Bodyguard Scandal – Part 1

Judul : Bodyguard Scandal

Author : Ayachaan

Main cast : Lee Taemin dan Park Yoon Hee (OC) as You

Support cast :

  • Lee Jinki as Taemin’s brother
  • Kim Jonghyun, Choi Minho and Kim Kibum as Taemin’s friends
  • Presiden Lee Se Jong as Taemin’s father.
  • Yunho as Park Yoon-hee’s sunbae.
  • other

Genre : Romance, Family Life

Rating : PG 15

A.N : Annyeong… saya balik lagi bawa FF. FF ini terinspirasi waktu saya liat ‘City Hunter’. Ngerasa keren gitu ya kalo ada bodyguard perempuan seperti Kim Na-Na dan…jadilah FF ini. FF ini pernah saya share di http://ffshineeshawol.wordpress.com . tapi, biar banyak yang baca saya share disini juga. (Oya, reader… mampir jg nyok ke WP tadi #promobanget ^^V). Kamsahamnidaaa~ admin dan reader yang baik hati mau ngepost dan membaca FF saya. Happy Reading ^^.

Note : All of this story use Author or Normal POV. Ada titik dua kebawah berarti beda adegan tapi masih diwaktu yang berdekatan. Dan bisa juga POV narasi yang digunakan lebih mengarah pada satu tokoh.

BODYGUARD SCANDAL PART. 1

Seorang namja tampan dengan balutan celana katun krem yang membentuk kakinya, dipadu dengan kemeja coklat muda dan kardingan putih gading tengah duduk disebuah sofa putih bersih yang berada didalam sebuah ruangan dengan desain minimalis yang luas. Namja itu tengah mengikat tali sepatu converse putihnya yang merupakan produk limited edition seri kartun One Piece. Hanya ada 3 didunia.

Helaian rambut blonde kelabunya menghiasi kepalanya dengan sempurna, menjuntai lembut menutupi dahi dan sedikit alisnya. Namja paling sempurna bagi hampir semua yeoja di universitas tempatnya kuliah ini bernama Lee Taemin. Sebut saja nama itu, pasti semua orang langsung mengenali siapa dia.

‘KLEK’.

Suara pintu terbuka yang membuat namja tampan bersenyum imut ini menoleh dengan pandangan datar.

            “Tuan muda, mobilnya sudah siap” kata seorang lelaki muda berjas hitam rapi setelah terlebih dahulu dia membungkuk hormat pada tuannya ini.

            “Ne~.” jawab Taemin singkat, tanpa adanya balasan senyum pada lelaki itu.

            Taemin berdiri dan mengarahkan pandangannya ke sebuah cermin besar yang menempel didinding, memastikan penampilannya. Lalu ia meraih tas hitamnya dan berlalu menuju pintu besar kamarnya.

            “Mari saya bawakan, Tuan muda.” tawar lelaki berjas itu.

            “Tidak perlu, Yunho-nim. Aku bisa sendiri.” tolak Taemin dengan datar.

            Taemin berjalan melewati Yunho, terus berjalan lurus hingga menuruni tangga besar yang melingkar menuju lantai bawah rumahnya. Yunho sendiri masih setia berjalan dibelakang Taemin.

            “Anda tidak sarapan dulu, Tuan muda?.” Tanya Yunho lagi. Namun Taemin sama sekali tidak menghentikan langkahnya untuk sekedar menoleh ke meja makan tempat sarapan paginya yang telah di siapkan oleh ahjumma. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan terus melangkah maju.

            Taemin sampai di pelataran rumahnya. Sebuah mobil Mercedes Benz hitam dengan kaca anti peluru telah menunggunya dengan gagah. Nampak seorang sopir pribadi yang merangkap sebagai pengawalnya sudah siap didepan kemudi.

            “Annyeong hasaeyo,” sapa seseorang yang suaranya terdengar lembut ditelinga Taemin. Suara seorang yeoja. Taemin menoleh kesumber suara dan mendapati seorang yeoja muda dengan wajah tegas nan manis dan bibir pink tipis yang menyunggingkan sebuah senyuman. Yeoja itu berpakaian jas rapi berwarna hitam dan ia menggunakan alat ditelinga yang sama seperti milik Yunho.

            “Ah, Tuan muda… perkenalkan ini adalah pengawal pribadi baru Anda, Park Yoon-hee.” Yunho memperkenalkan yeoja itu pada Taemin yang masih memandangi yeoja itu dengan intens.

            “Ne, joneun Park Yoon-hee imnida.” Yoon-hee memperkenalkan dirinya.

