Neon Naegae Banhaesseo – Part 2

Tittle                     : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 2) 

Author                  : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki) 

Main Cast            :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x)
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Kibum aka Key SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x)
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD
  • Lee Jinki SHINee
  • Lee Taemin SHINee
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair

Support Cast      : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

Genre                   : Romance, Sad, Friendship

Length                  : Sequel

Rating                   : PG-16

Sinopsis               : FF ini menceritakan banyak cerita cinta dan persahabatan di antara semua main cast-nya. Tentang bahagianya dan sakitnya merasakan cinta pertama yang tak terbalas dan karena terlambat menyatakan cinta. Cerita akan persahabatan yang kokoh juga membuat salah satu dari main cast dalam FF ini menjadi rela mengubur perasaan cintanya dan akhirnya menemukan cinta yang sebenarnya dengan orang lain.

 

Sumarry               : Shin You masih berada dalam pelukan Key dengan berbagai perasaan yang sudah bercampur aduk di dalam hatinya. Antara senang, tak menyangka dan sedikit takut kalau apa yang baru saja didengarnya dari bibir Key itu hanyalah sekedar mimpi dan akan segera berakhir. Tapi pelukan hangat Key membuatnya tersadar kalau sekarang dirinya benar-benar berada di alam nyata.

 

TRACKLIST:

SHINee- Love Pain, SHINee-Quasimodo, SHINee-Graze, SHINee-Noona Nomu Yeppo

 

Gimana sama part 1 nya readers? Jelek ya? Mianhae, semoga part 2 ini bisa lebih menghibur. Jangan lupa comment. ^^ Gomawo..

 

@@@

AUTHOR’S POV

 

Minho masih berdiri membelakangi Key yang masih sibuk dengan pikirannya sekarang. Minho menghela nafasnya panjang. Sedikit peluh terlihat menetes di dahinya. Staminanya sedikit terkuras hanya untuk memarahi Key barusan.

Yeah, song for my Juliette uh!

Sugao ni kigaete kisu o shiyou

Jibungattena reason nugisutete yo

Koneko no yo ni chotto kimagurena me

Todoki-sode todokanai moon light..

Ponsel Minho berdering, mengalunkan sebuah ringtone tanda adanya pesan masuk. Minho segera menghampiri tasnya yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri dan mengambil ponsel itu dari dalam tasnya.

“Yeobsseyo..” jawab Minho begitu dia menerima panggilan di ponselnya.

“…”

“Ah, kau sudah datang? Eoddi (Dimana)?”

“…”

“Arrasseo. Changkamman kidaryeo, ne?”

PIPP!

Minho mematikan sambungan teleponnya. Ekspresi wajahnya yang semula terlihat kesal dan serius seketika berubah menjadi cerah dan senang. Kedua matanya tampak berbinar-binar.

Ketika Minho hendak melangkahkan kakinya untuk pergi, suara Key mencegahnya.

“Kau benar, Minho-ah. Mianhae.. Aku akan berjuang untuk menyatakan perasaan sukaku padanya.” Kata Key sambil bangkit berdiri menatap punggung Minho serius. Minho tersenyum mendengarnya. Baginya, ini adalah Key temannya yang dia kenal. Penuh semangat dan selalu berusaha.

“Aku pergi sebentar, Key.” Pamit Minho sambil berlari menjauh dari Key.

“Kim Hyeo So, aku akan menjadikanmu milikku sebentar lagi.” Kata Key yakin pada dirinya sendiri.

@@@

 

@@@

“Shin You-ah.. Mana temanmu yang kau maksud itu? Bukankah kau bilang dia akan mencarikan tempat duduk yang strategis untuk menonton pertandingan basket ini?” Shin You tertawa ringan mendengar sahabatnya, Aita, yang entah sudah ke sekian kalinya mengeluhkan hal yang sama. Shin You sengaja tidak memberitahukan kepada Aita siapa teman yang Shin You maksud itu. Shin You ingin membuat kejutan untuk Aita. Tiba-tiba Shin You tertawa sendiri, membayangkan bagaimana reaksi Aita begitu tahu dan melihat siapa orang yang sebenarnya ia maksudkan.

“Hei, wae irrae (kenapa seperti itu)? Apa yang kau tertawakan?” tanya Aita yang mulai merasa curiga dengan sikap temannya itu.

“Aniyo. Tunggu sebentar lagi. Dia akan segera datang.” Ucap Shin You seraya menekankan nada suaranya pada kata ‘dia”, tapi sepertinya Aita masih belum sadar.

“Shin You-ya!!!” Mendengar namanya disebut seseorang dari kejauhan, Shin You segera menoleh ke arah sumber suara, begitu pula dengan Aita.

“Minho-ah..” Shin You lantas balik menoleh menatap Aita yang sudah salah tingkah di sampingnya. “Itu dia teman yang kumaksud. Eotthe? Seperti namja yang kau suka kan? Hehe..” goda Shin You yang semakin tak tahan melihat raut wajah temannya berubah cemas.

“Annyeong!” sapa Minho yang sudah berada di hadapan mereka berdua. “Mianhae, lama menungguku.”

“Gwenchana.. Apakah pertandingannya akan segera dimulai?” kata Shin You setelah memperhatikan Minho yang sudah memakai seragam basket sekolahnya lengkap. Rambut Minho yang panjang menyentuh leher diikat asal  ke belakang sehingga tampak beberapa helai rambutnya yang tergerai di samping kanan dan kiri telinganya.

