Crescendo – Part 6B (End)

Crescendo – Part 6B End

Title                 : Crescendo – Part 6B (End)

Author             :  Miki ‘HyunMin’

Main Cast        : Pairing 2Min (Minho,Taemin)

Support Cast    : Lee Jinki,Kim Kibum,Kim Jonghyun,Jessica,and other cast.

Length             : Series

Genre              : Shounen Ai,Life,Romance,BL

Rating              : PG – 16

Summary         : You don’t even know how very special you are..for Me

Note                : Boy x Boy story…Don’t like.Don’t read.No bash…

 

Foreword :

Puji Syukur kehadirat Allah SWT..yang telah memberi saya kesempatan untuk menyelesaikan cerita saya sekaligus melunasi hutang saya pada para readers semua.Part endingnya agak panjang memang**sengaja soalnya ending.I hope you like it 😀

Mungkin sampai sini dulu saya berkarya untuk selanjutnya mungkin saya bakal berhiatus agak lama karena banyak hal yang harus saya kerjakan terlebih lagi saya udah mau kuliah.Buat para reader n para Shipper..Hwaiting!!Hwaiting!!

Klo mo kontak saya bisa lewat e-mail :hitsugayalovers_miki@yahoo.co.id

Buat Adminthor disini..

Buat Para Readers…

Buat Para 2Min Shipper dimanapun kalian berada…

Terima kasih untuk segenap apresiasinya kepada FF saya,terutama buat Admin-nya yang udah mengijinkan FF abal ini nampang.Jeongmal Gamsahamnida**Deep Bow

Dan buat Double Bias dan Couple favorit saya 2MIN,,

Kalian sumber terbesar inspirasi saya..Nan neomu neomu Sarang.Saya Cinta kalian ;*

Many TYPO and Mistake..I’m deeply sorry

Part terakhir cerita saya…Enjoy it

Taemin POV

Sementara di Rumah Sakit…

Aku berhasil menjalani operasiku,dan kini aku pun bisa melihat lagi.Dokter Kim bilang mungkin sekitar beberapa hari lagi aku akan di perbolehkan pulang.Saat ini aku ada di atap rumah sakit,aku suka sekali ke tempat ini,terutama setelah aku bisa melihat.Tentu saja aku ingin melihat pemandangan yang sudah lama tak pernah kulihat.Dari sini aku bisa melihat gedung – gedung skyscraper kota Seoul yang menjulang tinggi.Pemandangan yang sangat kurindukan. Tapi meskipun begitu seperti ada yang kurang.Sosok itu,,sosok yang selama ini ingin kulihat.Dia Choi Minho.Aku pernah berpikir bahwa aku ingin Minho lah orang yang pertama kali ingin kulihat.Tapi sepertinya itu takkan mungkin karena aku tahu saat ini ia tidak berada di sini. Dan aku sengaja tidak memberitahunya bahwa aku akan operasi karena aku tak ingin menjadi suatu penghalang baginya,karena aku tahu dia pasti sedang menggapai mimpinya di tempat itu.

“Taemin..”,Sepertinya ada yang memanggilku.

Aku menoleh kebelakang dan mendapati Kibum hyung berlari kearahku membawa sesuatu di tangannya.

“Ada surat untukmu…”,Ia mengulurkan sebuah amplop berwarna Biru muda dengan gambar sebuah piano di tengahnya.

“Surat??Dari siapa?”,tanyaku sambil menerima amplop itu.

“Aku tak tahu..disitu hanya tertulis untuk Lee Taemin…”,Kibum hyung menjelaskan.

