Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 1

Naega Saranghae “Our Marriage” – Story 1

– Author :

Papillon Lynx, @fb: Saika Kurosaki

– Casts :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Jung Eunji APink
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Kim So Eun
  • Kim Kibum aka Key SHINee
  • Lee Jinki SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Son Naeun APink
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Kim Taeyeon SNSD

– Genre :

  • Romance
  • Sad
  • Life
  • Teen
  • Friendship
  • Marriage Life

– Length :

Sequel

– Rating :

PG-13 until PG-16

Summary :

Our marriage was a mistake. However, what if love begins to grow between us over time? We don’t know. But, if that happens, as much as possible I will continue to maintain our beautiful love.

Annyeong annyeong annyeong!! ^^ Akhirnya aku bisa balik bawa ff baru ini. Gimana? Ada yang udah bisa nebak ceritanya? Hehe.. Penasaran? Oke deh, ini story 1 nya. Semoga menghibur. Happy reading and don’t forgeto give your comments.. 😉

NOTE :

KATA-KATA YANG BERCETAK miring ADALAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN OLEH KARAKTER DALAM HATI DAN BAHASA ASING (KOREA DAN INGGRIS) YANG DIGUNAKAN DEMI KEPERLUAN ALUR CERITA

ALL POV IS AUTHOR’S POV

FLASHBACK

@@@

“Andwae! Andwaeee!!!

CKIIITT..!!!

BRAAAAKKK!!

“Aaaaaaaaahhhhh…!!!”

@@@

SEORANG namja berlari melewati koridor demi koridor rumah sakit dengan tergesa-gesa hingga sesekali ia menabrak tubuh orang-orang yang berpapasan dengannya. Orang-orang itu mengumpatnya. Namun hanya seperti angin lalu, namja itu menghiraukannya.

Keningnya terlihat basah karena keringat yang berucuran dan wajahnya tampak pucat. Ia sadar, badannya bergetar dan ternggorokannya tercekat begitu ia menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu ruangan bertuliskan Emergency Room. Seketika perasaan takut, cemas dan kalut menghampiri dirinya. Dan tak terasa air matanya jatuh begitu saja saat badannya limbung dan terduduk di bangku panjang yang untung saja berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

CKLEK!
Tangis namja itu seketika terhenti. Kepalanya yang semula menunduk dalam pun akhirnya mendongak dan kedua matanya menangkap sesosok namja paruh baya berjas putih yang kini sedang menatapnya dengan tatapan bertanya.

“Nan Kim Jonghyun imnida.” Akunya seolah bisa membaca pikiran namja di hadapannya yang ia yakini adalah seorang Uisa. Namja bernama Kim Jonghyun itu bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Uisa. “Aku anak pertama.” Tambahnya cepat. “Bagaimana keadaan mereka, Uisa??” tanya Jonghyun dengan kedua mata yang melebar. Ia berharap hanya jawaban positif yang akan ia dengar. Bukan sebaliknya.

Uisa berjas putih itu pun mendesah. Sepertinya terasa berat baginya untuk berkata jujur. Uisa itu diam sesaat. Dan itu semakin menyiksa Jonghyun.

“Katakan padaku!! Bagaimana keadaan mereka?!!” seru Jonghyun yang mulai tak bisa menunggu lagi. Bahkan sedetik saja ia tak mampu. Ia begitu khawatir. Dan karena tangisnya yang kian menjadi, ia mulai merasa sesak.

“Jwesonghamnida, Jonghyun-ssi. Kedua orangtua anda tak bisa kami selamatkan.” Datar dan lirih Uisa itu menjawab pertanyaan Jonghyun. Inilah bagian terberat bagi seorang Uisa ketika harus berkata jujur dan kejujuran itu akan membuat keluarga pasien yang berharap banyak darinya menjadi terpukul. Seperti halnya dengan Jonghyun. Kedua lututnya mendadak lemas. Jonghyun ambruk dan berlutut di hadapan Uisa itu. Jonghyun mencengkeram kedua tangan namja paruh baya itu kuat-kuat.

