Cyber Girl [2.2]

Cyber Girl – Part 2

Tittle : Cyber girl

Author : (freelance) rachmifadilaraveline

Cast. : Choi minho, Park Jiyeon

Support cast : Lee gikwang, Bae suzy

Length : Twoshoot

Genre : romance, school life, sad (dkit)

Rating : PG 13

Summary : gadis ceria itu adalah masa laluku

AN : FF ini juga di publish di blog pribadiku | rachmifadilaraveline.wordpress.com | so, kalau ada yg pernah baca jangan bilang plagiat, mungkin cerita kaya gini emang konfliknya klasik dan pasaran, tapi ffku ini juga banyak kejutan di dalamnya so, pleasure bgt buat aku yg udah nyempetin diri buat baca dan comment. Semoga kalian semua suka dan feelnya dapet. Ghansham^^ *bow* oh iya jangan ragu buat nyertain kritik dan saran kalian dalam comment, gimanapun aku masih baru merambah dunia per ffan ini, jadi kritik dan saran sangat dibutuhkan. Mau bashing? No problem J

~HAPPY READING~

Setelah hari itu hari dimana minho mengatakan akan merubah jiyeon ,hari dimana jiyeon berteriak dan menangis kencang di atas tebing, dan hari dimana ia nyaris ralat bunuh diri , dan nyaris kehilangan nyanwanya jika saja minho tidak tiba tiba datang dan menariknya ke atas hingga memeluknya dan menenangkannya

Ya sejak hari itu jiyeon perlahan berubah, dan usaha minho untuk merubahnya sedikit demi sedikit membawa hasil 2 minggu pun berlalu

~~~

“Minho ya kita mau kemana kenapa subuh subuh begini?” Tanya jiyeon, saat minho menutup matanya , katanya sih ingin membawa jiyeon ke suatu tempat yang akan melepaskan semua bebannya , dan tempat ini jaaauuuh leih baik dari pada tebing tandus dan suram yang sering jiyeon datnangi saat kesedihan melandanya

“minho ya kita mau kemana?hah? ayolah aku tidak suka dikerjai!!” minho terkekeh mendengar celotehan jiyeon, ia benar benar berbeda sekarang lihatlah jiyeon benar benar cerewet

“apa hah? Kau tertawa? Jangan jangan kau membawaku ke psikiater? Kau kira aku gilaaa??? Huhh aku kira kau berbeda dari yang lainnya” kekesalan jiyeon benar benar memuncak! Kenapa dia malah tertawa, apa benar aku akan dibawa ke psikiater? Aahh apa dia benar benar berfikir aku gila, kurasa dia yang terlihat gila sekarang…. lihat! Kenapa dia hanya diam lalu tertawa , aku sedikit merasa aneh..

“ne.. kita ke psikiater.. aku yakin dia kan menyembuhkanmu”

“NDE??”

“ani”

Baiklah aku ikuti saja dulu, tidak mungkin dia benar benar membawaku ke psikiater kan? Dia bukan orang yg seperti itu, piker jiyeon dalam hati

Minho, menghela napas pelan posisinya kini cukup membuatnya deg degan , dengan tangan minho yang menutup mata jiyeon dari belakang benar benar membuat mereka seperti berpelukan, minho terus menuntun jiyeon ke tempat yang akan  ditunjukkannya pada jiyeon,  mereka menaiki tangga mar mar putih yang klasik itu perlahan.. ya tempat itu berada sebuah gedung..

minho tak mau banyak bicara saat ini, ia sebuk mengatur detak jantungnya begitupun jiyeon yang sedari tadi sudah deg degan tidak karuan,  karna deg degan serta kegugupan yang berlebihan itulah ia menjadi banyak berbicara serta berceloteh ria

“hey minho apa masih lama? Apa kita menaiki tangga? Kau tidak benar benar membawaku ke psikiater kan?” akhirnya jiyeon membuka mulut pertama kali ia benar benar penasaran kemana namja ini akan membawanya kanapa menaiki tangga?  Dan kenapa lama sekali? Kenapa juga harus dalam posisi seperti ini? Beberapa pertanyaan itu terus berkelabat di pikrannya

“bersabarlah, sedikit lagi kita akan sampai tuan putri.. kau cerewet sekali”  timpal minho, ia terus saja tersenyum sedari tadi, ia melanjutkan “dan asal kau tau.. aku benar benar akan membawamu ke pskiater tapi ini bukan pskiater biasa”

~~~

Angin mengehempaskan tubuh mereka, meski sangat dingin, tidak menyurutkan niat mereka untuk segera sampai ditempat ini, perlahan Minho melepaskan tangannya yang sedari tadi menutup kedua mata jelita jiyeon..

