin sedang duduk sambil menundukan kepala nya.

“taemin oppa, bagaimana keadaan yoora eonnie?”tanya miyeon tanpa berbasa-basi. Taemin mendongkakkan kepala nya.

“entah lah, keadaan nya semakin buruk. Dokter yang memeriksa nya pun belum keluar.”jawab taemin lirih.

Lalu miyeon duduk di kursi depan taemin, tiba-tiba pandangan taemin tertuju pada boneka bear yang sedang di pegang miyeon.

“kau masih menyimpan boneka dariku?”tanya taemin.

“eh?”miyeon menatap heran taemin.. kemudian taemin menunjuk-nunjuk boneka tersebut, mata miyeon mengikuti telunjuk taemin sampai akhirnya dia sadar.

“omo!”pekik miyeon.

“eonnie-ya, hosh..hosh..pabboya! kenapa kau pergi meninggalkan ku? Aish jinjja, kau eonnie paling menyebalkan!”umpat jiyeon yang berlari menghampiri miyeon dan taemin.

“oh jiyeon-ah mianhae, sudah ku bilang aku sedang terburu-buru. Oya, ini boneka yang sudah jadi milik mu. Kenapa kau menitipkan nya pada ku huh?”ujar miyeon sambil mengedip-ngedip kan mata nya memberi isyarat pada jiyeon. Jiyeon hanya mengerutkan kening nya tak mengerti.

“shh, pegang lah!”titah miyeon sambil memberikan boneka itu pada jiyeon.

“kapan kau memberikan boneka itu padaku eonnie? Jelas-jelas kelihatan nya kau tidak mau kehilangan boneka itu.”ucap jiyeon polos, membuat miyeon tak bisa berkutik lagi.

Taemin hanya bisa menahan tawa nya ..

Ceklek~~

Dokter keluar dari ruangan yoora.

“dok, bagaimana keadaan nya?”tanya miyeon dan taemin serentak.

“buruk, sangat buruk. Aku tidak bisa apa-apa lagi. mianhae..”ujar dokter itu lirih.

Miyeon dan taemin langsung masuk ke dalam ruangan yoora. Jiyeon yang tidak tau apa-apa hanya dapat melongo dan memutuskan untuk duduk di luar.

Saat miyeon dan taemin masuk, di lihat nya yoora yang terbaring lemah tak berdaya.

“oppa..miyeon..”ucap nya lemah.

“eonnie..” miyeon menatap yoora nanar lalu memeluk nya singkat. Yoora hanya tersenyum tipis.

“aku yakin kau akan sembuh, optimis lah!”tambah miyeon menyemangati.

“gomawo.. tapi aku rasa itu tidak mungkin. Oppa, kemarilah!”pinta yoora pada taemin. Dengan segera taemin mendekat. Yoora mengambil sebelah tangan miyeon dan taemin lalu menyatukan nya.

“aku harap kau bisa menjaga miyeon oppa!”ucap yoora dengan tersenyum. Taemin mengangguk, miyeon menatap taemin.

“eonnie, kenapa kau berbicara seperti itu? Ayolah, kau harus yakin kau akan sembuh.”

lagi-lagi Yoora hanya tersenyum tipis.

“aku ingin kalian seperti dulu. Jangan bertengkar seperti ini.” Mereka terdiam.

“aku tahu kalian saling mencintai. Jadi kumohon, permintaan ku yang terakhir kali nya adalah aku hanya ingin kalian berdua harus tetap bersama.”lanjut yoora.

“eonnie..”gumam miyeon lirih.

“sebenarnya ada satu lagi yang ingin ku katakana padamu. Tapi aku tahu jika aku mengatakan ini kau pasti akan marah pada ku bahkan benci pada ku.”ucap yoora yang mulai mengeluarkan air mata nya.

“ani, aku tidak akan marah pada mu eonnie, aku berjanji!” miyeon menggenggam tangan yoora erat.

“aku..ah sebenarnya..aku.aku yang sudah menabrak mu waktu itu. Jeongmal mianhae..saat itu aku benar-banar di kuasai oleh rasa dendam. Kumohon kau maafkan aku. Aku sangat menyesal.”tutur yoora dengan perasaan menyesal. Mendengar ucapan yoora itu air mata miyeon sudah tidak bisa terbendung lagi. sementara taemin menggeleng-gelengkan kepala nya tak percaya.

“miyeon-ah, mianhae..aku sudah sangat jahat padamu!”ucap yoora lemah dan semakin terisak. Miyeon langsung memeluk nya.

“ne! ne, gwenchanayo eonnie.”ujar miyeon.

Taemin pov

Apa maksud nya ini? Jadi yang menabrak miyeon sampai miyeon koma itu adalah yoora?

Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana? Marah? Kesal? Tentu saja! Tapi aku tidak mungkin meluapkan semuanya di saat yang seperti ini. Aku benar-benar salut pada miyeon..dia memaafkan begitu saja orang yang selama ini sudah sangat menyakitinya.

