End

END

Author             : Pinkyamel2307

Main Cast        : Onew, Oh Miyuu

Support cast    : Key

Length             : Oneshoot

Rating              : PG-13

Genre              : Romance, Thriller, Tragedy

Summary         : I love her because she makes me happy, because without her, I’d be nothing

Author pov

Onew menatap yeoja yang sangat dicintainya itu. Memperhatikan setiap lekuk wajahnya dengan seksama. Mata gadis itu berkilauan dibawah sinar mentari. Menatap Onew yang diam dengan senyum indah menghiasi bibirnya. Onew membalas senyuman itu. Yah, senyuman yang tidak akan mungkin dia lihat setelah ini. Senyum yang akan memudar saat dia harus kehilangan yeoja ini untuk selamanya. Selamanya…

 

Onew Pov

“kau tahu? Aku mencintaimu, Yuu” mataku memandang mata berkilauan ini dengan serius. Yuu hanya tersenyum, menatapku penuh arti.

“Aro.. aku juga mencintaimu oppa” Yuu memelukku, perasaan ini menyakitkan.

Aku melepaskan pelukan hangat ini. Lalu kembali menatap yeoja ini dalam diam. Aku menyesal, mungkin ini senyum terakhir yang akan aku lihat seumur hidupku.

Yuu mengerutkan keningnya. Mengisyaratkan apa yang terjadi padaku. Aku kembali tersenyum, menutupi rasa sedihku yang teramat sangat. Apa yang harus aku lakukan saat ini? Hatiku belum siap kehilangan Yuu untuk selamanya.

“Oppa, kau kenapa? Apa yang ingin kau katakan padaku?” ujar Yuu kemudian.

“ah, aku lupa… mianhe, kalau selama ini aku tidak begitu memperhatikanmu. Karena pekerjaanku kau jadi terabaikan” ucapku ragu. Aku menggigit bibir bawahku, kenapa aku begitu gugup?

“Nan gwenchana oppa… aku mengerti itu. Jangan terlalu difikirkan” ujar Yuu kemudian.

Aku menelan ludah, pahit rasanya… bagaimana ini… haruskah aku mengucapkan perpisahan? Waktunya sudah dekat, dan aku merasa takut sekali.

“Aku…. Tidak ingin melihatmu begini. Pekerjaanku terasa menyesakkan saat aku berada disisimu. Aku tidak ingin merasakan hal itu”

“memangnya kenapa? Apa hal itu menyulitkanmu?” tanya Yuu penasaran. Sial, kenapa jadi begini? Umpatku dalam hati.

“Aku… minta maaf, dengan sangat..” jawabku. Aku membelai rambutnya, dan mengelusnya sedikit. Sayang sekali rasanya aku melakukan ini.

Yuu tertawa, kemudian menatapku dengan tatapan kecewa.

“Katakan padaku, apa yang terjadi sebenarnya” ujarnya cepat. Aku terkesiap, aku benar-benar tidak menyangka akan hal ini.

“Um…”

“Oppa, jawab pertanyaanku. Kau berbohong, dan kau tahu aku tidak suka itu” ujar Yuu kesal. Apa yang akan terjadi setelah ini? Aku tahu, namun Yuu tidak

“Mianhe..” hanya kata itu yang keluar dari mulutku. Aku merasakan jantungku berdegup kencang, saatnya hampir tiba dan kesiapanku masih belum 100%.

“Oppa… apa yang terjadi padamu? Jawab aku… kenapa kau begini?” ujar Yuu. Matanya memerah, menandakan air matanya akan berlinang.

“Semua akan baik-baik saja, jangan takut karena ada aku disini” ujarku lembut. Namun berbeda dengan hatiku. Semuanya akan hilang, hanya dalam waktu 5 detik senyuman ini akan hilang.

“Hah? Apa yang kau bicarakan? Bicaralah padaku…” Yuu masih mendesakku, namun aku hanya memalingkan wajahku. Aku tidak sanggup melihat hal ini.

