Bye

Judul : Bye

Author : Ayachaan

Main cast : Kim Kibum aka Key and Lee Na-young (OC)

Support cast : Member SHINee, Ai as Na-young’s friend, Kim family and Nicole Jung (just mention)

Genre : Romance, Angst

Rating : General

Length : Vignette, Songfiction

Song suggestion : Drive – Melepasmu

Diclaimer : Plot, karakter, Na-young dan Ai adalah milik saya. Key dan kawan-kawannya milik Tuhan, orangtuanya dan milik kalian… ^^V

A/N : Ini songfict [abal]. Jadi, saya mohon maaf apabila cerita ini rada-rada nggak nyambung sama lagunya… karena saya bikinnya pakai plot sendiri. Onkey, Happy Reading! Kamsahamnida admin yang ngepost J.

Summary :

Kita seperti dua tebing yang terpisah jurang tanpa dasar.

 

 

BYE

From: Na~

“Almighty Key, fighting ! ^^~.”

            Diterima dua jam yang lalu. Key tersenyum simpul menatap layar ponsel android-nya. Jemari tangannya berniat untuk membalas pesan tersebut, namun urung ketika sebuah seruan penuh semangat menghampiri telinga Key.

“Key-ah, ayo keluar. Kita saling memberi selamat dulu.” Itu suara Onew.

Ne, hyung.” Key hanya menjawab seadanya. Sedikit kesal karena disaat yang sama dia ingin membalas perhatian dari gadisnya. Gadis yang begitu dirindukannya sekarang.

Sambil berjalan keluar backstage SHINee, Key tersenyum simpul lagi. Kali ini mengingat akan kenyataan SMTOWN World Tour baru saja selesai. Dan itu artinya, dia akan segera bertemu dengan gadisnya.

***

==============================================

Tak mungkin menyalahkan waktu

Tak mungkin menyalahkan keadaan

Kau datang disaat ku membutuhkanmu

==============================================

“Sedang apa?.”

“Ah, Ai-ah… sedang menunggu balasan dari Key Oppa.” Jawab Na-young dengan senyum manis pada Ai—sahabatnya yang sudah seperti saudara baginya.

“Sudah malam sekali tahu, lebih baik kau tidur.” Tersirat nada khawatir dari berkataan Ai yang disampaikan dengan nada biasa.

Na-young menggeleng, “Gwenchana.”

Hening. Ai tidak merespon, melainkan ikut duduk disamping Na-young yang tengah menatap lurus kedepan. Keuntungan mereka memiliki flat di lantai atas adalah pemandangan malam yang indah bisa mereka nikmati sesuka hati.

Ai menoleh memperhatikan Na-young. Gadis manis yang lebih muda beberapa bulan darinya ini tidak menyadari jika Ai memperhatikannya dengan lekat. Ai kembali memalingkan wajahnya kedepan dan menghela napas.

“Jadi, sampai kapan kau akan bertahan?.” Pertanyaan Ai membuat Na-young terkesiap. Tanpa perlu bertanya lebih lanjut pun, ia telah tahu kemana arah pembicaraan Ai.

“Aku mencintainya.”

Bisakah kalimat pendek barusan melukiskan bagaimana Na-young sangat menyukai Key?. Menyatakan bahwa ia begitu membutuhkan Key dan ia tidak tahu akan seperti apa jika ia tidak bersama Key lagi.

“Kau harus segera memilih, Nayoung-ah.” Ia hanya ingin mengingatkan Na-young, bahwa cepat atau lambat… Na-young harus memilih.

“Aku mencintainya, Ai-ah.” Ada gurat frustasi dari perkataan Na-young.

Ai menoleh untuk dapat melihat ekspresi Na-young. Terkejut melihat kedua pipi Na-young yang telah bersinar oleh cairan sebening kristal. Ia menangis. Sejujurnya, bukan hanya kali ini Na-young menangis untuk Key… karena selalu saja seperti ini.

Ai menarik Na-young untuk bersandar dibahunya. Ia melingkarkan tangannya ditubuh Na-young. Gadis ini terlalu baik jika harus merasakan hal sesakit ini. Terlalu lembut untuk harus memilih akan dua hal besar dalam hidupnya.

Jika bisa memohon pada Tuhan dan dikabulkan, Ai hanya ingin cinta antara Na-young dan Key bisa ditoleransi oleh siapapun. Oleh ia sendiri, kedua orangtua Key dan tentu saja kedua orangtua Na-young.

