Sweet Family

Judul : Sweet Family

Author : Ayachaan

Main cast : Lee Jinki, Lee Jin-woo dan Kim Eun-hyo (OC)

Support cast : Member SHINee

Genre : Family, marriage life, romance, fluff.

Rating : PG-13

Length : Ficlet

A.N : Annyeong ^^ saya bawa FF gaje. Mian ya sebelumnya kalo cerita ini nanti ga ada konfliknya, soalnya ini ide sesaat yang tiba-tiba muncul. Happy reading, don’t forget to leave comment ^^.

 

KIM EUN HYO POV

Aku baru saja bangun dari tidurku. Kulirik jam meja yang tergeletak disamping kanan kepalaku. Sudah pukul tujuh pagi ternyata. Mataku beralih untuk melihat pangeran tampan yang masih terlelap disampingku… kyeopta~. Kebiasaanku adalah selalu mengagumi setiap lekuk wajah mungilnya. Sangat sangat mirip dengan namja-ku. Alis tebal, mata berbingkai sempurna bagai bulan sabit, bibir penuh yang akan melebar—membentuk senyum yang sempurna.

Sebelum beranjak, kurapatkan selimut hingga dagunya dan mengelus kepalanya. Aku kemudian keluar kamar, berniat segera mandi dan menyelesaikan tugas rumah tanggaku.

***

AUTHOR POV

“Hyung, liatlah ini?.” Jinki mengikuti arah pandangan Taemin. Sebuah jaket baseball biru malam dengan garis putih di setiap tepinya nampak dimatanya.

“Bagaimana, bagus ‘kan?.” Taemin tersenyum bangga.

“Tidak juga. Lebih baik ini saja, Hyung.” Sebuah suara cerewet menghapus senyum Taemin.

“Eoh?.” Jinki menoleh pada Key dan memperhatikan setelan pakaian anak-anak yang dipegangnya… kyeopta~.

“Baiklah, kuambil kedua pakaian ini saja.” Seru Jinki sambil menyamber setelan yang ada ditangan Key. Kemudian beranjak sedikit dan mengambi jaket baseball yang tadi disarankan Taemin. Kemudian berbalik dan tersenyum pada Key dan Taemin—terutama.

Jinki menghela nafas pelan. Beres sudah. Tidak akan ada insiden saling cemberut—yang tadi—baru saja akan terjadi jika saja Jinki lebih memilih setelan yang disarankan Key ketimbang jaket baseball seperti saran Taemin.

“Hyung, kurasa ukurannya harus lebih besar. Jin-woo ‘kan semakin gendut.” Jonghyun menimang-nimang jaket baseball yang di ambilnya dari tangan Jinki.

“Sini, kucarikan yang lebih besar.” Key segera mengambil alih jaket itu sebelum Taemin sempat bersuara ataupun mengulurkan tangannya.

“Ah, Key! Biar Taemin saja.” Seru Jinki spontan.

“Taeminnie, bisa bantu?” Tanya Jinki kemudian sambil tersenyum pada Taemin yang sekarang nampak sumringah.

“Tentu, Hyung!.” Dengan cepat mengambilalih jaket baseball itu dari tangan Key dan melesat pergi. Menukarkannya dengan ukuran yang lebih besar.

.

.

“Hyung, kau bahagia?” Tanya Key ketika mereka telah berada didalam mobil yang akan membawa mereka kembali ke hotel.

“Ne, semenjak Jin-woo hadir, aku sadar sudah seharusnya aku bahagia hidup dengan Eun-hyo. Ia sudah mencintaiku sejak awal.” Jawab Jinki dibalik wajahnya yang kontan tersenyum sumringah.

“Syukurlah, Hyung. Kau tahu, aku, Jonghyung, Minho dan bahkan Taemin sangat mencemaskanmu.” Lanjut Key.

“Maaf membuat kalian mencemaskanku.” Tergurat nada bersalah dalam kalimat Jinki.