Mianhe… mianhe… mianhe…

Hanya itu yang dapat kusampaikan padamu, Yuu… saranghae..saranghaeyo ne chagiya..

Segera setelah aku memantapkan hatiku, segera kuambil pisau yang sedari tadi melingkar di pinggangku. Sebuah serangan kilat kulakukan untuk membunuh yeoja ini. Mataku memanas, dan air mataku berjatuhan. Kulayangkan pisau ini mengarah keleher yeoja ini, dan melenyapkannya dalam satu serangan. Ini terasa menyakitkan bagiku, sungguh menyakitkan….

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKHHHHHHHHHHH

Yuu hanya tergeletak tak berdaya menatapku dengan linangan air mata di pipinya. Sambil tersengal-sengar menatapku dengan pasrah. Aku menatapnya sedih, air mata terus membanjiri pipiku. Hidupku akan hampa, karena kehilangan wajah serta mata yang berkilauan itu. Aku tidak akan bisa menatap senyum yang menawan itu lagi. Aku tidak akan lagi mendengar suara yang akan memanggilku ‘oppa’ dengan manja. Semua musnah dalam beberapa detik lagi.

Badannya terhentak keras, kakinya menegang. Raut wajahnya mengeras, matanya semerah darah, serta percikan darah yang keluar dari lehernya tidak berhenti sampai disitu. Hatiku pilu, namun mataku tetap bertahan menyaksikannya direnggut sang pencipta.

Kini pisau yang kupegang jatuh, aku hanya terpana menatap yeoja yang kucintai tewas tergeletak tidak berdaya. Air mataku terus mengalir. Percikan darah yang menempel dikemejaku menjadi saksi bisu pembunuhan keji ini. Apa yang harus aku lakukan? Apa kau memaafkan oppamu, Yuu?

Dan yang lebih menyakitkan, akulah yang harus membunuh yeojaku sendiri.  Aku yang harus merenggut nyawa yang tidak berdosa ini, namun aku tidak bisa menyesal… sudah terlalu lama untuk menyesal. Menyesalpun percuma, karena nyawa tidak akan dapat tergantikan.

Mianhe….. mianhe… aku mencintaimu Yuu

 

Author POV.

TRRRTTT… TTRRTT

Onew meraih ponselnya sesaat setelah menatap yeoja yang sangat berarti baginya. Matanya memandang tajam kelayar ponsel kemudian mengangkatnya.

“Good job, tepat pada waktunya”

“Ya, karena ini merupakan pengorbanan besar” ujar Onew dingin

“Selesai dalam lima detik kan?”

“Ne..”

Double zero, uangmu sudah kutransfer sesaat yang lalu. Kau bisa mengeceknya sekarang

“Arasso..”

tak kusangka kau mau melakukan hal ini. Aku kira aku tidak akan membunuhnya

“Ini karena bagian dari pekerjaan” jawab Onew lagi.

“Bagus, sekarang hapus semua bukti dan kembali kemarkas dalam 30 menit. Aku tunggu”

“Aku mengerti”

――+++++++――

Onew memasuki sebuah ruangan dengan langkah berat. Matanya tertuju pada seorang namja yang duduk di sebuah kursi besar yang kini tengah membelakanginya. Namja itu berbalik lalu menatap Onew dengan senyuman hangat.

“Bagaimana harimu?” ucap namja itu

“Menyenangkan, sekalikus menyesakkan” jawab Onew datar.

Namja itu menatap Onew dengan mata kucingnya. Onew hanya tersenyum sinis, lalu membalas tatapan itu dengan sengit.

“Kau tidak sedih?” tanya namja itu lagi.

“Ani, karena aku harus membunuh perasaanku. Itu prioritas pekerjaan” ujab Onew enteng.

“Kau benar, kalau tidak kau yang akan mati. Walaupun permintaan klient, kita harus mengusahakan yang terbaik. Haaah.. apa susah membunuhnya?” Namja itu berdiri lalu melangkah mendekat Onew.

