Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 2

Naega Saranghae “Our Marriage” – Story 2

– Author :

Papillon Lynx

– Casts :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Jung Eunji APink
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Kim So Eun
  • Kim Kibum aka Key SHINee
  • Lee Jinki SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Son Naeun APink
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Kim Taeyeon SNSD

– Support Cast :

  • Jinki and Minho’s Eomma
  • Jinki and Minho’s Appa
  • Shin You and Jonghyun’s Eomma
  • Shin You and Jonghyun’s Appa
  • Lee Soo Man

– Genre :

  • Romance
  • Sad
  • Life
  • Friendship
  • Teen
  • Marriage Life

– Length :

Sequel

– Rating :

PG-13 until PG-16

Summary :

Our marriage was a mistake. However, what if love begins to grow between us over time? We don’t know. But, if that happens, as much as possible I will continue to maintain our beautiful love.

Yaah.. Ini story 2. Gimana? Ada yang nungguin? Mianh part 1 kependekan. Oke deh, moga part 2 ini bisa lebih menarik dan menghibur. Happy reading. Don’t forget to comment ^^

NOTE :

KATA-KATA YANG BERCETAK miring ADALAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN OLEH KARAKTER DALAM HATI DAN BAHASA ASING (KOREA DAN INGGRIS) YANG DIGUNAKAN DEMI KEPERLUAN ALUR CERITA

Review Last Part

“Aku akan menikah. Pihak perusahaan telah memilihkan calon pengantin wanita untukku. ”

“APA?! Kenapa bisa seperti ini? Jika memang ini adalah rencana perusahaan, mengapa aku yang notabene adalah managermu sama sekali tidak mengetahui hal ini?? Apa alasannya sampai perusahaan menginginkanmu menikah? Tunggu, biar aku temui Soo Man Ahjusshi.” Yurra bangkit dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya pergi dari apartement Jinki. Namun Jinki ikut bangkit dan menahannya.

“Perusahaan telah memilihmu, Noona.” Yurra menoleh dan menatap Jinki dengan dahinya yang berkerut. Jinki memejamkan matanya sesaat dan membukanya bersamaan dengan helaan nafasnya. Ia berusaha mencari kekuatan untuk mengatakannya. “Noona, kau lah yang akan menjadi pengantin wanitaku. Itulah sebabnya pihak perusahaan belum memberiitahumu secara langsung.”

@@@

“MWO?! Naega??” Yurra melebarkan kedua matanya. Entah ini keberuntungan atau kesialan baginya. Menikah dengan Jinki, ah tidak, berfikir untuk menyatakan perasaannya pada Jinki saja tak pernah terlintas dalam benaknya. Apalagi menikah? Batin Yurra.

“Ne, Noona. Dan Soo Man Ahjusshi meminta kita untuk fitting baju pengantin hari ini.” Tatapan Jinki berubah serius. Namun Yurra masih merasa ragu apakah Jinki benar-benar serius dengan semua ucapannya. Ini benar-benar rumit. Batin Yurra.

“Jinki¬-ah.. Apa kau yakin dengan semua ini? Kau..” Yurra menelan air liurnya. “… akan menerimanya?” Yurra menundukkan kepalanya. “Aku masih belum mengerti mengapa perusahaan mengambil keputusan ini untukmu.” Kata Yurra lirih. Jinki menatap Yurra dengan perasaan yang tak menentu. Ia tak tahu apa yang Yurra pikirkan tentangnya. Jinki merasa bersalah karena harus melibatkan Yurra. Ia pun sebenarnya tak ingin berada di posisi seperti ini sekarang.

“Anni, Noona. Ini adalah keputusan yang diberikan untuk kita berdua. Tak hanya untukku. Hajiman, aku benar-benar meminta maaf padamu. Pernikahan kita ini hanya salah satu cara dari sekian cara yang perusahaan miliki untuk menambah kepopuleranku. Dengan terdengarnya kabar kalau seorang Lee Jinki telah menikah, itu akan menarik perhatian masyarakat Korea. Dan berita tersebut akan menimbulkan kontroversi besar. Memang kemungkinan akan kehilangan banyak fans pasti lebih besar. Tapi perusahaan yakin itu akan menambah kepopuleranku. Jeongmal mianhae, Noona.” Jinki terlihat lelah. Ekspresi Jinki terlihat jelas di kedua mata Yurra. Yurra tahu, Jinki tak benar-benar ingin menikah di tengah-tengah karirnya yang sedang naik daun sebagai seorang super star itu. Tapi, inilah konsekuensi menjadi seorang bintang besar. “Noona, aku tak tahu bagaimana cara menolak keputusan perusahaan yang sulit aku terima ini. Tapi, mungkin memang tak ada cara bagiku untuk menolaknya. Bagaimanapun, kita berdua sudah terlibat kontrak. Jadi, bisakah kau menjadi pengantinku?”

DEGH!

Bisakah kau menjadi pengantinku?

Pertanyaan Jinki terus terngiang-ngiang di kedua telinga Yurra. Lidah Yurra terasa kaku. Dan tak terasa air matanya jatuh. Jujur, ia merasa sedih meskipun orang yang dicintainya selama ini memintanya untuk menjadi istrinya. Ya, ‘meminta’. Bukan ‘menginginkan’. Itulah alasan Yurra merasa berat untuk menerimanya dengan senang hati. Karena yang ia inginkan adalah ia bisa menikah dengan seorang namja yang benar-benar tulus mencintainya. Bukan karena tuntutan pekerjaan apalagi demi mencari sensasi dan kepopuleran. Tapi Jinki juga tak bersalah. Yurra sadar Jinki juga menjadi korban dalam hal ini. Perusahaan memang menjadikan artis-artisnya seperti boneka.

“Noona..” Jinki terlihat cemas melihat Yurra yang hanya bisa menangis dan diam saja. Jinki melepaskan tangan kanannya yang masih menggenggam tangan Yurra dengan perlahan. “Jika kau tak bisa, tak apa. Jangan dipaksakan. Aku akan memberiitahu perusahaan dan meminta perusahaan untuk mencarikan

pengganti-“

“Tidak perlu, Jinki-¬ah.. Kkaja, kita fitting baju pengantin sekarang.”

@@@

“AKU pulang!!” sapa Minho ketika ia baru saja sampai dan masuk ke dalam rumah setelah seharian berada di sekolah dan berlatih judo bersama teman-teman satu klubnya. Minho melepas sepatu sekolahnya dan menggantinya dengan sandal rumah berbulu miliknya yang berwarna biru muda. “Eomma, Appa, Hyung! Kalian dimana?” seru Minho. Kenapa sepi sekali? Dimana mereka semua? Batin Minho ketika ia melewati ruang tamu. Ia tidak menemukan siapa-siapa. Lalu Minho menaiki tangga menuju lantai dua rumahnya yang terletak di ujung ruang tamunya. Dan baru tiga langkah menaiki tangga, sebuah suara yeoja yang lembut dan familiar memanggilnya.

