Jajangmyeon Kiss

Title                 : Jajangmyeon Kiss

Author              : Kim Nara

Beta Reader     : Neni

Main Cast         : Lee Jinki, Yoon Insa (OC)

Length              : Oneshot

Genre               : Romance

Rating              : G

A/N                  : Annyeonghaseyo… Ini oneshot kedua yang aku kirim ke sini. FF ini muncul dari obrolan gak waras di malam hari bersama Arin alias Choi Haerin di twitter. FF ini juga dipublish di wp pribadi aku. Oh iya terima kasih untuk KimHaesa yang menginspirasiku lewat FFnya yang berjudul My Lovely Guardian Angel. Kritik dan saran yang membangun diterima banget lho. Happy reading 🙂

JAJANGMYEON KISS

 

“AAAAA JINKI PABO!” Insa mengacak rambutnya karena merasa kesal dengan namja yang sedang duduk di hadapannya.

“Kalau aku pabo tidak mungkin nilaiku lebih tinggi darimu hahaha.” Bibir Jinki tidak henti-hentinya menyunggingkan angelic smilenya itu, yang Insa akui mampu meluluhkan hati yeoja yang melihatnya. Termasuk dirinya… –ups- apa yang sedang dipikirkannya sekarang?

“YA! Kau curaaaang. Kalau aku juga bertanya kepada yang sudah ujian terlebih dahulu pasti nilaiku lebih tinggi darimu!” Insa masih tidak terima dengan kekalahannya, ia merasa ini tidak adil.

Jinki melipat kedua tangannya di meja kemudian memajukan badannya, mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Insa. Gadis itu membelalakkan matanya sambil memundurkan badannya perlahan. Too close, too intense.. Ini tidak baik untuk jantungnya.

“Bukan curang, Sayang. Itu namanya strategi.” Ujar Jinki setengah berbisik dilengkapi dengan senyum miringnya yang justru membuatnya terlihat seksi di mata Insa. Yaampun Yoon Insa hentikan pikiran-pikiran anehmu itu! Omelnya dalam hati.

Lee Jinki dan Yoon Insa mulai bersahabat ketika mereka masih berstatus mahasiswa baru di Konkuk University. Jurusan yang sama membuat mereka sering sekelas dan menjadi semakin dekat. Persahabatan mereka itu sangat aneh karena mereka lebih sering terlihat bertengkar dan saling cela. Mereka pernah terlihat bertengkar hebat di kantin hanya karena Jinki dan Insa ingin duduk di tempat yang berbeda padahal mereka harus menyelesaikan tugas bersama, benar-benar tidak penting. Tapi anehnya semenit kemudian mereka akan tertawa-tawa seperti tidak terjadi apa-apa.

Sudah banyak yang menyarankan mereka untuk berpacaran saja karena mereka sangat cocok. Yoon Insa merupakan mahasiswi yang aktif di klub fotografi sedangkan Lee Jinki aktif di klub pecinta alam. Meski mereka sering bertengkar tapi sesungguhnya mereka saling mendukung. Insa suka sekali menjadikan Jinki sebagai objek fotonya ketika namja itu sedang latihan wall climbing, membaca buku atau sedang tertidur. Insa bahkan pernah ikut ketika klub pecinta alam melakukan pendakian ke salah satu gunung terkenal di Korea.

Pernah suatu ketika Insa ikut suatu perlombaan rally photo dan Jinki menunjukkan dukungannya dengan ikut datang dan membantu semua keperluan gadis itu sampai ke masalah makan dan minumnya. Insa juga selalu menjadi orang yang paling repot menyiapkan keperluan Jinki jika namja itu akan naik gunung dengan klub pecinta alamnya.

Mereka sudah sering digosipkan berpacaran tapi sejujurnya belum ada hubungan yang lebih di antara mereka selain hubungan persahabatan. Jika ditanya oleh temannya, mereka hanya akan mengulum senyum dan menjawab bahwa saat ini mereka hanya bersahabat. Mereka masih merasa nyaman dengan hubungan persahabatan yang mereka jalani sekarang.

