Undiscloser Desire – Part 2

Tittle : Undiscloser Desire Part 2

Author : ViKeykyulov

Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.

Support cast : Key, Han Yoora, SHINee member.

Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.

Rate : PG 16

Summary : Persahabatan antara pria dan wanita tidak akan pernah berakhir murni. Diantara keduanya akan muncul suatu perasaan yang disebut Cinta dari salah satu pihak. Entah itu cinta yang terbalas ataupun cinta yang bertepuk sebelah tangan. Entah itu cinta yang tersampaikan maupun cinta yang tersembunyi rapi bertahun-tahun.

Cinta itu sebuah pengorbanan, tak peduli apapun yang kupunya akan kukorbankan. Meski itu adalah masa depanku sekalipun. Bahkan jika dia memintaku untuk memberikan nyawaku, akan kuberikan dengan sukarela padanya. (Han Hyukyung)

Cinta?? Kau bertanya padaku tentang cinta?? Aku tidak tahu cinta itu apa?? Yang kurasakan cinta itu menyakitkan, saat aku telah merelakan seluruh hatiku, dia malah dengan mudahnya melempar kembali hatiku yang telah berdarah. Huh,, cinta?? Bahkan ketika aku kembali jatuh cinta,, aku justru takut dia akan kembali menolakku?? Hanya satu cinta yang kupunya dan kupercaya, cinta dari sebuah persabahatan yang kumiliki bersama seseorang. Dan aku tak ingin mempertaruhkan semua itu hanya demi cinta semu. (Kim Jonghyun)

Cinta, bagiku cinta itu membebaskan. Ya, Love is free, membiarkan dia bebas menjalani hidup yang menurutnya membahagiakan. Meski aku sangat tahu dia tak pernah bahagia dengan setiap pilihannya. Terlalu banyak hal yang telah dia korbankan hanya untuk sebuah ungkapan bernama cinta. Dan rasanya, aku ingin sekali memukul kepala sahabatku itu yang tak pernah bisa melihat besarnya cinta yang dipunyai yoeja-ku untuknya, yoeja-ku?? Huh, percaya diri sekali kau ini Kim Kibum, bahkan dia sudah menolakmu berkali-kali. Dan kau hanya bisa tersenyum getir saat dia datang dan menangisi orang lain. (Key)

Cinta, persetan dengan cinta. Aku tak percaya cinta. Aku tak punya cinta. Bahkan orang tuaku juga tak mencintaiku hingga tega memisahkan aku dengan dia, bahkan memisahkanku dengan darah dagingku sendiri hanya karena sebuah gengsi dan posisi. Aku tak punya cinta. Bagiku cinta itu adalah sesuatu hal yang tabu. (Han Yoora)

Part 2 : Breaking Down

Hyukyung POV

Drap,, drap,, drap,, aku mendengar suara langkah yang samar-samar. Masih setengah mengantuk, kutegakkan tubuhku, terbiasa hidup sendiri membuatku selalu bersikap siaga dan waspada.

“Dukk,, dukk,, Hyukyung,, Hyukyung,,”itu suara Jonghyun, ada apa dengannya malam-malam begini. Dan suaranya terdengar sedikit panik.

“Jjong~ah,, ada apa??”kubuka pintu depan dan mendapati Jonghyun berdiri tersengal dengan nafas memburu dan terlihat kacau.

“Hyu,,,”Jonghyun langsung menghambur kepelukanku dan astaga,, kenapa dia menangis. Apa dia putus cinta lagi.

“Hyu,, Omma dan appa,, Hyu,,”Jonghyun semakin terisak dalam tangisnya.

“Jjong,, ada apa?? Kenapa dengan ommoniem dan aboenim.”

“Mereka,, mereka kecelakann.”ucap Jonghyun yang sontak membuatku tersentak kaget.

“Dokter bilang keadaanya kritis,, Hyu,, orang tuaku.”Jonghyun semakin membenamkan wajahnya dirambutku. Bahunya bergetar dengan sangat hebat.

***

“Maaf,, kami sudah melakukan yang terbaik, namun sepertinya tuhan berkehendak lain.”perkataan uisa tadi membuat tubuh Jonghyun merosot tak berdaya.