“Lalu.. Bagaimana dengan adikku?? Apakah.. Apakah.. Ia juga..” Jonghyun tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia tak bisa membayangkan jika adik semata wayang sekaligus yeoja yang selama ini memiliki hatinya itu juga pergi meninggalkannya. Kehilangan kedua orangtua yang sangat disayangi saja rasanya sudah seperti dihempaskan ke dalam jurang yang terjal. Ia tak tahu bagaimana ia harus menjalani hidup tanpa kedua orangtua di sampingnya. Dan kali ini, harapan terakhirnya adalah adiknya. Cintanya. Ya, semoga.

“Tenanglah, Jonghyun-ssi. Adik anda dapat kami selamatkan.” Uisa itu membantu Jonghyun untuk bangkit berdiri. Kedua mata Jonghyun berbinar. Meskipun masih merasa sedih karena kepergian orangtuanya, namun Tuhan masih memberi kesempatan pada adiknya untuk tetap hidup bersamanya di dunia. Dan itu membuat Jonghyun sangat bersyukur. “Keundae, kecelakaan itu membuat salah katu kaki adik Anda mengalami kelumpuhan permanen. Mianhamnida..”

FLASHBACK END

@@@

SEMINGGU SEBELUMNYA…

MINHO duduk termenung di bangkunya ketika jam istirahat di sekolah sedang berlangsung. Angin semilir yang berhembus rendah dari jendela di sampingnya yang terbuka, menyibakkan anak rambut panjangnya perlahan. Pandangannya terpaku pada sesosok yeoja yang sedang bercengkerama dengan diselingi gelak tawa bersama teman-temannya di dekat pintu kelas. Minho tersenyum seraya terus memperhatikan setiap gerak-gerik yeoja berambut hitam lurus itu seakan ia tak ingin sedetikpun melewatkannya. Dan Minho bersyukur, sudah selama tiga tahun ini ia terus memperhatikan yeoja itu namun yeoja itu tak pernah menyadarinya. Ia tak ingin yeoja itu tahu dan merasa terganggu karena sikapnya. Bagi Minho, memandangi wajahnya saja sudah cukup. Ia tak berpikir untuk lebih dari itu.

“Hei, hei, hei..” sebuah suara tenor membuat Minho mengalihkan pandangannya. Minho tersenyum setelah pemilik suara itu menepuk bahunya dan duduk di sampingnya. “Seperti biasa. Pangeran Minho hanya bisa memandangi sang Putri dari kejauhan saja.” Goda pemilik suara itu sambil merangkul bahu Minho. Minho tertawa renyah.

“Berhenti memanggilku ‘Pangeran’, Kibum-ah..” balas Minho dengan senyuman manisnya seraya menyingkirkan lengan tangan namja di sampingnya yang merangkul bahunya bak seorang kekasih. Minho tak ingin gossip saling menyukai antara ia dan namja yang duduk di sampingnya ini semakin memanas di kalangan para siswa namja sekolahnya. Terutama di kalangan para siswa yang tak menyukai keberadaan mereka-tepatnya ketampanan dan kepopuleran mereka.

“Ya! Minho-ah.. Sudah kukatakan berapa kali padamu? Jangan memanggilku seperti itu. Just call me Key. Itu namaku. Arrasseo??” Minho terkekeh melihat ekspresi lucu namja yang mengaku bernama Key itu. Minho tahu, itu adalah kelemahan namja bernama Kim Kibum ini. Alasan mengapa Key mengubah namanya yang semula Kibum menjadi Key adalah karena saat upacara penerimaan murid baru dulu, seorang guru memanggil nama Kibum di lapangan dan muncul dua Kibum di sana. Dan itu membuat Key malu karena namja yang bernama sama dengannya adalah seorang namja yang berkepribadian yeoja. Otomatis, sejak saat itu Key seolah membenci nama aslinya. Dan menciptakan nama baru untuknya.

“Arrasseo. Jadi kita sepakat. Kau juga jangan memanggilku dengan sebutan seperti tadi lagi.” Key mengalah. Dan ia mengangguk malas menanggapinya. Suasana hening sesaat di antara mereka berdua. Key mulai sibuk dengan ponselnya dan Minho kembali memperhatikan yeoja itu lagi. Ketika Key mengangkat wajahnya, Key memergoki Minho lagi. Entah sudah ke berapa kalinya ia melihat Minho, sahabatnya, hanya bisa menyimpan rapat-rapat perasannya itu tanpa mau mengutarakannya. Key berdecak heran.

