Love Again ‘First Love?’

LOVE AGAIN ‘first love?’

Author             : diahwidya a.k.a widya

Title                 : Love Again ‘first love?’

Main Cast        : Choi Minho, and Han Hyori

Genre              : Romance, Sad

Rating                         : NC- 17

Length             : Stand Alone

Backsound      : Reason from autumn tales, DBSK – Hug

>

Aku udah baca komentar kalian heehehe.. emang minong kubuat disini sksd.. dan yah… cast yeoja nya aku pake nama HAN HYORI, yaa.. siapa yang nama koreanya Han hyori unjuk gigi(???)

Happy reading~

Minho POV

Aku nekad? Jelas… karena eomma dan appa bilang jangan selalu terpuruk dalam kesedihan, mungkin perbuatanku yang lalu adalah hal gila yang kulakukan, sekarang aku sudah bahagia dengan dia, sekarang kami sudah menjadi sepasang suami istri, walaupun aku tahu dia masih belum mengerti kenapa aku langsung mengajak nya menikah tanpa alasan apa pun.

“Minho-ya…” panggil istriku, aku masih belum ingin bangun dalam tidurku, bisa kurasakan jari telunjuknya menelusuri wajahku, hingga berhenti diatas bibirku. Apa yang akan dia lakukan? Perlahan aku bisa mendengar hembusan nafasnya menerpa kulit pipiku, mungkin kah dia ingin menciumku?

“Choi Minho, aku tahu, kalau kamu sudah bangun, bergegas lah bekerja. Aku tidak ingin kamu bermalas-malasan, ingat kamu sekarang sudah memegan Choi Corperation” tegurnya, aku menghela nafas berat kenapa dia tidak ada sisi romantisnya sama sekali?

Kumanyunkan bibirku untuk menagih ‘morning kiss’ setiap pagi, dan itu tidak pernah untuk aku lupakan.

“yaa.. pagi-pagi seperti ini pikiranmu sudah mesum saja! Palli ireona~!” ucapnya dengan suara nyaring, aku yang disampingnya reflek menutup kupingku.

“tapi itu adalah hal wajib yang harus dilakukan istri kepada suaminya, araseo? Ppoppo!” tegasku, haha.. aku masih bisa melihat raut kesal terpancar dimatanya. Dengan malasnya ia mencium pipiku, kutahan tangannya.

“hey.. morning kiss itu disini” kutunjukkan bibirku dengan jari telunjuknya. Rona merah menjalar disekitar pipinya, oke. Pasti dia masih malu kalau aku menagih nya dengan cara seperti ini, segera kucium bibirnya yang ranum, setiap aku disisinya ingin sekali menciumnya, apakah aku sudah kecanduan? Molla~

“emmhhh..” erang dia, sambil memukul dadaku, haha lumayan lama aku menciumnya, kulepaskan ciumanku dan mengecup keningnya, “gomawo yeobo-ah” aku segera masuk kamar mandi, dan dia keluar untuk membuatkan sarapan pagi seperti biasa.

Hening… tidak ada sesuatu topic yang dilontarkan pagi ini, yap.. hari ini hari minggu mereka berdua hanya bermalas-malasan dirumah. aku hanya sibuk dengan PSP ku, dan Hyori? Yaa.. dia sibuk dengan menonton film favourite nya. Aku bingung sendiri kenapa dia masih saja menonton twilight dan itu sudah yang keberapa kalinya aku melihat dia mengulang-ulang film itu.

HYORI POV.

Jujur aku sangat canggung duduk berdekatan dengan Minho, aku pun bingung harus berbicara bagaimana, beda pada waktu itu dengan tegas dia berbicara dengan orangtua ku, jika dia segera melamarku, tapi sekarang? Dia kembali menjadi pendiam. Sungguh dingin! Masih ada pertanyaan yang ada didalam benakku, apakah Minho benar-benar mencintaiku?

“ekhmmm” aku berdeham pelan, dia hanya menoleh sekilas dan asyik bermain dengan PSP nya. Apakah aku tidak penting lagi baginya?

“apakah kamu benar mencintaiku?” kulihat tubuhnya menegang mendengar pertanyaan yang kulontarkan begitu saja, apakah dia memang benar hanya menganggap ini sebuah permainan belaka?

