Crash – Part 5

Title: Crash (part 5)

Author: Sierra K

Main Cast: Kim Ki Bum (Key), Choi Ji Hyo (this could be you), Lee Jinki, Jung Nicole

Support Cast: Lee Taemin.

Length : Sequel

Genre: Friendship, Romance, school life

Rating : PG-16

Summary : we were young, we were in our teens, it wasn’t a real love.

We’re not the same, i wish that could change

But, it can’t

-Fireworks, You Me At Six-

Jung Nicole’s POV

Aku dan Key, seperti biasanya, mengelilingi kota Seoul dimalam hari. Melihat gemerlapnya kota yang dihiasi lampu lampu, seakan memberi cahaya disaat bintang enggan menampakkan dirinya. Ia terlihat sangat luar biasa ceria, ratusan kali lipat daripada ia yang biasanya.

jagi, kalau suatu hari kita putus, gimana?” pertanyaan itu meluncur dari bibirnya tanpa beban. Aku membulatkan mata, berharap ia salah bicara. aku mengerucutkan bibirku, kejam sekali ia mengatakannya disaat saat aku yakin kalau aku memang mencintainya.

“kalau suatu saat kita berpisah gimana?” tanyanya lagi. Dadaku semakin sesak mendengarnya. Aku tidak mungkin berpisah dengannya. Seorang Key dan Nicole berpisah? Tidak mungkin. Not in every way.

hey, kenapa cemberut? Aku bercanda, jagi” ucapnya tanpa penekanan, biasa saja. Seakan itu semua seperti angin, pergi begitu saja. Bercanda? Memangnya ada bercanda yang menyangkut hubungan kami berdua seperti ini?

“aku hanya ingin bersamamu. Forever.” Ucapku yakin. Hanya itu yang bisa aku jawab. Aku tidak ingin berpisah dengannya barang sedikitpun. Katakanlah, aku berlebihan, aku sama sekali tidak peduli. Ia hanya diam saja, tidak merespons jawabanku tadi.

“kita tidak mungkin putus” sambungku. Aku memang egois, aku hanya menginginkan Kim Ki Bum, terus ada disampingku. Aku bahkan merasa kalau aku mampu mengarungi hidup hanya dengannya. Berdua saja.

“iya, jagi, iya. Aku hanya bercanda, jangan diambil hati” ia tersenyum lembut dan mengacak rambutku pelan. aku merindukan saat-saat seperti ini.

“kamu sayang aku?” tanyaku memastikan, walaupun aku sudah tahu pasti jawaban yang akan dikeluarkan olehnya.

“sayang” ucapnya. Kali ini aku memaknainya, ia memang diciptakan untukku.

***

jagi, ada yang naruh surat cinta di locker” aku memberikan amplop berwarna pink yang ditujukkan untukku, bermaksud menunjukkannya kepada Key, aku senang saat ia cemburu. Terlihat sangat lucu, walaupun kadang-kadang ia bisa saja langsung menghajar siapapun yang menggangguku.

“balas saja” jawabnya acuh. Ia mengaduk jjangmyeon dan menyumpitkannya kedalam mulutnya. Sekali lagi, ia mengatakannya tanpa beban. Ringan.

“kamu benar-benar mau aku menjawabnya?” suaraku bergetar. Tidak percaya ia akan mengatakannya. Memangnya ada ya, bercanda yang terdengar sangat keterlaluan seperti ini? Key juga tidak terlihat cemburu, biasa saja.

“mungkin aku bukan yang terbaik buat kamu” ucapnya. Bagai petir di siang bolong, membuatku tersentak kaget. Berharap ia hanya berpura-pura. “kita akhiri saja” sambungnya, air mataku sudah mengalir, dan semua orang yang ada di kantin memperhatikan kami, menunggu kelanjutan drama yang dimainkan oleh kami berdua.

“kamu yang bukan terbaik buat aku atau aku yang bukan terbaik buat kamu?” tanyaku. Ia mengerjap, seakan aku bisa membaca pikirannya. Aku perlahan menyadari apa yang membuatnya seperti ini. Choi Ji Hyo.