Aku pun membuka surat itu..dan isinya

                                                                                                                                                                                                Seoul,21 Juni 2008

 

 

 

            Dear Taemin,

           

            Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tak ada di kota ini.Karena hari ini adalah hari keberangkatanku ke Paris.Sebelumnya aku minta maaf karena aku tak bisa berpamitan secara langsung padamu karena aku tahu itu mungkin akan sangat merepotkan keadaanmu.Untuk itulah melalui surat ini aku hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihku yang mungkin takkan mampu membalas segala kebaikan yang telah kau berikan padaku.Karena kebaikanmu telah membuka jalanku untuk sampai di tempat itu,Di tempat impianmu.Terima kasih Taemin.Jangan pernah menyerah karena keterbatasan yang kau miliki Taemin,karena didunia ini tak ada orang yang sempurna termasuk aku.Karena di mataku kau sudah cukup sempurna,tentu saja permainanmu takkan pernah kulupakan.Oh..ya,teruslah bermain piano Taemin,karena permainamu adalah satu yang akan ku tunggu saat aku kembali kesini.

            Dan dalam suatu pengharapan yang takkan pernah pupus,Aku akan selalu menunggumu di sini,Di Conservatoire.Percayalah bahwa keajaiban akan selalu ada untuk orang yang mempercayainya.Dan kini aku hanya tinggal menunggu takdir Tuhan untuk mempertemukan kita lagi.Berbahagialah Taemin dan terima kasih untuk segalanya.

 

 

 

                                                                                                                                                                        Best Wishes

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Choi Minho

 

 

 

 

Tes…

Bulir – bulir bening itu perlahan jatuh menetes di surat itu.Taemin tak kuasa menahan tangisnya lagi.Perasaannya bercampur aduk antara bahagia,sedih,dan sepi.Karena takkan ada lagi orang yang akan menemaninya bermain piano lagi.Orang itu telah pergi menggapai mimpinya di negeri lain.Taemin memandang ke atas dan tampaklah sebuah pesawat melintas diatasnya.

“Selamat Jalan…Minho”,ucapnya lirih.

Di Paris International Airport…

Pesawatku sampai di Paris tepat pukul sembilan pagi waktu Perancis.Setelah mengambil bagasi aku mencari taksi untuk mengantarku ke tempat tujuan.Aku memperlihatkan sebuah alamat yang tertera dalam amplop yang di berikan oleh Sonsaengnim pada supir taksi itu dan ia langsung mengantarkanku ke alamat itu.Selama di perjalanan aku memandang ke jalanan di kanan kiriku.Bangunan – bangunan tua yang sangat khas dengan arsitektur eropa yang eksotis.Dan dari mobil ini pun aku dapat melihat menara Eiffel yang menjulang tinggi seakan menantang langit.Benar – benar kota yang menakjubkan.Aku berpikir setelah ini aku ingin berkunjung ke Eiffel melihat pemandangan kota melalui puncak menaranya.

Tak berapa lama taksi ini berhenti di depan sebuah rumah yang cukup megah dan besar.

Setelah membayar aku pun turun dari taksi membawa serta koper dan barang bawaanku.

“**Merci..”,ucapku sambil membungkuk ke supir taksi itu.

**terima kasih

Aku memandang berkeliling dan menatap sebuah tulisan di depan gerbang di depan rumah besar itu.Tulisan itu sama dengan alamat yang ada di amplop itu.Berarti tidak salah lagi,tapi memang ini rumah siapa.Kenapa Sonsaengnim menyuruhku untuk datang kemari?

Aku langsung masuk ke halaman rumah besar ini karena kebetulan gerbangnya tidak di kunci.Sesampainya di sebuah pintu besar aku memencet bel.Dan tak lama pintu dibukakan oleh seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik meski ada beberapa kerut yang menghiasi wajahnya.

“Maaf..mencari siapa ya??”,tanya wanita itu dalam bahasa perancis sambil menyunggingkan seulas senyum.

“**Pardon madame..*Je’ mapelle Choi Minho,,saya ingin mencari Madame Seiko.Apa dia ada??”,Tanyaku dengan bahasa perancis tentunya.

**Maaf Nyonya    *saya

“Ya dengan saya sendiri..Ada perlu apa??”,tanyanya ramah.

“Saya diminta oleh guru saya untuk mencari alamat anda dan memberikan ini…”.Aku mengulurkan amplop kepada wanita yang bernama Madame Seiko itu.

Setelah menerima amplop itu,Madame Seiko langsung membacanya.

“Jadi kau siswa Conservatoire??”,Tanyanya dengan wajah yang sumringah.

