Crescendo – Part 6A

Crescendo – Part 6A

Title                 : Crescendo – Part 6A

Author             :  Miki ‘HyunMin’

Main Cast        : Pairing 2Min (Minho,Taemin)

Support Cast    : Lee Jinki,Kim Kibum,Kim Jonghyun,Jessica,and other cast.

Length             : Series

Genre              : Shounen Ai,Life,Romance,BL

Rating              : PG – 16

Summary         : You don’t even know how very special you are..for Me

Note                : Boy x Boy story…Don’t like.Don’t read.No bash…

Dua part terakhir cerita saya…To reader and especially for 2Min Shipper…

“Aku,aku mohon padamu Taemin,Jangan pernah meninggalkan permainan pianomu..Aku tak peduli sekalipun kau tak sempurna.Tapi permainanmu amat sangat sempurna.Aku sangat menyukainya.Permainan pianomulah yang membuatku jatuh cinta padamu.Mungkin kau menganggapku gila karena aku jatuh cinta padamu.Tapi inilah kenyataanya…Aku jatuh cinta padamu..”,ungkapku jujur.

Apa aku sudah gila?Apa aku sudah tak waras?Kenapa? Kenapa Minho?

“Minho..”,panggil taemin setengah berbisik.

“Ikut aku Taemin…”,Aku menarik tangan mungilnya.

Aku mengajaknya sedikit berlari menuju suatu tempat.Tempat yang tak jauh dari tempat pertunjukan.Sudah lama aku ingin melakukanya denganmu Taemin,gumamku dalam hati.

“Maaf Minho…kita mau kemana sih..hosh..hosh”,Ucap Taemin dengan nafas yang tinggal satu – dua.

Maafkan aku Taemin,aku tak bermaksud membuatmu kelelahan.

“Sebentar lagi sampai..”,ucapku sambil tersenyum.

Tak lama kami sampai di sebuah rumah berarsitektur Eropa Kuno,Kami langsung masuk ke dalamnya.

Saat aku masuk ada seorang wanita paruh baya yang menyambutku.

“Maaf Ninna,,aku pinjam pianomu dulu..”aku langsung naik ke lantai dua tanpa menoleh pada wanita itu.

“Eh..Minho..”

Aku membuka sebuah pintu besar yang ada di lantai dua.

Dua buah Grand Piano berwarna hitam mengkilap ada di ruangan itu.

Aku menarik nafas pelan dan menoleh ke arah Taemin yang sedang berusaha keras mengatur nafasnya.

“Taemin..berduetlah denganku..”

Aku melihat sejenak raut  wajahnya berubah.

Aku berjalan mendekati sebuah piano yang ada di sisi kiriku.

“Sudah lama aku ingin berduet denganmu,aku mohon sekali ini saja..”

“Boleh saja…”,ucapnya sambil duduk di depan piano yang di sebelah kanan.

Aku tak percaya dengan apa yang barusan ku dengar.

“Mozart  Sonata for two pianos..”,Taemin berucap lirih.

“Aku piano satu dan…”

“Aku piano dua…”,sela Taemin sambil tersenyum.

“Setelah tiga hitungan mundur kita mulai…”,

Tiga…

Dua…

Satu…

Mozart : Sonata for two pianos

Author POV

Tangan – tangan nan lincah itu mulai menari di atas tuts hitam putih.Dengan alur yang cepat dan gerak yang teratur.Membentuk sebuah harmonisasi nada yang sempurna.Dan yang lebih indah..Perlahan senyuman itu mulai terkembang lagi.Dua insan yang baru akan memulai menulis lembar – lembar musiknya.

Minho POV

Aku menoleh kearah Taemin,dari sini terlihat jelas sebuah senyum yang sudah lama tak pernah ku lihat itu merekah lagi,bagaikan bunga mawar yang bersemi pada musim semi.Apakah kau sudah menemukan lembar musikmu Taemin?

Aku bahagia..Sungguh sangat bahagia

Seberapapun susahnya…

Walaupun yang menantiku di seberang sana..

Adalah pergulatan dengan kesepian yang seakan merenggut akar kesadaran diri…

Namun karena aku tahu ada kebahagiaan yang seperti ini…

Satu hal inilah yang akan membuatku kembali bangkit berapa kalipun…

 

 

Hari ini aku kembali ke Gedung Pertunjukan itu,tentu saja untuk melihat pengumuman kejuaraan Kontes ini.Aku merasa hari telah berlalu begitu cepat,Sepertinya baru kemarin aku berduet dengan Taemin.Padahal itu sudah aku lakukan seminggu yang lalu setelah kontes itu. Aku duduk di sebelah Jinki Sonsaengnim yang setia mendampingiku.Raut wajahnya terlihat sangat serius.Padahal aku masih tenang – tenang saja.Aku sudah berusaha semaksimal mungkin.Apapun hasilnya aku akan menerimanya dengan ikhlas.