Aku masih tak percaya, semuanya terasa seperti mimpi. Bahkan kemarin sore aku masih melihat senyum Jjong omma yang begitu ramah. Dan tiba-tiba, mereka sudah meninggal seperti itu. Kecelakaan itu merenggut nyawa ayah dan ibu Jonghyun. Dari keterangan yang kudengar tadi, polisi menyatakn bahwa memang ada yang sengaja mengacaukan rem mobil yang ditumpangi orang tua Jonghyun. Tapi siapa yang begitu tega berbuat seperti, yang kutahu bahwa selama ini keluarga Kim tak pernah punya musuh. Apa mungkin rekan bisnisnya. Karena akhir-akhir ini perusahaan tuan Kim tengah mengalami sedikit krisis.

“Omma,, appa,,”aku berjongkok dan memeluk Jonghyun, ikut menangis bersamanya. Aku juga bisa merasakan apa yang Jonghyun rasakan saat ini, bahkan kedua orang tua Jonghyun sangat baik padaku, aku menyayangi mereka.

***

“Jjong,, ayo makan.”aku mencoba menyuapkan nasi kemulutnya, tapi dia hanya menggeleng dengan enggan.

Seminggu berlalu setelah pemakaman kedua orang tua Jonghyun. Keadaan Jonghyun semakin menghawatirkan, dia kelihatan sangat terpukul, seperti orang yang putus asa.

“Hyu,, apa kau bisa menghubungi Yoora??”lamunanku buyar mendengar pertanyaan Jonghyun.

“Ehmm,, Yoora?? Sepertinya dia sibuk. Nanti aku hubungi lagi dia.”sejak omoniem dan aboenim meninggal, Yoora terkesan menjauh dari Jonghyun. Dia hanya datang sekali saat pemakaman. Seharusnya Yoora-lah yang ada disini, disamping Jonghyun untuk menguatkan Jonghyun menghadapi semua masalah yang tengah dihadapi calon suaminya ini. Terlebih lagi. Saat ini perusahaan milik keluarga Kim tengah bermasalah. Sepertinya ada yang mencoba memancing di air keruh, memanfaatkan kekosongan kepemimpinan untuk kepentingan pribadi.

“Hyu,,”panggil Jonghyun lagi.

“Ne~,,”

“Aku lapar,,”dia sedikit meringis sambil menatap piring yang tadi kutaruh.

“Makanlah,,”ku angsurkan piring tadi, tapi dia tetap bergeming.

“Wae?? Kau tidak mau??”

“Kau yang suapi,,”jinja,, manja sekali namja satu ini. Tapi setidaknya dia sudah mau berbicara lebih dari satu kata.

“Arra,, makanlah yang banyak. Kau harus sehat Jjong,, melihatmu seperti ini pasti orang tuamu akan sangat sedih disana.”

“Hyu,, gumawo,, kau selalu ada saat aku terpuruk. Padahal aku berharap Yoora-lah yang disini untuk menyemangatiku.”

Gezz,, hatiku terasa sesak. Entahlah, apa yang kurasakan ini sebuah kesedihan atau kebahagiaan.

“Jjong,, kurasa kau harus banyak istirahat. Lihatlah,, pipimu lebih tirus.”buru-buru aku mengalihkan pembicaraan, karena ini adalah hal yang sangat sensitif bagiku.

“Ku bereskan piringnya dulu,,”

“Teteplah disini sebantar saja.”Jonghyun memotong gerakanku yang berniat mengangkat piring bekas makan dia, tiba-tiba Jonghyun menarikku kedalam pelukannya.

“Kau yang terbaik Hyu,,”gumamnya, sembari merebahkan kepalanya dibahuku, seolah mencari tempat dimana dia bisa menyandarkan semua masalahnya untuk sejenak.

“Klekk,,”pintu kamar Jonghyun terbuka.

“Bagaimana keadaan hyung,,”bisik Key. Dengan perlahan kurebahkan tubuh Jonghyun yang tertidur dengan pulas. Sekilas aku melihat tatapan sendu Key saat bertemu pandang denganku.