“**Oui…”,jawabku

**iya

“Kalau begitu ayo silakan masuk..Akan aku tunjukan kamarmu..”,Madame Seiko membukakan pintu dan menyuruhku untuk masuk.

Ternyata Madame Seiko adalah teman Sonsaengnim yang berasal dari Jepang,rumahnya ini adalah asrama bagi siswa Conservatoire.Dan Sonsaengnim telah memesankanku sebuah kamar di tempat Madame Seiko ini.

“Nah..Silakan ini kamarmu..”,Madame membuka sebuah pintu kamar di lantai dua.

Aku pun masuk melihat – lihat isi kamar itu.

Kamarnya cukup besar dengan sebuah tempat tidur yang besar lengkap dengan lemari sofa dan kamar mandi.Dan ada juga sebuah Grand Piano yang terletak di tengah kamar.

“karena kau masuk Jurusan Piano..Aku menyediakan khusus piano itu,Kau boleh menggunakanya untuk berlatih…”,jelasnya ramah.

“Apa banyak siswa yang tinggal disini?”,tanyaku kemudian.

“Ya..mereka berasal dari berbagai negara…sekarang ini mungkin mereka sedang keluar,Tapi nanti sore mungkin mereka sudah kembali..”,ungkapnya lagi.

“Oh ya..karena kau mendapat beasiswa,,kau tak perlu membayar sewa untuk asrama ini..”,Jelasnya sambil tersenyum.

“ah..ya Terima kasih madame…”,ucapku sambil membungkuk.

“Baiklah silakan berbenah dan nikmati istirahatmu…”,Madame Seiko pun keluar dari kamarku.

Aku pun mulai berbenah menata barang – barangku.Dan setelah itu aku berbaring di atas kasur dan menatap langit – langit.

Aku sudah sampai Taemin.Disini sepertinya cukup menyenangkan.Bagaimana denganmu disana?Kau sudah baca suratku kan?

Taemin POV

Tak lama setelah operasi aku di perbolehkan pulang kerumah oleh Dokter Kim.Saat ini aku duduk di tepi kasurku dan menatap sebuah kotak yang hingga saat ini belum kubuka.Kotak pemberian Minho.Dengan perlahan aku menarik sebuah pita biru yang membalut kotak itu dan membuka kotak kecil itu.

“Cantik..”,gumamku lirih.

Aku menyentuh benda mungil yang ada dalam kotak itu.Sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk ‘G’ key yang bertabur dengan permata berwarna pearl teal yang sangat cantik.Aku pun mengenakan kalung itu dileherku.

“Mungkin tahun depan…”,lirihku mengenggam kalung itu.

…..

Minho POV

Aku memejamkan mataku sejenak lalu membukanya lagi karena aku mendengar ada suara ribut – ribut di depan kamarku.

Lalu tak lama..

Tok..Tok..Tok…

Seperti suara ketukan pintu…

Dengan malas dan aku bangkit dan membukanya..

“**Bonsoir!!!!!”

**Selamat malam

Sebuah teriakan ah maksudku mungkin mereka menyapa terdengar begitu aku membukakan pintuku.Dan di depanku berdiri empat orang dengan senyum ramah.Satu orang yang ditengah membawa sebuah nampan yang berisi kue – kue pastry sedang yang lain membawa kaleng – kaleng soda dan makanan kecil lainnya.

“Hi..aku mendengar dari Madame Seiko bahwa ada seorang siswa baru yang menghuni asrama ini..”,Ucap seseorang yang membawa nampan.

“yah…”,jawabku.

“jadi bolehkah kami masuk..?”,tanya seorang anak perempuan yang berambut coklat.

“Te…tentu saja,,silakan”,ujarku sedikit tergagap karena tak biasanya menerima tamu.

Tamu – tamu itu pun langsung menghambur kekamarku dan duduk di sofa.

“jadi??”,tanyaku pada orang – orang itu.

“Kami juga siswa baru Conservatoire..Kami ingin berkenalan denganmu”,jawab seseorang yang bermata sipit.

