[FF KEY B’DAY PARTY] La Chata [1.2]

La Chata

Author             : Lady Lee

Main Cast        : Kim Key Bum, Shin Hyun Yi, Choi Minho

Support Cast   : Kim Jonghyun, Chef Lee

Genre              : Romance, Friendship

Rating             : T

Type/Length    : Twoshoot

Summary         : The love story starts from cooking

Note                : Kepala Chef di restoran itu, kalian bisa bayangkan wajahnya kayak  Kim Sangnim, Executive Chef di restoran yang dipake shooting Raising Idolnya Key.Setting restorannya kalian juga bisa pake itu. Thanks~

+++++

Choi Corp, 12.30 PM

Shin Hyun Yi berjalan anggun dengan kemeja putih dan jeans ketat serta widges 10cm-nya. Membuat tatapan kagum tertuju oleh para karyawan Choi Corp terhadap kecantikan sang calon menantu presiden direktur itu. Sesekali Hyun Yi mengulas senyum manisnya yang acap kali membuat karyawan wanita di perusahaan itu menatap iri.Ia menghentikan langkahnya didepan sebuah ruangan denga pintu bertuliskan ‘Manager’s Room’. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, yeoja itu masuk keruangan itu seolah memang sudah terbiasa memasuki ruangan itu.

Minho tersenyum lebar melihat tunangannya muncul dari balik pintu coklat beberapa meter disamping kanannya. “Lama sekali,” gerutu namja jangkung itu singkat.

Hyun Yi duduk di sofa putih tulang yang terletak diujung ruangan itu, sambil terkekeh pelan melihat reaksi manja tunangannya itu.“Oh, mianhae. Aku tadi harus menemui dosenku di kampus,” jelas yeoja itu yang ditanggapi anggukan paham dari sang namja.

“Jadi, kau benar-benar ingin belajar memasak?”Minho beranjak dari kursi ‘kebesaran’nya, beralih duduk disamping yeoja berambut dark brown itu.

“Ya.Temanku merekomendasikan untuk belajar di restoran Italia.Hmmm, kudengar La Chata kualitas nomor satu di Korea.Bagaimana menurutmu?”Hyun Yi tampak begitu semangat dengan rencananya.Ya, sejak beberapa waktu lalu, yeoja itu memang berniat untuk belajar memasak berhubung kemampuan memasaknya yang terbilang cukup… buruk.Dan beruntung Minho sangat mendukung keputusan tunangannya itu.

Minho mengusap-usap rambut belakang Hyun Yi dengan lembut –kebiasaannya belakangan ini–.“Aku serahkan padamu. Kau yang menjalaninya, kan? Jadi, asal itu terbaik untukmu, aku akan mendukungnya,” ujar Minho bijak.Hyun Yi sangat menyukai sikap Minho yang satu ini.

“Ah, kalau begitu aku akan memulainya minggu depan.”

“Semangat!” seru namja itu seraya mengepalkan tangannya ke udara.Hyun Yi mencubit hidung mancung Minho gemas membuat namja jangkung itu meringis kesakitan.

Aigoo~ kau tahu aku semakin menyayangimu, Mr. Choi,” yeoja itu mengusap hidung Minho yang memerah karena ulahnya.

“Aku tahu,” balas Minho singkat membuat yeoja itu merengut sebal.

Namja bermata belo itu terkekeh pelan, ditariknya tengkuk Hyun Yi hingga dahi mereka bersentuhan.“Aku juga menyayangimu… sangat.”

BLUSH

+++++

One week later

La Chata Restaurant, 11.00 A.M

 

“Perhatian semua!” seru Chef Lee –kepala juru masak di restoran La Chata– membuat para juru masak di dapur dengan desain Italian yang sangat kental itu mengalihkan perhatian padanya.

“Hari ini, calon menantu dari Choi Seung Hyun–kalian tentu tahu siapa dia– akan datang kemari dan mulai belajar memasak.Kuharap kalian dapat memperlakukannya dengan baik dan bisa membantunya dalam belajar,” para pegawai yang berada di dapur itu mengangguk paham.

“Dan kau, Kim Kibum,” namja yang merasa dipanggil itu mengalihkan perhatiannya kepada Chef Lee.

“Datanglah ke ruanganku setelah jam makan siang, ada yang ingin kubicarakan.”

Ne, Chef.”