***

            Penerbangan berjam-jam ternyata tidak mampu membuat Key mengerutkan wajahnya seperti kedua dongsaengnya—Minho dan Taemin. Key begitu bahagia karena kakinya sekarang telah menapak di Korea. Itu artinya, dia telah berdiri ditempat yang sama dengan gadisnya. Tidak lagi terpisah laut dan daratan.

“Kibum-ah, kau akan pulang ke dorm atau langsung ke Daegu saja?.” Tanya Onew yang kini tengah sibuk mengambil tasnya.

“Aku akan ke dorm dulu mengambil mobilku, Hyung.” Jawab Key.

“Kau menyetir sendiri ke Daegu?.” Sahut Jonghyun dengan kening berkerut. Setelah menempuh perjalanan melelahkan, mana bisa Key langsung melanjutkan perjalannya ke Daegu.

“Tenang saja, aku akan mengajak Na-young, Hyung.” Key menampilkan cengirannya yang ceria. Onew dan Jonghyun segera mengerti dan yakin Key tidak akan apa-apa jika dia pergi ke Daegu bersama Na-young.

***

Drrrrttt…drrrrttt….

“Key?.” Sapa Na-young pada orang diujung sana.

“Na, segera lah bersiap. Aku sedang dijalan menuju flatmu.” Sebuah suara khas yang sangat dirindukannya mengalun lembut. Suara Key, suara pangerannya.

“Eoh?.” Hanya tanggapan ling-lung. Ia masih belum bisa mengontrol diri. Bahkan, matanya terasa panas sekarang.

“Cepatlah, satu belokan lagi aku akan sampai. Kita akan pergi ke Daegu.”

“Daegu?.”

Ne, bertemu dengan orangtuaku, Na.”

Bertemu dengan orangtua Key?. Bagaimana ini?.

“Na, masih disana?.”

Ne.”

“Cepatlah, jangan lupa bawa bajumu.”

Telpon sudah ditutup tapi Na-young masih menempelkan ponselnya ditelinga. Ia diajak Key pergi ke Daegu sekarang. Ia akan bertemu kedua orangtua Key. Bagaimana nanti…apa…apa yang harus ia katakan tentang dirinya pada mereka. Bagaimana jika mereka mengetahui seperti apa hubungannya dengan Key. Bagaimana jika mereka memintanya untuk menjelaskan tentang…tentang…jurang perbedaan antara ia dan Key? Bagaimana ini?.

***

Sebuah rumah dengan halaman luas yang teduh. Beberapa pohon akasia membingkai sisi kiri dan kanan halaman tersebut. Nampak sebuah jalan berbatu yang terhampar hingga undahan teras rumah diujung sana. Sekitarnya dibungkus dengan rumput halus yang bagai beludru hijau memukau.

Kacha, Na.” Key mengulurkan tangannya pada Na-young yang masih berdiri terdiam.

Na-young terkesiap dan memandang Key dengan tidak yakin. Key mengerti sekali dengan gadisnya ini. Begitu mengerti hingga Na-young tidak perlu mengatakan apa yang ia rasakan.

Key berjalan kembali menghampiri Na-young. Sebelah tangannya terangkat membelai pipi putih Na-young yang sehalus porselen.

“Na, gwenchana. Ada aku.” Senyum simpul Key bagai pemompa keberanian bagi Na-young. Ditambah dengan tangan Key yang kini turun ke tangan kanannya, meremas jemarinya hangat.

Beriringan mereka menapaki jalur berbatu menuju rumah kediaman keluarga Kim. Dimana disana tinggal kedua orangtua Key. Dua orang yang mungkin akan menjadi alasan Na-young untuk segera memilih. Menentukan ujung dari kisah dirinya dan Key.

“Kibummie….” Suara halus dari seorang wanita paruh baya yang tengah berada didepan pintu utama rumah itu. Wajah cantiknya yang tidak termakan usia merekah bahagia. Tangannya terentang menyambut anak lelaki kesayangannya.

Umma, bongoshipo.” Key menyambut rentangan tangan ibunya dengan pelukan yang tidak kalah hangat. Saling mendekap cukup lama, meluapkan kerinduan yang telah menumpuk.

Key melepas pelukannya dan beralih menatap sang Ayah yang berada tepat disamping Ibunya.

Appa….” Key menghambur ke pelukan Ayahnya. Mendekap pria paruh baya yang begitu mencintainya.

Umma, Appa, kenalkan ini Na-young.” Ucap Key begitu melepaskan pelukannya. Dia merangkul Na-young untuk berdiri disampingnya.

