Please, Let Me Be With You !

Author: DRAYamaChi_MV

Main Cast: Choi Minho, Kim Hyunmi

Support Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Other Cast: Baek Suzy, Krystal Jung, Park Jungsoo (Leeteuk)

Genre: Life, Mystery, Horror, Sad

Lenght : Oneshoot

Rating: Parental Guidance

Summary: Hari-hariku selalu seperti tiada nyawa tanpamu. Apa gunanya hidupku jika tanpa nyawa ? Aku seperti hidup seorang diri.

Annyeong annyeong everyone😀

Masih ingat kan denganku ? Author Yamashita Michiko / Marie Veibra ? Author cerita ini ya sama dengan author yang tertuliskan barusan, cuman yang di atas itu nama singkatannya. *reader : cepetan dong*

Okeoke. Bagaimana ? Apakah ada yang menunggu cerita saya ? *reader : sama sekali nggak ada* *author nangis di pojokan* ekkhm, cerita saya kali ini adalah season 3 nya I Failed Become Your Guard Completely, atau Sequelnya Only In Dream. Ceria ini terinspirasi dari lirik sebuah lagu beserta MVnya dikit. Terus kalau tanda ‘ itu berarti perkataan dalam hati, bukan lisan.

Mian ya kalau ceritanya nggak sesuai harapan kalian, soalnya waktu pembuatan ff ini sekitar semingguan aja.

Cukup itu aja penjelasan saya. Happy reading ^^

Keep RCL ^^

Rembulan malam dengan cahaya damainya dan hawa sejuknya, ia cukup membuat makhluk-makhluk di bawahnya takluk dengannya. Mereka semua cenderung melangsungkan kehidupannya di malam hari untuk istirahat dan menunda aktivitas mereka yang mungkin lebih penting dari istirahat. Pada akhirnya setiap malam, mungkin hanya bulan yang tetap hidup dan beraktivitas. Kasihan juga dengannya, karena bekerja pada malam hari dan hanya ada para bintang yang menemaninya, itu pun untuk para bintang sendiri, mereka lebih memilih bermain atau bersama keluarga mereka yang tersebar di angkasa raya biru hitam. Sama halnya dengan seorang yeoja yang berjalan di tepi jalan saat ini, di malam hari yang sepi sunyi seperti saat ini, seharusnya ia sudah terlelap dengan mimpinya. Dan anehnya, yeoja itu justru terus berjalan dengan menunduk seperti tanpa ada arah tujuan. Namun ia tetap memiliki arah tujuan ia berjalan. Dengan gaun putih yang terpadu dengan kulit putihnya, selalu memancarkan cahaya tersendiri pada dirinya. Dan dengan rambut panjang terurai serta kepala yang menunduk, membuat raut wajah yeoja itu tidak terlihat, sehingga sama sekali tidak diketahui perasaan yang dirasakannya saat ini. Di depan sebuah rumah, ia menghentikan langkah kakinya dan menghadapkan dirinya berhadapan dengan rumah itu, hingga akhirnya terlihatlah raut wajahnya yang cantik namun pucat dengan ekpresi wajah yang tetap tidak bisa ditebak perasaannya. Ia menatap sendu rumah itu, dengan perlahan, ia berjalan mendekati rumah itu dengan senyuman yang akhirnya terlihat di bibirnya. Dan ia berhenti di depan sebuah jendela yang gelap, ia mendekati lagi jendela itu dan hampir menempelkan wajahnya. Ternyata di balik jendela itu, ada sebuah kamar dengan seorang namja yang tertidur lelap di dalamnya. Ia menatap pemandangan dengan mata binarnya di balik jendela itu. Ia tersenyum penuh arti, namun tetap sulit untuk ditebak. Ia menempelkan telapak tangan kanannya dengan menatapi dalam wajah namja yang tertidur itu.

“Chagiya, long time weren’t see. I miss you. I wish you’re still always smile everytime without me.” Gumam pelan yeoja itu. Ia menangis, walaupun hanya titikkan air mata, tetap saja ia menangis gara-gara perasaan yang sedang ia rasakan saat ini dan bukan kelilipan mata belaka.

“I will always love you, chagiya…” Kali ini ia tersenyum lalu dengan segera ia menyeka titikkan air mata yang mengalir di pipinya. Dan tak lama setelah itu, perlahan senyumannya menghilang dengan raut wajah khawatir. Ia berjalan mundur dan menjauhi rumah itu karena ia melihat namja di balik jendela itu sedang menggeliat di sela tidurnya.

“Hyunmi-ya ?” Entah karena apa, namja itu terbangun, dan di awal bangunnya ia menyebutkan nama seseorang dengan arah mata menatapi jendela kamarnya lekat. Ia setengah heran, karena jendela kamarnya terdapat titikkan air yang mengalir di luarnya dan terdapat juga cap tangan uap yang perlahan menghilang, begitu juga dengan air yang perlahan mengering. Setelah itu, ia tersenyum lalu mengambil ponsel di tepi kasurnya.

“Minho-ya, mana mungkin Hyunmi menghampirimu ? Itu hanya halusinasimu!” Namja bernama Minho itu bergumam sendiri sambil menatapi layar ponselnya dengan berbinar.

“Hmm!! Kau selalu cantik seperti biasanya!!” Kali ini Minho memutar video seorang yeoja yang seolah sedang berbicara dengannya di dalam ponselnya.

“Goodnight chagiya…” Setelah durasi videonya habis, ia langsung mencium layar ponselnya lalu dengan perlahan meletakkannya kembali ke tempat semula dan kembali tidur dengan posisi miring.

“Semoga mimpi indah…” Terlontar sebuah ucapan dari yeoja pucat tadi yang tiba-tiba saja sudah terbaring di samping Minho tetap dengan senyumannya dan raut wajah yang sama juga.

‘Suara ?’ Batinnya tetap dengan mata terpejam. Walaupun ia sudah terpejam, ia masih bisa mendengar ucapan yeoja itu tanpa menggunakan telinganya, melainkan dengan hatinya dan ia juga merasakan kehadirannya.

Tak terasa setelah malam itu, akhirnya bulan pun dapat beristirahat juga, dan kini tugas matahari lah yang harus bekerja. Berbeda dengan bulan yang cahayanya tak sekuat cahaya matahari, karena matahari ketika perjalanan menuju puncak pekerjaannya saja, ia sudah langsung menyinari sebagian bumi yang memang harus ia sinari, karena memang itulah tugasnya. Sehingga, sinarnya yang terkadang mencolok itu dapat membangunkan Minho dari tidurnya saat ini. Ia terbangun dan menggeliat ketika ia terduduk sambil mengucek kedua matanya. Pandangannya yang awal-awalnya samar pun tiba-tiba saja berubah menjadi pandangan yang sangat jelas, karena ia dikejutkan dengan sesuatu yang berbeda dalam kamarnya.

‘Sudah siap semua ? Air hangat telah menyala ? Apakah semua ini hyung yang menyiapkannya ?’ Ia termenung dengan pandangan tak tentu arah, dan tanpa sadarkan, Minho berjalan ke arah kamar mandi kamarnya.

“Hoaaam sudah bangun Minho-ya ? Haam…” Seru seorang namja yang tak lain adalah hyung dari Choi Minho, sambil mengucek matanya. Ketika mendengar suaranya, Minho langsung membalikkan badannya seraya langsung mengerutkan keningnya heran.

“Hyung ? Kau baru bangun ?” Tanyanya heran tetap dengan kening yang berkerut.

“Ne. Wae ?”