Key menggeleng dan tersenyum. Seolah menjawab bahwa jika mereka semua mencemaskan sang Leader itu adalah hal sangat wajar. Karena mereka bukan hanya sekedar partner kerja. Bukan! Mereka adalah keluarga, mereka adalah saudara tanpa ikatan darah yang tidak bisa dipisahkan.

“Kau sudah bilang kau bahagia. Maka itu sudah cukup menghapus kekhawatiran kami, Hyung.” Ucap Key.

“Kalian…” Jinki menggantung kalimatnya. Matanya yang bagaikan bulan sabit itu melongok kebagian depan mobil dimana Jonghyun sedang asik mendengarkan musik dibangku depan sambil sesekali bersenda gurau dengan manager mereka yang saat ini tengah menyetir. Juga Minho dan Taemin yang terkantuk-kantuk dibangku tengah.

“…membuatku merasa lengkap. Membuatku seperti memiliki rumah untuk kembali.” Sahut Jinki, kembali memamerkan senyumannya.

“Jangan lupa, Hyung, kau masih punya rumah untuk kembali yang lebih utama. Si kecil Jin-woo dan tentu saja, Eun-hyo.”

“Ne, Key… mereka…membuatku merasa lengkap sebagai seorang pria.”

“Sekarang aku sudah benar-benar percaya, bahwa kau sudah bahagia, Hyung.” Ucap Key sembari menepuk bahu Jinki.

Memang, lima tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Jinki untuk membuka hatinya yang beku dan menyambut kebahagiannya. Dan bukan waktu yang sebentar juga bagi Eun-hyo untuk tetap bertahan disamping Jinki.

Tapi, pepatah yang mengatakan jika Tuhan tidak pernah tidur itu adalah benar adanya. Buktinya, Tuhan punya sebuah rencana indah bagi makhluknya. Dia menghadirkan seorang anak lelaki diantara Jinki dan Eun-hyo.

Ah~, Lee Jin-woo…namja tampan yang mungil itu. Key merasa merindukannya. Lee Jin-woo yang selalu jadi partner setia Key untuk mempermainkan si magnae Taemin ketika mereka sedang berkumpul bersama. Lee Jin-woo, namja kecil yang akhirnya bisa membuat Jinki membuka mata dan hatinya akan cinta tulus yang Eun-hyo tawarkan.

Dah yah, jangan lupa, Key adalah satu-satunya orang yang dipanggil Jin-woo dengan sebutan ‘hyung’ bukannya ‘samchon’ diantara anggota SHINee. Dan Key patut bangga dengan keadaan ini.

Kadang, terselip rasa iri pada Key jika melihat seperti apa keluarga kecil Lee sekarang. Dia rasa, sudah saatnya diapun menemukan pendamping hidup seperti Jinki.

***

Seoul, keesokan harinya. Pukul 14.35 PM.

Jinki sudah tiba di Seoul setelah penerbangan delapan jam dari Australia. Dia bersama SHINee memang baru saja menyelesaikan SMTOWN Concert di Australia. Begitu sampai di Incheon Airport, Jinki langsung berharap disambut pelukan oleh Jin-woo dan Eun-hyo. Namun kemudian tersenyum sendiri mengingat bahwa jadwal penerbangannya mendadak dimajukan dan dia tidak sempat memberitahukan Eun-hyo karena begitu dia mencoba menghubungi Eun-hyo, ponselnya mati.

Inginnya dia menghubungi Eun-hyo begitu menjejakkan kaki di Korea, namun mengurungkan niatnya. Saat siang menjelang sore begini, Eun-hyo pasti sibuk menyelesaikan pekerjaannya dirumah sakit agar bisa segera menjemput Jin-woo yang dititipkan dirumah orangtua Jinki.

Beberapa tahun belakangan, Jinki memang merasa semakin mengenal Eun-hyo. Bisa tahu dan langsung mengerti apa yang dirasakan wanita itu walaupun ia tidak mengatakan apapun.