Ia membungkuk hormat pada Taemin. Taemin menundukkan kepalanya sebentar dan langsung mengangkatnya kembali.

“Ne, joneun Lee Taemin imnida.” Sahut Taemin, kemudian melangkah masuk kedalam mobil.

“Sukses Yoonhee-ah!” bisik Yunho sebelum Yoon-hee berlalu masuk kemobil yang sama dengan Taemin.

~~~

            “Yaa! Kau kenapa mengikutiku sampai ke kelas eoh?.” Seru Taemin dengan nada keras begitu menyadari Yoon-hee masih betah berjalan dibelakangnya dengan waspada.

            “Karena tugasku memastikan keamanan Anda, Tuan muda.” Jawab Yoon-hee santai sambil memandang Taemin. Taemin membuang muka dan meneruskan jalannya.

            “Sebelumnya tidak ada pengawal yang berani mengikutiku sampai kekelas, kau tahu!” ucap Taemin lagi, kali ini sambil mendengus.

            “Ne, tapi aku bukan mereka, Tuan muda” sahut Yoon-hee, masih dengan nada santai namun hormat-nya yang membuat Taemin jengah. Aish! Menyebalkan sekali pengawal barunya ini.

            Tanpa mengindahkan Yoon-hee, Taemin masuk kekelas dan segera menutup pintu dengan membantingan keras. Tidak peduli dengan tatapan teman-temannya yang penuh tanda tanya, kenapa pangeran tampan satu ini sudah berwajah kusut dipagi hari.

            “Taemin-ah, gwenchanaeyo?” Tanya Minho, sahabat karibnya ketika Taemin duduk sambil menghempaskan punggungnya di bangku disamping Minho. Kibum, salah satu temannya lagi yang duduk didepan pun ikut menoleh.

            “Appaku lagi-lagi menugaskan seorang pengawal pribadi untukku,” jawab Taemin dengan wajah ditekuk sempurna. Bibir manisnya mengerut, menandakan kalau dia benar-benar benci keadaan ini.

            “Jincha?” kali ini Jonghyung yang baru saja datang, ikut bertanya.

            “Ne~” jawab Taemin lagi dengan malas-malasan.

            “Apakah pengawal yang kau maksud itu yeoja berpakaian rapi didepan kelas kita eoh?” Tanya Jonghyun lagi.

            “Ne, hyung! Ia sangat berani mengikutiku sampai ke kelas!” jawab Taemin berapi-api.

            “Aish, apa ia tidak tahu tentang aturan seorang Lee Taemin?” sungut Minho dengan mata kodok yang melirik keluar jendela. Mencari-cari sosok yeoja yang telah membuat mood Taemin rusak sepagi ini.

            “Entahlah, kurasa setelah ini aku akan meminta Yunho-nim untuk mengajarinya tentang cara bersikap di depanku.” Ucap Taemin dengan senyum khasnya—senyum tipis dengan salah satu sudut bibir lebih terangkat.

            “Ne, aku setuju denganmu, ia harus diberi pelajaran untuk bersikap dihadapanmu…dan dihadapan kita.” Sahut Kibum yang berhasil membuat Taemin terkekeh. Yeoja itu, ingat saja, ia tidak akan bertahan lama menghadapi kelakuan Taemin bersama teman-temannya.

            Dan percakapan sekelompok namja tampan itupun berakhir ketika Baek songsaenim masuk kelas dan langsung memulai pelajarannya. Taemin mengerling ke arah jendela besar. Matanya menangkap sosok Yoon-hee yang tengah berbincang dengan seorang pengawal lain sekaligus supir pribadinya. Memperlihatkan senyuman khasnya lagi, sebelum berpaling dan fokus dengan pelajaran.

~~~

            “Taemin, bagaimana kalau kita makan bolgogi dulu sebelum kau pulang?” Tanya Jonghyun. Taemin segera mengangguk dan menyetujui ajakan teman-temannya.

            “Kau ikut mobilku saja, ne? supaya pengawalmu itu tidak bisa langsung membawamu pulang.” Tawar Minho.

            “Ne, hyung. Kacha!” sahut Taemin.

            Dia berjalan lebih dulu diiringi teman-temannya. Kelas sudah sepi. Dan begitu mereka keluar dari pintu kelas, mereka segera disambut kedua pengawal Taemin yang membungkuk hormat. Taemin mengangguk dan terus berjalan menuju halaman kampusnya, masih diiringi oleh Minho, Jonghyun dan Kibum.

            Mereka sampai dihalaman kampus dan Mercedes hitam telah menunggu Taemin disana. Kibum dan Minho segera berlari kecil mengambil mobil mereka.