“Lalu siapa yang menyiapkan semua ini ?” Tanya Minho dengan agak bergidik sambil mengarahkan matanya pada kemeja yang telah siap dengan dasi dan jasnya yang telah tergantung pada pintu lemari.

“Itu juga, dengarlah Siwon hyung!” Minho mengarahkan hyungnya yang bernama Siwon itu agar mendengarkan percikkan air yang mengalir.

“Mwo? Hyung sama sekali tak tahu siapa yang melakukan semua ini! Sumpah!” Dengan keberaniannya, Siwon memasuki kamar mandi kamar Minho dan mengecek isinya. Namun, setelah ia lihat, keadaan di dalam kamar mandi pun sama saja seperti yang biasa ia lihat, normal-normal saja.

“Tak masalah! Ini kelonggaran untukmu agar kau tak telat kerja lagi! Kajja mandilah!”

“Ne!”

***

Setelah selesai semua persiapannya, Minho keluar dari rumahnya dengan menuntun motor sportnya dan helm yang sudah terpasang rapi pada kepalanya. Ia langsung bergegas menaiki motornya ketika telah sampai pada jalanan di depan rumahnya.

“MINHO-YA!!” Siwon berlari menghampiri Minho yang jauh di depannya, dan ia mengehentikan larinya lalu mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

“Ne hyung ?”

“Kenapa kau sama sekali tak ingin menaiki mobilmu ? Sayangkan nggak ada yang pakai.” Siwon menyeka keringatnya asal-asalan. Dan keringat Siwon yang terjatuh itu bukan berupa keringat, melainkan berupa darah, sehingga membuat Minho yang berada di depannya mengerutkan keningnya seketika melihat bercakkan keringat Siwon di jalanan rumahnya yang berubah menjadi darah.

“Hyung, kau terluka ?”

“Ani. Wae ?”

“Itu lihatlah ke bawah!” Minho mengarahkan matanya pada bercakkan darah tersebut bermaksud untuk menunjukkan kepada hyungnya. Siwon menundukkan kepalanya melihat bercakkan darah yang tak terlalu banyak, namun itu semua cukup membuatnya terbelalak kaget.

“Mwo ?! Darah ?!” Gumamnya tak percaya.

“Ne hyung, tadi aku juga melihat ketika kau menyeka keringatmu, yang menetes bukan keringat, melainkan darah. Makanya aku tanya ke hyung apa hyung terluka atau tidak.”

“Oh? Sama sekali tidak. Kajja! Be..rang..ka..t- Hyunmi-ya ?” Ucapannya memutus lalu memelan, ia mengerutkan keningnya dan matanya meneliti sesosok yeoja yang sama dengan semalam yang ternyata bernama Hyunmi itu, yeoja itu berada di belakang Minho dengan kepala yang bersandar pada punggung Minho dan mata yang terpejam, serta kedua tangannya yang melingkar lembut di perut Minho. Walaupun mengenakan helm dan sepelan apa pun, Minho masih dapat mendengar gumaman hyungnya itu.

“Hyunmi ? Eodiega hyung ?!” Minho menolehkan kepalanya tak tentu arah, ia mencoba menemukan sesosok Hyunmi yang dimaksudnya. Namun, dari pandangannya, ia sama sekali tak menemukan sesosok Hyunmi.

“Eobseo. Hyung hanya teringat saja. Sekarang bulan apa ?”

“Juni. Wae ?”

“Kau lupa ? Kau belum berziarah ke makam Hyunmi loh!”

“Ah ne! Sepulang kerja, aku langsung berziarah ke makamnya. Ok, aku berangkat dulu ya hyung! Annyeong!” Minho menutup kaca helmnya seraya langsung melajukan motornya dengan kecepatan yang tak biasa, karena ia takut telat kerja lagi.

‘Hyunmi-ya, kalau memang kau berada di sekitarku, tolong berikanlah tanda. Jangan membuatku tersiksa merindukanmu begini! Hidupku terasa hampa tanpamu, ibarat seperti teh tanpa gula.’ Batinnya ketika di tengah perjalanannya.

‘Minho-ya, aku selalu berada di sisimu. Dan mungkin suatu saat, kau akan bisa melihatku seutuhnya walaupun hanya sebentar.’

***

Saat ini, matahari sudah mulai melanjutkan perjalanannya ke arah barat, memang sudah kodratnya matahari tenggelam ketika malam menjemput, dan tugasnya digantikan oleh bulan. Untuk saat ini sinar matahari semakin memeredup, pertanda malam hari akan menjelang. Dan kemungkinan orang-orang yang sedang bekerja pun lebih memilih menunda pekerjaannya besok daripada harus lembur. Namun tidak untuk Minho, ia tetap sibuk dengan notebook di hadapannya. Jemarinya pun sama sekali tak berhenti mengetik tombol keyboard notebooknya. Dan tiba-tiba suara telfon kantor Minho berbunyi, otomatis aktivitas Minho akan tertunda sejenak. Dengan segera ia langsung mengangkatnya walaupun agak enggan.

“Yoboseyo ?”

“Mwo? Siapa anda ? Anda jangan bercanda! Saya sedang sibuk!” Minho mengerutkan keningnya dengan lirikan matanya yang bergidik ngeri melirik hati-hati ke samping kanannya.

“Tidak ada apa-apa ? Tolong jangan permainkan saya! Saya sangat sibuk sekarang!” Bukannya takut, Minho justru dibuat geram oleh penelfon misteriusnya sekarang.

“Mwo? Halo ?! Halo ?!!” Kali ini Minho mulai panik, ia menutup telfonnya hati-hati, lalu ia juga melirikkan matanya dengan hati-hati ke samping kirinya. Ketika kepalanya benar-benar telah menoleh ke samping kirinya, seketika matanya terbelalak, raut wajahnya memancarkan ketidak percayaan akan apa yang dilihatnya.

“Suz…zy-ya ?” Minho hanya bisa mengerutan keningnya heran sekaligus kaget dengan kehadiran yeoja berjubah hitam yang menyunggingkan senyum sinisnya. Namun keheranan Minho itu seketika berubah karena menyadari bahwa terdapat darah mengalir di pelipis wajah yeoja di hadapannya itu.

“Hold me…” Suzy berucap sangat pelan. Tangan kanannya terangkat sambil membawa dan menunjukkan apa yang dibawanya pada Minho. Seketika, Minho pun kaget karena melihat seorang yeoja yang dibawa Suzy dengan pisau yang tertancap sempurna pada dada kirinya.

‘Hyunmi ?’ Batinnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Jangan ladeni dia Minho! Itu hanya tipuannya agar batinmu tersiksa. Aku ada di sampingmu!” Bisikkan suara yang familiar di telinga Minho seketika membuatnya hanya diam saja. Sehingga membuat Suzy langsung mencabut pisaunya dan menghilang dengan sempurna hanya dalam sekali kedip.

“Apa maksud semua ini ?” Gumamnya cemas akan apa yang dilihatnya barusan. Ia memijat pelipisnya yang terasa pening seraya langsung melonggarkan dasinya dan bangkit dari duduknya. Ia masih bingung dan lebih dibuat pening akan kejadiannya barusan, ia akhirnya memilih pulang dan istirahat yang cukup agar pikirannya jernih dan dapat menyimpulkan kejadian yang barusan ia alami.

