Love Again ‘First And Last Memory’

LOVE AGAIN ‘First & Last Memory’

Author             : diahwidya a.k.a widya

Title                 : Love Again

Main Cast        : Choi Minho, and ?.

Genre              : Romance, Sad

Rating             : PG- 13

Length             : Stand Alone

Backsound      : Reason from autumn tales

Minho POV

Aku melihat banyak pasangan yang hilir mudik melewatiku, mereka sangat bahagia dengan pasangannya sendiri, sedangkan aku? Hanya terdiam memikirkan sesuatu yang belum tentu dia akan memikirkan tentang diriku.

Akhirnya aku pergi dari situ, aku tidak ingin berada disana lebih lama lagi, cukup beberapa detik saja sudah mampu membuatku ingat kembali kepada dia. Kuputuskan untuk kembali kerumah dan melakukan rutinitasku sehari-hari.

“Minho-ya, ada apa denga dirimu?” eomma berjalan mendekatiku, aku tidak kuasa untuk menahan air mataku. Semenjak yeojachinguku meninggal, hidupku jadi berantakan, hanya eomma & appa yang masih sabar menghadapi ku.

Kusunggingkan senyuman terbaikku, membuktikan kalau aku tidak apa-apa, tetapi eomma selalu khawatir tentang aku. Aku begitu beruntung mempunyai eomma yang sangat perhatian terhadapku.

Aku berjalan menuju kamar pribadi ku, disana masih tertata rapih semua barang-barang yang berhubungan dengan jinhye, tidak kuperbolehkan orang lain menyentuh ini kecuali diriku sendiri, bahkan eomma dan appaku yang hendak membuang nya, ku marahi habis-habisan, aku tidak mengerti dengan jalan pikiranku sendiri, kenapa begitu berat melupakan orang yang sangat berarti didalam hidupku.

Kuraba pelan dan kubuka sebuah kotak yang lumayan besar sehingga menimbulkan decitan pelan, kuusap debu yang menempel disekitar kotak tersebut, ku raih buku diary miliknya, yang selalu membuat ku bahagia mendengar kan curahan hatinya yang tertumpah didalam buku diary ini.

Kubuka lembar pertama diary itu, dan kubaca dengan seksama.

Aku masih mengingat kejadian ini, dia selalu membuatku lelah, tapi aku suka dengan apa yang dia perintahkan.

2007, February 03

Jinhye POV

aku begitu terkejut melihat Minho-namjachinguku- sedang bersusah payah membuatkan ku bubur dengan suara alat- alat dapur beradu dengan yang lainnya, ya.. hari ini aku sakit, eomma & appa mengizinkan Minho untuk merawatku jika dia pulang sekolah, setiap hari dia lakukan yang terbaik agar aku lekas sembuh, bolehkah aku bahagia akan semua yang ia lakukan?.

“Jinhye-ah, maaf.. aku hanya dapat membuatkanmu bubur, tapi lebih baik kau jangan memakannya, aku akan membelikannya diluar ne?” kata Minho mengusap kepalaku dengan lembut.

Kugelengkan kepalaku, dan aku menjawab pertanyaannya “aku ingin masakan buatanmu Choi Minho” kutekankan suaraku diwaktu kusebut namanya, Minho hanya bisa menghela nafas berat, dan akhirnya dia menuruti ku, disuapinya aku dengan telaten, seolah-olah aku adalah bayi yang sangat ia sayangi, aku mengerti dia tidak pandai memasak, tapi kuyakin bubur yang dia buat kini lumayan enak. Minho melihat ku dengan tatapan was-was, sekaligus dia mengambil minyak kayu putih jika aku merasakan mual diperutku.

