Neon Naegae Banhaesseo – Part 1

Tittle                     : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 1)

Author                  : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

Main Cast            :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x)
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Kibum aka Key SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x)
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD
  • Lee Jinki SHINee
  • Lee Taemin SHINee
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA

Support Cast      : Park Seosangnim, Hwang Seosangnim, Eomma dan Appa, Dokter Lee.

Genre                   : Romance, Sad, Friendship

Length                  : Sequel

Rating                   : PG-16

Sinopsis               : FF ini menceritakan banyak cerita cinta dan persahabatan di antara semua main cast-nya. Tentang bahagianya dan sakitnya merasakan cinta pertama yang tak terbalas dan karena terlambat menyatakan cinta. Cerita akan persahabatan yang kokoh juga membuat salah satu dari main cast dalam FF ini menjadi rela mengubur perasaan cintanya dan akhirnya menemukan cinta yang sebenarnya dengan orang lain.

 

Sumarry               : “Terserah kau. Kau kira aku peduli denganmu, huh? Ani. Aku hanya peduli pada pertandingan ini. Aku tidak ingin masalah pribadimu membuat tim kita kalah di pertandingan ini. Kau tahu, aku lebih terobsesi untuk memenangkan pertandingan ini daripada bersimpati padamu.”

 

Annyeong readers.. Hai, hai, hai.. Papillon Lynx balik lagi nih bawa ff baru. Kembali ke genre romance, sad and friendship. Gimana dengan ff My Princess for Me yang dulu? Seru ngga? Hehe.. Mianh ya, kalau genre fantasy-nya kurang berasa. Tapi tunggu, adakah dari readers semua yang masih belum kenal atau lupa sama aku? Oke deh, kenalan lagi. Papillon Lynx iminida. You can call me Saika. 95line. Dan ini adalah ff kelima karyaku yang aku kirim ke SF3SI. Gimana? Udah inget? Tahu kan? Sebelumnya aku kirim ff My Confession tentang Nahra, Jinki dan Key. Yang kedua aku kirim ff Bodyguard tentang Shin You, Minho dan Jonghyun. Dan untuk My Princess for Me, semua member SHINee, KARA, Minwoo Boyfriend dan Jaekyung Rainbow aku masukin. Kali ini kalian pasti udah tahu lah meincast-nya siapa. #readers: PLAK! yaiyalah, kan di atas udah ada tulisannya. Udahan woy! Lama!

Oke deh readers. Langsung aja baca. Jangan lupa oksigennya. ^^

 

@@@

AUTHOR’S POV

Pagi yang sama seperti pagi hari sebelumnya. Pagi ini juga turun salju. Temperatur suhu udara yang dingin membuat penduduk setempat negara Korea Selatan, Seoul, enggan untuk memulai aktifitas mereka masing-masing. Ya, ini bulan Desember. Desember yang dingin, bagi mereka.

Tapi keadaan ini berbeda dengan yeoja yang setiap paginya selalu bersemangat mengayuh pedal sepedanya dan menyusuri jalanan Seoul yang tertutup oleh salju yang licin. Dinginnya udara pagi yang bersalju hingga membuat kedua tangannya mengeriput -walaupun sudah mengenakan sarung tangan-, tetap tak mengurangi semangatnya untuk rajin bersekolah menuntut ilmu, sesuai pesan orangtuanya, dan juga… kakak satu-satunya yang cerewet.

Yeoja itu menyenandungkan sebuah lagu seraya mengendarai sepeda mini berwarna ungunya. Yeoja itu mengenakan seragam senior high school dengan motif rok kotak-kotak kecil berwarna hijau muda dan krem. Bagian atas tubuhnya dibalut dengan kemeja putih yang tertutupi oleh jas berwarna krem. Dan rambut cokelatnya yang sebahu, dia ikat dua, di samping kanan dan kiri telinganya, membuatnya terlihat manis dibalik sisi tomboynya.

Beberapa saat dia menikmati waktunya sendiri hingga dia melihat sesosok namja yang sangat dia kenal, ah bukan, sosok namja yang sudah lama dia sukai, berjalan tidak jauh di depannya mengenakan seragam yang sama sepertinya.

Jantung yeoja itu langsung berdetak lebih cepat. Nafasnya menjadi sedikit tidak teratur hanya dengan melihat punggung namja itu dari kejauhan. Matanya yang besar terus memperhatikan namja itu yang semakin lama semakin berjalan menjauh. Pikirannya seperti di awang-awang setiap kali dia melihat kehadiran namja yang sudah disukainya selama dua tahun itu. Ya, cinta pertamanya. Sejak dia masuk dan diterima di senior high school.

Yeoja itu menggelengkan kepalanya cepat, mencoba membuang semua pikirannya. Dia bisa menabrak sesuatu jika dia mengendarai sepedanya dalam keadaan melamun seperti tadi.

Dengan menambah kecepatan mengayuh pedal sepedanya, yeoja itu kini sudah berada di samping namja itu dan berusaha mengimbangi kecepatan sepedanya dengan langkah kaki namja disampingnya.

“Annyeong, Key!!!” sapa yeoja itu riang membuat namja di sampingnya reflek menoleh.

“Aiish.. Kau lagi.” Kata Key acuh sambil membuang muka. Melihat ekspresi Key yang tidak suka akan kehadirannya, membuat senyum riang yeoja itu sedikit memudar. Ini bukan untuk pertama kalinya Key bersikap acuh padanya. Namun entah kenapa, yeoja itu tak bisa membuang rasa sukanya begitu saja pada namja itu. Namja yang mungkin saja tidak pernah menganggapnya ada.

