Neon Naegae Banhaesseo – Part 4

Tittle                     : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 4)

 

Author                  : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

 

Main Cast            :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x)
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Kibum aka Key SHINee,
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x),
  • Kim Jonghyun SHINee,
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD,
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD,
  • Lee Jinki SHINee,
  • Lee Taemin SHINee,
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair

 

Support Cast      : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

 

Genre                   : Romance, Sad, Friendship

 

Length                  : Sequel

 

Rating                   : PG-16

 

 

Sinopsis               : FF ini menceritakan banyak cerita cinta dan persahabatan di antara semua main cast-nya. Tentang bahagianya dan sakitnya merasakan cinta pertama yang tak terbalas dan karena terlambat menyatakan cinta. Cerita akan persahabatan yang kokoh juga membuat salah satu dari main cast dalam FF ini menjadi rela mengubur perasaan cintanya dan akhirnya menemukan cinta yang sebenarnya dengan orang lain.

 

TRACKLIST:

Boyfriend-Don’t touch my girl,

SHINee-Our Love Should Go On,

F(x) feat SHINee-Lollipop,

SHINee-Noona Nomu Yeppo,

2PM-Heartbeat,

CN Blue-Love Girl

 

ALL POV IS AUTHOR’S POV

@@@

 

KRIIIIIINNNGG!!

Bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring mengisi setiap penjuru sekolah SM Senior High School saat itu. Semua murid serentak membereskan peralatan sekolahnya dan berhamburan keluar dari kelas. Koridor pun dalam hitungan detik menjadi penuh sesak dan berisik karenanya. Namun, Shin You masih belum bergerak dari bangkunya. Dia menatap ke sekeliling. Semua teman sekelasnya sudah pulang. Termasuk Key. Ya, namja itu pergi begitu bel berbunyi dan meninggalkan ruangan kelas sambil berlari. Dan kepergian Key itu jelas membuat Shin You bisa sedikit bernafas lega.

Sepertinya Key melupakan perkataannya sendiri. Beberapa hari sebelumnya Key memang meminta Shin You agar hari ini memperkenalkan diri pada anggota klub basket sekolah sebagai manager klub basket yang baru. Dan jujur saja, permintaan Key yang tidak bisa ditolak itu benar-benar membuat hatinya dongkol. Sudah jelas-jelas dia tidak bisa menerima permintaan Key dengan mudah, walaupun pada akhirnya mereka membuat kesepakatan akan pergi ke Lotre World apabila Shin You setuju untuk menjadi manager klub basket yang baru. Dan ternyata, bernegosiasi dengan Key hanya akan membuatnya lebih merasakan kesialan daripada keberuntungan. Siapapun tentunya tak ada yang mau menjadi manager klub bidang olahraga, apalagi manager klub basket. Karena pekerjaannya yang cukup berat. Selain harus mengatur jadwal latihan klub, jadwal pertandingan, pintar-pintar mengatur keuangan klub baik dari segi pengeluaran dan pendapatan, bahkan sampai mengatur konsumsi pada saat latihan pun manager lah yang bertanggungjawab. Dan bodohnya, Shin You tidak memikirkan semua itu sebelumnya.

Dan sekarang, ini adalah kesempatan bagus untuknya. Selagi Key tidak ada, dia bisa minggat dari sekolah sekarang juga.

Shin You berjalan membungkuk mendekati pintu kelas seraya mengendap-endap. Kepalanya segera terjulur melihat ke arah luar, memastikan apakah orang yang sedang dihindarinya ada di sana dan justru sedang menunggunya. Tapi, sepi. Tak ada siapapun di koridor kelas itu. Shin You tersenyum penuh kemenangan.  Dia menegakkan tubuhnya dan berjalan keluar dari kelas dengan langkah santai.

Dan, baru beberapa langkah, sebuah suara yang sangat dikenalnya mengagetkannya.

“Ya! Mau kemana kau?!” Shin You terpaku di tempatnya. Sedikit ragu untuk membalikkan badannya sekedar untuk melihat namja itu. Namja itu merasa heran dengan aksi diam Shin You dan akhirnya berjalan mendatangi Shin You.

“Ya! Kau mau kabur ya?!” Kini namja yang tidak lain adalah Key itu sudah berdiri di samping Shin You. Akhirnya, mau tak mau Shin You menoleh dan mencoba menyunggingkan sebuah senyuman bodoh yang sangat dipaksakan. Key sudah berkacak pinggang dibuatnya.

“Mianhae.. Tadi kau langsung pergi. Jadi, aku kira kau lupa. Hehe..” Shin You tertawa garing sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Mendengar jawaban Shin You yang terasa aneh di telinganya, membuat Key lantas memutar kedua bola matanya.

“Aku bukanlah tipe orang yang pelupa sepertimu.. Kkaja! Kau sudah ditunggu anggota klub basket sekarang.” Key menarik lengan Shin You membuat Shin You tak bisa berkutik dibuatnya. Shin You hanya bisa melenguh panjang, pasrah. Sedangkan Key, ternyata diam-diam namja itu merasa senang telah berhasil mengerjai yeoja itu dan membuat yeoja itu tampak kesal dibuatnya.

@@@

 

“Hyung!” Taemin berteriak sambil berlari masuk ke tengah lapanngan. Sontak Jonghyun, Minho dan Jinki yang sedang asyik bermain basket dengan hiasan peluh di dahi mereka masing-masing, menghentikan permainan mereka dan menatap si bungsu Taemin.

Taemin menyeka peluh di dahinya sendiri dan mencoba mengatur nafasnya yang tak karuan karena berlari tadi.

“Kapan kau menghilangkan sifat kekanak-kanakkanmu itu, Taeminnie? Kau selalu berlari setiap kau akan menemui kami. Apa itu sudah menjadi hobimu?” Tanya Jinki lalu dia melanjutkan permainannya seorang diri. Sedangkan Minho dan Jonghyun tengah melepas dahaga mereka.

“Ada apa?” Kini giliran Jonghyun yang bertanya pada Taemin setelah sebelumnya dia meneguk isi botol air mineralnya sehingga menyisakan setengah bagiannya saja. Setelah kalimatnya selesai, buru-buru Jonghyun meminum lagi sisa air minumnya itu karena masih merasa kehausan.

“Tadi, aku lihat Key Hyung bersama dengan dongsaeng-mu, Hyung!” Sontak jawaban Taemin membuat Jonghyun menyemburkan air yang berada di dalam mulutnya hingga mengenai –membasahi- wajah Minho. Mata Jonghyun membelalak lebar menatap Taemin. Berharap Taemin segera memberikannya penjelasan lebih rinci akan kalimatnya yang membuatnya shock setengah mati. Antara rasa percaya dan tidak percaya hinggap dalam pikirannya. Bukankah selama ini Key tidak pernah dekat dengan yeoja manapun? Kenapa tiba-tina sekarang dia bisa dekat dengan dongsaeng-ku?? Batin Jonghyun.

Minho menatap Taemin dan Jonghyun bergantian sambil mengelap bekas semburan air dari mulut Jonghyun yang masih membasahi wajahnya dengan handuk kecil yang dibawanya.

Jinki yang sedang asik bermain basket sendiri samar-samar mendengar pembicaraan ketiga adiknya itu. Lalu dia menghampiri mereka.

“Jeongmalyo? Aaah.. Apakah Key sekarang mulai bosan menjalani hari-harinya tanpa kekasih?” Jinki melemparkan pandangannya pada Jonghyun sambil mengerling nakal. Jonghyun langsung bisa menangkap apa yang ada di dalam pikiran Jinki.

