Cyber Girl [1.2]

(FREELANCE) Cyber Girl

Tittle : Cyber girl

Author : (freelance) rachmifadilaraveline

Cast. : Choi minho, Park Jiyeon

Support cast : Lee gikwang, Bae suzy

Length : Twoshoot

Genre : romance, school life, sad (dkit)

Rating : PG 13

Summary : gadis ceria itu adalah masa laluku

AN : FF ini juga di publish di blog pribadiku | rachmifadilaraveline.wordpress.com | so, kalau ada yg pernah baca jangan bilang plagiat, mungkin cerita kaya gini emang konfliknya klasik dan pasaran, tapi ffku ini juga banyak kejutan di dalamnya so, pleasure bgt buat aku yg udah nyempetin diri buat baca dan comment. Semoga kalian semua suka dan feelnya dapet. Ghansham^^ *bow* oh iya jangan ragu buat nyertain kritik dan saran kalian dalam comment, gimanapun aku masih baru merambah dunia per ffan ini, jadi kritik dan saran sangat dibutuhkan. Mau bashing? No problem J

~Happy Reading~

~~~

“Ji yeon-ah” panggil seorang laki2 tepat di belakang bangku tempat jiyeon duduki sekarang, ia menoel punggung jiyeon dengan sebuah pena mencoba membuyarkan konsentrasi gadis itu saat menyimak pelajaran dari lee seongsangnim, merasa terganggu gadis itupun segera menoleh, seketika wajahnya yang dingin sedikit Menjadi lebih hangat, saat tau siapa yang memanggilnya. Choi minho

“Hmm”. Gadis itu bergumam mencoba tetap bersikap dingin agar minho tidak curiga , ia mencoba menahan sesuatu yang tengah bergejolak hebat dihatinya kini

“Hmm bolehkah aku, meminjam cacatan mu?”

Semburat kekecewaan terlihat dari wajah manisnya, seperti biasa minho hanya meminjam catatan, jiyeon diam tak bergeming ia hanya menatap minho dengan tatapannya yang datar-sangat datar- , ia berpikir hanya untuk ini? Meminjam catatan? Lagi? Bahkan ia tak pernah mengajakku mengobrol yahh aku tau pasti akan sangat membosankan mengajak yeoja cyber sepertiku untuk berbicara, sama sekali tak ada tanggapan bahkan ekspressi yang aku tunjukkan. Membosankan bukan?

Yahh itulah aku, aku tak pernah mampu mengajaknya berbicara duluan…aku…..pengecut

“Jiyeon-ah” minho melambaikan tangannya di depan jiyeon memanggilnya sepelan mungkin agar tidak terdengar oleh lee sonsangnim

jiyeon tersadar sudah terlalu lama ia termenung sesegera mungkin ia menghapus pikiran2 tadi yang mengganggunya, mencoba bersikap sebiasa mungkin dan tentunya dingin.

“Mwo?” Jawab jiyeon dengan tenang

“Aku mau pinjam catatanmu”

Minho tersenyum, mencoba meluluhkan hati batu yang dimiliki yeoja itu ia tau yeoja itu tak mungkin membalas senyumnya ia hanya mau  Yeoja itu sedikit berubah dan membuka hatinya untuk berteman dengannya, ia tak mungkin mengajaknya mengobrol yahh karna you know lah you never got feedback jika berbicara dengannya, minho merasa senyum akan lebih ampuh untuk yeoja seperti jiyeon, ia kasihan melihat jiyeon, ia merasa yeoja itu seperti terkena traumatic yang dalam

Jiyeon menghadapkan kembali wajahnya kedepan mencari apa yang diminta namja itu, setelah mendapatkan apa yang diminta jiyeon kembali berbalik dan memberikan buku catatan pada minho

“Gomawoo, besok aku kembalikan ne!” Minho kembali tersenyum menunggu jawaban apa yang akan dikatakan jiyeon, tak seperti yang dia bayangkan yeoja itu-jiyeon- hanya membalikkan kembali badannya menghadap kedepan dan kembali menyimak pelajaran yang disampaikan lee seongsangnim

Minho menghembuskan nafas berat sudah berkali2 ia diperlakukan seperti tadi oleh jiyeon, mungkin benar kata teman2nya dia gadis robot sama sekali tidak memiliki emosi

~~~

Jiyeon pov

Pagi yang cerah, lagi2 aku sendiri, aku memasuki gerbang sekolah melihat banyak orang yang berteman bercanda serta bisa tertawa lepas seperti mereka kau tau betapa irinya aku? Kau tau aku sangat benci melihat tatapan-tatapan penuh kebahagiaan itu? menjijikkan! melihat mereka membuatku merasa kembali pada masa itu. SHIT!