“Hyu,,ada masalah besar. Sebaiknya kita bicara diluar.”tanpa peringatan, Key langsung menarik lenganku keluar dari kamar Jonghyun.

“Ada apa Key?? Masalah besar apa??”tanyaku begitu kami sudah duduk didapur milik keluarga Kim.

“Appa ku bilang,, keluarga Jonghyun terancam kehilangan seluruh kekayaannya. Dan menurut laporan dari salah satu orangnya, bahwa Appa Jonghyun hyung mengalami penipuan oleh salah satu rekan bisnisnya, akibatnya seluruh saham keluarga Kim akan disita bank dimana Kim aboenim pernah meminjam dana. Dan yang lebih buruk lagi, rumah ini juga masuk sebagai jaminan atas pinjaman tersebut.”urai Key sembari mengedarkan pandangan dengan gurat kekhawatiran.

“Mwo?? Apa itu artinya Jonghyun terancam miskin, begitu kan intinya.”pekikku.

“sepertinya memang begitu.”sahut Key muram yang membuatku yakin bahwa dia tidak sedang bercanda.

“Lalu bagaimana nasib Jonghyun selanjutnya jika rumah ini disita. Dia bahkan masih shock atas kematian omoniem dan aboenim.”kutekan pelipisku yang terasa berdenyut seketika. Jonghyun, kenapa semua jadi seperti ini. Dan Yoora, hah memikirkan nama gadis itu membuat dadaku makin sesak. Aku mulai curiga bahwa gadis itu sengaja menghindar dari Jonghyun.

“Bagaimana kalau untuk sementara hyung tinggal dirumahku saja. Dan aku akan bilang pada appa untuk membantu hyung untuk sementara.”usul Key dengan semangat.

“Tidak,, aku tak ingin merepotkan keluargamu Key.”tiba-tiba Jonghyun membuka pintu masih dengan kondisi lemah. Dia menyandarkan tubuhnya kepintu untuk menopangnya agar tetap berdiri tegak.

“hyu,, hyung.”

“Jjong~ah.. kondisimu masih lemah.”kuhampiri tubuhnya dan menjadi penopang tubuhnya menggantikan tembok putih tadi.

“Jika apa yang kalian bicarakan itu benar, bahwa rumahku akan segera disita. Kurasa untuk sementara aku lebih baik tinggal dirumah Hyukyung sampai aku menemukan tempat tinggal baru.”

Entah mengapa, melihat Jonghyun tersenyum diakhir ucapannya membuatkuku semakin merasa was-was. Ini bukan Jonghyun, dia tak bisa menahan kesedihannya sendirian.

“Kau boleh tinggal dirumahku sampai kapanpun Jjong,, sampai kapanpun.:aku memeluknya dengan erat dan menangis untuknya, ya aku mewakili Jonghyun untuk mengurai air matanya. Karena aku bisa merasakan sesaknya dada Jonghyun saat ini.

“Aku baik-baik saja Hyu,, gokjonghajima.”ujarnya dengan suara bergetar seraya mengeratkan pelukanku. Key, maaf aku menyakiti hatimu. Aku tahu pasti kau juga sakit melihat aku memeluk Jonghyun seperti ini. Kim Kibum, kuharap kau bisa mengerti bahwa aku tak pernah bisa meninggalkan Jonghyun. Bahwa sesakit apapun melihatnya tersenyum untuk yoeja lain, lebih sakit saat aku melihatnya menangis seperti ini.

***

Author POV

Hyukyung melangkahkan kakinya, sambil sesekali menendang kerikil-kerikil kecil yang terantuk diujung sepatunya. Wajahnya begitu terlihat lesu, tiada gairah untuk terus menyeret sepasang kaki jenjangnya. Masih terngiang jelas isi pembicaraannya dengan Yoorin tadi pagi.

***

“Apa maksud ucapanmu Yoora~ya?? Memintaku mengembalikan cincin ini pada Jonghyun?”mata Hyukyung menyipit dengan heran saat menjelajahi raut wajah Yoora.

“Aku ingin membatalkan pertuangan ini. Bukankah itu sudah jelas??”balas Yoora dengan tegas.