“Shirreo! Selama ini Shin You tidak pernah membicarakan tentang Key di depanku. Mana mungkin mereka memiliki hubungan khusus? Lagipula, jika memang benar seperti itu, aku tidak akan begitu mudahnya membiarkan adikku berhubungan dengan namja sepertinya. Kau tahu kan Jinki Hyung, Key itu namja seperti apa? Emosinya itu mengerikan! Kalian masih ingat kan, bagaimana Key saat itu dengan Qiannie?!” terang Jonghyun pada Jinki sedikit emosi. Jinki dan Taemin tersentak mendengar pertanyaan Jonghyun yang mulai mengungkit kejadian itu. Kejadian yang sempat mereka lupakan. Namun sekarang, kejadian itu seakan muncul lagi ke permukaan. Jinki mulai menanggapi perkataan Jonghyun dengan wajah serius walaupun dia masih terlihat tenang di tempatnya. Sedangkan Taemin justru ikut merasa cemas dibuatnya.

“Sudahlah. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Mungkin saja adikmu bisa membuat Key berubah menjadi namja yang lebih baik. Kita semua kenal Key. Jika dia benar-benar mencintai seseorang, dia tidak akan berani menyakitinya, apalagi menyakiti secara fisik. Berdoalah semoga adikmu adalah yeoja yang sangat dicintainya sekarang ini.” Kata Jinki mencoba bijaksana menenangkan Jonghyun yang gelisah.

“Itu benar, Hyung. Gokjeongmal.. Key Hyung pasti sangat menyukai Shin You Noona.” Hibur Taemin sambil menepuk-nepuk bahu Jonghyun. Jonghyun mencoba tersenyum menanggapinya, namun hatinya masih merasa was-was.

“Tapi Hyung.. Qiannie meninggal karena-” Jinki segera memotong kalimat Jonghyun.

“Anni. Berhenti menganggap Victoria meninggal karena Key. Bukan karena Key, Jonghyun-ah. Bukan kesalahan dia. Victoria meninggal karena dia kecelakaan. Sebelumnya bukankah kita sudah sepakat bahwa kita tidak akan mengungkit masalah ini lagi? Aku tidak mau Key mengingatnya, ini akan membuatnya kembali merasa bersalah dan membuat traumanya kambuh. Sedikit demi sedikit, Key sudah bisa melupakan masa lalunya yang kelam itu dan seharusnya kau bangga, karena Shin You lah yang mungkin bisa membuatnya sembuh. Arrasseo?”

Jonghyun menyerap semua perkataan Jinki ke dalam otaknya dan berusaha meredam kekhawatirannya. Sedangkan salah satu namja yang hanya duduk diam dan mendengarkan pembicaraan mereka hanya bisa tersenyum getir sekarang. Hatinya terasa sakit tapi juga dirinya merasakan ketakutan yang sama seperti yang dirasakan Jonghyun. Bagi Minho, Key belum bisa dikatakan sembuh. Dan satu lagi yang membuatnya tak tenang, dia tak yakin apakah Key benar-benar telah sebegitu cepatnya berpindah hati pada Shin You padahal sebelumnya dia, tidak, bahkan mereka berempat tahu kalau Key sudah lama menyukai Kim Hyeo So.

Pikirannya mulai sibuk memikirkan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Dalam hati Minho merasa menyesal karena malam itu dia pergi begitu saja tanpa melihat apa yang terjadi selanjutnya setelah Key yang tiba-tiba mencium Shin You di taman sekolah.

“Minho Hyung..” suara Taemin langsung melenyapkan lamunannya.

“Hmm?” Minho baru sadar kalau sekarang Key dan Shin You sudah berdiri berada di hadapannya. Sedangkan Taemin duduk persis di sebelah kanannya. Dan di sebelah kirinya ada Jonghyun dan Jinki.

“Annyeonghaseyo.. Joneun Kim Shin You imnida. Mulai sekarang aku akan menjadi manager di klub basket. Bangapseumnida.” Shin You tersenyum sambil membungkukkan badannya. Taemin dan Jinki hanya bisa menganga setelah mendengar apa yang diucapkan yeoja di hadapan mereka itu. Sedangkan Jonghyun dan Minho, hampir saja kedua bola mata mereka lepas dibuatnya.

Key menoleh sekilas menatap wajah yeoja yang berdiri di sampingnya itu sambil tersenyum. Lalu pandangannya beralih menatap Jonghyun.

“Bagaimana Jonghyun Hyung? Bukankah pilihanku tepat menjadikannya manager klub kita yang baru?” kata Key dengan ekspresi datarnya. Shin You menatap Key sinis dari sudut matanya.

“Ne, ne, ne. Jadi.. kau.. benar-benar..??” Jonghyun merasa berat melanjutkan kalimatnya. Ternyata Taemin tak salah memberikannya informasi. Key menatap langsung kedua mata Jonghyun dengan tatapan keheranan. Tapi, sedetik kemudian, Key seperti bisa membaca apa yang sedang dipikirkan Jonghyun terhadapnya dan Shin You. Key menyeringai. Suatu ide nakal muncul dalam benaknya.

“Ne. Aku berkencan dengan adikmu, Hyung. Aku mohon restumu, Jonghyun Hyung. Mungkin kau akan menjadi kakak iparku kelak.” Kini semua mata menatap Key kaget, terlebih-lebih Shin You. Apa sih yang sebenarnya sedang dipikirkannya? Apa maksudnya dengan mengakuiku sebagai pacarnya?? Batin Shin You kesal. Namun Shin You hanya bisa menutup mulutnya. Tak berani bersuara, apalagi saat ini ada kakaknya.

“Pacarku ini akan membantu kita dan klub basket ini. Ide yang bagus bukan? Shin You seorang adik sekaligus pacar yang baik bagi kita. Benar kan, Jonghyun Hyung??” Key menarik bahu Shin You cepat sehingga membuat tubuh yeoja itu menempel pada tubuhnya sendiri. Shin You berusaha melepaskan tangan Key yang menempel erat di bahunya namun Key memaksanya untuk tetap menuruti perkataannya.

Key sengaja memamerkan kemesraan sekedar untuk mengerjai Jonghyun. Key mengerlingkan matanya nakal pada Jonghyun. Dan Jonghyun sudah tak sadarkan diri karena merasa terlalu shock. Taemin dan Jinki sibuk menyelamatkan Jonghyun. Namun Minho memilih pergi meninggalkan lapangan basket indoor itu karena batinnya serasa dicabik-cabik jika dia terus berada di dalam lapangan.

@@@

“Apa maumu, Key?! Kau sampai membuat Jonghyun Oppa pingsan, tahu! Bercandamu sungguh kelewatan.” Shin You setengah membentak pada Key. Sekarang mereka sedang berjalan berdampingan menyusuri trotoar kota Seoul, bermaksud pulang ke rumah masing-masing. Tapi entah bagaimana awalnya, sekarang mereka justru seperti sepasang kekasih sungguhan yang sedang pulang bersama.

 Shin You menuntun sepedanya dengan raut wajah yang kesal. Sedangkan Key sedang sibuk menutupi tawanya. Entah kenapa hal tidak wajar yang beberapa saat  lalu dia lakukan sampai membuat Jonghyun tak sadarkan diri itu membuatnya senang hari ini. Apalagi setelah melihat reaksi Jonghyun dan adiknya itu.

“Hei.. Kau mendengarku tidak? Aiish.. Key paboya!” Shin You semakin merasa kesal karena rasa penasarannya tak kunjung terjawab dan terlihat kalau Key sengaja menyembunyikannya. Shin You menuntun sepedanya lebih cepat, berniat meninggalkan Key.

“Shin You-ah.. Ayo, kita pacaran sungguhan saja!” teriak Key tanpa diduga.  Shin You terhenyak seketika. Badannya seolah membeku begitu saja. Nafasnya tercekat. Apa yang barusan Key katakan bahkan tak pernah berani ia bayangkan sebelumnya. Apakah ini nyata? Atau hanya tipuan Key belaka??

Shin You perlahan mencoba membalikkan tubuhnya dan ketika tubuhnya sudah menghadap ke arah yang berlawanan dengan sempurna, Key sudah berada tepat di depannya dengan senyum khasnya. Shin You sempat kaget sesaat.

“Mworago??” Akhirnya kata tanya itu bisa terlontar juga dari bibir Shin You.