“Aigoo.. Sampai kapan kau hanya akan duduk manis dan melihatnya seperti ini? Apakah waktu selama tiga tahun itu tak cukup lama untuk memendam perasaanmu pada Presiden Siswa kita itu, huh??” cibir Key. Minho tersenyum. Ia salah tingkah. “Kau tidak takut, Han Nhaena, si Presiden Siswa Goojung High School itu, direbut oleh namja lain, hm??”

“Aniyo. Aku tulus menyukainya. Dan aku juga tidak heran jika banyak siswa di sini yang juga menyukainya. Karena dia memang manis dan sangat berwibawa. Dia anggun, dan juga pintar. Han Nhaena itu tipe ideal para namja, Key-ah..” Key bergidik ngeri ketika melihat Minho menyunggingkan senyumnya lagi.

“Jangan berkata sambil tersenyum seperti itu, Choi Minho. Kau terlihat seperti seorang yadong ahjussi sekarang.” Sudah menjadi kebiasaan Key untuk mencibir orang-orang di dekatnya. Itulah sebabnya Key tidak memiliki teman namja selain Minho di sekolah. Para siswa tidak menyukai Key dan menganggap Key sebagai seseorang yang angkuh karena ia selalu mendapat peringkat terbaik di Goojung High School setelah Minho dan seseorang yang tidak memikirkan perasaan orang lain karena kata-kata pedasnya. Hanya para siswi saja yang mau berdekatan dengan Key karena Key… Tampan. Ya, sama tampannya dengan Minho. Dan sudah barang tentu mereka digandrungi oleh banyak siswi di sekolah mereka. Namun hanya ada satu siswi yang bisa dengan leluasa berada di dekat mereka dan diakui keberadaannya oleh Minho dan Key. Siapakah dia?

“Mwo?! Yadong ahjusshi???” Minho memutar tubuhnya ke samping kanannya dan menatap Key dengan satu alisnya yang terangkat. “Sekarang jujurlah padaku, menurutmu apakah Han Nhaena itu bukanlah seorang yeoja yang menarik seperti yang telah aku katakan tadi padamu, hm?? Apa kau sama sekali tidak terpikat dengannya??” Minho menatap Key dengan penasaran. Sebenarnya, sudah dari dulu Minho ingin menanyakan hal seperti ini pada Key. Minho merasa sangsi jika Key sama sekali tak tertarik pada yeoja manapun seperti yang dulu pernah Key katakan ketika mereka berkenalan di upacara penerimaan murid baru, tiga tahun silam. Karena beberapa hari yang lalu, Minho sempat melihat Key bersama Han Yurra, kakak kandung Han Nhaena di taman sekolah dan tengah asyik mengobrol berdua saja. Tentu saja itu membuat Minho benar-benar penasaran sekaligus curiga.

Key mengangkat salah satu sudut bibirnya dan mencoba memperhatikan Nhaena-yeoja yang dari tadi selalu Minho sebut, dalam beberapa saat. “Aniyo. Han Nhaena itu.. Bukan tipeku. Dan aku-“

“Dan aku apa??” Minho memotong perkataan Key. “Kau ingin berkata kalau kau sudah tertarik dengan perempuan lain? Dan perempuan itu adalah Han Yurra-ssi, bukan?” Key tercenung. Ia tak menyangka Minho seperti bisa membaca pikirannya. Minho hanya menggeleng dan berdecak. “Bagaimana bisa kau tidak tertarik dengan Han Nhaena tapi kau justru menyukai kakaknya??” Wajah Key merona.

“Itu.. Masalah hati, Minho¬-ah.. Dan hatiku menjadi berdegup kencang hanya ketika aku sedang bersama Yurra Noona.” Jawab Key kalem.

DEGH!

Wajah Key yang merona ini baru pertama kali Minho lihat. Ia baru tahu, ternyata Key juga bisa menampakkan wajah seperti itu ketika sedang membicarakan seorang gadis. Minho mengangguk, menyetujui pendapat Key.