Lebih baik aku menunduk, aku memakai headphone di telingaku kutekan tombol di ipod ku berkali-kali mencoba menaikkan volume lagu itu hingga full sekarang aku akan merasa tenang,

Aku terus melangkah sambil menunduk, meletakkan kedua tangan di kedua saku blazerku, tanpa sadar ternyata aku menabrak seseorang

Bugh

“Ahh, Jiyeon-ah, kebetulan sekali ini buku catatan mu, gomawo” ia tersenyum, lagi2 tersenyum kumohon berhenti tersenyum seperti itu, karna aku, aku tak mungkin sanggup membalas senyum mu itu minho, aku terlalu takut untuk menunjukkan emosiku apalagi di depan kau namja yang aku sukai

Aku diam lagi2 diam sungguh jika sudah berhadapan dengan namja ini aku tak dapat berbuat apa2 bahkan menguntai seutas senyumpun aku tak mampu,

Aku mengambil buku itu, meneruskan langkahku mencoba menjauh dari minho, sesegera mungkin aku menuju kelas yang kutau sudah tidak jauh lagi aku menatap kebelakang sekilas, minho, dia menatapku dan…tersenyum

Aku mengepalkan tanganku menahan debaran jantung ini mencoba untuk tidak meluapkan emosiku, kumohon minho.. kumohon berhenti tersenyum dan membuatku mengharapkan mu, mengharapkan sesuatu yang lebih dari mu sesuatu yang lebih dari hubungan pertemanan ini, mengharapkan kau memiliki perasaan yang sama denganku karna kutau itu tidak akan mungkin

Jiyeon pov end

~~~

Ringggggringgringgg

Bel tanda istirahat berbunyi siswa dan siswi dikelas itu bersorak, berhamburan berlarian menuju ke satu tempat, kantin,

keadaan berbeda jauh dengan seorang yeoja yang duduk tenang di bangkunya. Menutup matanya sambil menikmati lagu yang mengalun di di ipodnya, tak sedikitpun ia berniat untuk pergi ke kantin , jangankan ke kantin beranjak dari tempat duduknya pun ia enggan.

“Minho-ya!” Panggil seseorang pada namja yang duduk dibelakang bangku jiyeon itu

“Oh! Hongki-ya” Jawab minho

“Kau tidak ke kantin?” Tanya hongki, kini hongki yang tadi berada di depan kelas minho sudah berada di depan meja minho sembari menatap aneh pada yeoja yang sedari tadi hanya menunduk yang duduk di depan minho

“Eumm, entahlah aku tidak nafsu makan”

“Wae? Kau kepikiran yeojamu yang di states itu? Krystal? Eoh?”

“Aniyo dia..”

Brakkk

Terdengar kursi yang didorong paksa, ternyata suara keras itu ditimbulkan oleh jiyeon, ia berdiri berniat segera pergi dari tempat itu tak tahan dengan hongki yang terus mengoceh tentang yeoja yang bernama krystal itu yang disinyalir adalah kekasih dari minho, meskipun minho tak pernah mengatakannya sendiri,

inilah yang membuat jiyeon tak berani membalas sikap minho yg baik selama ini ia takut ia takut jika nanti ia akan berharap lebih,ia tak berani bermimpi mendapatkan seorang minho yang sangat ramah dan mempunyai banyak teman berbanding terbalik dengannya , ia tau kesempatan sepertii itu tak mungkin akan ia dapatkan

“Yaaaa!!! Yeoja cyber! Apa2an kau hah? Itu tidak sopan! Jelas2 orang sedang berbicara dasar yeoja gi-” hongki menggantungkan kata2nya ketika minho menahannya

“Sudahlah mungkin ia tidak dengar kita sedang berbicara, lihatlah dia memakai headset” minho mencoba menenangkan temannya itu ia tak mau hongki sampai berkata macam2 pada yeoja itu bagaimanapun jiyeon itu adalah yeoja, sedingin apapun ia, ia pasti punya hati, minho percaya itu

“Cih, kau membelanya? yeoja cyber itu? yeoja tidak punya hati dan tanpa ekspresi? Hahah ironis” Ucap hongki dengan nada mengejek

“Yaa! Sudahllahh!” Bentak minho ia memukul meja keras, membuat hongki mengunci mulutnya rapat-rapat