“Aku serius. Jadilah yeojachingu-ku. Aku pastikan kau tidak akan merasa rugi. Aku sudah menyiapkan rencana yang akan kita lakukan nanti.” Key mengedipkan satu matanya dan sedetik kemudian perlakuan manis Key itu seperti menyihir Shin You hingga ia tak sadar telah menganggukan kepalanya. Pipinya pun seketika merona.  Dan Key menganggapnya sebagai jawaban yang positif. Tapi, ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Apa yang dimaksud Key dengan dirinya yang telah menyiapkan rencana?? Batin Shin You heran.

Key lantas menggenggam satu tangan Shin You dan satu tangannya lagi dia gunakan untuk menuntun sepeda mini milik Shin You. Dan sudah barang tentu perlakuan manis Key yang ke sekian kalinya ini membuat detak jantung Shin You berdetak lebih cepat. Karena memang tak bisa Shin You pungkiri, perasaan sukanya pada Key memang masih tertinggal di dalam hatinya. Walaupun dia juga bisa merasakan, apa yang dilakukan Key padanya saat ini bukan semata-mata karena Key telah jatuh cinta kepadanya. Dia yakin bukan. Tapi, karena apa??

“Kkaja! Hari ini adalah kencan pertama kita. Ke Lotre World, sesuai kesepakatan kita.” Key mengeratkan genggaman tangannya pada tangan mungil Shin You sambil terus tersenyum menatap ke depan. Dan Shin You, kedua matanya tak bisa lepas dari Key. Yeoja itu benar-benar heran dengan perubahan sikap Key akhir-akhir ini. Tapi, walaupun dia merasa senang karena Key sudah bisa bersikap manis dengannya, Shin You sudah pernah memutuskan. Keputusan kalau dia tidak akan pernah berharap lagi pada Key. Shin You benar-benar sedang berusaha menghapus sisa-sisa perasaannya itu meskipun sulit.

@@@

 

@@@

 

“Jinki Oppa.. Kita mau kemana?” tanya Nhaena ketika dia dan Jinki sudah berada di dalam mobil namja itu.

“Ke butik. Kau akan fitting gaun untuk kau pakai di pesta pertunangan kita nanti, Chagiya.” Jawab Jinki tersenyum lengkap dengan sebutan barunya untuk Nhaena. Sekarang Jinki sudah tak merasa sungkan lagi untuk menyebut yeoja di sampingnya itu dengan sebutan khusus, sebagai tanda kalau Nhaena telah menjadi kekasihnya.

“Hah?! Chigeum (Sekarang)?” Nhaena menatap namja yang sudah sibuk mengemudi di sampingnya sedikit tidak percaya.

“Ada apa? Apa kau tak ada waktu hari ini? Lagipula, 3 hari lagi kita sudah harus bertunangan. Dan menurutku, sekarang ini kita sudah cukup terlambat karena baru sempat pergi ke butik dan memilih gaun untukmu.” Terang  Jinki sambil sesekali menoleh di sela-sela aktifitas mengemudinya.

“Aniyo. Gwenchana.” Nhaena semakin bingung dengan perasaannya sendiri sekarang. Semakin hari dia semakin merasa tak nyaman berada di dekat Jinki. Bukan karena Jinki tidak memperlakukannya dengan baik layaknya seorang pacar, namun karena Jinki sudah terlalu baik padanya, Nhaena menjadi tak enak hati dan merasa keputusannya ini terlalu salah. Nhaena merasa tak yakin perasaannya akan berubah menjadi mencintai Jinki. Nhaena takut akan tetap ada Key yang memenuhi hatinya dan itu akan membuat Jinki tersakiti.

@@@

 

@@@

 

“Pilihlah beberapa gaun yang kau suka, Chagiya. Jika perlu semua gaun yang kau pilih akan aku belikan untukmu.” Nhaena mengernyitkan dahinya setelah mendengar perkataan Jinki. Bagaimana bisa dia harus memilih gaun mana yang dia suka kalau semua gaun yang dijual di butik itu telah mencuri hatinya?? Semuanya terlihat cantik, sebanding dengan harganya yang mewah.

Nhaena memang berasal dari keluarga yang berada dan lebih dari berkecukupan, tapi walaupun tampilannya feminim seperti yeoja-yeoja kebanyakan, dia belum pernah membeli gaun seumur hidupnya! Dia tak memiliki banyak koleksi gaun. Hanya satu gaun yang dia punya. Pemberian dari kakaknya, Yurra, saat dia berulang tahun setengah tahun yang lalu. Dan itupun belum pernah dia pakai.

Nhaena memang bukan tipe yeoja yang suka menghabiskan uang hanya untuk membeli barang-barang mahal seperti itu. Dia lebih memilih menghabiskan uangnya untuk membeli snack-snack makanan untuk mengisi perutnya.

“Molla.. Kau saja yang pilih, Oppa. Semuanya bagus. Aku tidak tahu harus pilih yang mana. Dan kau cukup membelikanku satu gaun saja. Jangan boros! Daripada kau membelikanku gaun, lebih baik kau mentraktirku makan saja..” Jinki terkekeh mendengar kata-kata terakhir yeoja yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya itu. Sebenarnya sifat Nhaena yang seperti inilah yang turut membuatnya bisa dengan mudahnya jatuh hati padanya. Yeoja yang unik. Kebanyakan setiap yeoja selalu menghindari makan dan rutin berdiet. Tapi berbeda dengan Nhaena. Feminim, manis, periang, sedikit cerewet dan suka makan. Entah kenapa Jinki sangat menyukai semua sifat yang ada pada diri Nhaena.

“Memangnya di pertunangan kita nanti kau tidak mau memakai gaun yang cantik?” tanya Jinki sambil  mengacak-acak puncak kepala Nhaena. Nhaena hanya menggembungkan pipinya.

“Ah! Aku tahu!” Sebuah ide muncul bagaikan lampu bohlam yang tiba-tiba sudah menyala terang di atas kepala Nhaena.

“Tahu apa?” tanya Jinki lagi yang sudah berada di sisi lain, sibuk melihat-lihat gaun-gaun indah yang dipakaikan pada beberapa patung yang terpajang di butik itu. Nhaena mendekat pada Jinki dan menepuk lengan namja itu pelan, membuat Jinki mengalihkan pandangan matanya pada gadis manis itu.

“Kita tidak perlu membeli gaun lagi. Aku punya satu di rumah. Pemberian dari Yurra Eonni. Itupun aku belum pernah memakainya. Aku pakai itu saja ya? Eotthe?” Jinki tampak berfikir setelah mendengar kata-kata Nhaena.

“Baiklah. Pakai yang itu saja. Aku yakin gaun itu akan membuatmu semakin cantik. Dan pasti Yurra akan merasa senang karena gaun pemberiannya kau pakai di acara penting kita nanti. Kkaja, kita pergi kencan saja!” Jinki menggenggam tangan Nhaena dan membawa yeoja itu keluar dari butik bersamanya. Jinki membukakan pintu mobil untuk Nhaena, dan mempersilakan yeoja itu masuk. Setelah menutup pintu mobil itu, Jinki memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya di sisi yang berlainan dengan Nhaena.

“Lalu, kenapa kau tidak membeli jas, Oppa? Bukankah tadi itu kita bisa sekalian memilihkan jas yang bagus untukmu?” Nhaena bertanya ketika mobil Jinki sudah mulai melaju perlahan membawa mereka ke tempat tujuan selanjutnya.

“Aniyo. Masalah itu sudah dibereskan oleh Eomma-ku. Kau tahu, bahkan Eomma-ku sangat bersemangat menyiapkan pesta pertunangan kita nanti.” Jinki tersenyum senang setelah mengingat apa-apa saja yang sudah disiapkan oleh Eomma-nya beberapa hari ini demi pesta pertunangannya dengan Nhaena. Termasuk masalah memilihkan jas, tentu saja itu tidak akan mungkin sampai dilupakan oleh Eomma-nya. Bahkan sehari setelah Jinki memberitahukan orangtuanya kalau dia ingin bertunangan dengan Nhaena, Eomma-nya itu sudah membelikannya jas dan menggantung jas itu di kamar Jinki.