 

END OF AUTHOR’S POV

 

KIM SHIN YOU’S POV

 

“Annyeong, Key!!!” sapaku padanya ketika aku sudah berada di sampingnya. Seperti biasa, namja pujaanku ini sangat tampan. Aigooo.. Aku sungguh beruntung bisa mengenal namja ini. Dia benar-benar namja yang sesuai dengan tipe idamanku. Dia pintar, rajin, keren, jago main basket dan dance. Huwaaa.. Jeongmal joahae, Kim Kibum!! ^^

“Aiish.. Kau lagi.” Kulihat ekspresi kekesalan di wajahnya ketika melihatku. Hm.. Apa aku menggangunya ya? Atau suara sapaanku yang terlalu keras hingga memekakkan telinganya?

“Key-ah.. Hari ini bukankah ada pertandingan basket?” tanyaku mencoba memulai percakapan dengannya.

“Hmm.” Kok dia jawabnya irit sekali sih?

“Kau ikut kan?” tanyaku tanpa pikir panjang.

“Pabo! Ya jelas lah aku ikut.” Tuh kan, dia marah. Aaah.. Shin You, kau memang benar-benar pabo!

“Mianhae. Em, aku boleh nonton?” tanyaku lagi. Tanpa kusadari percakapan singkatku dan Key sudah mengantarkanku sampai di sekolah. Aku turun dari sepedaku dan menuntun sepedaku ke parkiran sepeda, mengikuti langkah Key dari belakang.

“Terserah kau.” Kulihat Key menjawab pertanyaan terakhirku sambil mengibaskan tangannya ke belakang, ke arahku dan tetap berjalan menuju kelas.

Aku tersenyum melihat kepergiannya. Aku selalu seperti ini. Bagaimanapun sifat dan sikap Key, aku menerimanya apa adanya. Karena aku tak ingin berhenti mencintainya hanya karena Key tidak pernah menganggapku ada.

 Aku memang satu kelas dengan Key, tapi bukan barang tentu aku bisa mengobrol dengannya walaupun hanya sebentar seperti tadi. Jadi barusan itu adalah kesempatan langka bagiku.

Kim Kibum, lebih akrabnya dipanggil Key. Itu julukan dari semua yeoja di sekolah yang menyukainya. Dia tampan, pintar, bahkan IQ-nya hampir menyaingi IQ Jinki Sunbae, sunbae terpintar di sekolahku yang selalu mendapat nilai terbaik setiap tahunnya. Key dan Jinki Sunbae tergabung dalam ekstrakurikuler basket yang tentunya selalu terdiri dari namja-namja tampan pujaan para yeoja di sekolah. Key, memang mengagumkan! Dan perfeksionis. Aku tahu dia terbiasa dikerumuni oleh para yeoja di sekolah, mungkin dimana pun dia berada juga seperti itu. Tapi dia tidak pernah menyadari perasaanku ini padanya yang sudah aku pendam dan kujaga selama 2 tahun ini.

“DORRR!!”

Aku terlonjak kaget dan seketika lamunanku buyar. Seseorang mengagetkanku dan ketika kulihat orang itu menertawakanku dengan seenaknya, aku langsung memukulinya dengan tasku.

“Oppa! Kau jahat sekali.” Kataku sebal dan berjalan lebih cepat menuntun sepedaku ke parkiran, meninggalkannya.

“Aigoo.. Younnie.. Mianhae. Oppa kan hanya bercanda.” Jelasnya sambil memanggilku dengan nama kecilku. Dan memang hanya ia yang selalu memanggilku dengan panggilan seperti itu sampai sekarang.

“Jonghyun Oppa! Oppa bisa membuatku mati jantungan kalau seperti itu caranya.” Kataku masih tak terima dengan penjelasannya. Aku sedikit merajuk.

“Ne, ne, ne. Oppa mengaku salah. Lagipula, kau juga aneh, Saengi. Pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri. Melamun pula. Hayooo.. Sedang memikirkan namja ya?? Hahaha..” Jonghyun Oppa menggodaku sambil menghalangi jalanku. Dia mengerlingkan matanya dan tersenyum nakal kepadaku. Aiish, berani kau menggodaku, Oppa?!

“Ya! Pikyeo (Minggir)!” bentakku sedikit mendorong tubuhnya ke samping dan berlari menjauh ketika aku berhasil menemukan celah untuk kabur.

“Ya! Wanitakan sendikit dirimu, Saengi! Setiap hari kelakuanmu semakin terlihat seperti namja. Arra?” teriak Jonghyun Oppa dari kejauhan membuatku semakin malu. Tentu saja semua murid mendengar teriakannya. Aiish.. Memang apa salahnya berkepribadian yeoja tomboy seperti ini? Toh, masih dalam batas wajar. Huh..!