“Ne, arra, arra. Sekarang aku bisa menyimpulkan, kalau seorang Key hanya tertarik pada seorang yeoja yang lebih tua saja. Dan yeonsang (sebutan untuk yeoja yang lebih tua) beruntung itu adalah Han Yurra. Benar??” Key berusaha tenang meskipun wajahnya semakin memanas. Key tersenyum.

“Kau memang selalu mengerti aku, Choi Minho..”

@@@

OMO!! Omo!! Apa aku sedang bermimpi?! Ya, Tuhan.. Dia sedang melihatku! MELIHATKU! Ah, jangan sampai aku mimisan di sini. Aku sungguh tak percaya. Dia menatapku dengan kedua mata kucingnya itu. Han Nhaena, kau sungguh beruntung hari ini! Ne, beruntung! Lelaki pujaanmu sekarang sedang melihatmu. Tunggu, apakah dandananku berantakan?? Semoga tidak. Omo, omo! Dia tersenyum setelah melihatku. Aiish.. Sayangnya ia memberikan senyumnya untuk.. Ah, namja di sampingnya itu, siapa ya namanya? Choi.. Choi.. Choi Siwon? Ah, anni. Choi Siwon itu kan salah satu memberi Super Junior. Changkamman, Choi atau Cho? Cho Kyuhyun? Ah, bukan. Cho Kyuhyun itu kan seorang sunbae di sini. Aish, Han Nhaena kau pikun sekali sih. Masa teman sekelasmu saja tidak bisa kau ingat namanya?? Bagaimana jika orang-orang tahu kalau seorang Presiden Siswa mengingat nama teman sekelasnya saja tidak bisa?? Matilah kau, Han Nhaena. Image berwibawa nan anggun yang kau miliki akan hilang dalam sekejap. Ah, sudahlah lupakan. Tak penting dia itu siapa. Yang jelas, hari ini Key mau melihatku. Aku senang sekali.. ^^

Entah sudah berapa lama kedua sudut bibir mungil Nhaena membentuk sebuah garis lengkung ke atas. Rasa senangnya membuncah. Cinta dalam hati yang dipendamnya selama tiga tahun ini terhadap seorang Key sepertinya mulai ada perkembangan. Mungkin tepatnya, baru ada perkembangan. Meski itu sedikit, meski hanya dengan Key yang beberapa detik yang lalu memandanginya, itu sudah merupakan hal luar biasa bagi sejarah kisah percintaan Nhaena.

Nhaena mencoba mengalihkan tatapannya dari Key. Ia baru sadar, ia sedang mengobrol bersama teman-temannya sekarang. Dan ia tak ingin image perfect yang selama ini selalu ia jaga tercoreng hanya karena seorang Presiden Siswa yang anggun, berwibawa dan pintar yaitu dirinya, ketahuan memandangi seorang namja sampai tak bisa berkedip seperti itu. Nhaena pun kembali menyimak percakapan teman-temannya dengan sesekali mencuri pandang ke arah Key yang sedang asyik mengobrol dengan Minho. Choi Minho, namja yang tidak bisa ia ingat dengan baik namanya.

@@@

Suara dentingan piano yang mengalun lembut nan perlahan dari sebuah tape mengiringi tarian seorang yeoja di sebuah ruangan berlantai kayu yang luas dan berdindingkan kaca. Bayangan yeoja yang terpantul dari dinding kaca itu seolah menjadi temannya dalam menarikan sebuah tarian ballet.

Ia hanya sendiri. Ruangan itu pun tampak remang-remang karena hanya lampu kecil di langit-langit ruangan itu yang menyinarinya. Wajahnya sedikit pucat karena kelelahan. Dahinya pun sudah basah oleh peluhnya.

BRUK!

“Ah!” pekiknya mengisi ruangan itu sehingga menimbulkan suara gema. Ia terjatuh. Kedua kakinya tak bisa ia paksakan untuk terus menari setelah seharian ini ia berlatih demi perlombaan menari ballet minggu depan.

CTEK!

Yeoja itu tersentak ketika ruang latihan menari tempat dirinya berada sekarang menjadi terang. Bahkan sangat terang karena sekarang semua lampu yang ada telah menyala.