            “Tuan muda, dua jam lagi Anda ada kelas kepribadian dengan Yeol songsaenim.” Ucap Yoon-hee tegas. Jonghyun terkekeh pelan dan mengerling melihat ekspresi Taemin. Pangeran tampan itu pasti sangat kesal jika di ingatkan tentang kelas kepribadian yang sangat membosankan itu.

            Sebelum Taemin menganggapi ucapan Yoon-hee, mobil Minho dan Kibum telah lebih dulu datang. Taemin segera melangkah dan masuk ke mobil Minho, begitupun dengan Jonghyun yang langsung masuk ke mobil Kibum.

            “TUAN MUDA!” pekik Yoon-hee nyaring. Ia tidak menyangka kalau kelakukan sang pangeran tampan yang agak pendiam ini brutal juga.

            Yoon-hee segera masuk dan mengambil kemudi Mercedes Benz hitam itu di iringi oleh pengawal Shin yang duduk disamping kemudi. Yoon-hee segera memacu mobilnya menyusul Taemin dan teman-temannya yang telah lebih dulu tancap gas.

            Yoon-hee terus memandang lurus kedepan. Ia sudah dapat mengikuti mobil BMW putih milik Minho yang tadi dinaiki Taemin. Meskipun masih berjarak lumayan jauh dengan mobil itu, Yoon-hee dapat melihat jika Minho menepikan mobilnya mendadak disebuah restoran tradisional Korea.

