Good Person

Title       : Good Person

Author  : ReeneReenePott

Maincast : Choi Minho, Jung Heenim

Supportercast : Choi Seul Rin (a.k.a VanflaMinKey), Jung Yong Hwa, Son Naeun, another SHINee member (still hidden)

Length  : Vignette

Genre   : Romance, Shcool Life, Fluff.

Rating   : Teen

Backsound : Super Junior – Good Person

Before Story : It’s Sleep Time | Baby! Baby! Baby! |

Good Person

Heenim memainkan pena yang ada di dalam genggaman tangannya sambil bertopang dagu. Pandangannya menerawang, membuat Seul Rin yang sedari tadi asyik berkutat dengan soal logaritma menatapnya sedikit bingung. Biasanya Heenim paling suka makan soal logaritma, fisika, kimia, dan berbagai macam soal yang membuat tenaga terkuras habis untuk suplai berpikir otak. Ia memiringkan kepalanya, lalu menyikut siku Heenim tiba-tiba.

“Ya~” seru Seul Rin sambil membenarkan letak kacamatanya. “Kau kenapa? Biasanya kau suka melalap soal-soal ini, kenapa kau nampak tak bersemangat seperti itu?” tanya Seul Rin bingung. Heenim meliriknya sedikit, lalu menggeleng lemah.

Aniya, ameutdo,” gumamnya yang membuat Seul Rin berdecak.

“Cih, dasar aneh. Jelas-jelas ada apa-apanya,” gumam Seul Rin.

__

Seul Rin melangkah menelusuri koridor kelasnya sendirian sambil bersenandung lagu Girls Day – Oh My God dengan buku fisika di pelukannya. Oh! My God. Lagu yang sangat cocok. Guru fisikanya benar-benar niat membuat muridnya stress. Bayangkan wahai para pelajar, 50 soal uraian fisika, diselesaikan dalam waktu 3 hari! Alangkah niatnya?

Kemudian langkahnya terhenti ketika mendengar suara siaran radio dari kelas yang baru saja di lewatinya. Keningnya berkerut, “Kenapa bukan si Naeun yang siaran? Aneh,” gumamnya. Seingatnya, jam istirahat pertama itu jatah Naeun untuk menyiarkan radio. Tapi entah kenapa hari ini berbeda.

“Inikan suara Kevin oppa? Kemana Naeun eonni ya?” celetuk salah satu haksaeng di sekitar Seul Rin. Seul Rin menghela napas sejenak, lalu kembali melangkah.

Namun langkah Seul Rin terhenti saat ia melintas di depan perpustakaan. Ia tertegun mendapati seorang yeoja dan namja saling berbincang seru.

“Minho oppa? Naeun? Ada apa ini?” gumam Seul Rin bingung. Matanya terus mengawasi dua manusia itu hingga sosok mereka menghilang di dalam ruang perpustakaan.

“Jadi Naeun tidak siaran karena ia… dekat dengan Minho oppa? Ah, setiap yeoja yang dekat padanya pasti mau mengorbankan segalanya. Aish, ada apa ini?” gumam Seul Rin pada dirinya sendiri. “Itu artinya Minho oppa sudah punya yeojachingu, ya? Haish, kenapa aku jadi khawatir! Aku kan hanya fansnya!”

“Dasar gila,”

Seul Rin tersentak begitu sebuah suara melintas di belakangnya, ia berbalik, mendapati seorang namja nyengir meremehkan ke arahnya. Seul Rin mendelik, lalu memasang tampang garangnya.

“Untuk apa kau di sini, kerempeng?” sahut Seul Rin emosi. Namja itu hanya tertawa mengerikan.

“Aku tak sengaja lewat dan sialnya mendapati pemandangan tak sedap,”

“Apanya yang tak sedap, hah?! ER! Tampangmu malah jauh lebih tak sedap dari tampang Sandeul sekalipun!” balas Seul Rin. Ia melirik namja itu kesal, dan sekali lagi melongok ke dalam perpustakaan. Ia mendengus ke arah namja itu, lalu melangkah cepat meninggalkan arena yang bisa membuat tekanan darahnya melonjak seketika.