“kenapa berhenti? Apakah kita sudah sampai?” jiyeon perlahan membuka matanya, sedikit demi sedikit, merasa sedikit aneh juga setelah sekian lama matanya di tutup lalu tiba tiba harus dibuka, ditambah dengan angin yg melanda tubuh mereka berdua, benar benar menusuk.

 ia menatap minho yang kini berada didepannya, ia melihat sekeliling, mencoba melihat kebelakang tapi minho menghalanginya, ini akan menjadi surprise piker minho percaya diri

“dimana ini ? atap?” Tanya jiyeon polos, ia cukup bingung karna sebagian besar penglihatannya masih ditutupi minho yang kini menatap jiyeon sambil tersenyum aneh, benar benar membuat penasaran

“aishh.. menyingkirlah, kenapa harus kau tutupi huh?” liahtlah senyumannya yang aneh itu, tersenyum sangat lebar, aku sedikit takut, apa dia seorang psycho Tanya jiyeon dalam hati

“ini psikiatr mu tuan putri”

“pskiater? Isshh berhenti memanggilku tuan put-…….”

Jiyeon terperangah saat minho  menepi, bergeser, dari hadapan jiyeon dan berdiri disampingnya,  seketika perkataan jiyeon terputus, apa yang dilihatnya sekarang? Ia disuguhkan pemandangan yang sangat indah kerlap kerlip lampu yang bergantungan membuat suasanya benar benar romantis, dia berada di atap ya atap!! Jangan berfikir jika atap itu hanya berisi ruang hampa kosong dimana dikelilingi dinding semen dimana mana, ini jauh berbeda disini ada taman serta banyak tumbuhan hijau, serta tempat berpijak yang terbuat dari kaca? Fantastic!, bisa dikatakan taman diatas gedung , ini benar benar menakjubkan dan sangat indah, tempat ini benar benar berbea dibandingkan atap atap gedung lainnya yang membosankan,  apa benar ini dikorea? Apakah benar benar ada tempat seperti ini di korea? Apa ini disurga? Tidak mungkin kan? Aku belum mati.. -____-

“apa? Kau pasti mengira kita berada disurga bukan? Kau belum mati tenang saja” lagi, minho terkekeh memarkan sederat giginya, senyuman manis itu menghipnotis jiyeon sejenak, tak lama ia kembali pada keshockannya atas tempat ini..

Bagaimana ia bisa tau pikiranku? Aishh pria ini benar-benar sulit ditebak, harus ku akui ia benar benar mengagumkan

“kau pasti tidak pernah ketempat inikan? Kau tau? Kau orang pertama yang aku ajak kesini? Yahh terkucuali keluargaku, karna ini memang tempat dimana kami menghabiskan waktu” minho berjalan maju, ia menarik tangan jiyeon mengajaknya untuk mengikuti setiap langkahnya,

“kau tau pskiater yang sebenarnya? Kemarilah!” ajak minho mensugesti jiyeon untuk berjalan lebih dekat , mencoba menunujukkan bahwa yang tadi hanyalah pembukaan dari sabuah pertunjukkan itu bukanlah pertunjukan sebenarnya

Jiyeon berjalan mendekati minho, merasa penasaran juga , memangnya apa lagi? Semakin jiyeon berjalan mendekati minho semakin kencang angin menerpa jiyeon, setelah ia tepat berada disamping minho, lagi! Jiyeon terkesiap, ia mengerjapkan matanya berulang kali! Ini yang dimaksudnya pskiater itu? Pikir jiyeon sambil mendelik menatap minho yang kini tengah tersenyum menatap lurus kedepan sambil berpegangan pada pembatas yang terbuat dari kawat itu

“woaaa yeppooda…” gumam jiyeon sambil masih terus menatap kedepan menelurusi seisi ruang kota senyum mengembang tak henti hentinya tercipta dari bibir tipis nya,

Ia memanjat satu tingkatan pagar pembatas itu , ia benar benar sumringah , ia terus menatap kedepan , kelangit langit yang sudah mulai kemerahan pertanada fajar akan segera datang

“ini benar benar indah minho! Unbelieveable! Ini lebih dari pskiater minho!” teriak jiyeon tak terkontrol, bayangkan saja orang yang kau sukai membawamu,ke tempat yang seindah ini!! Hanya berdua pula, how joy thats all!!

