Broken Home VS Broken Heart – Part 2

Title : Broken Home vs Broken Heart part-2

Author : Silvi a.k.a Lee Kyung Mi

Main Cast : Choi Minho

Park Jiyeon

Supporting Cast : Lee Jinki

Lee kyung mi

Lee Taemin

Choi Min Jung, etc

Length : Sequel

Genre : friendship, romance, sad

Rating : PG-13

Summary :

Hening. Suasana menjadi hening setelah selesai aku berbicara. Aku hanya meminum jus dan begitu pula dengan Kyung mi. Tak ada yang kami bicarakan. Karena, memang tidak ada yang ingin kami bicarakan.

Mataku pun terpaku pada seorang namja yang sedang berjalan kearah kantin. Dia…namja sombong, namja yang menyebalkan. Ternyata dia sudah mempunyai teman? Chakaman, dia bersama…Onew sunbae? Mengapa dia bisa akrab dengannya? Dia kan murid baru disini, bagaimana bisa dia sudah seakrab itu dengan Onew sunbae???

Omo! benar, dia…dia adalah yeoja yang hampir aku tabrak kemarin. Sebenarnya bukan aku yang menabraknya, tetapi, salah dia sendiri berjalan sambil menunduk di tengah jalan. Seharusnya dia tidak memakiku, seharusnya dia berterima kasih padaku karena tidak menabraknya.

Aiisshh…apa mungkin aku harus sekelas dan bertemu setiap hari dengannya??? Jincha? Menyebalkan sekali! Ternyata harapanku tidak terwujud. Aku segera menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.

Jiyeon P.O.V

Saat aku sedang asik berbicara dengan Kyung mi, tiba-tiba kulihat seorang namja masuk ke kelasku. Sepertinya aku pernah melihatnya… OMO~ jincha! Dia adalah namja yang kemarin aku temui. Namja yang sangat menyebalkan sekali, namja yang tidak tau sopan santun, sombong pula!!! Aiisshh…mau apa dia disini? Apa dia murid baru? Aigoo…jangan sampai dia murid baru dikelas ini, bisa-bisa aku malas datang kesekolah. Dan benar saja dugaanku saat namja itu memperkenalkan dirinya. Sungguh menyebalkan!

“Annyeong haseyo, Choneun Choi Minho imnida. Bangapseumnida.” Katanya sembari membungkukkan badannya. Oh, ternyata namanya Minho? Aiisshh…aku tidak mau sekelas dengannya!!! Shireo!!!

“Kyung mi-ah, dia! Dia orangnya!” kataku sembari menunjuk namja yang bernama Minho itu.

“Ne?” Tanya Kyung mi yang tidak mengerti maksudku.

“Dia namja yang kemarin aku ceritakan. Kau ingat? Dia yang hampir menabrakku.”

“Oh…ne arasseo. Jadi dia? Omo~dia murid baru disini.” Katanya dengan ekspresi kagetnya.

“Aisshh! Aku tidak ingin sekelas dengannya! Shireo!!!” kataku seraya memukul-mukul meja pelan.

“Sabar Jiyeon-ah, kalau dia macam-macam denganmu, bilang saja padaku! Hehe…” ucapnya sambil menepuk dadanya  bangga.

“Apa yang akan kau lakukan jika dia macam-macam, Kyung mi-ah? Apa kau bisa? Diakan seorang namja.”

“Hehe…molla.” Ujarnya sembari mengangkat bahunya, lalu tersenyum. Aku memperhatikan namja itu lagi, sekarang dia beranjak kearah meja di samping mejaku. Ya, karena hanya meja itulah terdapat bangku yang kosong. Ia pun menduduki bangku itu.

Aku menatapnya tajam dan kulihat ia pun begitu kepadaku, aku memberanikan diri menjulurkan lidahku, dia pun seperti itu. Aisshh…dasar tidak kreatif! Aku pun segera membuang muka, aku malas melihat namja seperti dia! Menyebalkan sekali disampingku ada namja seperti dia, aku berharap ada namja yang baik hati dan tidak sombong seperti dia, kenapa harus namja sebaliknya??? Aigooo!

Treeett…treeett…

Bel istirahat pun berbunyi. Semua murid yang ada di kelas ini sudah berhamburan keluar kelas, kecuali dua orang namja, aku, Kyung mi dan…namja itu. Kulihat namja itu berdiri dan sepertinya dia menghampiriku. Ya, dia menghampiriku.

“Mwo!? Sedang apa kau disini? Sial tau nggak sih, kalau bertemu denganmu!” Ucapku saat dia sudah berada di depanku.