+++++

Key masuk kedalam ruangan Chef Lee setelah sebelumnya dipersilahkan masuk oleh pria berusia awal 50tahun itu.

“Duduklah,” Key menuruti permintaan Chef Lee.

“Eumm, aku tadi sudah memberitahumu tentang kedatangan seseorang di restoran kita.Aku memintamu untuk menjadi tutornya,” namja itu sedikit membelalakkan matanya. Terang saja, meskipun ia menjadi Chef terbaik di restoran itu dan sempat juga mendapat beberapa penghargaan, tapi baru sekali ini dia dipercaya untuk membantu orang lain. Bukan tidak bisa, hanya saja itu akan menambah tanggung jawabnya.

“Haruskah aku?” tanya Key meyakinkan.

“Kau tahu sendiri kalau kau adalah Chef terbaik di restoran ini. Kau tidak keberatan, kan?”

“Ah, tentu saja tidak.Aku akan melakukan yang terbaik,” ujar Key membuat Chef Lee tersenyum lebar.

“Bagus.Aku percaya kau bisa.”

2.30 P.M

Chef Lee memasuki dapur bersama seorang gadis cantik.Tidak perlu ditanyakan lagi jika yeoja anggun itu ialah Shin Hyun Yi.

“Kim Kibum!” seru Chef Lee membuat namja yang dipanggil menghentikan kegiatannya.

Key membungkukkan badannya beberapa saat. Demikian dengan Hyun Yi.

Anyeonghaseo, Shin Hyun Yi imnida,” gadis itu tersenyum manis. Sesaat membuat Kibum mau tak mau terpesona dengan senyum hangat itu.

Anyeonghaseo, Kim Kibum imnida.Anda bisa memanggilku Key.”

“Ah, tolong jangan memakai bahasa formal.Sepertinya, usia kita tidak terpaut jauh,” ujar Hyun Yi ramah.Ya, itu salah satu alasan dari sekian banyak alasan kenapa banyak orang menyukai yeoja itu.

“Hyun Yi-ssi, Key lah yang akan membimbingmu dalam memasak,” jelas Chef Lee. Key hanya tersenyum tipis.

“Senang bekerja sama denganmu, Kim Kibum,” seru Hyun Yi bersemangat.

“Baiklah, kalian bisa mulai belajar memasak.Aku tinggal dulu,” Chef Lee pergi meninggalkan mereka berdua.

Key dan Hyun Yi sudah berada di dapur pribadi Chef Lee. Tempat itu lumayan luas dan hanya diperuntukkan sebagai tempat pribadi, sehingga mereka bisa belajar dengan leluasa.Kebetulan sudah beberapa hari ini Chef Lee tidak memakainya.

“Kali ini kita akan membuat sesuatu yang sederhana. Kau bisa membuat pancake?” tanya Key seraya mengambil beberapa bahan di lemari pendingin.

“Eum, sedikit,” sahut gadis itu sambil mengikat ekor kuda rambut dark brownnya.

“Aku akan mengajarimu bagaimana membuat pancake secara sederhana tapi rasanya… eumm, kau bisa menilainya nanti,” namja dengan rambut di warna dibeberapa helainya itu mulai mengaduk bahan-bahan membuat pancake.

“Key-ya,” seru Hyun Yi membuat Key terpaku dalam sekejap.

Key POV

“Key-ya,” DEG.

“Ah, ne?” aigoo~ tiba-tiba saja aku sedikit gugup saat gadis itu memanggilku dengan sebutan seperti itu.Mungkin aku belum terbiasa.

Mian, apa aku membuatmu tidak nyaman?” aku menghentikan kegiatanku memotong kiwi. Memandangnya untuk mengetahui apa maksudnya bertanya seperti itu. “Ah, maksudku… aku pikir akan terlihat akrab kalau aku memanggilmu seperti itu. Kau bisa memanggilku dengan sebutan informal kalau kau mau.”

Aku hanya menanggapinya dengan senyum.Entahlah, aku merasa canggung berhadapan dengan yeoja itu.“Kau bisa membantuku memotong buah-buahan itu?Setelah ini aku akan mengajarimu membuat sausnya,” pintaku membuatnya sedikit tersentak.Mungkin aku membangunkan lamunannya barusan.

“Oh, baiklah,” balasnya sambil mulai mengupas kulit kiwi.Aigoo~ sepertinya kemampuan memasak yeoja ini memang buruk.