“Perkenalkan je’mapelle Henry..Henry Lau,aku berasal dari China..”,Ujar namja berambut hitam yang membawa nampan tadi.

“Aku Ryosuke Shinji..Aku dari jepang..”,Ucap seorang namja bermata sipit sambil mencomot sepotong kue dari nampan.

“Lalu aku Seanne Midford,,Aku asli inggris…”,ucap namja berambut pirang sambil mengunyah kue.

“Dan aku Tiffany Hwang.Aku berasal dari Amerika tapi Ibuku berasal dari Korea sama sepertimu..”,ucap seorang perempuan berambut coklat sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arahku.Iuwhh>////<

“Ohhh…”

“lalu Kau??”,tanya mereka serempak ke arahku.

“Aku Choi Minho..Aku berasal dari Korea..”,Ucapku memperkenalkan diri.

“Kau jurusan piano??”,Tanya Ryosuke menunjuk pianoku.

“Ya..kalau kau..?”,aku balik bertanya.

“Aku Flute..Henry Biola,Seanne Cello,dan Tiffany Clarinet…”,Jelas Ryosuke.

Perlahan aku pun mulai akrab dengan teman – teman baruku ini.Mereka mempunyai kepribadian yang sangat menyenangkan.jadi tak butuh waktu lama untuk akrab dengan mereka.Kami pun asik ngobrol dan makan kue yang di bawa oleh Henry tadi.

>>>><<<<<

Jam menunjukan pukul tujuh pagi dan aku bersiap untuk memulai hari pertamaku di Conservatoire.

“**Bonjour Minho!!!”,Seru seseorang menepukku dari belakang saat aku keluar dari kamarku.

**Selamat pagi

“**Bonjour!!”,sapaku pada Henry.

“Hari ini kau dapat kelas pagi juga??”,tanyanya sambil mengalungkan koper biolanya.

“Ya..Kau juga??”,tanyaku.

“hmm…seperti yang kau lihat..”,ucapnya sambil berjalan di sampingku.

“lalu mereka bertiga??”,tanyaku sesaat karena aku tak melihat Ryo,Seanne,dan Tiffany.

“Mereka dapat kelas siang..Enak yah,,hari pertama dapat kelas siang..?”,Henry memandangku.

Aku hanya mengangguk.

“Apa Conservatoire jauh dari sini??”,tanyaku.

“Tidak…kita bisa berjalan kaki dari sini.Mau bareng??”,tawar Henry padaku.

“Yah..kenapa tidak??”,ucapku senang.

……

Tak terasa sudah dua tahun aku berada di Paris,sekolahku berjalan dengan lancar  dan aku mendapatkan teman – teman yang baik disini.Aku berharap setelah menyelesaikan studiku di sini aku bisa kembali ke Korea dan tentu saja bertemu dengannya.

Taemin…

Bagaimana ya dia???

“Minho..”

“Oui Monsieur..”

Saat ini aku sedang berada di kelas bersama dosenku.

“Ada tawaran resital untukmu..ini dari panitia concour yang kemarin kau ikuti”,Monsieur memberiku sebuah kertas undangan.

“Katanya mereka menyukai permainanmu dan mereka ingin mengadakan resital untukmu”

“Hah..”

Memang benar belum lama ini aku mengikuti sebuah concour di Paris dan hasilnya pun tak terduga.Aku memenangkan concour itu.Dan sekarang mereka menwariku untuk mengadakan resital piano.Aku tak bisa membayangkan perasaanku sendiri.Senang??Pasti.Ingin rasanya berteriak tapi tidak disini tentunya.

“Bagaimana kau tertarik tidak?”,Tanya monsieur tersenyum padaku.

“Saya akan mencobanya…”,Jawabku sok cool.^^

Di luar kelas…

“Yesssssss…Yesssss….Yesssss!!!!!!”,teriakku kegirangan.

Aku tak henti – hentinya mengepalkan tanganku ke udara seperti orang gila.Memang aku sedang gila.Karena separuh dari impianku terwujud.Mengadakan resital?Mmm…That would be great.

