I Hate U But I Love U – Part 4

I Hate U but I Love U Part 4 (Girlfriend or Wife??)

 Title: I Hate U but I Love U

Author: xiluhania (twitter : @naelittlelulu, fb :Lavenia Pili Roboh)

Cast: Kim Ki Bum (SHINee), Kang Yun Ji (YOU)

Support Cast: SHINee members, Park Ji Yeon, Kim Mi Ri, Choi Hyochan, Choi Sulli, Lee Donghae

Genre: romance, family, friendship

Length: sequel

Rating: PG-13

Disclaimer : This mine. Don’t copy this ff !!!!! Oya! Jangan terlalu dipedulikan sms untuk yun ji itu!  I do not own Key, his belongs to SME. Other cast belongs to themself. I do own this plot story that’s belongs to my imagination. I hope you like it. Enjoy..  (editanku?? Berantakan!) Happy reading and don’t be silent reader!*SILENT READER,, NYEMPLUNG DI LAUT AJAH!! J*

“hmm, ne. Oppa juga baru saja merilis album kedua, jadi, oppa masih dalam puncak ketenaran. Sebenarnya, jadwal oppa masih padat. Hanya,,,,, begitu oppa mengetahui bahwa kau akan menikah, oppa rela datang ke korea kembali..”jelasnya.

“mwo?! Siapa yang memberitahu?!”tanyaku tak percaya.

“eommamu. Ehm,, ngomong-ngomong, siapa yang akan menjadi saingan jin ki nanti?”tanyanya.

“ahh, oppa. Jangan membuatku merasa bersalah lagi.”jawabku menunduk.

“haha… hanya bercanda. Siapa namanya?”

“ehhm,, namanya kim ki bum. Tapi, panggil saja dia key.”jawabku sedikit malu.

==========

Author POV

“ohh, jadi namanya key. Keren juga namanya. Pasti tampan..”tebak namja itu.

“mwo?! Tampan? Dia itu sangat-sangat aneh! Namanya saja sudah aneh….. donghae oppa lebih tampan!”celetuk yun ji.

“benarkah? Aku lebih tampan?”tanya namja bernama donghae itu. Yun ji mengangguk.

“dia aneh oppa!”tukas yun ji.

“masa kau mengatai calon suamimu aneh?”

“ahh… kalau dibandingkan dengan onew oppa, onew oppa lebih tampan dan baik. Dia itu sifatnya seperti serigala!”jelas yun ji dengan wajah kesal.

“haha… yun ji, sepertinya oppa sudah harus pulang. Eommaku sudah menunggu. Mau kuantar pulang?”tawar namja itu.

“aniyo, oppa. Gomawo.”

==========

Key POV

Aku menaiki mobilku dan melajukannya dengan kecepatan standar. Kulihat sebuah café mewah. Café Le’ Yun. Aku memarkir mobilku dan masuk ke dalam café tersebut. Aku duduk di kursi kosong berwarna pink. Meja di sampingku di tempati seorang namja aneh. Jaket mantel, syal, topi dan kacamata. Mungkin saja dia artis?? Aku memesan cappuccino. Berapa saat, pesananku datang dan aku mulai meminumnya sambil membaca Koran yang disediakan café.

Tiba-tiba, kulihat namja aneh di sampingku ini melambaikan tangannya pada seseorang. Yah, kan itu pacarnya atau apalah.

“anyeong, oppa!”sapa seorang yeoja dan ia tersenyum.

“minum dulu kopinya. Keburu dingin.”ujarnya dan yeoja itu meneguk kopinya. OmoOmoOmo!! Itu kan yun ji! Bagaimana bisa?! Aku menyembunyikan wajahku dengan koran tersebut.

“bagaimana kabar oppa? Baik-baik saja?”tanya yun ji dengan ekspresi gembiranya.

“ne…”jawab namja aneh itu lalu tersenyum pada yun ji.

“oppa pasti sibuk sekali…”ucap yun ji.

“hmm, ne. Oppa juga baru saja merilis album kedua oppa, jadi, oppa masih dalam puncak ketenaran. Sebenarnya, jadwal oppa masih padat. Hanya,,,,, begitu oppa mengetahui bahwa kau akan menikah, oppa rela datang ke korea kembali..”jelas namja itu. Merilis album kedua? Pasti namja ini seorang penyanyi. Hebat sekali yun ji berteman dengan seorang artis.