“Berhentilah memaksakan dirimu, Kim Shin You Agasshi..” sebuah suara tenor yang sangat dikenalnya menelusuri setiap inchi ruang dalam indera pendengarannya. Yeoja itu berusaha bangkit, namun tak bisa karena pergelangan kaki kirinya terasa kaku.

“Kau sama saja dengan melukai dirimu sendiri. Paboya!” Kali ini giliran sebuah suara berat yang didengarnya. Dan yeoja bernama Kim Shin You itu juga sangat mengenalnya.

Lalu, sedetik setelahnya, dua orang namja muncul di hadapannya. Kedua namja itu membantunya bangkit. Shin You tersenyum tanda berterima kasih.

“Ada apa kalian kemari? Bukankah ini sudah pukul..” Shin You melirik sebuah jam dinding yang tergantung di dinding sebelah kanannya. “.. sudah pukul 9 lewat? Kenapa kalian belum pulang juga? Hei, kalian lupa berhadap-hadapan dengan siapa sekarang? Aku, Kim Shin You, Ketua Bidang Kedisiplinan Goojung High School akan mencatat nama kalian di buku pelanggaran karena kalian masih berkeliaran di area sekolah malam-malam seperti ini tanpa tujuan yang jelas!!” kata Shin You tegas. Namun perkataan Shin You hanya disambut oleh kekehan keras kedua ¬namja yang masih memegangi kedua tangannya, takut yeoja itu masih belum bisa menopang berat tubuhnya sendiri.

“Seharusnya kami yang bertanya. Untuk apa kau masih berada di sini sampai semalam ini? Igeo, wajahmu sudah seperti mayat. Kkaja, kita pulang sekarang!” ajak Key.

“Andwae, Key-ah.. Aku masih harus latihan. Perlombaannya minggu depan. Aku-“

“Pulanglah..” sela Minho cepat. “Ahjussi, Ahjumma, dan Jonghyun Hyung pasti khawatir karena sampai sekarang kau belum pulang juga. Aku juga tidak ingin melihatmu sakit. Pulanglah.. Kau pasti akan memenangkan perlombaan itu.” Shin You tercenung. Dan Key membelalakan kedua matanya. Ia heran. Baru kali ini ia mendengar kata-kata perhatian yang Minho ucapkan untuk Shin You. Setelah sepuluh tahun mereka bertiga menjalin persahabatan, Minho dan Shin You selalu tidak pernah akur. Ada saja hal-hal yang bisa mereka ributkan. Tapi sekarang??

Key menahan tawanya. Minho melihat ekspresi Key itu dan mendelik kesal.

“Jangan salah paham dengan kata-kataku. Arrasseo?! Aku hanya tak ingin kau sakit dan aku tertular penyakitmu!” kata Minho cepat-cepat meralat ucapannya sendiri.

PLETAK!

“Ya! Neo wae irrae??” Sungut Minho sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit karena mendapat pukulan dari Shin You.

“Kau mencari masalah denganku, Choi Minho?! Arrasseo, aku akan pulang. Dasar, kalian benar-benar cerewet!” omel Shin You sambil membereskan tasnya dan melenggang pergi meninggalkan kedua sahabatnya di belakang.

“Cih, sepertinya dia sudah tidak apa-apa. Igeo, dia sudah bisa berjalan dengan normal. Kita pulang saja sekarang.” Kata Minho hendak membalikkan tubuh jangkungnya. Namun Key menahannya dengan mengenggam lengannya.

“Jika kau tidak ingin kita mati dibunuh oleh Jonghyun Hyung, lebih baik sekarang kita mengantarnya pulang sampai ke rumahnya dengan selamat. Kau tahu, inilah resiko menjalin persahabatan dengan yeodongsaeng seorang namja brother-complex seperti Jonghyun Hyung. Benar, bukan??” Minho menghela nafas panjang dan mereka berdua pun berjalan beriringan menyusul Shin You.

@@@

I’M COMING!!

Seorang yeoja dengan kaca mata hitam berframe tebal yang menghiasi wajah tirusnya tersenyum lebar ketika kedua kakinya melangkah melewati pintu keluar Seoul International Airport. Kedua tangannya ia renggangkan lebar-lebar ke samping tubuhnya dan ia menghirup dalam-dalam oksigen yang ada di sekitarnya. Kedua matanya terpejam. Ia mencoba merasakan hembusan angin kota Seoul yang sudah selama enam tahun ini tak bisa ia rasakan.