Nhaena memaksakan seulas senyum mengembang di kedua sudut bibirnya. Seharusnya dia merasa senang sekali karena respon orangtua Jinki padanya sangat baik dan sangat mendukung hubungannya dengan Jinki. Tapi kenapa jauh di dalam hatinya ada perasaan tidak nyaman yang selalu menganggu pikirannya??

@@@

 

@@@

 

Aita baru akan pulang ketika jam dinding perpustakaan sudah menunjukan pukul 3 sore waktu korea selatan. Dari pulang sekolah tadi Aita memang sengaja datang ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku sekedar mengisi waktu luangnya. Entah kenapa suasana rumah yang tidak nyaman membuatnya merasa kesepian. Ayah tirinya, yang tidak lain adalah Appa-nya Key, adalah seorang yang workaholic. Beliau sudah 3 bulan ini pergi ke New York untuk menyelesaikan bisnis barunya di sana dan sama sekali belum pulang ke Seoul. Dan itu artinya selama 3 bulan ini dia selalu tinggal seatap dengan kakak tirinya, Key, yang tidak pernah bersikap ramah dengannya.

Aita keluar dari perpustakaan setelah sebelumnya dia berpamitan dulu kepada penjaga perpustakan dengan sopan dan tersenyum seperti biasanya. Aita memang cukup sering datang ke perpustakaan untuk membaca beberapa novel berbau fantasi. Menurutnya gaya bahasa dan cara pengarang dalam menyampaikan gagasan dan cerita dari novel fantasi itu sangatlah menarik dan unik.

Aita melewati koridor-koridor kelas yang sudah sepi hingga ia mendengar sebuah suara yang baru-baru dikenalnya dari dalam ruang kesehatan. Suara seorang namja. Tapi bedanya saat ini suara namja itu terdengar begitu merdu dan seperti sedang menyanyikan sebuah lagu. Sayup-sayup terdengar suara petikan senar gitar akustik yang mengalun lembut mengiringi suara merdu tadi.

 Tanpa sadar Aita telah membawa kakinya masuk ke dalam ruang kesehatan itu dan menemukan sosok seorang namja yang tengah duduk di atas ranjang kesehatan membelakanginya. Namja itu duduk sambil memainkan gitar, dan menghadap ke jendela yang terbuka lebar sehingga angin yang masuk dari luar berhembus menabrak gorden yang tergantung sempurna di samping jendela kaca itu.

Aita mendekat, semakin mendekat. Suara namja yang bergabung dengan suara petikan gitar itu semakin terdengar merdu baginya. Siapa dia? Siapa namja itu? Pikir Aita.

Namun tiba-tiba suara merdu itu hilang. Suara merdu namja itu beserta dengan suara petikan gitarnya tak terdengar lagi di telinga Aita. Namja itu baru saja menghentikan nyanyiannya. Dan karenanya, Aita sadar bahwa kehadirannya yang telah membuat namja yang masih duduk membelakanginya itu terusik.

“Ah, mianhamnida. Silakan lanjutkan permainanmu. Aku akan pergi.” Aita segera membalikkan tubuhnya dan akan melangkahkan kakinya ke luar dari ruangan itu.

“Apa kau datang mencariku untuk menanyakan kapan aku bisa menjadi tutormu, Aita-ssi?” Tutor? Jangan-jangan namja itu adalah… Aita segera membalikkan tubuhnya dan dugaannya benar. Jonghyun sudah setengah berbalik badan ke arahnya dan tersenyum ke arahnya. Aita membalas senyuman Jonghyun dengan senyumannya juga.

“Ne. Kapan kau akan menjadi tutorku, Seonsangnim?” Gelak tawa pun mengisi ruangan putih itu.

“Aku siap kapan saja.” Jawab Jonghyun menanggapi gurauan Aita. “Keundae, ada satu permintaan dariku.” Jonghyun berdiri dari duduknya dan berjalan dengan tangan kanannya yang ia gunakan untuk membawa gitar. Jonghyun berjalan perlahan ke arah Aita dan menatap yeoja itu lekat-lekat. Hingga saat Jongyun sudah berdiri berhadap-hadapan dengan Aita, Jonghyun masih belum bisa melepaskan pandangannya yang penuh arti itu.

DEGH DEGH DEGH!

Tatapan Jonghyun terlihat teduh dan berbeda dari yang Aita pernah lihat sebelumnya. Tatapan itu sedikit menggetarkan hati Aita. Aita menjadi salah tingkah dibuatnya. Kedua bola mata yeoja itu bergerak-gerak cepat melihat ke arah lain, tak berani membalas tatapan Jonghyun yang terasa aneh baginya.

“Temani aku sebentar jalan-jalan, oke? Kkaja!” Kata Jonghyun akhirnya yang sudah menarik tangan Aita, sehingga mau tak mau Aita ikut bersamanya.

@@@

 

@@@

 

“Taemin Oppa! Hyung Sae Oppa! Tunggu aku..” Hyeo So tergopoh-gopoh mengejar langkah-langkah cepat kedua namja di depannya yang terlihat menjaga jarak satu sama lain. Kedua namja itu berjalan berdampingan namun kedua namja itu terpisahkan oleh jarak yang agak jauh. Dan jelas itu membuat Hyeo So kebingungan dibuatnya. Hyeo So berhenti di tempatnya dan otaknya mulai berpikir, bagaimana cara mengakurkan kedua kakak-beradik itu barang sedetik saja.

Hyeo So tak kunjung mendapatkan akal dan kedua namja itu pun semakin terlihat menjauh darinya. Hyeo So kelabakan dan berlari lagi mengejar mereka. Dan karena banyaknya orang yang berlalu-lalang di sekitarnya karena itu adalah tempat rekreasi umum, Hyeo So sedikit kesulitan mengejar langkah-langkah Taemin dan Hyung Sae.

BRUK!

“AUWW!” Yeoja itu berteriak keras lalu meringis kesakitan ketika satu lututnya membentur lantai tempat rekreasi Lotre World itu. Dan luka lecet di lututnya itu sedikit membuat darah keluar dari sana. Hyeo So terduduk lemas sendirian di tengah orang-orang yang hanya sekilas melihatnya lalu tak mengacuhkannya lagi, seakan tak peduli dengan keadaannya. Setitik cairan bening menetes dari matanya.

Tiba-tiba sebuah tangan terjulur ke arahnya. Hyeo So tersenyum senang dan segera menerima juluran tangan seseorang itu. Yeoja itu perlahan bangkit berdiri lalu sibuk membersihkan seragam sekolah yang dipakainya yang terlihat sedikit kotor. Saat yeoja itu mengangkat wajahnya, yeoja itu sedikit tersentak melihat siapa yang baru saja membantunya.

“Key Sunbae..” ucapnya lirih.

@@@

 

@@@ 

Note:

Lee Taemin adalah Lee Hyung Sae dan Lee Hyung Sae adalah Lee Taemin Di part sebelumnya sudah diceritakan kalau mereka adalah saudara kembar yang telah lama terpisah, tetapi salah satu di antara mereka salah paham dan membenci saudaranya. Jadi di setiap percakapan-percakapan mereka nanti di bawah ini atau di part-part selanjutnya, jika saya menuliskannya “Taemin” maka dia adalah Hyung Sae yang sebenarnya, dan jika saya menuliskannya ”Hyung Sae” maka dia adalah Taemin yang sebenarnya.

 

“Kenapa kau juga ikut kemari, huh?” omel Taemin pada Hyung Sae ketika mereka baru saja memasuki gerbang Lotre World bersama Hyeo So.