Kugelengkan kepalaku sekali lagi “ini enak, aku tidak merasakan racun yang masuk ketubuhku” ujarku dengan senyuman hangatku, yang membuat Minho kembali tenang. Senang karena pujianku, dia kembali menyuapiku dan mnceritakan kejadian yang dia hadapi disekolah. Kudengarkan dengan seksama, tiap apa yang ia katakan. Dari dia kalah tanding game dengan sunbae nya –cho kyuhyun— , lupa mengerjakan tugas karena ingin mempelajari jurus game terbaru agar bisa mengalahkannya, aku tidak habis fikir kenapa namjachinguku begitu senang bermain game.

 

Minho POV

Eomma dan appa Jinhye sangat baik denganku, mereka dengan senang hati menerimaku masuk kedalam keluarga mereka nantinya, tapi apa daya? Takdir sudah merubah keinginanku dan Jinhye untuk hidup bersama. Kubuka lagi lembar selanjutnya, hingga kelembaran terakhir. Aku sedikit tertegun membaca nya. Sebegitu sakitkah yang ia rasakan?

2009, Mei 09

Jinhye POV

Mungkin ini adalah terakhir kalinya aku dapat melihat senyuman namjachinguku,

Yaaa.. Choi Minho, kenapa kau begitu lemah dan payah? Kenapa masih sibuk menangis. Hey?! Aku tetap ada dihatimu,oke? Aku semakin tidak kuat melihatnya menangis hanya karena diriku. Come on, kau bukan lah Choi Minho yang kukenal selama ini. Kemana dirimu yang selalu bersikap perfectsionis. Kupeluk hangat tubuhnya, masih kudengar nafas nya tidak beraturan.

Aku mengerti, maafkan aku Choi Minho.. aku tidak tau harus bagaimana, it’s my destiny, you know that? Pesanku, kau harus tegar menghadapi cobaan ini seperti aku. Hahaha~

Jangan pikirkan tentang diriku, Choi Minho. Pikirkan masa depanmu nanti, aku tidak ingin kamu menjadi orang yang selalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin bisa kamu gapai dengan sendirinya maupun bantuan orang lain. Kumohon pikirkan lah matang-matang, ini juga tentang masa depanmu, ingat lah aku selalu ada dihatimu, disampingmu walaupun kamu tidak bisa melihatku, aku ingin nanti kamu mendapatkan yeoja yang terbaik untuk dirimu.

Choi Minho FIGHTING~!

Minho POV

Kututup diary itu dengan perlahan dan kutaruh nya kembali ke dalam kotak itu. Air mataku memang nakal, selalu jatuh bukan disaat yang tepat, aku sedang tidak ingin menangis, kuseka sendiri air mataku yang mengalir dipipiku dengan tisu.

Kulalui hariku hanya untuk mengenang Jinhye, seperti ke UKS sendirian, dulu aku selalu menemani dia.

2009, January 05

Jinhye POV

Kuhembuskan nafas beratku, sungguh penyakit ini menggerogoti tubuhku, Choi Minho dia lelaki yang sangat sabar menghadapiku, dia juga rela untuk membolos diwaktu pelajaran dimulai hanya untuk menemani ku disini.

“Jinhye-ah.. hey.. kenapa kamu melamun saja? Apa yang kamu pikirkan huh?” tegur Minho membuatku kembali kealam sadarku, kutarik tangannya dan kutaruh didadaku.

“Kau selalu ada dihatiku, disini Choi Minho” dapat kulihat wajahnya merona, aku sendiri merasakan panas menjalar dipipiku, pasti pipiku sudah semerah tomat, biarlah!

“Nado Chagi, nado” Minho mengecup keningku, diusapnya pelan kepalaku, aku tertidur di ruangan ini bersamanya, aku selalu merasa tenang setiap ada dia disampingku, bahkan aku tidak memikirkan tentang penyakit yang sedang ku alami.

Minho POV

Jihye-ah sedang apa kau disana? Apakah kamu sudah bahagia disana? “huft….” Aku menghela nafas berat, aku terlalu cinta kepadanya, jika ingin lebih baik aku saja yang mengidap penyakit itu, daripada dia.

