Loves Way – Part 9 (END)

LOVES WAY

[Part 9] [END]

Title : Loves Way [Part 9] [END]

Author : Jung Yong Eun, Lee Taerin

Genre : School, Romance, Friendship, Life

Length : Sequel

Rating : PG-15

Main Cast : Bae Suzy, SHINee member

Support Cast : Find them in the story

AUTHOR POV

Dua hari kemudian Suzy memutuskan untuk mengunjungi Key dirumah sakit. Kondisinya madih sama bahkan dia dengar kondisi Key makin parah karena mamaksakan diri untuk bangun dari tempat tidur.

“Annyeong.” Sapa Suzy setelah masuk ke ruang rawat Key.

“Annyeong.” Sapa Hye Bum yang sedang menyuapi Key. Sedangkan Key hanya tersenyum.

“Aku akan meninggalkan kalian berdua saja untuk mengobrol.” Kata Hye Bum lalu pergi mrninggalkan Key dan Suzy. Hye Bum tahu pasti banyak hal yang ingin Suzy atau Key ingin bicarakan, jadi ia member privasi untuk mereka berdua.

“Bagaimana keadaanmu.” Tanya Suzy.

“Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu.”  Tanya Key.

“Tentu saja aku baik. Yang dirawat dirumah sakit’kan kau, kenapa kau tanya keadaanku? Khawatirkan saja keadaanmu.” Kata Suzy. Yeoja ini memang sulit untuk bersikap lembut, meskipun dalam hatinya sangat senang karena Key menanyakan keadaannya.

“Tentu saja aku mengkhawatirkan keadaanku, tapi kudengar kau mengalami hari-hari yang berat akhir-akhir ini.” Kata Key.

“Ya, aku memang mengalami banyak hal yang kurang menyenangkan akhir-akhir ini. Tapi aku juga belajar banyak dari semua yang telah terjadi padaku.”

“Gomawo, Suzy-ya.” Kata Key.

“Hhem? Untuk apa? Aku tak melakukan apapun untukmu. Aku hanya membawakan sekeranjang buah dan seikat bunga.”

“Terima kasih sudah mau melepasku dan membuatku bisa bersama denga Hye Bum.”

“Oh itu, cheonmaneyo. Itu juga salah satu hal yang kupelajari dari kejadian yang yang menimpaku.” Kata Suzy sambil tersenyum. Gadis itu berusaha keras menegarkan hatinya.

“Syukurlah kau semakin dewasa.” Kata Key sembari mengacak-acak rambut Suzy ringan. Lama sekali Suzy tidak bercanda ataupun bertengkar dengan Key, tapi Suzy sudah sangat senang Key mau bercanda dengannya.

“Lalu apa rencanamu selanjutnya dengan Hye Bum? Apa nanti jika kau sudah sembuh kalian akan menikah?” tanya Suzy. Gadis itu sepenuhnya sudah bisa menerima bahwa Key tidak bisa menjadi miliknya. Dia baru menyadari hal itu setelah candaan ringannya denga Key barusan. Key lebih cocok menjadi oppa yang selalu menjaga dan memeperhatikannya.

“Untunglah kau bertanya seperti itu. Aku hampir lupa member tahumu.

“Apa? Kau akan member tahuku apa? Bukan hal yang menyedihkankan?”

“Hahaha, Lusa aku akan menjalani perawatan di Amerika. Mereka memiliki dokter-dokter yang sangat ahli jadi aku bisa mendapatkan pengobatan dengan lebih baik.”

“Hye Bum pasti ikut denganmu’kan? Dia harus selalu menjagamu. Jika tidak aku akan merebutmu darinya.” Mendengar respon Suzy, Key tertawa dan akhirnya Suzy ikut tertawa.

Hari yang sepi kembali dijalani Suzy. Sahabatnya MinHee sibuk dengan urusan redaksi karena semenjak Taemin meninggal, MinHee’lah yang ditugasi mengambil alih semua pekerjaan dan tugas Taemin di redaksi. Karena dulunya MinHee adalah asisten Taemin. Jika ada waktu luang tentu saja MinHee lebih suka menghabiskan waktu dengan namjachingunya.

“Annyeong!” seru seorang namja dari belakang untuk mengageti Suzy.