“benar kan apa ku bilang? bandingkan dengan tebing jelekmu itu?  Ironiss” ujar minho dangan nada ya tentu saja mengejek, bahkan mencibir jiyeon membuat  raut wajah jiyeon seketika berubah, ia mendengus

“tapi itu tempat bersejarah, dan hanya temapat itu yang bisa kujadikan tempt curahan hatiku, kau tau?”

“ne, aku mengerti.. tapi tetap saja tempat ini jauh lebih baik”

“terserah kau saja”

Minho tersenyum melihat tingkah yeojanya itu, yeojanya? Ya sebentar lagi.. minho mendekat mempersempit jaraknya antara tubuhnya dan jiyeon, sedangkan jiyeon masih saja berebinar binar menatapi pemandangan itu, sehingga ia tak sadar bahwa jarak mereka benar benar dekat saat ini

“jiyeon-ah , kau tampak benar benar berbeda sekarang , aku menyukaimu yang sekarang”minho menatap jiyeon yang masi belum ngeh dengan perkataannya

“mwo?” jiyeon terkejut setengah mampus, ia dangan cepat menoleh pada minho, ada keseriusan dimuka tersenyumnya itu, dia? Menyukaiku? Bukankah ia sudah punya pacar, ahh mungkin menyukaiku sebagai teman , jangan berharap lebih jiyeon.. tapi dia terlihat serius, sudahlah itu tidak mungkin raut wajahnya kan memang setiap hari seperti itu-__- jiyeon berusaha mengabaikan perkataan minho tadi mungkin dia salah dengar

“jiyeon”

“hum?”

“tatap aku!”

“mwoya?” jawab jiyeon malas, mencoba bersikap pura pura tidak peduli menyembunyikan kegugupan yang sedari tadi melandanya saat ia menatap wajah pria di sampingnya ini

Kini mereka tengah berdiri berhadap hadap an jiyeon sudah turun dari tempat bergantungnya tadi, ia menatap minho tapi kemudian menunduk malu, ahhh kenapa ia terlihat begitu menawan ? tuhann selamatkan aku dari keadaan seperti ini, ini tidak bisa terjadi ia sudah punya pacar aku tidak mau kecewa untuk kedua kalinya, luka lama belum sepenuhnya sembuh tidak mungkin aku akan tahan dengan luka yang kedua pasti akan jauh lebih menyakitkan

Minho tersenyum begitu melihat semburat merah yang menyebar di kedua pipi chubby jiyeon, ia yakin! Sangat yakin! Pada perasaannya saat ini, ia mencintai gadis ini

Minho menggenggam tangan jiyeon  dengan sebelah tangannya, sementara sebelah tangannya lagi menganggakat wajahnya, menatap gadis itu intens langsung pada kedua manik matanya, merekapun saling pandang cukup lama , perlahan minho mendekatkan wajahnya pada jiyeon , hingga deru nafasnya berhembus dipermukaan wajah jiyeon,  jiyeon menutup matanya, ia tak dapat berbuat apapa apalagi mengelak karna tak dapat dipungkiri ia juga menantikan hal seperti ini, saat bibir mereka tingal berjarak beberapa senti minho menjauhakan badannya dan mencubit kedua pipi jiyeon, jiyeon yang tadinya menutup mata kinipun mebelalakkannya  ia melotot tajam pada minho

“kau memikikirkan apa?huh? kekekeke”

“aaaniiiiiiiiii!!!!!!” jiyeon setengah berteriak ia benar benar malu sekarang, tapi itu benarkan ? minho akan menciumnya tadi, atau minho hanya mempermainkannya saja? aishh ia benar benar terlihat seperti orang bodoh sekarang ,dia panik!!

“jiyeon”

“aishhh apalagi?”