Yang unik dari kedua orang itu adalah mereka sering sekali melakukan taruhan. Mereka pernah melakukan taruhan berapa banyak surat cinta yang akan mereka dapat ketika mereka sudah menginjak tingkat kedua. Mereka pernah juga melakukan taruhan berapa banyak orang yang menyapa mereka terlebih dulu dalam satu hari. Mereka bahkan pernah melakukan taruhan siapa diantara mereka yang bisa membuat dosen paling killer saat itu menghapal nama mereka. Sudah banyak taruhan yang pernah mereka lakukan. Dan sekarang mereka melakukan taruhan siapa yang mendapat nilai lebih bagus untuk ujian satu mata kuliah yang sejak dulu menjadi mata kuliah yang terbilang sulit.

Insa mengerucutkan bibirnya karena kesal. Dari semua taruhan yang pernah ia lakukan bersama Jinki, ia hanya dua kali menang dan selebihnya namja dengan gigi kelinci itu yang memenangkannya. Hadiah untuk pemenangnya memang tidak berlebihan. Kadang mereka hanya mempertaruhkan satu mangkuk patbingsu, menonton film bagus yang sedang diputar di bioskop atau hanya sekedar makan siang. Bukan sesuatu hal yang heboh dan besar.

“Ah molla! Aku kesal kau curang!” Insa berdiri dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Jinki yang menatapnya heran.

Jinki pun segera berlari mengejar Insa dan mensejajarkan langkahnya dengan gadis itu. “Hei, kau sedang PMS ya? Kenapa marah begitu?”

“Jangan ganggu aku Lee Jinki! Kau curang dan aku tidak terima. Sudah berapa kali kau menang taruhan? Harusnya kali ini aku bisa menang darimu.” Insa mempercepat langkahnya, berharap agar Jinki tidak mengikutinya lagi.

Jinki melirik counter es krim yang dilewatinya kemudian menghentikan langkahnya. “Nyatanya aku yang menang kan? Kau tetap harus mengabulkan permintaanku!” Jinki berteriak kepada Insa yang semakin menjauh.

Insa berhenti sejenak kemudian balas berteriak. “TIDAK AKAN! Merong~” Lengkap dengan juluran lidah yang ia berikan untuk Jinki. Sungguh ia sangat kesal dengan Jinki, dia curang sekali kali ini.

Jinki tersenyum saja melihat tingkah kekanakan sahabatnya itu. Ia pun menghampiri counter es krim yang ada di cafetaria kampusnya kemudian mengambil satu es krim dengan rasa green tea untuk Insa dan satunya lagi rasa vanilla untuk dirinya. Jinki sudah hapal sekali dengan es krim kesukaan Insa. Setelah membayarnya, Jinki pun melangkahkan kakinya menuju suatu tempat yang sering mereka kunjungi berdua. Ia yakin Insa sedang berada di sana, bersandar di bawah pohon dan meluruskan kakinya, mendengarkan lagu dari ipodnya sambil memejamkan mata.

Tidak lama kemudian Jinki sampai di tempat itu. Insa sedang melakukan persis seperti apa yang Jinki bayangkan tadi. Tanpa ada rasa segan lagi, Jinki merebahkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di pangkuan Insa, membuat gadis ini sedikit terhenyak karena terkejut dengan kehadiran Jinki. Insa membuka matanya sejenak kemudian menutupnya kembali ketika ia melihat Jinkilah yang tidur di pangkuannya. Hal itu sudah biasa mereka lakukan.

Insa merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Ia membuka matanya lagi dan melihat sebuah es krim yang tersodor tepat di depan wajahnya. Sementara itu Jinki sudah menghisap es krimnya masih dengan posisi tidurnya.

Insa mengambil es krim itu kemudian berkata. “Kau ingin menyogokku? Huh tidak mempan.” Cibir Insa.

“Katanya tidak mempan, tapi es krimnya tetap diambil juga” Ejek Jinki. Ia tersenyum melihat gadis itu tetap mengambil es krim yang dibelikannya.