Mungkin perasaanku saja, namun Key akhir-akhir ini sering menceritakan tentang Ji Hyo. Bahkan saat aku menyapanya, terkadang ia menjawab dengan “hey, Ji Hyo” bukan “hey, Nicole”. Semoga saja dugaanku salah.

“kamu suka Ji Hyo?” tanyaku. Sepertinya, tepat sasaran. Key tersedak jjangmyeon-nya dan mendongak menatap wajahku. Tidak memberikanku jawaban. Namun, aku bisa melihat jawabannya melalui mata kucingnya itu. Seketika itu, dadaku sesak. Ia benar-benar menyukai sahabatku. Dugaanku benar, tidak salah.

Aku berlari meninggalkannya dan menghambur ke toilet. Menangis sepuas-puasnya, tanpa ada orang yang tahu. Kenapa takdir harus kejam seperti ini? Selama ini, aku tulus mencintai Key. Sedangkan ia, tidak sama sekali. Mungkin persentase cinta Key untukku hanya beberapa persen, atau mungkin nyaris nol, digantikan oleh Ji Hyo.

“Nicole-ya!” seseorang menyentakku dari belakang saat melihatku merosot ke lantai toilet. Choi Ji Hyo. Aku benci melihatnya. Dihadapanku adalah gadis yang disukai kekasihku. Aku mencekal tangannya yang memegang pundakku. Ia tersentak kaget.

“Key…..” aku bergumam sebelum meninggalkan Ji Hyo sendirian. Ia termangu, mungkin tidak mengerti dengan apa yang aku katakan. Aku berlari meninggalkan sekolah. Tidak peduli dengan teriakkan heran semua orang yang memanggil namaku. Aku tidak mau mendengarnya.

Aku memberhentikan taksi dan menghambur kedalamnya. Menangis sepuas-puasnya didalam taksi. Melepaskan semua kesedihan di tempat itu. Tidak peduli dengan sang supir taksi yang mengeluh.

Aku tidak peduli lagi. Aku membenci dunia ini.

***

Choi Ji Hyo’s POV

Aku mendengar suara isakkan dari toilet saat aku memang izin untuk pergi ke toilet. Daritadi pagi, wajahku terasa panas setiap kali mengingat kejadian tempo hari. Aku tidak habis pikir, kenapa aku tidak menampar Key saat ia menciumku? Ia bukan kekasihku, ia kekasih sahabatku. Mendadak, aku merasa menjadi seorang sahabat paling tidak berguna yang pernah ada di dunia ini.

Aku melihat Nicole yang menangis dan mulai merosot jatuh ke lantai. Dengan sigap, aku memegang bahunya erat. Tidak biasanya Nicole yang ceria menangis seperti ini. Aku berusaha menenangkannya, namun tiba-tiba ia mencekal tanganku.

Aku mendengar ia menggumamkan nama kekasihnya, lalu menghambur pergi. Menghindariku. Aku tahu ada yang salah saat ia menggumamkan nama Key. Jangan jangan, Key benar-benar memutuskan hubungannya dengan Nicole. Andwae..

Air mataku kembali mengalir. Entah sejak kapan, aku menjadi mudah menangis. Aku tidak terbiasa melihat Nicole menangis seperti itu tadi. Dan, ini memang salahku dan salah Key. Aku membenci Key yang tidak bisa mensyukuri cinta Nicole untuknya.

***

Aku berjalan menghampiri lapangan. Melihat Key dengan lihainya memasukkan bola ke dalam ring tanpa cela. Terlihat sempurna. Tubuhnya memang bersimbah keringat, namun ia tetap terlihat mempesona. God, apa yang aku pikirkan?

Aku duduk di atas lapisan semen. Merasakan hangatnya matahari yang langsung berhubungan dengan kulitku. Key masih terlihat serius dengan permainannya. Aku membiarkannya bermain dulu tanpa menyadari kalau aku ada disana. Membiarkan aku melihat kulit putih susunya itu.