*****

Di tengah malam seperti sekarang, seluruh penghuni rumah Minho telah larut dalam mimpinya. Namun ada satu makluk, bukan penghuni rumah Minho, tapi ia memijakan kakinya di sana, ia berjalan mengelilingi ruang keluarga Minho dengan perasaan teduhnya. Langkah kakinya berhenti, ia memberhentikan langkah kakinya ketika melihat sebuah foto berbingkai yang tertera rapi di atas meja benda rumah itu. Ia mengambil foto itu lalu menatapnya nanar. Di balik tatapan nanarnya itu, ia masih saja bisa tersenyum, namun sama saja, di awal senyumannya, tetap saja ia menitikkan air matanya. Cukup lama ia memandangi foto dua sejoli yang tersenyum renyah dalam posenya itu karena yeoja dalam foto itu pawakannya sama seperti dirinya. Lalu ia beralih mengambil dan menatapi foto dua sejoli yang berbeda, dengan pose berhadapan dengan senyuman bahagianya sambil saling menggandeng tangan. Namun, tiba-tiba saja matanya terbelalak dan ia merasakan rasa sakit yang amat hebat di kepalanya. Entah apa yang membuatnya sampai kesakitan begitu, karena setelah ia merasakan kesakitan yang amat dahsyat itu, tiba-tiba saja rasa sakitnya menghilang dan membuat kedua matanya terpejam rapat, namun seketika juga matanya langsung terbuka. Dengan perlahan dan tanpa keraguan lagi, ia berjalan memasuki sebuah kamar yang tak terkunci dan menatapi lekat-lekat namja yang terlelap di kasur kamar itu.

“Oppa…” Panggil yeoja itu pada Siwon. Sangat lirih, namun namja yang dimaksudnya pun perlahan membuka matanya dan seketika kaget akan kehadiran yeoja itu tepat di depan Siwon.

“Hyunmi-ya ?” Siwon melompat kecil kaget sehingga membuat duduknya lebih menjauhi yeoja yang dimaksudnya Hyunmi itu. Namun, yeoja yang dimaksudnya pun hanya tersenyum tipis.

“Tolong jaga baik-baik istrimu, kalau kau tak ingin hidupnya berakhir sepertiku! Ada seseorang yang menyimpan dendam dengannya. Sama seperti hidupku…” Di akhir ucapannya, sesosok Hyunmi langsung menghilang di tempat begitu saja tanpa ada jejak setitik pun.

‘Tuhan, apa maksud semua ini ? Apa dia berniat mengganggu atau mengingatkanku ?! Apa Minho sudah berziarah ke makamnya ? Apa ini sungguhan atau hanya gangguan saja ? Kalau memang ia mengingatkanku, dari mana ia mengenali istriku ?’ Dilihat dari raut wajahnya, sepertinya Siwon tak seberapa ambil pusing dengan kejadian yang ia alami barusan. Bagaimana tidak, setelah kejadiannya itu, ia saja langsung kembali bersama mimpinya.

***

Minho POV

Di mana ini ? Tempatnya aneh sekali ? Indah dan sejuk namun… Tak ada orang satu pun ? Apa-apaan ini ? Ada di mana aku sekarang ? Bagaimana bisa aku sampai ke tempat ini ? Lebih baik aku cari jalan keluar saja, tapi jalanan tempat ini kenapa hanya lurus ya ? Masa iya aku hanya jalan lurus ? Kapan sampainya ? Arah rumahku lewat mana lagi ?

Aku berjalan lurus terus dan terus… Tapi kenapa, hawa yang tadinya sejuk sekarang jadi gerah ya ? Ada apa ini ? Lalu, kenapa juga langit yang tadinya cerah kini perlahan meredup ? Apa malam menjemput ya ? Tapi ini seperti bukan gelap malam, melainkan… Gelap bara api ? Ya Tuhan, ada apa ini ? Kenapa semua bangunan di sekitar sini satu persatu terbakar ? Dan yang lebih mengenaskan lagi, tiba-tiba saja banyak makhluk yang tergeletak berceceran yang sepertinya sudah tak bernyawa, padahal awal aku ke sini, sama sekali tak ada nyawa kecuali aku.

“Oppa…” Ada sebuah tangan yang menepuk bahuku, sepertinya dia seorang yeoja, sudah jelas dari suaranya. Tunggu ?! Tapi aku familiar dengan suara ini ?! Aku langsung membelalakkan badanku dan seketika aku terbelalak langsung melihat yeoja di hadapanku, benar ternyata apa dugaanku barusan. Tapi, apakah yeoja yang di hadapanku sekarang adalah benar-benar dirinya ?

“Ne oppa. Aku Hyunmi, Kim Hyunmi.” Dia tersenyum padaku. Ya Tuhan, apakah dia benar Hyunmi yang ku nanti ? Mana mungkin bisa ia sekarang ada di hadapanku ? Kalau iya, aku sangat rindu dengannya, dan aku ingin memeluknya saat ini juga.

“Oppa, jangan mendekat !” Mwo?! Kenapa dia mencegahku mendekatinya ?

“Kau belum berziarah ke makamku ? Kau lupa ?” Mwo? Apa hubungannya ?

“Ingat mimpimu lampau! Sangat mengerikan ? Kali ini lebih mengerikan lagi, aku ingatkan padamu oppa! Cepatlah bangun! Kau berada dalam bunga tidurmu sendiri oppa. Kalau tidak… Lihatlah! Cahaya itu oppa!” Aku langsung mengikuti arah jarinya menunjuk. Ia menunjukkan sebuah cahaya putih besar, yang perlahan mengecil.

“Ppali oppa! Bangunlah dari tidurmu ini! Atau kalau cahaya itu sudah menghilang, kemungkinan kau akan hidup di dunia ini dengan waktu yang lama, HIDUP DENGAN ORANG-ORANG YANG HIDUP SETELAH KEMATIANNYA!!” Mwo? Ya Tuhan ? Apakah benar itu ?!!

“Bagaimana caranya ?” Ya Tuhan, cahaya itu semakin kecil…

“Cepat lari tepat di bawah cahaya itu! Lalu julangkan salah satu tangan oppa ke cahaya itu dan pejamkan mata oppa! Anggap hal yang oppa alami sekarang hanya sebuah bunga tidur yang tak nyata dan anggap kejadian ini tak lebih penting dari aktivitas keseharian oppa! Karena dengan itu, pasti oppa tak ingin terlarut dalam kejadian ini dan yang utama, lupakan kejadian ini dan anggap kejadian ini tak pernah oppa mimpikan! Panggil seseorang yang nyata yang ada di sekitar oppa saat ini!” Aku langsung mengikuti semua perintahnya. Aku berusaha serileks mungkin dan memejamkan mataku lalu menjulangkan tanganku ke cahaya itu. Namun yang ku rasakan, hawa semakin panas saja, apa mungkin apinya mendekatiku ? Tapi aku harus tetap rileks dan menganggap kejadian ini tak pernah terjadi kepadaku, walaupun hanya sebuah bunga tidur.

“SIWON HYUNG!!”

Siwon POV

“SIWON HYUNG!!” Omo!! Kenapa lagi Minho meneriakiku ? Apa mimpi lagi ? Mana aku sedang sibuk lagi. Aissh!

ZLEEB

Apa tadi ? Seklebetan putih ? Kenapa perasaanku sekarang mendadak tak enak ? Aku takut terjadi sesuatu dengan dongsaengku itu. Lebih baik segera aku bangunkan saja.

“Minho-ya!!” Aku membuka keras pintu kamarnya. Dan aku sangat kaget melihat tangannya yang ia angkat ke atas.

“Ireona Minho-ya!!” Aku menarik keras tangannya yang ia angkat itu sehingga membuatnya terduduk sekaligus terjaga dari tidurnya. Kasihan sekali dia, sebenarnya apa yang dimimpikannya, sehingga membuatnya berkeringat begitu deras dan arah matanya yang agak juling di awal ia membuka kedua matanya. Tubuhnya pun terlihat sangat lemas.

