Broken Home VS Broken Heart – Part 1

Title : Broken Home vs Broken Heart part-1

Author : Silvi a.k.a Lee Kyung Mi

Main Cast : Choi Minho, Park Jiyeon

Support Cast : Lee kyung mi, Choi Min Jung, etc

Length : Sequel

Genre : friendship, romance, sad

Rating : PG-13

Summary : Tin tiiinn …

Ciiiitt

Aku mendengar suara klakson dan suara mobil yang berhenti mendadak, aku mendengar sangat jelas sekali. Sebelum aku melihat ke asal suara itu, aku menyeka airmataku. Segera kubalikkan badanku dan melihat kearah asal suara itu . Kulihat sebuah mobil sudah berada tepat dihadapanku. Aku pun segera menyingkir ke sebelah mobilnya untuk memaki dan memarahinya. Enak saja berhenti tepat didepanku. Bagaimana jika aku tertabrak?

A/N : Annyeong! ini adalah ff pertamaku. Lee kyung mi imnida, salam kenal yah ^^ Hem, ini main castnya Jiyeon dari T-ARA. Semoga kalian suka sama ff ini. Kalau ffnya jelek, maklum aja ya, soalnya ff pertama J

Happy reading ^_^

***

Jiyeon P.O.V

Lagi-lagi aku harus mendengar eomma dan appa bertengkar, aku tidak tahu ini yang ke berapa kalinya, aku mendengarkannya hampir setiap hari, mereka selalu saja seperti ini. Sampai sekarang aku masih tidak mengerti, kenapa mereka bisa seperti itu? Padahal, sebulan yang lalu mereka baik-baik saja, bahkan keluargaku bisa di bilang sangat harmonis, tidak ada pertengkaran apapun, eomma dan appa pun selalu memperlihatkan kemesraan mereka di hadapanku. Jujur, aku sedih sekali melihat mereka seperti ini sekarang.

Jika melihat mereka bertengkar, rasanya aku ingin sekali melerai pertengkaran mereka. Tapi, aku tidak bisa melakukannya, lagi-lagi aku harus diam. Karena, jika aku melerai pertengkaran eomma dan appa, bisa-bisa aku dimarahi seperti kejadian kemarin.

Flashback

“Eomma~ appa~ sudahlah, untuk apa kalian bertengkar seperti ini?” kataku yang mencoba memberhentikan pertengkaran mereka.

“Ya! Kau ini tau apa? Kau ini masih kecil, kau tidak tau yang seperti ini. Sudahlah jangan ikut campur!” Teriak appa yang membuatku tersentak. Refleks, aku pun segera menundukkan kepalaku, karena takut.

“Sudah, Jiyeon-ah lebih baik kau kembali ke kamarmu!” ucap eomma, aku pun menuruti perintah eomma. Aku berjalan dengan kepalaku yang masih menunduk. Sebenarnya aku sangat kesal dengan mereka berdua. Mereka seperti melampiaskan kekesalan mereka padaku. Aku kan hanya ingin melihat mereka kembali seperti dulu dan aku berusaha memberhentikan pertengkaran mereka, kenapa jadi aku ikut-ikutan kena omelan mereka? Aiiisshh mereka sungguh menyebalkan!

Flashback End

Ingin sekali rasanya aku menangis, tetapi aku ingat kata-kata Kyung mi, sahabatku, ‘Jangan pernah kau menangis karena hal ini. Jika kau tidak bisa menahan air matamu, lebih baik kau keluar saja dari rumah, dan menghirup udara segar di taman. Dan kau juga bisa kerumahku.’ Aku ingat sekali kata-katanya. Ya, Kyung mi benar, lebih baik aku menghirup udara segar dan melihat pemandangan yang indah daripada aku harus mendengar dan melihat eomma dan appa bertengkar.

Segera kulangkahkan kakiku menuju pintu rumah dengan perlahan, agar tidak menimbulkan suara. Akhirnya aku berhasil keluar dari rumah, untung saja eomma dan appa tidak melihatku, karena mereka asik dengan pertengkaran mereka.