“Lho? Hyeo So yang mengajakku kemari. Aku tidak berniat menganggu kencan kalian kok.” Jawab Hyung Sae santai. Hyung Sae berjalan sambil menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku celana seragamnya, sedangkan Taemin berjalan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

 Kedua kakak-beradik kembar itu sama-sama terlihat tampan, walaupun dari segi penampilan dan sifat jauh berbeda. Belum lama ini Hyung Sae mewarnai rambutnya. Hyung Sae terlihat sedikit mencolok dengan model dan warna rambut pendek berwarna terang lengkap dengan aksesoris lain berwarna senada yang dikenakannya. Tak lupa beberapa pearcing juga menghiasi telinga kiri dan kanannya. Terlebih lagi jas sekolahnya yang sudah sempurna dia sampirkan di salah satu bahunya.

Kesan bad boy memang lebih ditampilkan pada diri seorang Hyung Sae dibanding Taemin yang lebih rapi dalam berpakaian dengan rambut sedikit panjang berwarna hitam pekat dan tanpa pearcing yang menghiasi telinganya. Taemin lebih terlihat sebagai namja baik-baik dan dewasa jika dilihat dari pandangan orang lain yang melihat mereka. Tapi justru Taemin lah yang masih belum bisa menghilangkan sifat kekanak-kanakannya.

“Cih..” Taemin mempercepat langkahnya, meninggalkan Hyung Sae yang berjalan di sampingnya dengan kesal. Siapa juga yang kencan, huh?! Batin Taemin kesal dalam hati. Hyung Sae hanya tersenyum melihat sikap Taemin, adik kembarnya itu. Hyung Sae ikut mempercepat langkah kakinya hingga kini dia berhasil menyejajarkan langkahnya dengan langkah Taemin. “Apa kau yang merencanakan ini?!” tanya Taemin lagi dengan nada ketusnya.

“Anni. Tiba-tiba saja Hyeo So memintaku untuk datang ke sini langsung setelah jam pulang sekolah.” Kata Hyung Sae masih bersikap santai dan tenang dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan adiknya itu. Beberapa saat mereka terdiam. Hingga sesuatu mengingatkan mereka secara bersamaan.

“Astaga! Kim Hyeo So!” “OMO, Hyeo So!” Hyung Sae dan Taemin sama-sama baru teringat pada Hyeo So yang ternyata sudah tidak bersama dengan mereka lagi sekarang. Hyeo So tertinggal jauh di belakang mereka dan mereka baru sadar. Reflek kedua kakak-beradik itu berbalik arah dan berlari bersamaan mencari keberadaan Hyeo So.

@@@

 

@@@

 

Entah apa yang membuat Minho melangkahkan kakinya hingga sekarang dia berada di Lotre World seorang diri saja. Pikirannya seakan kosong. Minho sedikit kehilangan arah dan tujuan.

 

Semenjak pengakuan Key di lapangan basket kalau Key sudah resmi berpacaran dengan Shin You beberapa jam yang lalu, Minho menjadi semakin gelisah. Terlebih lagi ketika Jonghyun mengungkit masalah Key dengan Victoria. Jelas saja Minho menjadi merasa khawatir nasib Shin You akan sama seperti nasib Victoria dua tahun yang lalu.

Pikiran Minho melayang, mengingat kembali kejadian itu. Saat itu Jinki baru duduk di kelas tahun tahun pertama di senior high school, Jonghyun duduk di kelas tahun ketiga junior high school, Key dan Minho juga masih berada di kelas tahun kedua junior high school, sedangkan si bungsu Taemin baru saja diterima menjadi siswa baru di sekolah yang sama dengan Key dan Minho.

Sosok Key dua tahun yang lalu adalah sosok Key yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Key yang dulu adalah Key yang tidak pernah menampakkan sikap dinginnya kepada siapapun. Key yang dulu lebih disukai oleh banyak yeoja. Key yang dulu adalah seorang Ketua Presiden Siswa, sedangkan Minho adalah wakilnya. Mereka berdua adalah sepasang sahabat yang sangat akrab. Dan karena mereka seumuran dan lahir di tahun 1991, maka semua orang di sekolah itu mengenal mereka sebagai 91line’s couple. Dan yeoja yang bernama Victoria itu adalah yeoja yang juga satu angkatan dengan mereka dan menjabat sebagai sekretaris dalam organisasi kesiswaan yang diketuai oleh Key itu.

Singkat cerita, Key dan Victoria jatuh cinta dan mereka memutuskan untuk berpacaran. Untuk beberapa waktu, hubungan mereka terlihat baik-baik saja. Namun tak lama setelah itu, Victoria terlihat dekat dan semakin dekat dengan Minho dalam setiap pekerjaannya sebagai sekretaris. Dan itu membuat Key merasa cemburu.

Karena rasa cemburu dan menganggap Minho sebagai sahabat yang telah mengkhianatinya,  akhirnya Key merasa emosi dan tanpa pikir panjang menyetujui tawaran teman sekelasnya yang mengajaknya untuk mengikuti Imaginating Meeting (Kencan Buta) dengan siswi-siswi dari sekolah lain. Key terjebak. Dia tidak sadar kalau teman sekelasnya itu sebenarnya menyiapkan rencana buruk untuknya demi menyingkirkan Key dari jabatannya sebagai Ketua Kepresidenan Siswa. Key mabuk dan teman sekelasnya itu membawanya masuk ke dalam hotel dan membayar seorang yeoja untuk bisa dijadikan obyek foto bersama Key seolah Key tertangkap basah tengah tidur bersama seorang yeoja di suatu kamar hotel.

Tanpa disangka-sangka, keesokan harinya di sekolah mereka beredar foto-foto Key bersama yeoja itu. Bahkan foto-foto itu sampai ditempel di papan pengumuman yang ada di setiap koridor kelas sehingga semua murid bisa melihatnya dengan jelas.

Kepala sekolah dan guru-guru marah dan tidak bisa menerima penjelasan dari Key. Key diturunkan dari jabatannya sebagai Ketua Kepresidenan Siswa dan dikeluarkan dari sekolah. Dan parahnya lagi, Victoria mempercayai itu semua dan memutuskan hubungannya dengan Key. Namun Key merasa tidak terima dan akhirnya menyangkut-pautkan masalah kecemburuannya pada Victoria dengan Minho dan membentak Victoria hingga Victoria juga emosi dan memutuskannya. Victoria berlari meninggalkan Key dan Key mengejar Victoria. Hingga akhirnya Victoria tertabrak mobil pengangkut barang ketika terburu-buru menyeberang jalan. Victoria meninggal di tempat. Darah mengucur deras dari belakang kepalanya dan dari mulutnya. Key melihat semua kejadian itu dengan kedua matanya sendiri. Key melihat Victoria meninggal di depannya secara langsung. Semuai itu membuat Key mengalami traumatis.

Sepeninggal Victoria, Key menjadi pendiam, mengurung diri di kamar dan tidak mau melanjutkan sekolah di sekolah baru yang sudah didaftarkan Appa-nya. Emosinya menjadi sangat labil dan kadang tiba-tiba saja dia membanting semua barang-barang di sekitarnya. Key juga membenci Minho. Hubungan persahabatan di antara mereka pun hancur.

Semakin hari kelakuan Key semakin seperti orang gila saja. Kadang Key berbicara sendiri, kadang dia menangis dan tertawa sendiri. Hingga akhirnya, ayahnya terpaksa membawa Key ke luar negeri dan mengobatinya di sana. Setengah tahun kemudian Key kembali dengan sifat dan sikap jauh sangat berbeda. Key memang sudah tidak lagi berkelakuan aneh seperti orang gila. Tetapi dia menjadi pemarah, pendiam, dan tidak ingin berhubungan dengan yeoja manapun.

Hingga sekarang Key masih menganggap Minho sebagai pengkhianat. Padahal kejadian yang sebenarnya adalah Minho tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Victoria. Begitu pun Victoria yang hanya bisa mencintai Key. Kedekatan Victoria dengan Minho hanya sebatas pertemanan biasa saja dan karena urusan pekerjaan.

@@@

@@@

 

Minho menghentikan langkahnya. Satu tangannya terangkat untuk memijat pelipisnya. Bayangan-bayangan kejadian masa lalu yang menyakitkan itu sekarang sempurna telah berada dalam ingatannya.

