Dojang In Love [2.2]

DOJANG IN LOVE

Author : @haninoonaminho

cast : han hyeki, choi minho dan kim jonghyun

support cast: lee taemin , han hajin, keybi youngni, Siwon super junior

length : two shoot

genre : friendship, romantic

rating : general

P-15

A.N; annyeonghaseyo ^^ ini FF twoshoot pertama yg aku buat,, cerita ini murni hasil ide ku dan pengalaman serta impian ku ^^. Jadi maaf maaf yah kalau ada bahasa yang kurang sreg atau gg enak mohon di maklumi karna aku masih junior hhe sebenernya aku gak mahir dalam membuat FF tapi di otak ku sudah terlalu banyak ide ide yang harus ku tuangkan.

jangan lupa coment yah ^^ kritik dan saran nya di tunggu lho jangan jadi silent reader juga yah 😀 chek this out>>>>

PART2

****
suara tawa taemin sudah terdengar dari luar kelas dengan wajah kesal aku memasuki kelas melempar tas ku “taemin-ssi” suara bentakan ku mengheningkan suasana kelas yang tadinya ramai.

“owh hyeki-ssi kau sudah datang, mianhae jeongmal mianhae soal yang kemarin itu jeongmal aku tidak tau akan terjadi seperti itu kemarin” setelah mendengarkan penjelasan taemin hatiku luluh dan emosi ku yang sudah naik tadi menjadi menurun dantimbul senyuman di wajahku

“ne gwaencana” jawabku yang tidak tau apa yang harus aku jawab

“sebagai gantinya bagaimana kalo hari ini kita juga jalan lagi tapi aku janji kali ini tidak akan ingkar janji” taemin berjanji dengan mengeluarkan tanda visnya

“hmm tapi aku mau pergi latihan hari ini aku tidak bisa”

“aish sudahlah jangan fikirkan hal itu dulu aku bisa atasi semua itu lagi pula kita tidak akan bermain sampai malam kok”