Sepanjang perjalanan aku selalu tersenyum pada semua orang.Sampai orang – orang sempat menganggapku orang gila.Akhh memang siapa peduli?

Yang jelas sekarang aku sedang senang.Sangat senang.

…..

“Brukkkkk!!!!”

“Ouchh..”Aku memegangi kepalaku yang sedikit nyeri karena terbentur sesuatu.

Astaga payah sekali kau Minho.Saking senangnya aku sampai tak sempat melihat jalan dan akhirnya menabrak seseorang.

Aku melihat banyak buku berhamburan di hadapanku.Aku pun memungutnya.

“Aduhh..maafkan aku,aku tidak sengaja..Maaf ya..”,Aku memunguti buku – buku itu yang pastinya milik orang yang kutabrak.

“Tidak apa – apa,aku juga salah…”

“Ini buku……..mu..”,Aku mendongakan kepalaku dan aku hanya terpaku.Entahlah yang jelas aku masih tidak bisa membayangkan.

Benarkah??

Orang ini??

Tapi wajahnya,suaranya…

“Lee…Taemin”,lirihku tercekat.

“Eh..Kau tadi bilang apa??”,tanyanya padaku.Tatapan mata biru yang teduh itu.

Tunggu…

Warna biru itu.Mata Taemin berwarna biru.Bukankah dulu warnanya coklat.Masa’ dia memakai kontak lens.Itu tidak mungkin.Apa mungkin dia sudah bisa…melihat??

Aku mengibas – ngibaskan tanganku ke wajahnya.Meyakinkan pendapatku sendiri.

“Hei..apa yang kau lakukan??”,ia tersenyum.

Jadi benar dia bisa melihat.Jadi benar dia Taemin?Tapi penampilannya agak berbeda.Rambut coklat almondnya sudah berganti menjadi merah mapple.Dan mata itu…warna biru sapphire.

Tapi wajahnya yang cantik jelita dan senyum manis itu sama sekali tidak berubah.Satu hal yang membuatku yakin bahwa dia Taemin adalah kalung berbandul kunci ‘G’ yang mengalung sempurna di lehernya.Taemin memakai kalung pemberianku.

Ini sungguh tidak bisa di percaya…

“Kau…Lee Taemin-kan???”,Tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku yang intens menatap sosok didepanku.

“Kau mengenalku.Apa kita pernah bertemu sebelumnya??”,Taemin menatapku.

Kurasa dia tidak mengenalku.Melihatku pun belum pernah.

“Aku Choi Minho..Apa kau ingat Chopin piano Concerto??”,Aku menatapnya penuh harap.

“Ehmm…”,Taemin nampak sedang berpikir.Mengingat lebih tepatnya.

‘Kumohon…ingat aku..Please’,batinku bergemuruh.

“Kau yang memintaku untuk mengajarimu..Concerto Chopin??”,Mata biru itu menatapku.

Aku mengangguk.

‘Aku senang kau mengingatku’

“Akhh…Senang bertemu denganmu Minho-ssi”,Ia tersenyum dan membungkukan badannya.

“Kau tidak perlu seperti itu..”,Aku menyuruh namja cantik itu untuk menegakkan kembali badannya.

Di sebuah Taman Kota di Paris….

“Jadi sekarang kau sudah bisa melihat??”,Tanyaku membuka pembicaraan.

Saat ini kami sedang duduk di sebuah bangku taman di Taman Kota yang tak jauh dari Conservatoire.Aku sengaja mengajak Taemin kesana untuk sekedar melepas rindu.Karena tak bisa kupungkiri,Aku memang sangat merindukan sosok cantik ini.

“Eumm..Ada seseorang yang sangat baik mau mendonorkan matanya untukku…Kebetulan dia sudah tiada.Tapi dia berpesan siapapun yang membutuhkan donor mata,boleh mengambilnya..Orang itu..seorang dokter.”,Jelas Taemin panjang lebar.Matanya kelihatan berbinar,dan aku senang melihatnya.

Aku pun teringat akan satu hal.