“Para hadirin sekalian kini saatnya kami umumkan pemenang Kontes Piano Nasional..”,Suara pembawa acara terdengar lantang membahana di seluruh gedung.

“Dan untuk Juara pertama dengan Total nilai tujuh ribu delapan ratus enam puluh delapan  diraih oleh…”,Pembawa acara itu tidak meneruskan ucapanya membuat seluruh hadirin di gedung itu menjadi panas dingin,termasuk aku.

“Pemenangnya adalah CHOI MINHO !!!!!!!!!!!”,ucap pembawa acara itu keras.Dan seketika aku mendengar riuh tepuk tangan menggelegar dari segala penjuru.

Apa??Pembawa acara itu tidak salah mengucapkan namaku kan??

Masa??Aku…AKU MENANG?????

“Hebat my Son,,,Kau memang hebat”,Jinki Sonsaengnim menarikku dalam pelukannya dan menepuk – nepuk pundakku keras.

Ini bukan mimpi kan??Tuhan…Ini bukan mimpi kan??

“Kepada saudara pemenang,di harapkan untuk maju ke depan untuk menerima trofi..”

“Majulah Minho…”,Ucap Jinki Sonsaengnim sambil melepas pelukannya padaku.

Dan aku pun maju ke atas panggung,masih seperti mimpi.

Pembawa acara itu memberiku sebuah medali dan sebuah trofi yang bentuknya sebuah piano kepadaku.Jinki Sonsaengnim tersenyum padaku,dan aku membalasnya.

Satu kata yang ingin ku ucapkan..

Terima kasih…

“Hadiah utama berupa beasiswa Conservatoire akan di berikan setelah Pemenang menyelesaikan studinya di Seoul,Beasiswa di berikan penuh sampai pemenang lulus dari Conservatoire..”,Ucap pembawa acara itu,dan tepuk tangan riuh kembali terdengar.

“Terima kasih,Sonsaengnim..”,Ucapku pada sonsaengnim.

“Sama – sama.Kau memang berbakat,Good Job”,Sonsaengnim menepuk punggungku pelan.

“Ini untuk sonsaengnim,anggap saja sebagai kenang – kenangan karena setelah ini sonsaengnim takkan melihatku..”,Ucapku sambil terkekeh dan aku memberikan trofiku pada Sonsaengnim.

“Apa tidak apa – apa..?”,ucapnya sambil menatapku lekat.

Aku mengangguk.

“Baiklah aku akan menerimanya,Trofi dari murid terbaikku…”,Ucapnya bangga.

Dan kami pun tertawa bersama.

“Kau tidak memberitahunya??”,tanya Sonsaengnim tiba – tiba.

“Siapa??”,ucapku tersentak.

“Temanmu,,yang wajahnya sangat cantik..”,Sonsaengnim melirikku sesaat.

Temanku?Wajahnya cantik?Apa yang di maksud Taemin?

“Da..darimana Sonsaengnim tahu?”

“Aku kemarin melihat kau menggandengnya saat kontes..hihi”,Sonsaengnim terkekeh.

“Aku akan memberitahunya..”,Aku tersenyum.

“Baiklah..aku akan mengurus beasiswamu,Aku duluan Minho..”,Pamit Sonsaengnim padaku.

Aku duduk di sebuah bangku taman di depan Gedung,menghela nafas sebentar dan mengeluarkan handphoneku lalu mengetikan beberapa nomor.Butuh waktu lama saat aku berpikir untuk menekan tombol memanggil.Aku menempelkan handphoneku dan menunggu panggilanku diangkat.

Tak lama…

“Hallo..”,terdengar suara dari seberang.Suara yang sangat familiar di telingaku.Suara lembut itu,suara Taemin.

“Hallo..Taemin,ini aku Minho”,balasku sedikit gugup.

“Ya Minho,,ada apa?Tumben meneleponku?”,tanyanya riang.

“Aku.Aku hanya ingin memberitahumu..”,aku tidak meneruskan ucapanku.

“Memberitahu apa?”,Suara Taemin kedengaran heran.