“hm ne arraseo tapi aku mau pergi denganmu supaya kamu gak bisa ingkar janji lagi”
~~~~~~~~~~~~
“chagiya” seru taemin memanggil seorang yeoja yang sedang duduk sendirian di kursi taman.

“oppa” sahut yeoja itu. Aku hanya mengikuti langkah kaki taemin

“chagiya kenalkan ia teman sekelasku namanya hyeki” taemin menepuk pundak ku

“annyeonghaseo naneun han ha jin imnida” matanya yang indah dan senyumnya yang manis sikapnya juga sangat sopan seperti ia sedang berbicara dengan eonni.

“ne annyeonghaseo naneun hyeki imnida” ku balas senyumnya.

kaja masih ada 1 orang yang sedang menunggu kita” taemin langsung menarik tangan ku dan ha jin.

“minho-ah” seru taemin memanggil seorang namja di sebrang jalan tepatnya namja itu sedang menunggu di halte bis. Kami semua menyebrangi jalan dan menghampiri namja itu. Mata ku terbelalak ketika melihat sabeum di depan mataku

“minho-ssi” tanganku menunjuk ke arahnya.

“annyeong hyeki-ssi” aku bingung tentang semua ini “jadi minho-ssi ini teman taemin –ssi?”

“hhe ne hyeki-ssi baru saja mau aku kenalkan tapi kalian sudah saling kenal” taemin menggaruk kepalanya seperti orang bodoh.

“sudahlah jangan berlama lama lagi kaja kita bermain smua wahana yang ada disini” tarik tangan han hajin sambil berlari seperti anak kecil yang baru ke tempat hiburan. Sedangkan di belakang taemin aku dan minho hanya berjalan mengikuti kemana pun mereka pergi.

“taemin kami pulang duluan yah, jinie-ya annyeong” minho menarik tangan ku dan pergi meninggalkan mereka berdua.

“kaja kita bisa terlambat” minho tidak lupa dengan kewajibannya sebagai sabeum. ‘aish aku lupa membawa dobok ku eottokhae’

“hyeki-ssi berpeganglah yang erat” pinta minho aku hanya memegang jaketnya dari belakang tangan minho menarik tanganku dan menyatukan tangan ku serasa aku yang memeluknya.

“sudah sampai”

“minho-ssi ada sesuatu ..” minho langsung memotong perkataan ku

“aku tau kau tidak bawa dobok kan?” ‘hah kok bisa tau?? Jangan jangan minho bisa membaca fikiranku aigoo’minho mengorek ngorek isi tas nya dan mengeluarkan dobok.

“ini ganti lah dengan ini” ‘hah ia membawa dobok kok bisa tau yah hmm

“ne minho –ssi akan aku pakai”.

****
jam kuliah hari ini ku sudah selesai. Hmm tak tau apa yang akan aku lakukan lagi sebaiknya aku pergi ke café saja meminta youngni menemani ku. Tanganku sibuk dengan mencari kontak youngni untuk menghubunginya. “yeoboseyo,, youngni-ya kau sudah keluar?”
“aniyo,, masih ada sampai sore, wae hyeki-ya?”

“aniyo hmm gwaencana gureom annyeong”

“ne annyeong” hmm ternyata youngni tidak bisa menemaniku hm apa daya aku pulang saja.

setelah menghubungi youngni aku pergi keluar kampus tadinya aku harap youngni bisa menemani ku tapi ternyata tidak bisa. Ya mau di apakan lagi yang tadinya aku ingin pergi ke café ku urungkan niat ku tersebut. Aku berjalan di trotoar seperti biasa orang orang pun sama berjalan dengan ku namun mereka semua seperti yang terburu buru tapi aku? aku sangat santai karna tidak mempunyai tujuan.

tinn..

tin,,,tin,,tin,,

awalnya aku mengabaikan suara kelakson tersebut namun semakin lama pengemudi itu membuat ku kesal suara klakson nya itu lho yang rusuh padahal jalanan tidak macet tidak ada apa apa.

tin,,tin,,tin,,tin,,tin,,

aish apa sih mau pengemudi itu awas saja aku akan memarahinya. Aku membalikkan badan ku ke arah mobil tersebut yang tadinya aku ingin memarahi pengemudi tersebut kurungkan niat ku setelah melihat seorang namja yang keluar dari mobil sport merahnya ‘itu jonghyun oppa kan’ dalam hati ku bertanda Tanya besar, owh ternyata jonghyun oppa toh yang mengklaksoniku.