“Kau mengagetiku.” Kata Suzy dengan dingin.

“Suzy-ya, apakah sekarang kau kehilangan ekspresi? Kenapa ekspresimu datar sekali?” kata namja itu.

“Minho-ya jangan menggangguku. Aku sedang tidak ingin diganggu.” Kata Suzy datar.

“Baiklah, aku tidak akan menganggumu. Aku hanya ingin makan disini.” Kata Minho sembari mengeluarkan kortak bento yang ia bawa.

“Kau harus makan, jangan hanya minum itu. Kajja buka mulutmu.” Kata Minho sembari menyodorkan sebuah telur gulung ke Suzy, tapi Suzy hanya diam saja.

“Aissh kau ini, ayolah makan sedikit saja.” Kata Minho lagi sembari membuka paksa mulut Suzy dan memasukkan telur gulung itu kemulut Suzy.

“Mmm..oo-aaa.” Maksud Suzy adalah Minho-ya, tapi karena mulutnya penuh dengan telur gulung jadilah ia berkata dengan tak jelas.

“Hahahahahahaha~ jangan banyak bicara makan saja telur itu.” kata Minho sambil tertawa terbahak-bahak. Suzy memandangi Minho dingin dengan kedua alis tertaut dan sambil mengunyah telur yang masuk paksa di mulutnya.

“Kemarikan.” Pinta Suzy sembari merebut sumpit ditangan Minho dan mengambil nasi gulung yang besar dari kotak bekal lalu disuapkan pada Minho yang masih tertawa sambil mulutnya terbuka lebar.

“Apnkkan..? aaa,,teertterka..” kata Minho tak jelas.

“Makan saja, kau terlalu banyak bicara.” Kata Suzy sembari menahan tawanya dan meminum minuman yang ia pesan tadi.

“Kau puas sudah membalasku? Sekarang kau juga harus makan lagi, jika tak mau aku akan memaksamu seperti tadi.” Ancam Minho sambil mengacung-acungkan nasi gulung didepan mulut Suzy.

“Lakukan saja jika kau bisa. Bweeek!” ejek Suzy lalu berlari menghidari Minho.

“Hey, Suzy-ya. Dasar.” Kata Minho sebal.

AUTHOR POV END

MINHO POV

Kemana perginya Suzy? Larinya lumayan kencang juga. Aku hanya lengah sedikit dia sudah menghilang.

“Itu’kan Jinki dan MinHee? Sahabat yang jahat sekali. Mentang-mentang sudah jadi pasangan kekasih jadi melupakan Suzy.” Gumamku sembari menghampiri mereka berdua dibawah pohon dimana pertama aku bertemu Jinki dan menghajarnya disana.

“MinHee-ya kau tahu dimana Suzy?” kataku to the point pada MinHee setelah sampai didekat mereka. Otomatis mereka berdua menoleh kearahku.

“Minho sunbae. Kenapa kau mencari Suzy? Aku belum bertemu dengannya lagi setelah dari kelas tadi.” Jawab MinHee. Sudah kuduga pasti dia tidak tahu dimana Suzy, karena dia sangat amat sibuk dengan namjachingunya.

“Baiklah, lebih baik jangan memperhatikan dia lagi. Perhatikan saja namjachingumu terus.” Kataku lalu beranjak pergi.

“Apa maksudmu? Kenapa kau berkata seperti itu? memangnya apa salah MinHee padamu?” kata Jinki.

“Aku tak bicara padamu. Aku bicara padanya.” Kataku sambil menunjuk MinHee.

“Jangan menunjuknya seperti itu.” kata Jinki yang mulai marah.

“Kau mengakiu sebagai sahabat Suzy tapi kau tak memperhatikan kalau dia sedang kesepian. Bahkan mungkin kau tak tahu kalau dia kesepian.” Kataku pada MinHee. Bisa kulihat Jinki terlihat tidak suka aku berkata seperti itu pada MinHee.

“Benarkah? Tapi Suzy bilang dia tidak apa-apa pergi ke kantin sendirian.” Elak MinHee.