Jinki sudah berada di rumahnya dari sekitar setengah jam yang lalu. Sudah selesai membereskan kopernya dan membersihkan diri. Suasana rumahnya benar-benar sepi karena Eun-hyo dan Jin-woo belum juga pulang walau sekarang jam sudah menunjukkan hampir pukul lima sore.

Apa jangan-jangan mereka berdua langsung menuju bandara? Ah, tidak. Karena menurut jadwal yang Jinki beritahukan terakhirkali pada Eun-hyo, dia akan tiba di Korea jam delapan malam.

CLEKK

Jinki mendengar pintu utama rumahnya terbuka. Disusul seruan dari suara mungil yang sangat dirindukannya. Jinki berniat segera menghampiri mereka. Namun langkahnya terhenti di pantry dapur. Dari tempatnya berada, dia dapat melihat dengan jelas sebuah adegan antara ibu dan anak yang sangat manis dan tidak dibuat-buat.

“Eomma!.” Lengking suara Jin-woo yang baru saja kembali menghadap ibunya yang tengah kesusahan membawa dua kantong belanjaan.

“Wae, nae aegi-ah?.” Tanya Eun-hyo sambil berusaha berjongkok agar sejajar dengan Jin-woo.

“Rusak.” Ucapnya pelan dengan bibir yang dipoutkan. Tangannya yang mungil menengadah. Memperlihatkan figure power ranger yang salah satu kakinya telah terlepas.

Eun-hyo tersenyum maklum, kemudian mengambil figure power ranger dari tangan Jin-woo.

“Gwenchana, ini bisa kita perbaiki.” Sahut Eun-hyo sambil berusaha menyambungkan lagi kaki dan badan figure power ranger itu.

“Sudah!.” Eun-hyo mengoyang-goyangkan figure power ranger yang sudah diperbaikinya didepan wajah Jin-woo. Namja kecil itu tersenyum lebar, membuat matanya menjadi segaris dan pipinya menggembung sempurna.

“Eomma, kamsahamnida~.” Ucap Jinwoo sambil berjinjit memajukan wajahnya kewajah Eun-hyo.

Chu~.

Sebuah kecupan manis dibibir Eun-hyo. Mendarat sempurna dari Jin-woo yang kini terkekeh geli. Aish… jangan bilang anaknya ini benar-benar sudah mewarisi cara Jinki menciumnya.

“Aigo~, Jinwoo-ah… kau sudah berani mencium eomma, eoh?.” Sebuah suara berat yang familiar membuat Eun-hyo dan Jin-woo menoleh kaget.

“APPA!.” Pekik Jin-woo kesenangan begitu melihat Jinki.

Jinki terkekeh geli. Kemudian melangkah mendekat dan membawa Jin-woo dalam gendongannya.

“Kapan kau sampai, Dubu Oppa?.” Tanya Eun-hyo pelan, masih belum bisa mengendalikan kekagetannya.

“Jangan kaget begitu, Yeobo. Maaf tidak memberitahumu, ponselmu mati jadi tidak bisa kuhubungi.” Jawab Jinki.

Eun-hyo ingat, ponselnya tadi memang mati karena kehabisan daya.

“Jadwal penerbanganku dimajukan, jadi aku sudah sampai dari setengah jam yang lalu.” Lanjut Jinki.

Eun-hyo mengangguk mengerti. Ia kemudian berjalan masuk membawa kantong belanjaan dan meletakkan dimeja pantry dapur.

Dilihatnya Jinki mendudukkan Jin-woo di karpet berbulu tebal di ruang tengah, melepas sepatu, jaket dan topi yang melekat ditubuh Jin-woo. Kemudian mengambil bingkisan yang telah tergeletak di kursi ruang tengah.

Jaket baseball dan satu setelan pakaian untuk musim dingin yang akan segera datang. Kyeopta~. Eun-hyo diam saja, membiarkan Jinki dan Jin-woo menikmati kebersamaan mereka.

Perhatian Eun-hyo terus teralih ke tumpukan bahan-bahan makanan yang tadi baru saja ia beli dari supermarket selepas menjemput Jin-woo dirumah Eomma-nim, sebelum ada sepasang tangan kekar melingkar dipinggangnya.