“Sedikit, aku butuh waktu agar dia tidak curiga”

“Kurae… terimakasih atas kerjasamanya, double zero

“Ya, sama-sama”

Onew berjalan melangkah keluar dari ruangan tersebut, lalu menghentikan langkahnya.

“Kenapa berhenti?” Tanya namja itu lagi

“Key, kau mau minum kopi? Biar kutraktir” ujar Onew tersenyum. Key menganggukkan kepalanya, lalu berjalan mendekati Onew.

“Aku merasa sudah lama kita tidak melakukan ini” ujar Key metapa langit-langit gedung tersebut.

“Ya, aku juga rindu suasana seperti ini” ujar Onew.

“Kau akan mengahdiri pemakamannya hari ini?” Tanya Key.

Onew menggeleng, matanya hanya mentap lurus dan tidak berkedip. Key melirik Onew sesaat lalu mendesah pelan.

“Haaah…. Sudah kuduga, kau membunuh perasaanmu terlalu cepat” Key memasukkan tangannya kedalam saku. Dan berjalan mengiringi langkah Onew.

“Tidak untuk saat ini, aku butuh waktu” Tegas Onew.

3 HARI KEMUDIAN…

“Hyung, bangun..” ujar key cepat. Onew menggeliat dibalik selimutnya.

“Wae??”

“Kau tidak pergi kepemakaman Yuu?” tanya Key. Onew membuka selimutnya lalu menatap Key dengan ekspresi yang tidak dapat diartikan.

“Entahlah… apa harus?” Onew balik bertanya. Key hanya diam, mencoba berfikir sesaat.

“Kajja, kuantar kau kesana”

“Apa kau yakin… aku belum siap, Key”

“Bergegaslah.. aku menunggumu dibawah”

“Aku tidak bisa, ini sulit bagiku”

“Setidaknya kau menghargai darah yang dia tumpahkan untukmu”

“Matamu mungkin menolak, tapi hatimu tidak. Kau mencintainya bukan?”

“Ne….”

“Berikanlah penghormatanmu untuknya. Agar dia tidak menyesal lagi”

“Yuu.. apa kau tenang dialam sana?” onew Tersenyum menatap makam Yuu. Tangannya membawa sebuket mawar merah, beserta sebuah jepit rambut kecil berbentuk angsa putih. Onew meletakkan buket bunga tersebut lalu menatap lirih kearah makam Yuu.

“kau tahu, aku sangat mencintaimu…”

“aku tidak tega melihatmu mengerang kesakitan saat aku membunuhmu..”

“Aku merasa hidupku sunyi, jauh sekali dari cinta”

“Apa kau mau memaafkanku?”

“Mianhe… jeongmal mianhe Yuu”

Onew terisak dalam tangisannya. Matanya sembab karena menangis, Key yang sedari tadi menemani hyungnya lalu menatapnya lembut.

“Kau harus tabah, karena ini bukanlah akhir”

“Key, ini semua sudah berakhir” ujar Onew dalam tangisnya.

“Maksudmu?” Key balik bertanya.

“Jangan pura-pura tidak tahu.. kau mengerti sifatku” Onew mencoba tersenyum namun tertahan.

Key menelan ludah, dan menggigit bibir bawahnya. Sepucuk pistol dari saku pinggangnya dikeluarkannya. Lalu mengarahkannya kepada Onew.

“Kau yakin?” Key kembali bertanya.

“Ya, aku akan menyusulnya” Onew mengangguk pasti.

“Apa hidupmu akan terus berlanjut?” Key bertanya lagi.

Key menarik pelatuk dan menembaki kepala Onew. Onew tersungkur ditanah, merasakan sakit yang teramat sangat. Lalu meninggalkan dunia ini dengan senyum.

Yuu.. aku menyusulmu kesana…..