“Minho-ah..”

DEGH!

Suara itu.. Jangan-jangan..!

Minho berbalik dan tersentak. “Aita Noona..?!” Yeoja itu tersenyum.

“Annyeong, Minho-ah.. Bagaimana kabarmu? Tak terasa sudah enam tahun berlalu. Kau tidak melupakanku, kan?” tanya Aita masih dengan menyunggingkan senyumnya. Namun setelah sepersekian detik, senyuman Aita memudar. “Aku merindukanmu, Minho-ah.. Aku berharap kau masih mencintaiku ketika aku kembali. Dan kini aku ada di hadapanmu. Apakah kau masih mencintaiku?”

DEGH!

Minho baru sadar ia telah melupakan sesuatu. Ia telah mengingkari janjinya sendiri untuk menjemput Aita. Dan ia sadar, kini jantungnya sudah tak berdebar keras lagi ketika ia sedang bersama Aita. Ya, Minho telah berpindah hati pada yeoja lain.

Minho diam saja membuat Aita semakin ragu akan perasaan Minho padanya. Aita mendekat perlahan hingga jarak antara dirinya dan Minho semakin berkurang.

“Noona..” ucap Minho lirih ketika tangan Aita menyentuh dan mengusap pipinya perlahan.

“Sekarang, kau tampak dewasa dibanding enam tahun yang lalu. Dulu, kau sangat kekanakkan dan manja. Kau sering menangis karena Jinki selalu usil dan menyembunyikan pedang kayu yang Ahjusshi berikan untukmu. Padahal dulu usiamu sudah menginjak 12 tahun. Tapi kau tetap saja cengeng.” Aita terkekeh. Minho merasa iba dan tak tahan. Ia langsung menarik Aita ke dalam pelukannya.

“Noona, mianhae. Jeongmal mianhae. Keundae, aku sudah tidak bisa mencintaimu lagi. Kita ini saudara sepupu. Ayahku dan ibumu adalah saudara kandung. Kita memiliki kakek dan nenek yang sama. Kita tidak mungkin melanjutkan kisah cinta kita.” Pertahanan Aita runtuh sudah. Tangisnya pecah. Apa yang dikatakan Minho benar. Dinding pembatas di antara mereka memang sangatah tebal, tinggi dan kokoh. Tak mungkin mereka bisa melewatinya. Namun Aita merasa lega, karena sekarang hanya ada dirinya dan Minho berdua. Tak ada siapapun yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka. “Noona, sejujurnya aku sudah menyukai yeoja lain. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga hatiku untukmu dengan baik. Tapi menurutku, akan lebih baik jika kita menyudahi ini semua sebelum terlambat. Kita saudara, Noona. Kita tidak mungkin melanjutkan hubungan kita lebih jauh lagi.” Aita melepaskan pelukannya perlahan.

“Ne, Minho. Arrasseo, gokjonghajima. Baiklah, jika ini memang yang terbaik, aku akan mencoba membuang perasaanku ini padamu. Hajiman, ingatan kalau kita pernah memiliki kisah cinta yang indah dulu, takkan pernah bisa terhapus dalam benakku.” Minho menghapus air mata di kedua pipi Aita dengan kedua ibu jarinya.

“Ne. Gwenchana. Tak perlu dipaksakan, Noona. Waktu akan membuat Noona menjadi lebih tegar dibanding sekarang. Aku yakin, Noona akan mendapatkan namja yang lebih menyayangimu dibanding rasa sayangku padamu dulu. Percayalah..” Aita mengangguk. Dan kedua manusia itu saling menarik diri mereka sedikit menjauh.

“Oh iya, Ahjusshi, Ahjumma dan Hyungmu ada urusan dengan perusahaan agensi artis tempat Hyungmu bekerja. Katanya ada sesuatu hal yang sangat penting yang harus mereka bicarakan.” Aita mencoba mencari topik pembicaraan yang lain. “Yang aku dengar, pihak perusahaan meminta izin kepada kedua orangtua kalian karena akan menikahkan Jinki 6 hari lagi.”

“MWO?! Jinki Hyung akan me-menikah??! Dengan siapa, Noona??” Minho kaget.

“Emm.. Aku tidak tahu pasti. Tapi nama yeoja itu adalah Han..” Aita tampak berpikir. “Han Yurra! Ya, Han Yurra.”

“MWO?? HAN YURRA-SSI?! BAGAIMANA BISA??” Etthokhae?? Kenapa mendadak seperti ini? Ah, tidak. Bagaimana jika Key tahu??

@@@

NHAENA melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerjanya yang terletak di ujung koridor lantai dua sekolahnya. Ekspresi wajahnya benar-benar suram dengan kedua alisnya yang terus menyatu. Ia benar-benar lelah dan kesal. Bagaimana tidak? Baru saja ia melihat dan menegur banyak hoobae-hoobae namja yang melanggar peraturan sekolah dengan menindik dan mengenakan pearcing di telinga mereka. Tentu saja itu sangat-sangat tidak disiplin dan Nhaena merasa geram karena itu.

BRUK!

Nhaena mendudukkan dirinya di kursi putar miliknya dan menyandarkan bahunya kasar. Kedua matanya terpejam dengan satu tangannya yang dengan lincah memijat salah satu pelipisnya.

“Aiish!! Apa-apaan mereka semua?! Berani tidak disiplin seperti itu. Memangnya sekolah ini adalah sekolah khusus preman?! Cih, menyebalkan…”

CKLEK!

Seorang yeoja menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan kerja Nhaena dan memandang heran yeoja yang sedang asyik berada dalam dunianya sendiri itu sampai tidak sadar akan kedatangannya. Yeoja itu menoleh ke belakang dan dengan gerakan tangannya, ia menyuruh seorang namja ikut masuk ke dalam ruang kerja milik Presiden Siswa itu. Namja itu pun masuk dengan santainya dan kedua tangannya ia selipkan di kedua saku celana seragam sekolahnya. Namja ber-pearcing itu pun ikut memandangi Nhaena dengan satu alisnya yang terangkat.