Jonghyun Oppa memang kakak kandungku. Dia itu, emm.. Cerewet, menyebalkan, sok ganteng dan suka meledekku. Dia duduk di kelas tahun ketiga. Sedangkan aku di tahun kedua. Umur kami memang hanya terpaut satu tahun. Mungkin itu sebabnya bagiku Jonghyun Oppa kurang bisa menjadi sosok kakak yang baik, yang bisa menjaga aku sebagai adiknya karena sikap kekanak-kanakkannya tidak jauh berbeda denganku. Padahal sebentar lagi dia harus mengikuti ujian kenaikan kelas untuk naik ke kelas tahun keempat. Tapi dia masih gemar bermain-main dan membuang waktu dengan banyak yeoja dan..basket. Ya, Jonghyun Oppa juga salah satu dari kelima namja tampan di tim basket andalan sekolah. Sebenarnya bukan sok ganteng sih.. Oppa-ku itu memang tampan, tapi kadang sikapnya itu membuatnya terlihat ‘tidak tampan sekali’ di mataku. Aiish, di depan yeoja lain, Jonghyun Oppa selalu bersikap ramah dan sopan. Tapi jika denganku, dia selalu menjahiliku dengan segala cara. Menyebalkan bukan? Dasar, Jonghyun Oppa  playboy! Amukku kesal dalam hati.

Konflik batin antara hatiku dan diriku sendiri membuatku tak sadar kalau aku telah sampai di depan pintu kelasku. Kulihat dari pintu, Key memilih duduk di bangku dekat jendela dengan mata yang terpejam. Rambut poninya yang sedikit menutupi salah satu matanya menjadi bergerak-gerak ringan tertiup angin pagi. Apakah dia juga sama sepertiku, menyukai salju dan udara yang dingin? Tanyaku dalam hati.

Aku masuk dan duduk di bangku tepat di samping kanannya. Bukan tanpa alasan aku duduk di bangku ini. Tentu saja agar aku bisa berdekatan dengan Key. Agar aku bisa lebih mengenal tentang dirinya.

Bagiku Key itu seperti misteri. Banyak yeoja yang menyukainya, tapi tak ada satupun dari mereka yang bisa masuk lebih dalam ke dalam kehidupannya, termasuk aku. Key, dia seperti menutup hatinya rapat-rapat. Dan itu yang membuatku ingin sekali lebih mengenalnya. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Belum pernah selama ini aku melihatnya mengutarakan isi hatinya, apa yang dia inginkan, apa yang dia suka atau tidak suka, pada siapapun. Mungkin dia belum menemukan sosok orang yang bisa dia percaya sepenuhnya. Dan aku berharap, suatu saat nanti, aku bisa menempati posisi itu.

Aku terus memandanginya. Sungguh beruntung sebenarnya bagiku. Key memang tidak terlalu peduli dengan sekitarnya, dia selalu menyendiri. Mungkin saat ini dia juga tidak sadar kalau aku sedang sibuk memperhatikan wajah tampannya. Dari tadi yang kulihat dia hanya memejamkan mata, menikmati semilir udara pagi yang masuk dari jendela. Hm.. Apa aku sudah sangat menyukainya ya?

“Shin You-ah..” Kurasakan sebuah tangan hangat menyentuh pundakku. Aku membalikkan tubuhku dan kulihat seorang namja tersenyum kepadaku.

“Minho-ah.. Kau rupanya. Sudah lama?” tanyaku lalu tersenyum. Minho adalah temanku dari waktu aku masih duduk di SMP. Dia juga adalah adik kandung dari Jinki Sunbae. Dia teman namja yang cukup baik. Minho juga berteman akrab dengan Jonghyun Oppa, Key, dan Taemin. Karena apa lagi, mereka adalah namja basket idola di sekolahku ini. Minho berteman baik dengan Key dari umur mereka 7 tahun. Mereka sama-sama menyukai basket sejak kecil. Sebenarnya mereka dulu sangat akrab, tapi semenjak orangtua Key bercerai, Key seperti tidak mempercayai siapapun dalam hidupnya, termasuk Minho. Dan hubungan persahabatan mereka pun kian meluntur sampai sekarang. Mereka, lebih terlihat seperti bermusuhan.

Haha.. Sepertinya aku sangat mengenal Key. Tunggu, bukankah hidupku sungguh beruntung bisa dikelilingi oleh namja-namja idola seperti mereka?

“Anni. Aku baru saja datang. Tadi itu, kau sedang apa?” DEGH! Jangan-jangan Minho menyadari aku yang sedang memperhatikan Key?! Aiish, Eotthokae??

“Ah, aniyo.” Kataku sambil meringis. Kulihat Minho hanya menatapku bingung dengan kerutan di dahinya.

“Ah, oya. Shin You-ah.. Nanti sore ada pertandingan basket. Kau, emm.. Mau nonton pertandingannya? Ah, bukan apa-apa sih. Aku hanya ingin kau ikut memberikanku semangat, ah ani, maksudku memberikan kami semangat. Jonghyun Hyung pasti senang kalau kau datang. Tapi, kalau tidak datang, kalau tidak datang, emm.. Tidak masalah sih. Hehe..” Aku memperhatikan namja ini. Pagi ini Minho terlihat aneh sekali. Tak biasanya dia terlihat gugup seperti ini. Bahkan cara bicaranya juga tidak seperti biasanya. Beberapa kali salah memilih kata pula. Ada apa dengannya?

“Ne. Boleh. Keundae, kau harus memilihkan tempat duduk yang paling nyaman dan strategis untukku di tribun penonton. Arra?” kataku menyetujui ajakannya. Sudahlah, mungkin Minho hanya merasa gugup karena nanti adalah pertandingan basket antar sekolah dan dia menjadi kaptennya. Hajiman, bukankah ini sudah menjadi hal yang biasa untuknya ya? Ah, dwaesseo..

“Baiklah. Itu tak masalah. Gomawo, Shin You-ah..” katanya sambil tersenyum lagi.