“Tentu saja dia bilang seperti itu. karena dia tidak mau mengganggu acara kalian berdua. Kenapa kalian tidak melakukan kebiasaan kalian seperti sebelum kalian berdua menjadi spasang kekasih. Maksudku, kalian tetap mengajak Suzy di acara kalian. Kalian tidak pernah tahu bagaimana Suzy melihat kalian dari sana’kan?” kataku sambil menunjuk tempat duduk dikantin yang selalu Suzy duduki sambil memandang Jinki dan MinHee berduaan disini.

“Minho sunbae benar. Selama ini Suzy pasti kesepian. Tapi karena tidak enak dengan kita dia diam saja. Saat dikelas dia juga hanya diam saja dan tidak begitu tertarik untuk berbicara denganku.”

“Mungkin kau benar Minho. Maafkan aku karena bersikap kurang baik padamu. Padahal kau hanya ingin mengingatkan kami untuk memperhatikan Suzy.” Kata Jinki.

“Baguslah kalau kalian sudah sadar. Aku pergi dulu ingin mencari Suzy.” Kataku lalu meninggalkan mereka berdua.

Kuputuskan untuk mencarinya ke perpustakaan samping sekolah, mungkin saja dia disana. Tapi dia tidak ada disana. Kemana Suzy sebenarnya? Dia membuatku khawatir. Ya sudahlah, aku akan mencarinya lagi nanti, sekarang jam istirahat sudah selesai dan aku harus kembali ke kelas.

MINHO POV END

MINHEE POV

Aku gelisah menunggu Suzy yang tak kunjung masuk ke kelas, padahal Jang songsaenim sudah masuk dari tadi. Apa dia membolos pelajaran? Ahh tidak mungkin, dia sudah tidak pernah membolos pelajaran lagi sejak kehidupannya menjadi sangat normal.

“Jweisonghamnida, saya terlambat masuk ke kelas.” Kulihat Suzy baru masuk kelas dan meminta maaf pada Jang songsaenim.

“Kau kemana saja? Aku mengkhawatirkanmu tahu!” kataku pada Suzy setelah dia duduk dibangkunya.

“Gwaenchana, kau tak perlu khawatir.” Kata Suzy enteng.

“Baiklah, aku yakin kau bisa menjaga dirimu sendiri.” Jawabku. Sudah kuduga dia pasti akan berkata meperti itu. Dia selalu ingin melakukan apapun sendirian, dan tidak ingin merepotkan orang lain. Padahal dibalik sikap angkuhnya itu aku tahu dia adalah orang yang mudah rapuh dan merasa bersalah.

“Oh ya, akhir pekan ini aku dan Jinki oppa berencana berlibur ke pulau Jeju, dan kau harus ikut bersama kami. Sudah lama sekali kita tidak berlibur bersama dan bersenang-senanga seperti dulu. Kau mau ikut’kan?” kataku lagi, selain untuk memperbaiki hubungan kami, liburan kali ini harus bisa membuat Suzy kembali bersemangat seperti dulu.

“Kau benar, kita sudah lama tidak berlibur bersama. Baiklah aku ikut.” Kata Suzy sambil tersenyum padaku.

“Gomawo. Kita pasti bersenang-senang.” Jawabku sambil tersenyum pada Suzy.

MINHEE POV END

JINKI POV

Sekarang aku sedang berada dibandara. Aku menunggu Suzy dan MinHee yang pastinya masih dalam perjalanan. Seperti rencanaku dan MinHee waktu itu, kami bertiga akan berlibur ke pulau Jeju. Tapi kenapa mereka lama sekali? Bisa-bisa kami ketinggalan pesawat.

“Oppa, mianhae kami terlambat.” Kata MinHee dari kejauhan.

“Kalian ini lama sekali, kita hampir ketinggalan pesawat tau.” Kataku kesal.

“Jangan bertengkar, nanti kita benar-benar ketinggalan pesawat.” Kata Suzy.

“Suzy benar, kajja.” Kataku lalu berjalan menuju gate penerbangan kami.

@ Hotel di Pulau Jeju

“Indahnya pemandangan disini. Aku sangat merindukan tempat ini/’ seru MinHee setelah turun dari mobil.

“Aku juga sangat merindukan tempat ini.” Kataku. Aku menoleh pada Suzy, dia sedang memejamkan mata dan mengambil nafas dalam-dalam sambil tersenyum. Kurasa termat ini bisa membuatnya merasakan kebahagiaan tentang kenangan-kenangan kami dulu.