“…Bahkan mereka berlagak tidak tahu ketika berjalan di depanku! Aaaaarrrgghhh.. Aku pastikan mereka tidak akan disukai oleh yeoja manapun! Tingkah laku mereka benar-benar menjengkelkan! Tidak seperti Key yang tampan, cerdas dan disiplin…”

Yeoja dan namja yang baru masuk tadi membelalakan kedua matanya begitu mendengar nama ‘Key’ diucapkan dengan gamblangnya oleh Nhaena. Namja tadi menoleh ke samping kanannya dan tersenyum licik ke arah yeoja yang datang bersamanya tadi. Yeoja itu membuang muka dan menepuk dahinya sambil menggelengkan kepalanya dengan tempo sedang. Ia tahu, hari ini akan menjadi hari kiamat bagi Nhaena. Ya, bagi teman sekelasnya itu yang begitu ceroboh.

“… Seharusnya mereka meneladani Key! Bukannya justru membenci namja setampan dia!! Ah, memang tak ada namja se-ideal Key di dunia ini. Huwaaa!! Aku sungguh menyukainya..” Nhaena akhirnya mengakhiri monologue-nya namun kedua matanya masih terpejam. Ia bahkan masih belum sadar kalau ada dua orang yang sedang menontonnya dalam jarak yang dekat.

“Oh.. Jadi, kau menyukaiku, Han Nhaena-ssi??”

DEGH!

Sepertinya aku mengenal suara itu. Hajiman, bukankah hanya ada aku di ruangan ini? Kenapa ada suara orang lain?? Apakah itu.. hantu?! Batin Nhaena.

Nhaena segera membuka kedua matanya dan dalam sepersekian detik saja kedua matanya sudah membulat saking kagetnya. Namja itu hanya menarik satu sudut bibirnya ke atas melihat ekspresi Nhaena sekarang yang menurut Nhaena BENAR-BENAR MEMALUKAN!! Nhaena segera bangkit dari duduknya.

“S-Sh-Shin You-ah, se-se-jak kapan k-k-kau ada di sini???” tanya Nhaena tergagap. Andwae!!! Aku malu sekali!! Kenapa ada Shin You dan Key di sini sih?! Oh, God! Key pasti akan menganggapku sebagai yeoja yang cerewet, membosankan dan menyebalkan! Pasti Key mendengar semua perkataanku tentangnya tadi! Oh tidak, image anggun nan berwibawa yang selama ini aku jaga, lenyap sudah. Di mata Key aku pasti sama saja dengan yeoja-yeoja yang lain!! Ah, aku mati saja! Atau tolong cabut urat malu ku saja, ya Tuhan!!!

Shin You mengangkat lengan tangan kanannya yang dihiasi oleh jam tangan berbentuk kupu-kupu berwarna ungu kesayangannya.

“Mungkin sekitar 5 menit yang lalu aku dan Key datang dan melihatmu tengah asyik dengan kegiatanmu sendiri. Apakah kedatangan kami mengganggumu?” Jawab Shin You tanpa ekspresi. Ia tahu, pertanyaannya akan semakin membuat Nhaena salah tingkah dan mati kutu di depan Key. Tapi, sudah terlanjur. Nhaena sendiri yang membongkar rahasia memalukannya di depan namja yang selama ini menjadi incarannya. Ckck.. Han Nhaena, aku turut bersimpati denganmu. Batin Shin You.

BLUSH!

Wajah Nhaena semakin memerah dan terasa panas. Nhaena sekarang benar-benar yakin kalau Key sudah mendengar semua perkataannya barusan. Apalagi setelah melihat senyuman Key untuknya yang menurutnya adalah senyuman yang meremehkan. Ditambah lagi dengan pertanyaan Shin You yang cukup menyindirnya. Aiish!! Kim Shin You!! Kau..

“Dwaesseo!” Nhaena mengatur nafasnya dan berusaha tenang kembali. “Apa tujuan kalian datang ke sini?” Nhaena mulai bisa kembali memakai topengnya. “ Maaf, aku tak memiliki banyak waktu saat ini.” Nhaena berusaha menatap kedua mata Key dengan tatapan tajam. Ugh, ini sulit! Matanya begitu indah.. Ayo, Han Nhaena! Kau pasti bisa! Kau harus mengembalikan image-mu kembali! Jangan biarkan Key benar-benar menganggapmu sebagai gadis ababil! Baik, pandang saja mata Shin You.

“Aku datang ke sini untuk meminta maaf padamu. Aku dengar hari ini ada beberapa hoobae yang melanggar peraturan dengan memakai pearcing di telinga mereka. Mianhae, aku telah lalai. Akhir-akhir ini aku sibuk berlatih ballet untuk perlombaan yang akan diselenggarakan dua hari lagi. Jadi aku kurang maksimal dalam melaksanakan tanggungjawabku sebagai Ketua Bidang Kedisplinan.” Kata Shin You panjang lebar. Nhaena hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti dan memaklumi.

Shin You akhirnya terpaksa menggunakan bahasa formal dengan Nhaena. Secara tak sadar dan tak sengaja, Shin You ingin membantu Nhaena memakai kembali topengnya. Bagaimanapun juga Nhaena adalah teman yang cukup dekat dengannya dan partner kerjanya di sekolah.

“Ne, gwenchana, Shin You-ah. Aku tahu kau cukup sibuk untuk mengurus klub balletmu dan berlatih untuk perlombaan itu.” Nhaena tersenyum dan Shin You membalasnya dengan sedikit canggung.

Wah, ternyata topengnya sudah berhasil ia kenakan lagi. Dasar! Gerutu Shin You dalam hati. Namun sejujurnya Shin You merasa lega. Tapi setelah ia menoleh ke kiri dan memandang wajah Key, ia tahu kalau di mata Key, topeng Nhaena itu tak akan pernah bisa lagi dipakainya. Shin You merinding melihat senyuman Key.

Nhaena mengalihkan pandangannya mengikuti arah pandang Shin You. Meskipun sedikit, tetap saja tatapan lekat Key padanya membuat jantungnya seakan ingin melompat keluar dari dalam dadanya.

“Dan kau, Kim Kibum-ssi, apa yang kau lakukan di sini??” tanya Nhaena tetap berusaha menjaga karismanya. Key berdecak sebal.

“Kau tahu, aku paling tidak suka dipanggil dengan nama asliku seperti itu. Jika itu Minho atau Shin You yang melakukannya, aku tak masalah. Tapi jika orang lain yang melakukannya…” Key sengaja menggantungkan kalimatnya membuat Nhaena penasaran sekaligus takut. Bodoh kau Nhaena! Kau sama saja seperti memperpanjang jarak dengan Key! Kau ceroboh! Rutuk Nhaena pada dirinya sendiri dalam hati.