“Aigoo.. Jangan mengikat rambutmu dengan karet biasa seperti itu, Minho-ah. Nanti saat melepasnya bisa terasa sakit. Ige, pakai punyaku.” Kata Shin You sambil melepaskan satu ikatan rambut di sebelah kiri telinganya dan memberikan karet rambut berwarna ungu tua miliknya itu pada Minho. Minho menerimanya dengan senyum yang tak pernah lepas dari kedua sudut bibirnya.

“Gomawo. Emm.. Bisakah kau mengikatkan rambutku?” tanya Minho tiba-tiba.

“Mwo? Ah, ne ne.” Minho pun membalikkan badannya dan sedikit menekukkan kedua lututnya menyesuaikan tinggi badannya dengan tinggi badan Shin You yang hanya sebatas dadanya. Shin You segera membantu Minho mengikatkan rambutnya.

Di sisi lain, Aita yang hanya bisa melihat kedekatan antara Minho dan Shin You mulai merasa tidak nyaman. Aita cemburu. Dia tidak tahu kalau Shin You dan Minho ternyata memiliki hubungan yang sedekat itu. Bahkan di matanya, Shin You dan Minho terlihat seperti sepasang kekasih. Mereka terlihat cocok satu sama lain. Baru kali ini dia melihat sosok namja yang ia sukai, Minho, terlihat bahagia di depan seorang yeoja. Dan terlihat dari kedua mata Minho, kalau Minho melihat Shin You dengan cara yang berbeda, dengan cara yang special, tidak seperti kepada yeoja yang lain. Apakah Minho menyukai Shin You? Batin Aita.

Perih. Itu yang dirasakan Aita ketika dilihatnya Minho dan Shin You yang tertawa bersama dan Minho yang mengusap lembut puncak kepala Shin You.

Apakah aku hanyalah sekedar pengganggu di sini? Gumam Aita lirih lebih kepada dirinya sendiri sembari menahan tangisnya.

“Ah, Aita! Kkaja, kita ikuti Minho.” Kata-kata Shin You menyadarkan Aita dari pikirannya sendiri.

“Ah! Ne, ne. Kkaja!” jawab Aita mencoba menutupi kesedihannya dan mengikuti Shin You yang sudah berjalan di depannya.

Minho, Shin You dan Aita melewati bangku-bangku di tribun yang sudah hampir semuanya penuh diduduki oleh penonton. Minho tampak mengedarkan pandangannya mencari-cari dimana bangku yang masih kosong untuk Shin You dan Aita. Dan akhirnya, Minho bisa menepati janjinya. Dia berhasil memilihkan bangku yang strategis untuk Shin You dan Aita.

“Ini dia tempatnya. Strategis kan? Dengan begitu, kau  bisa melihat tim kami bertanding dengan leluasa. Dan jaraknya pu tidak begitu jauh. Eotthe?” Untuk ke sekian kalinya Minho memamerkan senyumannya pada Shin You dan Aita yang berdiri di belakang Shin You bisa melihat dengan jelas hal itu. Aita hanya bisa diam saja dan menunduk. Baru dia sadar, dari tadi Minho hanya menganggap kehadiran Shin You saja, tak ada dia di matanya.

“Aigoo.. Kenapa kau justru memilihkan tempat di dekat tribun timmu?” komentar Shin You dengan tatapan menyelidik.

“Hahaha.. Tidak masalah kan? Lagipula, hanya di sini bangku yang masih kosong. Selain akan membuatmu lebih mudah menyemangati kami, ini adalah kesempatan bagus untukmu menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Jonghyun Hyung. Kudengar dari Taemin barusan, kalau kakakmu itu dipergoki Taemin sedang berpelukan dengan seorang hoobae.” Aku Minho. Sebenarnya ini adalah salah satu caranya agar dia bisa berlama-lama berdekatan dengan Shin You, sedangkan Shin You masih belum sadar juga akan perhatian yang diberikan Minho kepadanya.

“Mworago?! Aiish.. Jincca Jonghyun Oppa! Joa, aku tidak hanya akan mendukung kalian, tapi aku juga akan menginterogasi si playboy sejati itu! Huh..” Shin You terlihat kesal dan langsung mendudukan dirinya di bangku yang sudah dipilihkan Minho. Sedangkan Aita, dia tidak ingin menyimak apa yang sedang diperbincangkan oleh kedua orang di hadapannya itu. Air matanya sudah menetes membasahi pipinya. Tapi ternyata Minho dan Shin You masih sibuk berada dalam dunia mereka sendiri.

Sekali lagi Aita melihat Minho yang tampak sangat perhatian dengan Shin You. Bahkan sekarang namja itu sedang menarik-narik hidung Shin You sambil tertawa sehingga menimbulkan pertengkaran kecil di antara mereka. Aita membalikkan badannya dan memutuskan untuk pergi secepat mungkin dari tempat itu. Dia terus berlari sambil menangis, tak mempedulikan murid lain yang memarahinya karena beberapa kali badannya menabrak murid-murid yang berjalan berlawanan arah dengannya. Hanya satu yang ada di benak Aita sekarang, dia ingin sendiri. Menangis sendiri, meluapkan seluruh rasa sakitnya sekarang juga sendiri..

@@@

 

@@@

 

“Taemin Oppa, pelan-pelan..” kata Hyeo So yang sudah tergopoh-gopoh mengejar langkah Taemin yang lebar-lebar, bahkan hampir berlari, dari belakang.

“Aiiish! Kau dimana Jonghyun Hyung???” kata Taemin yang mulai kesal karena sudah 15 menit dia mencari satu hyung-nya itu tapi masih belum ditemukan juga.