“Kau masih bertanya sedang apa aku disini? Aneh! Jelas-jelas aku berada disini untuk belajar. Pertanyaan yang SANGAT konyol! Yaa! Apa kau pikir aku tidak sial?!!” katanya dengan nada yang tinggi.

“Lalu, kenapa kau harus pindah kesekolah ini? Atau…kau mengikutiku?”

“Dengar! Aku pindah kesini karena alasan tertentu, kau tidak perlu tau! Arasseo?! Dan…aku tidak mengikutimu, dasar orang aneh! Pede sekali kau!” katanya yang berhasil membuatku menganga. Mwo?! Dia bilang aku ‘aneh’??? yaaa! Apa dia tidak sadar bahwa dia lebih aneh?! Aiisshh..!

“Apa kau bilang?! Aneh? Kau lebih aneh dariku! Dasar namja tidak tau sopan santun! Namja gila! Kyung mi-ah, kajja!” kataku sembari menarik tangannya, dan sebelum aku keluar dari kelas, aku menginjak kaki namja itu.

“Aiigoo..!” katanya sembari memegangi kaki kirinya karena kesakitan aku injak. Kini aku tertawa puas.

“Hahaha…mianhae, aku… sengaja! Haha.” Aku pun segera keluar kelas bersama Kyung mi yang tertawa melihat tingkah namja itu karena kesakitan, begitu pula dengan aku.

“Aissshh, awas kau ya! Tunggu saja pembalasanku!!!” Aku mendengar suaranya dengan samar-samar. Kini aku dan Kyung mi semakin keras saja tertawanya.

“Jiyeon-ah, apa kau tidak merasa kasihan? Sepertinya dia sangat kesakitan.” Ujarnya dengan wajah yang prihatin terhadap namja itu, setelah kami duduk di bangku kantin.

“Buat apa aku kasihan terhadapnya, dia juga begitu padaku. Benarkan?” kataku seraya menyeruput jus mangga yang tadi aku beli.

“Iya juga sih. Ah terserah kau sajalah, itu bukan urusanku.”

“Kau ini! Kau harus lihat, masih ada permainan untuknya.” Kataku serius.

“Ne? Apa kau yakin, Jiyeon-ah?” tanyanya polos.

“Ne.”

Hening. Suasana menjadi hening setelah selesai aku berbicara. Aku hanya meminum jus dan begitu pula dengan Kyung mi. Tak ada yang kami bicarakan. Karena, memang tidak ada yang ingin kami bicarakan.

Mataku pun terpaku pada seorang namja yang sedang berjalan kearah kantin. Dia…namja sombong, namja yang menyebalkan. Ternyata dia sudah mempunyai teman? Chakaman, dia bersama…Onew sunbae? Mengapa dia bisa akrab dengannya? Dia kan murid baru disini, bagaimana bisa dia sudah seakrab itu dengan Onew sunbae???

“Kyung mi-ah, lihat itu!” perintahku seraya menunjuk namja itu dan Onew sunbae.

“Mwo? Onew sunbae bersama…hem aku lupa namanya.”

“Ne, dia namja menyebalkan! Namja gila! Namja sok! Kok bisa ya mereka akrab dalam waktu satu hari? Lagipula, Onew sunbae kan kelas 12, kenapa bisa?” kataku bingung.

“Molla.” Jawabnya singkat.

Aku sudah tidak memperhatikan mereka, untuk apa aku memperhatikan mereka yang tidak penting bagiku, kini aku sedang asik bercanda gurau dengan Kyung mi. Saat aku menoleh, ternyata Onew sunbae dan namja itu sudah berada disebelahku. Refleks aku berteriak, kerena kaget.

“Kyaaaa!” teriakku yang membuat semua orang yang ada di kantin melihat kearahku. Aku segera menundukkan kepalaku. Karena malu.

Minho P.O.V

Setelah dia menginjak kakiku dan beranjak pergi meninggalkanku, aku pun berniat untuk menemui temanku yang bisa dibilang hyungku. Akhirnya kami satu sekolah dan bisa bertemu kembali setelah satu tahun tidak bertemu. Nah, ini alasanku yang kedua kenapa aku pindah sekolah.

Aku mencari kelasnya, dia bilang kelas 12-D. Aku menyusuri semua kelas 12, dan sampai akhirnya aku menemukan papan nama kelas ’12-D’. Belum sempat aku mencarinya, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang, aku pun membalikkan badan.