Na-young menyadari perubahan wajah Ibu Key meskipun senyum ramah nan manisnya tidak menghilang begitu saja.

“Aku Ibunya Kibum.” Ucap wanita paruh baya itu sambil memandang lekat Na-young.

“Namaku Lee Na-young. Senang bertemu Anda Nyonya Kim.” Sahut Na-young sambil membungkuk hormat.

“Ah, panggil saja ia Umma dan aku Ayahnya Kibum. Panggil aku Appa.” Sebuah suara bass yang ramah menyahut. Kim ahjussi tersenyum ramah pada Na-young.

Ne, Appa.” Na-young menjawab malu-malu sambil membungkuk hormat.

“Ayo masuk! Kibummie… ah, kalian berdua maksudku—harus segera istirahat. Biar Umma yang siapkan makan malam.”

Ucapan Ibu Key membuat Na-young tersenyum samar. Sepertinya dari sinilah sisi cerewet Key berasal.

***

            Key baru saja akan tidur setelah mengajak Na-young jalan-jalan disekiar rumahnya ketika Ibunya menyeruak masuk ke kamar.

“Kibummie, boleh Umma bicara?.”

Ne, Umma.” Key bangkit dari tidurnya dan duduk disamping tempat tidur. Ibunya mendekat dan mengambil tempat disamping Key.

“Ada apa, Umma?.” Tanya Key pelan.

“Tentang Na-young….” Key memandang Ibunya dalam diam. Apakah ini saatnya dia harus memilih untuk akhir dari hubungannya dengan Na-young.

“Kalian punya perbedaan yang sangat besar. Sangat besar. Seperti sebuah jurang yang tak terlihat dasarnya. Ini tidak akan berarti jika terus dipertahankan, Kibummie.” Key memandang Ibunya dengan tidak percaya.

Saat ini, orang terakhir yang diharapkan Key adalah Ibunya. Dan sekarang, apakah ini sebuah permintaan terselubung agar dia mengakhiri semuanya?. Tidak bisakah mereka memberikan toleransi padanya?.

Umma, aku mencintainya.” Sahut Key. Mata bersudut tajamnya menatap lurus pada Ibunya.

“Seribu kalipun kau mengatakan hal itu, tidak akan mengubah keadaan yang ada, Kibummie.” Ibunya tersenyum lembut.

“Tidakkah Umma mengerti? Aku sangat mencintainya. Aku membutuhkannya.”

“Kibummie… Umma hanya ingin yang terbaik untukmu. Terlalu besar perbedaan yang ada hingga tidak mungkin bagi kita untuk menyamakannya. Akhiri dan temukan cinta yang baru. Umma yakin kau akan menemukan cinta yang lebih baik.”

Key menggeleng sambil menundukkan pandangannya. Ini terlalu kelabu, terlalu sakit jika dia harus mengakhirinya.

Umma rasa Na-young pun akan mengerti. Ia pasti telah menyadari perbedaan ini, Kibummie. Ini jalan terbaik untukmu dan Na-young. Kalian berdua berhak punya kehidupan yang jauh lebih baik tanpa harus memikirkan perbedaan besar ini.”

Key merasakan kepalanya dielus dengan lembut dan kasih sayang. Tapi ini semua… hal yang baru saja dikatakan oleh Ibunya—bahwa dia harus mengakhiri semuanya—bukanlah sebuah keputusan yang baik. Terlalu egois dan tentu akan menyakiti perasaan Na-young.

==============================================

Semakin ku menyayangimu

Semakin ku harus melepasmu dari hidupku

Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini

Kita tak mungkin trus bersama

==============================================

“Key….” Sebuah bisikan yang hampir tak terdengar dari mulut seorang gadis dibalik pintu. Ia sedang berusaha keras menahan isak tangisnya. Sedang airmata sudah menetes tak henti dipipi halusnya.

***

==============================================

Satu saat nanti kau kan dapatkan

Seseorang yang akan damping hidupmu

Biarkan ini menjadi kenangan

Dua hati yang tak pernah menyatu

==============================================

 

“Key, mari berpisah.”

Key merasakan jantungnya seperti tertohok dengan benda tajam. Sakit sekali. Juga terasa ngilu diulu hatinya. Inikah saat-saat yang selama ini selalu dia khawatirkan?.

Dia menangkap gurat sendu dikedua mata Na-young yang menatapnya nanar. Ia tengah berbohong. Gadisnya ini sedang berbohong. Ia masih mencintai Key.

“Tidak.”