“Oppa, changkamman!” keluh Hyeo So yang sudah kelelahan mengejar langkah Taemin dengan badan yang membungkuk. Nafasnya tersengal-sengal.

“Kau tunggu di sini saja, Hyeo So-ah.. Aku tak akan lama. Aku akan kembali. Kau istirahatlah dulu. Sebentar lagi pertandingan akan dimulai, aku harus cepat menemukan Jonghyun Hyung sebelum aku kembali dengan tangan kosong dan mendapat hukuman dari Jinki Hyung. Arra?” kata Taemin tergesa-gesa dan berlari meninggalkan Hyeo So di sudut koridor kelas.

“Oppa! Taemin Oppa!” Hyeo So mencoba memanggil namja itu, berharap Taemin berbalik dan memintanya ikut bersamanya. Tapi sosoknya sudah menghilang di tangga menuju lantai koridor kelas tahun ketiga.

Hyeo So mengerucutkan bibirnya kesal. Dia berjalan merapat dan bersandar di tembok. Hyeo So mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya ke lantai, mencoba membunuh waktu. Namun sebuah pikiran melintas di benaknya.

“Bagaimana jika nanti Taemin Oppa lupa padaku yang sedang menunggu di sini? Aiish! Taemin Oppa kan tipe orang yang pelupa. Bahkan ponselnya saja sudah tiga kali hilang karena dia lupa meletakkannya. Pabo! Aku harus mengejarnya.” Segera Hyeo So berlari menaiki tangga untuk mencari Taemin.

END OF AUTHOR’S POV

@@@

@@@

 

LEE TAEMIN’S POV

 

Kau dimana, Jonghyun Hyung?? Aiish! Kalau aku tidak bisa menemukanmu, matilah aku! Jinki Hyung tidak akan mau lagi mengajariku jika aku ada kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah. Key Hyung dan Minho Hyung juga pasti akan mengamuk. Aigooo.. Eotthokae?? Kenapa di koridor kelas tahun ketiga kau juga tidak ada sih, Jonghyun Hyung?? Kau sungguh mengerikan! Pergi kemana kau dengan hoobae yeoja itu??! Jangan-jangan kau sedang berbuat hal yang tidak-tidak dengan hoobae itu.. Ah, andwae! Jangan Lee Taemin! Jangan kotori pikiranmu dengan hal-hal seperti itu. Ingat, kau masih terlalu polos untuk itu! Batinku.

Ini adalah ruangan kelasyang ke-10 di koridor kelas tahun ketiga yang aku masuki hanya untuk mencari Jonghyun Hyung, tapi hasilnya nihil! Bahkan toilet dan gudang pun sudah aku cek, tapi tetap tidak bisa aku temukan batang hidungnya. Ternyata, selain playboy sejati, dia juga pandai bermain petak umpet. Apa kau sedang mengerjaiku, Hyung??! Teriakku frustasi.

Tunggu! Ruangan kelas di sudut koridor sana lampunya masih menyala. Pabo! Ya jelas lah, ini kan sudah jam 5 sore. Langit juga mendung. Pasti penjaga sekolah sudah menyalakan beberapa lampu di beberapa ruangan. Bukannya masih menyala. Tapi sudah menyala ya? Eh tunggu, jangan-jangan Jonghyun Hyung bersembunyi di sana. Omo! Di sini sepi sekali. Pasti semua murid sudah berkumpul di lapangan.

Ketika aku sampai di depan pintu kelas itu, aku tersentak. Kulihat seorang yeoja yang tengah tertidur dengan kepala bersandar pada buku tebal yang terbuka di atas sebuah meja. Aku mematung memperhatikan yeoja itu. Rambut yeoja itu panjang dan tergerai indah. Beberapa helai menyentuh meja, dan sisanya menggantung begitu saja. Kedua tangannya berada di atas meja. Dan selain buku, kulihat juga sebuah kaca mata dengan frame tebal tergeletak di sana.

Kuperhatikan lekat-lekat sambil aku melangkah perlahan mendekatinya. Aku, sangat mengenalnya. Yeoja ini, yeoja yang selama ini selalu mengisi hati dan pikiranku.

Tiba-tiba, tanganku terjulur ingin menyentuh puncak kepalanya. Inginku membelainya lembut agar dia tahu betapa aku sangat menyayanginya. Namun kuurungkan niatku begitu kulihat badannya mulai bergerak-gerak gelisah dan akhirnya…terbangun. Apa dia merasa terganggu dengan kehadiranku di sini?

Kulihat dia menatapku sekilas lalu tersenyum ramah. Senyumnya.. Nomu yeppoda! ^^ Dan sekarang, dia sudah mengenakan kacamatanya lagi.

“Taemin-ah.. Mussun irisseoyo (Ada apa)? Kenapa kau ada di sini?” tanyanya begitu aku duduk di sampingnya.

“Aniyo. Aku hanya lewat dan melihat Yurra Noona di sini. Jangan memaksakan diri, Noona. Kau sudah terlalu sering belajar. Nikmatilah waktumu sesekali untuk bersenang-senang sebentar. Nanti kau bisa sakit.” Saranku padanya.