Minho mengedarkan pandangannya ke sekitar. Minho baru sadar, tempat semenyenangkan yang didatanginya itu tidak sebanding dengan perasaannya yang kacau-balau sekarang. Minho memutuskan untuk pulang.

Namun saat Minho berbalik, dia melihat Jinki dan Nhaena tengah berjalan ke arahnya. Jinki melambaikan tangannya tinggi-tinggi memberikan isyarat pada Minho. Minho mencoba tersenyum dan berjalan menghampiri mereka.

“Wah.. First date ya, Hyung?” goda Minho ketika mereka bertiga sudah berdiri berhadap-hadapan.

“Haha.. Ya gitu deh. Sebelum kita resmi ditunangkan, dan Nhaena resmi menjadi tunanganku, aku ingin merasakan bagaimana rasanya berkencan dengannya sebagai pacar.” Jinki melirik Nhaena yang langsung menatapnya bingung.

“Aigoo, Hyung.. Apa bedanya pacar dengan tunangan? Pacaran dengan tunangan kan sama-sama belum ada ikatan pernikahan. Tentu saja rasanya sama. Aneh sekali kau..” cibir Minho. Sedangkan Jinki hanya tertawa tidak jelas menanggapinya.

“Sudah-sudah. Oppa, aku ingin beli eksrim. Ke sana yuk?” Nhaena menarik tangan Onew dan membawanya ke kedai eskrim. Minho pun mengurungkan niatnya untuk pulang dan memilih untuk menjadi saksi first date kakaknya itu.

“Lho?? Nhaena Sunbae?” seorang yeoja yang juga sedang memesan eskrim menepuk pundak Nhaena tiba-tiba.

“Shin You-ssi??” Nhaena mengangkat satu telunjuknya dan mengarahkannya pada Shin You. Jinki dan Minho pun tak menyangka akan bertemu dengan Shin You di tempat ini.

“Wah, kok bisa kebetulan seperti ini ya?” tanya Jinki dan Shin You hanya tersenyum. Shin You baru menyadari kehadiran Minho dan Shin You mencoba tersenyum. Tetapi Minho justru membuang muka. Shin You sedikit merasa sedih karena semenjak malam pertandingan basket itu, Minho memang terlihat menjaga jarak dengannya. Biasanya setiap pagi, di kelas, namja itu selalu menyapanya atau menanyakan tugas. Shin You merasa dia memiliki kesalahan pada Minho. Tapi Shin You sepertinya masih belum sadar apa yang membuat Minho berubah seperti itu terhadapnya.

Nhaena dan Jinki memesan dua eskrim cokelat untuk Jinki dan Minho lalu satu eskrim strawberry untuk Nhaena. Sedangkan Shin You sedari tadi memang sudah menggenggam dua eksrim vanilla dengan dua tangannya.

“Kau memesan dua eksrim, Shin You-ah?” tanya Jinki.

“Yang satunya lagi untuk siapa?” tanya Jonghyun tiba-tiba. Namja itu bersama dengan Aita  dan kini  sudah berada di hadapan mereka berempat.

Jinki, Minho dan Shin You sontak membelalakan mata mereka lebar-lebar. Mereka merasa tak percaya sekarang Jonghyun sudah menggaet yeoja lain bersamanya. Terlebih lagi Shin You. Shin You tak menyangka, Aita, sahabatnya, bisa termakan oleh rayuan gombal kakaknya sendiri yang dicap sebagai playboy sejati. Nhaena bingung melihat orang-orang di sekitarnya yang hanya diam saja sambil menatap Jonghyun heran tanpa berkedip sedikitpun.

“Dorr!!” Nhaena mengagetkan semuanya dengan kata-katanya. Mereka berhasil kembali ke alam sadar mereka sekarang.

“Oppa! Apa yang kau lakukan dengan Aita, huh?!” bentak Shin You pada Oppa-nya, Jonghyun. Merasa keselamatan dirinya terancam, Jonghyun berlari kabur sambil sesekali menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya menggoda Shin You yang terus mengejarnya.

“Ada-ada saja mereka..” komentar Jinki sambil menjilat eskrim miliknya. Nhaena dan Minho mengangguk setuju.

“Aita-ssi, apakah kau telah dirayu oleh Jonghyun?” tanya Jinki tiba-tiba membuat Aita bingung.

“Maksudnya dirayu yang seperti apa ya? Jonghyun-ssi bukan pacarku. Dia adalah tutorku dalam bermain piano. Dia yang akan mengajariku.” Jelas Aita dan disambut dengan anggukan tanda mengerti oleh ketiga manusia di hadapannya.

“Syukurlah Jonghyun Hyung tidak melancarkan aksinya lagi.” Kata Minho lalu menjilat eskrimnya. Mereka berempat berjalan bersama mencari Jonghyun dan Shin You yang sudah entah hilang bermain kejar-kejaran kemana.

@@@

 

@@@

 

“Kau tidak apa-apa?” tanya Key sambil tersenyum ramah, sesaat setelah Hyeo So memanggil namanya.

“Ne gwenchanayo.” Jawab Hyeo So sekenanya. “Gomawo sudah menolongku.”

“Kau sendirian?” tanya Key lagi.

“Anni. Aku bersama Taemin Oppa dan Hyung Sae Oppa. Tapi aku kehilangan jejak mereka.” Kata Hyeo So sambil menghapus air matanya.

“Kau menangis?” Reflek Key membungkuk dan mencondongkan tubuhnya ke arah Hyeo So dan agak menolehkan kepalanya ke samping untuk memastikan penglihatannya apakah benar yeoja itu menangis atau tidak. Hyeo So menunduk menutupi bekas tangisannya.

Sedetik kemudian, Key meletakkan kedua tangannya di kedua pipi yeoja itu, menghapus air mata yang masih membekas di pipi Hyeo So dalam jarak yang sangat dekat.

@@@

 

@@@

 

Shin You terus mengejar Jonghyun sampai matanya menangkap sesosok namja yang sangat dikenalnya sedang bersama seorang yeoja. Shin You menghentikan langkahnya dan fokusnya sudah beralih pada namja itu.Merasa ada yang aneh dengan sikap dongsaeng-nya yang sudah berhenti mengejarnya, Jonghyun lantas berjalan mendekati adik perempuan satu-satunya itu dengan keheranan.

Shin You terus memperhatikan namja itu dan hatinya merasa sakit ketika dia sadar kalau namja itu adalah Key dan sekarang dilihatnya Key sedang bermesraan dengan yeoja itu. Bahkan Key berani mencium yeoja itu di depannya.

Jonghyun tersentak ketika dilihatnya adiknya itu menangis dan menutupi mulutnya dengan satu kedua tangannya. Eskrim yang digenggam oleh Shin You dua-duanya telah jatuh berserakan di tanah.

Jonghyun akhirnya pun mengikuti arah pandangan mata Shin You dan menemukan Key yang tak jauh berada di depannya tengah mencium seorang yeoja!

Minho, Aita, Jinki dan Nhaena yang baru saja datang menghampiri Jonghyun dan Shin You langsung kaget begitu melihat kejadian itu. Terlebih-lebih Nhaena. Matanya mulai memerah dan terasa panas. Jinki yang menyadari perubahan ekspresi pada wajah Nhaena hanya bisa tersenyum getir. Dia sadar, perasaan Nhaena pada Key masih belum juga hilang.

Di sisi lain, melihat Shin You yang sudah menangis, Minho reflek berjalan mendekati Shin You dan dari belakang satu tangannya segera menutup kedua mata Shin You, sehingga Shin You tak bisa melihat kejadian yang menyakitkan di depannya itu lebih lama lagi.

Sepersekian detik kemudian Minho memutar tubuh Shin You sehingga Shin You kini menghadap ke arahnya dan Minho langsung memeluk tubuh yeoja itu erat.