Kalau Insa sedang merajuk seperti ini, Jinki sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Tinggal membelikan gadis itu es krim dan setelahnya ia akan baik-baik saja. Seperti anak kecil saja. Tapi Jinki suka melihatnya… eh? Apa yang dipikirkannya?

Jinki ikut memejamkan matanya, mencoba mengenyahkan pikiran yang tidak-tidak itu. Namja itu merasakan Insa bergerak, dilihatnya gadis itu sedang melepaskan sebelah headset ipodnya kemudian mengambil ponselnya dan membaca sesuatu. Jinki masih memperhatikan raut wajah Insa yang sedikit tidak senang.

“Wae?”

“Kau tahu Lee Hyukjae Sunbae?” Insa menundukkan kepalanya untuk menatap Jinki yang masih betah tidur di pangkuannya.

“Tahu. Sunbae yang jago menari itu kan? Yang baru saja memenangkan kompetisi se-Korea itu? Kenapa dengannya?” Jinki meraih headset yang tidak dipakai oleh Insa kemudian memakaikannya ke telinganya sendiri. Hmm… lagu Jason Mraz dengan judul Lucky. Apakah itu akan menjadi ceritanya dengan Insa?

Insa menghela napas kemudian berkata pelan. “Belakangan ini dia sering menghubungiku. Mengajak makanlah, nontonlah, jalan-jalanlah. Aku tidak enak selalu menolak ajakannya jadi kemarin aku pun pergi makan siang dengannya. Tapi tanpa disangka dia… mengutarakan perasaannya padaku.”

“MWO?!” Jinki terkejut bukan main hingga terbangun dari posisi berbaringnya kemudian duduk menghadap Insa dengan mata yang terbelalak, meski tidak terlalu ketara karena matanya yang sipit itu. Yang jelas Jinki kaget sekali dengan apa yang baru saja Insa ceritakan.

“Reaksimu berlebihan, Tuan Lee.” Insa menatap Jinki dengan malas, sudah terbiasa dengan ke-sangtae-an Jinki.

“Ani. Lalu jawabanmu apa?” Jinki masih memperlihatkan minat yang begitu besar terhadap cerita Insa ini.

“Molla, aku bingung.” Insa mengangkat bahunya sambil menyentuh-nyetuh layar ipodnya.

Jinki mengerutkan keningnya. “Kenapa bingung? Berarti ada peluang kau akan menerimanya?”

“Ih ada apa denganmu? Kenapa jadi banyak tanya begini? Biasanya kau tidak ambil pusing dengan kehidupan percintaanku.” Insa menatap Jinki seakan ia adalah makhluk langka di bumi ini. Karena memang tingkahnya aneh sekali.

“Cih kehidupan percintaan apa? Selama aku mengenalmu bahkan kau belum pernah menerima satu pun laki-laki yang mengutarakan perasaannya padamu.” Ejek Jinki.

Insa memandang Jinki dengan tajam kemudian berkata. “Baiklah kalau begitu aku akan menerima Hyukjae Sunbae agar kau tidak bisa mengejekku lagi.”

“ANDWAE!” Jinki langsung berteriak sangat kencang ketika mendengar pernyataan Insa tersebut.

“ADUH! Kenapa kau berteriak di kupingku?” Insa memandang marah ke arah namja yang sedang menatapnya cemas. Tapi kemudian gadis itu menyunggingkan senyum kecil. “Kau cemburu ya?” Ujarnya sambil menyikut lengan Jinki pelan.

“M-mworago? A-aku tidak cemburu. Tapi aku hanya ingin.. hmm.. ingin menyelamatkanmu dari playboy itu. Kau tidak tahu gosip yang beredar bahwa ia seorang playboy?” Jinki berbicara dengan terbata-bata dan itu sudah menjadi kebiasaannya jika ia merasa gugup. Oh ayolah, kenapa tidak mengaku saja kalau ia cemburu? Belakangan ini entah kenapa Jinki merasa tidak suka jika ada namja lain yang mengutarakan perasaannya pada Insa, padahal dulu tidak begitu. Malah dulu ia cenderung tidak peduli.