“Kau tahu bagaimana sifatku, Taeminnie. Aku tidak terlalu suka menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.” Katanya seperti biasa jika aku sudah mulai cerewet menyarankannya. Benar. Yurra Noona memang sangat suka belajar. Astronomi. Entah pelajaran seperti apa itu hingga membuatnya rela menghabiskan waktunya sendiri di sekolah. Kepribadiannya yang tertutup membuatnya kurang disukai murid yeoja di sini. Hajiman, dia cukup populer di kalangan murid namja. Termasuk aku adalah salah satu dari banyaknya namja di sekolah yang terpesona akan dirinya. Sudah cukup lama aku mengenalnya semenjak upacara penerimaan siswa baru waktu itu. Saat itu aku adalah murid baru dan dia duduk di tahun kedua menjabat sebagai Wakil Presiden Siswa (Wakil Ketua OSIS). Dan sekarang, jabatan sebagai Presiden Siswa ada di tangannya. Dia memang benar-benar murid yang sibuk. Namun semangatnya itu yang membuatku tertarik dengannya.

Aku tahu, sebenarnya dia menyimpan masalah yang cukup berat dalam kehidupannya. Beberapa kali aku melihatnya tengah menangis di atap gedung sekolah. Entah karena apa. Melihatnya menangis dan rapuh seperti itu membuatku ingin terus di sampingnya dan berkata ‘uljima, ada aku di sini bersamamu’. Tapi sulit..

“Ne, ne arrayo.. Noona, tidak mau menonton pertandingan basketku?” tanyaku mencoba mengalihkan topik.

“Ah, keurae. Apa kau ke sini hanya untuk menanyakan hal itu padaku?” katanya sambil membereskan barang-barangnya.

“Aniyo. Sebenarnya aku mencari… Ah, gawat! Aku harus menemukan Jonghyun Hyung! Annyeong, Noona! Kutunggu kau di lapangan basket.” Pabo! Mati aku! Kenapa aku sampai lupa dengan tujuan awalku?! Eotthokkae???

Aku segera berlari meninggalkan Yurra Noona yang masih mematung di tempatnya dan meneruskan aksi pencarianku. Karena pesonanya aku jadi linglung begini. Aigooo.. Kuatkanlah imanku, Tuhan..

 

END OF LEE TAEMIN’S POV

@@@

 

@@@

 

KIM HYEO SO’S POV

 

Aku sudah mencari Taemin Oppa cukup lama hingga aku sampai di depan sebuah ruangan dengan lampu yang masih menyala. Jangan-jangan itu Taemin Oppa?!

Aku berjalan perlahan mendekat ke ruangan itu. Aku merapat ke dinding dekat dengan pintu kelas itu dan mencoba melihat ke dalam. Itu, Taemin Oppa!! Hajiman, dia dengan.. Yurra Sunbae? OMO! Taemin Oppa akan menyentuhnya. ANDWAE!! Aku lebih baik pergi sebelum aku melihat hal-hal yang akan membuatku sakit hati.

END OF KIM HYEO SO’S POV

 

@@@

 

@@@

 

KIM JONGHYUN’S POV

 

“Chagiya.. Sudah dulu ya.. Aku ada pertandingan basket. Kalau aku tidak datang, teman-temanku bisa marah. Terutama Jinki Hyung..” Kataku pada yeoja dihadapanku yang masih memelukku dengan erat. Hahaha.. Dia sama saja seperti yeoja yang lainnya! Mudah sekali ditipu dan dirayu olehku. Benar-benar membosankan! Arrrghh.. Aku kira dia yeoja yang special karena dia adalah hoobae, tapi ternyata sama saja dengan mantan-mantanku. Ups! Bukan mantan. Aku tak pernah sekalipun menganggap mereka sebagai yeojachinguku.

“Baiklah, Oppa. Tapi nanti malam jemput aku dan temani aku shopping ya..” Cih! Shopping? Kau kira aku bank yang punya banyak uang?! Aku tahu apa maksudmu mendekatiku, Nappeun Yeoja! Dasar, yeoja matrealistis!

“Arrasseo.. Tunggu aku ya. Annyeong, Chagi.” Kataku sambil berpura-pura memeluknya dan segera pergi meninggalkannya. Sudah tak tahan aku menghadapinya. Aku harus mengganti nomor ponselku dengan nomor yang baru agar dia tidak bisa menghubungiku dan menggangguku lagi nanti. Ah, gawat! Lima menit lagi pertandinganku akan dimulai. Aku harus cepat ke lapangan!

BRUKKK!!

Karena kurang hati-hati dalam melangkah, tubuhku menabrak seorang yeoja yang juga sedang berlari berlawanan arah denganku. Kulihat tubuhnya hampir oleng ke samping dan dengan sigap aku menarik salah satu tangannya. Karena terlalu kuat aku pun tersungkur ke belakang hingga membentur lantai dan tubuh yeoja ini menindihku dalam posisi terduduk.

“Auuw.. Apphoo (Sakiit)!!” keluhku kesakitan sambil memejamkan mataku.

TESS.. TESS..

Kurasakan cairan bening menjatuhi pipiku. Ige mwoya (Apa ini)? Apakah di luar sedang turun hujan sehingga atapnya bocor? Heranku.

TESS.. TESS.. TESS..

Aku segera membuka mataku dan kulihat yeoja yang ada dihadapanku ini sedang menangis dengan wajahnya yang tertunduk. Dapat kulihat wajahnya dengan jelas. Kedua matanya terpejam, sembab dan basah. Hidungnya memerah. Ada apa dengannya? Kenapa dia menangis? Apakah dia.. TERLUKA?! Tunggu, dia mendarat di atas tubuhku, tidak mungkin dia terluka. Keurom, waeyo??

Aku masih memperhatikannya dengan posisi yang sama sejak 10 menit yang lalu. Dan tangisnya masih belum habis juga. Aku sama sekali tak bisa berkata-kata. Ini pertama kalinya aku melihat yeoja menangis di hadapanku, selain Younnie, adikku sendiri. Dan itu pun sudah lama sekali.