“Minho-ya, ceritakan ke hyung, apa yang kau mimpikan ?” Aku mengambilkannya segelas air putih dan langsung diteguknya sedikit.

“Aku berada di tempat tanpa nyawa, dan tiba-tiba seluruh bangunan di tempat itu satu persatu terbakar, hingga jalanan pun juga ikut terbakar. Untung saja hyung segera membangunkanku karena kalau tidak nasib nyawaku di antara dibakar atau tertinggal dalam mimpiku barusan.”

“Mwo? Hyung masih belum mengerti maksudmu.”

“Aku harus bangun dari tidurku dengan menjulangkan tanganku ke cahaya yang perlahan bisa meredup dengan pikiran rileks dan meneriaki orang di sekitarku sekarang. Karena kalau cahaya itu hilang, aku bisa menjadi penghuni nyata dunia mimpiku sendiri atau mungkin nyawaku akan terbakar dan hidup kembali sebagai makluk yang berbeda kodrat.” Ya Tuhan… Sumpah, mimpi yang diceritakannya ngeri juga, untung tadi ada seklebetan putih yang menyadarkanku akan keadaan dongsaengku. Jika kehadirannya memang mengganggu keluarga kami, aku takut jika gangguannya itu semakin menjadi-jadi, apa untungnya coba dia mengganggu keluarga kami ? Terus apa sungguhan ya lampau lalu yang dia memperingatkanku agar menjaga baik-baik istriku ? Memangnya dia siapa ? tahu tentang keadaan istriku, pasti dibalik peringatannya itu, dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk keluargaku, aku yakin itu! Bagaimana tidak, selama setelah kematiannya itu, masa dongsaengku itu harus berziarah ke makamnya sebulan sekali ? Seperti ritual saja! Tapi tunggu dulu! Biasanya ritual kematian seseorang itukan biasanya berdasarkan dari sesuatu milik orang mati yang salah tempat. Misalnya seperti sebuah barang milik seseorang yang sudah mati, dan barang itu juga terbawa sampai di dalam kuburannya. Padahal ada orang lain yang lebih membutuhkan barang itu daripada orang yang sudah mati itu. Masa iya itu penyebabnya ? Lagi pula, setahuku Minho sama sekali belum pernah memberikan barang ke Hyunmi. Lebih baik nanti ketika berziarah, aku mengajak chinguku yang ahli di bidang mistis-mistis seperti itu, mungkin saja dia mengetahui penyebab kenapa roh Hyunmi masih berkeliaran.

“Kau sudah ziarah ke makam Hyunmi ?” Pertanyaanku ini akhirnya memecahkan keheningan dan suasana di antara kami.

“Ne, aku lupa. Karena waktu lalu aku lembur sehingga aku tak ada waktu untuk ziarah ke makamnya.” Dia menghela nafas panjang. Kasihan sekali dia, raut wajahnya seperti sangat terbebani dengan masalah yang ia hadapi akhir-akhir ini.

**

“SIWON-AH!!” Ah! Akhirnya chinguku itu datang tepat waktu juga. Padahal sebenarnya dia baru saja datang dari Tokyo, tapi dia tetap bela-belakan datang tepat waktu demi chingu sepertiku. Jujur sebenarnya kami juga tak seberapa akrab, karena hubungan kami sebenarnya hanyalah pasien dengan mantan konselornya, tapi dia bukan konselor biasa, melainkan parapsikolog yang bisa dibilang handal. Tapi dia dulu juga teman SMPku, jadi tak apalah dia membela-belakan demi chingunya sendiri.

“Kyuhyun-ah, bagaimana kabarmu ? Lama tak bertemu.” Aku mendaratkan high fiveku padanya yang masih kami ingat ketika SMP dulu.

“Sangat baik! Kau sendiri bagaimana dengan istrimu Yoona ?”

“Lah itu yang mau aku tanyakan padamu. Selama di Tokyo kau pernah bertemu dengannya ?” Akhirnya aku dapat melontarkan rasa penasaranku ini padanya. Anehnya, kenapa dia justru menatapku heran.

“Nde ? Sama sekali tidak. Ada apa dia kok ke Tokyo ?”

“Hubungan kami sempat renggang karena masalah sepele.”

“Sepele bagaimana ?”

“Kau ingat Tiffany mantanku itukan ?” Dia hanya mengangguk dan sepertinya ia penasaran dengan ceritaku selanjutnya.

“Tunggu tunggu! Pasti dia menggodamu dan sengaja membuat rumah tanggamu renggang ?” Darimana dia tahu ya ? Padahal baru aku membuka mulut, ehh dia sudah menebaknya lebih dulu.

“Darimana kau tahu ?”

“Masa kau lupa dengan profesiku selain konselor ?” Oh iya juga sih, tujuan awalku bertemu dengannya kan karena dia ahli di bidang mistis-mistis.

“Oh ne, parapsikolog handal!” Aku tersenyum renyah dan begitu pula dengannya yang sama denganku.

“Oh iya, bagaimana kabarmu dengan Seohyun ?” Kenapa dia justru diam mendengar pertanyaanku ini ? Apa aku salah tanya ?

“Oh? Seohyun? Sudah tidak.” Dia menunduk. Aneh sekali, padahal dia dengan Seohyun dulu adalah pasangan yang serasi, tapi kenapa sekarang sudah tidak.

“Mwo? Sejak kapan ? Kenapa kalian berpisah ? Mian kalau aku menanyakan ini.” Dia menghela nafas panjang lalu posisi wajahnya kembali normal lagi.

“Sejak hari pertunangan kami di Tokyo dua tahun lalu. Aku membatalkannya, karena aku merasa bersalah dengan mantan yeojaku.”

“Mwo? Mengapa merasa bersalah ?”

“Karena aku harus pura-pura meninggal agar hubungan kami dapat berakhir. Sebenarnya aku juga sampai sekarang masih mencintainya, karena perpisahanku dengannya dulu murni faktor keterpaksaan, karena aku dijodohkan orang tuaku dengan Seohyun. Dan aku sama sekali tak ada rasa dengan Seohyun.” Aneh?

“Siapa mantanmu itu ?”

“Adik kecil.”

“Mwo? Maksudmu ?”

“Ne, dia terpaut tujuh tahun denganku. Maka dari itu orang tuaku tak menyetujui aku yang dulu sudah dewasa harus berhubungan dengan yeoja SMA.” Mwo? Dia menunduk lagi ? Tapi kenapa kali ini ia seperti menahan air matanya ? Apa dia menangis ?

“Dan aku sama sekali tak mengetahui kabarnya. Seolah ia sudah menghilang dari dunia ini. Aku menyesal!” Ya Tuhan, kenapa dia yang menangis ? Padahal dia kan konselor ? Apa sebegitu beratnya perasaan yang dirasakannya.

“Kyuhyun-ah, aku mau menceritakan masalah kenapa aku ingin bertemu denganmu.”

“Oh? Mian. Kenapa justru aku yang curhat ya ?” Dia mengusap air matanya sekilas dan berusaha tetap tersenyum.

“Masalahku ini cukup rumit dan aneh. Semoga kau mau menangani masalah ini.”

***

Normal POV

Setelah masalah utama selesai mereka bahas, dan susunan rencana pun juga selesai, tanpa berpikir lagi, mereka langsung pulang ke rumah Siwon dengan menaiki mobil mereka masing-masing. Dan tak memakan waktu yang lama, mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Siwon. Hendak mereka keluar dari mobilnya, tiba-tiba saja mereka masuk ke mobil mereka masing-masing kembali dan menatap heran Minho yang sedang duduk manis dengan senyuman manisnya di kursi teras dengan tangannya yang seperti menggenggam sesuatu.