“Aku memenangkan kontes piano..”,ucapku pelan.

Hening..

Apa Taemin memutuskan teleponnya??

“Memenangkan kontes?Benarkah?Wah selamat ya!!Kau memang hebat Minho!!”,Ucap Taemin gembira.

“Eh??”

“Terima kasih Taemin..”,Ucapku dengan wajah yang sedikit memerah.

“Kau hebat!!”,pujinya lagi.

“Taemin..”,panggilku.

“Ya..”

“Bisakah besok kita bertemu,aku ingin berbincang denganmu”

“Baiklah besok ya.Jam berapa??”,Tanyanya dengan nada ceria.

“Jam empat sore,Di taman kota..”

“Baiklah aku akan kesana besok..”

“Kalau begitu sampai besok..”,ucapku mengakhiri teleponku.

“Sampai besok..”

Piiipppp!!!!

Teleponpun mati.

Sementara di Rumah Taemin…

“Telepon dari siapa Minnie??Kelihatanya kau bahagia sekali?”,Tanya Kibum hyung sesaat setelah telepon  ditutup.

“Dari Minho..”,ucap Taemin ceria.

“Tumben..”

“Dia memenangkan kontes hyung..”,Ujar Taemin ceria.

“Benarkah??Wah dia hebat sekali ya..”,Kibum Hyung pun memeluk Taemin dan mereka tertawa bersama.

Keesokan harinya…

Aku menunggunya di Taman Kota,duduk di sebuah bangku taman.Lalu tak lama aku melihatnya dari kejauhan.Menggunakan mantel berwarna putih dan rambut almondnya dibiarkan tergerai begitu saja.Seperti biasanya,Dia terlihat cantik.

“Taemin..”,Panggilku.Dan ia tersenyum,lalu berjalan ke arahku.

“Kau sudah lama menungguku??”,tanyanya sambil tersenyum.

“Tidak,aku juga baru saja sampai..”

Taemin duduk di sampingku,dan wangi lembut itu menyeruak.Wangi vanilla,wangi khasnya.

“Kapan?”,tanyanya memulai.

“Apanya??”,ucapku polos.

“Kapan kau akan berangkat..?”

“Sepertinya bulan depan,,”,ucapku pelan sambil menundukan kepalaku.

“Selamat ya..”,Taemin menyunggingkan sebuah senyum.Yang entah mengapa membuatku sedikit terluka.

“Terima Kasih..”

“Di sana kau akan belajar banyak hal,Disana Surganya Musik klasik..”,Ucap Taemin menerawang.

“Aku akan merindukanmu…”ucapku lirih.

Taemin hanya tersenyum.

“Tentu saja..”,ujarnya

“Aku juga akan merindukanmu,Minho..”

Aku langsung memeluknya,dia membalas pelukanku dan kami saling berpelukan.

“Apakah ini sebuah pelukan perpisahan..”,bisiknya di telingaku.

“Mungkin..Karena besok – besok aku takkan bisa memelukmu..”,balasku.

…..

Sebulan kemudian…

“Hallo…”

“ya dokter ada apa??”

“Apa??Benarkah??”

“Besok sudah bisa operasi??”

“Baik..Baik aku akan memberitahunya”

“Taemin!!!Taemin..”,panggil Kibum histeris.

“Ada apa hyung..Kenapa kau berteriak – teriak…?”,Taemin muncul dari kamarnya.

Kibum pun menghampiri adiknya”Ada berita bagus..”

“Apa???”

“Kau sudah mendapatkan donor mata..dan besok kau bisa langsung operasi..”,ucap Kibum antusias.

Benarkah apa yang kudengar??

Apa ini bukan mimpi Tuhan??

Aku..

Aku akan bisa melihat lagi…

“Benarkah itu Hyung??Kau tidak berbohong kan??Aku..Aku..”,

“Yah…itu benar sebentar lagi kau akan bisa melihat…”,Kibum memeluk adiknya.

“Syukurlah…akhirnya setelah sekian lama…”,Taemin pun menangis bahagia di pelukan Kibum.

Hari kelulusan pun tiba,rencananya setelah pesta pelepasan dan wisuda esoknya aku akan langsung terbang ke Paris untuk melanjutkan studiku.Ayah dan Ibuku sangat senang aku mendapatkan beasiswa ke conservatoire,mereka berkata akan mendukungku sepenuhnya untuk belajar disana.Dan tentu saja aku juga sangat senang.Ini akan menjadi batu loncatan untuk menggapai mimpiku.Menjadi salah satu pianis terkenal dunia.