            Yoon-hee ikut menepikan mobil Mercedes Benz itu tepat dibelakang mobil Minho. ia kemudian keluar dan tersenyum santai pada Taemin yang melihat kehadirannya dengan wajah kusut.

~~~

            “Woo… ternyata kelihaian seorang Minho sudah ada yang menandingi.” Kekeh Jonghyun sambil menepuk-nepuk bahu Minho. Yang di sindir hanya tersenyum tentatif.

            “Kurasa ia pengawal yang sangat terlatih, Taemin-ah.” Ucap Kibum pada Taemin.

            “Ya, ini semua salah Appa yang menerimanya sebagai pengawal pribadi.” Sahut Taemin masih dengan tampang kusut. Dia benar-benar benci dengan keadaan yang tidak bisa di kendalikannya seperti biasa. Hampir seharian ini, mood Taemin selalu buruk gara-gara Yoon-hee. Dan lagi, hari ini adalah pertemuan pertamanya dengan Yoon-hee, tapi dia sudah mendapatkan kesan menyebalkan dari Yoon-hee.

.

.

Yoon-hee masuk ke dalam restoran itu dan mendapati Taemin bersama teman-temannya tengah mengelilingi meja persegi panjang. Didepan mereka sudah tersaji beragam makanan.

            Yoon-hee menoleh ke arah ahjumma pemilik restoran yang tengah bersiap-siap hendang menghidangkan 4 botol soju. Yaa! Apa-apaan itu, apakah soju itu mau dihidangkan pada Taemin dan teman-temannya?.

            Dengan langkah tegas, Yoon-hee menghampiri ahjumma itu.

            “Sillyemnida ahjumma, boleh ku tahu kemana kau mau menghidangkan botol-botol soju ini?” Tanya Yoon-hee langsung begitu ia menghampiri si ahjumma.

            “Eoh? Aku mau menghidangkannya pada empat namja disana.” Jawab ahjumma itu agak kaget. Selagi menjawab pandangannya mengarah pada meja tempat Taemin dan teman-temannya berada.

            Benar ternyata, botol-botol soju ini akan dihidangkan pada Taemin dan teman-temannya.

            “Ahjumma, jebal… jangan hidangkan soju ini pada mereka.” Pinta Yoo-hee, meskipun dengan suara pelan namun terselip nada tegas didalamnya.

            “Tapi agassi, mereka yang memesan minuman ini.” Sahut ahjumma itu takut-takut. Takut pada Yoon-hee, takut juga akan kehilangan pelanggannya.

            “Ahjumma, salah satu di antara mereka adalah anak dari Presiden Lee Se Jong, kau tentu tau siapa Presiden Lee Se Jong ‘kan?” ucap Yoon-hee lagi, lebih kepada berusaha mengintimidasi si ahjumma. (mianhae, author ngarang nama presidennya, biar sama-sama bermarga Lee ^^v)

            “Mwo? Maksudmu Presiden Korea saat ini? Anaknya ada disana?” seru ahjumma tanpa bisa mengendalikan volume suaranya.

            “Ahjumma, pelankan suaramu!,” seru Yoon-hee. “sekarang kau mengerti ‘kan? Tolong jangan hidangkan soju ini pada mereka. Gantilah dengan teh ne~?” Pinta Yoon-hee lagi dengan penekanan disetiap kosakatanya. Ahjumma itu mengangguk mengerti. Ia kemudian pergi kebelakang untuk mengganti soju dengan teh, seperti saran Yoon-hee.

            Yoon-hee tersenyum tipis. Kemudian melangkah kembali keluar restoran dan berjaga didepannya dengan setia. Melaksanakan tugasnya untuk menjaga keamanan Taemin, dengan berusaha tidak mengusik kenyamanan pangeran tampan itu. Meskipun bagi Taemin, kehadiran Yoon-hee sangat mengganggu dalam hidupnya. Jika Taemin mau berpikir sedikit, semua yang dilakukan Yoon-hee dan bahkan pengawal-pengawalnya yang lain adalah semata-mata untuk keselamatannya.

            Sedikit takut, ahjumma pemilik restoran menghidangkan teh kepada keempat namja tampan itu.

            “Mwo? Apa ini ahjumma? Bukankah kami pesan empat botol soju?” seru Jonghyun dengan suaranya yang nyaring. Alisnya saling bertaut, memandang lurus pada ahjumma yang kini semakin bertambah takut.

            “Mianhamnida, tapi agassi yang ada didepan sana melarangku untuk menghidangkan soju pada kalian.” Jawab si ahjumma sambil bergeges meninggalkan meja keempat nampa itu.

            Mendengar jawaban sang ahjumma, tangan Taemin yang tengah memegang sumpit mengeras sesaat. Dia menatap lurus ke arah mangkuk nasinya.

            “Berani sekali ia.” Desisnya dengan marah.

            “Huh, sudahlah! Hanya masalah kecil, tidak perlu dibesarkan.” Ucap Kibum sambil menepuk punggung Jonghyun yang ada disampingnya. Mata kucingnya yang teduh memandang mata Taemin yang kini tengah mengangkat wajahnya.

            “Tapi, ia benar-benar—“

            “Sudah! Kembalilah makan.” Kata-kata Jonghyun segera disanggah oleh Kibum.

            Minho mengangguk membenarkan. Dia menyumpitkan kepotong kimchi ke mangkuk Taemin.

            “Sudahlah! Ayo, teruskan makanmu.” Ucap Minho sambil menepuk-nepuk punggung Taemin.

            “Ne, gomawo hyung” sahut Taemin sambil tersenyum tipis pada Minho.

            Keempat namja tampan itu mulai mendapatkan mood makannya lagi. Mereka menyantap bolgogi dengan meriah, sesekali menyumpitkan daging ataupun kimchi ke mangkuk temannya. Sesekali tawa renyah terdengar jika salah satu diantara mereka membuat lelucon.

            “Sillyemnida…” sebuah suara halus membuyar segala tawa mereka. Mengakhiri kekehan pelan dari Jonghyun dan Kibum yang baru saja berbalas lelucon.

            “Tuan muda, ini sudah hampir pukul 15.00 KST. Anda masih ada kelas kepribadian, Tuan muda.” Yoon-hee berkata dengan sangat sopan. Ia memberanikan diri masuk kedalam dan mengingatkan Taemin akan kewajibannya yang lain. Meskipun ia juga sadar, jika hal ini dapat membuat Taemin semakin marah dengannya.

            Hening. Tidak ada yang bersuara. Kibum, Jonghyun dan Minho lebih memilih fokus melihat wajah si pangeran tampan dan saling menebak-nebak reaksi apa yang akan terjadi. Namun Taemin masih tetap diam tak bergerak. Tangannya masih memegang sumpit dan pandangannya menunduk.

‘PLAK’

‘BRAGG’

            Suara bantingan keras terdengar dari kedua sumpit yang dihentakkan dengan kasar ke meja. Segera disusul dengan gembarakan meja yang tidak kalah kasar. Taemin bangun dari duduknya dan berbalik menghadap Yoon-hee dengan rahang yang mengeras menahan marah.

            Mata Taemin menatap lurus menghujam mata Yoon-hee. Membuat gadis itu menyadari betapa marahnya pangeran tampan ini.

            “APA MAUMU, HAH?” bentak Taemin tepat didepan wajah Yoon-hee, membuat gadis itu tersentak dan mundur selangkah.

            “KAU BARU DATANG DIHIDUPKU, TAPI KENAPA KAU BERTINDAK SEAKAN KAU PEMILIK KEHIDUPANKU, HAH? JAWAB AKU BODYGUARD PARK YOON-HEE!” bentak Taemin lagi dengan amarah yang memuncak.

            “Mianhamnida, Tuan muda. Tapi, ini tugasku.” Jawab Yoon-hee dengan tenang, meskipun sebenarnya ia agak takut dengan keadaan ini.

            “APA PEDULIKU DENGAN TUGASMU? KAU MERUSAK SEMUANYA!.” Setelah mengatakannya Taemin mengambil tasnya dan berjalan keluar restoran itu, sebelumnya dengan sengaja menumbruk bahu gadis itu hingga membuatnya hampir tidak bisa menjaga keseimbangan.

            Yoon-hee menarik napas dalam, kemudian memperbaiki posisi berdirinya.

            “Mianhamnida, Tuan muda Lee Taemin harus pergi lebih dulu.” Ucapnya sambil membungkuk pada teman-teman Taemin. Kemudian ia segera berlalu, menyusul Taemin yang tengah sampai di Mercedes Benz hitamnya.