__

Heenim mendesah sekali lagi sambil duduk termenung di halte bis dekat sekolahnya. Beberapa hari yang lalu oppa-nya dengan segenap hati mau bertanggung jawab untuk menjadi supir antar-jemputnya. Kenapa sekarang ia berhenti ya?

Heenim menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu kembali memperhatikan kendaraan yang berlalu-lalang di depannya, menunggu sebuah bis untuk ia tumpangi sampai ke blok rumahnya. Ia mengedipkan matanya lemah, mulai merasa mengantuk.

“Kenapa bisnya tak kunjung datang? Aku mati kebosanan di sini,” gumamnya sambil merapatkan blazer almamater sekolahnya. “Minho oppa kejam, kenapa dia malah menyuruhku pulang sendiri, haish,”

__

Gomawo, oppa,” ujar Naun manis sambil melepas helmnya. Minho hanya tersenyum tipis, ia belum mematikan mesin motornya, dan hanya menatap Naeun sedikit datar.

Ne,”

Oppa mau mampir?” tawar Naeun. Nampaknya ia masih belum mau berpisah dengan namja itu. Minho menggeleng pelan.

Aniya, aku harus menjaga dongsaeng-ku,” jawabnya dengan suara rendah. Naeun membulatkan matanya.

Oppa punya dongsaeng? Nugu?” tanya Naeun sedikit terkejut. Minho meringis dalam hati, kenapa dia keceplosan tadi? Haish. “Sekolahnya dimana, oppa?”

“Eung? Di-dia… Dia masih SD,” dustanya. “Karena itu aku harus cepat-cepat menjemputnya,” sambungnya cepat-cepat.

“Oh. Namja atau yeoja, oppa?”

Yeoja,” jawab Minho. Kali ini dia tak mau berbohong. Well, dongsaeng angkatnya itu memang yeoja, kan? Naeun tersenyum.

“Dia pasti dongsaeng yang sangat manis. Kapan-kapan kenalakan aku padanya, oppa,” pinta Naeun. Minho terdiam. Tak menolak maupun mengiyakan permintaan Naeun.

“Aku harus pulang. Kau masuklah, halke,” Minho tersenyum tipis sekali lagi, sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Naeun yang bahkan belum sempat menjawab salamnya.

__

Waeyo, Seul Rin-ah?” tanya Heenim sambil menempelkan telepon rumahnya di telinga. Tidak biasanya Seul Rin menelpon rumahnya, apa anak itu tidak punya pulsa?

Mian aku menelponmu lewat sini, Heenim-ah, kau tahu kan aku sedang krisis pulsa?” jawab suara di seberang, membuat Heenim memutar bola matanya. Benar, kan?

Ye, baiklah, lalu apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Heenim.

“Apa oppa-mu… punya yeojachingu?” tanya Seul Rin yang membuat Heenim langsung tercenung.

M-mwoga?” tanyanya sedikit terkejut. “Kau dapat gagasan itu dari mana, Seul Rin-ah?” tanya Heenim bingung.

“Kau belum tahu? Minho oppa kan sedang dekat dengan seorang yeoja!” tukas Seul Rin heboh. “Aku tak menyangka, kenapa sih idola harus berpasangan dengan idola, kau tahukan, Minho oppa itu bintang basket, sementara Naeun ketua klub radio yang wajahnya bagai bidadari, haish, dilihat dari sudut pandang manapun mereka cocok!” celoteh Seul Rin tanpa diminta. Mulut Heenim menganga.

“Naeun? Son Naeun? Uri Son Naeun?” tanya Heenim meminta kepastian. Di seberang, Seul Rin menepuk jidatnya sendiri.

Geuromnyo! Kau pikir kenapa aku heboh sedari tadi? Haish, aku tak menyangka…” ungkap Seul Rin dengan nada kecewa. Heenim terdiam, tiba-tiba mood-nya down seketika.

“Son Naeun? Dengan oppa-ku? Cish, menjijikkan sekali,” gumamnya. Di seberang Seul Rin membulatkan matanya.

Mwo? Apa yang barusan kau katakan?” tanya Seul Rin bingung. Heenim terdiam, dan setelah otaknya sudah konek(?), ia mulai gelagapan.