Saat di bandara aku diantar oleh ayah dan ibuku serta Jinki Sonsaengnim.

 

Saat di pintu keberangkatan Jinki Sonsaengnim memberiku sebuah amplop.

“Apa ini??”,tanyaku.

“Setelah sampai di Paris carilah alamat yang tertera di amplop ini…Ini akan membantumu..”,Ucapnya sambil tersenyum.

“Hmm…baiklah..”,Aku pun tak banyak bertanya lagi.

Sesaat setelah itu terdengar pengumuman bahwa Lyon Airlines pesawat yang akan aku tumpangi akan segera take off.Dan seluruh penumpangnya diharapkan untuk segera naik ke pesawat.Aku pun berpamitan pada semua yang telah mengantarkan keberangkatanku.Ibuku memelukku erat seolah tak mau melepas anak semata wayangnya pergi.

“Jaga dirimu baik – baik nak..”,ucap ayahku memberi nasihat terakhirnya.

“Kami akan sangat merindukanmu..”,Ucap ibuku sambil mengusap airmatanya.

“Aku juga..Saat liburan aku akan mengunjungi kalian..”,Ucapku dan di balas dengan anggukan kedua orang tuaku.

Aku menatap Sonsaengnim,Ia tersenyum.

“Good Luck..Minho..”,Ucapnya sambil melambaikan tangannya.

“Terima kasih..Sonsaengnim….”,Aku membungkuk ke arahnya.

Aku duduk di pesawat sambil memandangi pemandangan kota Seoul yang sangat indah Jika dilihat dari atas.Dan itu mengingatkanku pada seseorang.Taemin.Terakhir kali aku bertemu denganya sebulan lalu di taman Kota.Dan aku tak memintanya untuk mengantarku di Bandara karena aku tahu itu akan sangat merepotkanya.Aku hanya sempat mengiriminya sebuah surat sebelum aku berangkat tadi.Aku berharap ia bisa membaca surat itu.

****TBC****

Dapet inspirasi nulis lagi gara – gara dapet posternya 2Min..ihihihihi..Mian yya updatenya lama.But Gamsahmnida buat do’anya para readers..Semoga saya lulus dengan nilai yang terbaik.Dan tetep bersemangat untuk menulis FF..especially 2Min..wkwk.Mian juga buat yang tidak begitu suka dengan FF macam ini.Tapi saya emang lebih dapet feel klo nulis beginian.Klo straight saya nggak bisa dapet feelnya..Hoho jujur karena saya nggak rela bias saya sama cewek lain meski itu buatan saya sendiri..wkwk**maruk.

Buat yang nggak suka.Saya nggak siap buat bash-nya.Kita toleransi aja ya.Sebenarnya mau dibuat dua or tiga part lagi.tapi berhubung tidak ada waktu,jadi saya putuskan satu chap jadi dua part.Semoga kalian suka..:D

Terima kasih untuk dukungan dan comment kalian selama ini,itu sangat membantu saya.

Jeongmal Gamsahamnida..

**Deep Bow

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Crescendo – Part 6A”

  1. Kyaaah~ akhirnya keluar juga. Udah aku tunggu dari dulu 😀

    Entah kenapa senyum-senyum sendiri bacanya. Ah~ semoga berakhir happy ending karena jujur aku nggak suka sad ending, apalagi buat 2min. Hehehe

    Next part ditunggu. Fighting ^^9

  2. Aku jadi aneh sendiri sama diri aku sendiri, tadi aku kepikiran jangan2 beasiswanya di kasih ke taem terus minho yang donor mata.. Tapi ternyata gaa.. Kyaaa aku penasaraan sama kelanjutannya! Ayoo thoor! 😀

  3. ah , akhirnya lanjutannya keluar juga , jangan lama – lama dong thor ..

    sumpah deh .. aku jadi pengen liat mereka duet beneran ..
    ah .. so sweet ..
    pas aku baca bag taemin mw dapet donor mata , ak khawatir kalo itu ulahnya minho ..
    ternyata bukan .. syukur ..
    lanjut thor!! *maksa ^^V

  4. ya ampun kirain ga dilanjutin lagi!!!!!!
    ikutan sukuran *plak lebe
    hwaiting author semoga idenya lancar….. ^^

  5. setujuuuu kalau pairing sama cewek lain rasanya gimanaaaa gitu. wkwkwk. aku nungguin FF ininggak pernah bosen loh. Good luck buat author ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s