“Hey, bukan seperti itu mengupasnya. Kau mengurangi daging buahnya,” kukupas kulit buah itu secara perlahan seraya menjelaskan cara mengupas buah dengan benar agar tidak mengurangi kandungan vitamin yang terdapat pada buah itu sendiri. Hmm, aku rasa yeoja itu memperhatikan dengan baik.

“Ah, aku tahu.Biar aku yang melakukannya.”

“Ne, cobalah,” sahutku.Hyun Yi begitu semangat mengikuti kelas memasak ini.Dan sepertinya dia tipe yeoja ceria dan jujur. Hmm, aku akan mudah bekerja sama dengan orang seperti itu.

Key POV End

 

5.30 P.M

“Terimakasih untuk hari ini, Key-ya,” gadis itu tersenyum seraya membungkukkan badannya sesaat, begitu pula dengan namja dihadapannya.

Ne, senang bisa mengajarimu memasak.”

Hyun Yi terkekeh pelan membuat namja bermata tajam itu  terpaku beberapa detik. Gadis itu seketika terdiam saat mengetahui Key tengah menatapnya.

Waeyo?” tanya gadis itu. Namja itu menggelengkan kepalanya cepat.

Aniyo,” ujar Key.Sejurus kemudian namja itu kembali berkutat dengan peralatan memasaknya.Hyun Yi hanya mengendikkan kedua bahunya tak acuh, lalu beranjak keluar restoran.

Yeoja itu sedikit terkejut saat dilihatnya seorang namja jangkung berdiri menyandar pada kap mobil. Oh, tak dapat dipungkirinya bahwa pesona namja itu selalu berhasil membuat jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

Oppa?” namja itu memutar tubuhnya menghadap Hyun Yi, lalu menyunggingkan senyumnya.Letih yang menderanya karena seharian bekerja seolah menguap begitu saja setelah bertemu yeoja berlesung pipi itu.“Kenapa menjemputku?Kau pasti lelah, seharusnya langsung pulang saja.”

Gwenchanayo.Aku ingin mengajakmu makan malam,” Minho menarik yeoja itu kedalam pelukannya beberapa saat.

“Kenapa tidak makan disana?” tanya Hyun Yi setelah Minho melepaskan pelukannya.

Namja itu mendorong pelan tubuh Hyun Yi untuk masuk kedalam mobilnya. “Kau kan baru saja dari sana,” Minho berjalan memutar menuju kursi kemudi. “Kita cari tempat lain saja.”

“Eum, baiklah.Terserah kau,” Minho mengusap-usap lembut puncak kepala Hyun Yi membuat yeoja itu tersenyum lebar.

+++++

“Key-ya, bagaimana kalau kau mengajariku menu untuk makan malam?”

Waeyo? Kau mau membuatkannya untuk tunanganmu itu?” cetus Key bermaksud sedikit bergurau yang membuat wajah gadis disebelahnya itu merona merah.

Key mengalihkan perhatiannya pada yeoja itu. “Dia suka masakan yang seperti apa?” Hyun Yi tampak berpikir, memilih makanan kesukaan Minho yang tepat.Gadis itu mengketuk-ketukkan sumpit yang dibawanya ke meja.Manis, pikir Key.Namja itu segera menepis pikiran konyolnya tentang gadis itu.

Hyun Yi mengatakan beberapa masakan Itali kesukaan Minho. Key dengan sigap menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.

“Potong sayuran itu!”

“Serut kejunya!”

Aigoo~ bukan seperti itu, kau bisa membuat cita rasanya berubah,” Key menggerutu saat dilihatnya Hyun yi salah dalam menumis bawang bombay dan paprika. “Kemarin sudah kuajari, kan?Bagaimana mungkin kau melupakannya secepat itu?”Hyun Yi hanya menggembungkan kedua pipinya mendengar omelan dari namja itu.

Key menumpukan tangannya diatas tangan Hyun Yi yang sedang memegang teflon. Spontan gadis itu melepas teflon yang dipegangnya. Teflon itu terjatuh ke lantai membuat adonan didalamnya tumpah dan mengenai kaki Hyun Yi yang tidak tertutup bagian sepatu yang dipakainya.

Key mematikan kompor, sejurus kemudian mengambil salep untuk luka bakar di lemari P3K tak jauh darinya.

Aish~ apeuda,” rintih Hyun Yi seraya melepas sepatu yang dipakainya.