Key menyadari kedatanganku. Seakan mengerti, ia mengulas senyumnya dan duduk disampingku. Tadinya, aku ingin memarahi Key atas apa yang ia perbuat pada Nicole. Namun saat aku melihat senyumnya, pertahananku runtuh begitu saja. Aku seakan tidak sanggup melihat senyum manisnya itu, membuatku tersenyum balik.

“ini semua tentang Nicole, bukan?” tanyanya saat menerima sebotol air mineral dariku. Ia tidak terlihat sedih, terlihat bahagia. Ia lalu menatap wajahku, seketika ia merengut dan ia menghapus bekas air mata yang ada di pipiku dengan ibu jarinya.

Aku mencekal tangannya yang menyusuri pipiku lembut. Ini semua salah. Aku dan dia sangat egois, tidak mementingkan perasaan Nicole sama sekali. Ia terlihat kaget saat aku melepaskan tangannya dari pipiku. Untung saja, sekolah sudah kosong. Hanya aku dan dia disini, mungkin masih ada Taemin, namun aku tidak peduli.

“kenapa kau tega meninggalkannya? Kenapa kau tidak merasakan perasaannya. Kamu terlalu egois, Key-a. kau adalah orang ter-egois yang pernah ada!” aku berusaha membentaknya, namun suaraku terdengar lemah, seakan tidak ikhlas saat aku mengatakannya.

“aku memang egois. Tapi, sekarang aku tidak usah berpura-pura lagi” aku terhenyak. Apakah Nicole membebaninya selama ini? Sampai ia harus tega memutuskan secara sepihak seperti ini?

“ini semua salah. Keputusanmu salah. Aku bukan orang yang tepat” jawabku. Ia hanya tersenyum, “mungkin. Tapi, untuk sekarang, aku tidak merasa ada yang salah dengan semuanya”

Ia memelukku, “you’re my only one, that’s all i know, you’re all i know” mataku terasa panas. Sedikit terenyuh dengan perkataannya, namun aku dengan segera melepasnya. Meninggalkannya yang masih terpaku dalam diam.

***

Aku memasukki kamar Nicole. Kamar bernuansa peach dengan interior elegan adalah tempat kedua favoritku selain kamarku sendiri. Aku melihat Nicole duduk disamping jendela, dengan mata berderai air mata. Matanya terlihat sangat sembab dan membengkak. Ia terpaksa mengulas senyum saat melihatku berdiri di daun pintu, lalu mempersilahkanku masuk.

gwenchanha?” tanyaku memastikan walaupun aku tahu ia tidak merasa baik sama sekali. Ia mengangguk, berbohong. Ia kembali menatap jendela, enggan menatapku. Aku merasa bersalah, aku duduk disampingnya.

“kamu tahu, kan perasaanku pada Key?” tanyanya, masih enggan menatapku. Aku mengangguk, aku sangat mengerti perasaan Nicole terhadap Key. Gadis ini sangat mencintai namja itu. Sedangkan aku, bagaikan orang ketiga yang hadir di tengah mereka. mengacau.

“kenapa ia memilihmu, Ji Hyo-ya? Aku memangnya kurang apa? Aku sudah memberikan semua yang aku punya untuknya. I even gave my virginity to him” aku tersentak. Key dan Nicole sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan.

“aku tidak mencintai Key, Nicole-ya” aku berbohong. Ini semua demi kebaikan Nicole, ia sudah memberikan semuanya. Sudah sepantasnya, Key menjaganya, bukan meninggalkannya untuk seseorang yang belum tentu membahagiakannya seperti Nicole.

i trust you. Can you just leave me alone?” Nicole mengusirku dengan cara yang lembut. Takut menyakitiku, walaupun aku yakin, she already hates me now. Aku mengangguk mengerti, mungkin persahabatan kami berhenti disini.

***

Aku berjalan keluar rumah Nicole, berniat mengentikan sebuah taksi saat aku melihat Key turun dari mobil, menghampiriku. Aku benci melihatnya sekarang. Aku membenci laki-laki egois dihadapanku. Ia memakai celana jeans abu abu dengan kaos yang ditutup oleh kemeja jeans berwarna biru langit.