TEEET.. TEEET.. TEEEEEETTT..

Aah, bel masuk sudah berbunyi. Baiklah, saatnya belajar dengan penuh semangat!! ^^

END OF KIM SHIN YOU’S POV

 

CHOI MINHO’S POV

 

Aish, bagaimana aku bisa segugup ini sih? Choi Minho, tenanglah.. Kau hanya perlu bertanya padanya apakah dia akan datang dan menonton pertandingan nanti. Apa itu sulit? Fiuuhh.. Kenapa aku jadi berkeringat dingin seperti ini, sih? Ayolah, Minho.. Ini demi kemajuan hubunganmu dengan Shin You. Kalau kau seperti ini terus, maka cinta dalam hati yang selama setahun ini kau pendam tidak akan pernah bisa tersampaikan! Batinku lebih kepada diriku sendiri.

Aku berusaha menyemangati diriku sendiri sambil berjalan menuju kelas. Aku menarik nafasku dalam-dalam ketika aku sudah sampai di depan pintu kelas. Hwaiting, Minho! ^^

Ah, itu dia Shin You!

Aku melihatnya duduk menghadap ke kiri, menatap ke luar jendela. Hm.. Apa yang dia lakukan ya? Kenapa menatap jendela saja sudah bisa membuatnya tersenyum senang seperti itu? Batinku.

Aku berjalan mendekat ke arahnya, lebih tepatnya berjalan hingga sampai tepat di belakangnya. Kucoba mengikuti arah pandangan kedua matanya. Shin You masih belum menyadari kehadiranku. Apa dia sedang melamun??

Kuperhatikan lebih teliti lagi. Apa sih yang sebenarnya dia lihat? Jendela? Sepertinya bukan. Awan? Langit? Bukan juga. Tembok? Itu lebih aneh lagi. Atau.. Key??

Hmm.. Dia memperhatikan Key? Sampai sesenang itu kah? Ya, benar, yang dia perhatikan adalah Key. Wae? Waeyo, Shin You-ah?

Ah, dadaku. Rasanya sakit. Entah apa perasaan ini. Melihatnya memperhatikan namja lain membuat hatiku bergemuruh. Ada rasa tidak tenang di sana. Apa ini? Apa, aku cemburu? Shin You-ah.. Jangan seperti ini. Apa kau tidak bisa melihat ketulusan hatiku selama ini? Setahun ini aku selalu memperhatikanmu. Nan joahae (Aku menyukaimu)..

Kuberanikan tanganku terjulur ke arahnya. Menyentuh pundaknya.

Ingin sekali rasanya saat ini juga aku menyatakan perasaan ini. Tapi aku rasa saat  ini timing-nya tidak tepat. Aku takut jika aku menyatakan perasaanku ini, kau akan menjauhiku, tidak bisa menerimaku dan hubungan pertemanan kita akan rusak. Tapi memendamnya saja juga membuatku tak tahan. Setiap saat  perasaan ini dengan mudahnya berkembang lebih besar, lebih dalam.

“Shin You-ah..” hanya kata-kata itu yang bisa terucap dari bibirku ketika kulihat badannya sudah berbalik menghadapku. Aku berusaha memamerkan senyumku seperti biasa. Aku tidak mau dia tahu perasaanku saat ini.

“Minho-ah.. Kau rupanya. Sudah lama?” kudengar suara lembutnya membalas sapaanku. Dia pun tersenyum. Satu kata, manis.

“Anni. Aku baru saja datang. Tadi itu, kau sedang apa?” Aku ingin tahu apa jawabannya jika aku bertanya seperti ini.

“Ah, aniyo.” Katanya sambil memamerkan deretan gigi putihnya. Ternyata kau berusaha menutupi perasaanmu dariku, Shin You-ah? Sudahlah, lebih baik aku kembali pada rencana awalku saja.

“Ah, oya. Shin You-ah.. Nanti sore ada pertandingan basket. Kau, emm.. Mau nonton pertandingannya? Ah, bukan apa-apa sih. Aku hanya ingin kau ikut memberikanku semangat, ah ani, maksudku memberikan kami semangat. Jonghyun Hyung pasti senang kalau kau datang menonton. Tapi, kalau tidak datang, kalau tidak datang, emm.. Tak masalah sih. Hehe..” Pabo! Kenapa bisa sampai salah pilih kata, sih?? Aiish, semoga Shin You tidak curiga. Kulihat dia menatapku bingung dan tampak berpikir sejenak.

“Ne. Boleh. Keundae, kau harus memilihkan tempat duduk yang paling nyaman dan strategis untukku di tribun penonton. Arra?” katanya menyetujui ajakanku. Fiuuh.. Syukurlah dia tidak curiga. Aku menghela nafasku perlahan.

“Baiklah. Itu tak masalah. Gomawo, Shin You-ah..” kataku sambil tersenyum lagi. Ah, aku senang sekali Shin You mau datang nanti. Pokoknya aku harus berusaha sebaik mungkin agar pertandingan nanti membuahkan kemenangan dan membuat Shin You bangga. Emm.. Begini saja. Jika aku menang nanti, aku janji aku akan langsung menyatakan perasaanku padanya. Shin You-ah.. Tunggu aku! ^^ Kau akan segera menjadi milikku.

TEEET.. TEEET.. TEEEEEETTT..