“apa yang kau tanyakan? Jelas aku mencintaimu yeobo~” ucapnya dengan nada manja, membuat ku sedikit risih mendengarnya. Jujur ini aku menganggap ini hanya lah hal konyol, kenapa aku menyetujui kemauannya? Dan apa? Dia bilang pada orangtuaku jika kamu sudah menjalin hubungan kurang lebih 5 bulan. What?? Berbeda dari kenyataan! aku selalu kehabisan kata jika sudah berbicara padanya. Lebih baik aku keluar mencari udara segar dan bermain game dirumah temanku.

“mm.. Minho-ya.. aku pergi dulu ya?” ucapku perlahan setelah aku bersiap-siap untuk pergi.

“mau kemana yeobo?” Tanya Minho, tanpa menoleh kepadaku lagi.

“rumah temanku Minho.” Jawabku cuek, ya aku kembali kepada diriku yang dulu. Tidak ada keromantisan didalam hubunganku dengan Minho, dia menganggukan kepala seperti biasa dan aku langsung pergi dari rumah.

“ra-ya~!” disini lah diriku curhat dengan teman setia ku, setiap aku menceritakan suatu masalah dia akan memberi solusinya.

“I don’t know, dan jelas itu sangat aneh! Harusnya kamu minta alasan kenapa dia seenaknya mengajakmu menikah dan kembali seperti tidak kenal? Itu sangat tidak masuk akal!” ujar Hyera seperti sedang menyalahiku.

“hajiman.. aku mulai mencintainya hyera” air mataku tidak bisa dibendung lagi, tumpah begitu saja ketika aku melemparkan sebuah buku diary yang diam-diam aku ambil dari lemari Minho, aku sudah membaca semuanya, apakah dengan cara yang nekat ini dia dapat melupakan masa lalunya?

Hyera tertegun mengamati benda yang sengaja kulemparkan begitu saja, dia mengambil diary itu dan membukanya perlahan. Diamati nya tulisan demi tulisan yang terukir didalam diary itu, mula-mula Hyera menyangka Minho adalah orang gila yang seenaknya menikahi orang tanpa alasan yang tak jelas, tapi sekarang sudah jelas, Hyera mengangkat satu alis kanannya,

“dia menikahi mu hanya untuk melupakan yeoja ini, tapi kenyataannya dia belum bisa” pernyataan Hyera membuat Hyori semakin menangis.

“aku tidak tahu harus bagaimana Hyera-ya, kenapa disaat pertama orangtuanya dan orangtuaku sering mengunjungi kami, kami berdua sangat bahagia, aku dapat merasakan itu. Aku dapat merasakan perlahan demi perlahan aku dapat mencintainya, sesuai apa yang ia katakan”

Aku menyeka air mataku dengan tissue yang memang ada didepan ku.

suatu saat kamu pasti bisa mencintaiku, Han Hyori” ucap Minho masih terngiang-ngiang dipikiranku, begitu bahagia nya aku mempunyai nampyeon seperti dia, yang lumayan ‘agak’ aneh di awalnya. Tapi kenapa entah karena mereka sudah tidak mengunjungi kami, ataupun karena Minho memang hanya berpura-pura?

“Hyera..!!” tangisku tidak bisa dibendung lagi, kenapa aku bisa begitu terbuai dengan omongan maut miliknya? Kenapa aku bisa terjerat dalam sangkar hatinya yang begitu dalam? Akudapat mencintainya hanya dalam hitungan minggu, tapi kenapa disaat hubungan kami mulai merenggang aku semakin takut jika nanti tiba-tiba ia meninggalkanku.

“kamu bicarakan baik-baik tentang ini kepadanya, mianhae aku tidak bisa membantu” jawab Hyera.

Dengan gontai aku berjalan sebentar lagi aku sampai, tapi dengan malas aku berjalan dengan sangat perlahan mengulur waktu untuk sampai rumah dengan terlambat.

“annyeong” kulihat Minho berdiri tegap didepan pintu, muka nya menunjukkan aura yang begitu membuatku tegang seketika.

“Han Hyori” tegasnya dengan suara yang berat.

“mian menunggumu lama, tadi temanku tidak bisa mengantarku pulang” ucapku lemas, ia memegang kedua bahuku, bisa kudengar hembusan nafas yang berat menyentuh pipiku.