Rambut yeoja ini panjang dan ikal dan dia biarkan tergerai indah melewati bahunya. Wangi shampoo yang dipakainya benar-benar harum, tidak memuakkan seperti shampoo yang dipakai yeoja-yeoja yang selalu mengelilingiku.

 Manis, dia memakai bandana berwarna biru langit di puncak kepalanya. Satu tanganku terangkat menyentuh pipinya. Entah setan apa yang merasukiku kali ini. Belum pernah sebelumnya aku merasa gemetar jika sedang bersama seorang yeoja. Tapi yeoja ini sukses membuatku seperti itu.

Kuusap pipinya yang sudah basah perlahan. Kenapa yeoja secantik dia justru menangis dan terlihat menyakitkan seperti ini?

Tangisnya seketika terhenti. Matanya terbelalak lebar menatapku. Dia segera membenahi posisinya, bangun dan berlari meninggalkanku hingga bayangannya hilang entah kemana. Siapa dia? Cantik.. ^^ Aku pasti bisa mendapatkanmu, Nae Yeoja.. Batinku.

“Hyung!” Bukankah itu suara si Baby Taemin??

“Jonghyung Hyung!!” Benar, itu dia..

“Wae, waeyo? Kenapa berlari-lari seperti itu?” tanyaku keheranan melihat Taemin yang tersengal-sengal mengatur nafasnya setelah berlari menghampiriku.

“Kenapa katamu, Hyung? Kau hampir membuatku menjadi bahan amukan hyung-hyung yang lain. Kkaja! Ke lapangan!” katanya dengan wajah merengut. Aigoo.. Nomu kyeopta! Saengku ini benar-benar polos.

“Ah, santai saja.. Aku yang akan melindungimu, Taeminnie..” kataku mencoba menenangkannya.

“HYUNG!! PPALIWA!” bentaknya sambil berlari.

“Ne, ne! Aku datang!” teriakku sambil mengejarnya.

END OF KIM JONGHYUN’S POV

@@@

@@@

LEE JINKI’S POV

“Han Nhaena, tunggu!” Aku mengejarnya yang terus berlari sambil menangis. Ya Tuhan.. Kenapa dia keras kepala sekali sih?

“Pergi kau, Oppa! Let me alone..” katanya mengusirku. Namun tak kupedulikan apa katanya. Segera kutarik tangannya dan kurengkuh tubuh mungilnya. Dia terus meronta, memukuli tubuhku ingin dilepaskan dari pelukanku. Tapi aku justru mempererat pelukanku di tubuhnya.

“Jangan.. Jangan seperti ini. Uljimayo.. Ssst..! Aku hanya ingin melihat dongsaengku ceria. Tersenyumlah. Aku tidak ingin melihatmu menangis.” Kataku berbisik di telinganya. Kurasakan tubuhnya melemah, berhenti memukuliku dan membalas pelukanku. Tangisnya pun pecah.

Aku tidak tahan melihatnya menangis. Aku, Han Nhaena dan Han Yurra tumbuh besar bersama. Actually, they are my fiancé. Orangtua kami membuat kesepakatan untuk menjodohkan anak laki-laki pertama keluargaku –maksudnya adalah aku- dengan anak perempuan keluarga Han. Tapi tak disangka Han Ahjumma memiliki dua anak gadis yang sama-sama mencuri hati kedua orangtuaku. Saat itu orangtuaku bimbang, akan mempertunangkanku dengan anak pertama yaitu Han Yurra atau dengan si anak bungsu, Han Nhaena. Hingga pada akhirnya aku diberi waktu sampai ulang tahunku yang ke-18 nanti untuk memilih siapa di antara mereka yang aku sukai dan segera melamarnya.

Ini sebenarnya pernikahan bisnis, demi memajukan perusahaan keluargaku dengan perusahaan keluarga Han. Tapi entah kenapa aku ingin pernikahan ini juga dilandasi dengan rasa cinta. Dan nyatanya hatiku tertambat padanya, pada Han Nhaena. Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai dongsaeng, karena aku tidak memiliki adik perempuan. Adikku laki-laki, Minho. Namun, lama-lama perasaan itu berkembang tanpa aku duga. Sadar-sadar aku selalu cemburu ketika mendengar ceritanya yang antusias setiap kali dia bercerita kalau dia menyukai Key, teman satu timku sendiri. Aku memendamnya selama ini. Karena kutahu hatinya bukan untukku. Tapi, jika aku terus melihatnya disaikiti oleh Key, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuatnya menjauh dari Key dan memilihku!

“Hatiku sakit, Oppa. Aku benar-benar menyukainya. Tapi Key tidak pernah menganggapku ada. Bahkan berteman pun dia enggan denganku. Apa perasaanku ini salah, Oppa?” katanya sambil terisak di dadaku.

“Lupakan dia, Nhaena-ah.. Aku bisa menggantikannya di hatimu.” Joa, ini saat yang tepat untuk mengutarakan isi hatiku selama ini padanya.

“Apa maksudmu, Oppa?” tanyanya sambil melepaskan pelukanku dan kubiarkan. Kuhapus air matanya dengan kedua ibu jariku.

“Kau juga tunanganku. Kita bertiga telah dijodohkan. Na, neo, Yurra. Kau ingat, kan? Dan minggu depan adalah ulang tahunku yang ke-18. Waktuku untuk memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidupku kelak akan segera habis. Dan yang kupilih adalah kau, Han Nhaena. Kalau kau mau, tak perlu menunggu waktu seminggu lagi untuk menyampaikan pada Appa dan Eomma kalau aku mencintaimu dan memilihmu. Aku tidak mungkin mempersunting dua yeoja kakak-beradik sekaligus, Han Nhaena..”