“Oh..Ya..Ini.Aku berencana memberikan ini padamu saat aku kembali ke Seoul.Tapi sepertinya takdir berkata lain.Aku bisa bertemu denganmu disini jadi kuputuskan untuk memberikannya langsung untukmu..”,Aku menyodorkan sebuah buku tipis pada Taemin.

“Ini Apa??”,Tanya Taemin bingung.

“Itu lagu Ciptaanku…Aku selalu terpikir untuk menulisnya saat aku teringat padamu.”,Ucapku jujur.Membuat semburat merah di wajah Taemin tampak.

“Apa Judulnya?”

“Je’Taime…”,Mendengar itu raut wajah Taemin sedikit berubah.

Tapi kemudian aku mendengar ia tertawa renyah.Seperti menertawakan sesuatu.

“Kenapa tertawa?”,Tanyaku memasang wajah bingung.

Taemin menghentikan tawanya.

“Akh..maaf.Hanya saja entah kenapa saat mendengarmu mengatakan judul lagu itu.Kau terlihat seperti sedang menyatakan cinta…”,Ungkap Taemin polos.Sebuah senyum terukir di wajah cantiknya.

“Aku memang sedang menyatakan cinta…”,sahutku tulus.

“Ha??”,Aku bisa melihat wajah Taemin yang kebingungan dengan pernyataanku.

“Je’Taime Lee Taemin…”,Ulangku lagi.

Dan lagi – lagi wajahnya kelihatan memerah.Dan aku suka sekali melihatnya.

Kami pun terdiam.

“Lalu…Apa jawabannya?”,Tanyaku.

Taemin mendongakan kepalanya.Mata birunya menatap kearahku.Entah apa arti tatapanya itu.

Tapi yang aku inginkan adalah jawabannya.Aku sudah berpikir seribu kali untuk memikirkan ini.Semua hal gila ini.Aku tak bisa menghindari pesonanya.Segala yang ada pada dirinya.Aku menyukainya.Hanya ia satu – satunya sosok yang membuat jantungku tak pernah berhenti berdebar.Sosok yang membuatku mengerti sebuah keindahan..Musik.Sosok yang seringkali membuat tenggorokanku tercekat dan membuat duniaku seperti berhenti berputar.Just Him..Lee Taemin.

“Maaf Minho…Aku tidak bisa…”

Dalam satu waktu aku menginginkan Lenyap dari dunia saat ia mengatakan tidak bisa.Taemin menolakku.Dan aku harus terima ini.Mungkin aku ini dianggapnya hanya sebagai teman dan tidak lebih.

Tak terasa buliran bening itu menetes dari manik mataku.Ini sangat sakit.Sakit sekali.Di dalam sebuah detak jantung yang tak berhenti meneriakkan namamu.Dalam sebuah jalan pikiran yang tak berhenti memikirkanmu.Sekarang semua itu diam membisu.Seperti sebuah akhir cerita yang menyedihkan.

Aku menatap Taemin.Dan ia balas menatapku.Tatapan kami menyatu selama beberapa saat sebelum kata – kata itu meluncur dari bibir tipisnya.

“Aku tidak bisa….Untuk menolakmu…Minho..”,Lirih Taemin.

‘What!!!!!’

Aku tidak salah dengarkan?Taemin..dia..Apa yang dia katakan tadi.Tidak bisa menolakku??Itu kan pertanda..bahwa dia MENERIMAKU?

“Eh…tadi kau bilang apa?”,Tanyaku memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan pendengaranku.

Manik kebiruan itu menatapku.”Je’Taime Choi Minho..”,Ucapnya tulus.Senyum manis itu mengembang dari bibirnya.

Taemin mencintaiku…Aku..Aku…tidak salah dengar kan??Tidak mungkin..jelas – jelas aku mendengarnya.Ia benar – benar mengatakannya.

 

You leave me breathles

You’re everything good in my life

You leave me breathless

I still can’t believe that you’re mine

You just walked out of one of my dream

So beautiful you’re leaving me

Breathless

Aku menatap Taemin yang menundukkan kepala mungilnya.Dan aku bisa melihat wajah cantik itu memerah.Mungkin karena malu.But he’s so cute.