Bel sudah berbunyi. Aku sudah tak sabar menunggu sampai nanti sore. Aku harap tim basket kami menang! ^^

END OF CHOI MINHO’S END

@@@

 

@@@

AUTHOR’S POV

 

TEEET.. TEEET.. TEEEEETT..

Mendengar suara bel pulang sekolah, kontan seluruh murid di SM Senior High School membereskan barang-barangnya ke dalam tas dan berhamburan keluar kelas, sama seperti halnya Shin You.

Ketika Shin You akan berjalan keluar kelas, sebuah tangan menahannya.

“Shin You-ah.. Kau mau menonton pertandingan basket, tidak?” tanya seorang yeoja dengan rambut panjang sepinggangnya yang ikal. Yeoja itu mengenakan bandana berwarna biru langit, menambah kesan anggun dan cantik dari dalam dirinya. Wajah yeoja itu tidak seperti murid-murid lainnya. Dia bukan orang Korea asli. Dari aksen bicaranya dengan bahasa Korea saja sudah dapat diketahui kalau dia sebenarnya adalah orang Jepang. Caranya berbicara dengan menggunakan bahasa Korea masih menggunakan aksen Jepang dan terdengar kaku.

Shin You tersenyum melihat temannya itu. “Ne. Kau ikut juga, Aita-ah?” tanya Shin You. Aita mengangguk semangat. Senyum lebar tak hilang dari bibirnya. Shin You tertawa renyah melihat gelagat lucu teman akrabnya itu. Mereka berdua memang berteman baik sejak berada di kelas tahun pertama. Bagi Shin You, Aita Rinn –begitulah nama lengkapnya- adalah teman yang sangat baik dan perhatian padanya. Aita selalu bersedia mendengar keluh kesahnya. Bahkah Aita adalah satu-satunya orang yang tahu kalau dirinya menyukai Key. Ya, Shin You percaya Aita bisa menjaga rahasia.

Aita sebenarnya adalah adik tiri Key. Tentu bisa kapan saja bagi Aita membocorkan rahasia itu pada kakak tirinya. Tapi Shin You begitu yakin Aita yang dikenalnya bukanlah orang yang seperti itu, yang tega membocorkan rahasianya.

Aita juga seperti itu. Shin You adalah satu-satunya murid di sekolahnya yang mau berteman dengannya. Semua murid di sekolah itu tidak mau berteman dengannya karena mereka menganggap Aita adalah pengganggu kehidupan Key. Karena Aita adalah adik yang tidak pernah diinginkan kehadirannya oleh Key. Karena Aita adalah anak dari wanita yang membuat ibu Key meninggal dan membuat ayah Key menceraikan ibunya hingga pada akhirnya eomma Aita memutuskan pergi, meninggalkan Aita untuk dirawat oleh appa Key sepenuhnya –dengan kata lain lepas dari tanggungjawab-, hanya untuk mengejar karir keartisannya. Eomma Aita hanya memanfaatkan appa Key.

Semua orang tahu itu, semua murid bahkan guru-guru tahu akan cerita itu. Orang-orang menduga itu yang membuat Key berkepribadian tertutup dan dingin pada siapapun. Luka hatinya yang membuatnya seperti itu. Itu yang membuat Aita minder dan merasa bersalah walaupun sebenarnya dia juga tidak tahu apa-apa dan posisinya juga sebagai korban. Tapi tak ada satupun yang peduli, sampai dia bertemu dengan Shin You yang membentunya berdiri dari keterpurukan saat itu. Orang yang mau menyemangatinya dan mau berteman dengannya.

Sebenarnya Aita satu tahun lebih muda dari Shin You, tapi karena mengikuti kelas akselerasi di junior high school-nya dulu, Aita akhirnya bisa 1 tahun lebih cepat menjadi murid senior high school dan justru 1 kelas dengan Key. Tapi Key mungkin tidak pernah menganggap kehadirannya. Karena selama ini, tak ada satu orang pun yang melihat mereka bersama, layaknya seperti kakak-beradik kebanyakan.

“Kkaja! Kita ke kantin dulu, Aita-ah. Aku lapar nih..” ajak Shin You sambil menarik tangan Aita.

@@@

 

@@@

 

Shin You dan Aita sudah duduk berhadapan di sebuah bangku dengan meja melingkar di kantin. Mereka sama-sama memesan 1 bungkus burger dan memakannya dengan lahap. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak, tak peduli dengan orang-orang di sekitar mereka yang memandang mereka dengan tatapan heran dan mungkin sedikit terganggu.

“Shin You-ah..” panggil sebuah suara. Seketika Shin You menghentikan makannya dan menoleh ke arah sumber suara yang sudah berada di sampingnya.

“Nhaena Sunbae!” jawab Shin You yang sedikit kaget melihat sunbae-nya itu sudah duduk di sampingnya sambil tersenyum. Rambut yeoja itu panjang sebahu. Lurus dan hitam. Kulitnya kuning dan senyumnya manis. Han Nhaena juga masuk ke dalam jajaran sunbae populer di sekolah. Banyak murid namja yang setiap hari menyatakan perasaan kepadanya, tapi selalu ditolaknya. Entah namja seperti apa yang sesuai dengan tipenya.

“Besok kau datang ke ekstrakurikuler dance kan?” tanya Nhaena sambil menepuk pundak kiri Shin You pelan.

“Nde. Saya usahakan, Sunbae-nim.” Jawab Shin You sopan.

“Joa. Lanjutkan makanmu, ne?” Nhaena bangkit dari duduknya dan pergi setelah sebelumnya tersenyum pada Shin You dan Aita.