“Hahaha kau cemburu! Sudahlah akui saja. Aku sangat kenal kau.” Insa mendorong pelan pipi Jinki. “Iya, aku tidak akan menerimanya. Aku juga tidak yakin dia serius padaku.”

Refleks. Jinki menghela napas lega saat ia tahu bahwa Insa tidak akan menerima Hyukjae menjadi pacarnya. Sebenarnya Jinki belum tahu pasti kenapa ia merasa cemburu jika ada yang mendekati Insa. Ralat, ia tahu kenapa ia cemburu. Itu karena ia sudah mulai jatuh cinta dengan Insa, mungkin sebenarnya sudah dari dulu tapi ia baru menyadarinya belakangan ini. Ia pikir rasa itu bukan sesuatu yang istimewa, mungkin hanya karena ia merasa nyaman berada di dekat gadis itu. Sampai 15 menit yang lalu pun Jinki belum menemukan alasan yang tepat untuk merubah status persahabatan mereka menjadi pacaran. Tapi sepertinya kali ini ia menemukan alasan yang benar-benar tepat untuk membuat yeoja itu menjadi miliknya.

“Hei, kau melamun.” Insa mengguncangkan tubuh Jinki dengan pelan.

Jinki menatap mata Insa dengan serius. “Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Insa merasa Jinki akan membicarakan sesuatu yang sangat serius ketika ia melihat ke dalam manik mata namja itu. Tiba-tiba jantung Insa berdegup dengan tidak wajar. Apa sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Jinki berhubungan dengan.. perasaan? Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran Insa.

“Sejujurnya.. aku sudah lama menantikan saat-saat seperti ini…” Jinki berhenti sejenak kemudian membetulkan posisi duduknya. Ia menarik Insa sehingga kini mereka duduk berhadap-hadapan. Lutut mereka saling bersentuhan.

Kerongkongan Insa terasa kering. Gadis itu terlihat menelan ludahnya. “Saat-saat apa?” Tanyanya pelan.

Jinki mendekatkan bibirnya ke telinga Insa hingga Insa dapat merasakan hembusan napas hangat namja itu menyapu lehernya. “Aku men…”

Sial, kenapa Jinki berhenti? Menggantung kalimatnya begitu saja. Men.. apa? Gerutu Insa dalam hati. karena sungguh saat ini jantungnya berdegup terlalu kencang hingga ia pikir jantung itu akan keluar sendiri dari rongga dadanya.

“Aku menunggu kau mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Tapi kenapa kau tidak mengucapkannya juga?” Bisik Jinki di telinga Insa.

“HYAAAAAAAAA JINKI PABO! Kau ingin membuatku mati karena serangan jantung, hah?!” Insa mendorong tubuh Jinki hingga namja itu terjerembab ke belakang.

“HAHAHAHAHA.” Tawa Jinki meledak begitu saja. Ia meringkuk sambil memegang perutnya. Sedangkan Insa menatap tajam ke arah namja itu sambil memegangi dadanya, berusaha meredakan degup jantungnya yang masih tidak stabil.

Setelah tawanya mereda, Jinki duduk kemudian menyeka matanya yang berair karena tertawa. “Serius. Kau lupa hari ini ulang tahunku?”

Ya, dia lupa. Semalam ia terlalu sibuk memikirkan hasil ujian yang akan keluar hari ini. Ia sudah belajar mati-matian supaya bisa mendapatkan nilai bagus, ani, untuk memenangkan taruhannya kali ini. Jadi ia benar-benar lupa.

Insa menggigit bibirnya sambil melemparkan tatapan memohon pengertian kepada Jinki. Sesungguhnya namja itu tidak akan marah jika Insa tidak mengingat ulang tahunnya karena ia juga akan lupa jika Eommanya tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya tadi pagi.

“Traktir aku ya? Aku ingin jajangmyeon.” Kata Jinki dengan senyum super manis yang hampir saja membuat Insa mencium namja itu jika ia tidak mengendalikan dirinya.