“Tidak merindukanku, hm?.” Tanya Jinki dengan kepala bertumpu dibahu Eun-hyo dan badan yang menempel dipunggung sang istri.

“Tentu saja merindukanmu.” Jawab Eun-hyo dengan senyum samar tanpa mengalihkan tangannya dari tumpukan sayuran.

“Kenapa seperti tidak merindukanku?.” Nada suara Jinki lebih terdengar kekanak-kanakan bahkan ditelinga Jinki sendiri—biarlah, sekedar menggoda istrinya.

“Yaa! Tentu saj—.” Kata-kata Eun-hyo sukses terhenti karena bibir tebal Jinki menempel dibibirnya. Hanya menempel dan menekan dengan lembut.

Dilihatnya mata Jinki yang terpejam… Tuhan, kenapa makhluk-Mu ini begitu tampan?. Tangan Eun-hyo mengelus pipi Jinki, kemudian bergerak naik ke kepala Jinki. Sementara Jinki menikmati elusan tangan Eun-hyo tanpa melepaskan ciumannya, seseorang baru saja merasakan menjadi yang terabaikan di ruangan itu.

“EOMMA… APPA!!.” Lengking Jin-woo yang sukses membuat Jinki gelagapan dan langsung berlari menghampiri sang anak diiringi tawa Eun-hyo.

***

LEE JINKI POV

Sudah tengah malam, namun aku masih enggan untuk terlelap. Kupandangi wajah manis yang sedang tertidur bersandar didadaku…yeoppoda~.

Ku elus pinggangnya yang masih berbentuk walaupun terdapat lipatan lemak disana—hasil perjuangannya menghadirkan Jin-woo kedunia. Ku elus pula matanya yang terpejam dengan tanganku yang lainnya. Ada kantong mata yang samar disana. Ia pasti kelelahan dengan kesibukan dirumah sakit, mengurus Jin-woo dan rumah ini. Sudah kusarankan untuk memakai pembantu rumahtangga ataupun pengasuh bayi. Tapi Eun-hyo tetap bersikeras ia bisa melakukannya sendiri.

Keras kepala. Tidak, mungkin teguh pada pendirian lebih tepat. Aku ingat pada sebuah pesan yang dikirimkan Eun-hyo padaku ketika kami baru-baru menikah. Ketika aku masih belum membuka hatiku, namun entah kenapa, aku justru menyimpan pesan itu sampai sekarang.

Dubu Oppa, bolehkah kupanggil begitu?.

Jaga kesehatanmu, jangan lupa makan. Aku akan menjadi istri yang baik 😉

Kau sudah membuktikan janjimu itu, Eun-hyo. Kau sudah menjadi istri yang terbaik untukku dan juga eomma terbaik bagi Jin-woo. Maafkan aku yang harus memerlukan waktu lama untuk bisa menyadari begitu besarnya cintamu. Mulai sekarang, mari hidup bahagia, Yeobo.

Kueratkan pelukanku ditubuh Eun-hyo dan mulai memejamkan mata, menyusulnya kealam mimpi.

FIN~

Selesai… ini ficlet gaje ^^V. Tapi, gara-gara bikin cerita gaje ini saya jadi kepengen bikin alur flashback-nya… jadi ya, ini semacam epilogue yang muncul duluan 😀

Gimana menurut kalian reader?

Kamsahamnida yang udah baca… komen, komeeeeeennn… perlu! Karena bisa mengoreksi cerita saya. Onkey, annyeong ^^.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

 

 

50 thoughts on “Sweet Family”

  1. Kayanya bakal jadi komen pertama nih hehehe
    Selalu suka sama cerita ttg kehidupan pernikahan, kerasa lebih sweet daripada pacaran hahaha
    Ayo bikin sekuel flashbacknya, aku tunggu thor 🙂
    Penasaran sama awal ketemunya eun hyo sama jinki ^^

    1. iya? kan udah nikah gitu yah, hehe.
      sip, ceritanya masih mind-map, tapi aku jadi makin semangat bikin.
      gomawo udah sempetin baca dan komen ^^

  2. pernah di-post di wp lain, ga, chingu..?
    Aku pernah baca cuma di situ cast-nya minho. Yeoja-nya kalo ga salah jihyun.. Jalan ceritanya jg sama persis..