“Mwo? Kenapa lagi dengan dongsaengku itu ? Kenapa dia bicara sendiri ? Apa dia sedang mengkhayal lagi ?” Siwon yang melihat dari dalam mobilnya pun hanya bisa menggaruk kepalanya heran dengan kelakuan dongsaengnya yang aneh itu.

“Dia tak sedang mengkhayal! Dia sedang mengobrol dengan seorang yeoja!” Seru Kyuhyun yang mendengar gumaman pelan Siwon barusan.

“Mwo? Yeoja ? Apa dia Hyunmi?” Gumam Siwon lagi yang kali ini tak didengar Kyuhyun.

“Kalau iya, lebih baik segera saja berziarah. Aku takut terjadi hal yang buruk setelah ini.” Gumam Siwon pelan sambil menunduk dan memikirkan sesuatu.

“MINHO-YA!!” Teriak Siwon. Namun di akhir teriakkannya ia kaget sendiri, karena tiba-tiba saja Minho sudah berada di hadapannya.

“Aku di sini hyung!” Seru Minho dengan mimik bahagianya.

“Masuklah! Katanya mau berziarah ?”

“Oh? Ne! Kajja!” Setelah Minho duduk sempurna di dalam mobil Siwon, Siwon langsung melajukan mobilnya mendahului mobil Kyuhyun, karena Kyuhyun tak mengetahui lokasi pemakaman yang dituju.

*

“Sampai!” Seru pelan suara yeoja di sekitar Kyuhyun. Mendengar itu, Kyuhyun langsung menoleh ke kanannya, karena sumber suara itu berada di samping kanan Kyuhyun.

“Hyunmi-ya ?” Seru pelan Kyuhyun tak percaya dengan mata menyipitnya ketika wajahnya benar-benar menoleh ke samping kanannya. Ia melihat seorang yeoja dengan gaun putih di sampingnya dengan posisi wajah lurus ke depan, sehingga ia hanya bisa melihat yeoja itu dari samping. Ia pun mendekatkan wajahnya mencoba melihat lebih jelas yeoja di sampingnya itu. Namun, ketika wajahnya semakin dekat, tiba-tiba saja sesosok yeoja itu langsung menghilang sempurna dari pandangan Kyuhyun.

“Huft~ halusinasiku saja!” Gumam Kyuhyun dengan helaan nafasnya. Ia keluar dari mobilnya dan menghampiri Choi Brother. Namun, tanpa ia sadari, ternyata yeoja di sampingnya tadi kini berjalan membututi Kyuhyun di belakangnya, dengan sangat dekat. Kyuhyun berjalan dengan Choi Brother menuju sebuah makam, namun yeoja di belakang Kyuhyun kini sudah menghilang entah kemana.

“Kim Hyunmi ?” Ucap Kyuhyun tertahan ketika ia melihat tulisan yang terukir di batu nisan yang mereka kunjungi.

“10 Oktober 1995 ?” Lanjutnya yang kali ini dengan berbisik.

“Apa dia Kim Hyunmi yang ku kenal ?” Gumamnya pelan lagi yang kali ini didengar Siwon begitu juga dongsaengnya.

“Mwo? Kau mengenalnya ?” Minho menunjukkan secarik foto kepada Kyuhyun, seketika itu juga, Kyuhyun dibuat kaget akan siapa yeoja dalam foto Minho itu.

“Kim Hyunmi ?” Tanya Kyuhyun yang memastikan sekali lagi.

“Kau mengenalinya ?” Kali ini Siwon angkat bicara.

“Ne. Dia mantan yeojaku yang ku ceritakan padamu tadi.”

“Sincca ?” Kyuhyun hanya mengangguk merespon kepastian Siwon.

“Mwo? Apa maksud kalian berdua ?! Tolong jelaskan padaku!” Kini nada suara Minho memberontak, ia bingung dengan kenyataan yang akan ia terima selanjutnya.

“Nanti akan hyung jelaskan di rumah. Sekarang hyung tanya, kau setuju atau tidak bertemu dengan Hyunmi dengan seutuhnya ?”

“Mwo? Maksudnya ?”

“Kita akan melakukan sebuah ritual. Ritual pembangkitan Hyunmi dari kematiannya yang membuat orang justru sengsara.”

“Apa maksudmu hyung ?!! Dia sama sekali tak menyengsarakanku!!”

“Ok, ok. Calm down… Memang dia tak menyengsarakan, tapi hyung kasihan dengannya, sepertinya kematiannya itu belum tenang. Sepertinya ada suatu hal yang harus ia selesaikan hingga akhirnya ia dapat pulang dengan tenang ke dunianya.”

“Selama itu tidak menyakiti dan mengganggu Hyunmi, aku menyetujuinya. Kapan kita melakukan ritual itu ?”

“Besok. Tapi dalam ritual ini, paling tidak harus ada dua orang sepertiku yang menanganinya.” Kali ini Kyuhyunlah yang menanggapi ucapan Minho.

“Mwo?”

“Besok aku akan meminta bantuan dari seniorku.” Ucap Kyuhyun sendiri yang tak menghiraukan pertanyaan Minho.

*****

Kyuhyun POV

“Hm… Pagi yang sangat cerah!!” Aku membuka gorden sekaligus jendelanya. Aku menyembulkan kepalaku keluar jendela mencoba menghirup hawa pagi yang sejuk sekarang. Memang pagi ini sangat cerah, namun tetap saja tak secerah perasaanku sekarang.

“Tolong… Tolong aku… Siapa saja tolong aku!!” Mwo? Suara yeoja ? Tapi dari suaranya sendiri saja berasal dari dalam kamar ini, lebih tepatnya berada di belakangku. Padahal di kamar ini sama sekali tak ada yeoja. Lebih baik aku membalikkan badanku saja, barang kali itu memang yeoja minta tolong, namun yeoja itu bukanlah makluk yang sama sepertiku. Aku membalikkan badanku dengan hati-hati dan… Kosong ? Mwo? Kenapa sama sekali tak ada apa-apa di depanku sekarang ? Aneh sekali! Padahal tadi suaranya sangat jelas.

TES

Apa itu ? Merah-merah menetes ?

Aku mendekati bercak merah di lantai kamar ini dan mencoleknya sedikit seraya langsung menciumnya.

“Oucch! Darah ?” Baunya amis dan sangat menyengat.

TES

Apalagi ini ? Yak! Kenapa justru menetes di hidungku ?!! Memangnya ini darah berasal dari mana ? Aku mendongakkan kepalaku ke atas tanpa ragu lagi.

“Ya Tuhan!! Siapa dia ?!!” Sangat mengerikan, bukannya aku takut, memang yang kulihat saat ini sangat mengerikan. Ternyata suara tadi berasal dari yeoja itu. Yeoja yang tergeletak dengan mata mendelik dan wajah penuh darah. Namun yang anehnya, yeoja itu tergeletak di atas, seperti ada perekat di tubuhnya. Dan yang anehnya lagi, mata mendeliknya itu ternyata tak kosong tatapan, melainkan sepertinya ia sedang menatapku, dan tatapannya itu cukup mengerikan. Dalam hati, aku mencoba berdoa kepada Tuhan agar yeoja mengerikan itu dapat segera menghilang dari hadapanku.

“Omona!!” Yak!! Hendak aku ingin berdoa, kenapa yeoja itu justru terjatuh ke arahku ? Dengan segera aku langsung mengambil bantal kamar ini sekenanya dan melindungi diriku.