Selesai mengerjakan tugas skripsi ku, kulangkahkan kaki ku menuju sebuah café, aku memesan coffee, dan menyeduhnya. Kulihat kesekeliling banyak anak sekolah yang sudah berpacaran, aku rindu masa itu, setiap melihat mereka aku selalu teringat akan Jinhye, kenapa dia begitu sangat-sangat susah untuk kulupakan?

Ada satu meja yang diduduki oleh seorang yeoja, sepertinya dia anak yang rajin, matanya tidak pernah lepas dari laptop. Apa yang dia kerjakan? Kenapa aku merasa penasaran dengan apa yang dia kerjakan? Oh shit! Dia melihatku, aku merasa gugup. Kutinggal kan beberapa lembar won dan aku langsung keluar dari café itu.

Dijalan aku masih memikirkan kejadian yang ada di café tadi, kenapa aku tidak menoleh sebentar untuk melihat apa yang dia lakukan? Ah.. kuharap besok dia ada disana.

“Minho-ya.. tolong belikan kimchi, disupermarket ya, palli(cepat)” tegur eomma,

“omo eomma.. aku baru saja sampai rumah udah disuruh-suruh, tunggu sebentar ya eomma” segera ku taruh tas ku didalam kamar dan bergegas untuk ke supermarket.

Untuk pertama kalinya aku melupakan Jinhye, ah ya.. kenapa aku bisa melupakan dia hanya karena yeoja yang tidak kuketahui identitasnya? Sungguh. Aku adalah orang yang sangat penasaran. Tidak sabar untuk menunggu hari esok, dan cepat-cepat kuliah lalu menuju ke café itu.

Aku menaruh kimchi itu perlahan agar eomma tidak mengetahui jika aku sudah pulang, perlahan kupeluk eomma ku dari belakang, aku ingin bermanja-manja dengan eomma.. sudah lama aku tidak seperti ini.

“Minho-ya.. apa yang kamu lakukan? Sudah membeli kimchi nya?” Tanya eomma ku, kurasa eomma masih serius dengan memasaknya, aku jadi tidak tega untuk mengganggunya.

“ne eomma, itu ada disamping eomma, enngh.. eomma ada yang mau kutanyakan kepada eomma, apakah aku menggannggu?” Tanya ku hati-hati, eomma tersenyum menanggapi nya, kurasa eomma tidak terganggu.

Kuceritakan tentang yeoja yang berada di café, eomma hanya menatapku lekat, terus kulanjuti cerita ku, tidak ada yang kurang ataupun lebih.

“apakah kamu perlahan sudah dapat melupakan Jinhye?” pertanyaan eomma kembali mengingatkan ku kepada Jinhye. Kenapa aku merasa aku menghianati dirinya?

“molla eomma… terkadang aku masih mengingatnya, dia selalu ada disni” kuletakkan kedua tanganku tepat diatas dadaku.

“eomma mengerti sayang.. itu hanya tergantung pada dirimu saja, eomma hanya mengingatkan jangan terlalu berharap, harapan kosong yang selalu membuatmu terpuruk Minho-ya..” kata-kata eomma membuat ku mengerti akan apa yang kulakukan selama ini adalah sia-sia, tetapi aku tidak merasakan itu, apakah efek karena rasa cintaku terlalu besar hanya untuk Jinhye?

***

Ini adalah hari yang kutunggu dimana aku akan menuju café itu lagi.

Segera cepat-cepat aku menuju Konkuk University, aku kuliah disana.. ah dosen itu selalu menuntut ku! Dasar kepala botak. Aku sudah buat skripsi ini susah-susah dia malah tidak hadir? Setiap aku menuju rumahnya selalu dia berkata “kalau berhubungan dengan tugas, skripsi, dll harap diselesaikan dikonkuk university, jika hanya sekedar bermain maka aku akan mengizinkan kalian berkunjung kerumahku” eeerr! Kuputuskan untuk menuju café itu. Dan duduk ditempat biasa.