“hyeki-ya kau sedang sendirian?” oppa menutup pintu mobilnya dan datang menghampiriku

“ah.. aku aku mau ke.. rumah” jawabku sambil kebingungan mau berkata apa lagi

“gureom kamu mau menemani oppa kan seharian ini?” belum juga aku menjawab permintaannya oppa sudah menarik tanganku, membukakan pintu untuk ku serasa putri saja tidak biasanya bukan tidak biasanya ini pertama kalinya oppa bersikap seperti ini.

Jong oppa memepersilahkan ku duduk dan memasangkan sabuk pengaman tidak ku sangka jong oppa akan melakukan sampai ke hal ini sungguh aku tidak menyangka. langsung saja oppa menancap gas aku bingung mau di bawa kemana selama di perjalanan suasana di mobil ini sangat lah sepi aku mau pun jong oppa kami tidak memulai untuk membuka percakapan sampai oppa berhenti aku melihat ke luar jendela. ‘inikan restoran..’ aku melihat jonghyun oppa langsung keluar dari mobil dan melangkah kea rah pintu mobil ku belum juga aku menyentuh gagang pintu jonghyun oppa sudah membukakan pintu, ‘omg apa aku mimpi?’

kami memasuki restoran yang isinya keju semua ‘keju ini kan restoran keju yang aku suka aigoo ini kali pertama nya aku kesini ahh aku suka semuanya disini keju’ mataku menelusuri semua isi yang ada di restoran ini jonghyun oppa menarik 1 kursi dan mempersilahkan aku duduk di sebelahnya ‘aigoo tuhan apakah aku mimpi? Ini semua seperti mimpi aaaa ini hari terbaikku tuhan’

“1 chesse pancake special yah” pinta jonghyun oppa ke pelayan dan matanya melihat ke arahku. “kau mau pesan apa hyeki-ya?” ya tuhan jantungku berdebar sangat kencang kali ini “hyeki-ya?” jonghyun oppa melambaikan tanganya di depan muka ku yang memecahkan lamunan.

“ah ne aku pesan yang sama dengan yang oppa pesan” sanggahku.

tidak lama pesanan kami langsung datang ‘wuahhh ini kejunya banyak sekali’ aku menelan ludah ku.

‘’makan lah oppa yang teraktir yah “

kami mulai menyantap chesse pancake di depan kami lalu pertanyaan oppa memecahkan keheningan antara kami.

“hyeki-ya mianhae” kepala ku langsung terangkat ketika kata kata itu terucap aku mengerti apa maksud dari kata minta maaf itu.

“ah ne oppa lagi pula itu sudah berlalu kan? Aku sudah memaafkan oppa” jawabku

“jinjja?” jonghyun langsung menarik tanganku yang lain di atas meja “apa hatimu masih terbuka untuk oppa?” DEG kata kata itu akhirnya terucap ‘aigoo aku harus jawab apa’. Kini oppa menggenggam tanganku lebih erat.

“ah ne oppa” senyuman manis ini muncul begitu saja. Saat ini isi hatiku sangat campur aduk ada rasa senang bingung dan deg deg degan

******

mobil sport merah yang ku tumpangi ini sampai di gor tempat kami latihan gabungan. Saat aku akan melepaskan sabuk pengaman DEG perasaanku berubah menjadi tidak enak ‘sabeum minho? Aduh bagaimana aku menjelaskannya’ saat itu juga aku mengusap layar ponsel ku dan 10 panggilan tidak terjawab 5 pesan yang belum ku buka dan semua itu dari sebeum minho ‘aigoo eotthokkae’.

“hyeki-ya kajja kita sudah sampai” sedari tadi jonghyun oppa sudah membukakan pintu untuk ku dan menunggu aku keluar.

suara jonghyun oppa telah menyadarkanku kalau aku sudah bisa keluar. Baru saja 2 langkah kakiku melangkah dan jonghyun oppa menutup pintu mobilnya, ternyata sabeum minho sudah ada di depan gor dengan motornya dan tatapannya tertuju kepadaku. Jonghyun oppa langsung menarik tanganku dan membawaku ke depan sabeum minho.

“annyeonghaseyo sabeum” sapa jonghyun oppa sambil memberi hormat aku juga memberi hormat.

“ne.. hyeki-ssi ganti pakaianmu” seru sabeum minho yang tidak sama sekali melihat ke arahku.