BRAAK

Dia sudah terjatuh ? Tapi aku sama sekali tak merasakan apa-apa ?

Aku melempar bantalku kembali ke kasurnya dan bangkit dari keteganganku barusan.

“Eodiega ?” Baru ini nafasku memburu karena melihat makluk lain. Padahal biasanya saja aku biasa-biasa saja.

“I…’m… Hee…re…” Mwo ? Suara itu lagi ? Tapi kali ini suaranya berasal dari luar jendela. Lebih baik aku segera menghampirinya saja.

“Ya Tuhan!!” Dengan posisi tergeletak yang sama dengan tadi, kali ini yeoja itu tergeletak di rerumputan depan teras rumah Siwon. Namun kali ini matanya terpejam dan perlahan sosoknya pun menghilang. Ke mana lagi dia ? Sepertinya roh yeoja itu ada sangkut pautnya dengan ritual nanti. Lebih baik aku segera memberitahu Siwon agar segera melakukan ritualnya.

Normal POV

Setelah semua persiapannya siap, mereka semua bukannya langsung menuju TKP, melainkan mereka menuju sebuah rumah yang terlihat sepi dan sunyi dari luar, seperti tanpa penghuni. Dengan hati-hati dan agak bergidik, Minho mendekati rumah itu dan menekan bel rumahnya.

“Nuguya ?” Seorang yeoja belia membukakan pintu itu sambil menyunggingkan senyumannya.

“Naneun Choi Minho imnida, kerabat darei Kim Kibum. Kim Kibumnya ada ?” Tanya Minho yang melihat sekitar rumah itu dengan tak tentu arah.

“Kim Kibum ?” Yeoja itu hanya mengerutkan keningnya heran.

“Sebelumnya perkenalkan aku dulu, Krystal Jung imnida, sepupu dari Kim Kibum. Mari masuk dulu, akan ku ceritakan semuanya!”

“Oh? Aniyo, tak perlu. Anda bisa cerita di sini saja, karena saya juga terburu-buru.”

“Tapi, apa keperluan anda sebenarnya mencari Kibum ?”

“Saya ingin meminta izin dengannya, karena saya ingin membongkar kuburan dongsaengnya yang bernama Kim Hyunmi untuk melakukan sebuah ritual.” Yeoja bernama Krystal itu hanya bisa mengerutkan keningnya heran lagi mendengar maksud dan tujuan Minho ingin bertemu Kibum.

“Ritual ?” Lagi-lagi Krystal mengerutkan keningnya.

“Karena setelah kematian Hyunmi, saya selalu didatanginya, namun itu bukan gangguan bagi saya, karena saya sangat mencintainya dan ingin dia hidup kembali bersama saya seperti dulu.” Kali ini kata-kata Minho benar-benar membuat Krystal tertawa hambar.

“Anda gila ?! Mana bisa orang mati hidup lagi ?!” Kali ini nada suara Krystal seperti sedang menahan amarahnya.

“Mianhae sebelumnya!” Kyuhyun datang dengan nafas memburunya.

“Minho-sshi, tolong kau masuk ke mobil saja. Lebih baik aku saja yang menjelaskannya.” Minho sudah dewasa, dan dia mengerti mana yang harus ia tangani atau ditangani orang lain. Jadi ia lebih memilih masuk ke mobilnya kembali daripada mungkin dia nanti bisa salah bicara.

“Perkenalkan dulu sebelumnya, Cho Kyuhyun imnida, parapsikolog sekaligus mantan namjachingu Hyunmi.” Kyuhyun menjabatkan tangannya dan dengan langsung Krystal membalas jabatannya.

“Mwo? Krystal Jung imnida.”

“Oh ne, Krystal-sshi. Begini, roh Hyunmi masih berkeliaran, dan itu karena ada sesuatu hal yang belum ia selesaikan. Jadi saya ingin minta izin kepada Kim Kibum untuk melakukan pembongkaran kuburan Hyunmi serta melakukan ritual agar rohnya tak berkeliaran lagi.”

“Oh! Mianhae sebelumnya. Mungkin anda belum mengetahui, bahwa Kim Kibum juga telah bersanding di samping kuburan Hyunmi sejak enam bulan lalu.”

“Mwo? Apa penyebabnya sampai dia meninggal dunia ?”

“Kata saksi mata, Kibum mengigau sambil berjalan, dan ia berjalan sampai ke tengah jalan hingga ada sebuah truk besar yang menghantamnya. Hingga seketika nyawanya sudah tak dapat diselamatkan lagi.”

“Jeongmalyo ?” Tanya Kyuhyun memastikan dan Krystal hanya merespon dengan anggukkannya.

“Kalau begitu, apakah anda mengizinkan jika kuburan Hyunmi kami bongkar demi kebaikan ?” Krystal mengangguk ikhlas.

“Ne, saya mengizinkannya. Dan tolong lakukan dengan perasaan ya ?”

“Ne, ne. Kamsahamnida Krystal-sshi!” Seru Kyuhyun dengan senyuman bibirnya sambil membalikkan badannya berlalu dari Krystal.

“An..nye..ong..?” Ucapannya terputus ketika ia membalikkan badannya lagi ke arah Krystal, ucapannya terputus karena yeoja yang barusan saja berbicara dengannya dengan pintu rumah terbuka, kini sudah menghilang tanpa jejak dengan pintu yang sudah terkunci.

‘Ya Tuhan… Kenapa ya Minho dan Kyuhyun bicara sendiri ? Apa benar ya seluruh keluarga Hyunmi sudah meninggal semuanya ? Sampai-sampai sepupunya saja jadi penghuni kasat mata rumah Hyunmi.’ Batin Siwon yang memijat pelipisnya seraya langsung menghela nafasnya panjang.

***

Hanya memakan waktu sekitar 30 menitan setelah pembongkaran, akhirnya mereka bertiga pun sampai di sebuah gereja. Dengan segera, mereka bertiga menurunkan peti mati Hyunmi dengan hati-hati dan membawanya masuk ke dalam gereja yang sudah ada seseorang di dalamnya.

“Annyeong haseyo Jungsoo sunbaenim…” Kyuhyun membungkukkan badannya hormat dengan namja yang lebih tua darinya.

“Ne, annyeong haseyo Kyuhyun-sshi!” Namja itu bernama Jungsoo, ia juga membalas sapaan Kyuhyun dengan tak kalah ramahnya.

“Siwon, Minho, petinya diturunkan di situ saja!” Kyuhyun menunjuk altar gereja. Ketika peti mati Hyunmi telah terposisikan dengan rapi, Minho dan Siwon berjalan menghampiri Jungsoo dan mereka saling memperkenalkan diri mereka masing-masing.

“Oiya, saya sudah mendengar semua masalahnya dari Kyuhyun. Dan saya tahu tindakan apa yang harus saya lakukan terhadap jasad Hyunmi.”

“Tindakan apa Jungsoo-sshi ?” Tanya Minho yang nampak khawatir.

“Kau ingin bertemu dengannya seutuhnya kan ?” Minho hanya mengangguk mantab meresponnya.

“Tindakan yang akan saya ambil adalah menghidupkan kembali Hyunmi,”

“Sincca ?”

“Tunggu dulu, saya belum selesai! Ne, Hyunmi akan hidup kembali, namun hanya sebentar.”

“Mwo?! Mengapa begitu ?” Kali ini raut wajah Minho nampak kecewa.

“Karena memang hanya bisa begitu. Lagipula kau sendiri hanya ingin bertemu dengannya seutuhnya kan ? Bukan ingin hidup bersamanya ?”