“Onew hyung? Wah…apa kabar? Bagaimana keadaanmu semenjak satu tahun tak bertemu? Haha…” Tanyaku padanya sembari memeluknya.

“Yaa! Lepaskan, nanti orang-orang menyangka yang tidak-tidak pada kita.” Katanya sembari melepaskan pelukanku.

“Haha…mianhae. Ya! Bagaimana kabarmu dan juga keluargamu?” tanyaku lagi.

“Baik-baik saja, tapi, eomma sedang sakit sekarang. Bagaimana dengan keadaanmu dan juga keluargamu?” Ucapnya.

“Mwo? Ahjumma sakit? Sakit apa ? Aku dan juga keluargaku, baik-baik saja, hyung.” tanyaku panik.

“Biasa…demam. Kau tenang saja. Apa kau lapar?”

“Hem, bolehkah pulang sekolah aku kerumahmu dulu, hyung? Apa kau mau mentraktirku? Hem, baiklah aku mau.”

“Ne, kau boleh saja kerumahku. Aaah, anniya, aku tidak akan mentraktirmu. Haha…”

“Aish…kau selalu saja begitu, hyung. Kajja! Aku sudah lapar.”

“Ne, kajja!”

Aku mengikuti langkahnya, tiba-tiba ia berhenti begitu saja. Aku menatapnya, aku melihatnya begitu terpaku pada sesuatu. Aku pun mengikuti arah pandangnnya. Ya, dia terpaku pada seorang yeoja. Mwo? Disebelah yeoja yang hyung pandangi adalah yeoja aneh itu! Aigoo…ingin sekali aku kembali ke kelas saja, tetapi, aku tidak tega meninggalkan hyung yang terdiam seperti itu.

“Yaa! Mengapa kau diam saja, hyung? Apa kau menyukai yeoja itu, hyung?” tanyaku yang belum berhasil membuat hyung tersadar dari lamunannya. Aku pun menepuk pundaknya.

“Ne?” tanyanya setelah tersadar dari lamunannya.

“Apa hyung menyukai yeoja itu?” tanyaku sekali lagi yang masih penasaran.

“Ne, aku sangat menyukainya. Kajja!” katanya sembari menarik tanganku. Aku pun mengikuti langkahnya. Aish…kami semakin mendekati yeoja rese itu. Aigo…mau apa hyung mengajakku kesini? Aku malas sekali melihat mukanya. Aiishh…benar saja, ternyata hyung mengajakku ke tempat mereka duduk.

Setelah kami berada di sebelah mereka. Kulihat ekspresi kaget yeoja aneh itu. Dia terkejut melihatku berada disini. Dan mungkin juga ia bertanya-tanya mengapa aku bisa dekat dengan hyung. Aiiisss Minho pabo! Mengapa kau mau diajak hyung kesini? Paboya!

“Kyaaaa!” teriak yeoja rese itu yang membuat telingaku pengang. Dan semua orang memperhatikan kami.  Aisshhh…dasar yeoja aneh! Setiap ada dia, selalu saja aku kena sial.

“Yaa! Bisakah kau tidak berteriak?!! Kau selalu saja membuatku sial!!!” kataku.

“Mwo? Yaa!! Suruh siapa kau mengagetkanku, huh?! Salah kau sendiri. Kau kira aku tidak sial setelah kau datang?!!” Katanya. Terlihat jelas di wajahnya, dia sangat kesal.

“Sudah-sudah. Kalian ini apa-apaan sih?! Seperti anak kecil saja!” ujar Onew hyung.

“Kyung mi-ah, ayo kita pergi dari sini. Disini ada orang menyebalkan!” kata yeoja aneh itu, lalu menarik tangan yeoja yang disukai Onew hyung dan meninggalkan kami berdua. Aku melihat kekecewaan dari wajah hyung, karena yeoja yang ingin ia dekati pergi gara-gara aku. Aku menyesal melihatnya seperti itu. Ya, ini semua gara-gara yeoja aneh itu! Dimana ada dia pasti aku kena sial. Aissshh!!!

Aku mengikuti langkahnya saat hyung berjalan. Dia tidak bicara apa-apa lagi setelah kejadian tadi. Aku yakin, tadi hyung ingin berbicara dengan yeoja itu. Tapi, gagal karena aku dan juga yeoja itu. Aigooo…aku jadi merasa bersalah pada hyung. Ya! Aku kesini kan ingin makan. Aiiishh! Tidak jadi. meyebalkan!