“Oppa.. Ini terlalu-“ Segera kupotong kalimatnya.

“Apa? Terburu-buru? Asal kau tahu, aku menyukaimu selama dua tahun ini, Han Nhaena. Itu bukanlah waktu yang singkat. Dan selama itu pula aku harus menahan rasa cemburu karena kau hanya menyukai Key. Tapi ini adalah batasnya. Aku tidak mau kau tersakiti lagi. Terimalah aku. Dan jadilah satu-satunya tunanganku.” Kataku dengan nada sedikit memaksa. Aku hanya ingin perasaanku tersampaikan padanya. Dan aku ingin ia tahu kalau aku benar-benar tulus mencintainya.

“Hajiman, Yurra Eonni? Eotthe?” tanyanya sambil melepaskan tanganku dari wajahnya dan menghindari tatapanku.

“Dia.. Dia selalu tak mengacuhkanku. Aku rasa dia tidak ada perasaan apa-apa denganku.  Mungkin dia membenciku karena sikapnya berubah dingin dan ketus semenjak orangtua kita memutuskan kau dan dia akan menjadi tunanganku sampai aku yakin siapa di antara kalian yang akan menjadi satu-satunya tunanganku. Dwaesseo.. Ini tidak akan menjadi masalah besar. Ayo, resmikan hubungan pertunangan kita.” Kulihat Nhaena tampak berpikir. Duuh.. Kok aku jadi gugup seperti ini ya menunggu jawabannya?? Ya Tuhan, semoga jawabannya adalah ’iya’.

“Joa, Oppa. Aku memintamu untuk membuatku menyukaimu. Aku terima pertunangaan kita. Hajiman, semuanya butuh proses. Kau mau menungguku?” Katanya yang sudah berhenti menangis dan memelukku tiba-tiba.

APA?! Nhaena menerima pernyataan cintaku? Ini bukan mimpi kan?! Chukkae, Lee Jinki! Kau benar-benar mendapatkan cintamu. ^^

Kubalas pelukannya lebih erat dari sebelumnya. “Ne. Dengan senang hati.”

Tiba-tiba aku teringat sesuatu!

OMO! Pertandingan basketnya!!

“Nhaena, ayo balik ke lapangan!!” kataku panik dan menariknya untuk ikut berlari bersamaku.

“Oppa.. Kau sama sekali tidak romantis!” keluhnya ketika kami sudah berlari.

“Nanti kita lanjutkan romantisnya di rumah.”

Blush!

Ketika aku menoleh untuk melihat wajahnya, wajahnya berubah semerah tomat. “Hahahaha..” tawaku lepas.

“Oppa! Kau iseng sekali!”

END OF LEE JINKI’S POV

@@@

@@@

 

 AUTHOR’S POV

 

Seorang yeoja berjalan lunglai di koridor kelas tahun ketiga. Dan sudah ketiga kalinya dia mengeliling koridor tersebut hanya untuk mencari Lee Taemin.

Kim Hyeo So menghela nafasnya berat.

“Kim Hyeo So?” tanya seorang namja mengagetkan Hyeo So.

“Hyung Sae Sunbae?!” kata Hyeo So sambil mengerjapkan matanya tak percaya. Wakil Presiden Siswa yang terkenal mengerikan seperti yakuza berdasarkan rumor yang beredar itu, sekarang sedang berdiri di hadapannya dan bahkan sedang tersenyum sangat manis ke arahnya. Kedua tangannya ia selipkan masuk ke dalam kedua saku celananya. Rambutnya yang pendek berwarna hitam legam membuat namja itu terlihat cool.

Hyeo So hanya bisa menganga dibuatnya. Ternyata kabar burung yang selama ini dia dengar itu salah total. Kenyataannya, Wakil Presiden Siswa yang berdiri di hadapannya sekarang ini benar-benar tampan!! Mungkin banyak murid yang iri dengannya sehingga menggosipkannya yang bukan-bukan. Batin Hyeo So.

“Ne. Ada sesuatu yang ingin aku tawarkan padamu. Apakah kau bersedia?” tanya Wakil Presiden Siswa sopan.

Kim Hyung Sae. Begitu nama lengkapnya. Dia adalah Wakil Presiden Siswa di SM Senior High School tahun ini. Dia murid kelas tahun pertama. Sebenarnya umurnya sepantaran dengan Hyeo So. Namun Hyeo So dan murid-murid kelas tahun pertama yang lain sudah terbiasa menyebutnya ‘sunbae’ karena Hyung Sae adalah seorang Wakil Presiden Siswa.

Tak banyak siswa yang melihatnya berkeliaran di area sekolah. Kim Hyung Sae dikenal selalu mengurung diri di ruang kerjanya. Dan entah beruntung atau kesialan yang menimpa Hyeo So kali ini, karena dia masuk ke dalam golongan orang yang langka yang bisa mengobrol langsung dengan Kim Hyung Sae.

“Apa itu?” Hanya kata-kata itu yang bisa terucap dari bibirnya.

“Jadilah model baju-baju cosplayku..”

“MWOHAE?!”

@@@

 

“Minho-ah.. Apa kau yakin semenjak kita bertemu tadi kau tidak melihat Aita bersamaku?” tanya Shin You yang sudah mulai panik pada Minho. Shin You baru sadar kalau Aita telah menghilang tak tahu kemana.