“Aniya. Anda salah! Saya juga ingin hidup kembali bersamanya seperti dulu ?! Apa anda tak bisa menghidupkannya kembali untuk selamanya ?” Kali ini perkataan Minho terkesan memaksakan. Dan Jungasoo yang mendengarnya pun hanya bisa menghela nafas panjang.

“Minho-sshi, di dunia ini tak ada yang kekal, lagipula saya juga tak sehebat itu, saya hanya manusia biasa, bukan Tuhan yang bisa segalanya, Minho-sshi!” Kali ini Jungasoo menekankan perkataannya pada kata bukan Tuhan, dan itu cukup membuat Minho terdiam.

“Kalau kau mau hidup dengannya lagi, bisa.”

“Sincca ?”

“Ne, tapi hidup di dunianya, itu pun kalau dia mau! Apa kau mau hidup di dunianya?”

“Ne! Gwaenchanha!! Aku mau!” Balas Minho dengan nada semangatnya.

“Yak!! Minho-ya!! Kau sudah gila ya?!!” Akhirnya Siwon pun berontak juga dari kebungkamannya.

“Aku masih waras hyung!!”

“Dari mananya kau masih waras ?!! Jelas-jelas kau sudah tak bisa berpikir jernih!!”

“Terserah hyung!! Pokoknya aku sudah tak ragu dengan tindakan yang akan ku lakukan selanjutnya!!”

“Jungsoo-sshi, apakah bisa kita mulai sekarang ritualnya ?” Jungsoo hanya mengangguk. Ia berjalan ke samping peti sambil mempersiapkan kemampuannya dalam menghadapi masalah baru berbeda yang harus ia selesaikan.

“Siwon-sshi, kau duduklah! Kyuhyun-sshi, tolong kau berdiri di samping kiri peti ini, dan Minho-sshi, tolong kau bukakan peti ini dan berdirilah di depannya!” Tanpa berpikir lagi, mereka semua yang diperintahkan Jungsoo langsung menurut dan melakukan sesuai perintahnya.

“Peti sudah terbuka, dan mari kita mulai ritual dengan diawali doa dan atas izin Tuhan. Tunggu dulu! Sebelum kalian berdoa, perlu kalian ingat, sekarang di sekitar kita ada sebuah energi negatif yang lebih kuat dari energi Hyunmi, jadi kalian semua harus sangat khusyuk berdoanya, agar doa kalian dapat mengalahkan energi negatif tersebut.” Mereka berempat langsung berdoa dengan sangat khusyuk kepada Tuhan mereka, sehingga suasana pun menjadi sangat hening.

Jarum jam pun terus berputar seiring kekhusyukkan mereka berdoa. Hingga sekarang telah menunjukkan pukul 2 siang, pertanda sesi berdoa mereka telah berlangsung selama satu jam dan sama sekali belum ada tanda kehadiran roh Hyunmi di dalam jasadnya. Namun, sudah terlihat, salah satu kelopak mata Hyunmi bergerak dan salah satu jari tangannya pun juga bergerak. Hingga akhirnya Hyunmi telah bangkit dan berdiri tegap di hadapan Minho.

“Minho oppa ?” Sapa Hyunmi lirih. Mendengar itu, mereka berempat langsung membuka kedua mata mereka yang sedari tadi terpejam terus ketika sesi berdoa.

“Hyunmi-ya ?” Seru Minho dengan perasaan yang bahagia. Seketika juga ia langsung memeluk Hyunmi erat serta menitikkan air mata bahagianya.

“Oppa, mian… Waktuku tak lama… Ini…” Hyunmi melepaskan pelukan Minho perlahan seraya langsung melepaskan kalung yang terkalung di lehernya dan memberikannya pada Minho.

“Kalung ?” Minho mengerutkan keningnya menatap kalung yang ia pegang saat ini.

“Tunggu tunggu! Hyunmi-ya, bukannya ini kalung…”

“Ne oppa, ini kalung yang oppa berikan waktu oppa bermimpi.”

“Mwo? Mana mungkin ?”

“Mungkin saja. Aku kembalikan kalung ini pada oppa, dan setelah ini aku akan hidup tenang kembali di duniaku. Oiya, tolong berikan kalung ini kepada yeoja yang sangat oppa cintai selain aku, dan tolong kalian jaga baik-baik kalung ini, karena walaupun aku sudah tak terlihat oleh indera penglihatan oppa, tanpa oppa sadari aku selalu berada di sisi kalian kelak. Dan kita sudah ditakdirkan Tuhan takkan bisa bersama selamanya. Jadi tolong oppa terima kenyataan ini.”

“Tapi-“

“Siwon oppa ?”

“N..ne ?”

“Selama ini aku sama sekali tak ada niat mengganggu keluarga oppa. Aku hanya ingin mengingatkan saja. Oppa masih ingatkan apa yang ku peringatkan lampau lalu ?”

“Ne, oppa masih mengingatnya.”

“Apakah oppa sudah menjaga istri oppa dengan sebaik-baiknya ?”

“Sudah tapi secara tak langsung. Tapi oppa janji akan menjaga dan mencintai istri oppa dengan sebaik-baiknya.”

“Oiya, oppa juga harus percaya padaku, bahwa aku tak ada niat mengganggu, melainkan aku ingin menjadi mata ketiga kalian.”

“Ne, arraseo. Maafkan oppa.”

“Kyuhyun oppa ?”

“Nde Hyunmi-ya ?” Kyuhyun berjalan mendekati Hyunmi.

“Cukup sampai di situ jarak kita. Oppa, tolong kembalilah kepada Seohyun eonni, sampai sekarang dia masih menunggumu.”

“Tapi-“

“Tolong, hilangkan rasa bersalah oppa padaku! Memang, awalnya aku marah mengetahui oppa membohongiku. Aku tahu ketika aku telah meninggal, jadi oppa tak usah bingung. Aku yakin bahwa kelak kalian bisa saling mencintai satu sama lain.”

“Dan kau, Minho oppa. Lupakan aku, lupakan semua kenangan kita, hiduplah bahagia dengan cintamu kelak.”

“Tapi, oppa hanya mencintaimu. Tolong biarkan oppa hidup bersama denganmu lagi walaupun di duniamu, hidup oppa serasa seperti tiada nyawa tanpamu. Jebal…”

“Tapi, aku tak ingin hidup oppa berakhir sia-sia begini… Jebal oppa…” Tetap dengan posisi berdiri namun agak goyah, mata Hyunmi perlahan menutup, namun belum sampai menutup, dengan sekejab matanya langsung terbuka dengan sempurna lagi.

“Hyunmi-ya ? Gwaenchanha ?” Tanya Minho khawatir. Namun Hyunmi sama sekali tak merespon pertanyaan Minho, ia justru berjalan mendekati Minho.

“Kyuhyun-sshi! Sekarang! Siwon-sshi, bantu kami menetralkan jasad itu dari berbagai makhluk yang ingin memasukinya!” Perintah Jungsoo dengan berbisik serta hati-hati.

“Memangnya kenapa ?”

“Itu bukan Hyunmi, roh Hyunmi sudah keluar, ia tak mungkin membiarkan Minho terus mengingatnya.”

“Ne!” Ucap Kyuhyun dan Siwon serentak seraya langsung menunduk dan terpejam lalu memanjatkan sebuah doa. Namun, untuk Jungsoo sendiri, matanya tetap ia fokuskan pada jasad Hyunmi.

“Oppa… Apa kau benar ingin hidup denganku walaupun di duniaku ?” Tanya Hyunmi yang membuat kaget Minho. Bagaimana tidak, kali ini, ketika ia membuka mulutnya lagi dan berbicara, gigi Hyunmi yang tadinya rapi, kini berubah menjadi seperti gigi vampir yang memiliki dua taring runcing.