Tidak, tidak akan semudah itu Na-young. Gadisku… aku bisa tak punya tujuan hidup lagi jika perpisahan ini terjadi. Lupakan perbedaan itu. Jangan peduli… jangan perdulikan semua itu.

“Key, kau dan aku… Sejak awal aku pun telah mengira jika kita akan berakhir seperti ini….”

Ya, sesungguhnya ia telah mengetahui seperti apa akhir dari kisah ini sejak awal. Jangan tanya kenapa ia tetap bertahan. Ia mencintai Key, ia hanya ingin terus berada di samping Key dan berharap suatu saat perbedaan itu akan sirna. Kemudian ia akan hidup bahagia dengan Key… membangunkan Key setiap pagi, selalu membuatkannya makanan enak dan menunggunya pulang setiap malam. Terdengar klise dan egois… tapi, ia begitu mencintai Key.

“…kita… seperti dua tebing yang terpisah jurang tanpa dasar.”

Bahkan sekarang, perkataan yang begitu menyakitkan kembali terulang. Jurang tanpa dasar, sebagai kiasan perbedaan yang ada. Pernah dikatakan oleh Ibunya sendiri. Dan kini, gadisnya pun ikut mengatakannya.

“Aku tidak bisa.”

Dia tetap pada pendiriannya. Dia ingin terus berpegang pada kata hatinya.

“Key, jika kau tanya tentang cinta… aku sangat mencintaimu. Tapi, aku tahu diri… ini tidak akan bisa dilanjutkan.”

Cinta… benarkah itu?. Dia pun juga sangat mencintai gadisnya ini. Cinta yang menjadi sebuah kebutuhan, dimana dia memerlukan gadisnya ini.

“Key, aku tidak ingin ada penyesalan, kecewa, bahkan rasa marah antara kita. Mari berpisah dengan baik-baik.”

Pandangan Key yang menunduk tajam menghujam gelas moccacino didepannya terasa mengabur. Namun dari sudut matanya, dia dapat melihat Na-young bergerak kesisinya.

“Key….”

“Baiklah, ini akhirnya. Tapi aku mencintaimu sampai kapanpun.”

Tes…

Key mengangkat wajahnya tepat ketika butir sebening kristal mengalir dipipi Na-young. Jemari Key dengan sigap menghapusnya, membelai wajah manis itu.

“Bolehkah?.”

Na-young mengangguk.

Key menarik Na-young dalam pelukannya. Ini pelukan pertama mereka dan sekaligus menjadi pelukan terakhir. Key memejamkan matanya, menarik napas dengan dalam. Berusaha menghirup wangi Na-young dan mematrinya didalam ingatan. Matanya terbuka untuk melihat wajah manis Na-young.

Mata bening kecoklatan yang selalu memandangnya dengan binar bahagia, hidung mancung yang selalu menggemaskan, pipi halus yang akan merona manis jika Key menggodanya dan bibir mungil yang selalu memberikan Key senyum dan tawa.

Dia sedang berusaha keras merekam semuanya. Memantrinya dalam ingatan hingga dia tidak akan melupakan secuil pun sesuatu dari diri Na-young.

==============================================

Maafkan aku yang membiarkanmu

Masuk ke dalam hidupku

Maafkan aku yang harus melepasmu

Walau ku tak ingin

==============================================

***

            Musim semi. Cherry blossom yang sedang bermekaran, meski ada sebagian yang gugur menyapa tanah. Seperti sebuah mural yang mengingatkannya pada kejadian satu tahun lalu. Cintanya yang bersemi indah harus kandas seperti guguran kelopak cherry blossom di tanah. Dan hari ini pun sepertinya akan sama. Cintanya yang masih membekas, dihempas keras oleh kenyataan.

“Nayoung-ah, yakin tidak mau ikut?.” Ai berdiri diambang pintu kamar Na-young. Gadis itu tengah membelakanginya, menatap hamparan pemandangan dari jendela. Semilir angin musim semi nampak menerbangkan anak rambut gadis itu.

Ne, aku dirumah saja.” Sahutnya tanpa membalikkan badan.

Ai menghela napas, “Gwenchana?.”

Memiringkan kepalanya sedikit, “Gwenchana, pergilah Ai… dan… tolong sampaikan salamku.”

“Baiklah.”

Didengarnya langkah Ai yang menjauh dari kamarnya. Ini keputusan yang tepat.

“Key, mianhae… aku masih mencintaimu.”