“Nhaena Sunbae nomu yeppoda.” Kata Shin You berkomentar sambil melahap lagi burger yang ada di depannya. Tapi ketika sadar kalau Aita hanya diam saja, tidak membalas komentarnya, matanya sontak melihat ke arah temannya itu yang sedang memperhatikan ke arah lain. Shin You yang merasa aneh akhirnya ikut melihat ke arah mana Aita sedang melihat. Begitu tahu apa yang dilihat oleh Aita, Shin You hanya tersenyum.

“EHEM!” Shin You sengaja berdeham membuat Aita sedikit tersentak di tempatnya. Shin You tersenyum nekal pada Aita.

“Kau menyukai Minho?” tanya Shin You to the point sambil mengerlingkan matanya nakal. Aita salah tingkah dan wajahnya bersemu merah.

“Aniyo.. Aku melihat ke arah lain kok.” Elak Aita sambil membuang pandangan.

“Sampaikan saja padanya. Setahuku, Minho belum memiliki yeojachingu. Ini kesempatan bagus untukmu..” kata Shin You tak menggubris kata-kata Aita.

“Jinccayo?” tanya Aita semangat.

“Hahaha.. Benar kan, kau memang benar menyukai Minho, Aita-ah.. Sudahlah, cepat kejar dan dapatkan dia. Sebelum dia memiliki pacar. Aku mendukungmu. Kalau perlu aku akan membantumu. Kkaja, sebentar lagi pertandingannya akan dimulai. Tuh, Minho juga sudah pergi ke lapangan.” Shin You bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan kantin.

“Changkamman, Shin You-ah..” teriak Aita karena langkahnya tertinggal jauh oleh Shin You.

@@@

 

@@@

 

“Minho Hyung! Jinki Hyung! Key Hyung!” teriak seorang namja berparas cantik menghampiri Minho, Key dan Jinki yang sedang melakukan pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Namja berkulit putih bersih itu terengah-engah ketika sampai di depan ketiga namja yang dianggap hyung-nya itu.

“Waeyo?” tanya Jinki menghentikan aktifitasnya, sedangkan Key dan Minho hanya menyimak pembicaraan mereka sambil terus melakukan pemanasan.

“Tadi kulihat Jonghyun Hyung sedang di koridor kelas tahun pertama dengan seorang yeoja. Mereka sedang berpelukan!!” tutur namja berambut jamur itu panik dan berapi-api. Mendengar penjelasan namja itu, Minho ikut menghentikan aktifitasnya dan menatap namja berparas cantik itu dengan mata menyipit.

“Kau heran, Taemin-ah? Bukankah itu sudah merupakan hal yang biasa bagi Jonghyun Hyung? Dia memang seorang playboy sejati.” Cibir Minho. Sedangkan Key hanya bisa menyeringai mendengar komentar Minho.

Namja yang dipanggil Minho dengan sebutan Taemin itu hanya mengangguk mengiyakan. Lee Taemin. Cantik tapi juga tampan. Jago dance dan humoris. Dia namja populer termuda dari keempat namja populer andalan tim basket sekolah yang juga menjadi incaran banyak yeoja di sekolah. Namun semua juga tahu, Lee Taemin hanya menyukai satu yeoja, Han Yurra, sunbae-nim dari ekstrakurikuler astronomi. Han Yurra adalah kakak kandung Han Nhaena. Yeoja itu cantik dan cerdas. Sayangnya, Han Yurra hanya menganggap Taemin sebagai saengnya saja, tidak lebih. Han Yurra adalah tipe yeoja yang tak banyak bicara seperti yeoja-yeoja lainnya. Kacamata yang dipakainya membuatnya semakin terlihat misterius, seperti menyimpan sesuatu yang hanya dia saja yang boleh tahu. Sama halnya dengan Key. Bisa dibilang, cukup perfeksionis juga. Karena tak sedikit namja yang menyukainya.

“Cepat panggil si Playboy itu! Sebentar lagi kita mau bertanding, tapi dia justru sedang asyik pacaran.” Perintah Jinki pada Taemin dan dengan berat hati Taemin menuruti perintah hyung-nya.

“Sungguh tabah Shin You yang menjadi adik dari playboy seperti Jonghyun Hyung.” Gumam Minho membuat Key tertawa ringan.

Taemin berbalik untuk menjalankan perintah Jinki tapi sekarang seorang yeoja telah berada di depannya.

“Oppa!” panggil yeoja itu. Suara khas yeoja itu membuat Key tersentak dan menoleh melihat ke arah yeoja itu.

“Ah, kau.. Belum pulang?” tanya Taemin sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut yeoja itu, membuat rambut yeoja itu berantakan. Yeoja itu hanya menunduk dengan semburat merah yang menghiasi wajahnya.

“Aku akan menonton pertandinganmu, Oppa. Oppa, hwaiting!” kata yeoja itu menyemangati Taemin.

“Ne, kalau timku menang aku akan membelikanmu eskrim, ok?” Sikap manis Taemin pada yeoja itu membuat seorang namja mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Tangannya mengepal keras. Namja itu terbakar rasa cemburu. Dia jelas tidak suka yeoja yang disukainya itu lebih terlihat akrab dengan namja lain dibanding dengan dirinya. Key merasa tersaingi oleh Taemin, teman satu timnya sendiri. Tapi apa yang bisa dilakukannya sekarang? Dia memang hanya bisa diam menonton pemandangan menyebalkan di hadapannya.