“Jangan kaget oppa… Sakitnya hanya sebentar, satu-satunya jalan agar kau dapat hidup bersamaku di duniaku adalah menggigit lehermu tepat di saluran sarafmu, dan demikian akhirnya, kau dapat hidup di duniaku dan bersamaku.” Hyunmi menyunggingkan senyuman yang mengerikan bagi Minho, ia pun juga mendekati Minho dan berusaha memeluknya. Namun, sepertinya cinta Minho ke Hyunmi sangatlah besar, ia menjauhi Hyunmi yang semakin mendekatinya, karena ia dapat merasakan aura yang berbeda dari Hyunmi yang tadi dengan yang sekarang, sangatlah berbeda.

“Jangan mendekat! Kau itu Suzy! Bukan Hyunmi! Aku tadi dapat merasakan jiwanya telah pergi sebelum kau memasuki jasadnya!”

“Pergilah dari tubuh suci itu kau, Baek Suzy!”

“AAArrGGH!!” Teriak Hyunmi dengan memegangi kepalanya. Seiring ia berteriak, gigi taringnya pun kembali mengecil dan tumpul lagi.

“Keluarlah dan pergilah untuk selamanya!! Kembalilah ke duniamu dan berbahagialah di duniamu sendiri! Jangan kau sesekali berani memijakkan kakimu ke dunia yang sudah lagi tak pantas untukmu!!”

“AAArrGGH!!~~” Teriak Hyunmi lebih keras lagi. Seiring ia berteriak, tanpa ia sadari, ia berjalan mundur menuju peti matinya sendiri.

CTAARR CTAARR

Di luar gereja, langit pun gelap dan petir pun berteriak sangat kencang, sehingga membuat kekhusyukkan Siwon dan Kyuhyun usailah sudah.

“Syukurlah…” Gumam Jungsoo pelan yang lega melihat Hyunmi telah terbaring lemah di peti matinya kembali. Dan langit pun juga kembali cerah.

“Eotteohke Jungsoo-sshi ?” Tanya Siwon dan Kyuhyun yang khawatir.

“Lancar. Iblis itu sudah kembali ke alamnya dan dia takkan bisa kembali ke dunia kita lagi.”

“Bagaimana bisa ?” Kali ini Kyuhyunlah yang sangat kebingungan akan perkataan Jungsoo.

“Karena iblis sepertinya hanya bisa kembali ke dunia kita jika ada roh baik seperti Hyunmi membuka penghubung dunianya ke dunia kita. Jika sama sekali tak ada roh seperti Hyunmi yang berkeliaran di dunia kita, pasti iblis itu juga takkan bisa memijakkan kakinya di dunia kita.”

“Kyuhyun-ah! Kajja kita ke rumah sakit!” Pinta Siwon khawatir dengan ada Minho yang terpejam di punggungnya.

“Kenapa dengan dongsaengmu itu ?”

“Dia pingsan! Kajja lebih baik secepatnya kita membawanya ke rumah sakit!” Saking bingungnya, Kyuhyun langsung meninggalkan Jungsoo menuju mobilnya tanpa pamit terlebih dahulu.

“Jungsoo-sshi, kau tak pulang ?”

“Aniya. Kalian dulu saja! Kasihan Minho itu!”

“Oh ne, jeongmal gomawoyo atas semua bantuanmu, Jungsoo-sshi! Aku sangat berhutang budi padamu! Annyeong!!” Teriak Siwon sambil berlari meninggalkan Jungsoo dan pergi bersama Kyuhyun ke sebuah rumah sakit.

“Cheonmaneyo, Siwon-ah, kau tak perlu berhutang budi denganku. Karena aku melakukan ini ikhlas untukmu. Kalau kau butuh bantuan lagi, kapan saja aku ada.” Gumam Jungsoo di akhirnya, sebelum ia memasuki sebuah cahaya putih yang sedari tadi ternyata sudah siap menjemput Jungsoo.

*****

Minho POV

Ya Tuhan… Kepala ini terasa sangat pening, di mana aku sekarang ? Tempat ini asing bagiku ? Apa lagi ini ?! Aissh! Bau obat-obatan yang sangat ku benci!

Suasana tempat ini… Hening, sepertinya aku sedang berada di ruang inap rumah sakit ? Memangnya kenapa denganku sampai-sampai harus dirawat inap di rumah sakit ?

“Minho-ya ? Kau sudah bangun ?” Oh, ternyata aku tak sendirian, ada Siwon hyung yang menemaniku.

“Ne hyung, baru saja.” Jawabku datar. Seingatku, terakhir kali, nyawaku hendak terenggut oleh hantu yeoja sialan itu, tapi aku juga agak menyesal, karena tak bisa hidup bersama Hyunmi lagi seperti dulu. Kalung ini, aku memegang kalung yang menjadi nyata dari mimpiku lalu. Aneh, perasaanku yang tadi gunda, setelah ketika memegang kalung ini, perasaanku seketika berubah damai seperti tanpa beban.

‘Hyunmi-ya… Walaupun sosokmu sudah tak bersamaku selamanya, aku yakin kau selalu tetap berada di sisiku selamanya.’ Aku membuka liontin hati ini dan menatapi foto Hyunmi dengan kebahagiaan dan kedamaian yang aku rasakan. Sungguh, setiap melihat fotonya, perasaanku selalu damai, seolah memang ada Hyunmi di sisiku, rasanya juga seperti ia memelukku sekarang, hangat.

TOK TOK TOK

“NE! Masuklah!” Seru hyungku yang tetap dalam posisinya.

“Siwon-ah, ini… Aku membawa seorang uisa tetap untuk Minho di rumah sakit ini.” Aissh! Mau uisalah, mau istrinya lah, bukan urusanku. Yang penting sekarang Hyunmi memang benar menemaniku, walaupun aku tak bisa melihat wujudnya, tapi aku tetap merasakannya. Lebih baik aku memejamkan mataku saja menikmati pelukan hangatnya yang mendamaikan hatiku ini.

“Minho-ya, aku tahu kau sedang bersamanya. Tapi tolong sebentar saja lepaskan pelukannya, dan perkenalkan uisamu ini sebentar, lagi pula Hyunmi sama sekali tak keberatan.” Mwo? Apa benar Hyunmi berada di dekatku sekarang ? Tapi katanya ia takkan bisa bersamaku lagi ? Tapi aku juga tak bisa meragukan keahlian Kyuhyun sebagai parapsikolog. Kalau memang Hyunmi tak keberatan, aku akan membuka mata ini, dan yang ku rasakan sekarang, pelukannya perlahan merenggang.

“Minho-ya, perkenalkan uisa tetapmu di rumah sakit ini, umurnya terpaut dua tahun lebih tua darimu.” Wajahku masih saja datar dan menatap lurus ke depan.

“Annyeong haseyo Minho-sshi, perkenalkan saya uisa tetapmu di rumah sakit ini, Kim Soeun imnida.” Yeoja ? Aku menolehkan wajahku ke kanan, mencoba mengetahui sosoknya.

‘Hyunmi-ya ?!’ Omona!! Namanya Kim Soeun, tapi kenapa ia seperti kembaran Hyunmi ? Sangat persis!

~~THE END~~

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Please, Let Me Be With You !

  1. Astaga MinHo tidak berpikir dengan jernih
    Cinta bukan berarti harus ikut mati
    Ckckckck
    Ada sense ngerinya author
    Tambahin lagi kalau perlu author
    Menegangkan dan seru sekali FF ini

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s