***

“Aku. Tidak. Mau.” Insa mengucapkan kata itu dengan penuh penekanan.

“Ayolaaaah.. kalau kita ikut acara itu, kau tidak perlu mengeluarkan uang untuk mentraktirku makan jajangmyeon.”

“Dengar ya, Lee Jinki-ssi. Aku masih sanggup untuk membeli dua mangkuk jajangmyeon. Bahkan sepuluh mangkuk pun aku sanggup. Sudahlah kita tidak usah ikut acara itu, kita beli saja.” Insa malas sekali menanggapi Jinki yang mulai aneh-aneh seperti ini.

“Ini akan menjadi pengalaman seru Yoon Insa. Sekali saja mencoba apa salahnya. Lagipula hadiahnya lumayan lho dapat VIP Card untuk makan sepuasnya di kedai itu selama sebulan.” Jinki masih mencoba membujuk Insa untuk ikut lomba makan jajangmyeon itu. Yah bagaimana tidak? Selain ayam, Jinki juga suka sekali makan jajangmyeon.

“Ish tidak mau Jinki.” Insa masih tetap pada pendiriannya. Menurutnya itu sungguh memalukan.

“Ini kan hari ulang tahunku, seharusnya kau menuruti semua keinginanku karena kau melupakannya. Jebal Insa-yaa~” Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya.

“Cih kau sedang merayuku?”

“Lalu apa kau terkena rayuanku?” Jinki kembali menegakkan badannya yang semula dibungkukkan.

Insa mendorong pelan bahu Jinki menggunakan dua jarinya. “Dasar sangtae!”

Gadis itu melangkah masuk ke kedai jajangmyeon yang sudah ramai itu. “Cepat masuk! Sebelum aku berubah pikiran!” Ujarnya ketus kepada Jinki yang masih mematung di luar kedai.

Setelah mendaftarkan diri, mereka pun duduk berhadap-hadapan dengan meja kecil berbentuk bundar di tengahnya. Di atas meja itu sudah terdapat semangkuk besar jajangmyeon.

“Bagaimana bisa kita menghabiskan ini jajangmyeon sebanyak ini? Aku tidak mungkin kuat.” Bisik Insa pada Jinki.

“Tenang saja, ada aku.” Kata Jinki penuh percaya diri.

PRIIIIT

Lomba pun dimulai. Insa hampir tersedak jajangmyeon melihat usaha keras Jinki atau… melihat nafsu makan Jinki yang besar? Insa kembali berkonsentrasi untuk memakan jajangmyeon itu semampunya. Kalah saat lomba makan jajangmyeon sama sekali tidak ada dalam kamus hidupnya.

Mangkuk milik Jinki dan Insa sudah hampir kosong. Jinki lebih banyak menghabiskan jajangmyeon daripada Insa. Meski sudah kenyang sekali, Insa tetap membantu Jinki makan jajangmyeon yang tersisa sedikit demi sedikit. Tanpa sadar Insa memajukan badannya sehingga wajahnya terlalu dekat dengan Jinki. Ketika tersadar, keduanya sama-sama terkejut dan saling menatap satu sama lain.

“Yak! Sepuluh detik lagi. Mari kita hitung mundur bersama-sama. Sepuluh, Sembilan, delapan…”

Suara MC menyadarkan Jinki dan Insa. Tanpa berpikir lagi mereka pun segera memakan jajangmyeon yang tersisa. Ternyata mie yang dimakan oleh Jinki dan Insa adalah satu lembar mie, ujung yang satu dimakan Jinki sedangkan ujung yang lain di makan Insa. Mereka baru sadar mereka memakan satu lembar mie yang sama ketika wajah mereka semakin mendekat. Insa dan Jinki menghentikan aktivitas mereka sejenak.

Mereka sama-sama melebarkan matanya, terlihat sama-sama terkejut. Tapi countdown yang dilakukan MC membuat Jinki mendapatkan kesadarannya kembali. Namja itu bangkit setengah berdiri kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Insa, diraihnya tengkuk Insa kemudian ia menyapu bibir gadis itu dengan perlahan sambil membersihkan bumbu jajangmyeon yang menempel di sana. Tindakannya itu diakhiri dengan senyum manis yang sukses membuat Insa mematung di tempat.