“Apa alasannya??”sambut Hyukyung.

“Karena orang tuaku berubah pikiran. Mereka memintaku putus dari Jonghyun?”jawab Yoora pelan, seolah malu untuk mengungkapkan apa yang barusan dia ucapkan.

“Putus? Hah, sungguh picik pikiranmu. Jadi kau berniat meninggalkan Jonghyun setelah dia jatuh miskin dan kehilangan semuanya setelah kedua orang tuanya meninggal. Tak bisa kupercaya!”Hyukyung tertawa sinis, bahkan terkesan mencemooh.

“Aku tak serendah itu,, sampai detik ini bahkan aku masih mencintainya, aku hanya tidak bisa melawan kehendak orang tuaku.”ucap Yoora dengan wajah memelas.

“Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak akan membantu, kau bilang sendiri padanya, jangan jadi pengecut.”Hyukyung berdiri, menepuk bajunya berniat pergi.

“Lee Hyukyung,, kumohon, bantu aku, kau pikir aku berani melihat wajah terlukanya, ku mohon.”Yoora menahan lengan Hyukyung dengan erat.

“Kubilang tidak!”tegas Hyukyung, lalu menghempaskan tubuh Yoora dengan kesal.

“Ahh,,”jerit Yoora, tiba-tiba tubuhnya limbung, membuat Hyukyung mau tak mau menahan tubuh ramping Yoora denga sigap.

“Ya,, Han Yoora,, apa yang terjadi padamu,, Han Yoora!”Hyukyung menepuk pipi Yoora dengan panik saat gadis itu tiba-tiba tidak sadarkan diri.

***

Hyuna berjalan mondar-mandir didepan ruang UGD dengan cemas. Sesekali menggigit kuku jarinya gelisah.

“Hyu,, minum dulu.”seseorang mengulurkan sebotol air mineral padanya.

“Key,, aku takut terjadi sesuatu pada Yoora.”laki-laki itu adalah Key, Hyukyung menghubungi Key sesaat setelah dia berhasil membawa Yoora kerumah sakit.

“Jangan khawatir, dia pasti baik-baik saja.”ujar Key mencoba menenangkan, satu tangannya memeluk pundak Hyukyung dan tersenyum padanya.

“cklek”pintu ruangan terbuka, seorang dokter paruh baya muncul.

“Dokter, bagaimana keadaanya??”tanya Hyukyung tanpa sabar.

“Keadaan ibu dan bayinya baik-baik saja, yang membuat sang ibu pingsan karena dia kelelahan dan stress,, oh ya apa anda suaminya?”si dokter menunjuk Key.

“Oh sepertinya bukan?”lanjutnya saat melihat kebingungan diwajah namja tampan itu, juga satu tangan yang melingkar dibahu Hyukyung.

“Bayi dokter? Maksud dokter, teman saya itu tengah mengandung?”tanya Hyukyung hati-hati, seolah tak percaya.

“Memangnya kalian tidak tahu? Teman anda tengah hamil 3 bulan, baiklah, saya permisi dan jangan lupa beritahu pada suami teman anda itu untuk lebih memperhatikan kehamilan istrinya.”urai sang dokter sebelum berlalu pergi.

“Apa lagi ini?? Yoora hamil?”desah Hyukyung pelan.

“Sebaiknya kita masuk, lihat keadaannya dulu.”ajak Key seraya menarik lengan Hyuna menuju kedalam ruangan.

Mereka berdua masuk dan mendapati Yoora tengah duduk bertumpu pada kepala ranjang rumah sakit.

“Bagaimana keadaanmu Yo? Sudah lebih baik?”sapa Hyukyung dengan ramah.

“Sudah,, terimakasih Hyu,, kau masih peduli padaku. Tapi, aku sudah tidak punya pilihan Hyu, berpisah dengan Jonghyun adalah jalan terbaik saat ini.”balas Yoora masih membahas masalah tadi.

“Berpisah? Maksudmu? kau akan putus dengan Jonghyun, bahkan setelah kau tahu dirimu tengah mengandung?”teriak Key terkejut.