Aku berlari menuju taman, aku sudah tidak tahan dengan sikap eomma dan appa yang terus seperti itu. Dengan mataku yang sendu yang kapan saja bisa menumpahkan air mata. Seluruh pandanganku penuh dengan pertengkaran eomma dan appa. Aku tidak kuat lagi menahan air mata ini untuk keluar, dan kini air mataku berhasil membasahi pipiku. Aku ingat sekali saat terakhir mereka mesra-mesraan di hadapanku. Mereka saling menyuapi dan tertawa bersama. Tetapi, sekarang? Sekarang sudah tidak ada yang seperti itu lagi di rumahku, yang ada hanya sebuah pertengkaran. Mereka pun tak lagi saling menyentuh, bahkan bersentuh tangan pun tak mau.

Tin tiiinn …

Ciiiitt

Aku mendengar suara klakson dan suara mobil yang berhenti mendadak, aku mendengar sangat jelas sekali. Sebelum aku melihat ke asal suara itu, aku menyeka airmataku. Segera kubalikkan badanku dan melihat kearah asal suara itu . Kulihat sebuah mobil sudah berada tepat dihadapanku. Aku pun segera menyingkir ke sebelah mobilnya untuk memaki dan memarahinya. Enak saja berhenti tepat didepanku. Bagaimana jika aku tertabrak?

Kulihat orang itu membuka jendela mobilnya, begitu ia membukanya, terlihat jelas wajahnya. Ia seorang namja, namja yang bisa di bilang tampan. Namja itu memiliki mata yang bulat, hidung yang mancung dan rambut pendek yang dispike.

“Ya! Bisakah kau menyetir? Kalau kau tidak bisa, lebih baik tidak usah menyetir! Daripada kau membahayakan orang lain!!! Atau kau tidak punya mata ya? Kau tidak melihat ada aku disitu, huh?!” Kataku memakinya.

“Ya!!! Apa kau tidak melihat ini di tengah jalan ? Jadi, siapa yang salah? Kau atau aku? Jelas-jelas ini tempat untuk kendaraan  melaju, kau malah seenaknya saja berjalan di tengah jalan!!! Hem, sepertinya kau yang tidak punya mata!” Bela namja itu pada dirinya sendiri. Aku pun memperhatikan sekelilingku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ya, dia memang benar, aku yang salah, aku berjalan tanpa memperhatikan sekelilingku karena menangis, sampai-sampai aku berjalan di tengah jalan yang seharusnya dilalui kendaraan. Aku jadi merasa bersalah padanya. Tapi, untuk apa? Biarkan saja, aku tidak peduli!

“Yaaa! Kenapa kau diam saja? Apa aku benar? Ya sudah, lebih baik kau menjauh dari mobilku. Mobilku ini mahal tau! Aku tak mau ada yang lecet sedikitpun. Minggir!” Ucapnya dengan nada yang tak biasa. Aku pun menjauhi mobilnya dan baru dua langkah aku mundur, mobil itu sudah melaju dengan kecepatan yang tinggi.

“AIIISSSHH!!! Menyebalkan! Sok! Dasar namja yang tidak punya sopan santun! ARRGGHH!!! Aku tidak peduli itu mobil mahal atau tidak! Dasar namja sombong!!!” Teriakku dengan keras, sehingga membuat orang yang ada disekitarku memperhatikanku dengan tatapan aneh. Aku pun segera melangkahkan kakiku.

Aku tidak tau kemana kubawa tubuhku, aku hanya mengikuti langkahku. Dan aku mengingat sesuatu. Kyung mi! Ya, Lebih baik aku kerumahnya untuk menenangkan diriku.