“kau tahu aku begitu khawatir tentang keadaanmu? Ini sudah malam, telepon aku, itu hal yang mudah bukan? Atau tidak, kau bisa mengirimkan ku pesan setidaknya memberitahukan tentang apa yang kau lakukan, ara?”

“Ne Minho.. araseo”

“yaa.. ada apa denganmu hari ini? Kelihatan tidak semangat? Bukan kah kamu senang untuk bermain game bersama mesin birumu itu?” Tanya Minho membuatku menghentikan langkah ku yang hendak masuk ke kamar.

“mesin biru?” Tanyaku dengan muka polos.

“laptopmu, honey~!” ucapnya dengan nada yang dibuat-buat.

“sedang tidak mood, Minho..” kulanjutkan kembali langkahku menuju kamarku dan Minho, kutaruh diary itu disampingku. Aku harap ketika dia hendak tidur dapat membaca nya.

-keesokan harinya-

Sinar matahari masuk melalui celah-celah kecil di jendela kaca kamar Minho& Hyori, dapat Ku rasakan nafas Minho yang masih beraturan mengenai rambutku seolah helaian rambutku menari terkena hembusan nafas Minho, dan lengan nya yang besar melingkar sempurna di pinggangku. Apakah dia sudah mengetahui tentang diary yang kubawa itu??

Kucium perlahan bibirnya agar dia tidak bangun, kuberikan morning kiss yang selalu dia tagih setiap ia terbangun. Kusibakan selimutku, perlahan aku bangun dan kembali berkutat dengan alat alat dapur untuk membuatkan sarapan seperti biasa, kupaksakan agar tidak mengingat tentang masalah nya dengan yeojachingunya yang dulu. Setelah kusiapkan, dan kutata dengan rapih, aku langsung pergi untuk kuliah, yaa.. kali ini aku ada kelas pagi. Sedangkan dia? Tidak.

Hari ini aku kurang semangat sangat kurang semangat, belum lagi lingkaran hitam yang ada di bawah bola mataku, apakah aku tadi malam bergadang? Kurasa tidak.. ah biarkan, kupoleskan dengan bedak yang selalu kubawa tiap saat, dan kembali kuliah.

****

“yaa. Yaa.. kamu mau kemana huh, Hyori? Tidak lupakan jika hari ini kamu harus menjadi tutorku?” Jonghyun menghalangi jalanku, membuatku tersentak perlahan. Ah aku sampai lupa tentang janji ku pada anak ini.

“ara ara, tidak mungkin aku lupa, kukira tadi kamu sudah pulang hyun-ah” ucapku cuek dan mengikuti dia berjalan.

± 8 jam aku mengajarinya fisika akhirnya dia bisa juga, tak terasa waktu sudah menunjukkkan pukul 7 malam, aku belum memberitahu Minho, kurogoh saku celana ku 24 messages.

Dia menanyakan kabarku, apakah dia betul sangat mencintaiku? Apa hanya kebohongan semata?

“yaa.. Kim Jonghyun kau harus mengantarku pulang kerumah araseo?”

Kuhembuskan nafas berat, apakah dia akan marah lagi kepadaku?? Huh!

Kubuka perlahan pintu rumah ku, tidak dikunci. Aman… tidak ada Minho dilantai 1, kulangkahkan kaki ku menuju kamar, dan perlahan kubuka pintu kamarnya.

Aman. Mungkin? Tapi aku tidak peduli soal itu. Kubuka baju ku dan kupakai kimono ku untuk segera mandi, kali ini aku ingin memanjakan diriku, berendam sebentar tidak apakan? Hohoho~.

Ketika aku ingin membuka pintu kamar mandiku, yang letaknya memang didalam kamarku dan Minho, sosok itu keluar, dengan gaya yang… er, bagaimana aku menjelaskannya? Air yang menetes dari rambutnya, membuat ia terkesan seksi. Kusingkir kan bayangan mesum, kenapa aku selalu berfikir tentang itu?

“sudah lama berkencan dengan namja yang tadi?” ujar nya maju selangkah mendekatiku, membuat ku mundur selangkah.

“apa yang kau katakan Minho?” Tanyaku bingung, sekaligus gugup, apakah dia mengetahui tentang apa yang ku lakukan tadi disekolah?