“Mangandung. Siapa yang kau bilang mengandung Key?”tanya Yoora dengan bingung.

“Jadi kau belum tahu? Kau hamil Han Yoora, 3 bulan. Dan aku yakin itu adalah anak Jonghyun hyung?”sahut Key sedikit ketus. Hyukyung sendiri hanya bisa terdiam menatap Yoora yang kini membeku dengan shock.

“Hamil? Tidak mungkin, ini tidak mungkin.”jerit Yoora dengan ngeri memandangi perutnya yang belum tampak membuncit.

“Jadi tidak ada alasan bagimu untuk meninggalkan hyung, ah, aku harus memberitahu Jonghyun hyung sekarang juga.”wajah Key terlihat tulus dan bahagia saat mengeluarkan ponsel-nya.

“Jangan Key,, kumohon jangan.”Serta merta Yoora merampas ponsel dari tangan Key.

“Kenapa? Kau tidak ingin hyung tahu kehamilan ini?”tuntut Key tanpa berusaha mengambil ponselnya kembali.

“Aku tidak bisa memberitahu Jonghyun, karena aku akan menggugurkan kandunganku ini, jika orang tuaku tahu, mereka bisa membunuhku.”

“Plakk”

“Kau gila Han Yoora,, benar-benar gila.”pekik Hyukyung, setelah menampar pipi Yoora dengan refleks.

“Ucapanmu sungguh tak bisa percaya, kau pikir bayimu barang yang seenaknya bisa kau buang begitu saja. Aku akan memberitahu Jonghyun sekarang juga.”bentaj Hyukyung dengan emosi. Entahlah dia merasa begitu terluka Yoora memperlakukan Jonghyun seperti ini. Rasanya hatinya teramat sakit membayangkan apa yang terjadi pada namja itu seandainya dia mendengar ucapan Yoora barusan.

***

Beberapa bulan kemudian…..

Seorang namja berperawakan sedang namun terlihat sedikit berotot dengan tubuh terbalut kemeja putih terlihat termenung. Menatap rinai hujan yang jatuh kebumi dengan bunyi rintikan pelan. Hembusan nafasnya terasa begitu pelan dan seirama dengan detak jarum jam disudut kafe yang sedikit lengang. seakan meratapi semua yang telah terjadi dalam hidupnya beberapa bulan belakangan. sungguh tragis, kehilangan kedua orang tua, kehilangan semua aset kekayaan bahkan harus kehilangan tunangan yang sangat dicintainya. satu hal yang berkelebat dalam benaknya adalah, apa yang telah dia lakukan dimasa lalu, hingga tuhan memberikan cobaan beruntun seperti ini.

“Hyung,, kau sudah selesai?”Seorang namja lain menghampirinya, langsung mengambil tempat disamping namja pertama.

“Oh Key,, sudah. Aku sudah selesai.”Sahut Jonghyun -nama namja itu dengan suara pelan.

“Kau kenapa hyung?”Key menyipitkan mata, mengikuti arah tatapan Jonghyun yang menerawang jauh keluar bangunan kafe.

“Hidup itu ironis, dulu sewaktu kedua orang tuaku masih ada, aku dengan mudah menghamburkan uang, tanpa pernah menghargai sati sen nilai koin yang kupunya. Justru sekarang, aku harus mengais dan bekerja keras untuk mendapatkan satu won sekalipun.”

“Apa kau akan tetap menjadi penyanyi kafe seperti ini hyung? Kenapa tidak menerima tawaran appa? Setidaknya, kau bisa bekerja di kantor appa.”

“Terimakasih Key atas tawaran appamu, tapi kurasa aku lebih suka hidup seperti ini. Aku jadi lebih bisa menghargai tiap won yang kumiliki.”Ujar Jonghyun sambil tersenyum kecil pada sahabatnya itu.

“Oh ya, apa Hyukyung ada menghubungimu hari ini? Harusnya Yoora melahirkan hari ini.”lanjutnya.

“Kau sudah tahu hal ini?”ujar Key terkejut.