“mwo?! Siapa yang memberitahu?!”tanyanya yang membuatku ikut kaget.

“eommamu. Ehm,, ngomong-ngomong, siapa yang akan menjadi saingan jin ki nanti?”tanya namja itu. Saingan jin ki? Maksudnya?

“ahh, oppa. Jangan membuatku merasa bersalah lagi.”jawab yun ji dan menunduk.

“haha… hanya bercanda. Siapa namanya?”

“ehhm,, namanya kim ki bum. Tapi, panggil saja dia key.”jawab yun ji malu.

“ohh, jadi namanya key. Keren juga namanya. Pasti tampan..”tebak namja itu. Benar sekali! Aku tampan!

“mwo?! Tampan? Dia itu sangat-sangat aneh! Namanya saja sudah aneh….. donghae oppa lebih tampan!”celetuk yun ji. Donghae? Lee donghae penyanyi jepang itu?

“benarkah? Aku lebih tampan?”tanya namja itu. Jadi, namja itu donghae? Aku tidak bisa percaya ini! Yun ji mengangguk.

“dia aneh oppa!”tukas yun ji.

“masa kau mengatai calon suamimu aneh?”tanya namja itu sambil sedikit terkekeh.

“ahh… kalau dibandingkan dengan onew oppa, onew oppa lebih tampan dan baik. Dia itu sifatnya seperti serigala!”jelas yun ji dengan wajah kesal. Onew? Siapa lagi onew? Tadi jin ki, sekarang onew. Siapa dia? Onew lebih tampan? Apa onew itu namja chingu yun ji?

“haha… yun ji, sepertinya oppa sudah harus pulang. Eommaku sudah menunggu. Mau kuantar pulang?”tawar donghae.

“aniyo, oppa. Gomawo.”tolak yun ji lembut dan donghae berlalu.

“kau tak mau diantar pulang donghae, bagaimana kalau aku mengantarmu pulang?”tanyaku sopan yang mengagetkannya. Ia kaget melihatku.

“onew oppa? Apa ini benar kau? Uwaa! Senangnya! Oppa, bogoshipeoyo!!”serunya sambil memelukku erat dan menarikku keluar. Tiba-tiba saja, ia mengecup pipiku. Apa sebegini sayangnya pada onew?

“yaayaya!! Aku key bukan onew!”tukasku membuat dia kaget.

“m-mwo?! Ah, benar kau key! Aigo, kenapa dengan mataku ini??”tanyanya bingung. Aku menyeretnya masuk ke dalam mobil dan tumbennya dia menurut. Di dalam mobil, kami terdiam dalam pikiran masing-masing. Hingga aku berbicara.

“yun ji. Siapa namja tadi??”tanyaku.

“hmm, itu yang tadi? Itu rahasia….”ujarnya.

“yaa!! Kau akan kuturunkan di sini!”ancamku.

“ne… ne… dia itu donghae oppa.”jawabnya.

“apa hubungannya denganmu? Dan siapa namja yang bernama jinki dan onew itu?”tanyaku layaknya polisi menginterogasi seorang terseangka.

“cukup!! Yang itu tidak boleh ditanya lagi!”tegasnya.

“yaa! Aku ini calon suamimu! Kenapa juga kau mengataiku aneh tadi?!”marahku.

“karena memang kau aneh!!!”jawabnya sambil teriak-teriak.

“cukup! Karena kau terus berteriak, turun di sini!”suruhku yang sudah menepi.

“mwo?! Sirheo!”ia tetap duduk dan menatap lurus ke depan.

“baiklah jika kau tak mau turun.. katakan! Siapa jin ki dan onew itu???!!”tanyaku dengan nada tinggi.

“ahh! Kau ini keras kepala! Ya sudah kuceritakan.”jawabnya pasrah.

“sebenarnya,, donghae oppa itu kakak dari onew oppa.”ceritanya dan ia terdiam.

“aku,, aku,, aku…”ujarnya putus-putus.

“hey! Ceritanya benar sedikit!”marahku sambil menyetir.

“aku takut kalau aku cerita, pasti kau akan memarahiku….”ucapnya takut.

“dengar ya… aku tidak memarahimu..”ujarku lembut dan mengacak rambutnya.