Berjam-jam aku menunggu yeoja itu, dia tidak kunjung datang, ah sial! Kutunggu lagi, jika sampai jam 4 dia belum kunjung datang aku ak… eh? Itu dia! Kuubah sikap ku menjadi seorang yang cool, dia hanya melewati ku begitu saja, tidak melirik ataupun menolehkan kepala begitu saja.

Oke! Persetan dengan harga diri, kuhampiri mejanya, dia hanya menatap ku sekilas dan kembali menatap layar laptopnya, ooh.. ternyata dia sedang bermain game, ternyata  dia game lovers.

“ekhmm” aku berdeham keras, dia hanya menatap ku sinis, kembali aku duduk tepat didepannya, kuambil laptopnya dan kututup begitu saja.

Dia mengerang sepertinya dia marah karena aku bertindak tidak sopan seperti itu. Haha biarkan.

“aku Choi Minho” ku perkenalkan diriku kepadanya, dia kembali menatap sinis aku.

“lalu? Apa peduliku?” Tanya  yeoja itu matanya beralih menatap laptopnya yang sedang kupegang.

“Menikahlah denganku”

FIN~

Ahaha, kali ini aku comeback dengan FF yang agak aneh(?) menurutku. Disini aku belum nentuin nama yeoja yang akan di pairing dengan Minho.. hayoo!! Siapa anaenya minho unjuk GIGI!! Aku cuman butuh nama korea kalian aja ko. Dan jelas akan kuambil Cuma 1 aja XD hehe.. gk mungkin semuanya kan?

Happy read readers ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Love Again ‘First And Last Memory’”

  1. waw?? langsung maen ajak merit aja nih c minho?
    padahal belom tau siapa namanya?
    asik nih kayaknya kalo ada sequelnya..
    hihi..

  2. Wih keren banget nih thor,
    aku mau dong jd pasangannya minho oppa,
    nama korea aku sung sang hee mungkin agak aneh ya hehe.
    Next ya thor aku suka banget ff ini 🙂

  3. Wih keren banget nih thor,
    aku mau dong jd pasangannya minho oppa,
    nama korea aku sung sang hee mungkin agak aneh ya hehe.
    Next ya thor aku suka banget ff ini

  4. Wih keren banget nih thor,
    aku mau dong jd pasangannya minho oppa,
    nama korea aku sung sang hee mungkin agak aneh ya hehe
    next ya thor ak suka bnget ff ini

  5. Wih keren banget nih thor,
    aku mau dong jd pasangannya minho oppa,
    nama korea aku ‘sung sang hee’ mungkin agak aneh ya hehe
    next ya thor ak suka bnget ff ini

  6. Wih kren bngt ff ini thor, ak suka.
    Ak mau dong jd pasangannya minho oppa nama koreaku “SUNG SANG HEE ” mungkin agak aneh kali ya hehe, next ya thor

  7. Kyaaa,,,sequel eon! #todong author
    aku mau dong,,aq kan jg flamer #lirik onew yg melotot
    namaku Shin Ri Sung,,,kekkekeke,,,fighting eon!

  8. wahh keren Thor,.
    #acungin jempol
    .
    Wah wah itu endingnya knapa minho langsung minta kawin (?) .. 😀
    .
    Sequel dong Thor, pengen tau kelanjutan ceritanya.. 😀

  9. bagus thor.. cuma agak kecepetan aja.. truz agak bingung krn d awal minho kykna terpuruk banget sama kematian jinhye tp tiba2 pas naksir cewek yg dia gak kenal seolah jinhye gak pernah ada d hidupnya.. d lupain gtu aja.. bakal ada lanjutannya yah? semangat.. 🙂

  10. aku mau daftar!! han eun kyo :D. ehehe. wa bang minho belum kenal langsung minta nikah aja. aya aya wae. kkk~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s