“coba kau lihat kesana” jawab minho berusaha tenang, ia berusaha menahan tawanya yang nyaris meledak menatap wajah panik jiyeon tadi ! benar benar terlihat bodoh, belum saatnya, ini belum saatnya ujar minho dalam hati

Minho menunjuk kearah depan dimana tempat jiyeon menatap tadi tempat dimana fajar menyeruak,  jiyeon menoleh ketempat yang ditunjuk minho dan tepat pada saat itu,

Cup~

Minho mengecup pipi jiyeon singkat, tepat pada saat itu pula matahari terbit, perlahan bergerak naik , menandakan pagi telah menjelang keriuhan kota semakin terasa riuh seriuh hati jiyeon saat ini serasa da berjuta juta bunga yang bermekaran dihatinya,  disamping ia mengagumi matahari terbit didepannya saat ini ia benar benar shock dengan ciuman mendadak minho yang didaratkan dipipinya, ya meskipun hanya dipipi tapi ini benar benar romantis ia benar benara salting tak tau apa yang akan diperbuatnya

Ia menoleh pada minho saat minho menjauhkan tubuhnya dan melepaskan kecupan dari pipi jiyeon meski dengan kepala tertunduk, ia benar tidak berani menatap wajah minho saat ini

Minho menangkupakan wajah jiyeon dengan kedua tangannya , mengahadapkan wajah jiyeon tepat lurus menatap wajahnya, ia tersenyum puas melihat wajah merona jiyeon untuk kedua kalinya

“jiyeon, kuharap kau dapat berubah, tinggalkanlah sikap dinginmu ini, meski aku tak tau alasan kenapa kau jadi seperti itu tapi aku sangat yakin ada suatu hal yang membuatmu menjadi yeoja yang sangat dingin, aku yakin di dalam hatimu kau adalah seorang yaoja yang hangat dan ceria sehangat matahari yang baru terbit pagi ini, kau tau ? senyummu itu benar benar manis, cobalah untuk tersenyum dan lupakan masa lalu mu itu sepahit apapun itu, karna itulah hal terbaik yang dimiliki seorang manusia”

mata jiyeon berkaca kaca kata kata ini terlalu manis, terlalu indah dan terlalu sempurna untuk dirinya yang tidak dapat menghargai kehidupan, dan minho mengatakan itu semua dengan hangat tenang dan lembut, ini benar benar tidak dapat dipercaya, jiyeon tidak salah pikir ia benar benar yakin minho adalah laki laki yang dapat melindunginya, yatuhan biarkanlah aku memilikinya , selamanya, tidak salahkah aku berharap?

Jiyeon sudah tidak tahan lagi ia menghambur kepelukan minho, memeluk lelaki itu erat, seakan tak ingin melepaskannya, ia benar benar tak ingin kehilangan moment ini , meskipun ini hanya anganpun biarkan lah ia hanya berangan-angan tidak apa-apa, minho sedikit terkejut tapi  selanjutnya ia tersenyum seraya membalas pelukan jiyeon dan mengelus rambut panjang jiyeon dengan penuh kasih sayang, mencoba menenangkan jiyeon yang sudah menangis tersedu-sedu

Sekitar 15 menit mereka berpelukan seperti itu hingga akhirnya tangis jiyeon mereda, minho melepas pelukannya menatap jiyeon dalam, menyeka air mata yang satu persatu menetes di pipi jiyeon denganibu jarinya

“jiyeon biarkan aku menjagamu, dari terbitnya rasa ini hingga rasa ini tak dapa kurasa lagi saat aku dan ragaku telah terbenam dan tak dapat lagi melihat sinarmu jiyeon” ucap minho sungguh sungguh sambil mengelus kedua pipi mulus jiyeon

“maksudmu? Aku tidak mengerti?”