~~~~~~

saat latihan berlangsung konsentrasiku tidak penuh.tatapan jonghyun oppa yang selalu terarah kepadaku memberikan senyumannya itu lah yang membuatku tidak konsentrasi. Sehingga gerakan ku kacau balau tidak bertenaga dan terlihat aneh seperti main main.

“hyeki-ya!!!…” bentak sabeum minho

“Ne..sabeum” jawabku

“kau ini kenapa? Tidak serius latihan dari tadi tendangan mu tidak ada yang benar sama sekali, kau ini kalau mau latihan yang serius!!” bentak sabeum yang membuatku terkejut baru kali ini sabeum membentakku seperti itu. Suasana gor yang tadinya ribut dengan suara kihap menjadi sunyi setelah bentakan sabeum kepadaku. Aku hanya bisa tertunduk malu menjadi pusat perhatian apalagi saat aku melihat kea rah jonhyung yang kelihatan geram.

~~~~~
“hyeki-ssi kajja akan aku antarkan kau pulang” ajak sabeum minho. Aku tidak bisa menolak ajakan sabeum dan  kini aku berjalan di belakang sabeum minho baru saja aku sampai di parkiran ada suara yang tidak asing lagi memanggilku dari kejauhan.

“hyeki-ya!!!…” teriak jonghyun oppa dari kejauhan sambil berlari cepat kea rah ku. “kajja kita pulang bersama” tangan kananku langsung di tarik oleh jonghyun oppa reflek tangan kiriku di tarik oleh sabeum minho.

“aniy hyeki pulang di antarkan oleh ku, hyeki-ssi ada sesuatu yang mau aku bicarakan” genggaman sabeum minho semakin erat aku bingung mau pulang dengan siapa.

saat itu juga jonghyun oppa langsung menarikku ke pelukaannya walaupun tangan kiriku masih di genggam erat oleh sabeum. “saranghae” ucap lirih jonghyun oppa di telingaku. DEG jantungku berdebar sangat kencang tanpa ku lepaskan genggaman sabeum minho tangan ini terlepas begitu saja. Melihat aku yang dalam pelukan jonghyun oppa sabeum minho langsung pergi begitu cepat melajukan motornya.

********

KEESOKAN HARINYA DI DOJANG

celana dobok yang sudah kupakai dan atasan t-shirt yang ku kenakan. Aku berjalan kea rah lokerku ku buka pintu loker dan mengambil dobok aku pakai dobokku dan mengencangkan sabuk ku saat itu aku mendengar sedikit pembicaraan taekwondoin.

“hei tau gak? Ada yang sparing lho…”

“wah? Siapa ??”

“itu tuh kiyosha jonghyun sama sabeum yang tampan muda itu dari unit STKD”

“owh maksud kamu sabeum minho”

“nah itu sabeum minho yah namanya”

“wah kayaknya seru tuh kiyosha lawan sabeum yang sama sama tampan”

reflek aku bantingkan pintu  loker yang membuat kedua taekwondoin itu terkejut aku berlari ke dalam gor dan ternyata benar disana ada sabeum minho dan jonghyun oppa yang sedang sparing mereka seperti tidak ada lelahnya saat aku melihat papan nilai perolehan mereka saling susul menyusul 35 – 34.

PRITTTT…….

suara peluit sudah di tiup dan pemenangnya itu sabeum minho. Seketika peluit di bunyikan kedua pandangan sabeum minho dan jonghyun oppa tertuju pada ku. wajah mereka yang babak belur walaupun menggunakan helm tetap saja tidak bisa di sembunyikan. Setelah melihatku sabeum minho pergi mengambil tas dan jaketnya beitu saja dan pergi bergitu juga dengan jonghyun oppa yang tidak menghiraukan ku. Aku melihat minho berlari kearah parkiran motornya dan melesat dengan kecepatan penuh di ikuti dengan jonghyun oppa yang langsung menaiki mobil sportnya. Perasaannku tidak enak aku langsung memberhentikan taksi dan mengikuti mereka berdua.Mereka tidak tergapai oleh ku aku terjebak kemacetan kemacetan yang di sebabkan tak tau oleh apa

“aish kenapa saat saat gawat seperti ini ada kemacetan tidak biasanya macet seperti ini”

“ahjusi kenapa bisa macet seperti ini?”

“nan molla agasi” . mendengar jawaban supir taksi tersebut aku tidak mau diam dan langsung pergi dari taksi tersebut dengan membayar uang taksi tidak tau berapa. Aku berlari secepat mungkin dengan nafas yang terengah engah.

MINHO POV

PRITTTT…….

waktu telah habis saat peluit wasit di tiup sebenanrnya aku belum puas menghabisinya saat aku melihat kea rah penonton ada hyeki disana aku tidak mau berbicara dengannya atau pun menemuinya. Aku pergi ke motorku dan melajukan nya secepat mungkin aku melihat di kaca spionku ada mobil sport merah yang mengikuti ku dari belakang dan ia langsung menyalip dan berhenti di depanku. Di jalan yang tidak begitu ramai tapi ini jalan raya.Jonghyun langsung keluar dari mobilnya dan menghampiriku. Setelah aku melepaskan helm dan turun dari motor jonghyun langsung memukulku aku tidak mau diam saja. Dan akhirnya banyak orang yang menggerumbuni kami saat sedang saling pukul.

“HENTIKAANNN!!!!!” teriak suara yeoja yaitu hyeki aku melihat ia berteriak melerai kami tapi jonghyun terus menerus memukuliku, hyeki tidak segan segan mendekati kami dan menarikku yang telah di pukuli jonghyun.

“oppa apa yang oppa lakukan ? kenapa oppa memukuli minho”

jonghyun hanya menyeka darah di sisi bibirnya tanpa menjawab sepatah katapun. Aku langsung menarik hyeki dari tampat itu juga dan membawanya pergi.

*******************

KEYBI POV

“hyeki-ya ayolah masa kau akan terus seperti ini tidak keluar rumah selama satu minggu tidak masuk kuliah tidak latihan gabungan banyak yang datang kemari hanya untuk mencari mu tapi kau tidak mau menemui mereka satupun”

TING TONG TING TONG

belum juga selesai aku berbicara suara bel berbunyi lagi pasti ini orang yang mencari hyeki.

“annyeonghaseyo”

“ne annyeonghaseyo, ada keperluan apa yah??”

“hm benarkan ini rumah kostnya hyeki? Hyekinya ada?”

dugaanku tepat tapi kali ini orang asing yang sebelumnya belum pernah datang ke sini.

“ne silahkan masuk” aku memintanya menunggu sebentar di sofa ruang tengah