“Key-ah.. Sudahlah. Cepat, kau harus meminta maaf atas pelanggaran yang telah kau lakukan.” Kata Shin You menengahi dan mengingatkan. Shin You memegang lengan tangan kanan Key dan menariknya perlahan. Nhaena melihat itu dan entah kenapa hatinya terasa nyeri sekali. Baru kali ini ia melihat seorang yeoja yang bisa menyentuh Key dengan mudahnya dan nampaknya Key tak merasa terganggu. Berbeda jika ada yeoja lain yang melakukannya. Key pasti akan langsung marah dan membuat yeoja itu sampai menangis lalu meninggalkannya.

“Pelanggaran?” Key tersenyum pada Shin You. Kali in senyumannya terlihat tulus di mata Nhaena. Nhaena merasa ada yang ganjal di antara Shin You dan Key. “Maksudmu karena aku memakai pearcing ini?” Key menunjuk pearcing yang bertengger di telinga kanannya pada Shin You dan Shin You mengiyakan. Nhaena mengerutkan alisnya tidak percaya begitu melihat dengan jelas kalau Key memang memakai pearcing di telinganya. Ya. Key melanggar peraturan sekolah. “Bukankah tadi kau juga mendengarnya? Presiden Siswa kita ini sangat menyukaiku. Dan aku ragu ia akan tega memberikanku hukuman atas perbuatanku ini.” Key tertawa renyah. Nhaena tersentak. Lagi-lagi ia mati kutu di depan Key. Key benar-benar memanfaatkan apa yang telah diucapkannya sekarang. Memang, mulutmu adalah harimaumu.

“Aniyo! Kau salah paham! Mungkin kau harus pergi ke dokter THT dan memeriksakan telingamu itu! Aku tidak berkata seperti itu!” elak Nhaena cepat. Nhaena mulai terbawa emosi. Key memang namja yang sangat disukainya sejak lama, tapi tak menutup kemungkinan bagi Nhaena untuk marah dan merasa kesal pada Key setelah semua perkataan tajam dan sikap menyebalkan Key untuknya. Memang benar rumor yang beredar. Key memang berlidah tajam. Kata Nhaena dalam hati.

“Seharusnya kau yang dibawa ke rumah sakit jiwa karena kebiasaanmu yang suka berbicara sendirian seperti itu.” Balas Key. Nhaena mendelik kesal. “Sudahlah, aku malas meladenimu. Kau yeoja yang sangat aneh yang pernah aku kenal! Benar-benar membosankan dan tidak menarik!” Key membalikkan badannya dan hendak pergi. Namun Shin You menahannya.

“Key, jangan seperti ini. Bagaimanapun, kau tetap melanggar peraturan. Cepat akui kesalahanmu, minta maaf pada Nhaena dan mulai besok jangan memakai pearcing itu lagi. Ppali!” pinta Shin You dengan nada yang tegas. Key memutar kedua bola matanya dan mendesah.

“Ne, ne, ne. Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi aku melakukannya karena kau dan untuk kau. Jeongmal mianhae, Kim Shin You. Aku bersalah dan aku takkan mengulangi kesalahanku setelah ini. Otthe?” Key tersenyum dan mengusap lembut kepala Shin You membuat Shin You tercenung. “Bukankah kau adalah Ketua Bidang Kedisiplinan di sekolah ini? Jadi, kau lebih berhak mendapatkan permintaan maaf dariku dibanding dia.” Key seakan dapat membaca apa yang dipikirkan oleh Shin You. “Aku tidak mau lebih mengenalnya setelah ini. Cih, pabo yeoja!” Key mengedikkan dagunya ke arah Nhaena. Dan Key segera pergi dari tempat itu tanpa permisi. Shin You menggelengkan kepalanya lagi. Sedangkan Nhaena memandangi kepergian Key dari pintu ruangannya yang terbuka dengan tatapan yang nanar. Hari ini, ia merasa ia sudah mengenal bagaimana Key sebenarnya. Ya, mulai mengenal Key lebih tepatnya. Sekarang Nhaena tahu dan merasakan bagaimana ketajaman lidah Key. Bahkan lebih tajam dari rumor tentang namja itu selama ini. Dan tentu, ada perasaan sakit yang Nhaena rasakan karenanya.

“Maafkan dia, Nhaena-ah. Key memang seperti itu. Itu memang tabiatnya. Ia memang selalu menjaga jarak dengan orang yang tidak dikenalnya dengan akrab dengan mengucapkan kata-kata yang tajam. Jangan dimasukkan ke dalam hati ya..” Shin You merasa bersalah begitu mendapati wajah Nhaena yang terlihat sedih. Nhaena menanggapinya dengan tersenyum miris.

“Shin You-ah.. Jujur sekarang aku merasa iri padamu. Ternyata benar, hanya kau lah satu-satunya yeoja yang diakui keberadaannya oleh Key. Kau sungguh beruntung, kau begitu dihargai olehnya. Aku yakin, Key belum pernah mengucapkan kata-kata yang tajam dan menyakitkan padamu. Karena sepertinya, kau memiliki tempat yang sangat penting di hati Key.”

“Nhaena-ah.. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan Key tidak-“

“Cukup, Shin You-ya! Cukup. Keluarlah. Aku ingin sendiri saja saat ini.” Nhaena membalikkan tubuhnya membelakangi Shin You yang kini menatapnya nanar. Air mata mulai menetes menyusuri pipi Nhaena.

“Baik. Aku akan membiarkanmu sendiri. Keundae, aku ingin kau tahu kalau aku bukanlah orang yang bisa dan tega menusuk temannya sendiri dari belakang. Aku sudah memiliki namja lain yang sudah lama aku cintai. Dan itu bukan Key. Key tak lebih dari sekedar seorang sahabat bagiku. Arrasseo?!”

BLAM!

Shin You menutup pintu dengan kasar membuat Nhaena sedikit terlonjak. Nhaena semakin terisak. Ia tak tahu ia harus percaya pada Shin You atau tidak. Sedangkan apa yang sudah dilihat oleh kedua matanya begitu jelas dan begitu meyakinkan.

“Mungkin kau memang tak menyukai Key. Tapi masih ada kemungkinan kalau Key lah yang memiliki perasaan padamu, Shin You-ah..” gumam Nhaena dalam isak tangisnya. “Lebih baik aku berhenti menyukainya. Perasaan yang aku miliki ini begitu menyakitkan. Aku tak sanggup lagi untuk terus memendamnya.”

@@@

“YOUNNIE..” Jonghyun beringsut duduk di sisi tempat tidur Shin You sambil terus memperhatikan Shin You di sampingnya yang sedang sibuk mengepak beberapa pakaiannya ke dalam koper.

“Ne, Oppa.”

“Kau yakin tidak ingin Oppa temani berangkat ke perlombaan ballet itu besok?” Jonghyun bertanya dengan nada merengek membuat Shin You menghentikan aktifitasnya dan menatap kakak kandungnya itu dengan heran.