Minho tersenyum ia sengaja merangkai kata itu untuk membuat jiyeon penasaran, pada saat yang ditentukan tiba, dan jiyeon benar benar sudah berubah menjadi yeoja yang ramah dan murah senyum ia akan mengatakn maksud yang sebenarnya

“bersabarlah sedikit lagi , hingga satu bulan yang aku katakan berakhir, kau akan mengerti” ucap minho seraya mengecup kening jiyeon singkat

“kajja kita turun ini sudah hampir terik,” minho menarim tangan jiyeon menggenggamnya , lembut, membuat siapapun yang merasakannya benar benar akan meleleh

“tuhan biarkan aku memilikinya, selamanya, aku mencintaimu minho, sangat!”

~~~

Jiyeon berjalan, perlahan memasuki gerbang sekolah nya tidak seperti biasa, raut wajahnya tidak seperti dulu lagi, dengan wajah ceria dan wajah yang dihiasi senyuman yang mengembang ia memasuki sekolahnya itu, kini wajah itu tidak hanya tertunduk melainkan menatap penuh percaya diri kedepan menyapa setiap orang yang melewatinya,

Ia  benar benar sudah berubah sekarang, dan semua itu gara gara minho cyber girl kini telah berubah menjadi barbie girl nan manis,  Kini ia telah memiliki banya teman, karena ya seperti minho katakan jauh didalam lubuk hatinya ia  adalah yeoja yang hangat dan manis

 “pagi jiyeon!!”

“ne! pagi!”

“hey jiyeon-ah pagi!”

“ne.. pagi”

Setiap orang yang melewatinya pasti menyapanya , siapa yang tidak kenal jiyeon saat ini, salah satu gadis populer di sekolah dengan senyum termanis , ia terkenal bukan sebagai cyber girl lagi, melainkan berbie girl

“pagi yang cerah!!” ucap jiyeon masih dengan senyuman itu ya! Senyum yang sangat manis!

“hey, feel so good barbie girl kekeke?” seseorang menepuk pundaknya, jiyeon terlonjak kaget ia berbalik menghadap belakang ia kenal betul suara ini siapa lagi kalu bukan minho? Pria yang sudah sangat berjasa mengubah hidupnya, minho tersenyum lebar ia sangat merindukan gadis itu

“ne!! aaaa jinja bogo-… engg, Kau kemana  saja huh? 2 hari ini kau tidak sekolah? Kau tidak sakitkan? Tidak mungkin kau sakit, kau membolos untuk liburan?” ya sudah dua hari minho tidak sekolah, entah apa yang dikerjakannya tidak ada kabar sedikitpun, apa dia sakit? Tapi itu tidak mungkin, kalau ia sakit pasti ia aka memberi tau jiyeon kalau dia sakit dan bermanja-manja pada gadis itu benar benar berbeda  dengan dia yang disekolah, namaj dewasa, cih dewasa apanya

“tentu saja tidak! Kau benar benar terkenal huh? Kurasa kau sudah tidak membutuhkanku lagi” ujar minho sambil menyilangkan tangannya didepan dadanya serta memalingkan wajahnya pura pura kesal,

“mwo? Berhentilah bersikap seperti itu minho! Tidak pantas” jiyeon tertawa melihat tingkah lelaki itu, benar benar kekanakan, tapi menggemasakan juga sih

Status mereka saat ini? Entahlah, yang jelas 2 minggu telah berlalu sejak mereka hampir berciuman diatap itu dan mereka semakin dekat, tapi mereka tiadak pacaran tapi jika dikatakan sahabat mereka lebih dari itu, jiyeon juga bingung dangan minho, dan ia masih penasaran dengan perkataan minho sebulan yang lalu, apa yang akan minho katakan ? bukankah hari ini tepat satu bulan itu?

RING DING DONG

Bel berbunyi nyaring dialog merekapun terputus hingga disitu, minho berjalan duluan meninggalkan jiyeon, meninggalkan yeoja yang tengah tercengan itu sendirian

“ya ! kau marah? Jadi kenapa kau tidak sekolah?” seru jiyeon benar benar keras hingga seluruh koridor sekolah bergetar dibuatnya -___-

“NE! masalah itu kau akan tau sebentar lagi! Hahahahaha” minho tertawa lepas sambil terus berlari menuju kelasnya meninggalkan yeoja tadi sendirian masih dengan muka bengong tidak karuan melihat tingkah namja itu

Jiyeon bergidik ngeri melihat tingkah minho tadi seperti orang gila

“ia benar benar aneh”

~~~

RING DING DONG

Bel istirahat terdengar nyaring apalagi bagi siswa siswa yang memang sudah tidak betah berada di kelas, dan menghadapi pelajaran yang membosankan yang tak kunjung memasuki pikiran mereka, apalagi ditambah dengan guru killer yang siap menerkam mereka dengan soal soal yang luar biasa mengerikan