Aniya, hanya… yah, lebih baik di punya yeojachingu, daripada jadi namja-idola-kesepian?” balas Heenim disusul tawa garingnya.

Geurae, aku hanya ingin mengatakan hal itu saat ini. Sisanya besok saja di sekolah, bisa-bisa tagihan telepon rumahku membengkak karena berceloteh ria. Annyeong!” klik. Heenim mematung, lalu menaruh gagang teleponnya kaku. Ia juga sedang tidak ingin berbicara. Mendengar oppa-nya dekat dengan yeoja, membuatnya bad mood.

“Ada apa denganku? Ah, molla, aku ingin tidur!” ungkapnya lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya dan sedikit membanting pintu.

Ting tong!

Heenim mengangkat kepalanya saat mendengar suara bel pintu. Ia menoleh menatap jam, lalu mengerutkan kening. Jam tujuh malam nih? Ada tamu? Ah, paling tamunya appa! Ujar Heenim dalam hati.

Ting tong!

“Heenim-ah! Buka pintunya dong!” seru eomma-nya dari luar. Heenim mengerang, lalu bangkit dari tempat tidurnya.

“Hish, siapa sih tamu malam-malam begini? Ngalong yah?” dumelnya kesal lalu membuka pintu kamarnya. Ia menyeret langkahnya kesal, lalu membuka pintu depan rumahnya.

Cklek..

“Minho oppa?” Heenim menerjapkan matana kaget saat melihat sesosok gadis cantik berdiri di hadapannya dengan mini dress selutut dan make up girly. “Oh?”

Nu… gu?” tanya Heenim cengo. Dia bukannya tidak tahu siapa gadis di hadapannya ini—dia malah sangat mengenalnya, nama gadis itu kan Son Naeun—tapi otaknya masih konslet untuk memerintahkan mulutnya melontarkan beberapa kata yang bagus.

Mianhae, ini bukan rumahnya Minho oppa, ya?” tanya Naeun bingung. Heenim menelan ludahnya, lalu menatap gadis itu dari atas sampai ke bawah.

“Mau kencan?”

“Kau tahu dimana rumah Minho oppa?” tanya Naeun menghiraukan pertanyaan Heenim. Heenim hanya menatapnya, lalu menunjuk-nunjuk belakangnya dengan jempolnya.

“Dia… lagi mampir,” gumam Heenim dengan selipan karangan di dalamnya. Naeun mengangkat alisnya tinggi.

Mwo? Kau dekat dengan Minho oppa, ya?”

A-ani, dia dekat dengan appa-ku,”

“Naeun-ah,” suara berat terdengar dari belakang Heenim. Heenim terlonjak, lalu berbalik mendapati Minho berdiri di belakangnya. Well, Heenim sedikit terkecoh dengan penampilan Minho saat ini. Amat sangat keren—Heenim terpaksa mengakuinya dalam hati.

“O-oh… Minho-ssi,”

“Sudah siap?” tanya Minho pada Naeun, menghiraukan Heenim yang masih melongo. Minho menoleh sedikit pada Heenim, lalu melangkah melewatinya.

Ne, oppa. Oppa sudah pamit?” tanya Naeun manis. Lalu menatap Heenim seperti kau-mau-pura-pura-dekat-dengan-minho-hah?. Heenim balas menatapnya datar, lalu menutup pintu tanpa berkata apa-apa setelah sosok Minho dan Naeun menghilang dari balik pagar.

Heenim menyandarkan punggungnya di dinding, lalu menatap kosong ke lantai marmer rumahnya. “Sial, kenapa aku jadi kacau begini? HUAHHH…” racaunya dan bergegas masuk ke dalam kamar.

Oppa brengsek!” teriaknya lagi sambil meninju bantalnya.