“Bukankah Oppa sendiri yang berkata kalau besok di kampus aka nada ujian? Tidak perlu. Oppa harus mengikuti ujian itu dan mendapatkan nilai terbaik! Oppa harus lulus kuliah tahun ini juga! Oppa tahu, aku sudah tak sabar ingin melihatmu menjadi seorang Uisa.” Jonghyun mengerucutkan bibirnya. Shin You berjalan menuju lemari dan mencari beberapa baju lagi yang akan ia masukkan ke dalam koper. “Lagipula Oppa, aku kan tidak berangkat sendiri. Eomma dan Appa juga mengantarku.” Tambah Shin You.

“Aku merasa khawatir jika kau tak berada dalam jarak pandangku. Aku ingin selalu berada di sampingmu.”

DEGH!

Shin You merasakan sesuatu yang hangat memeluk pinggangnya dari belakang. Sejurus kemudian, hembusan nafas Jonghyun berhasil membangunkan bulu-bulu halus di sekitar lehernya yang semula sedang tertidur. Hangat. Pelukan Jonghyun selalu membuatnya merasa aman dan nyaman. Dan Shin You akui, ia menyukainya. Sangat.

Shin You hampir saja terlena jika ia tak segera kembali ke alam sadarnya. Ia baru sadar, kini dirinya sudah berhadap-hadapan dengan Jonghyun dan jarak mereka begitu dekat.

“Oppa, jangan seperti ini. Ada Eomma dan Appa di bawah. Aku takut kita akan-“

“Sssst.. Tenanglah, Younnie. Sebentar saja.” Jonghyun tersenyum. “Aku tidak akan melakukan apapun. Apalagi sampai mencuri ciuman pertamamu.”

BLUSH!

DUK..

Jonghyun mendaratkan dahinya perlahan ke arah dahi putih Shin You yang tertutup oleh rambut poninya.

“Hanya begini saja. Apa tidak boleh? Apa tidak wajar? Sebagai kakak kandungmu, apakah aku tidak boleh berbuat seperti ini padamu?” Jonghyun terkekeh di akhir kalimatnya begitu melihat dalam jarak yang sangat dekat merahnya wajah Shin You sekarang. “Jangan berpikir yang macam-macam. Meskipun aku mencintaimu, aku akan terus menjaga kehormatanmu. Untuk menciummu saja aku tidak berani. Kau begitu berharga untukku. Percayalah..” Shin You tersenyum.

“Berapa lama kita akan seperti ini? Leherku mulai terasa pegal, Oppa..” canda Shin You.

“Selama-lamanya.” Jawab Jonghyun asal.

“Mwo?”

Jonghyun tertawa. “Anggap saja ini sebagai hukuman untukmu karena kau sudah melarang Oppamu ini untuk melihat tarian indahmu itu. Aiish, andai saja dosen busuk itu tidak mengadakan ujian secara mendadak seperti ini.” Kesal Jonghyun.

“Sudahlah, Oppa. Oppa tenang saja, aku akan kembali dengan membawa kemenangan. Aku akan membuat Oppa bangga padaku.”

Jonghyun mengernyitkan dahinya dan menarik kepalanya menjauh.

“Tunggu. Kau yakin hanya karena ingin membuatku bangga?” Jonghyun mengedipkan satu matanya membuat Shin You menahan tawanya.

“Aniyo. Tentu saja karena aku mencintaimu, Oppa.” Shin You pun terkekeh.

GREP!

Jonghyun menarik Shin You ke dalam pelukannya. “Gomawo. Na ddo jeongmal saranghae, Chagiya..”

“N-ne, Oppa. Ah, sudah.. Aku tak bisa bernafas..”

“Sudahlah Jonghyunnie.. Nanti adikmu bisa mati kehabisan nafas karena kau terlalu erat memeluknya.” Sebuah suara yang lembut membuat Jonghyun dan Shin You menarik diri mereka. Keduanya langsung menoleh ke arah pintu kamar dan melihat Eomma mereka berdiri di ambang pintu dengan senyumnya yang manis. Detak jantung mereka berdetak dua kali lebih cepat. Sejak kapan Eomma berdiri di sana? Semoga Eomma tidak mendengar pembicaraan kami dari awal. Batin Jonghyun dan Shin You hampir bersamaan.

Wanita itu masih memberikan senyumnya. Matanya terlihat sayu. Guratan-guratan di sekitar wajahnya tampak jelas di mata Shin You dan Jonghyun. Namun senyumannya begitu menenangkan bagi mereka.

“Tenang saja, Jonghyunnie.. Eomma dan Appa akan membawa Shin You kembali dengan selamat.” Wanita itu tertawa renyah. Jonghyun dan Shin You kini dapat bernafas lega. Apa yang mereka khawatirkan tidak terjadi.

“Eomma, tentu saja aku tidak akan meragukan hal seperti itu. Aku hanya bercanda..” Jonghyun tersenyum, menampilkan deretan gigi-gigi putihnya yang tumbuh dengan rapi. “Keundaesseo, tak hanya Younnie saja yang harus kembali dengan selamat. Eomma wa Appa ddo. Arrasseoyo?” Eomma tersenyum dan melangkah mendekati Jonghyun dan Shin You yang berdiri berdampingan. Wanita itu pun menarik kedua anaknya ke dalam pelukannya. Shin You memejamkan matanya, menikmati kehangatan dan kenyamanan yang disalurkan oleh sentuhan ibunya. Namun tidak bagi Jonghyun. Entah kenapa hatinya seakan teriris sembilu saat ini. Ia merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. Sesuatu itu apa, Jonghyun juga tak tahu. Tapi ia tidak ingin itu terjadi. Firasat apakah ini? Batin Jonghyun.

“Jonghyunnie, kau harus menjadi kakak yang baik untuk Shin You. Kau harus terus menjaga dan melindunginya dari apapun dan siapapun. Eomma bisa mengandalkanmu kan?” tanya Eomma dengan suara lirihnya. Bahkan seperti berbisik. Namun dua manusia yang berada dalam pelukannya itu tentu dapat mendengarnya dengan jelas.

NYUT!

Hati Jonghyun mencelos. Matanya terasa panas. Ingin sekali rasanya untuk tidak menahan air matanya.

“Eomma tenang saja. Tidak mungkin Jonghyun Oppa akan menelantarkanku. Keurchi, Oppa?” Shin You membuka matanya dan melirik ke arah Jonghyun. Namun Jonghyun menyembunyikan wajah sedihnya dengan membuang muka. Shin You tercenung. Oppa kenapa?