***

Akhirnya aku sampai juga di rumah yang memiliki halaman yang cukup luas, terlihat dari luar bertingkat tiga, rumah ini cukup besar bahkan lebih besar dari rumahku. Ya, sekarang aku sudah berada didepan rumah Kyung mi, aku sering ke rumahnya, aku pun sudah akrab dengan keluarganya. Aku segera mengetuk pintu rumahnya. Tak lama kemudian seseorang membukakan pintu.

“Jiyeon-ah? Mau apa kau kesini?” Tanya Kyung mi yang terlihat kaget begitu melihatku ada di depan pintu rumahnya.

“Ne, apa aku tidak boleh kesini? Ya sudah, aku pulang saja.” Kataku sembari membalikan badanku. Sengaja kulakukan ini, karena aku ingin melihat reaksinya.

“Yaa! Chakaman! Siapa yang bilang kau tidak boleh kesini? Ayo masuk!” ajaknya sembari menarik tanganku. Aku tau sebenarnya apa yang akan ia lakukan, dan benar saja dugaanku. Kyung mi menarik tanganku dan mengajakku masuk. Aku pun mengikuti langkahnya. Kami berhenti di dekat ruang makan, saat aku ingin bertanya kenapa kami harus berhenti. Aku langsung melihat seseorang. Ya, dia adalah eomma Kyung mi. Aku pun langsung membungkukkan badanku.

“Annyeong haseyo, ahjumma.” Sapaku.

“Annyeong, apa kabar Jiyeon-ah? Sudah seminggu kau tidak kemari?” tanyanya.

“Hehe…mianhae, ahjumma. Tapi, sekarang aku kan sudah kesini. Iya kan ahjumma?” ucapku.

“Ne. Hem, ya sudah, ahjumma akan buatkan minuman untukmu. Kalian ke atas saja!” kata ahjumma sembari menunjuk ke atas. Aku dan Kyung mi pun melanjutkan langkah kami yang sempat terhenti. Akhirnya kami berhenti di sebuah kamar, terlihat di depan pintu, tertulis ‘Lee Kyung Mi’. Ya, ini adalah kamar Kyung mi.

“Jiyeon-ah, kau masuk saja duluan! Aku akan bawakan minuman dan makanan.” Katanya.

“Ne.” Aku pun masuk ke dalam kamar yang didominasi dengan warna biru, aku begitu takjub dengan keadaan kamarnya. Kamar ini begitu bersih dan rapih, bahkan lebih rapih dari kamarku. Aku memperhatikan sekeliling, penataan kamarnya hampir sama dengan kamarku. Terdapat tempat tidur dan sebuah meja kecil, diatasnya ada sebuah lampu di sebelah tempat tidur. Di sebelah kiri terdapat lemari yang cukup besar, di sebelah kanan terdapat cermin dan perlengkapan make up. Di dekat pintu masuk terdapat rak buku atau meja belajar. Tak lama aku menunggu, Kyung mi pun sudah kembali dan duduk disebelahku.

“Ini minumnya! Kalau kau ingin cemilan, ambil saja! Tidak usah sungkan.” Katanya lagi.

“Ya! aku ini teman-mu, Kyungmi-ah! Aigooo… memangnya aku tidak pernah ke rumahmu?” kataku.

“Hahaha…oh iya, pasti kau kesini mau cerita kan? Cerita apa? Tentang eomma dan appamu lagi?” Tanyanya. Ya, aku memang sering bercerita padanya. Karena, aku tau dia tidak akan membocori hal ini. Karena, dia sahabatku. Aku sudah bersahabat dengannya sejak kami Junior High School hingga sekarang. Jadi, aku sudah mempercayainya.

“Ne, bukan hanya eomma dan appa saja. Tapi, seorang namja yang sangat menyebalkan!” Ucapku.

“Siapa dia? Namanya? Apa dia murid di sekolah kita? Bagaimana orangnya? Apa dia seumuran dengan kita?” Tanyanya panjang lebar.

“Aiisshh…kau ini apa-apaan sih? Seperti sedang wawancara saja.”

“Hehe…mian. Habisnya, kau tidak pernah cerita tentang itu sih. Makanya aku jadi penasaran.”