“Noona!!” panggil sebuah suara yang tak asing di kedua telinganya. Yeoja itu segera membuka matanya dan melihat sesosok namja yang memakai masker di wajahnya sedang melambai ke arahnya seraya menggerakkan papan yang terbuat dari kardus bertuliskan:

“NOONA AITA!! COME HERE! JUST AITA RINN! MY BELOVED NOONA! NOT THE OTHERS!”

Yeoja bernama Aita itu tertawa dan menyeret kopernya menuju ke tempat dimana namja itu berada. Aita menahan tawanya ketika ia melihat wajah namja itu dari dekat yang hanya terlihat kedua matanya saja.

“Lee Jinki.. Sebegitu populernya kah kau menjadi artis di negara ini hingga kau harus menutupi wajahmu sampai hanya kedua matamu saja yang terlihat, hm?” kata Aita sambil meninju perlahan lengan tangan Jinki. Jinki terkekeh dibalik maskernya, membuat matanya yang sipit semakin terlihat sipit hingga seperti bukit.

“Bagaimana kabarmu, Noona?” tanya Jinki, tak mempedulikan godaan Aita. “Apakah menyenangkan tinggal dan melanjutkan kuliah S1 di Perancis?” tanyanya lagi. Aita tersenyum dan melepas kaca mata hitamnya.

“Ne. Seperti yang kau lihat, aku sangat sehat. Dan Perancis, emm.. Menyenangkan.” Jinki memandangi Aita dengan takjub dari kaki sampai ke kepala.

“Call! Sudah ada buktinya. Kau terlihat sangat fashionable dibanding enam tahun yang lalu.” Puji Jinki membuat Aita tersipu. “Perancis benar-benar mengubahmu, Noona!”

“Oh, just stop it!” Jinki terkekeh. “Dimana Minho? Ia tidak ikut bersamamu?” tanya Aita ketika ia tak melihat Minho bersama Jinki. Jinki menggeleng pelan.

“Tidak. Minho ada latihan judo siang ini sampai malam nanti.” Seketika wajah Aita berubah muram. “Ppali, Noona. Eomma dan Appa sudah menunggumu di rumah.” Jinki segera membantu membawakan koper Aita dan Aita mengekor di belakangnya dengan kepala menunduk dalam. Tanpa sadar, air matanya menetes.

Padahal enam tahun yang lalu kau sudah berjanji akan menjemputku ketika aku pulang ke Seoul. Keundae, kenapa kau mengingkari janjimu sendiri, Choi Minho? Apa selama enam tahun ini kau sudah melupakanku?? Apa kau sudah melupakan cinta kita? Sekarang, apa artinya aku bagimu??

@@@

DRRT.. Drrt..

Sebuah ponsel berchasing merah bergetar dan layarnya menunjukkan adanya sebuah panggilan masuk. Yurra yang tengah tertidur lelap di ranjang empuknya menggeliat malas karena merasa terganggu dengan suara getar ponselnya yang bertubrukan dengan permukaan meja kecil yang terletak di samping ranjangnya. Dengan malas, Yurra mengulurkan tangannya dan meraih alat komunikasi miliknya itu.

“Yeobsseoyo..” kata Yurra menyapa peneleponnya. Suaranya parau.

“…”

“Ah, jeongmal mianhae. Tapi bukankah hari ini aku cuti bekerja?” Yurra masih tak mau membuka kedua matanya. Ia masih berharap setelah menerima telepon itu, ia masih bisa melanjutkan tidurnya.

“…”

“MWO?!” Yurra bangun dari tidurnya tiba-tiba dengan kedua mata melebar. Rambut panjang cokelatnya terlihat sangat berantakan. “Haruskan aku ke kantor sekarang??” tanya Yurra malas. Nada suaranya sudah kembali normal. Yurra memejamkan matanya lagi dan menggaruk kepalanya yang terasa gatal. Ia benci hal ini dimana masa hibernasinya harus ada yang mengganggu dan lagi-lagi yang mengganggunya adalah masalah pekerjaan, lagi. “Ne. Aku ke kantor sekarang.”