~~~~

“hyeki-ya ada yang mencarimu”

“ah aniy aku tidak mau bertemu dengannya bilang saja aku tidak ada”

“tapi dia sudah menunggu mu di bawah yang ini berbeda kali ini yeoja dan belum pernah dia kesini”

mendengar perkataanku hyeki tersontak bangun dari tempat tidurnya dan bergegas ke ruang tengah.

HYEKI POV

“annyeonghaseyo” sapa han ha jin yang tersontak senang melihatku

“ne annyeong, ada keperluan apa jinni-ssi?”

“aku hanya ingin melihat keadaanmu, katanya kau tidak keluar selama seminggu apa karena hal itu?”

“hmm ne kau sudah tau? Ya beginilah aku bingung harus berbuat apa jadi aku lebih memilih diam di rumah saja aku tidak mau di ganggu oleh mereka”

“sebaiknya kau tidak usah seperti ini hanya karna hal itu” pinta han ha jin dengan wajah sedih

“kau tidak tau yang sebenarnya jadi kau diam saja” sentakku pada han ha jin
“apa? Aku tau yang sebenarnya?Aku tau semuanya serinci rincinya yang di ceritakan oleh minho sendiri”kata han ha jin

mataku terbelalak ketika mendengar kata kata yang terucap dari nya “mwo kau mengetahuinya?Bagaimana bisa?”

“mau kau ceritakan?” pinta ku pada han ha jin

“ne aku akan menceritakannya ”.

FLASH BACK

TOK TOK TOK TOK TOK TOK
“aigo minho-ya kenapa kau bisa babak belur seperti ini?” Tanya taemin ketika melihat keadaan minho.

“awalnya aku sparing dengan jonghyun lalu ia memotong jalan ku dan memukuliku hingga seperti ini” jawab minho dengan suara lirih kesakitan

“kenapa bisa ia melakukan hal itu?” Tanya han ha jin

“saat di dojang aku mendengarkan pembicaraan jonghyun dengan seseorang ia mengatakan kalau ia merasa nyaman jika di samping hyeki tapi hyeki hanya sebagai pelarian karna cinta pertama jonghyun itu tidak terbalas, mendengar hal itu aku tidak bisa mengontrol emosi maka dari itu aku mengajaknya sparing barang siapa yang kalah tidak boleh mencampuri urusan hyeki lagi, tapi jonghyun tidak mau mengalah karna aku menang dalam sparing itu makanya ia mengejarku dan memukuli ku di depan hyeki”

FLASH BACK END

“kau sudah mengerti kan? Nah sekarang keputusan ada di tanganmu sendiri hyeki-ya” han ha jin menepuk nepuk pundakku.

“gureom ini ada pesan dari minho, aku pulang dulu annyeong” han ha jin memberikan sepercik surat di atas meja.