Yeoja itu berlari keluar dari kelasnya, mencoba mengajar seseorang yang ia yakini tau dimana keberadaan namja yang dicarinya

“hongki yaa!!!!” ia—jiyeon meneriaki hongki, ishh larinya cepat sekali sih, kalau sudah istirahat pasti begitu, bukannya ke kantin makan aku yakin ia past hanya menggodai gadis gadis di kantin hingga penjaga kantin pun dibuat risih olehnya rutuk jiyeon dalam hati

“ne, ada apa cantik?” tanya hongki sedikit dengan nada menggoda yang menjijikan, setelah jiyeon berhasil menyamai langkahnya  dengan hongki

“ishh, jangan mencoba menggodaku, kau lihat minho?”

“ani, bukankah kalian biasanya selalu menempel berdua, hingga aku sahabatnya sendiri terabaikan seperti ini” jawab hongki sedikit mencibir menyindir jiyeon yang memang akhir akhir ini sangat sering bersama minho ya kecuali dua hari yang lalu

“hah? Jinja? Ishh.. itu karena kau saja memang teman yg menyebalkan hahaha” jiyeon terkekeh sedangkan hongki mendengus sebal, kalian bingung? Ne, mereka berdua telah jadi teman baik sekarang, dan tebak? Hongki yang meminta maaf pada jiyeon duluan, dan lebih mengagetkan lagi sikap hongki itu semata mata karena ia menyukai jiyeon, ia benci diabaikan oleh wanita itu ya jadilah ia memancing kemarahan yeoja itu setidaknya agar yeoja itu mengeluarkan sedikit emosinya,  tapi nyatanya jiyeon hanya menyukai minho, dan hongkipun tidak terlalu ambil pusing dangan penolakan itu dan merekapun menjadi teman baik sekarang ya meskipun hongki sering diabaikan oleh minho dan jiyeon -__-

Setelah mereka  berkeliling dan tidak kunjung menemukan tandatanda kehadiran minho, mereka memutuskan pergi ke kantin, entahlah namja itu sering menghilang hilang begitu saja belakangan ini, mereka berjalan berdampingan, hingga akhirnya mereka sampai dikantin dan mencari temapat duduk yang nyaman untuk ditempati , hongki yang sedari tadi sudah kehausan segera saja meneriaki weathers di kantin sekolah itu, dasar tidak sopan! Selalu saja begitu , jiyeon hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laki laki didepannya ini

“hey jiyeon kau menyukai minho kan?” jleb! tepat sasaran pertanyaan hongki, benar benar tepat, dan yah itu benar tapi jiyeon terlalu malu, bukan ! terlalu gengsi unruk mengakuinya hey seorang jiyeon? Gadis dingin meskipun sekarang telah berubah , menyukai seorang namja yang sudah mempunyai pacar ahh kemana mau disembunyikan harga dirinya? sudahlah jiyeon pusing memikirkannya

“ne? aniyo, sok tau sekali kau, lagipula bukankah ia sudah mempunyai pacar? Kau sendiri yang mengatakannya kan?” jiyeo sibuk mengaduk mengaduk minumannya, mencoba tidak terlihat peduli, karna nyatanya ia menyukai minho ! sangat! Garis bawahi itu

“mwo? Hahaha.. kau percaya omonganku? Hahahahahaha”

“kenapa malah tertawa hah?”

“ani, kau tau? Krystal itu adalah adik sepupu minho, saat minho mau menjelaskan, kau malah berlari begitu saja”

Mwo? Adik sepupu? Jadi selama ini aku dibodohi namja bodoh didepanku ini, lihatlah tampangnya yang memuakkan itu benar benar menyebalkan, mana ada wanita yang menyukainya? Sikapnya benar benar menyebalkan, aku yakin kali ini pasti mukaku sudah merah padam karena kesal, marah, sekaligus malu! Retuk jiyeon dalam hati

“bwahahaha! Lihatlah mukamu merah jiyeon!” hongki tak henti hentinya mengejek jiyeon, merasa berhasil mengerjai temannya yang satu ini,

“diamlah kau hongki, kau tau kau benar benar jelek saat tertawa”jiyeon melongos, ia berdiri dan berniat meninggalkan hongki sendirian karena jiyeon berpendapat namja itu benar benar menyebalkan, dan sudah berlebihan mereaka sekarang malah jadi tontonan di kantin bayangkan saja?? Bagaimana malunya?