“Hei, hei, hei.. Mesra-mesraannya nanti saja. Taemin, panggil Jonghyun. Ppali! Dan kau Kim Hyeo So, duduk di tribun penonton saja, sana..” perintah Jinki Hyung lagi. Taemin menghela nafasnya. Hyeo So hanya mengerucutkan bibirnya.

Kim Hyeo So adalah teman masa kecil Taemin, itu yang membuat mereka sangat dekat. Bagi Taemin, Hyeo So seperti adiknya sendiri karena Taemin memang tidak mempunyai seorang adik. Tapi berbeda bagi Hyeo So. Yeoja berwajah imut itu menyukai Taemin lebih dari sekedar sebagai teman atau kakak. Cinta masa kecilnya masih dia rasakan sampai sekarang.

“Ne.. Eh, Hyeo So-ah.. Kau mau menemaniku mencari Jonghyun Hyung?” kata Taemin mencoba mengulur waktu, ingin mengerjai Jinki dan membuatnya kesal. Namun siapa sangka, tak hanya Jinki yang kesal, bahkan rasa cemburu yang dirasakan Key hampir membuatnya lepas kendali melihat kedekatan Taemin dengan Hyeo So.

“Ne, Oppa.” Jawab Hyeo So. Taemin langsung menggandeng tangan Hyeo So dan membawanya berlari pergi menghindari tipukan botol dari Jinki yang sudah berhasil dibuatnya kesal. Merasa tak tahan, Key segera mengambil botol yang masih penuh dengan air dan menyiramkan semua isinya ke atas kepalanya. Kepalanya terasa panas. Dan dia berharap dengan begitu juga bisa mendinginkan panas di hatinya.

“Key-ah! Ige, handuk untukmu. Hwaiting!” kata Nhaena sambil menyodorkan sebuah handuk kecil berwarna putih ke arah Key. Sejenak Key menatap handuk itu, lalu menatap tajam ke arah Nhaena yang masih tersenyum ke arahnya. Key mengambil kasar haduk itu dan membuangnya ke tanah. Minho dan Jinki yang melihat kejadian itu sempat kaget dan geleng-geleng kepala dibuatnya.

“Neo, nan joahae aniya (Kamu, menyukaiku bukan)?” Pertanyaan Key membuat Nhaena gugup setengah mati. Tiba-tiba saja Key membuang barang pemberiannya dan sepersekian detik kemudian justru menanyakan perasaannya.

“Na.. Na..” Nhaena mencoba menjawab jujur, tapi lidahnya terasa kelu dan otaknya menolak untuk dipaksa memilih kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaannya saat itu juga.

“Berhenti menyukaiku.” Jawab Key datar sambil melempar kasar botol minum yang ada dalam genggamannya.

“Mwo??” Nhaena bingung dengan perkataan Key.

“Jika kau memang benar menyukaiku, maka berhentilah menyukaiku. Keudaega, nan neo joahae aniya (Karena, aku tidak meyukaimu.) Pikyeo! Jangan ganggu aku lagi. Kau bisa memilih namja lain yang lebih baik jika kau mau. Jangan menguntitku lagi. Arrasseo?”

PLAK!

“Sekeras itukah hatimu, Key-ah? Huh?? Tak apa jika kau tak mengacuhkanku. Tak peduli jika kau masih belum bisa menerima kehadiranku. Tapi kau tak perlu mengatakan hal sekasar itu.” Kata Nhaena sambil menangis setelah dia melayangkan tamparan yang cukup keras di wajah Key.  Melihat kejadian barusan, Jinki reflek menarik tubuh Nhaena ke arahnya, menjauhkannya dari Key, takut Key akan membalas perbuatan Nhaena. Karena Jinki tahu, Key benar-benar tidak pandang bulu jika sedang termakan emosi seperti ini. Dan dia tidak ingin, yeoja yang selama ini dianggapnya seperti adik perempuannya sendiri, lebih tersakiti, bahkan kalaupun itu oleh temannya sendiri.

Key tertawa sinis. “Kau benar. Sekarang kau tahu kan, bagaimana kerasnya hatiku, Han Nhaena?” kata Key lagi membuat Nhaena pergi meninggalkan Key di detik itu juga.

“Tunggu, Nhaena!” teriak Jinki sambil mengejar Nhaena yang berlari entah kemana.

“Ada apa denganmu, Key?” tanya Minho dengan tatapan prihatin ke arah temannya.

“Itu bukan urusanmu.” Jawab Key tak acuh.

“Terserah kau. Kau kira aku peduli denganmu, huh? Ani. Aku hanya peduli pada pertandingan ini. Aku tidak ingin masalah pribadimu membuat tim kita kalah di pertandingan ini. Kau tahu, aku lebih terobsesi untuk memenangkan pertandingan ini daripada bersimpati padamu.” Minho hampir saja pergi namun kata-kata Key membuatnya mengurungkan niatnya untuk melangkah.

“Jinccayo? Cih, ternyata kau sepicik itu, Kapten?” Key menyindir Minho sambil menekankan kata terakhir yang dia ucapkan. Key tersenyum sinis.