“ehmm,, aku dulu berpacaran dengan onew oppa…”jujurnya. Kenapa aku tidak suka mendengarnya?? Hatiku sakit mendengarnya.

“tapi, onew oppa sudah tiada…”lanjutnya sambil menangis.

“ehm,, bagaimana bisa?”tanyaku.

“aku… aku membunuhnya..”jawabnya.

“mwo? Membunuh?”tanyaku sekali lagi. Masa sih ia membunuh orang?

“ia menolongku yang akan tertabrak truk. Tapi, dialah yang mati…..”jawabnya sambil terisak-isak. Aku menepi. (daritadi main tepi-tepi ajah!)

“dwaeseo… uljima…”ujarku menenagkannya sambil memeluknya. Berapa lama kemudian, ia terdiam.

“key-ah… gomawo.”ujarnya serak. Aku mengangguk dan kembali menyetir.

==========

Aku kembali ke rumah dan masuk ke kamar. tok tok tok…

“siapa?”tanyaku.

“maaf tuan. Ini saya pelayan Lee. Tuan dan nyonya ingin berbicara sebentar..”

“baiklah…”jawabku. Aku keluar kamar dan menemui mereka.

“ah, kibum, appa dan eomma hanya ingin mengingatkanmu nanti malam..”ujar appa.

“oh.”jawabku singkat dan kembali ke kamar. uwaa! Ngantuknya! Aku pun menyenyakkan diriku di atas bantal pink yang empuk itu dan mulai menjelajahi dunia mimpiku.

==========

Yun Ji POV

Aku pulang dengan mata yang agak sembab. Untung saja hyochan dan yang lainnya tidak melihatku. Aku masuk ke kamar dan tidur. Tapi, hasilnya nihil. Aku sama sekali tidak bisa tidur. Aku hanya membalik-balik tubuhku di tempat tidur. Lebih baik, aku membuat roti saja. Aku keluar dari kamar dan menghampiri hyochan yang sedang membuat choco muffin.

“eh, yun… sudah pulang?”tanyanya. Aku mengangguk.

“ehm,, aku bantu ya??” mohonku.

“memang sudah kuharapkan bantuanmu dari tadi…”jawabnya. Aku membaca buku tebal berisi daftar roti. Hem,, aku memutuskan untuk membuat ice cream cake. Karena aku suka strawberry, aku memutuskan unntuk member rasa strawberry.

Selang beberapa jam, aku sudah menyelesaikan 3 ice cream cake rasa strawberry. Kuputuskan untuk membuat dengan rasa berbeda. Hem,, apa rasa pisang enak? Rasa leci? Atau apa ya??? Ah,! Bagaimana kalau rasa vanilla dicampur strawberry atau cokelat? Sepertinya itu enak! Aku mulai mengeluarkan bahan yang dibutuhkan dan mencampurnya menjadi satu. Akhirnya, hasil yang kutunggu telah selesai. 2 ice cream cake saja yang kuhasilkan. Sebenarnya, aku ingin melanjutkan membuat roti dan kue lainnya, tapi, appa dan eomma menghampiriku dengan pakaian yang cukup formal.

“kau sudah siap yun ji??”tanya eomma.

“siap apa??”tanyaku balik.

“dasar anak ini! Kamu lupa kita mau makan malam dengan keluarga Kim?”tanya eomma.

“makan malam?? Aku lupa!”

“aissh! Ya sudah! Cepat mandi sana!”suruh eomma yang setengah mengamuk. Aku dengan kekuatan super siap dalam waktu 7 menit (?). aku mengenakan celana jeans panjang dan hoodie pink yang menjadi favoritku karena huruf-huruf hangul berwarna-warni.

“yun ji!! Ganti bajumu!”tegas eomma yang melihatku berpakaian santai.

“aissh! Dwaeseo! Kita hampir terlambat!”seru appa yang cemas.

Kami pun berangkat. Uwaa! Kalau mau makan malam ingetin kenapa? Kan aku akan berusaha istirahat! Malah badan pada pegal-pegal! Tak terasa, kami sampai di sebuah restaurant berkelas. KeyBum Resto.(ngarangnya minta ampun!!^^) KeyBum?

“yaa! Sampai kapan kau hanya menatap nama resto ini hah??”tanya seseorang. Aku mencoba mencari sosok itu. Yun ji-ah! Dia di depanmu!