Hongki menahan tangan jiyeon “hey tunggu dulu” ia mnyerahkan sebuah gulungan yang diikiat sebuah pita pink pada jiyeon  “itu dari minho, tadi pagi ia memintaku menyerahkannya padamu, aku baru ingat, hehe”

“isshh..” jiyeon segera merebut kertas itu dan segera menjauh sejauh mungkin dari sang raja menyebalkan lee hongki

“good luck honey!” sorak hongki dari tempat duduknya dan jiyeon tadi

“gila” sahut jiyeon sembari membuka gulungan kertas tadi

Jiyeon ah temui aku ditempat bersajarahmu itu, tebing jelek yang kau bangga banggakan itu sepulang sekolah, cepat! Kalau tidak kau tidak akan pernah bertemu denganku lagi..

Your love , minho

Your love? Your love apanya? cih pede sekali dia, lagi pula kenapa aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi? Apa dia penyakitan dan ingin bertemu denganku terakhir kalinya? Ahh tidak mungkin ! terlalu dramatis..

Meskipun ia mencela cela seperti itu Jiyeon tersenyum membaca surat itu, mengingat berarti sekarang ia bisa berharap karena berarti minho single kan? Dan dia mengatakan your love? Meskipun sedikit.. ieuhh.. tapi manis juga , jiyeon terus saja tersenyum senyum tidak jelas dan ia benar banar tidak sabar ingin menemui minho