“Duduklah,” perintah Key setelah menarik kursi kesamping Hyun Yi. Namja itu kemudian berjongkok didepan Hyun Yi.“Ceroboh sekali kau ini.”

“Pelan-pelan, babo!” seru gadis berambut darkbrown itu saat Key membersihkan kakinya, kemudian namja itu mulai mengoleskan salep keatas permukaan kulit Hyun Yi yang mulai melepuh karena percikan minyak yang tumpah tadi.

“Kita sudahi saja kelas hari ini,” ujar Key sekembalinya dari meletakkan salep ke lemari P3K. “Akan sedikit sulit denga kakimu yang seperti itu,” tambahnya sambil melirik bagian kaki Hyun Yi yang terluka.

Mianhae,” kata Hyun Yi lirih.Gadis itu merasa bersalah telah membuat acara belajar hari ini menjadi kacau. “Biar kubantu,” kata yeoja itu lagi, kemudian berjongkok membantu Key yang tengah membersihkan sisa tumpahan bahan-bahan tadi.

“Lain kali kau harus fokus saat memasak.Kalau seperti tadi, kau bisa terluka. Lihat kakimu sekarang,” nasehat Key yang hanya dibalas gadis didepannya dengan anggukan ringan.

 

Hyun Yi POV

“Maafkan aku membuat kesalahan hari ini,” kubungkukkan tubuhku sesaat.Aku benar-benar merasa tidak enak sudah membuatnya kesusahan karena kecerobohanku.

Gwenchanayo,” balasnya sambil tersenyum.Senyumnya selalu membuatku merasa lega.“Apa kau di jemput tunanganmu?” tanyanya. Huh, namja itu tidak pernah menyebut nama Choi Minho ketika bertanya tentangnya padaku.

“Mungkin sebentar lagi akan datang.”

Aku dan Key sedang duduk di salah satu meja sudut restoran itu. Kebetulan kami selesai lebih cepat, jadi Key punya waktu lebih banyak untuk bersantai.

Oppa!” seruku saat sosok Minho Oppa muncul dari pintu masuk yang hanya berjarak beberapa langkah dariku.Namja itu melemparkan senyum tipis padaku,lalu berjalan menghampiri kami –aku dan Key–.“Oppa, ini Key, yang mengajariku memasak.”

Minho Oppa mengulurkan tangannya, aku nyaris tertawa melihat ekspresi terkejut Key Bum.Aigoo~ mata kucingnya itu membuat perutku terasa geli. “Kim Kibum,” kata Key sambil menjabat tangan Minho Oppa.

“Choi Minho,” mereka saling melepas jabatan tangan itu, tangan Minho Oppa beralih menggenggam jemariku. Aku sedikit canggung dia melakukannya didepan Key.“Aku harap kau bisa sabar mengajarinya.Hyun Yi memang sedikit ceroboh,” kupukul lengan Minho Oppa. Huh, merusak citraku.

“Baiklah, aku pulang dulu.Sampai jumpa, Key-ya,” kataku sambil melambaikan tangan.Aku bisa membaca keraguan dari raut wajahnya.Entahlah, aku merasa aneh dengan sikapnya barusan.

Author POV

Suasana didalam mobil itu begitu hening. Hyun Yi berkutat dengan pikirannya sendiri, tentang dirinya yang seperti tersengat listrik saat Key memegang tangannya, saat hatinya merasa lega melihat Key tersenyum, dan perasaan canggungnya saat Minho menunjukkan kemesraan mereka didepan Key. Kenapa dengannya?Apa ia sakit?

“Apa yang kau pikirkan, eoh?”

“Ah? Aniyo,” gadis itu menghela nafas keras.“Hanya saja aku merasa bersalah dengan kecerobohanku tadi. Key jadi kerepotan, aku takut dia tidak mau mengajariku memasak lagi.”

Minho mengernyitkan dahinya.“Tidak mungkin dia berlebihan seperti itu, kan?”Hyun Yi mengalihkan perhatiannya pada Minho.Benar, kenapa dia yang berlebihan?Itu hanya kecelakaan kecil, Key pasti sudah sering mengalaminya. Bodoh!  Bahkan dia baru saja berbohong tentang apa yang dipikirkannya pada Minho.