“Yaa! Aku saja baru bertemu dengannya. Makanya dengar dulu aku cerita. Kalau sudah selesai, baru kau bertanya. Arasseo?”

“Ne, mianhae. Ayo cerita! Palli!” Pintanya seraya mengguncang-guncangkan kedua tanganku pelan. Sebelum dia merengek lagi, aku pun segera menceritakannya dari awal sampai akhir.

“Aish, memang namja menyebalkan! Jika aku berada disitu, aku sudah memarahinya.” Ujarnya setelah aku selesai bercerita.

“Kyung mi-ah, aku kan sudah bilang tadi, kalau aku sudah memarahinya. Eh, malah aku yang malu. Aish…kau tidak mendengarkan ya?” Kyung mi selalu saja seperti itu, otaknya sangat lamban menangkap cerita yang panjang lebar. Tetapi, tidak untuk pelajaran. Tentang pelajaran itu lain lagi. Kalau soal hal yang satu ini, dia sangat pintar. Kami selalu bersaing dalam mendapatkan peringkat dikelas dengan persaingan yang tentunya saja persaingan yang sehat.

Aku juga tau siapa namja yang menyukainya. Ya, dia Lee jinki, biasa di panggil Onew, dia sunbae-ku dan juga Kyung mi di sekolah. Tapi, sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan Kyung mi dan juga Onew sunbae. Kyung mi tidak pernah menunjukkan perasaannya, aku pun tidak tahu dia juga menyukai sunbae atau tidak, Kyung mi tidak pernah menceritakannya padaku. Sama hal-nya dengan Onew sunbae, sunbae tidak pernah mengungkapkan perasaannya ataupun menunjukkan perasaannya. Sunbae hanya meminta bantuanku agar bisa dekat dengan Kyung mi. Tapi, aku menolaknya. Bukannya aku tidak ingin membantunya, tetapi aku ingin sunbae menunjukkan perasaannya sendiri.

Ya, aku sudah membantu mereka, walaupun dengan usaha sunbae sendiri. Sekarang sunbae sudah mendekati Kyung mi walau masih agak canggung jika ada didekat Kyung mi. Tapi, sampai saat ini sudah ada kemajuan darinya.

“Mianhae Jiyeon-ah…”

“Ne, arasseo.”

Aku dan Kyung mi masih asik di dalam kamarnya sambil bercerita bergantian, banyak cerita yang kami bicarakan. Kami terus saja keasikkan bercerita. Saat aku melihat jam, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 16.10. Aku segera berpamitan dengan ahjumma.

“Kyung mi-ah, gomawo. Mianhae telah merepotkanmu. Jeongmal mianhae.” Kataku berpamitan padanya.

“Aish…kau ini. Biasanya juga seperti itu kan? Hehe…bercanda.” Katanya seraya mengangkat tangannya dan jarinya membentuk huruf ‘V’.

***

Minho P.O.V

Aaiisshh…lelah sekali hari ini, kenapa sih aku harus bertemu dengan yeoja aneh itu?! Dia sudah membuang waktu-ku yang seharusnya kugunakan untuk tidur dirumah. Aku berharap hanya hari ini saja melihat dan bertemu dengannya.

Kulajukan mobilku dengan kecepatan yang tinggi seperti tadi, semoga saja tidak ada kejadian seperti tadi, aku ingin cepat-cepat sampai rumah dan menghempaskan tubuhku diatas tempat tidur.

Aku tersenyum saat mengingat eomma. Eomma pasti terkejut melihatku tiba-tiba berada di Seoul. Ya, aku memang akan memberikan kejutan untuk eomma tepat dihari ulang tahunnya. Aku pun berencana akan mengajak eomma makan diluar.

Kulangkahkan kakiku memasuki halaman rumah, lalu mengetuk pintu rumah. Tak lama kemudian, eomma membukakan pintunya. Ia terlihat terkejut melihatku, seperti apa yang kubayangkan.