“a-ani! Untuk apa aku melihat namanya!!”bantahku.

“alah! Jujur saja!”.

“yaa! Aku kan menyuruhmu berpakaian yang baik! Kenapa kau hanya pakai jeans dan hoodie?!”marahnya.

Aku terdiam dan akhirnya berjalan memasuki restaurant itu. Aku mengikuti orang tuaku yang berjalan memasuki sebuah ruangan. Aku yakin itu ruang VIP atau apalah. Pokoknya khusus. Setelah sampai di ruangan itu, aku duduk manis di sebuah sofa cokelat empuk. Tiba-tiba, tangan seseorang meangkulku. Aissh! Key lagi, key lagi!

“wah… kalian tampak serasi sekali….”puji Kim ahjussi. Bukan! Bukan pujian! Hinaan bagi seorang Kang Yun Ji!

“hahaha… ya sudah, mari kita bicarakan pernikahan kalian berdua.”jelas Kim ahjussi to the point. Ughh! Gerahnya! Masa key terus merangkulku? Aku selalu mencoba melepaskan rangkulannya. Nihil! Dia terlalu kuat bagiku.

“sillyehamnida, saya keluar cari angin dulu…”pamitku lalu keluar. uggh! Gerah!

“hey! Apa maksudmu meninggalkan aku di sana?”tanya seseorang dengan dingin.

“aissh! Udara di sini semakin panas!”ejekku dan duduk di sebuah bangku bertepatan di samping resto ini.

“yaa! Jangan duduk di situ!”marahnya. Aku tetap tidak memerdulikannya.

“kau pergi saja!”suruhku kesal.

“sirheo!”bantahnya dan duduk di sampingku. Aku hanya bisa menghela napas panjang. Ia merangkulku lagi. Aku dengan cepat menjitaknya.

“aissh! Yaa!”. Merong besar! Aku menjulurkan lidahku ke arahnya. Weeekk!

“rupanya kau ingin bermain dengan seorang kim keybum!”ujarnya sambil tersenyum jahil. Aku tetap menjulurkan lidahku mengejeknya dan….

“hwuaahhhaahhahaha!!! Hentikan!”suruhku yang tertawa karena ia mengelitik pinggangku. Aku menyeka air mataku yang hampir saja keluar. Aku mengejarnya dan membalasnya. Setelah puas, aku berlari kea rah bangku tadi. Ia menangkapku dari belakang dengan kedua tangannya di pinggangku. Aku memutar sedikit kepalaku agar melihatnya yang di belakangku.

Omona!! Panas sekali rasanya! Kami berdua bertatapan. ‘jangan sampai terjadi lagi!’batinku di dalam hati. Hatiku sudah berteriak-teriak. Ia mendekatkan wajahnya. Semakin dekat dan….

Cuppp… ❤

Lagi-lagi hal ini terjadi. 30 detik dan aku hanya diam. Aku bingung. Aku serasa ingin pingsan.

“oops! Sepertinya eomma menganggu…”ujar Kim ahjumma sambil senyum-senyum. Aku dan key memperbaiki posisi  kami menghadap Kim ahjuma.

“ah, ahjuma…. aniyo…eh,”ucapku tak jelas.

“aissh! Eomma ini menganggu saja!”ujar key malas. Mwo?! Mengganggu?!

“sepertinya begitu…. Mianhae.. eomma hanya ingin memanggil kalian untuk dinner.”jelas ahjuma.

“ah, ne.. kami akan datang.”ujarku sesopan mungkin.

“aissh! Eomma sana dulu!”usirnya pada ahjuma. Key kembali dengan tersenyum jahil. Aku hanya menatap bibirnya.

“yaa! Apa yang kau lihat?!”tanyanya setengah teriak. Aku menggeleng kepalaku dan berjalan masuk  resto bersama dia. Kali ini, dia merangkulku. Tapi, entah kenapa, aku membiarkannya saja. Key membuka pintu ruangan VIP itu. Kami berdua masuk.

“wah… kalian sudah datang… kajja. Kita makan.”ajak Kim ahjussi. Aku dan key mengangguk kecil. Sampai di meja makan pun, ia masih merangkulku.

“k-key-ah… k-kalau k-kau m-merangk-kulku t-terus, kapan a-aku b-bisa m-makan??”tanyaku gagap. Ada apa ini?