“N-ne, Eomma. Jangan khawatir.” Jawab Jonghyun sebisanya. Tubuhnya sedikit bergetar. Dan seakan tak ingin kehilangan, Jonghyun mengeratkan pelukannya pada wanita yang sudah rela berkorban menahan sakit dan membawanya ke dunia.

Wanita itu pun tersenyum. Dan tanpa mereka sadari, itu adalah senyuman terakhir untuk mereka.

@@@

“YEAH.. Sepi juga rasanya tak ada dia. Aku berharap Shin You bisa cepat kembali dengan memenangkan perlombaan itu dan mentraktirku makan sepuasnya. Bukankah itu bagus?? Ah, mungkin aku akan memintanya untuk membelikanku jjajangmyeon.” Kata Key dengan pandangan menerawang, membayangkan semangkuk besar mie kacang hitam kesukaannya itu.

“Cih, Shin You itu yeoja yang pelit.” Gerutu Minho. “Kau hanya bermimpi jika Shin You mau mentraktir kita makan sepuasnya.”

Key tertawa keras. “Tentu saja tidak. Kita? No, no, no. Dia hanya akan mentraktirku. Kau kan selalu membuat masalah dengannya.” Minho mendengus. “Seharusnya kau bersikap lebih baik padanya.” Key tertawa lagi. Dan satu pukulan berhasil mendarat di kepalanya.

Minho dan Key biasa duduk bersama di bawah pohon apel yang berada di ujung taman sekolah mereka ketika jam istirahat sedang berlangsung. Beberapa kali Key mengaduh kesakitan dan mengelus kepalanya karena banyak buah apel yang jatuh dan menimpa kepalanya. Minho hanya tertawa menanggapinya. Terkadang menjadikannya bahan candaan untuk menggoda Key. Ini adalah pertengahan musim semi di Seoul. Pantas banyak tumbuhan yang tumbuh dengan indah dan berbuah lebat. Sama seperti pohon apel itu.

Mereka tertawa dan banyak hal yang bisa mereka perbincangkan. Key merasa nyaman bersama dengan Minho. Begitupula Minho. Persahabatan di antara mereka yang sudah terjalin dari mereka kecil, membuat status persahabatan mereka tak ada bedanya dengan persaudaraan. Keduanya sudah seperti keluarga. Kakak dan adik. Ya, jika dihubungan dengan tanggal lahir mereka, tentu saja Key akan lebih pantas menjadi kakak. Karena Key lahir beberapa bulan lebih awal dibanding Minho walaupun di tahun yang sama.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Key menghentikan kalimatnya dan menatap lekat ke suatu arah. Minho yang semula sedang serius mendengarkan perkataan Key, merasa heran dan mengikuti arah pandang mata Key. Key tersenyum tanpa sadar. Namun tidak bagi Minho. Ia terkejut dan sedikit merasa tak enak hati setelah melihat apa yang sedang Key lihat sekarang.

Diakah yang akan menjadi kakak iparku? Kenapa harus dia? Bagaimana jika Key tahu perjodohan antara Jinki Hyung dengannya?? Hhh.. Aku tak menyukainya.. Batin Minho sedih.

“Yurra Noona..” ucap Key begitu Yurra sudah berdiri di hadapannya dan Minho. Yeoja itu tersenyum membuat Key cepat-cepat bangkit dari duduknya. Minho mengikuti gerakan Key namun dengan perlahan. “Apa yang sedang Noona lakukan di sini?” tanya Key kalem dan tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya. Minho hanya bisa diam dan menatap Key iba.

“Ah, Key.. Aku hanya ingin menengok Nhaena sebentar. Dan, err..” Yurra tampak menimbang-nimbang sesuatu. Ia tak yakin akan melanjutkan kalimatnya atau tidak. Namun Key segera menyelanya. Key tidak memperhatikan sikap Yurra yang sedikit salah tingkah begitu melihat Minho ada di samping Key.

“Menengok Nhaena? Maksud Noona, Noona akan melihat Nhaena dari kejauhan saja kan? Seperti biasa, Noona begitu perhatian. Benar bukan?” Key merasa bangga karena ia bisa menebak apa makna tersirat dibalik kata-kata Yurra. Key merasa senang ia bisa mengetahui rahasia Yurra. Dalam pikirannya, ia merasa semakin dekat dengan Yurra.

Yurra tersenyum dan mengangguk. “Ne. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Bagaimanapun aku tetap kakaknya. Aku hanya ingin melihat, apakah dia baik-baik saja. Kau tahu kan, aku sudah lama tinggal di apartementku sendiri dan jarang bertemu dengannya. Terlebih lagi, hubungan kita sedikit kurang baik sejak Eomma dan Appa bercerai. Tapi tidak untuk kali ini. Aku akan menemui Nhaena secara langsung.” Key mengangguk tanda ia mengerti.

“Yurra-ssi, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang akan kau katakan pada Nhaena. Benar?” tiba-tiba Minho bertanya. Tentu saja pertanyaannya mengundang perhatian dan rasa penasaran dalam diri Key. Key balik menatap Yurra. Dan Yurra terlihat bingung.

“N-ne. Sudah ya. Annyeong, Key-ah! Annyeong, Minho-ssi..” Yurra langsung berjalan dan dalam setiap detiknya ia mempercepat langkahnya masuk ke dalam gedung sekolah. Minho menatap kepergian Yurra dengan sinis. Dan hal itu tampak jelas di mata Key.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Minho-ah? Kenapa kau terlihat tidak menyukainya? Yurra Noona itu adalah yeoja yang sangat baik. Ia bahkan sangat perhatian pada Nhaena dengan selalu datang ke sekolah setiap akhir pekan tanpa sepengetahuan yeoja aneh itu. Jika aku menjadi adik kandungnya, aku pasti akan sangat bersyukur memiliki seorang kakak seperti dia.” Kata Key seraya mencibir Nhaena ketika ia teringat bagaimana tingkah Nhaena pada saat itu.

“Key-ah.. Mianhae.. Aku memang tidak menyukainya sejak..” Minho menggantungkan kalimatnya. Key merasa ada yang janggal.

“Katakan..” pinta Key dengan sedikit ragu.

“Aku memang tidak menyukainya sejak aku tahu ia adalah alat bagi perusahaan agensi tempat Jinki Hyung bekerja.” Akhirnya Minho bisa mengutarakannya. Namun itu tidak cukup untuk membuat Key mengerti.

“Alat? Jebal, Minho-ah.. Jelaskan padaku. Aku masih belum bisa mengerti.” Key menatap Minho dengan serius. Dan itu memaksa Minho untuk memberanikan dirinya lagi.

“Jinki Hyung akan menikah. Dan ia akan menikah dengan Yurra-ssi.” Key tersentak. Menikah?? Maldo andwae! Ini tidak benar kan??