“Ne. Aku hanya melihatmu seorang.” Kata Minho yang ternyata juga tidak sadar akan keberadaan Aita.

“Pabo! Bukan saatnya untuk merayuku.” Omel Shin You karena merasa dirayu mendengar jawaban Minho yang aneh.

“Lho? Tak percaya ya sudah.. Sudah ya, itu Jonghyun Hyung dan yang lainnya sudah berkumpul.” Minho menunjuk ke arah teman-temannya. Dan Shin You mengikuti arah telunjuknya, memastikan apakah yang dikatakan Minho benar atau hanya alasan saja untuk menghindar.

“Annyeong!” Minho berlari menghampiri teman-temannya. Sedangkan Shin You masih diliputi rasa panik karena menghilangnya Aita yang tiba-tiba.

@@@

Pertandingan akan berakhir 5 menit lagi. Dan skor dipimpin oleh tim basket SHINee, wakil SM Senior High School sekaligus tuan rumah dalam pertandingan persahabatan dengan StarShip Senior High School yang dipimpin oleh tim basket Boyfriend dengan nilai skor 59-55.

Tertinggal 4 angka dan waktu 5 menitpun habis ketika sebelumnya sempat ditutup dengan masuknya satu shoot dari Minho yang mengubah skor menjadi 60-55. SHINee menang dan pertandingan pun ditutup dengan sorak-sorai kemenangan dari semua penonton yang sebagian besar adalah supporter SHINee.

Shin You berdiri dari duduknya dan mengacungkan dua jempol tangannya ke arah Minho yang tersenyum bangga ke arahnya.

Sebagai perwakilan tim untuk menerima piagam, trophy dan medali, Minho lah yang diminta untuk maju ke atas podium yang sudah sengaja disediakan oleh panitia penyelenggara lomba.

Medali sudah dikalungkan di leher Minho dan Minho segera memeluk keempat teman-temannya saat itu juga. Lalu mereka berlima berteriak bersamaan, “SHINee Jjang!!” Dan disambut oleh tepukan tangan semua penonton.

@@@

@@@ 

“Chukkae! You’re amazing!” puji Shin You pada Minho. Hari sudah gelap, tapi Minho memutuskan untuk tetap bertemu dengan Shin You karena kemenangannya itu artinya siap atau tidak siap dia harus mengutarakan isi hatinya saat itu juga.

“Jeongmal gomawo. Karena kau datang mendukung kami, kami jadi semakin bersemangat.” Jawab Minho sambil berdiri berhadapan dengan Shin You. Shin You hanya tersenyum menanggapi perkataan Minho.

Minho mulai merasa tak tenang. Otaknya juga sudah mulai berpikir keras untuk memilih dan menyusun kata-kata yang tepat sebagai pernyataan cinta.

“Kau bilang kau ingin mengatakan sesuatu. Malhaebwa..” Ucapan Shin You membuat Minho sedikit tersentak.

“Em.. Na.. Naneun.. Dangsineun (Sebenarnya)..”

“Mianhae, Key Sunbae.. Aku tidak mencintaimu..”

DRAP! DRAP! DRAP! DRAP!

“Minho-ah.. Apakah kau mendengar sesuatu? Seperti suara seorang yeoja yang meminta maaf lalu suara orang yang sedang berlari.” Shin You mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Minho pun terpaksa menghentikan rencananya sementara karena melihat Shin You yang sedang tidak fokus dengannya.

“Sudahlah. Lupakan saja. Mungkin kau salah dengar.” Kata Minho mencoba mengalihkan perhatian Shin You padanya lagi.

“Ah, ne. Tadi kau ingin mengatakan apa?” tanya Shin You lagi yang sudah kembali fokus pada Minho.

“Emm.. Na.. Nan joa-“

“ARRRGGGHHH!!!” Terdengar teriakan seseorang yang membuat Minho dan Shin You terlonjak di tempat. Seketika wajah mereka berdua terlihat panik. Dan sedetik kemudian, Shin You segera berlari menuju ke arah sumber suara.

 

END OF AUTHOR’S POV

 

KIM SHIN YOU’S POV

 

“ARRRGGGHHH!!!” Terdengar teriakan seseorang yang membuat aku dan Minho terlonjak di tempat. Aku kaget. Suaranya seperti tidak asing di telingaku. Suara itu.. ?? Andwae! Aku segera berlari menuju ke arah sumber suara.

Aku terus berlari mengabaikan panggilan Minho padaku.

“ARRRGGGHHHHH!!” OMO! Itu benar suara Key. Suaranya semakin terdengar jelas dan terdengar kesakitan. Ada apa dengannya?!

Aku sampai di taman sekolah dan melihat Key telah bersimpuh dengan wajah menunduk. Dia terlihat tidak apa-apa, tidak terluka. Tapi kenapa dia barusan mengerang kesakitan??

Aku mendekatinya perlahan dan menyentuh pundaknya dari belakang.

“Key-ah..”

GREP!!

OMO! Key memelukku!! Ada apa ini? Dan kenapa kau menangis, Key-ah?

Kurasakan dirinya semakin memepererat pelukannya di tubuhku. Namun aku masih ragu untuk membalas. Air matanya yang menetes sudah membasahi baju seragam di bagian pundakku.

“Hiks.. Hiks.. Na.. Nan jeong, jeongmal, neo saranghae..”

APA?! Kau mencintaiku, Key??

END OF KIM SHIN YOU’S POV

 

AUTHOR’S POV

 

Shin You masih berada dalam pelukan Key dengan berbagai perasaan yang sudah bercampur aduk di dalam hatinya. Antara senang, tak menyangka dan sedikit takut kalau apa yang baru saja didengarnya dari bibir Key itu hanyalah sekedar mimpi dan akan segera berakhir. Tapi pelukan hangat Key membuatnya tersadar kalau sekarang dirinya benar-benar berada di alam nyata.