Andaikan seruan hatinya dapat didengar oleh Key. Mungkinkah dia bisa berbalik kembali, lalu berusaha bersama untuk menghapus perbedaan yang begitu ingin memisahkan mereka.

Ia menghela napas berat, “Aku harus percaya kau telah memilih, Key….”

Tangannya bergerak menyetuh kertas dengan nuansa merah jambu yang tergeletak di meja samping jendela.

Wedding invitation of

Kim Kibum and Nicole Jung

 

FIN. Ayachaan #120610

 

Selesai. Mianhae ini gaje bener-benar… soalnya saya lagi suka-sukanya sama lagi Drive – Melepasmu ini, jadi deh kepikiran bikin songfic-nya. RCL jangan lupa ya… feel free to tell me any fault I’ve. Kamsahamnida~ Annyeong ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

33 thoughts on “Bye”

  1. aya datang lagi XD
    key!!! 😀 tp angst ;__; uwo
    baca aaahh.. siap2 nyesek nih.. hihihii

    Tersirat nada khawatir dari berkataan Ai yang disampaikan dengan nada biasa. ==> ….dari perkataan Ai….

    setelah tanda (!) dan (?) tak perlu ditambah (.) ya 😉

    *hening*
    nyesek juga ini ;;__________;;

    btw.. masih banyak tanda tanya di kepala saya.. *liat gak tandanya? /plakk*
    perbedaan yg bikin mereka berpisah apa? hahahahaha ini pertanyaan yg muncul sejak baca bagian pertama yg menyebut ‘perbedaan’ hahahahaha

    ditunggu jawabannya *\(^_^)/*

    1. haha, aku sering muncul sebelum tenggelam nanti kkk~
      kak Rahmiii, selalu, gomawo koreksinya #poppo di lain waktu pasti aku perhatikan lagi ^^9

      hm, sebenarnya ini agak gimana ya, aku mau secara gamblang nyebutin perbedaan mereka takutnya jadi s*r*. jadilah, dijadikan diksi aja kak, hehe

      sekali lagi, gomawo udah mampir kakak cantik #eaa

        1. yg: Kita seperti dua tebing yang terpisah jurang tanpa dasar *itu diksi bukan ya? haha, Aya juga gak byk tau tentang diksi kakak (_ _ )m
          soal perbedaannya kak… both of your guess t*ue ^^v

          hehe, jgn nangis pojokan lagi ya kak Rahmi :3

    1. hm, apa ya? haha
      perbedaan disini mungkin agak sensitif ya, jadi nikmati sajalah tulisan saya. hehe #author di injek 😀

      gomawo kamu udah sempetin mampir

  2. Ya ampun, nyesek amat.. Aku jadi pengen nangis nih.. Ceritanya,, sedih sekali..

    Tapi, aku bingung, Ai disini seorang wanita atau namja? Hehe. Jika dia seorang namja, apakah ia juga mencintai Na young? Keke. Mianhae atas komenku yang kurang sempurna ini, terima kasih. 🙂

    1. kamu sempetin komen juga aku udah seneng deh, hehe
      Ai itu yeoja. hihi, nggak kelihatan ya kalo ia yeoja? mungkin aku kurang deskripsi ya 🙂

      oke, gomawo kamu udah sempetin mampir ^^

  3. Heei, ini keren sekalii 😀

    Mungkin pertanyaanku sama kayak yg lain: memang perbedaan yg dimaksud itu apa? Sampe akhir aku nunggu2 kapan dijelaskan, tapi ternyata ga ada. It’s still cool anyway ^^

    1. em, ini perbedaannya mmg agak sensitif ya, makanya aku milih pake diksi aja, hehe

      gomawo udah sempetin mampir dan komen lagi, hehe

  4. g suka endingnya,,,
    maksudnya knp pasangannya key harus nicole…???knp g cewek laen aja…???

    satu yg bikin penasaran…
    sebenarnya apa sih perbedaan antara key sm na young…???

  5. haha, ngakak ini baca komen kamu. nggak suka KeyCole ya? aku juga sih sebenarnya (#lho? terus kenapa di pake?). Itu karena aku ngerasa cuma pairing itu yang pas buat bikin Na-young patah hati #eaa

    oke, gomawo udah sempetin mampir ya 🙂

  6. huwaaaa.. Nyesekk..
    Dua tebing yg dipisahkan jurang tak berdasar.. Wuih sadiss..
    Tak bisakah dibuat sebuah jembatan untuk menyatukannya??#hyah hyora gaje
    nice story..!