“Kau pasti bercanda, Minho-ah.. Yurra Noona tidak pernah bercerita tentang hal ini padaku.” Key hendak meninggalkan Minho.

“Mana mungkin aku menjadikan hal ini sebagai lelucon?? Perusahaan meminta Jinki Hyung menikah dengan managernya. Dan managernya itu, tentu kau tahu siapa kan? Dia adalah Han Yurra-ssi. Perusahaan berharap kepopuleran Jinki Hyung di kalangan masyarakat dan di dunia hiburan akan bertambah pesat jika ada berita tentang pernikahan Jinki Hyung ini. Jujur aku sangat tidak setuju. Pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat sakral. Tetapi Jinki Hyung justru harus menikah dengan yeoja yang sama sekali tidak pernah ada di hatinya. Inilah yang membuatku tak menyukainya. Ia bahkan sama sekali tak menolak pernikahannya dengan Jinki Hyung. Padahal aku tahu posisi Jinki Hyung sangat terpojok sekarang.” Setiap penjelasan yang diberikan oleh Minho berhasil menusuk-nusuk hati Key. Sangat sakit Key rasakan. Hingga ia menahannya dengan mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. “Jadi, seperti inikah yeoja yang sangat kau kagumi itu? Maaf Key, aku sama sekali tidak bisa memahamimu seperti apa yang kau katakan waktu itu. Aku tidak mengerti dan tidak habis pikir, mengapa kau bisa memberikan hatimu pada yeoja seperti dia.” Minho melangkahkan kakinya meninggalkan Key sendirian di bawah pohon apel itu.

Angin semilir musim semi berhembus dan mengoyak poni miring Key. Bersamaan dengan itu, ketika Key menundukkan kepalanya, cairan bening menetes dengan bebas menembus tanah berumput hijau taman itu.

@@@

SEORANG namja berlari melewati koridor demi koridor rumah sakit dengan tergesa-gesa hingga sesekali ia menabrak tubuh orang-orang yang berpapasan dengannya. Orang-orang itu mengumpatnya. Namun hanya seperti angin lalu, namja itu menghiraukannya.

Keningnya terlihat basah karena keringat yang berucuran dan wajahnya tampak pucat. Ia sadar, badannya bergetar dan ternggorokannya tercekat begitu ia menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu ruangan bertuliskan Emergency Room. Seketika perasaan takut, cemas dan kalut menghampiri dirinya. Dan tak terasa air matanya jatuh begitu saja saat badannya limbung dan terduduk di bangku panjang yang untung saja berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

CKLEK!

Tangis namja itu seketika terhenti. Kepalanya yang semula menunduk dalam pun akhirnya mendongak dan kedua matanya menangkap sesosok namja paruh baya berjas putih yang kini sedang menatapnya dengan tatapan bertanya.

“Nan Kim Jonghyun imnida.” Akunya seolah bisa membaca pikiran namja di hadapannya yang ia yakini adalah seorang Uisa. Namja bernama Kim Jonghyun itu bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Uisa. “Aku anak pertama.” Tambahnya cepat. “Bagaimana keadaan mereka, Uisa??” tanya Jonghyun dengan kedua mata yang melebar. Ia berharap hanya jawaban positif yang akan ia dengar. Bukan sebaliknya.

Uisa berjas putih itu pun mendesah. Sepertinya terasa berat baginya untuk berkata jujur. Uisa itu diam sesaat. Dan itu semakin menyiksa Jonghyun.

“Katakan padaku!! Bagaimana keadaan mereka?!!” seru Jonghyun yang mulai tak bisa menunggu lagi. Bahkan sedetik saja ia tak mampu. Ia begitu khawatir. Dan karena tangisnya yang kian menjadi, ia mulai merasa sesak.

“Jwesonghamnida, Jonghyun-ssi. Kedua orangtua anda tak bisa kami selamatkan.” Datar dan lirih Uisa itu menjawab pertanyaan Jonghyun. Inilah bagian terberat bagi seorang Uisa ketika harus berkata jujur dan kejujuran itu akan membuat keluarga pasien yang berharap banyak darinya menjadi terpukul. Seperti halnya dengan Jonghyun. Kedua lututnya mendadak lemas. Jonghyun ambruk dan berlutut di hadapan Uisa itu. Jonghyun mencengkeram kedua tangan namja paruh baya itu kuat-kuat.

“Lalu.. Bagaimana dengan adikku?? Apakah.. Apakah.. Ia juga..” Jonghyun tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia tak bisa membayangkan jika adik semata wayang sekaligus yeoja yang selama ini memiliki hatinya itu juga pergi meninggalkannya. Kehilangan kedua orangtua yang sangat disayangi saja rasanya sudah seperti dihempaskan ke dalam jurang yang terjal. Ia tak tahu bagaimana ia harus menjalani hidup tanpa kedua orangtua di sampingnya. Dan kali ini, harapan terakhirnya adalah adiknya. Cintanya. Ya, semoga.

“Tenanglah, Jonghyun-ssi. Adik anda dapat kami selamatkan.” Uisa itu membantu Jonghyun untuk bangkit berdiri. Kedua mata Jonghyun berbinar. Meskipun masih merasa sedih karena kepergian orangtuanya, namun Tuhan masih memberii kesempatan pada adiknya untuk tetap hidup bersamanya di dunia. Dan itu membuat Jonghyun sangat bersyukur. “Keundae, kecelakaan itu membuat kedua salah satu kaki adik Anda mengalami kelumpuhan permanen. Mianhamnida..”

….

Jonghyun duduk di sisi ranjang rawat Shin You dengan air mata yang terus menetes. Ia tak bisa menahannya. Sungguh tak bisa. Firasatnya benar-benar terjadi. Ia baru mengerti, mengapa Eommanya memintanya untuk terus menjaga dan melindungi Shin You waktu itu. Ya, karena mereka akan pergi. Pergi selama-lamanya dan takkan pernah bisa kembali meskipun Jonghyun ingin.

Jonghyun mengusap puncak kepala Shin You perlahan. Ia takut sentuhannya itu akan membuat yeoja itu merasa sakit. Jonghyun miris. Luka lecet menghiasi wajah mulus adiknya. Kepalanya diperban dan yang membuat Jonghyun semakin sakit adalah, ketika ia melihat salah satu kaki Shin You yang tergantung ke atas dengan perban dan gips tebal yang menutupinya. Jonghyun miris. Jonghyun tahu, kedua kaki itu sangat berpengaruh dalam hidup Shin You. Dengan kedua kaki itu, Shin You bisa menari. Lalu bagaimana jika salah satunya lumpuh? Apa Shin You sanggup menerima kenyataan itu? Otomatis, bakat dan mimpi Shin You sebagai seorang penari ballet akan terhambat. Untuk berjalan saja, rasanya Shin You akan mengalami kesulitan. Apalagi untuk bisa menari??