“Tentu saja, biarpun Yoora selalu menjauh dan terkesan tak mengijinkan aku mengtahui semua hal tentang kehamilannya, tetap saja aku ini appa dari bayi yang dikandungnya. Dan aku berhutang banyak terimakasih pada Hyukyung, dia yang dengan gigih mempertahankan janin yang bahkan tidak diinginkan oleh ibunya.”sahut Jonghyun miris.

Kau tidak tahu hyung, betapa besar pengorbanan Hyukyung untukmu. Dia mencintaimu pabo!”rutuk Key dalam hati dengan sedikit kesal. Dipikirnya, Hyukyung terlalu banyak berkorban untuk namja yang bahkan tak pernah menyadari perasaan Hyukyung yang sangat dalam untuknya. Sangat diakui, bahwa Key cemburu sangat cemburu melihat HYukyung begitu berjuang demi seorang Jonghyun. Meski dia sendiri tak bisa dan tak akan sanggup membenci Jonghyun maupun Hyukyung. Keduanya terlalu berarti untuk dibenci.

“Aku iri padamu Kim Jonghyun”gumam Key rendah tanpa bisa ditangkap oleh Jonghyun.

***

Berbeda dengan Jonghyun yang masih duduk didalam kafe sembari memandangi hujan, justru Hyukyung harus berlari menerobos hujan agar sampai disebuah rumah sakit. Kaki kecilnya melangkah sedikit tergesa menuju ruang persalinan. Dari jauh, dia bisa melihat nyonya Han, ibu Yoora tengah duduk dibangku koridor rumah saki.

“Hh,, hh,,”Hykyung mencoba mengatur nafasnya perlahan.

“Anyoeng Nyonya Han, bagaimana keadaan Yoora sekarang?”sapa Hyukyung begitu berada didepan ibu Yoora itu.

“Kau Lee Hyukyung, temannya Yoora bukan?”sahut Nyonya Han.

“Ne,,”

“Boleh aku pinjam kartu tanda pengenalmu?”

“Nde?? Kartu tanda pengenal? Untuk apa?”Hyukyung menatap wanita paruh baya itu dengan bingung.

“Nanti akan kujelaskan padamu, yang penting sekarang tolong berikan kartu identitasmu padaku.”Nyonya Han menengadahkan tangan, meminta Hyukyung menyerahkan Kartu pengenalmua setengah memaksa.

“Terimakasih, tolong kau tunggu disini, jaga Yoora untukku.”lalu wanita itu berlalu meninggalkan Hyukyung sendirian setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan.

Akhirnya Hyukyung memilih duduk diam dibangku tuanggu dengan sedikit gelisah. Sesekali matanya memandangai ruang operasi dengan cemas dan khawatir.

Selang lima belas menit kemudian, nyonya Han muncul lagi sambil membawa sebuah formulir yang langsung diserahkan kepada Hyukyung dan memintanya untuk tanda tangan.

“I,, ini apa nyonya?”tanya Hyukyung bingung. Matanya menekuri tulisan diformulir itu yang ternyata berisi perincian data dari pasien melahirkan dan amat terkejut mendapati namanyalah yang tertera dalam formulir tersebut.

“Sudah jelas bukan? Aku menggunakan identitasmu untuk pendaftaran persalinan Yoora, karena aku tidak ingin anakku meninggalkan catatan apapun mengenai aib ini.”

“Anda? Apa yang,, tck,,”Hyukyung berdecak tak percaya menatap wanita berpenampilan glamour dihadapannya itu.

“Anda tidak berniat membuang cucu anda sendiri bukan? Dan apa yang anda bilang barusan? Aib? Bayi itu cucu anda sendiri, darah daging Yoora, bagaimana mungkin anda bisa mengatakan kalimat yang begitu menyakitkan seperti tadi Nyonya Han.”

“Lee Hyukyung, jangan coba-coba mengajariku. Bukankah sejak awal yang melarang Yoora mengugurkan bayi itu, jadi sudah sepantasnya kau yang bertanggung jawab. Karena memang dari dulu, baik Yoora maupun keluarga Han tak menginginkan keberadaan bayi itu.”balas Nyonya Han dengan nada angkuh.