END

Errr.. aku mau nanya nih. Judulnya ga nyambung lagi ya? Huh.. u,u Dan bagaimana? Alangkah gajenya bukann.. sama kayak authornya -_-“

Ini drabble yang lumayan panjang, semoga gak bosen yah ^o^ next~ aku ga yakin lagi bisa bikin apa engga. Ini aja dipaksaain gara-gara ide tiba-tiba nongol. Tapi mudah-mudahan aku bisa kerjain sampe drabble series ini selese. Amin deh ._.v

Tapi itu ada cast baruu~~~ siapa yah? Hohoho *ketawa setan*

Terus.. liaguk2 mianhae aku baru bisa memenuhi permintaanmu bulan ini, aku baruu aja mulai nulis songfic permintaanmu itu. gimana, masih mau nunggu hm? #plakkk hehe, tapi tetep kubikin sih ==a

Komennya, likenya, kritiknya, sarannya, mari ditunggu ditunggu ^o^

Gomawooo~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

32 thoughts on “Good Person”

  1. mian thor..
    aku agak ga ngeh judul ma jlan critax..
    mian..

    tpi thor,,
    Minho ma Heenim sodara angkat?
    kok Naeun ga tau??
    spertinya Heenim suka ma oppanya ndiri..
    hehehegh..
    trus namja yg ngagetin Seul rin sapa?
    ini sequelkah??
    crita sbelumnya adakah?
    mian readernya timbul tenggelam 😥

    1. Woalaaah.. jangankan yang baca. yang bikin aja bingung geh mau dikasih judul apa ==a
      Iya, yang tau cuma temen-temen yang pernah dateng ke rumah Heenim yang terjdilah sebuah ‘insiden’ hoho#plakk
      Bukan sequel, drabble berkelanjutan sepertinya ==a
      Ada, udah kucantumin di atas. It’s Sleep Time dan Baby Baby Baby. Tapi ga ku kasih linknya, silahkan ubek-ubek (?) page library#BUGH
      Gomawo yahh XD

  2. *ikut ninju bantal* apaan itu naeun mandang heenim dengan tatapan ‘kau mau pura2 dekat dgn oppa yah’. Wks -_-
    itu siapa cowok kerempeng? .__.
    Dan LOL! Soal tagihan telepon rumah, prinsipku banget. Takut bengkak. LOLOLOL.
    Good job reeneee, lanjutkan! *bawa banner jokowi (?)

    1. jangan bantal dong. guling gitu#PLAKS
      itu… biasmu. selain Minho tapi -_-” si kerempeng itu lohhh #DIRAJAM
      Iya tah?? WOAH! AKU PERAMAL! #BUGH #BAGH #DUGH #DUARRR

      AMinnn. JOKOWI-AHOK MENANG!! *ehh?*

  3. hyaaaa minho knp jadi sama naeun?
    Trus knp gantung gini? Next partnya harus ya thor. HARUS #ngasah samurai
    tp ad typo satu, yg menyikut itu harusnya meyikut seulrin bukan menyikut heenim, masa dia nyikut diri sendiri. Ditunggu ya kelanjutannya.

    1. pelarian cintaa itumaahh~~ #bugh
      Yaelah. masa dirimu tak tahu kalo ini author satu *nunjuk diri sendiri* lagi berusaha bikin FF yang baik? hedehhh *lap ingus*
      Wehh.. itu kusebut Seul Rin lohh. Baca baik-baik dehh
      Amin. Kalo ada yak #plak XD
      gomawoooohh

  4. ehem. emang judulnya gak nyambung nih. dan itu bukan end deh, tapi masih continue kayaknya. kan sekalian dijadiin chronicles aja gitu.
    oh ya, next lagi jangan lama” yah. suka bgt sama bromance kek gini.

    1. tuh kan. judul yang aneh bin ajaib ini memang akan menimbulkan dampak yang kontraversional *apadeuh bahasanya*
      chronicles? aku ragu apakah drabble bersambung gini termasuk chronicles atau bukan ==a
      okeh. semoga deh bisa dilanjutin amin. gomawo yah XD

  5. Aigoo~ uri heenim cembukur wkwk
    eh naeun ganjen bgt -,-
    tp selengkapnya keren semua^^
    thor next chap ditunggu lo, wajib harus *readermaksa.-.

  6. Woeee…. ngegantung ini namanya woeeee…. geregetan pas baca endingnya kaya gitu hh~~ -____-”
    Emang ya, judul sama isi cerita gak nyambung, aku sangat merasakan itu XD #plaks
    Tapi jangan panik dulu! *siapa yang panik coba?* ceritanya bagus kok xD aku sangat menikmati malah ^^
    Good Job Reen!!

    Lanjutkan perjuanganmu XDD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s