Namja yang bertindak sebagai MC dan penonton sempat melebarkan matanya karena terkejut melihat kejadian di hadapannya. Namun MC itu dengan sigap segera merangkul Jinki dan Insa lalu berkata bahwa pasangan inilah yang memenangkan lomba makan jajangmyeon.

Penonton bersorak sorai dan bertepuk tangan, mereka berpikir lumayan juga dapat tontonan yang romantis. Jinki membungkuk kepada semua orang yang hadir sambil tersenyum manis sedangkan Insa masih mematung di tempat duduknya. Belum menemukan kesadarannya kembali.

***

BLETAK.

“Aw appo!” Jinki mengusap-usap kepalanya yang dijitak oleh Insa. “Kau ini kenapa sih? Bukannya senang tidak mengeluarkan uang untuk mentraktirku dan juga menang lomba, malah memukulku begini.”

“Kau pikir tadi kau melakukan apa, hah?” ujar Insa galak sambil mendelik kepada Jinki.

“Aku melakukan usaha yang maksimal agar kita menang.” Jinki mengangkat bahunya dan berkata dengan acuh tak acuh.

“YA! Tadi kau men… tadi kau menciumku.” Insa menyentuh bibirnya perlahan ketika mengingat kejadian tadi.

“Aku hanya membersihkan sisa bumbu yang menempel di bibirmu kok.”

Insa meninju keras lengan Jinki kemudian berkata dengan emosi. “Itu first kiss ku, Jinki sialan!”

“Aw! Jangan memukulku terus bisa tidak?” kali ini Jinki mengusap-usap lengannya yang terasa sakit. “Lagi pula untuk apa dipikirkan, toh second, third, fourth, fifth kiss mu akan dilakukan bersamaku.”

Insa yang sudah berjalan lebih dulu di depan Jinki pun menghentikan langkahnya seketika. Ia berbalik dan menatap Jinki heran. “Mwo rago?”

Jinki berjalan menghampiri Insa kemudian menautkan jari gadis itu dengan jarinya. Insa hanya mengamati bagaimana Jinki meraih tangannya dengan lembut. Kemudian Jinki menatap langsung ke mata Insa, seperti ingin mengatakan sesuatu yang serius dan romantis.

Sedetik kemudian ia memamerkan gigi kelincinya hingga matanya itu menghilang kemudian berkata dengan lantang. “Ayo kita pacaran.”

“Kau mengutarakan perasaan padaku? Aigooo sangat tidak romantis.” Insa menatap takjub namja di hadapan ini.

“Ah, sungguh itu bukan gayaku. Aku paling tidak bisa memberikan gombalan-gombalan romantis kepada yeoja. Yang penting kau tidak menolak kan?” Jinki bertanya kepada gadis yang tangannya sedang digenggamnya ini dengan percaya diri.

Insa mengangkat bahunya dengan santai. “Rasanya tidak buruk berpacaran denganmu.”

“Baiklah. Sekarang kau milikku.” Jinki tersenyum sebelum akhirnya menarik Insa ke pelukannya. Lagi-lagi Insa mematung dengan tindakan spontan dari Jinki, tapi kemudian ia tersenyum dan membalas pelukan hangat namja itu. Hmmm.. ia selalu suka aroma tubuh Jinki. Meski memberikan pelukan sudah biasa mereka lakukan tapi pelukan kali ini rasanya berbeda.

Jinki melepas pelukannya kemudian mencium kening Insa dengan lembut. Insa melihat tatapan Jinki terkunci pada bibirnya. Tanpa sadar Insa menggigit bibirnya karena grogi, membuat Jinki menelan ludahnya karena tenggorokan yang terasa mengering. Sementara Jinki semakin mendekatkan wajahnya, Insa pun mulai menutup matanya. Cukup lama Insa menutup matanya tapi ia tidak merasakan apa pun.

Hening.