“Suzy-ya kau tidur dengan MinHee disana, sedangkan aku disini.” Kataku sambil menunjuk letak kamar kami masing-masing.

“Oh yaa, nanti malam kita akan barbeque’an, jadi jangan telat untuk ke pantainya.” Kataku lagi untuk mengingatkan mereka berdua tentang acara kami malam ini.

“Tentu saja kami tidak akan lupa.” Jawab MinHee sedangkan Suzy hanya mengangguk mengiyakan perkataan MinHee.

JINKI POV END

SUZY POV

“MinHee-ya palli. Jinki sedah menunggu. Dia sudah berkali-kali mengirimiku sms.” Kataku untuk kesekian kalinya untuk menyuruh MinHee segera bergegas.

“Duluan sajalah, aku masih mencari jepitanku yang terselip entah dimana.” Jawab MinHee sambil masih mengacak-acak kopernya untuk mencari jepitannya.

“Haruskah kau mengenakan jepitan itu?” tanyaku.

“Harus, itu pemberian Jinki oppa. Dia akan marah jika aku tak memakainya.” Jawab MinHee.

“Baiklah, aku duluan saja daripada Jinki marah-marah.

Aku berjalan sendirian ketempat kami mengadakan pesta barbeque. Udara malam ini lumayan dingin dan angin bertiup lumayan kencang. Beberapa kali aku harus merapikan rambutku yang berantakan tertiup angin.

“Dimana Jinki? Kenapa sepi sekali?” gumamku setelah sampai ditempat yang dikatakan Jinki, tapi tempat ini sepi sekali, tak ada satupun orang disini. Kuputuskan untuk mengirim pesan pada Jinki.

To : Jinki Kerdil

Dimana kau? Aku sudah sampai tapi tak ada siapapun.

Semenit, dua menit sampai tiga menit tak ada balasan dari Jinki. Kemana anak itu, apa dia membermainkan aku? kuputuskan untuk menelfonnya saja.

“Tuuuut….tuut..tuut…nomor yang..” aissh kenapa tidak diangkat. Kemana sebenarnya anak itu. awas saja jika mereka mengerjaiku. Akhirnya aku beranjak pergi dari sana. Meskipun mereka tetap berpesta baberque aku tak perduli, aku akan tidur dikamar saja.

Aku berjalan dengan kesal menuju kamar hotel. Sesekali aku mengomel dalam hati karena mereka mempermainkan aku. Eh tunggu dulu, aku kesal dan mengomel? Apakah ini tujuan mereka? Membuatku seperti dulu lagi. Ya mereka pasti ingin membuatku bersikap seperti dulu lagi, huuh dasar mereka berdua! Kenapa sampai kepikiran ide seperti ini sih. Aku tersenyum dengan apa yang aku pikirkan, mereka selalu bisa membuatku kembali ceria.

“Mereka pasti bersembunyi disuatu tempat untuk melihat reaksiku.” Gumamku kemudian berlari kembali ke pantai.

“Dimana mereka.” Gumamku setelah sampai di pantai. Kuedarkan pandanganku kesekeliling.

I lost my mind when you walk into my sight

The whole world around you get in slow motion

Please tell me if this is love

Kudengar sebuah suara yang sangat lembut sedang melantunkan sebuah lagu yang sangat indah, dan sangat bermakna dengan hanya diiringi oleh suara gitar. Kuikuti dari mana suara itu berasal.

Love is every where, it lets me forget hurt

Help take away sadness, learn to care

Fought before, cried before, still can hug

Please tell me if this is love

Aku menemukan pemilik suara itu. sekarang aku sudah berada dibelakangnya. Lagunya diakhiri dengan sangat indah.

“Kau menyukai laguku?” kata namja yang sedari tadi kuawasi dan berbalik kearahku.

“Minho!” kataku heran melihat siapa namja yang kuawasi itu.

“Kau terkejut aku ada disini? Sebenarnya aku membuntutimu.” Kata Minho.

“Kau membuntutiku? Untuk apa? Kenapa kau lakukan itu?” tanyaku penasaran.