~~~

Jiyeon melangkahkan kakinya dengan kencang sangat kencang hingga akhirnya dia berlari, menjauh, menjauhi semua orang hingga ia sampai di suatu tempat tempat dimana hanya ia yg tau tempat dimana ia sering menyendiri , menangis meluapkan segala emosinya tempat dimana ia menertawakan hidupnya sendiri hidup yang begitu menyedihkan dan suram

Kau tahu tempat itu ? Itu adalah tebing yang diatasnya terdapat sebatang, ya hanya sebatang pohon cocok sekali dengan keadaannya sekarang yang sangat kesepian berada diatas puncak tapi tak mempunyai teman dan seperti pohon itu ia sudah diambang batasnya sedikitlagi maka ia akan jatuh ke jurang itu

Jiyeon berdiri di ambang jurang itu satu langkah lagi maka dengan sekejap tubuhnya akan terjun bebas kedalam jurang, ia sudah tak tahan dengan semua pikiran yg membebaninya, dengan semua masalah yang ia hadapi dan, dengan semua kesepian yg ia rasakan

” AAARRRGGGHHH”

“AKU BENCI ORANG ORANG ITU! MEREKA SEMUA PENGHIANATT!!!!!”

“MENJIJIKKAN!!!!!!!!!”

Jiyeon berteriak sangat kerass tanpa falseto (?) Ia meluapkan segala emosinya yang telah ia pendam bertahun-tahun, tak terasa air mata telah mengalir deras dari kedua mata indahnya, cairan bening itu kini telah membasahi kedua pipi mulus jiyeon membuat hidung dan kedua matanya memerah

memory pedih itu terputar kembali di dalam otak jiyeon bak film yang mengandung cerita miris di dalamnya

Flash back

“Oppa!!!” Teriak jiyeon ia melambai pada seseorang namja di depan gerbang sekolahnya busan JHS seraya tersenyum sangat manis pada namja itu

namja itu balik tersenyum mengisayaratkan pada jiyeon untuk mendekatinya, Tak menunggu lama dengan segera jiyeon langsung berlari mengejar namja itu

“Dimana suzy?” Tanya gikwang

“Oh? Suzy? Ia sedang ada ekskul” Jawab jiyeon masih dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya

“Ahh geure, mau makan ice cream?”

“Nenenenenne!”balas jiyeon dengan semangat dan suara melengking, ia melingkarkan tangannya pada lengan namja yang berstatus sunbaenya itu,

“Kajja”

Gikwang tersenyum mengacak lembut rambut jiyeon dan beranjak pergi bersama jiyeon menuju tempat ice cream shop tempat yg mereka biasa kunjungi

sebenarnya hari ini ia akan pergi bersama gikwang dan suzy tapi yahhh suzy sangat paling tidak bisa meninggalkan ekskul musiknya, jadilah hanya mereka berdua yang pergi

 