“Hmm Insa-ya~, mau makan jajangmyeon semangkuk berdua lagi?”

“YA LEE JINKI!”

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

71 thoughts on “Jajangmyeon Kiss”

    1. Fiuh untung gak kelewat tadi liat twitter SF3SI di timeline, jadinya tahu kalo FFku udah publish hehehe.

      Dan berakhir sangtae *nods* hahaha. Terima kasih ya udah bersedia meluangkan waktu untuk baca dan meninggalkan comment ^^

    1. Apa harusnya aku tambahin genre comedy ya? fufufufufu abisnya waktu bikin ini mindsetnya sama sekali bukan untuk comedy. Gak nyangka ternyata malah rada kocak. Makasih udah baca dan comment 😉

  1. Jinki, Jinki dia memang engga romantis tapi dia berusaha semampunya

    ngomong2 aku baca senyum baca FF ni.. aku baca lagi sakit diam2 buka laptop trus baca ni FF. trus jajangmyeon itu apa? sama kayak ramyeon kah?

    1. Kamu lagi sakit? Sakit apa? Ya ampun sampe diem-diem gitu buka laptop terus baca FFku ini. Aku terharu, makasih lho ya :”) Semoga kamu cepet sembuh~~

      Jajangmyeon itu beda sama ramyeon. Ramyeon kan kaya mie instan yang berkuah biasa kalo di Indonesia mah. Nah kalo jajangmyeon itu hmm… kaya mie yamin kali ya kalo mau disama-samain hehehe. Jadi jajangmyeon ini pake saus namanya saus Chunjang, warnanya hitam begitu makanya jajangmyeon sering disebut mie hitam (world.kbs.co.kr)

      1. aku sakit batuk, pilek ama demam. ga berat amat sih..

        aah, mie hitam ga salah udah pernah denger.. jadi pingin coba

  2. So sweet bangeet. Aku suka cara nembaknya Jinki: “ayo kita pacaran” gak pake basa-basi langsung to the point. Menurutku itu keren banget 😀 Walaupun udah nebak sih gimana cara mereka kissingnya, nyehehe :p

    Suka sukaa. Nice ff ^^

  3. apa ini ?! Apaaaaa~
    ya ampun Jinki ku jadi sweet banget gitu. kok malah melting baca ini.
    nanti kalo ak k korea bakalan kugunain taktik jajangmyeon kiss ini biar dapat bibir Jinki. huahahaha
    kerenlah, kapan” bikin casty jadi ak aja yah. =D

  4. Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya—bagian ini, masyaallah, aku Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya—bagian ini, masyaallah, aku Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya—bagian ini, masyaallah, aku Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya—bagian ini, masyaallah, aku melting!!
    Onni, ini fluffy kebangetan, bikin mupeng 😀
    Itu la

    1. demi apa komenku aneh.. Kepotong2 😦
      Mksud aku gini kak,

      Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya—bagian ini, masyaallah, aku melting!!
      Onni, ini fluffy kebangetan, bikin mupeng 😀
      Itu laguny pas bgt, lucky, pernah di nyanyiin Onew pula!
      Onni, bikin lagi yg seperti ini yah, lumayan bgt jd tempat kabur dari tumpukan makalah 😀

      1. Ayaaa, sungguh aku ngakak pas baca komen kamu yang sempet error itu hahaha. Fluffy juga yak ini? Kirain rada comedy gitu soalnya komen yang atas pada bilang kocak malah hahaha. Campur-campur kali ya *apa sih*
        Makasih Aya, udah baca dan comment hehehe

        1. komedi kok kak, tapi di bagian cara Jinki nembak itu loh menurutku yg bikin komedi. hehe… tetep deh, FFnya kak Nandits oke-oke! *kasih jempol bareng Onew 😀

  5. Jinki menangkupkan tangannya seperti memohon sambil menyunggingkan senyum manis dan mengedip-ngedipkan matanya—bagian ini, masyaallah, aku melting!!
    Onni, ini fluffy kebangetan, bikin mupeng 😀
    Itu laguny pas bgt, lucky, pernah di nyanyiin Onew pula!
    Onni, bikin lagi yg seperti ini yah, lumayan bgt jd tempat kabur dari tumpukan makalah 😀