“Minho-ah? Apa benar ini kau?” Tanya eomma yang masih terkejut dengan kedatanganku.

“Apa aku tidak boleh masuk?” bukannya menjawab, aku malah balik bertanya. Eomma tak mengubrisku, eomma masih terdiam ditempatnya, aku pun menarik eomma duduk di sofa ruang tengah.

“Apa eomma lupa dengan anak eomma yang tampan ini?” tanyaku sembari menyandarkan kepalaku di sofa. Sungguh melelahkan hari ini!

“Anni. Tidak mungkin eomma lupa pada anak eomma yang tampan ini. Ya! kenapa kau tidak memberitahu eomma kalau kau akan pulang hari ini?”

“Ne, aku kan ingin membuat eomma terkejut. Dan benar saja kan eomma terkejut melihatku?” kataku sembari menegakkan tubuhku kembali dan mengambil kue yang ada dimeja.

“Aiishh…kau ini! Ya! kau istirahatlah dulu! Pasti kau sangat capek kan? Nanti eomma buatkan makanan kesukaanmu.” Ucap eomma. Aah, sebaiknya aku tidak mengucapkan pada eomma dulu, aku akan membuat rencana untuknya.

“Ne. Oh iya, kemana Min jung?” tanyaku bingung sembari memperhatikan sekelilingku mencari sosok dongsaeng-ku, tapi aku tak juga menemukannya.

“Dia belum pulang.” Jawab eomma sekenanya.

“Jam segini belum pulang?” tanyaku lagi.

“Ne, dia sedang ada pelajaran tambahan. Yasudah, cepatlah kau istirahat! Nanti malam kita makan sama-sama.” Ucap eomma sembari mendorongku.

“Ne, eomma.” Kataku sembari menaiki anak tangga menuju kamarku yang berada dilantai dua. Aku segera mandi dan berganti pakaian, setelah itu aku menghempaskan tubuhku diatas kasur yang empuk, dengan perlahan kupejamkan mataku dan tertidur dengan pulas.

***

Aku terbangun dari tidurku. Jam berapa ini? Aku pun segera melihat jam, ternyata sudah pukul 7 malam. Segera kulangkahkan kakiku menuju lantai bawah. Kulihat eomma dan seorang yeoja sedang menonton televisi, yeoja itu ternyata Min jung–dongsaengku . Aku segera menghampiri mereka.

“Oppa!” teriaknya sembari memelukku.

“Ya! kau membuat telingku pengang!” ucapku sembari membalas pelukannya.

“Mianhae. Oppa, neomu bogoshippo…”

“Ne, nado…” Ucapku seraya melepaskan pelukannya.

“Ya! nanti saja melepas rindu kalian. Kalian makanlah dulu, eomma sudah membuatkan makanan untuk kalian. Minho-ya, Min jung menunggumu bangun dan ia ingin makan bersamamu. Makanlah!” kata eomma.

“Ne, eomma. Eomma tidak makan?”

“Eomma sudah makan tadi.”

“Hem, baiklah. Kajja!” aku pun merangkul dongsaengku menuju ruang makan. Kami makan tanpa pembicaraan apapun. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang seharusnya sudah kukatakan tadi.

“Eomma ulang tahun kan hari ini?” tanyaku disela-sela makan kami.

“Ne, oppa belum mengucapkannya pada eomma?”

“Ne, tadinya oppa ingin mengajak eomma makan diluar, tetapi karena oppa bangun telat. Ya beginilah jadinya.” Kataku sembari merogoh saku celanaku.

“Aku akan memberikan ini pada eomma. Apa eomma akan suka?” tanyaku pada Min jung.

“Ne, eomma pasti sangat suka. Aku pun sangat menyukainya. Berikan saja!” Kata Min jung.