“panggil aku oppa, atau yeobo, atau chagi. Bukan kah kau adalah istriku?” Minho kembali maju selangkah, membuat ku tidak bisa mundur lagi karena dibelakang ku ada tembok yang kokoh. Tetapi Minho tetap saja maju, hinggu tubuh kami menempel kyaaa >////<.

Aku dapat merasakan rambutnya yang basah menyentuh pipiku, membuat ku menahan nafas.

“apa yang kau lakukan dirumah namja yang bernama Jonghyun hmm?” ujar Minho oppa meraba tubuhku, dan menghisap leherku.

“ooohhh..” pekikku tertahan aku merasakan sesuatu yang lembut dan basah menjelajahi leherku, dan membuat beberapa kissmark disana..

“tidak… hmm ada ohh” desahku tertahan sambil menggigit bibir bawahku ketika tangannya meremas kuat payudaraku.

“kau milikku, dan tidak ada yang boleh menyentuh mu, selain diriku araseo?” kata Minho tegas dan kembali melumat bibirku dengan liar.

Sesuatu akan terjadi malam ini, tepat nya sedang terjadi pada diriku.

“apa kau akan menyesal jika aku melakukan ini padamu, hmm?” Minho mengecupi keningku, kedua pipiku, hidung, dan berhenti di bagian bibirku.

“aniyo.. emmmphhh—“ ia kembali memainkan lidah didalam mulutku, bertukar saliva..

“baguslah kalau begitu, jadi aku tidak akan susah payah lagi” ujar nya, menggendongku ala bridal style merebahkan tubuh ku diranjang yang berukuran king size.

Setelah kimonoku terbuka, dengan segera Minho memberi kecupan kecupan diseluruh tubuhku, sungguh, perlakuan apa yang ia perbuat membuatku terlena. Kuraba absnya yang sixpack itu..

-skip yaaa… NC-17 hehe, klian psti tau apa yang terjadi-

Kuusap keringat yang ada di kening Minho, ia berada diatasku, dan sedang menindihku, kupeluk ia, dan kuusap lembut kepalanya.

“saranghaeyo nan anae, nae chagiya, lupakan tentang diaryku, semua kenangan tentangnya sudah kubakar tadi, dan tidak ada satupun yang tertinggal, kau lah yang ada dihatiku saat ini, dan selamanya” ucapnya masih dengan kepala yang terbenam di dadaku.

Minho pindah kesamping agar aku tidak keberatan menopang badannya yang besar, dipeluknya tubuh ku erat, aku masih bisa melihat senyumnya terukir dibibirnya, kukecup bibirnya, mungkin bibirnya menjadi hal yang paling ingin aku cium setiap saat.

“jangan mengangguku, atau akan kupastikan kau tidak akan tidur malam ini yeobo” ucapnya membuat ku bergidik ngeri dan kembali keposisi awalku, yaitu tidur didekapannya. It’s my first love :’)

“saranghae Han Hyori” ucapnya sambil mencium keningku.

“nado saranghae Minho-ya”

FIN~!

Huaah… akhirnya selesai juga, eottae?? NC nya kurang yaah?? Hehe… mian chingudeul kekeke…

Keke, ada yang masih bingung atau tidak? Semoga aja tidak laah..  minggu depan aku gak bisa post FF soalnya, mau US.. semoga FF yang ini banyak yang suka..

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar mu nee?~ ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

22 thoughts on “Love Again ‘First Love?’”

  1. kyaaa ><
    .
    Bang minong pantes banget jadi main cast di ff ini,, manis banget.. !
    .
    Errrrr ! Haha 😀

    NCnya kurang Thor.. Hehe ^^v

    nice ff, di tunggu karya lainnya,

  2. Idenya bgs author 🙂 tapi kyknya msh ada beberapa hal yg perlu dibenahi. Kalo menurutku POV nya msh agak kurang jelas, contohnya: “…..mereka berdua hanya bermalas-malasan dirumah. aku hanya sibuk dengan PSP ku….” disini aku bingung sbnrnya yg dipakai POV author atau minho. Oh iya tanda baca jg bisa sdkt diperbaiki author 🙂
    Kyknya sgtu aja saranku, semoga bisa bermanfaat^^ Hwaiting! ( ‘-‘)9

  3. Huaaa~ cerita ini buat aku jadi yadoong !! Aaa!! Tidak tidak, nana tidak boleh jadi yadong, tapi FF nya DAEBAAKKK!!!!! 😀 keep writing to author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s