“Sepertinya kau cepat sekali akrab dengannya,” Hyun Yi mengalihkan perhatiannya pada Minho yang tengah fokus menyetir, tidak menyadari nada menyindir yang dilontarkan oleh namja berambut hitam legam itu.

“Ah, ye.Dia orang yang menyenangkan.”

+++++

Next Week

At La Chata

Gadis itu, Shin Hyun Yi dengan langkah penuh semangat memasuki restoran Itali itu.Kali ini dia memakai blus berwarna skyblue dipadu rok balon 5cm diatas lutut, tak lupa widges berwarna senada dengan blus yang dipakainya. Nampak kecantikan sempurna darinya meskipun hanya mengikat ekor kuda rambut sepunggungnya dan jugamakeup tipis yang membalut kulit wajah mulusnya.

“Nona Shin?” tiba-tiba seorang pelayan restoran menghampiri gadis berwajah ayu itu.

Ne?waeyo?”

“Hari ini anda akan belajar memasak dengan Lee Seonsaengnim.Anda sudah ditunggu di dapur pribadinya,” pernyataan pelayan pria itu membuat Hyun Yi mengernyitkan dahinya.Perasaan kecewa sedikit menyergap hatinya.

“Kenapa?Kibum tidak ada?”

“Aku dengar dia sedang sakit.”

+++++

Memasak kali ini sedikit terasa membosankan bagi Hyun Yi. Entahlah, mungkin karena tidak ada Key yang banyak bicara dan tidak ada lelucon dari namja itu yang membuat kegiatan memasak menjadi menyenangkan.

“Lee Seonsaengnim!” pekik Hyun Yi tidak sadar membuat beberapa pelayan mengarahkan tatapan aneh padanya.Gadis itu merutuki tingkah konyolnya beberapa saat lalu.

“Oh, Hyun Yi-ssi? Ada apa mencariku?” tanya Chef Lee.

“Aku ingin tahu alamat Kibum.Aku dengar dia sakit, aku ingin menjenguknya,” Chef Lee melempar tatapan sedikit aneh pada Hyun Yi, membuat yeoja itu segera meralat perkataannya.“Aku hanya ingin tahu keadaannya,” ujar yeoja itu tanpa menyadari kegugupan disetiap kata yang diucapkannya.

Igeo,” Chef Lee memberikan secarik kertas bertuliskan alamat tempat tinggal Key pada Hyun Yi.Yeoja itu membungkukkan badannya sesaat sambil berterimakasih. Sedetik berikutnya ia keluar dari restoran itu menuju tempat tinggal Kibum.

Key’s Flat

“Ya, Hyung! Aku bisa membuat bubur sendiri,” teriak seorang namja pada namja lain yang bertubuh atletis. “Hyung!” teriak namja itu lagi, Kibum atau akrab disapa Key ketika Hyungnya tidak menghiraukan teriakannya.

“Kau ini sedang sakit masih saja teriakanmu memekakkan telinga.Diam saja!” balas Jonghyun tak kalah keras.Sedikit informasi, Kim Jonghyun ialah kakak kandung Kibum. Mereka tinggal di flat yang sama sejak kedua orangtua mereka ke Jepang dan memutuskan tinggal di negeri Sakura itu.

Suara bel mengurungkan niat Key untuk membalas Jonghyun. Namja itu memilih untuk kembali meringkuk dibawah selimut, membiarkan kakaknya yang hanya lebih tua setahun darinya itu membukakan pintu untuk tamu mereka.

Anyeonghaseo!” seru seorang gadis membuat Jonghyun terkejut.Namja itu menyesali keputusannya untuk tidak melihat interkom terlebih dahulu guna memastikan tamunya. Gadis itu mengembangkan senyumnya, oh God! Neomuyeppo, pikir Jonghyun.

“Apa benar ini tempat tinggal Kim Kibum?”Jonghyun tersadar dari kekagumannya pada yeoja itu. “Ini flat Kim Kibum?” Hyun Yi mengulang kembali pertanyaannya.

Ne, benar,” belum sempat gadis itu mengucapkan sesuatu, Jonghyun dengan sigap mengajak Hyun Yi masuk ke flat mewah itu.“Aigoo~ kenapa Kibum tidak bilang kalau kekasihnya mau datang.”

Ne?” seru Hyun Yi kaget disertai matanya yang membelalak lebar.

Namja itu tampak tak acuh dengan ekspresi terkejut Hyun Yi.“Siapa namamu?”