“Setidaknya pertandingan ini akan menentukan apakah aku akan berhasil menyatakan perasaanku pada yeoja yang kusukai nanti atau tidak jika tim kita menang nanti. Aku berani mengambil resiko dan berjanji pada diriku sendiri akan hal itu. Tapi kau? Kau hanya pengecut yang tidak pernah mengungkapkan perasaanmu pada siapapun, bahkan pada yeoja yang kau cintai sekalipun, Kim Kibum!” Telak. Kata-kata Minho memang benar adanya. Walaupun menusuk hati, tapi itulah kenyataannya. Bahkan Minho saja bisa membaca perasaannya, kenapa dia masih takut untuk mengungkapkan perasaannya pada Hyeo So? Apa kali ini dia juga tersaingi oleh Minho dalam hal menyatakan perasaan pada orang yang disukai? Ya. Lagi-lagi Key kalah sebelum berusaha..

Kata-kata terakhir Minho memang tajam, tapi cukup untuk meyakinkan hatinya untuk membuat sebuah keputusan. Setelah pertandingan nanti, tak peduli timnya menang atau kalah, dia akan tetap menemui Hyeo So dan menyatakan perasaannya. Apapun jawaban Hyeo So nanti, Key akan mencoba menerima, terlebih jika jawabannya tidak sesuai dengan harapannya. Hajiman, Key berharap Hyeo So juga menyukainya. Semoga..

END OF AUTHOR’S POV

@@@

 

To Be Continue…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 1

  1. nah ho ribet amat…
    cinta segi banyak yg membingungkan nih….
    aita suka minho…minho suka shin you…shin you suka key…key suka hyeo seo…hyeo seo suka taemin…taemin suka yurra…
    terus ditambah lagi jinki yg suka sm nhaena tp nhaena suka sm key…
    pusing mikirnya….
    penasaran jg gmn akhir dr cinta segi banyak ini…

    1. Haha, iya ribet. Tapi bikin cerita kayak gini, banyak maincast yang saling berhubungan satu sama lain, justru bikin aku lebih tertantang ngerjainnya n bikin konflik2nya. Tokoh2nya juga belum semuanya keluar di sini. Ditunggu aja, akan banyak kejutan dan semoga ceritanya makin menarik n menghibur. Hehe.. Tapi aku salut sama kamu, baru baca part 1 langsung bisa jelasin love mapnya. Haha.. Good Reader! ^^ Gomawo ne.

    1. Haha.. Iya. Dan ini baru part 1 , ending masih jauh. Tapi nda semua tersakiti kok.😉 Thanks udah komen yow.🙂 Kelanjutannya jangan lupa ditunggu dengan sabar.

    1. Ya ampun, diitung? Wkwk..😀
      Yap, masih banyak cast lagi sesuai jalannya alur cerita nanti. So, ditunggu aja bakal ada cerita cinta yang bagaimana lagi..🙂

  2. humm benar,,ceritanya akan sedikit rumit nih,,jadinya aku juga bingung siapa yang suka siapa (?) shin you suka sama key,Nhaena suka sama key juga tapi key suka sama hyeo so.tapi hyeo so dekat sama taemin.lalu Minho jga suka sama shin you tapi aita juga suka sama Minho,,waaahh,,lama lama juga jadi bingung deh

    tapi ceritanya asik juga ^^,,next!

    1. Whehe,, Seperti My Princess for Me yang ceritanya kompleks dengan banyak maincast, di sini juga aku bikin kaya gitu. Tapi tenang aja, ini sequel panjang. Nanti juga apal.😉

  3. Oh, iya. Nick name fbku yang di atas udah aku ganti jadi Ervina Meilya. Bagi readers yang mau berteman sama aku search aja Ervina Meilya, ne? Gomawo..🙂

  4. Haha.. Iya. Ini juga belum semua tokoh keluar. Sabar menunggu ne? Semoga ceritanya tidak mengecewakan. Tengkyu, Hyora..🙂

    1. Haha.. Nanti lama-lama juga paham kok.🙂
      Onkeydokey. Ditungguin ya kelanjutannya, kan ada bias kamu di ff ini. Hehe..😀

  5. bentarrrr….saiah bingungggg…. ini kompleks bangeutz

    fokus dulu deh.. jadi aita -> Min ho-> shin you ->Key -> Hyeo seo -> Taem -. Yurra

    terus ada sunbae nya juga yg suka sama Key dll

    wahwahh…~

    tapi seru sihh ^.^.. cuman mungkin harus lebih teliti pas nulis lanjutannya tar, biar tetep konsisten,,, I believe u can do it, coz I don’t really like to write ff so complicated but I LOVE TO READ IT!

    Lanjutt!!!
    *Kunang

    1. Yap bener. Tapi masih kurang lagi, Jinki –> Nhaena –> Key
      Hehe.. Nanti juga mudeng kok. Ini sequel panjang.
      Amin. Doanya saja semoga ceritanya tetap menrik sampai end nanti. Tungguin kelanjutannya ya.. And keep give your comment..🙂

  6. Annyeong aku reader baru

    Aah baru baca judulnya aja aku udah penasaran, eeh pas udah baca aku semakin penasaran nunaaaa (۳‾̩̩͡Д‾̩̩͡)۳

  7. hwaaahhh :0
    1 kata thor daebak!! ‘-‘)b
    aku ykin pasti susah bgt buat ff yg castnya sbnyak ini, & smuanya brhubungan 1 sma lain. Aku yg baca aja ribett..
    oKey lanjut ke next part!

  8. lanjuuuuttttt,,,, cast nya banyak banget,,,susah ngapelinnya,,,huftttt-_____________-“….. tapi kok key jadi jahat gitu yachhhh,,, aduh aku harap minho bisa bahagia,,amien,,,,,🙂 :*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s