  6. AIGOOOO AIGOOO sumpah deh thor aku meleleh bangeeeet baca ffnyaaaa! XD parah aku ngebayangin gimana rasanya pasti seneeng banget! Dari sahabatannya aja udah ramee terus pacaran kyaa romantis banget. Ayoayo thor di tunggu ff yang lain 😉

    1. kekekekekeke padahal Jinkinya gak bisa romantis ya, tapi kita yang baca (dan bikin hehe) bilang ini romantis :p
      Hehehehe makasih yaa udah baca dan comment 🙂

    1. Masuk komedi kah? Kekekekeke aku ragu soalnya mau nyantumin genre comedy takutnya malah garing hehe. Syukur deh kalau cukup kerasa komedinya.
      Makasih yaa udah baca dan comment 🙂

  7. Hahahaha….itu endingnya bikin ngakak…
    Udh romantis2 jg, eh mlh ngajakin makan…
    Jinki nya mau poppo pke jajangmyun lg tuhhh….hahahaha..
    Romantisnya versi jinki ga jauh dr sangtae…kekekkkk

    crt nya ringan n ngalir, baca nya jd enak n ga berasa, tiba2 udh end aja…
    Keep writing…n hwaiting

  8. authoorr,
    aku baca ff ini jadi senyum2 sendiri >,<
    wktu adegan Insa sama jinki, T.T aku jadi ikut deg2an T.T huhu.. jjang..
    lanjutkan thor ^^

  9. Huahahahha Jinki manusia cerdas!!!
    Lucu banget Jinkinyaa:'( kaya anak uciilll. Aku suka tiap author nyebut “gigi kelinci”nya Jinki gituu. Iiwww anak uciill:3:3
    Kayanya Jinki lebih cocok ngutarain perasaannya gini yaa wkwkw lucu tapi suitable gitu. Ngena banget lagi fufufu~
    Keren keren keren keren!:D

  10. Jinki sweet banget di sini..
    Gak perlu romantis deh buat bikin yeoja meleleh,jinki punya jurus sendiri, yaitu ke-sangtae-annya 🙂
    Keren ff-nya,suka banget cara ngegambarin jinki di sini walopun agak susah bayangin jinki jd anak pecinta alam hahaha
    Bikin ff kaya gini lg thor, keren!!

    1. hehehe ini sungguhan cuma karena liat foto Jinki di airport yang pake sweater sleeveless berhoodie gitu (bisa bayangin gak?) warna abu dan dia bawa backpack. mana ototnya keliatan, oke banget pula. bukan kaya Jinki seperti biasa deh. itu aku langsung ngebayang dia anak pecinta alam gitu baru pulang naik gunung LOL.
      terima kasih yaaa sudah membaca dan memberi komentar ^^

  11. annyeong aku reader baru. azizah imnida. *bow*. slm kenal :-):-)

    ffx keren. cieh onew suit*. *nyenggolonew*
    untung sih insax ngga diambil ama si eunhyuk. hahahaha

    keren keren. keep writing thor. :-):-) ^^

    1. halo salam kenal juga 🙂
      reader baru di SF3SI?? selamat datang yaaaa di sini. kalau mau ngubek-ngubek silahkan buka Library-nya, dijamin gak pusing hehehehe.
      makasih yaaaa udah baca dan comment ^^

  12. yaa.. kok udahan?? nanggung tuh thor.. harusnya td dilanjutin dulu baru end, hahaha
    pasangan ini unyu2 sekali sih…
    onew oppa.. saranghae..

  13. huuaaaa… jinkiiiii…
    kreatip bgt ni bkin adegan kissingnya pas makan mie
    ayo bkin ff yg castny bang onyu lagiii

  14. Nice FF thor:D ceritanya masuk bgt wkwk. Jinki ku wataknya passs~
    Keep writing yaakk. Moga selanjutnya bikin ff dengan cast nya aku sama jinki kekeke

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s