    1. terlalu banyak kayu yang akan ditebang untuk menyatukan mereka dengan jembatan #hiyaahh makin gaje 😀

      hihi, hyora onni gomawo udah sempetin mampir ya :3

  7. I’m comiiiing~
    Bangga kan Aya, dikunjungi sama reader terbaik dan tercantik sedunia akhirat *muntah massal*

    kupikir hepi ending, ternyata hasilny miris banget. Keren loh, serius. Tulisanmu makin berkembang, sedang ak masih disitu” aja. #crying

    Ini gimana yah ngomongny. Ak udah galau tingkat nasional, baca ini makin galau. ;(
    Bacany serasa mengenang masa lalu gimana gituh. Serasa pengen bejek Aya yang udah bikin kesiksa batin nih baca ficny *malah curcol*
    Jadiny yah pengen baca lagi, keren sih. Tapi ak nunda deh, daripada mewek” gak karuan haha

    Keren keren lah~

  8. I’m comiiiing~
    Bangga kan Aya, dikunjungi sama reader terbaik dan tercantik sedunia akhirat *muntah massal*

    kupikir hepi ending, ternyata hasilny miris banget. Keren loh, serius. Tulisanmu makin berkembang, sedang ak masih disitu” aja. #crying

    Ini gimana yah ngomongny. Ak udah galau tingkat nasional, baca ini makin galau. ;(
    Bacany serasa mengenang masa lalu gimana gituh. Serasa pengen bejek Aya yang udah bikin kesiksa batin nih baca ficny *malah curcol*
    Jadiny yah pengen baca lagi, keren sih. Tapi ak nunda deh, daripada mewek” gak karuan haha

    Keren keren lah~
    Perbedaany masih gaje sh, tapi ak enjoy sama alurny. Good job, saengie~

    1. ecieee… kakak cantik mampir 😀 bangga kok bangga, I’m proud of you lah~

      beneran tulisan Aya udah berkembang? wah… ini seneng banget lho seriusan deh kak~
      ah, tapi ini juga krn kakak lho, aku banyak belajar dari tulisan kakak, hihi

      udah galo tingkat nasional, terus ada peningkatan ga kak? internasional gitu? hehehe…
      dibaca lagi aja kak, nggak dipungut biaya kok. Oya, itu perbedaan emang sengaja di bikin gaje #authornya juga gaje 😀

      gomawo kak udah sempetin mampir ^^ (eh, iya, aku masih blm baca ff kakak paling baru, astaga…)

      1. perasaan tulisanku kaco deh, mana bisa dijadiin buat contoh #grr

        alhamdulillah, galauny nurun jadi tingkat kecamatan aja kalo gak dipungut biaya huahahaha

        authornya gaje? gak juga kok. tapi kalo mau yuk mari join d grup author” gaje yg dipimpin olehku. berminat? =D

        belum baca? yah, kalo gitu kamu gak cantik deh *nah loh*
        huahaha

  9. Aku jd mduga2 klo na young itu pke jilbab…
    Mian, klo salah…
    Namanya jg berimajinasi sendiri…hehe
    Aya…hwaiting *sokkenal

    1. annyeong niek, aya imnida.. *jadi ga sok kenal lg kan, hehe.
      Haha, ini sbnrnya waktu nulis ga bayangin nayoung pake jilbab sih, biasa aja dia mah, kya ulzzang2 gitu.
      Tapi, kan imajinasi org2 beda2 yah, niek malah keren lho imajinasinya.. Hehe

      Oya, gomawo udah sempetin mampir

  10. baca ff diksi ya.. *jambak rambut..penasaran kesel sendiri

    imaginasi:
    baca dr awal mpe akhir mengharu biru..
    pas perbedaan mereka yang jurang nga berujung itu..

    maafkan aku,key. aku tak bisa bersamamu.. karena aku ayam milik onew.. XDXDXD~
    gubrak!! ya jelas laah nga bisa bersatuuu.. (-__-“) biar nga terjadi sara akhirnya ff galau jd ff guyon.. piss (^_^)v

  11. Eonnie, nih FF-nya keren.
    aku suka tuh summary-nya.
    tapi aku punya satu pertanyaan:
    APA SIH PERBEDAAN MEREKA BER-2? (reader ngamuk)
    Apa Na-Young itu namja? Jadi Key disini gay?! (dibunuh lockets).

    1. gak, na-young itu cewe, hehe. kan di genrenya gak ada shounen-ai, hehe
      apa ya perbedaannya? saya diem aja ah *author di injek*

      haha, gomawo udah sempetin mampir ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s