~~~

            “Aku tidak pernah melihat Taemin semarah itu.” Gumam Minho, lebih kepada diri sendiri. Ketiga sahabat itu masih dalam pemulihan rasa terkejut karena kejadian Taemin tadi. Seumur-umur bersahabat dengan Taemin, mereka belum pernah melihat Taemin semarah ini. Namja tampan yang selalu dipuja hampir semua yeoja kampus itu selalu ramah, meskipun terkesan pendiam.

            Tapi, sang pangeran tampan itu tiba-tiba saja berubah seperti singa yang kelaparan. Ekspresi marah yang menyeramkan, dan suara yang menjadi berat ketika dia membentak. Mungkin, namja tampan itu sedikit-banyak menuruni sifat marah sang kakak kandung.

To be continue…

Part. 1 selesai… mari tunggu part. 2 nya. Please I need your comments so much. Kamsahamnidaaa~.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

50 thoughts on “Bodyguard Scandal – Part 1”

  1. Thor kenapa….. Kenapa rame bangeet!! Ayo thooor lanjuut lanjuuut! Aku ga bisa ngebayangin muka taem waktu bentar2 ituu my baby taem nanti cutenya ilang 😦

  2. Wahhhhh taem jadi putra presiden korea???
    Bodyguard’x cewe, kebayang’x malah kim nana (park minyoung) yg d city hunter..

    Lanjuutttt… Seru kaya’x…

  3. whoaaaa taeminnie~
    keren thor kereeeen….
    meski emg mirip city hunter tp ini beda bgt…
    pokoknya kereeeen…
    next part nya jangan lama” yah 😀
    author jjang! 😉

  4. Aish, fanfic nya asik bgt, kenapa aq malah ngebayangin park min young, lanjut thor, bener” keren nie, susah bayangin taemin marah.

  5. Halo Aya, telat gak ya aku baru baca sekarang? Hehehe.

    Seru nih. Tapi jadi penasaran sama umur YoonHee, kesan yang aku dapet sih dia lebih tua dari Taemin kekeke. Eh tapi gak apa-apa tuh emangnya bongkar identitas Taemin ke Ahjummanya?

    Hmm bahasa Korea kan masuk bahasa asing juga jadi sebaiknya sih dicetak miring. Terus kalo habis tanda tanya atau tanda seru gak usah dikasih titik lagi. Terakhir tentang penggunaan ke- dan di- perhatikan lagi kapan harus dipisah kapan tidak. Semangat Aya 🙂

    1. Gomawo udh mampir kak ^^
      Yoon-hee mmg sengaja aku bikin dewasa. dgn sedikit ancaman ahjumma-nya bkal diem aja, semoga.. hehe

      Iya, kak… makasih koreksinya ^^
      ini tulisan masih wkt awal2. terus udah aku krim sampe ending.. jd nggak bisa revisi 😦 tapi di ff yg lain pasti aku perhatiin lagi.. hehe

      gomawo kak Nandit :3

      1. Iya aku paham kok Aya, soalnya aku juga pernah kirim ke sini meski baru sekali jadi sedikit banyak taulah. Apalagi ini sequel ya yang harus dikirim sekaligus kekeke.

        1. hehe..itu dia kak 🙂
          Oy, judulny punya kk love at bus stop kan ya? Rasanya aku udh bc d sini.. Hihi 😀

  6. apakah dari benci kemudian taemin bakalan berubah jadi suka? menuruni sifat onew? apa maksudnya pendiam tapi kalo udah marah bakal jadi menyeramkan? next part next part 🙂

  7. aq sempet bingung… waktu pertma aq bca jdlnya aq nyangkanya tamin itu artis dan pnya bodyguard… dn tenyata jadi pangeran tampan…kekeke next…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s