Setelah selesai makan, aku pun menghampiri eomma dan mengucapkan ‘saengil chukae’ pada eomma sembari memberikan kotak berbentuk persegi merah berhiaskan pita kuning pada eomma. Seperti yang dikatakan Min jung, eomma terlihat terkejut dan sangat suka cincin pemberianku setelah membuka kotaknya. Aku senang eomma suka dengan apa yang aku berikan. Aku ingin membahagiakan eomma dan Min jung, menggantikan posisi appa yang sudah meninggal sejak aku usia 12 tahun.

“Oh iya, kau akan sekolah dimana? Apa kau sudah mendaftar?” Tanya eomma saat kami semua kumpul diruang tengah.

“Ne, aku sudah mendaftar di Sunyoung High School. Besok aku sudah bisa masuk sekolah.” Ucapku.

“Ya! mengapa oppa tidak mendaftar di sekolahku saja? Kita kan bisa berangkat bersama.”

“Aiiish, mana oppa tahu kau sekolah dimana. Lagian, oppa akan mengantarkanmu kesekolahmu dulu sebelum oppa kesekolah. Kau tenang saja, Min jung-ah.”

“Aissh, oppa! Aku sekolah di Chungdam High School!”

“Ne…ne…oppa kan tidak tahu. Lagipula, oppa akan tetap mengantar dongsaeng oppa yang satu ini kok.” Ucapku sembari mengacak-ngacak rambutnya.

***

Hari ini aku akan masuk ke sekolah baruku, karena alasan tertentu. Yang pertama karena aku ingin bertemu keluargaku, dan hal yang lainnya aku tidak bisa bilang sekarang.

Aku menatap sekolah baruku sambil tersenyum. Segera kulangkahkan kakiku menyusuri setiap sudut sekolah. Sambil berjalan, kuperhatikan sekelilingku. Ya, sekolah ini begitu besar. Gedungnya berlantai lima dan suasananya pun terasa sejuk karena dikelilingi oleh beberapa pohon dan berbagai tanaman lainnya.

Aku mencari kelas 11-B. Saat aku ingin melangkahkan kakiku, tiba-tiba aku melihat sebuah papan di atas pintu kelas. Bertuliskan ’11-B’, akhirnya aku menemukan juga kelasnya. Aku melangkahkan kakiku masuk ke kelas, kulihat semua murid sudah duduk dengan tegak, seperti menunggu seseorang. Ya, aku tau mungkin mereka menungguku. Aku pun melihat sonsaengnim sedang memberitahu kedatanganku. Dan sonsaengnim menyuruhku untuk memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo, choneun Choi Minho imnida. Bangapseumnida.” Kataku sembari membungkukkan badanku. Setelah aku memperkenalkan diri, aku melihat semua orang kini asik dengan pembicaraannya masing-masing, seperti membicarakanku, karena sebagian orang menunjukku sembari berbicara. Aku menatap sekelilingku. Aku melihat seseorang, seorang yeoja yang tidak asing bagiku. Omo! benar, dia…

~ To Be Continued ~

P.S : Nah, gimana ffnya? semoga aja pada suka ya. Kritik, saran aku terima dengan lapang dada buat memperbaiki kesalahanku. Kalau yang udah baca, komen ya?! Pokoknya harus KOMEN! Jangan sampai nggak!!! Oke? Ayo komen!!! Gomawo ^_^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Broken Home VS Broken Heart – Part 1”

  1. kyaaaaa.. akhrnya mino ketemu lg ama jiyeon
    ciee,,, jodoh emg gak kmn. kekeke
    Daebak!!! suka lah ama cerita’y
    next part palli.!!!! di tunggu, ne? 😉

  2. kasian jiyeon broken home gitu …. hah keliatan banget pasti itu si minho yang ampir nabrak jiyeon kekeke kayanya seru nih…lanjut

  3. Wuaahh, disini karakter minhonya berubah bgt, alias bnyk omong*ditabokflamerss

    mian baru baca part 1, hbs yg hari ini diposting tau2 udh part sekian..jd buka library deh…

    Bagus kog FFnya, semangat thor!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s