“your love? Haha aneh-__-”

~~~

Setelah bel pulang berbunyi jiyeon segera menghambur keluar dari kelasnya, berlari secepat ia mampu, ia benar benar tidak sabar entahlah ia benar benar merindukan namja itu saat ini, apakah ia akan memberiku kejutan? Kenapa harus ditebing itu ? bukankah ia bilang tempat  itu jelek? pikir jiyeon sambil terus berlari menuju halte bus terdekat

Sekitar setengah jam perjalanan dari sekolah menuju tebing itu, menggunakan bis tentunya, jiyeon sedikit harus mendaki perbukitan setelah itu menaiki beberapa anak tangga, jalur menuju tebing itu cukup mudah, karena itu merupakan salah satu tempat wisata tapi bukan di tebing itu di bawah tebing itu, terdapat beberapa taman yang terdapat tumbuhan langka di dalamnya

“fiuhhh akhirnya sampai juga”jiyeon menyeka keringatnya, yang sedari tadi sudah bercucuran karena sedari tadi dia terus berlari,

Jiyeon mengedarkan pandangannya betapa terkejutnya dia saat , sudah terdapat dua pohon di tebing itu saling berdampingan benar benar ajaib! Siapa yang melakukan ini ? minho? Tapi tidak mungkin! Bayangkan saja dulu hanya aja satu pohon yang menyedihkan ditebing itu, tapi kini setlah satu bulan, ya satu bulan tepat setelah minho menyelamatkannya itu pohon itu sudah menjadi sua? Apa pohon itu membelah diri? Pikir jiyeon lagi, lagi lagi prediksi prediksi yang tidak masuk akal datang

jiyeon mendakati pohon itu, apa mungkin seseorang menanamnya? Tapi satu satunya orang yang melakukan itu! Mungkinkah minho? Jadi untuk itu ia menghilang hilang? Untuk menam pohon ini? Dan menyiapkan kejutan untuknya  Aahhh jeongmal…

jiyeon mengelilingi pohon tersebut  betapa terkejutnya dia ketika mendapati dibalik pohon tersebut terdapat spanduk  besar berukuran 4 kali 1 meter dengan dihiasi balon balon warna warni dikedua sisinya, spanduk itu terbentang dari satu pohon ke pohon lainnya , benar benar indah mau tau apa isinya?

PARK JIYEON WOULD YOU BE MINE?

Banar benar menakjubkan! Jiyeon benar benar tidak dapat percaya  dengan apa yang baru saja dilihatnya! ini surprise ke tiga nya dan ia yakin ini pasti dari minho, karena tepat setelah ia membaca nya minho muncul dengan senyuman manisnya dan balon balon tadipun berterbangan di udara dengan leluasa, dan spanduknya? Juga terbang ke angkasa biarlah semua orang tau jika seseorang menginginkan seorang park jiyeon menjadi miliknya

Jiyeon tak kuasa menahan air matanya ia menutup mulutnya yang sudah menganga sedari tadi dengan telapak tangannya benar benar tidak percaya minho bisa melakukan hal sejauh ini, ini benar benar kejutan terindah, dan cara penembakan terunik yang ia terima adakah hal termanis dari ini? Tidak ! tentu saja tidak menurut jiyeon karena hanya minho dan segala kejutan kejutannya lah yang memenuhi pikirannya saat ini

“jiyeon-ah maukah kau menjadi pacarku?” tanya minho saat ia sudah sampai didepan jiyeon, ia memakaikan sebuah gelang perak dengan kerlap kerlip dan mainan matahari, berinisial MJ pada pergelangan tangan jiyeon sungguh manis

“minho-ya.. kau tau kau benar benar tidak dapat diprediksi!  Kau tau kau benar benar… aishhh” jiyeon menangis ya menangis  ia menghambur kepelukan minho memeluk namaja yang sangat dicintainya itu sedari dulu! Ternyata! Ini tidak hanya angan angan, minho namja yang disukainya sedari dulu, juga menyukainya!

Minho membalas pelukan jiyeon, mengelus rambutnya lembut, seperti biasa jika yeoja itu sudah menagis pasti lama 15 menit dengan keadaan seperti itu minho kembali bertanya ia menjauhkan tubuhnya dari jiyeon

“jadi? Bagaimana jawabanmu? Ayolah aku sudah bersusah payah dalam satu bulan ini! Apalagi untuk menumbuhkan pohon ini! Lalu spanduk itu! Benar benar ma-…..”

Kata kata minho terputus saat jiyeon membungkam mulutnya dengan memberikan kecupan singkat di bibir minho, minho cukup shock juga namun akhirnya ia tersenyum

“aku sudah tau jawabanmu!” ia menarik ujung bibirnya memeluk pinggang jiyeon dengan sebelah tangannya sementara tangan satunya lagi merengkuh pipi yeoja tersebut, minho menatap gadis itu yang sudah memejamkan matanya minho mendekatkan wajahnya hingga akhirnya bibirnya dan bibir jiyeon bertautan seiring dengan bertautan juga kedua cinta mereka , ciuman yang cukup lama itu akhirnya dilepaskan keduanya karna nafas yang sudah tersengal sengal Keduanya berucap serentak

“BODOH, dari dulu aku sudah menyukaimu” mereka tergelak, kenapa bisa sampai bersamaan seperti itu? dan kalimat yang mereka ucapkan pun sama? maybe its because they have been one,

Mereka kembali menatap dan melanjutkan aktivitisanya tadi, menautkan bibir mereka hingga teriakan seseorang mengganggu mereka

“ya!! Kalian tidak boleh melakukan itu di depanku!”

Sontak mereka berdua menghentikan aktivitasnya , dan menoleh kesal pada orang yang menganggunya tadi

“hongki-ya?”

~~~

Cinta bukanlah harus memiliki, cinta juga tidak selalu menyakiti karena sesungguhnya cinta adalah menyayangi ,mencintai secara tulus, dan mengobati hati yang telah tersakiti

The end

AN : akhirnya end, hope you like it guys, moga juga bisa ngefly ngehehe :D, dan feelnya dapet, gomawo udah ngikutin semua GHANSAMHAMNIDA!!! ANYEONGG 😉

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Cyber Girl [2.2]”

  1. cieee~~ minho so sweet amat sich! >\\\<, sampai menghayati(?) banget bacanya … baguslah jiyeon dipacarin minho,jadi hongki sama siapa?? *sama aquuu~#plak*

  2. Daebak!!! Minho bener2 pangeran idaman, sayang banget lambang matahari digelang jiyeon gak disebutin maknanya, yah… gak pa2 toh minho bener2 penerang bangi jiyeon yang dulunya diselubungi kegelapan…

  3. wah,,,ternyata ff nie dah di post,,,,,,minppa sweet bgeeeeeeettttttttttttttt…………..tpi sebenernya aq pengen ada moment minppa lagi cmburu pasti lucu……ditunngu karya-karya lainnya thor..^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s