“kamu dari rumah Nicole?” tanyanya bodoh. Sudah jelas aku berjalan dari depan rumah Nicole saat Key turun dari mobilnya. Aku mendengus kesal, “iya”

“dia bilang apa sama kamu?” tanyanya gugup, mungkin takut rahasia mereka selama ini terbongkar. “banyak. Cukup bikin aku benci sama kamu. Dia udah ngasih kamu semua, even her virginity. Tapi kamu malah meninggalkannya. Dimana letak hatimu, Key-a?!” aku membentaknya, seraya hujan turun dari langit.

“kamu udah tau?” tanyanya, makin terdengar bodoh. Aku hanya mengangguk. Laki-laki dihadapanku benar-benar seorang yang tidak bisa bertanggung jawab.

“aku khilaf, Ji Hyo-ya. aku gak nyangka, akhirnya akan seberat ini. Bebannya aku pikul seumur hidup” ia tertunduk saat mengatakannya, matanya memerah, mulai berkaca-kaca. Aku hanya menatapnya, tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“kembalilah untuk dia. Aku sudah mempunyai Jinki. Kita tidak ditakdirkan bersama. Ini semua kesalahan besar, Key-a” ucapku, menahan getaran yang ditimbulkan dari diriku karena terlalu emosi. Ia mengepal tangannya, terlihat begitu emosi.

wae….” gumamnya pelan. air matanya sudah bersatu dengan air hujan, matanya terlihat sayu dan kosong, “wae irae?”

“karena kita memang tidak seharusnya bersama. Kau dan Nicole. Aku dan Jinki. Semuanya sudah jelas, bukan?” aku tidak berani menatap wajahnya, terlalu sakit. Ia diam saja, membuatku harus mendongak. Ia tertunduk, sedetik kemudian, pandangan kami bertemu.

is this all what you want? Tidak ada kesempatan untuk mencoba?” tanyanya dengan tatapan sayu. Aku mengangguk, air mataku mulai mengalir bebas, sama sepertinya. Ia mengangguk paham. Mengapa rasanya harus seberat ini untuk melepaskan seseorang yang bahkan bukan milikku?

arraseo. Aku akan kembali kepada Nicole. Aku akan anggap tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Kau harus kembali pada Jinki. Aku akan berusaha mencintai Nicole semampuku. Deal?” yang ia katakan benar, itu yang aku mau. Tapi, kenapa rasanya harus sesakit ini saat ia mengatakannya?

Aku menyambut tangannya yang terulur, ia menjabatnya dan menarikku kedalam pelukan hangatnya. “wae?” tanyaku heran tidak mengerti, ia semakin tenggelam di leherku, bisa kurasakan air matanya yang mengalir di leherku.

stay like this for a while. Mungkin, aku tidak akan bisa memelukmu seperti ini lagi nanti. Oh ya, the last one, saranghae” ia mengatakannya pelan, aku hanya mengangguk. Aku pun merasakan hal yang sama dengannya.

Nado saranghae, aku mengucapkannya dalam hati.

“kalian?” suara Jinki menyentak kami berdua yang masih berpelukan. Key melepaskan pelukannya dan menggenggam tanganku, tidak mau melepasnya. Jinki terlihat sangat marah, tangannya terkepal dan wajahnya memerah.

“kalian pacaran di belakang kami selama ini?” tanyanya dengan nada yang lebih dingin dari biasanya. Entah darimana, tiba tiba Jinki sudah datang disini. Aku sendiri melihat mobil Jinki yang terparkir dibelakang mobil Key.

“bukan begitu” jawabku lemah, sedangkan Key hanya mengeratkan pegangannya ditanganku, “bukan begitu katamu? Apa maksud kalian berpelukan tadi?” suaranya tercekat “dan berpegangan tangan seperti sekarang?”

Aku mati-matian melepaskan tangan Key yang masih mengait erat, namun membuatku terlihat bodoh, sangat bodoh. Tenaganya sangat besar, ia menatap tajam Jinki. “aku mencintai Ji Hyo” aku dan Jinki membulatkan mata.