Mereka-jiyeon,suzy,gikwang- adalah sahabat dari kecil, tapi jiyeon saat dia beranjak menjadi gadis remaja ia mulai mengenal cinta ia memiliki perasaan lebih pada gikwang tidak hanya sekedar sahabat ini lebih dari itu ia mencintai gikwang bukan hanya sebagai oppa tapi namja, tidak ada yang tau perasaanya selain jiyeon sendiri dan hari ini ia akan menyatakannya pada gikwang, entah kenapa ia yakin akan diterima, dan ia sudah mempersiapkan cara yg tidak biasa untuk menyatakan perasaannya

~~~

Sesampainya di icecream shop mereka langsung mengambil tempat untung saja mereka cepat karna hanya tingal satu meja lagi yang kosong, tak lama pelayanpun datang menawarkan berbagai menu baru yang menggiurkan

“Aku mau ice cream chocolate with waffle dan espresso ya”

“Aku juga” jiyeon menyahut cepat tak ingin membuang waktu berduanya dengan gikwang

Gikwang hanya tersenyum melihat tingkah yeoja di depannya itu

“Jiyeon-ah” “Oppa!”

Mereka berkata bersamaan, membuat keduanya sontak tertawa kaku mencoba menghilangkan awkward moment yang menyelimutinya

“Kau duluan” ucap gikwang

“Emm oppa, aku….”

“Permisi ini pesanan anda, selamat menikmati” perkataan jiyeon lagi2 terhenti akibat pelayan yang menghantar pesanan mereka

“Ne gansamnida”

Jiyeon tersenyum pada pelayan itu, sedangkan pelayan tadi hanya mengedipkan sebelah matanya seakan mengatakan -good luck-

“Oppa lebih baik makan dulu baru kita bicara ne~” pinta jiyeon manja pada gikwang

Gikwang bergumam tak jelas sedang Jiyeon tersenyum melihat gikwang dengan lahap menyantap makanannya itu

“oh? Ige mwoya?” Tanya gikwang pada dirinya sendiri ia mengeluarkan sesuatu benda keras dari mulutnya yang ia yakin itu bukan waffle, ia meluahkan dan menatap benda itu yang ternyata adalah kalung dengan mainan cincin berwarna perak,

Gikwang mengerinyitkan dahinya bertanya2 dalam hati siapa yang punya kalung ini mungkinkah pelayan tadi? Gikwang melirik jiyeon yg menatapnya dengan senyum mengembang

“Oppa! Nan joayeo, jeongmal joayo, Dann itu kalung dariku”ucap jiyeon to the poin ia tak ingin mengul ngulur waktu, sedangkan Gikwang hanya termangu mendengar perkataan jiyeon

“oppa, mau kah kau menjadikanku lebih dari sekedar yeodong..saengmu?” terangnya sedikit terbata, ia sangat gugup sekarang, apakah gikwang akan menerimanya? tapi dengan semua perhatian yang gikwang berikan padanya…..who knows?

“Jiyeon-ah akuu-”

“Oppa! jiyeon!” Belum sempat gikwang mneruskan perkataannya suzy datang dan langsung menghampiri mereka, membuat pembicaraan mereka tadi terpotong

“Woaaa kalian sudah memesan? , mian aku terlambat , kalian tau sendiri kan? Ekskul musik itu adalah prioritasku” suzy terus mengoceh tanpa tahu apa yg telah terjadi diantara mereka, dan tidak sadar kalau jiyeon sudah sangat kesal gara-gara dia saat ini

“Suzy, duduklah dulu” ucap gikwang, ia benar2 gusar saat ini, apa yg harus ia katakan pada jiyeon?

“Ahh ne, mian aku disampingmu ya oppa ” ucap suzy seraya duduk disebelah gikwang, ada gelegat aneh yg ditangkap jiyeon dari mereka, tapi firasat buruk itu langsung disingkirkannya jauh-jauh

“jiyeon-ah, maaf.. Aku tidak bisa, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, maaf.. Aku tidak menganggapmu labih dari ini, aku yakin kau pasti bisa mendapat namja yang lebih baik dari ku”