“Sssstt.. Uljima, Shin You-ah. Key tidak benar-benar mencintaimu. Kau tidak perlu menangisi namja itu.” Shin You membalas pelukan Minho dan tangisnya pecah dalam pelukan Minho. Minho hanya bisa bertampang sedih mendengar suara tangisan yeoja yang dicintainya itu.

Aita memperhatikan Minho dan Shin You lekat-lekat. Hatinya terasa sakit melihat Minho memeluk Shin You seperti itu. Tapi jauh sebelum itu dia sadar bahwa perasaannya pada Minho memang tidak akan terbalas. Aita beralih menatap Jonghyun. Jonghyun terlihat sangat marah saat ini. Dan entah kenapa, Aita lebih ingin menolong Jonghyun untuk mengendalikan emosinya daripada hanya diam saja melihat namja yang disukainya memeluk sahabatnya sendiri.

Kedua tangan Jonghyun terkepal erat. Belum lama tadi di hadapannya, Key berani menyatakan bahwa Shin You adalah kekasihnya. Tapi sekarang, namja itu telah berani mempermainkan hati dongsaeng-nya. Jonghyun merasa tak terima.

Dengan langkah cepat, Jonghyun menghampiri Key dan menarik bahu namja itu kasar. Aita mencoba mencegahnya namun terlambat.

BUGH!

Jonghyun melayangkan satu pukulan tepat di wajah Key. Key tersungkur dan darah segar menghiasi salah satu sudut bibirnya. Key menatap Jonghyun tajam.

“Jonghyun-ssi!” teriak Aita. “Jangan kau lanjutkan lagi. Jebal..” mohon Aita sambil menahan tangan Jonghyun yang bersiap akan memukul Key lagi.

“Andwae! Aku tidak terima dongsaeng-ku disakiti seperti ini, Aita-ssi!” tolak Jonghyun.

“Dongsaeng? Jadi Shin You itu adalah dongsaengmu??” lanjut Aita yang dibalas anggukan kepala Jonghyun.

“Neo wae irrae, Hyung?!” marah Key sambil berusaha bangun. Hyeo So terlihat panik melihat pertengkaran antara kedua namja itu.

“Itu hukuman bagi namja tukang selingkuh sepertimu!!” balas Jonghyun tak kalah kerasnya membuat orang-orang berkerumun memperhatikan mereka.

Taemin dan Hyung Sae yang baru saja datang dan melihat kejadian itu, langsung saja menarik Hyeo So untuk menyingkir sedikit menjauh dari Jonghyun dan Key, takut kalau yeoja itu akan terluka.

“Hyung! Ada apa ini?!” tanya Taemin panik pada Jonghyun.

“Aku akan memberi namja yang satu ini pelajaran!” Jonghyun menarik kerah kemeja seragam Key kuat-kuat.

“Apa maksudmu, huh?!!” Key mencoba melepaskan tangan kuat Jonghyun yang menggenggam kerahnya penuh emosi. Jonghyun akhirnya melepaskan tangannya dari kerah Key kasar, membuat Key hampir saja kehilangan keseimbangannya. Tanpa diduga, tenaga Jonghyun jauh lebih besar dibanding tenaga Key.

“Lihat itu!” Jonghyun menunjuk ke belakang dengan satu tangannya. Semua orang pun reflek mengikuti kemana arah tangan namja itu menunjuk. Begitupula dengan Key, Taemin, Hyung Sae dan Hyeo So.

Key melihat Minho memeluk seorang yeoja sambil menatapnya marah. Lalu yeoja yang dipeluk Minho itu berlari pergi sambil menangis dan Minho mengejarnya.

Key tersentak. Dia yakin yeoja itu Shin You. Tapi kenapa Shin You menangis dalam pelukan Minho? Dan kenapa Minho menataku penuh amarah dan rasa kecewa seperti itu? Batin Key.

“Kau masih belum mengerti juga, huh?! Shin You melihatmu berciuman dengan Kim Hyeo So! Kami semua melihatnya!” Key lagi-lagi tersentak. Begitupula Taemin, Hyeo So dan Hyung Sae.

“Aku tidak-“ Jonghyun langsung memotong kalimat Key.

“Tidak apa, huh?! Jelas-jelas kami semua melihatnya. Banyak saksinya! Aku, Minho, Aita, Jinki dan juga Nhaena! Kau pikir kau sedang apa tadi, huh?!” Key semakin bingung dengan ucapan-ucapan Jonghyun.

“Shin You tidak mencintai aku, Jonghyun Hyung! Shin You mencintai Minho. Dia dulu pernah mengatakan hal itu padaku. Aku tidak benar-benar berkencan dengannya. Sebenarnya aku hanya ingin mengerjaimu saja dengan mengakuinya sebagai pacar.”

BUGH!

Satu pukulan keras mendarat lagi di pipi mulus Key.

“MWORAGO?! Kau berani bertindak sekonyol itu, Key?! Baik, terima kasih telah mempermainkan dongsaeng-ku! Tapi ini sudah cukup. Aku tidak mau kau mengusik kehidupan Shin You lagi! Shin You itu mencintaimu! Kalau tidak, kenapa dia menangis ketika melihatmu bersama Hyeo So tadi, huh?! Paboya! Aku takkan membiarkan adikku menjadi Qiannie, menjadi Victoria yang kedua! Ingat itu, Key! Kau benar. Aku lebih menginginkan Shin You mencintai Minho daripada kau!” Jonghyun berlalu pergi meninggalkan Key yang masih mematung di tempatnya. Aita hanya bisa mengejar Jonghyun yang sedang tak bisa mengendalikan emosinya itu.

Key mencerna setiap perkataan Jonghyun. Shin You mencintai aku?? Apa itu benar? Lalu, kenapa Jonghyun Hyung mengungkit masalah Victoria?? Pikir Key.

“Kau bodoh, Hyung! Apa mata dan hatimu itu sudah tertutup rapat sehingga kau tidak menyadari perasaan Shin You padamu? Kkaja, kita pergi, Hyeo So-ah, Hyung Sae Hyung!” Taemin, Hyeo So dan Hyung Sae pergi meninggalkan Key. Orang-orang yang berkerumun di sekitar Key pun satu per satu meninggalkan tempat itu.

“Jauhi dia, Key-ah.. Jika kau hanya akan membuatnya terluka. Aku rasa Minho adalah namja yang lebih baik untuknya.” Kata Jinki yang sudah berada di sampingnya.

“Kim Kibum! Kau benar-benar hobi ya menghancurkan hati yeoja??” Nhaena berlari pergi sambil menangis dan Jinki menyusulnya.

@@@

 

@@@

 

Tiga hari setelah kejadian itu…

 

Pertunangan Jinki dan Nhaena pun dilangsungkan. Tentunya dengan sangat meriah. Semua relasi kerja, keluarga, wartawan serta sahabat orangtua Jinki dan Nhaena pun diundang. Tak terkecuali Jonghyun, Shin You, Minho, Key, Taemin, Yurra, Hyung Sae, dan Hyeo So. Namun semenjak kejadian hari itu, semua orang seperti menjauhi Key. Terlebih lagi Shin You. Terlihat sekali yeoja itu kerap menjaga jarak dengan Key. Bahkan untuk menatap Key saja yeoja itu malas. Minho dan Jonghyun juga terus mengingatkan Shin You untuk tidak berhubungan lagi dengan Key. Jonghyun masih belum bisa menerima perlakuan Key terhadap adiknya itu.

Pada setiap kesempatan, Key selalu mencuri pandang ke arah Shin You. Rasa bersalah dan penasaran kenapa Shin You berubah sikap terhadapnya terus membuatnya ingin memperhatikan Shin You. Namun Shin You terus bersikap dingin dan tak mengacuhkan kehadirannya.

Shin You mengenakan gaun terusan berwarna ungu tua yang memperlihatkan bahu dan leher jenjangnya. Rambut cokelatnya yang panjang dia biarkan terurai begitu saja. Jelas saja itu yang menyita perhatian Key. Baru kali ini Key melihat Shin You yang menanggalkan kesan tomboynya dan berdandan semanis itu. Sejak awal, pandangan mata Key terus tertuju pada Shin You.