“ohh… silahkan.”jawabnya melepas rangkulannya. Aku duduk bersampingan dengan key.

“kibum, yun ji, pernikahan kalian akan diadakan minggu depan nanti.”jelas ahjussi.

“mwo?! Minggu depan?!”ujarku tak percaya. Key hanya setengah kaget dan melanjutkan makannya.

“jangan kaget begitu. Harusnya kalian seang dong..”kata eommaku. Aku hanya menghela napas panjang sekali. Setelah acara kecil-kecilan ini usai, aku dan keluarga berpamitan pulang.

“anyeong! Kami pulang!”pamit kami pada keluarga Kim.

“eits! Chankaman!”cegat key. Aku hanya tersenyum sinis.

“waeyo?”tanyaku. Ia tersenyum jahil dan mengecup bibirku kilat. Bisa kurasakan wajahku yang memanas sekarang. Entah cemburu, malu atau marah. Tapi, aku rasa, aku benar-benar marah!

“wahh! Kalian ini!”ujar Kim ahjuma. perlahan, aku menginjak kaki key sehingga ia melototiku.

“anyeong, jagiya!!”pamitku dan berlari kea rah mobil. Mati kau key!!!!!!

==========

Hari-hari kulalui dan lusa adalah hari yang menegangkan. Hari di mana aku akan menikah dengan seorang namja menyebalkan.

“yun ji,,, kau tidak sekolah?”tanya hyochan yang ternyata sudah bangun.

“ani.. kau juga?”tanyaku.

“aku harus membantu ahjuma  membuat kue untuk lusa.”jawabnya.

“ehm, aku bantu ya..”ujarku.

“tidak boleh! Aku dan ahjuma kan ingin memberi hadiah di hari bahagiamu….”ucapnya.

“hhhaah.. ya sudah.”jawabku dan kembali tidur.

==========

Key POV

Aku terbangun dari tidurku. Sangat lelah. Belum lagi besok, pasti aku akan lelah berlipat ganda.

Drrrttt…. Drrrrtttt…..

Aku mengambil ponselku di meja kecil samping tempat tidurku. Tidak ada pesan atau panggilan. Lalu, ponsel siapa yang bergetar? Aku mmelihat sekitarku. Oh! Ponsel yun ji! Aku mengambilnya di laci meja kecil tadi. 5 pesan masuk. Dari siapa saja? Jangan-jangan donghae?? Aku membaca pesan tersebut.

From : xxxx

Seperti janjiku! Aku akan membunuhmu!

 

From : xxxx

Kenapa kau tidak membalas pesanku? Kau takut aku membunuhmu?? Hahaha!

 

From : xxxx

Baiklah, aku tak akan membunuhmu. Tapi, aku akan membuat kau membuunuh dirimu sendiri!!

 

From : xxxx

Aku menunggumu di sini. Di terminal pusat!!

 

From : xxxx

Yaa! Kau tidak menemuiku kemarin?!!! Dasar! Kau takut?!! Hahaha! Ternyata setelah kau merebut 2 orang yang aku cintai, kau masih bisa takut??!!

 

Apa maksud dari pesan-pesan ini? Siapa yang mengirimnya?terminal pusat? Terlintas di pikiranku sebuah rencana. Aku membalas pesan itu.

To : xxxx

Kutunggu kau di depan Seoul Tower sekarang.

 

Aku bergegas pergi meninggalkan rumah menuju Seoul tower. Aku menjemput yun ji lebih dahulu di rumahnya untuk mempermulus rencanaku ini. Aku masuk ke dalam rumahnya. Seperti biasa, rumah yang kotor dengan pekerja sedikit dan pelanggan yang banyak. Yun ji belum menampakkan dirinya. Aku pun menghampiri hyochan dan ahjuma yang sedang sibuk membuat sebuah kue bertingkat tiga.

“hyochan, mana….”

“oppa!!! Tutup matamu!! Jangan lihat!!!”serunya membuatku terlonjak. Ia menutuup mataku dengan kedua tangannya menujuruang tamu.

“oppa, jangan masuk dapur! Kalau mau ketemu yun ji, tuh! Di kamarnya!”suruhnya sambil menunjuk kamar yun ji.