Jinki mendengus kesal, “oh, begitu. Kapan kalian jadian?” ia menyindir, Key terlihat tidak suka, rahangnya mengeras saat Jinki mengatakannya, dan pegangannya ditanganku semakin erat. Jinki menarik tanganku dari genggaman Key, tanpa banyak bicara, memaksaku masuk ke dalam mobilnya.

Jinki menyalakan mobilnya, aku memutar pandanganku, melihat Key yang masih melihat ke arah mobil Jinki yang perlahan menjauhinya, ia terlihat lemah. Aku membalikkan pandangan ke depan saat mobil berbelok, aku tidak menyangka hal ini menjadi semakin rumit dan…. menyakitkan.

Suasana di dalam mobil sangat sunyi, tidak ada satupun yang berani membuka percakapan. Jinki terlihat masih marah, ia menggenggam kemudi terlalu erat. Aku hanya menunduk, masih membayangkan ekspresi wajah Key yang terlihat sayu saat Jinki menarikku ke dalam mobil.

Akhirnya, setelah perjalanan 30 menit yang terasa sangat lama, ia memberhentikan mobilnya di depan rumahku, aku membuka pintu mobil saat ia menarik lenganku, “kamu mencintai Key?”

Aku tidak perlu menjawab, ia pasti sudah tahu jawabannya. Ia mengangguk mengerti, “kita putus saja, ya” aku mengangguk, aku tidak ingin semuanya tambah rumit. Urusanku sudah cukup banyak, dan belum terselesaikan.

Aku menutup pintu mobil, melihat mobil Jinki yang melaju cepat, meninggalkanku.

***

Kim Kibum’s POV

Aku masuk kedalam kamar Nicole. Aku akan menuruti semua keinginan Ji Hyo, aku akan menganggap tidak pernah terjadi apapun diantara kami berdua, dan aku juga sekuat tenaga akan mencintai Nicole kembali dengan tulus. Entah aku bisa ataupun tidak.

Nicole terlihat sangat kacau. Matanya membengkak akibat menangis, dan wajahnya memerah. “Nicole-ya. mianhae….”ia tersenyum saat mengatakannya, ia memberikanku tempat untuk duduk disebelahnya.

“aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Hanya kau dan aku selamanya. Ingat?” aku menggenggam tangannya, terasa dingin. Kau dan aku selamanya. aku tidak yakin dengan kata-kata itu, walaupun sekarang aku sedang meminta Nicole untuk memperbaiki semuanya.

“kau dan aku selamanya. aku ingat” ia tersenyum, ia memang menginginkanku kembali, aku hanya tersenyum dan mencium pucuk kepalanya.

Aku dan Nicole, selamanya.

TBC

Haaaaah, part 5 nya bersambung disini. Hehehe, ini cerita paling ‘sinetron’, aku aja cekikikan geli bacanya -_- hehehe. Semoga bagus ya! jangan lupa comment : )

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Crash – Part 5”

  1. Bagus!! Tapi bahasa percakapannya rada aneh… alurnya juga kecepetan menurutku…
    Dan jugaaa … key real kan gak egois 😦
    Kenapa disini keu jadi egois + nakal begitu? ?
    <— gak rela (?)

  2. andaweeeeee !!!
    key jadi nappeun namjaaa??? nggakk relaaa…, tapi sukaa hahah *lho??

    seriuss deh di part ini menguras emosii, nggak nyangka key lakuin itu ma nicole, terus itu jinkinya juga putus ma jihyo,???
    waduh makun rummit aja ini >,<, okedeh di tunggu next chaptnya….

  3. makin ribet aja nih,g nyangka jinki sm nicole tahu secpt i2.
    trz g nyangka jg jinki smudah i2 nglepasin ji hyo…
    mkin seru nih…
    lanjut…

  4. huaah kok jadi tambah rumit gini 😥 kasian key dan jihyo… moga mereka berdua cepet2 bersatu deh…
    next partnya jgn lama2 ya thor~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s