Karena tidak tahan dengan suasana canggung seperti ini.Aku merengkuh tubuh mungil itu.Membawanya dalam dekapanku.Perlakuanku ini membuat Taemin sedikit salah tingkah.Tapi tak lama ia membalas pelukanku.dan kami berpelukan untuk beberapa saat.Aku tidak tahu ini kebetulan atau suratan takdir.Yang jelas aku sangat bersyukur hari ini tiba.Bertemu dengan orang yang berharga untukku adalah suatu keajaiban untukku.Bahwa tak ada yang sia – sia didunia ini.Penantian lama akhirnya terbayar sudah.

‘Hmmm….’,Aku menghirup wangi lembut vanilla yang menguar dari tubuh Taemin.Wangi yang sangat kurindukan.Dulu aku masih ingat aku selalu mencium wangi seperti ini saat berada didekatnya.Dan sekarang tak ada yang berubah.Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menghirup wangi itu lagi.

“Terima kasih…Taemin..”,bisikku lembut ditelinganya.

Tak lama aku mulai melepaskan pelukanku.Aku berlutut menatap wajah cantik didepanku.Aku melihat Taemin masih menundukan kepalanya.Tidak mau menatapku.

“Tatap aku Taemin…”,pintaku lembut.Aku memegangi dagu mungil itu dan mengangkatnya sedikit agar mata kami bisa bertemu.

Buliran kristal bening itu terlihat meleleh membasahi wajahnya yang sedikit memerah.Taemin menangis.

“Kenapa kau menangis..eumm??”,Tanyaku lembut.

Taemin menggeleng.”Aku hanya terlalu senang…”,Tangannya mengusap air mata di pipinya.Lalu ia tersenyum’Jangan khawatir’.Begitulah arti senyumannya.

“Aku mencintaimu…Taemin…”,lirihku sambil mendekatkan wajahku ke wajah Taemin.

‘chu’

Aku menciumnya,mengulum lembut bibir tipis itu.Taemin sedikit tersentak karena aku tiba – tiba menciumnya.Tapi ia tidak menolaknya,ia justru membalas kecupanku.Kami saling memberikan kecupan.Bukan kecupan penuh nafsu,hanya sebuah kecupan manis pelepas rasa rindu.

Setelah beberapa saat berciuman.Aku melepas bibirku dan tersenyum padanya.

“Ayo…”,Ajakku seraya menarik tangan Taemin.

“Kita akan kemana??”,tanya Taemin bingung.

“Bermain Piano….”,jawabku sambil tersenyum lebar.

Dan senyum manis itu kembali merekah dari bibirnya.

‘Aku sangat merindukan saat – saat ini’

You must have been sent from heaven to earth to change me

You’re like an angel

The thing that I fell is stronger than Love

Believe me

You’re something special

I only hope That I’ll one day deserve what you’ve given to me

But all I can do is try

Everyday of my life

 

 

Aku menyukai piano…

Dan Aku juga menyukai Taemin….

****THE END****

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Crescendo – Part 6B (End)”

  1. Untung nggak sad endiiing. Aaah, suka suka 😀

    Endingnya sweet banget deh, hehe. Oh ya, itu kenapa matanya Taemin jadi biru yah? Haha, tapi suka ^^

  2. KYAAAAAA!! *heboh sendiri* *guling2 di kasur* kenapa aku jadi gila sendiri waktu baca minho sama taem jadiaan thor kenapaa?! Aku ngebayangin taem lucuuuu banget :*
    Udah end part lagi deh 😦 aku tunggu karya lainnya waktu author udah baliik ^^

  3. part2 sebelumnya aku ga pernah ngomen karena emang aku baru baca. berhubung aku suka shounen ai aku langsung baca dan so sweet banget
    aku sampe nangis bacanya terharu..

    pokoknya DAEBAK

  4. Min, reader yang selalu coment di last part. Hehhehe mian ya thor

    Oh ya thor, taemin itu laki2 kan ??? Aku jadi ngerasa aneh. Hhhaaahhh
    Tapi over all bagus kok min

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s