Gikwang mencoba berkata sehati2 mungkin dan memberi pengertian pada jiyeon, berharap yeoja itu bisa mengerti dan tidak sedih

“O-oppa.. Aku-aku..” Mata jiyeon sudah memerah mukanya memanas, dia malu sekaligus sedih, bagaimana mungkin ia yang sangat optimis diterima tadi ditolak? Didepan sahabatnya pula, tapi ia juga tidak bisa memaksakan persaan gikwang ia mengerti itu, yg terpenting gikwang tidak akan membencinya

Jiyeon mengapus air mata, mendongak dan tersenyum..

“Gwenchana oppa.. Aku akan menunggumu mungkin sekarang belum waktunya!” Ucap jiyeon senyum terus mengembang di bibirnya

Suzy sedikit tersentak dengan ucapan jiyeon, yeoja ini benar2 mencintai gikwang oppa pikirnya

“Tidak jiyeon jangan menungguku, karna aku..”

“Oppa!!” Bentak suzy tiba-tiba, tak mau jiyeon tau apa yg akan dikatakan gikwang, ia berbisik pada gikwang

“Jangan sekarang oppa aku takut jiyeon akan sedih, kumohon” suzy tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jikalau oppa yg ia cintai itu..

“Lanjutkan oppa, kau ingin bilang apa? Suzy, diamlah” jiyeon benar2 tidak sabar apa yg akan dikatakan oppanya ia berfikir mungkin saja oppanya berubah pikiran dan menerimanya?

“Aku sudah punya pacar jiyeon, mian”

Ucap gikwang sedikit ragu2 takut mendapat amukan dari jiyeon

“Ahh jinja? Nugu?” Jawab jiyeon, dia sudah benar2 kacau sekarang benar2 sudah tidak ada harapan rupanya, air matanya sudah jatuh harapannya melayang entah kemana, jiyeon terus menundukkan kepalanya ia tak ingin kedua orang dihadapannya ini mendapati ia sedang menangis

“Mian jiyeon, aku sudah berpacaran dengan oppa, seminggu yg lalu, dan hari ini kami mengajakmu kemari sengaja untuk memberitahukanmu masalah ini, tapi aku sungguh tidak menyangka kau akan menyatakan perasaan mu pada oppa, jeongmal mianheyo jiyeon” suzy benar2 merasa bersalah pada sahabatnya kali ini, ini pasti akan sangat menyakitkan jiyeon, lain halnya jika jiyeon tidak memiliki perasaan apapun pada gikwang ini tentu akan sangat mudah dan tidak serumit ini

“Apa itu benar oppa?” Jiyeon masih tidak percaya, air matanya sudah mengalir deras sedari tadi

“Ne, mian jiyeon”

Jiyeon menganga ia tidak percaya dengan apa yg didengarnya saat ini sontak ia kesal, seluruh emosi keluar dari hatinya ia tak dapat berpikir jernih lagi

“Miann??? Kalian penghianat!!” Jiyeon berdiri dan meninggalkan kedua org itu, ia tidak sadar bahwa suzy dan gikwang sudah memanggil-manggilnya sedari tadi, ia sibuk dengan emosi yg menyelubungi tubuhnya

 

 

Jiyeon terus berlari entah kemana, tanpa sadar ia sudah berdiri didepan rumahnya

“Appa, neomu apaayo” ucapnya sambil terus terisak, ia beralari menuju kamarnya, menutup pintunya rapat2 dan mengurung diri seharian ia sama sekali tidak menghiraukan ucapan keluarganya memanggilnya, tatapannya kosong, selama seminggu penuh ia mengurung diri, keluar hanya untuk makan atau sekolahpun ia tidak

Gikwang dan suzy pernah datang kerumahnya tapi malah mendapat amukan besar dari jiyeon, mereka benar2 tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jiyeon sempat mengancam akan bunuh diri jika bertemu dengan kedua orang itu lagi, jiyeon benar2 labil, tentu dengan umurnya yg masih smp apa yg akan dipikirkannya tentu belum bisa sejernih orang dewasa apalagi itu cinta pertamanya