***

Jiyeon P.O.V

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, aku segera pulang kerumah. Tidak tau kenapa, aku ingin sekali cepat-cepat pulang kerumah. Seperti ada sesuatu yang menyuruhku pulang kerumah. Entah itu yang baik, entah itu yang buruk. Aku pun tidak tau.

Akhirnya aku sampai juga di depan rumah, aku pun segera masuk kedalam rumah. Aku terkejut melihat eomma dan appa yang sudah kembali akur seperti dulu. Ya, mereka terlihat sedang bercanda berdua di ruang televisi, sepertinya mereka sedang menonton film. Aku pun menjadi senyam-senyum sendiri melihat mereka yang seperti itu.

Setelah aku menginginkan mereka yang seperti itu, akhirnya mereka pun kembali seperti yang diinginkanku. Bibirku terus saja tersenyum. Tak pernah sebelumnya aku tersenyum karena hal ini. Jujur, pertama kali aku melihat ini, aku tidak percaya. Tapi, aku senang, aku tidak peduli itu benar atau tidak, yang penting aku bisa melihat mereka seperti dulu. Kembali ke awal.

“Jiyeon-ah, sedang apa kau disitu? Sini!” ucap eomma, aku pun mendekati mereka dengan perasaan senang.

“Sini, duduk sini!” Kata appa sembari menepuk kursi disebelahnya, aku pun duduk disebelah appa. Aishh…sepertinya aku sedang bermimpi. Tapi, jika benar ini mimpi, aku tak mau bangun dari tidurku ini. Biarkan saja aku seperti ini. Aku ingin merasakan hal yang seperti ini. Hal yang sudah lama tidak pernah aku rasakan. Aku tak mau memikirkan hal yang lalu, yang sudah tidak ada sekarang. Aku hanya ingin yang seperti ini selamanya. Selamanya kami bercanda, penuh tawa, kegembiraan dan banyak lagi yang sudah lama tidak pernah aku rasakan bersama mereka.

***

Minho P.O.V

Aku dan juga Onew hyung sedang berjalan di kompleks rumahnya, aku akan kerumah hyung, aku ingin melihat keadaan ahjumma. Akhirnya kami pun sampai dirumah hyung.

Krek!

Akhirnya pintu pun terbuka saat hyung mengetuk pintu rumahnya. Aku melihat seorang namja. Ya, dia adalah adik hyung.

“Taemin-ah…apa kabar?” kataku saat aku mengenalinya.

“Hyung? Ah ne, aku baik-baik saja. Hyung sendiri?” tanyanya.

“Ne, aku pun sama denganmu.” Aku pun menyunggingkan senyuman.

“Masuk, hyung.” Aku dan juga Onew hyung masuk kedalam rumahnya. Aku pun langsung menjenguk ahjumma. Kulihat ahjumma sedang terbaring di atas tempat tidur dengan lemah. Terlihat sekali wajahnya yang pucat. Dan sepertinya ahjumma sedang beristirahat, aku pun langsung keluar dari kamarnya, karena aku tidak ingin mengganggu jam istirahatnya.

“Hyung, sekarang kau tinggal dimana?” Tanya Taemin setelah kami semua duduk diruang tengah.

“Masih rumahku yang dulu kok. Oh iya, kau sekolah dimana, Taemin-ah?”

“Aku sekolah di Chungdam High School, hyung.”

“Kau tahu adikku kan? Min jung, kau ingat kan? Dia juga sekolah disitu.”

“Ya! Minho-ya, dia bukan sekedar tahu, tetapi dia sangat mengetahui Min jung dongsaengmu itu.” Kata Onew hyung yang menjawab pertanyaanku, yang seharusnya untuk Taemin.

“Maksud hyung?” tanyaku bingung.

“Kau tidak tahu? Mereka kan…hmmmph..” belum selesai Onew hyung menerangkannya padaku, Taemin sudah membekap mulut hyung.

“Ya! sebenarnya ada apa ini?” tanyaku bingung.

“A…annio, hyung.” Ucap Taemin gugup.

“Dia perpacaran dengan adikmu hmmphh…” Taemin kembali membekap mulut hyung.

“Ya! kenapa kau tidak cerita padaku?” tanyaku setelah aku mengerti kata-kata Onew hyung.

“HYUNG!” teriak Taemin setelah Onew hyung berlari kelantai atas.

“A…a…aku…” kata Taemin terbata-bata.

“Ya! kenapa kau jadi gugup seperti ini, Taemin-ah? Sudahlah, aku juga senang kalau kalian berpacaran.” Ucapku yang membuat Taemin gelagapan.