“…”

”Ke apartement saja? Ne. Arrasseoyo. Gokjonghajima, aku akan sampai di sana 45 menit la-“

“…”

“Ya! Arra, arra. Aku akan sampai di sana 10 menit lagi. Puas kau, Lee Jinki?!

BIPP!

Yurra segera mematikan sambungan teleponnya dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi sambil menghentakkan kedua kakinya.

“1 jam 45 menit.” Gumam seorang namja yang duduk tepat di hadapan Yurra sekarang. Yurra memandangnya tanpa ekspresi. “Apa kau gila membuatku menunggu selama itu, huh?!” seru namja itu dengan kedua mata sipitnya yang ia paksakan untuk melebar. Yurra mendesah.

“Kau yang gila. Ini hari liburku. Aku cuti bekerja. Kau mau menjadikanku budak dengan mempekerjakanku setiap hari tanpa libur, huh?” sungut Yurra tak kalah keras. Yurra membuang pandangannya. “Aku managermu. Bukan pembantumu yang bisa kau atur semaumu, Jinki-ah..” Tambah Yurra cepat. Moodnya benar-benar buruk sekarang. Hatinya dongkol sedongkol-dongkolnya. Cih, namja ini memang selalu bertindak semaunya.

“Oke, oke. Nan arra. Hajiman, kenapa kau bisa terlambat?” Jinki menurunkan nada suaranya. Ia tahu ia salah. Tak seharusnya ia membentak managernya sendiri. Terlebih lagi ia adalah seorang yeoja dan lebih tua dua tahun darinya. Jinki sadar itu sangat tak sopan.

“Aku harus menunggu bus dulu.”

“Kenapa kau tidak memintaku untuk menjemputmu?”

“Tidak perlu!”

“Kenapa tidak??”

“Karena aku kesal denganmu.”

“Memangnya apa salahku?”

“Karena kau sudah mengganggu waktu hibernasiku!!” Yurra menatap Jinki lagi. Namun kali ini tingkat kemarahannya sudah berlipat ganda. Ia tak habis pikir, namja di hadapannya ini memang tidak tahu, pura-pura tidak tahu atau memang tidak bisa peka??

“Kau seharusnya tak bermalas-malasan.. Noona.” ucap Jinki membuat Yurra tersentak setelah mendengar kata terakhir yang terucap dengan ragu-ragu dari bibir Jinki. Dan seketika, rasa marahnya meluap. Hilang entah kemana. Ia akui, ini adalah kelemahannya. Hanya dengan sebuah panggilan itu, Yurra merasa luluh terhadap Jinki. Yurra memang sudah lama menyukai Jinki. Namun ia mencoba besikap professional. Ia tak ingin mencapur-adukkan masalah pekerjaan dengan percintaannya.

“Arrasseo. Seharusnya aku bisa datang lebih cepat. Mianhae, membuatmu menunggu lama.” Kata Yurra sambil memijat pelipisnya. “Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan denganku??”

“Ini berat, Noona. Dan aku tak tahu harus bagaimana. Aku takut kau tidak bisa menerimanya.” Jinki menunduk dalam.

“Apa itu? Cepat katakan saja padaku. Kita akan mencari solusinya bersama-sama.” Kata Yurra yang mulai penasaran.

“Aku.. Aku..” Jinki menggantungkan kalimatnya membuat Yurra mencondongkan tubuhnya ke depan. “Aku akan menikah. Pihak perusahaan telah memilihkan calon pengantin wanita untukku. ”

“APA?! Kenapa bisa seperti ini? Jika memang ini adalah rencana perusahaan, mengapa aku yang notabene adalah managermu sama sekali tidak mengetahui hal ini?? Apa alasannya sampai perusahaan menginginkanmu menikah? Tunggu, biar aku temui Soo Man Ahjusshi.” Yurra bangkit dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya pergi dari apartement Jinki. Namun Jinki ikut bangkit dan menahannya.

“Perusahaan telah memilihmu, Noona.” Yurra menoleh dan menatap Jinki dengan dahinya yang berkerut. Jinki memejamkan matanya sesaat dan membukanya bersamaan dengan helaan nafasnya. Ia berusaha mencari kekuatan untuk mengatakannya. “Noona, kau lah yang akan menjadi pengantin wanitaku. Itulah sebabnya pihak perusahaan belum memberiitahumu secara langsung.”