setelah kepergian han ha jin aku segera membaca surat yang ada di amplop tersebut
‘hyeki-ya aku tau aku salah,,, aku harap kau akan menemuiku di taman saat kita berteduh jam 10’

~~~~~~~~~~~~

aku memutuskan untuk menemui minho di taman ini. kaki ku melangkah tak menentu dan sampai lah aku melihat minho yang sedang duduk di bangku taman sambil menikmati udara taman yang sejuk, aku melangkahkan kaki ku penuh hati hati aku tidak mau mengganggu keasyikan minho dan sampai aku duduk di sebelahnya pun ia tidak membukamatanya.

“kau sudah sampai” akhirnya ia membuka matanya

“ne,, kau sudah menungguku lama?”

“aniy,, aku juga belum lama sampai” aku memperhatikan mukanya yang gugup “hyeki-ya mianhae” ucapnya lirih penuh penyesalan

“aniy gwaencana, kalau kau tidak melakukan hal itu pasti aku sudah terjebak oleh perasaanku lagi dan sakit hati untuk kesekian kalinya,, gomawo minho-ya” mata minho terbelalak dan ia langsung menatapku.

“hyeki-ya sss saranghae” kata kata itu keluar begitu saja dari mulut minho jantungku berdebar sangat kencang tanganku menjadi bergerak tidak karuan sebelumnya aku tidak pernah seperti ini.

“hyeki-ya gwaencana? Apa aku salah?” Tanya minho

“aniy aniyo”

“lalu?”

“nado saranghae”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

1 tahun kemudian

“chukkae chagiya” suara itu terdengar dari belakangku. Saat aku membalikan badan sebuket mawar merah yang menghalangi orang tersebut.

“ah gomawo oppa bunga ini indah sekali”

***************

“chariat, djunbi, annyeonghaseyo yorobun joneun hyeki imnida saat ini aku sabeum baru kalian bangapseumnida” suara tepuk tangan yang ramai. Ini hari pertama ku sebagai sabeum dan kini aku tidak sendiri lagi ada minho sabeum yang di atasku.

aku dan minho berjalan menuju dojang dan dari kejauhan aku mendengar banyak tepuk tangan dan sorak gembira saat kami mengintip dari luar dojang ternyata ada seorang namja sabuk merah yang menyatakan cinta ke juniornya yang sabuk kuning polos.

“chagiya” bisi minho geli di telingaku

“ne?” jawabku

“itu seperti kita yah? Hhe” tawa polos minho pun keluar

“ah aniy kau tidak menyatakan perasaanmu di depan taekwondoin dan di dojang”

“ah itu kan dulu,,, hhe mianhae kalau begitu bagaimana kalau kita lakukan sekarang?” seketika minho menarik tanganku

dengan reflek aku melepaskan genggaman tangannya “ah aniy kau ini memalukan biar kansaja mereka menjadi next dojang in love”

sejak saat itu banyak dojang in love lainnya dari tahun ke tahun ada saja. Tentang jonghyun oppa yang pernah mewarnai hati ku kini ia sudah tinggal bersama firstlove nya.

FLASH BACK

saat itu aku sedang kencan bersama minho oppa

drtt drtt drttt drtt drtt

“yeoboseyo?”

“hyeki-ya ini jonghyun oppa”

“mwo oppa ada apa?” seketika tatapan tajam minho terarah padaku

“aku ingin bertemu dengan mu untuk terakhir kalinya hyeki-ya bisa kah kau ke bandara sekarang” saat mendengar hal itu aku langsung menatap wajah minho dengan wajah memelas dan minho mengizinkan ku namun ia ikut juga.

sampailah kami di bandara.

“hyeki-ya” teriak jonghyun oppa dengan 2 koper besarnya dari kejauhan

“oppa mau kemana “ Tanya ku heran melihat barang bawaan oppa yang sangat banyak

“oppa mau mengejar firstlove oppa di paris, gomawo karna di dekatmu dulu aku sangat nyaman” oppa langsung memelukku

“ehemm” suara  berdaham cemburu yang berasal dari minho disisi lain

“owh iya aku lupa sekarang kau sudah menjadi milik minho, gureom annyeong^^” oppa pergi dan melambaikan tanggannya

FLASHBACK END

wuuaahhh akhirnya selesai juga FF twoshoot ku wkkw hha gmn gmn ?? seru gak?? Maaf kalau alur tempat atau waktunya kecepatan dan membuat tidak mengerti –a. geurom yang udah baca jangan lupa coment yah ^^ coment like oxygen wkkw hha semoga pada seneng sama FF yang ku buat ^^ kalau responnya banyak aku pasti buat FF selanjutnya 😀 .

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

2 thoughts on “Dojang In Love [2.2]”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s