“Untuk memperdengarkan laguku barusan. Bagaimana menurutmu?” jadi dia mengikutiku sampai kesini untuk memperdengarkan lagunya padaku? beberapa hari ini dia memang sering meminta pendapatku tentang lagu yang akan ia ciptakan, lalu dia berjanji jika lagunya sudah selesai orang pertama yang akan diperdengarkan tentang lagunya itu adalah aku. aku tak menyangka jika dia benar-benar melakukannya.

“Kenapa kau diam saja? Kau tak suka lagunya?” kata Minho lagi.

“Suzy-ya, kenapa kau menanngis? Uljima.” Kata Minho mulai panic melihatku meneteskan air mata. Aku sangat tersentuh atas perlakukannya, sekarang aku yakin kalau Minho benar tulus untuk menjaga dan member perhatian padaku.

“Gwaenchanayo.” Kataku sembari menghapus air mataku.

“Benarkah tidak apa-apa? Baiklah kalau begitu.” Kata Minho memastikan aku benar-benar tidak apa-apa.

“Duduklah, pemandangan malam disini sangat indah.” Katanya lagi, kemudian aku duduk disampingnya. Aku memandangi wajah Minho yang terlihat berseri. Aku memandang wajah itu dengan penuh kekaguman, aku baru menyadari bahwa orang-orang disekelilingku sangatlah memperhatikanku. MinHee dan Jinki juga memperhatikan aku, aku yakin itu meskipun aku tak tahu dimana mereka sekarang. Dan namja ini bisa berubah menjadi sangat baik dan manis padaku.

“Ehh, kau memandangiku? Wae?” kata Minho membuatku langsung memalingkan wajahku dan tak lagi memandangnya.

“Kau memandangiku’kan?” tanya Minho lagi sambil mendekatkan wajahnya padaku agar dia bisa melihat wajahku dengan jelas. Aku hanya menunduk, aku sangat malu tertangkap basah sedang memandanginya.

“Suzy-ya lihat!” kata Minho mengejutkanku. Otomatis aku langsung mendongak dan melihat apa yang ditunjuk oleh tangan Minho.

CUP~

Secepat kilat ia mencium pipiku, membuatku melihat kearahnya dan pandangan kami saling bertemu. Deg, jantungku berdegup sangat kencang saat melihat tatapan matanya. Tatapan mata yang lembut dan sebuah senyum yang manis sekali.

“Suzy-ya, maukah kau menjadi yeojachinguku?” katanya dengan lembut. Aku diam dan berfikir sejenak.

“Kau mencintaiku?” tanyaku pada Minho dan ia mengangguk mengiyakan. Aku melihat ketulusan dimatanya. Mata yang berbinar itu terlihat sangat tulus.

“Aku mau menjadi yeojachingumu.” Kataku lirih.

“Jinca?” mata itu semakin berbinar, dan aku tersenyum mengiyakan.

“Gomawo Suzy-ya!” kata Minho saraya memelukku.

DUAR,,, JDUARR,,,DEAAR,,,,JEDER….

Suara kembang api yang tiba-tiba menyala dan menerangi malam yang gelap. Selain kembang api ada barisan lilin yang berjajar membentuk hati yang menyala secara serentak.

“Kau menyiapkan semua ini untukku?” kataku kagum.

“Tentu saja.” Jawab Minho sambil tersenyum.

“Gomawo.” Kataku.

“Kajja!” ajak Minho lalu membantuku berdiri dan mengajakku mendekati sebuah kotak besar yang terletak tak jauh dari tempat kami duduk.

“Apa ini?” tanyaku.

“Bukalah.” Kata Minho sambil tersenyum.

“Aku buka yaa.” Aku sedikit khawatir akan isinya.

“SAENGIL CHUKKAE~” seru Jinki dan MinHee yang keluat dari dalam kotak dengan membawa sebuah kue ditangan MinHee.

“Saengil chukkae Suzy-ya.” Kata Minho. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Sebegitu banyak’kah masalahku, sehingga aku melupakan hari ulang tahunku sendiri?

“Cepat make a wish dan tiup lilinnya. Anginnya terlalu kencang untuk mempertahankan apinya.” Seru Minhee yang masih didalam kotak.

‘Aku berharap semua orang yang aku sayangi mendapat kebahagiaan dan mereka akan selalu menyayangiku. Dan untuk Minho, semoga dia menjadi yang terbaik untukku.’ Ucapku dalam hati lalu meniup lilin diatas kue yang dipegang MinHee.