    Ayo sequel-nya ditunggu..

    1. pernah, hyora-ssi, di ffshinee kan?
      Hhehe, sy author juga disana. Trus yg di ffshinee sngaja d bikin beda cast, biar agak beda aja gitu 😀

      Gomawo udh ninggalin jejak 🙂

  3. huuuuaaaaa co cweeettttttttt

    ayo bkin flashbacknya.. flashbacknya itu yg cerita ttg mereka awal2 nikah n jinki blm mmbuka hatinya itu kan? ayoooo bikiiiiinnn hahaha

    Sebuah kecupan manis dibibir Eun-hyo. Mendarat sempurna dari Jin-woo yang kini terkekeh geli. — kyknya itu utk 1 kalimat deh ya.. hehehe

    keep writing
    ditunggu karya selanjutnya

    1. wah, onni..! gomawo udah sempetin mampir, hehe.
      iya, ceritanya masih di maid-map sih, tapi… aku jadi makin semangat 😀

      gomawo onni koreksinya, lain kali pasti akan aku perbaiki, hehe.
      sekali lagi, gomawo onni :3

  4. Waaahhhhhhh…. Manis, manis, manis….. Akhir-akhir ini disekitarku banyak hal yang berkaitan dengan anak kecil dan bayi termasuk ni FF.. Membuatku pengen punya bayi sendiri… Wkwkwkw #faktor usia…. Ayo Key dari pada ngiri sama Jinki oppa, mending kita bentuk keluarga bahagia kita sendiri… Kutunggu tgl 22 dirumahku…hehehe

    Ayachannnn…. Sukses FF-ny…. So sweeeeettttttttt……..

  5. Suka….suka sama ficletnya,,,,ceritanya g berat,,,iya deh pengen dbikinin lashbcknya,,,gimana jinki bs buka hati untuk hyun woo!!!!pst seru deh,,,gmn mereka bs nikah juga,,,,n knp bs hadir jinwoo kdunia,,,,*banyak tanya*….oia knp jg cm key yg dpanggil hyung,,,,ahhhh pst keren flashbacknya *menghayal*….pst awalnya hyunwoo nyesek bgt nggu jinki buka hatinya,,,,n knp jinki seperti itu???pst ada masa lalu yg bikin dy gtu,,,,ahhh dtggu chingu flashbacknya,,,,nice ff,,,good job 🙂

    1. waduh,waduh… aku ketawa baca komen kamu, haha
      tapi, ini jadi bikin aku nambah semangat meskipun sbnarnya cerita ini masih di mind-map 🙂
      gomawo udah sempetin mampir ^^

  6. bagus kok walau ga ada konflik… tapi karena bahasa yang ringan dan sudut pandang onew jadi ff ini terasa manis 🙂

    Sequel yah…. flashback kisah mereka kayana bagus tuh 🙂

    1. simple ya, ini memang ga ada bgt konfliknya aku bikin, hihi
      sequel? aku akan berusaha bikin, hehe… gomawo udah sempetin mampir

  7. Heee? Ternyata aya toh yang bikin ^^
    Ini cepet banget, lagi asyik2 udah end TT_TT
    Belum dijelasin kenapa Jinkinya nggak mau buka hati buat Eunhyo awalnya, jadi berkesan nggantung.

    Tapi nice kok ayaaa ~_^

    1. hei, Onni makasih udah sempetin mampir ^^
      em, iya, ini cerita memang ga ada konfliknya aku bikin, hihi… fluffy yah? hehe
      sekali lagi,
      gomawo Onni #poppo 😀

  8. nice fanfic 😀
    ditunggu karya lainnya…
    oh ya, pemakaian tanda bacanya diperhatiin yhah, biar tambah rapi… overall, keren ^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s