Minho yang menyadari hal itu lalu berusaha menjauhkan Shin You agar tak tertangkap oleh kedua bola mata Key lagi. Dan entah kenapa, saat Key melihat Shin You begitu akrab dengan Minho, hatinya sedikit memanas.

Kembali ke pesta pertunangan Jinki dan Nhaena. Sepasang mempelai itu terlihat sangat serasi. Nhaena menggunakan gaun pendek selutut kuning dengan sedikit renda-renda putih yang menghiasi kedua bahunya. Dia atas puncak kepalanya ada sebuah tiara berwarna silver yang sangat cantik. Sedangkan Jinki menggunakan jas berwarna hitam dan terlihat sangat bahagia malam itu.

Pesta berlangsung lancar dan meriah. Banyak undangan yang datang. Hall room tempat diadakannya pesta itu semakin terlihat mewah dan megah dengan hiasan-hiasan dan dekorasi bunga yang sedemikian rupa ditata di tempat itu.

Tiba pada inti acara dimana mempelai pria yaitu Jinki menyematkan cincin di jari manis sebelah kiri milik Nhaena. Jinki mengenggam tangan Nhaena dan menyematkan cincin emas berwarna silver dengan hiasan batu safir putih di tengahnya itu pada pada jari manis Nhaena. Di sisi dalam cincin itu terdapat ukiran nama ‘Lee Jinki 21-10-11’. Nhaena pun menyematkan cincin miliknya dengan model yang sama di jari Jinki yang terukir tulisan ‘Han Nhaena 21-10-11’.

Tepuk tangan riuh membahana setiap sudut hall room itu. Para wartawan langsung berebut memotret pasangan bahagia itu untuk dijadikan sebagai gambar cover halaman pertama di tabloid atau Koran sebagai headline yang akan beredar besok pagi.

Yurra memperhatikan Jinki dan Nhaena dari kejauhan, di balik tirai di sudut lain. Yurra memandang mereka dengan nanar. Yurra terlihat anggun dengan gaun putih dengan hiasan pita  berwarna krem yang melingkar di pinggangnya. Rambutnya ditata sedemikian rupa dengan hiasan bandana yang terbuat dari kelopak-kelopak bunga lili putih.

“Noona, gwenchanayo?” tanya Taemin yang sudah berada di belakangnya. Yurra menghapus air matanya cepat dan menoleh ke belakang dengan senyum yang sudah merekah di bibirnya.

“Ne. Gwenchana. Ini tangisan bahagia karena akhirnya Jinki memilih adikku. Aku bahagia melihat mereka bersama.” Senyum Yurra terlihat sangat dipaksakan dan Taemin menyadari hal itu.

“Kau tahu Noona? Sekarang ini kau sama saja seperti sedang mempermainkan perasaanmu sendiri.” Tiba-tiba Taemin memeluk Yurra dan mendekapnya erat.

“Ada aku di sini. Ada aku.. Noona tak perlu terus memendamnya. Aku menyukaimu, Noona. Lihatlah aku. Jebal, kau hanya perlu melihatku..” Yurra tetap diam dalam pelukan Taemin. Menangis dalam diam. Hanya air matanya saja yang terus menetes. Sedikit demi sedikit riasan di matanya mulai luntur.

Taemin mengangkat wajah Yurra yang terus menunduk, yang masih menyembunyikan tangisannya. Perlahan Taemin mendekatkan wajahnya dan dengan lembut Taemin mengecup bibir Yurra.

Yurra menerima semua perlakuan manis Taemin. Dia memejamkan kedua matanya. Tapi tetap menangis. Yurra tak sanggup membalas perlakuan manis Taemin. Raganya memang bersama Taemin sekarang. Tapi seolah jiwanya telah dibawa berkelana oleh Jinki entah kemana.

@@@

 

@@@

               

“Kim Hyeo So!” Hyeo So terduduk lemas ke lantai begitu tak sengaja melihat apa yang baru saja Taemin lakukan pada Yurra. Hyung Sae yang juga melihat kejadian itu tidak bisa melakukan apa-apa selain mencoba menenangkan Hyeo So yang tampak shock dan sudah menangis dibuatnya.

“Apa kau.. mencintai adikku?” tanya Hyung Sae hati-hati sambil berjongkok di samping Hyeo So. Hyeo So masih menangis, tak peduli dengan pertanyaan Hyung Sae.

“Hyung Sae Oppa.. Hanya Taemin Oppa lah yang aku miliki di dunia ini. Tak ada yang lain. Aku takut dia akan meninggalkanku.” Kata Hyeo So tiba-tiba di sela-sela tangisnya.

“Apa maksudmu dengan mengatakan kalau Taemin adalah satu-satunya orang yang kau miliki??”

To Be Continue..

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 4”

  1. ANAAAAHHHHH ada apa lagi ini -_-”
    panas boy panas… mumet juga apalagi kalo baca bagian Hyung Sae sama Taemin… hadoh bingung mau bayangin Taemin yang mana karena segala macem bentuk muka Taemin keluar semua ==a #plaks
    Aita ama Jonghyun ajalah… dan itu apaan MInho gue deket-deket Shin You hah? #PLAKKK #BUGH #DUARRR (whaaat?? mingho ‘gue’??? buahahah hoeks#PLAKKK)
    Key.. Key. Aku bingung bayangin mukamu yang mana. Yang pas jaman Helo kah? RDD kah? Lucifer kah? Ekspresimu berubah-ubah sesuai evil! #PAK *maksud?* ==a
    Lanjut lanjut, schedulernya jangan lama-lama dong #PLAKS *dibunuh*

    1. Hahaha.. Haduh, Minho kan penyayang n’ perhatian sama Shin You #plak!!
      Taemin-Hyung Sae kan kembar. Bayangin aja wajahnya Taemin. Whehe.. 😀 #authorgaje
      Aita sama Jonghyun? Hmm.. #ngelus2dagu
      Bayangin aja Key kayak yang di gambar covernya. Itu si pas jaman apa ya? Julliete atau Love Like Oxygen ya?
      Haha.. Sabar menunggu. Nagih sama yang ngejadwalin FFnya aja.. 😉

    1. Haha.. Aku malah ngerasanya lebih banyak yang sedihnya. yang bahagia sedikit . Itu juga kebahagiaan semu jane. Bisa nebak ngga siapa yang aku maksud? 😉
      Kekacauan? Waduh, porak-poranda ya? Haha.. Ne. Sabar menunggu yaa. ^^

  2. waaa.. konfliknya udah semakin memuncak nih. ehehe. btw aku jadi suka ketuker antara taemin sm hyung sae. ehehe. btw.. kisah cintanya rumit bgt yaa~~ aku aja kadang ampe salah masangin si onppa suka sm siapa terus bang jjong suka sm siapa. ehehe. okey mungkin emang otakku ya yg lemot. ehe. okey aku cuma bisa bilang kalo cerita ini BAGUS. dan konflik yg muncul juga complicated. then gamudah ya buat cerita dengan masalah yg serumit ini. aku aja mau nyoba gabisabisa. ehehe *curcol :P. okeh sekian dari komentarku yg panjang dan gaje ini. saya akhiri saja kurang lebihnya mohon maaf. assalamualaikum. bye bye mwah :*

  3. waaa.. konfliknya udah semakin memuncak nih. ehehe. btw aku jadi suka ketuker antara taemin sm hyung sae. ehehe. btw.. kisah cintanya rumit bgt yaa~~ aku aja kadang ampe salah masangin si onppa suka sm siapa terus bang jjong suka sm siapa. ehehe. okey mungkin emang otakku ya yg lemot. ehe. okey aku cuma bisa bilang kalo cerita ini BAGUS. dan konflik yg muncul juga complicated. then gamudah ya buat cerita dengan masalah yg serumit ini. aku aja mau nyoba gabisabisa. ehehe *curcol :P. okeh sekian dari komentarku yg panjang dan gaje ini. byebye :*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s