“Yeee, ini bawakan. Aku mau keluar dari sini.” Kata MinHee sembari menyerahkan kue yang dipegangnya padaku dan berusaha keluar dari kotak besar itu. begitu juga dengan Jinki, dia juga berusaha keluar dari kotak.

“Suzy-ya saengil chukkae dan chukkae juga untuk hubunganmu dengan Minho yaa.” Kata Jinki lalu memelukku, sejurus kemudian dia melemparku dengan krim kue yang sudah ia persiapkan.

“YA! Jinki-ya. Kubalas kau!” teriakku pada Jinki tapi dia malah mengejekku.

“Ini aku tambah.” Seru MinHee kemudian ikut melempar krim kue padaku. Sekarang wajah dan bajuku kotor oleh krim. Aku melirik Minho, mungkin saja dia akan ikut-ikut melempariku dengan krim kue.

“Aku tak janji.” Kata Minho kemudian melempar kue yang kuserahkan padanya tadi ke mukaku.

“Choi Minho, kau nappeun namja.” Teriakku, kemudian kukejar mereka beritga untuk membalas lemparan mereka.

“Hahahahaahaa, kajja kejar kami jika kau bisa.” Kata MinHee sambil mengejekku. Mereka bertiga bergandengan dan saling merangkul, kurasa mereka sudah merencanakan semua ini.

“Awas kalian, aku pasti bisa membalas kalian.” Kataku ambil terus mengejar mereka dengan banyak kue dank rim kue ditanganku untuk dilempar kemereka. Aku sangat bahagia sekarang. Mereka membuatku kembali menjadi diriku yang dulu. Suzy yang ceria dan penuh semangat. Aku tidak bisa janji kalau sifat angkuh dan egoisku akan ikut kembali. Mereka juga membuatku menyadari betapa berharganya hidup dan menyadari betapa aku harus menghargai hidup yang diberikan oleh Tuhan, dan juga seberapa pentingnya untuk melanjutkan hidup. Mereka membuatku semakin banyak belajar. Dan yang terpenting mereka mengajariku untuk selalu bersyukur atas segala sesuatu yang terjdi padaku karena semuanya pasti yang terbaik.

FIN

Yey yeey yeeey…. #bakar kembang api sambil nyanyi-nyanyi plus joget-joget bareng Key-ppa

Akhirnya Loves Way mencapai kata FIN, author bersyukur sekali bisa menyelesaikan Loves Way.

Terima kasih buat Taerin karena telah memberi masukan ide untuk Loves Way. Gomawo juga buat semua reader SF3SI yang udah setia baca n’ nunggu Loves Way.

#cium para reoder semua

Setelah baca harus RCL yaa, jangan lupa!!

Pokoknya GOMAWO jongmal GOMAWO buat semuanya~

Author pamit dan sampai ketemu di ff author eang laen *kalo ada, hohohohohohoho

Anyyeong reader semua~ #pergi liburan sama Key oppa, Kai oppa plus LuHan oppa~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Loves Way – Part 9 (END)”

  1. lebih bagus kalo ada sequelnya wkwk, untung happy ending huah \^.^/ so sweet bgt ama abang mino, jadi envy wkwk, bagus kok thor 🙂

  2. wahhh ceritanya kerennn…
    senang deh kahirnya happy ending…
    #mau dong ikut lempar2an krimnya…

    sekali lg hidup MinZy…

  3. Waaah…daebak.. keren…author..
    Tapi mian author.. aku baca ff nyaa udah telaat.jadinya udah complete..jadinya aku coment 1 tapi buat semua part…ga papa yaah..
    Baguuuus bnget. Suzy punya hidup yang hampir sempurna.. ga kebayang deh punya hidup serba ada… lalu buat taemin..huaaaa hiks hiks:”( aku biasnya taemin..sediih banget taemin meninggal..oh iyaaa..itu si chonsung..eh.. chunsang..siapa sh namanya.. lupa.. itu yang bunuh taemin..kabarnya giman yah? Kq ga jelas..y udah deh.gpp. ga penting juga pembunuh kayak gitu* huh emosi tingkat dewa* haha.. pkok nya.. daebak author.. good job!!
    Cemungud:)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s