TBC

Gimana buat story 1?? Tambah penasaran kah? Hehe.. Mianhae, belum semua cast langsung keluar di part ini. Semuanya bertahap mengikuti alur cerita. Moga bisa menghibur. Jangan lupa kritik, saran dan likenya ditunggu. Gomawo.. ^^ Tungguin cerita selanjutnya yaaaa..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

39 thoughts on “Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 1”

  1. ditunggu lanjutannya ^^
    awalnya bingung,soalnya ceritanya kepotong-potong.,tapi lama-lama connect juga..hehe.. 😀

  2. yang awal2 itu bagian dari masa lalu yang nanti ada hubungannya.. aku sengaja bikin cerita yang agak bikin readersnya mikir dulu. hehe.. 😀
    tengkyu udah comment. 🙂

  3. ups….yura pzti tk mygka..

    rumit sekali kisah mreka..ada ap dg jong dg shin you adek sndri lalu minho naksir nhaena,nhaena nksr key,key nksir yura,yura nksir jinki..trus jinki naksir aku..*haghaghag:-D

  4. wiihh…crt cinta yg rumit ini..satu dan yg laiNnya slg menyukai bnyk yg patah hati ini nti..tp seruuu crtnya..next partnya jgn lm2 ya.

  5. awalnya agak mupeng tapi pas kesini2nya agak ngerti.. Hehe
    .
    Jinki bakal nikah sama yurra ?
    Gak iklas,, mending sama aku #plakk, di gorok mvp
    .
    Aku berharap minho sma shin you,, cz shin you kan eun ji (?) a pink,, nah eun ji itu bias ku,, dan aku paling suka eun ji di couple in sama minho
    #banyak cingcong
    .
    Thor Onew seharusnya sama So Eun.. Cz Onew+So Eun couple favoritku jga..
    #reader sarap banyak maunya
    .
    Sisanya terserah author aja #plakk..
    .
    Di tunggu kelanjutannya tHor ^^v

    1. Mupeng? Muka pengin? Maksudnya? O.oa LOL, hehe.. Mungkin maksud kamu, awalnya agak mubeng kali ya..?

      Hehe, santai. Ini hanya fiksi kok. 😉

      Minho sama Shin You? Hmm.. Lihat aja nanti gimana ya.. ^^

      Naeun sama Jinki? Wah.. Eotthokkaji? Wkwk.. Mengikuti alur cerita yang sudah ada saja yaa..

      Okey. Selanjutnya sabar menunggu ya. Tengkyu 😀

    1. Hehe.. Emang rada ribet kalo ngga dipahami. Dari part 1 emang aku udah terang-terangan kasih problem masalahnya di cerita. Lama-lama nanti juga mudeng kok. 😉

      Tengkyu. Tungguin yaa.. ^^

  6. awalnya aku sempat bingung dengan ceritanya tp pas menjelang akhir part,,, akhinya ngerti juga..

    di tunggu next part nya… 🙂

  7. seru nich…
    aita suka minho, minho suka nhaena, nhaena suka key, key suka yurra, yurra suka jinki
    wkwkwkwk….
    jdi cinta sgi brp nich…
    cpetan ya thor klanjutannya

    1. Hehe.. Dibaca sekali lagi berarti. Wkwk.. Tunngu aja part 2 . Mungkin bisa jadi lebih jelas dari sebelumnya. Ditunggu aja yaa.. 🙂

  8. aku juga mau dong jadi pengantin wanitanya jinki oppa *dijedotin key* ahah. iya nih dari story 1 aja udah buat penasaran. kalo gitu aku cau duli ya mau baca part yg selanjutnya. bye^^

  9. aduhh.. castnya banyak banget.. cinta segi berapa nih?? haha
    masih bingung, soalnya ceritanya baru sepotong2 sih…

  10. Annyeong aku reader baru sebenernya gak baru sih cuma baru nongol lagi aja heheheh *ketawa garing*

    Nuna emang daebak *bener gak sih tulisannya*
    Aku suka semua ff yg nuna buat

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s