Key terpaku menatap Onew yang kini sudah tewas ditangannya. Lalu dia membaringkan namja itu disebelah makam Yuu. Menghapus sidik jarinya yang tertempel dibadan Onew dan kemudian menyirami tubuh Onew dengan arak. Key sembahnyang sebentar, memberi penghormatan terakhir kepada hyungnya. Lalu mengambil dedaunan kering dan kemudian membakar tubuh Onew. Bersama dengan sebuket mawar merah dan jepitan kecil berbentuk angsa putih ditangan namja itu.

 

 

It’s all END… everything has to passed the difficult situation, even for my job to kill the people even thought they are the person that I love… it’s just a kind of job…

 

Everything ― END

A/N: ya… readers… bagaimana??? Suka?? Kesel?? Mumet-mumet??? Nyesek?? Marah?? Benci?? Mau mukulin author??? Mau nendang author?? Silahkan… aku nggak keberatan. FF ini terinspirasi dari perjalanan hidupku mengarungi cerita-cerita pembunuhan dari berbagai sumber. Makanya, lahirlah FF ini..

Wuah, author Daebak!!! *keprok keprok tangan*

Mianhe… ini Cuma pelampiasan emosi sesaat. Guy’s ini hanya karya fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama dan tempat kejadian, mohon dimaklumi. Kekeke… 😀 Tapi makasih bagi yang udah baca… comment ya! Don’t be a silent readers..

ANYYEONG! *BOW

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “End”

  1. hah? yeoja ny onew yg kliatan kyak anak baek” tu ad mslah ap smpe ad yg mo bnuh dy??
    kurang feel ny thor pas onyu mati.. key jga nyate(?) bgt nmbakny..
    pi ttep bgus thor^^
    keep writing^^

  2. oh pembunuh bayaran?
    trus yeojanya knp dibunuh? siapa yg byr itu? *reader cerewet*

    kyknya lebih bagus klo diceritain lbh ttg knp yeoja itu dibunuh.. hahaha

    overall.. good

  3. Kerjaan mereka apa sih pake bunuh2an segala?

    Keren loh, pemilihan katanya simpel tapi bagus, nyehehe 🙂 sayangnya aku nggak terlalu mudeng :p

  4. Sedikit aneh dengan ceritanya. Aku kira Key itu bosnya Onew, tapi tiba2 dia manggil Onew ‘hyung’.
    Mereka komplotan pembunuh bayaran atau bagaimana?
    Keke.. Mian, banyak bawel. Keke

  5. awal nya shock.
    omo onew jd pembunuh.
    trus shock lg
    aigo onew knp ikt mati
    trus kecewa
    ya key kenapa tega bunuh onew.
    T.T

    keep writing!
    good job!

  6. Woww…
    Matinya gampang bener…srettt….dor…dor…
    Jinki,wae kau bunuh yuu mu??
    Key, wae kau bunuh jinki kuuu??? Wae?wae?
    #reader ga nyante
    Iya nih mo tendang n jitak authornya, seenaknya aja bikin jinki ngbunuh n d bunuh….*mana?mana authorny?..

    Tp bagus kok, suer deh…
    Hwaiting!!

  7. wehehehe.. makasih bwt comment…

    maklum baru bisa nge-jawab kalian skrg, rada2 sibuk urusannya

    (JIAAHHH -____-)

    tp makasih buat yang udah ninggalin jejak!!

    *PINKYAMEL2307

  8. pakek bunuh-bunuhan sih… -__-
    g tau kenapa jadi inget city hunter padahal cerita city hunter itu beda sama ini… hahaha…
    kata-katanya enak… kirain bakal ada epilognya. minta epilooog~~~~~ >U<

  9. Is this seriously based on your experience?
    It’s kinda spooky…

    Keren tau, meskipun bias aku Jinki, dan meskipun dia mati disini, tapi dia tetep terlihat tampan (baca: keren) bagiku di FF ini, wkwkwk

    Awal2nya agak pegel juga bacanya, soalnya banyak kurang koma gitu, hehehe
    Tapi menyadari bahwa ceritanya seru, aku lanjutin aja sampe abis ^^
    Entar entar penulisannya dibenerin ya, biar enak bacanya 😀
    *no offense

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s