“ara… ara… tapi, kita kan seumuran, kok, kau memanggilku oppa??”tanyaku.

“yah, tak apa kan? Anggap saja aku satu tahun lebih muda dari oppa. Dari kecil, aku selalu menginginkan punya kakak laki-laki sebelum aku tahu kalau aku anak pertama.”jelasnya dan berlalu. Aneh saja! Aku melangkahkan kakiku ke kamar yun ji. Tok tok tok!! Aku mengetuk pintu kamarnya.

“siapa?”tanya suara dari dalam.

“taemin!”jawabku bohong. Takutnya kalau aku mengakui yang ingin bertemu dengannya adalah aku, mungkin, 1 abad kemudian juga pintunya akan tertutup. Cklekk!! Pintu terbuka.

“yaa! Suara taemin itu berbeda dengan seorang key!!”ujarnya dan menyentil dahiku. Tanpa memerdulikannya, aku masuk ke kamarnya dan membanting tubuhku di kasurnya yang empuk.

“yayayaaa!! Jangan mengotori sepraiku! Aku baru saja menggantinya! Kalau mau tidur, di lantai saja!”bentaknya.

“diam sedikit! Aku ada maksud dan tujuan ke sini! Bukan untuk tidur!”kataku tajam. Ia terdiam. Ia duduk di sampingku. Menunggu penjelasanku. Aku memerhatiikan ia dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Kemeja, celana pendek jeans. Aku melihat flat shoesnya yang ditata rapi di rak sepatu. Aku mengambil flat shoes merah itu dan memakaikannya.

“yaa! Ini di rumah! Untuk apa pakai flat shoes?!”tanyanya tajam.

“aku mau mengajakmu ke suatu tempat.”jawabku dan menariknya pergi tanpa berpamitan pada hyohan dan ahjuma. lagi pula mereka sibuk dengan kue mereka. Sesampainya di mobil, ponselku bergetar tanda pesan masuk. Aku mengambil ponselku di kantong jaket kiriku. Tidak ada apa-apa. Aku mengambil ponsel milik yun ji di kantong jaket kananku. 1 pesan diterima.

From : xxxx

Aku sudah sampai. Kau belum ada ya. Kau ingin mengerjaiku???

 

To : xxxx

Aku baru saja berangkat. Mianhaeyo, aku baru selesai mandi susu di spa.

 

From : xxxx

Hahah! Masih pantas juga kamu mandi susu. Appali! Aku tidak suka menunggu!!

 

To : xxxx

Terserah padamu. Aku akan tiba 25 menit lagi. Aku akan nonaktifkan ponselku. Harap sabar menunggu…

 

“hyaa! Ponselku!!”seru yun ji girang dan merampas ponselnya dari tanganku. Aku berusaha merampasnya kembali.

“apa ini?? Mandi susu? Spa?”tanyanya bingung.

“kau diam dulu. Kujelaskan.”aku mulai menjelaskan satu persatu pesan itu dan memberitahu rencanaku.

“aissh! Aku sih tidak takut sama begituan!”ujarnya ketus. Dasar! Tidak takut apaan!

==========

Yun Ji POV

Key menjelaskan semua rencananya secara detail padaku.

“aissh! Aku sih tidak takut sama begituan!”ujarku pedas.

“yaa! Laksanakan saja yang kusuruh!”suruhnya. tak lama, kami sampai di Seoul Tower. Aku turun. Aku harus berhati-hati dengan orang yang ingin membunuhku itu. Aku melewati kerumunnan orang yang ramai.

BUUKKK!!

“ahh, mianhaeyo.. aku tidak sengaja….”maafku sambil membantu yeoja yang kutabrak itu berdiri. Ponselnya juga terpental cukup jauh.

“ahh, gwenchanayo… aku yang salah kok… aku yang tidak lihat ada orang le…..”

Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat ini. Dia?! Kenapa aku bertemu dengan dia di saat seperti ini?

“yun ji??”

“ji yeon??”

TBC~~~

*bow*Anyeonghaseo!! Ini part 4nya!!

Semoga suka ya..

Mian kalau agak membosankan dan tidak berkenan di hati..

Doakan dan RCL agar next partnya bisa saya coba lebih baik lagi…

Gomawo, chingu… *bow* saranghae ❤

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

One thought on “I Hate U But I Love U – Part 4”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s