CKLEK!

“SHIN YOU-AH!!” seru dua suara namja yang masuk ke dalam ruang rawat Shin You dengan tergesa-gesa. Jonghyun menoleh dan menatap kedua namja yang baru masuk itu dengan matanya yang sembab. Minho dan Key terkejut. Mereka merasakan ada sesuatu yang lebih buruk yang sudah terjadi pada Shin You.

“Kalian temani Younnie sebentar. Aku harus mengurus administrasinya dulu.” Kata Jonghyun dengan nada yang datar sebelum ia menghilang dari pandangan Key dan Minho.

Key dan Minho memberanikan diri mereka untuk mendekati tubuh Shin You yang lemah tak berdaya. Bahkan Key sudah tak bisa menahan tangisnya begitu ia melihat tubuh Shin You yang penuh luka dengan kepala dan satu kaki yeoha itu yang tergantung dan di-gips. Itu tampak jelas. Minho dan Key sudah mengetahui sebelumnya kalau Shin You koma dan satu kakinya lumpuh akibat kecelakaan maut itu, ketika mereka bertanya pada Kanhonsa (suster) di kamar nomer berapa Shin You dirawat.

“Shin You-ah.. Apakah sakit?” tanya Minho di sisi ranjang yang lain sambil menggenggam tangan Shin You erat. “Katakan padaku. Apa yang sakit? Mana yang sakit??” Minho terus bertanya pada Shin You yang masih terpejam. Sedangkan Key hanya bisa menangis. “Apakah kau memenangkan perlombaan itu? Mana? Mana pialanya? Aku ingin melihatnya!” Minho mulai meracau. Kini Minho sudah tak bisa lagi menahan emosinya. Ia mengguncang-guncang tubuh Shin You sedikit kasar.

“Minho, berhenti. Berhenti.. Cukup..” larang Key sambil terisak. “Jangan seperti itu.” Dan tangis Minho pun pecah.

“Bodoh! Kau benar-benar bodoh, Shin You-ah.. Kenapa kau kembali dengan keadaan seperti ini?? Irreonna! Irreonna! Kau harus bangun! Kau tidak boleh terus tertidur!” Minho memeluk Shin You, begitupula dengan Key. Keduanya menangis bersama. Sedangkan yeoja yang mereka tangisi hanya bisa diam saja. Bahkan tak kuat untuk membuka mata.

Sementara itu, Jonghyun ternyata tak benar-benar pergi untuk mengurus administrasi perawatan Shin You. Jonghyun dapat mendengar dan melihat dengan jelas dari kaca kecil yang berada di pintu ruang rawat Shin You. Hatinya semakin teriris. Namun ada perasaan sedikit lega, karena sekarang ia baru sadar, kalau masih ada orang lain yang juga merasakan sakit seperti dirinya pada apa yang sudah menimpa adiknya. Dan juga, ia mulai sadar, bahwa cinta yang ada di hatinya untuk Shin You sebagai seorang namja pada yeoja itu benar-benar berdosa.

Apakah ini hukuman atas apa yang sudah kami perbuat, Tuhan? Jika iya, jika memang ini semua terjadi karena terjalinnya cinta sedarah di antara kami, maka janganlah Engkau menghukumnya. Hukum sajalah aku. Akulah yang terlebih dulu mencintainya. Dan akulah yang begitu gigih membuatnya mencintaiku. Hukum aku saja, Tuhan. Jangan dia.. Jangan dia.. Sembuhkanlah Younnie, sadarkanlah adikku dari komanya. Aku tak tega melihatnya menderita seperti ini. Setidaknya, janganlah Engkau mengambilnya sebagai adikku.. Younnie bahkan lebih berharga dibanding seseorang yang sangat aku cintai..

TBC

Gimana? Aneh ngga? Gimana kelanjutan hubungan Shin You dan Jonghyun ya? Mereka pisah ngga ya? Terus, apakah Key akan menyatakan perasaannya pada Yurra? Pernikahan Jinki dan Yurra berjalan lancara apa engga ya? Bagaimana dengan Nhaena? Apa dia akan tetap menyukai Key? Tunggu cerita selanjutnya di story 3 ya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 2”

  1. ceritanya rumit.. Kasian nhaena digituin ma key..
    Maaf aku komennya di part 2 coz aku baru bca ff kamu yg ini..
    Ditunggu ya kelanjutannya..

    1. Hehe.. Gwenchana. Yang penting di sini udah mau kasih oksigen/ 😉
      Yep. Yaa.. Key memang berlidah tajam. Tapi jangan ilfeel sam akarakter Key di sini yo. ^^

  2. hwaa.. Konflik mulai memanas..
    Jjong.. Sabar, ne? Cintailah shin you sbagai adikmu.. Msh banyak yeoja yg menantimu.. Aku misalnya#gubrakk
    nhaena tertangkap basah sma key.. Hehe..
    Next.. Next..

    1. Haha.. Ne. Cinta sedarah kan nda boleh.. #gerakgerakinjaritelunjuk
      Kamu? Wkwk.. Apa Jjonh doyan? #gebukin author!
      Yap. Nhaena kaya habis ngelakuin kejahatan apa gitu, gugupnya lebay. Hahay..
      Onkey.. ^^

  3. omg, jonghyun suka sma adiknya sndri…….
    haah, jdi makin rmit critanya, yurra di surh nikah ma jinki, key jdi path hati, minho nggak suka ma yurra….
    lanjt

    1. Banyak yang ngga bisa nebak ya kalo Jjong cinta sama Shin You, adiknya sendiri? Whehehe.. Berarti berhasil nih karyaku! ^^ #pedeabiiissss
      Hehe.. Beginilah saya. Author aliran genre rumit #apaan?
      Onkey. Gomawo ne.. 🙂

  4. hikss π_π sdih bgt pas bgian akhirnya, hwaa ksian shin you, anii bkn cm shin you tp smua tokohnya ksian, yaa ampunn ribett bener yaa.
    next part di tunggu ya thor..

  5. waw! keren! aku paling suka sama bagian kisah percintaannya jjong ama shinyou. ehehe. oiya, key ama aku aja deh eonni? otte? ehehe *ngarep 😛

  6. seru!!! sekaligus pusing -.-” complicated bgt ceritanya. wah aq plng suka jln cerita kyk gini.

    dan key ya ampun kau bener2 mirip ama orng yg aq suka tahu!! #eaaa$ nyakitin bgt sih! udh tahu nhaena suka ama lu!! ih rese!! #esmosi

    ok lanjut!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s