“Na, na do. Na do jeongmal saranghae, Key-ah..” bisik Shin You di telinga Key. Seulas senyum merekah di bibirnya.

Seketika Key mengangkat wajahnya dan menarik wajah Shin You ke arahnya, membuat bibir mereka bersatu.

Kedua mata Shin You terbelalak lebar, tak menyangka kalau Key akan menciumnya. Apa itu artinya selama ini perasaanku tak bertepuk sebelah tangan?? Batin Shin You.

Perasaan bahagia memenuhi hati Shin You. Shin You tak tahu bagaimana mengungkapkannya. Tidak pernah terbayangkan dirinya akan merasakan pelukan hangat Key, bahkan sekarang bisa menadapatkan ciuman pertama dari Key.

Shin You tak peduli lagi. Yang dia tahu Key ternyata mencintainya, seperti halnya dengan dirinya yang juga memiliki perasaan seperti itu untuk Key seorang.

Shin You memejamkan matanya, mencoba menikmati kebersamaannya dengan Key. Dan Key, entah dia sadar atau tidak akan perbuatannya. Karena pada akhirnya perbuatannya itu akan menyakiti banyak hati. Perasaan sakit yang dirasakan Key membuat Key membutuhkan tempat bersandar saat itu juga. Dan ternyata Shin You datang padanya. Pikiran Key seperti kosong. Dia seperti melihat sosok Hyeo So yang kembali padanya dan mengatakan cinta padanya, sehingga membuatnya lepas kendali dan mencium Shin You.

Di sisi lain, seorang namja melihat kejadian itu dari kejauhan dengan tatapan sayu. Matanya memerah dan mulai berkaca-kaca. Kedua tangannya mengepal keras dan hatinya mencelos, ingin rasanya ia segera mengakhiri pemandangan menyakitkan di hadapannya. Tapi tak bisa. Karena dia tahu, orang yang dicintainya akan bahagia jika bersama dengan laki-laki yang tepat, dan itu bukan dia.

“Semoga kau bahagia, Shin You-ah..” gumam Minho dan segera melangkah pergi.

END OF AUTHOR’S POV

@@@

To Be Continue…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

17 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 2”

  1. JINKI-NHAENA 1st PROBLEM SOLVED!!!! #buagh (1st loh, hehe:) )
    KIYAAAHHH MINHO SINI KAMU SAMA AKU AJAH!!! #plakkkk
    Itu.. Key perustasi tuh makanya ngelantur…. ==a
    Okeh, lanjutannya ditunggu yawww.. XD

    1. Dear Reneepott..
      Aduh, Jinki-Nhaena sudah selesai kah menurutmu? Hehe.. Menurutku si selanjutnya bakal lebih galau daripada ini.. Tungguin aja kelanjutannya ya.. 🙂
      Hehe.. He-eh, Key main sosor-sosor aja.. 😀

    1. Haha.. Key di sini kesaanya yadong ya? Tapi engga kok. Dia ngga sadar aja kalo itu Shin You.
      Ditungguin terus ya kelanjutannya.. 🙂

  2. yuhuuu~ akhirnya part 2 nyamp juga XD
    konfiliknya udah mulai memanas nih, seru^^
    part ini banyak yang patah hati ya, jadi kepo sm part selanjutnya
    cepetan bikin lanjutannya ya, thor^^

  3. Ne. Part ini ngga cuma Minho yang kasihan. Banyak yang patah hati, tapi ada juga yang dapet cinta baru.
    Onkeydokey. Tengkyu yo. 🙂

  4. Huaaaa!!!Minho oppa,,kasihan bangeeet,,
    apa Minho akan lupain perasaannya pd shin you bgtu saja??
    trus Key kok tiba tiba “gtu” sih sama Shin You,,apa key salah liat atau salah dengar (?)..

    makin seru aja nih,,,aku harap sequel slanjutnya nasib Minho gk semalang ini u,u,,

  5. Hehe.. smuanya jadi simpatisan sama Minho ya? Apa terlalu malang nasibnya? Wkwk.. 😀
    Iya. Key salah lihat. Dikirnya Shin You itu Hyeo So. Lagian Key langsung nyosor aja ngga pake liat dulu malah.

    Okey. Tungguin terus part selanjutnya yaa.. 🙂

  6. YAAA!!! key!!! kenapa aku cium2 shin you?? kamukan milikkuuu*eaaa :D. waaa konfliknya mulai terasa nih kayaknya. keren keren!!

  7. Ooh eonni aku PEEENAAAASAAARAAAN sama kelanjutannya (۳‾̩̩͡Д‾̩̩͡)۳
    Aku harus cepat2 baca part selanjutnya (҂’̀O’́)9

  8. Omo! Key!!!! apa yg kau lakukan?
    Shinyou!!! kau salah paham
    Minhoo!!! sini sama aku aja *plakkk #digebukin flames
    aargghh aku ga tau msti ngomong apa hwaa eottokhae?!
    Jinki-yurra-nhaena, rasanya ada yg mngganjal, knp Yurra sering menangis? wae?
    & kim hyun sae? aku penasaran ma dia
    okey next part!!

  9. ige mwoya???
    key ya, apa apaan kau???
    kasian minho deh…
    siapa gadis yg nangis d ‘atas’ jonghyun yaa? kkk
    onew smgat buat dptin nhaenna…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s