“Aku? Kenapa aku? Bukankah Yoora adalah ibunya, lalu kenapa anda tidak menikahkan Yoora dengan Jonghyun, walau bagaimanapun, Jonghyun adalah ayah dari anak Yoora.”

“Menikahkan Yoora dengan anak manja itu? Ckk,, makan apa nanti dia, menghidupi dirinya saja mungkin tidak bisa apalagi menghidupi anak istrinya. Lihat realita, memang cinta bisa membuat kenyang.”seketika perasaan Hyukyung begitu sakit mendengar hinaan yang ditujukan pada Jonghyun.

“Kenapa Nyonya tidak percaya pada Jonghyun, hanya karena dia tiba-tiba miskin dan kehilangan semuanya, anda tega memisahkan anak dari ibunya, dari ayahnya, memisahkan sepasan kekasih. Sungguh mengerikan pengaruh uang itu.”cibir Hyukyung sedikit jengkel.

“Tahu apa kau tentang hidup,, kau hanya anak kecil yang__Oh,, dokter, operasinya sudah selesai.”Nyonya Han mengehntikan ucapannya begitu melihat ruang operasi terbuka. Dengan buru-buru wanita setengah baya itu mendatangi dokter muda dengan tanda pengenal di dada bertulis Lee Jinki.

TBC~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Undiscloser Desire – Part 2”

    1. Hyoraaaaaa…. Huwahhhhh…. Ketemu lagi kitaaaa….. Maap baru sempet repiuw lagi….. Trims bangetddddd kamu mau leave koment biarpun udd pernah baca…. #hugHyoraampesesek

  1. wah, kaya nya part 2 ini ga sengaja deh ikut kepublish juga di part 1. Udah aku baca sekaligus di part 1 .kekek. ^^v
    kekekek.
    sangat menantikan kelanjutannya deh. Fighting \(^0^)/

    1. Iyaaa maap itu.. Kesalahan terletak di authornya…wkwkwkw

      Jawab repiuw di part 1 kemarin.. (maap br sempet bls repiuw…. Tapi tetep aq baca kok koment-ny biarpun gx lgsg dibales..hehehe)

      Tentang bahasa Novel dan tenlit.. Aq sendiri ajj kadang belum bisa bedain mana yg kayak bahasa Novel kayak app yg bahasa Tenlit…hahaha

      Trims ya song eunchan-sii atas komentt-ny. Ditunggu ajj lanjutannyaaa..hehehe

      @Niekkkkkkkkkkk……… Huwaaaahhhhhhh kangen banget… Kemane aje… #perasaan itu lbih pas ditunjukkan utk diriku….

      Biasa niekkkk… Vikey itu author paling error, rempong, gaje, kagak jelas,,, ya jadinya begituuu… Mianhe ya say….wkwkwkw

      1. aku share yang aku tau ajh yh vi *sok akrab* , jdi kl bahasa teenlit/cheeklit itu lebih ga baku&merujuk sama bahasa sehari2 remaja. Contohnya –> “Makanya,, jadi orang jangan babo-babo amat. Sudah tahu kau mencintainya…” kata “Makanya,, jadi orang jangan babo-babo amat” itu bahasa cheeklit yg terkesan santai&ga baku. Sama kaya bahasa kita sehari2.
        Sementara lanjutannya “Sudah tahu kau mencintainya…” itu bahasa novel yang kesannya baku banget dan kaya nya kita jarang ngomong formal begini di kehidupan sehari2.
        Jdi yg ak maksud dengan konsisten itu, kalo misalnya kmu pke bahasa cheeklit mgkin jdinya gini –> “Makanya,, jdi orang jangan babo-babo amat. Udah tau kamu cinta banget sama dia….”
        Gtu jg kalo mau fokusnya ke bahasa novel.
        bakalan lebih harmonis kalo dari awal sampe akhir penggunaan bahasa nya seirama *apa deh ini? -_-a*

        oKey deh, ak cuma share yh vi, ga mksud banget loh sok2 menggurui& sok paling tau. ak jg msih belajar.kekekek. kita sma2 share ilmu.

        Lanjutannya jangan lama2 yaa~ Fighting ^^9

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s