~~~

Sejak saat itu , setelah jiyeon lulus iya meminta pada ummanya untuk pindah, ia benar2 tidak ingin bertemu dengan kedua orang itu lagi, dan sejak saat itulah ia benar sangat berubah menjadi cyber girl

~~~

“Hahahahhahah lebih baik aku mati saja! Tidak ada yg menginginkan ku di dunia ini!” Jiyeon berteriak ia tertawa sekaligus menangis ia benar-benar seperti orang gila saat ini, ia melangkahkan sebelah kakinya dan itu benar-benar sudah ditepi tebing, ia melangkah kan sebelah kakinya lagi dan..

Ia terjun bebas kebawah, badanya melayang, tapi kenapa ia tidak tersa jatuh tetapi terasa bergantung, seseorang memegang tangannya menyelamatkannya dari percobaan bunuh dirinya tadi, tangan itu hangat dan kuat ia perlahan menarik tubuh jiyeon keatas , membawanya kedekat sebuah pohon memeluk wanita itu, erat sangat erat mencoba menenangkan jiyeon dan dirinya

Jiyeon mendongak, penasaran siapa yg menolongnya kenapa ia bisa tau tempat ini??

Betapa terkejutnya ia siapa yg tengah menolongnya

“Minho?” Matanya membulat, mulutnya menganga ia benar2 tidak menyangka bagaimana bisa minho ada disini?

“Pabo!” Ucap minho sangat dingin

“Mencoba bunuh diri huh? Kau benar2 bodoh”

“Iya! Aku memang bodoh , lalu apa urusannya denganmu huh? Urusi saja urusanmu! Jangan mencampuri urusanku!” Bentak jiyeon setengah berteriak, ia berpikir untuk apa namja ini kemari?

Minho tersenyum, ya hanya tersenyum

“Kau tau? itu ucapanmu yg terpanjang selama aku mengenalmu, jadi begini cara memancingmu agar kau mau berbicara lebih panjang, pabo? Hahahah” entahlah minho hanya senang melihat gadis itu marah, jadi ia bisa tahu setidaknya yeoja itu tidak benar seperti robot

“Yaaaa!!! Aishh jinja!!”

Jiyeon mengacak rambutnya frustasi , ia segera pergi dari tempat itu ada apa dengan namja ini? Dia gila? Aneh sekali

Jiyeon melongos pergi bersiap meninggalkan orang aneh tadi, tapi minho menahannya entahlah namja itu hanya ingin mempoerlama kebersamaannya dengan jiyeon hanya berdua

“Begitu caramu berterima kasih pada orang yg telah menolongmu huh?”

“Kau tidak menolongku , kau menggagalkan aksiku! Ara?”

Minho tertawa yeoja ini benar benar lucu ia manis, dibalik wajah robotnya itu ia benar – benar terlihat seperti anak-anak

“Kenapa kau malah tertawa hah? Menyebalkan! laki2 aneh, kau aneh minho, kau gila?” Jiyeon terus merasa aneh, sangat risih dengan sikap minho, tapi tak dapat dipungkiri ia juga senang berada lebih lama di dekat namja ini

“Aniyo, hanya saja kau benar benar lucu, kau benar-benar manis” jawab minho ia masih memgangi perutnya untuk menahan tawanya

“Mwo? Sudahlah!” Muka jiyeon benar benar merah saat ini jangan biarkan ia berharap lebih lagi tuhan! Yg ia pikirkan kali ini hanya pergi dari sini secepat mungkin!

“Hey tunggu dulu, kau tidak mau tau apa alasanku kemari??” Lagi2 minho menahannya

“Apa memangnya?” Ucap jiyeon sok sok tidak peduli padahal ia sangat penasaran untuk apa namja ini kemari??

“Aku akan memberikan jawabannya sebulan lagi, sebulan setelah hari ini, bersabarlah, dan aku berjanji dalam sebulan itu aku akan membuatmu berubah! Kajja” minho menarik tangan jiyeon yg masih melongo dengan ucapan minho, ia berfikir lagi “Apa dia gila?” Tidak dia aneh-_-

Tbc^^

See ya at the next part!:) Once more, Thanks a lot for reading this random ff. your comment is my oxygen ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Cyber Girl [1.2]”

  1. Ada gitu ya orang kayak gitu? *alah, ga sadar diri*

    Minho mau nunjukkin apa sih pake nunggu sebulan. Hehe, lain kali penggunaan koma diperhatiin yaa 🙂

    Nice story ^^

  2. minho mau ngasih apaan? penasaraaan xD
    ditunggu kelanjutannya thor!

    oya, tanda bacanya diperhatikan ya thor. tadi pas baca bingung soalnya gak ada tanda titiknya 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s