“ah..aww..ahhhh miyeon-ah.. oppaaa”rintih yoora.

Aku dan miyeon semakin panik, dengan cepat aku keluar hingga akhirnya bertemu dengan jiyeon.

“jiyeon-ah! Cepat panggil dokter!”titah ku, dia mengangguk-ngangguk kemudian belari mencari dokter. Aku kembali masuk ke dalam ruangan yoora.

“bertahan lah eonnie..”ucap miyeon lirih.

.

.

Kemudian jiyeon datang membawa seorang dokter dan suster. Segera mungkin mereka memeriksa yoora. Aku memeluk miyeon yang masih terisak.

Tuutttt …

tiba-tiba suara monitor yang ada di samping yoora berbunyi. Sontak membuat ku menggeleng hebat. Itu artinya yoora sudah tidak bisa di tolong lagi. kulihat wajah dokter yang merasa bersalah karena tak dapat menolong. Miyeon berlari untuk memeluk yoora.

“andwaeee!!  Eonniee..kau harus banguunnnn!!”teriak miyeon histeris.

Aku tak percaya jika yoora pergi meninggalkan kami secepat ini. Aku berjalan ke arah miyeon lalu memeluk nya erat.

“oppaa..”ucap miyeon sambil terisak di pelukan ku.

Aku semakin erat memeluknya..

“eonnie..hiks”

Ah~ yoora. Kenapa kau pergi secepat ini? Semoga kau tenang disana. Aku menyayangimu ..

~~~~

Hari ini adalah hari pemakaman yoora, haahh..aku mash tidak pecaya jika dia sudah pergi. Ku lihat miyeon tak henti-henti nya menangis, aku langsung merangkulnya.

“uljjima”kata ku menenangkan nya.

Aku harap di saat-saat terakhirnya kemarin, aku bisa membuatnya bahagia. Meskipun mungkin hanya sedikit.

=======================++++++++++++++======================

Satu minggu kemudian setelah yoora pergi. Hubungan ku dan miyeon membaik, namun aku tidak tau pasti hubungan ku dengan nya menjadi status apa.

Nanti malam adalah waktu yang tepat untuk membicarakan ini pada miyeon. aku akan membuat surprise untuk nya. Dan aku ingin miyeon kembali padaku.

***

Aku menuntun nya berjalan karena mata nya kututupi dengan sapu tangan.

“oppa, kau akan membawaku kemana?”tanya miyeon.

“tunggu saja.”jawab ku.

Aku membawa nya ke tempat favorit ku dan dia dulu. Perlahan kubuka penutup matanya.

“miyeon-ah, kau masih ingat tempat ini?”tanya ku. Dia mengangguk, kemudian aku membalikan badan nya untuk berhadapan dengan ku dan menatap mata nya lembut.

Setelah aku puas menatap nya, kuputuskan untuk memeluknya.

“aku ingin kau kembali padaku ..”bisik ku di telinga nya. Dia tersentak, kurasakan jatung nya yang berdegup kencang.

“kumohon..”

Tak lama dia mengangguk pelan.

“nde..” ucap nya. aku tersenyum senang lalu melepaskan pelukan ku.

“jadi, jangan pernah tinggalkan aku lagi. arasso?”pintaku memegang kedua pipinya.

“mm, aku berjanji tidak akan meninggalkan mu lagi!”ucap nya mantap nya sambil.

“chagii~~” ucapku sambil menunjuk-nunjuk bibirku.

“aniyo!!”tolak nya seperti mengerti akan maksud ku.

“ayolah.”

“yak! kenapa sifat mesum mu itu..”

Chuu~ aku menghentikan ucapan miyeon dengan menciumnya. Dia sedikit kaget, namun tidak juga menolak. Ah aku meridukan ini. Park Miyeon, saranghae..

“will you marry me?”tanya ku setelah melepaskan ciuman ku.

“MWOYAAA???”

THE END

hyaaa~ c taem langsung ngajak kawin aja..wkwk

haahh, akhirnya ff ini selesai juga *ngelus dada*

gomawo buat yang udah setia baca ff nista ini dari part pertama sampe akhir 🙂

maaf jika dalam penulisan maupun kata-kata masih sangat berantakan, maklum masih pemula hehe

Tapi jangan lupa untuk RCL ne? ^^

Thanks to :

1. Admin yang udah mau ngepost ff nista ku ini 🙂

2. Park Kyungjin eonnie (parkkyungjin.wordpress.com) yang sudah membuatkan poster sangat bagus ini untuk ff ku.

3. dan tentu nya untuk Readers yang udah baca dan bersedia untuk memberikan komen nyaa ~~

Jeongmal gomawoyooo~~~ *bow bareng oppadeul SHINee*

Annyeong ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Everything Just For You – Part 5 (End)”

  1. Daebak.. Aku suka ff yg nggak terlalu banyak konflik.. 😀 ayo dong bikin sequelnya.. Dia nikah kek, punya anak kek apapun deh.. Hehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s