Melihat Taemin yang seperti itu, aku jadi tidak tega terus menginterogasinya dengan mengganti topik pembicaraan. Onew hyung pun sudah kembali keruang tengah. Kami pun terus bercerita satu sama lain, setelah satu tahun tidak bertemu. Dari mulai pengalamanku selama di Paris sampai kenapa aku pindah. Menjadi berbincangan kami.

***

Sesampainya dirumah setelah dua jam berada dirumah Onew hyung, aku segera mencari Min jung. Aku ingin menanyakan tentang dia berpacaran dengan Taemin. Semoga saja dia tidak seperti Taemin yang malu-malu untuk menceritakannya.

“Min jung!” panggilku.

“Ne?” tanyanya sembari turun dari tangga.

“Taemin. Kau mengenalnya kan?” kulihat ekspresi wajahnya yang berubah. Aish! Mereka ini! sama-sama pemalu! Bagaimana mereka bisa berpacaran?

“Aku…aku…” ucapnya terputus-putus.

“Aissh! Kau sama dengannya! Ckckck…bagaimana bisa kalian berpacaran? Kalian kan sama-sama pemalu. Aigo…”

“Oppa!”

“Bisakah kau ceritakan, Min jung-ah? Oppa sangat senang kok mendengarnya. Kau tahu? Taemin itu adiknya Onew hyung, temanku.”

“Ne, akan aku ceritakan. Tapi…. Aku malu, oppa.”

“Tidak usah malu, palli!” perintahku, ia pun segera menceritakan semuanya.

Flashback

Min jung P.O.V

Aku, Young eun dan Hyun ji sedang memakan ice  cream ditempat biasa yang sering kami kunjungi. Ya, setiap kami berkumpul dan ingin membicarakan sesuatu, kami selalu kesini – kedai ice cream.

Bo peep bo peep bo peep bo peep bo peep bo peep bo peep oh!

Tiba-tiba ponselku berdering. Kulihat nama yang tertera dilayar dan saat itu pula aku membelalakan mataku.

“Sebentar.” Ucapku pada mereka yang menatapku heran seraya keluar dari kedai ice cream dan mengangkat pangilannya.

“Yeoboseyo.”

“Bisakah kau ke taman waktu itu?” tanyanya.

“Eumphh… tapi…”

“Kumohon…” pintanya.

“Baiklah, aku akan kesana.” Ucapku seraya memutuskan sambungannya.

“Aku harus pergi sekarang. Ada urusan yang penting, mianhae.” Ucapku seraya mengambil tas ranselku dan segera melangkahkan kaki-ku ketaman yang tak jauh dari sini. Kulihat Taemin yang sedang duduk dibangku taman, aku pun segera menghampirinya.

“Ada apa?” tanyaku dengan canggung setelah duduk disebelahnya. Dia pun segera berdiri dan menatapku.

 “Aku….aku mencintaimu, Min jung-ah…” ucapnya yang membuatku tersentak dan membuatku sesak, karena shock. Aku tidak menjawabnya, aku hanya memandangnya menerawang.

“Tidak perlu dijawab sekarang, yang terpenting aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu dan aku sudah lega sekarang karena rasa ini sudah ku ungkapkan.” Ucapnya seraya kembali duduk disebelahku.

“Aku…aku…mau.” Ujarku malu.

“Ne? apa yang kau katakan tadi?” tanyanya. Aish! Tidak tahu apa kalau aku ini malu, huh!

“Aku….mau…Taemin-ah.” Ulangku lagi.

“Mau apa? Aku tidak mengerti.” Jincha! Sepertinya dia sedang mempermaikanku. Aku tak menjawabnya.

“Aaaah, baiklah aku tahu. Jadi sekarang kita berpacaran nih?” tanyanya. Aku pun hanya mengangguk.

Flashback end

Author P.O.V

“Aaaissh…ternyata adik oppa sudah dewasa  ya. Ckck….” Ucap Minho seraya mengacak-acak rambut Min jung.

“Oppa! Selalu saja seperti ini!”

“Biar saja!” ucap Minho sembari menjulurkan lidah dan beranjak ke kamarnya.

***

~ To Be Continued ~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Broken Home VS Broken Heart – Part 2”

  1. itu jiyeon parents beneran akur atauu.. ahh entahlah. ehehe. oita minjung taem pacaran?? waaa~~ anakku dan key sudah besar ya ternyata. kekeke. bagus bagus. aku jadi pengen cepet” baca part selanjutnya. ehehe.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s