“Shin Hyun Yi imnida,” jawab gadis itu masih sedikit linglung.

Jonghyun menarik tangan Hyun Yi menuju sebuah kamar yang berseberangan dengan dapur.“Ah, ini kamar Kibum, masuk saja.”

Hyun Yi sedikit memberontak saat Jonghyun mendorongnya masuk ke kamar Key. “Tapi, aku…”

“Key belum makan, mungkin jika bersamamu dia mau makan,” Jonghyun tampak berpikir sejenak. “Aku Kim Jonghyun, kakak kandung Key. Oh ya, aku ada urusan sebentar. Tolong kau jaga Key, ya?Makanannya aku letakkan diatas kompor, kau bisa memanaskannya nanti.”

“Jonghyun-ssi, aku…”

“Aku pergi dulu, Hyun Yi-ssi.Gamsahamnida,” Jonghyun segera pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasan gadis cantik itu.Tampaknya namja itu memang sedang mendapat urusan mendadak.

Aish! Bagaimana ini?” umpat gadis itu seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Beberapa saat, Hyun Yi hanya berdiri mematung ditempatnya.Kegugupan mulai menjalar dalam dirinya.Dia tidak tahu kenapa berada satu kamar dengan namja itu membuatnya gugup, mengingat kalau Key bahkan sedang tertidur pulas. Mungkin dia bingung karena baru pertama kali ini berada di posisi seperti ini dengan namja yang bisa dibilang gurunya itu, pikirnya.

“Oh, apa yang kau lakukan disini?” suara serak itu membuyarkan lamunan Hyun Yi.

Gadis itu tersentak, sedikit membelalakkan matanya .“Aku?” gumamnya.

“Bagaimana bisa kau ada disini?” tanyanamja itu lagi. Kini ia mengubah posisinya menjadi duduk.

“Aku tadi mau menjengukmu kemari.Tapi kakakmu tiba-tiba pergi dan memintaku menjagamu,” jelas HyunYi cepat.

Aish, orang itu. Sudah kubilang aku tidak separah perkiraannya, masih saja merepotkan orang lain,” Hyun Yi hanya terdiam mendengar Key menggerutu sebal.

“Aku bisa pergi kalau kau merasa tidak nyaman,” ujar Hyun Yi merasa tidak enak.

Namja itu menyipitkan matanya.“Oh, bukankah tadi kau bilang mau menjengukku?” yeoja itu menatap Key lekat.“Lagipula hyungku menitipkanku padamu, kan? Mana bisa kau lari dari tanggungjawab,” lanjut Key tanpa menatap mata Hyun Yi sama sekali.

“Kau belum makan, kan?Biar kuambilkan makanan dulu,” ujar Hyun Yi memecah keheningan yang sempat terjadi diantara mereka beberapa saat lalu.Tanpa menunggu jawaban Key, yeoja itu beranjak menuju dapur.Dilihatnya semangkuk bubur diatas kompor.Setelah memanaskannya, Hyun Yi meletakkan semangkuk bubur itu keatas nampan, kemudian menyiapkan obat dan segelas air putih.

Igeo,” ujar Hyun Yi sambil mengulurkan semangkuk bubur kearahKey yang kini duduk bersandarkan pada bantal.

“Eum, kau bisa membantuku?” tanya Key sedikit kikuk. “Aku tidak punya cukup tenaga saat ini.”

Hyun Yi hanya mengangguk ringan.Kasihan juga melihat namja itu terbaring lemah seperti sekarang.Gadis itu mulai menyuapkan setengah sendok bubur pada Key.

Onjebuteo neo yogi isseoyo1?”

“Eh? Eum, tak lama sebelum kau bangun.”

“Kau sudah bilang pada tunanganmu kalau kemari?” Hyun Yi menatap Key dengan pandangan sedikit tidak suka. Gadis itu tidak mengerti dengan dirinya sendiri, ia hanya merasa Key terlalu memikirkan hubungan pertunangannya dengan Minho. “Aku hanya khawatir kalau dia tahu kau disini dan salah paham.”

“Tidak.Dia bukan orang yang seperti itu,” jawab Hyun Yi padat. Kemudian tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua sampai Key selesai meminum obatnya.

“Istirahatlah.Aku akan membereskan ini.”

Sebersit pertanyaan muncul didalam hati namja itu. Namun ia takut, takut jika kenyataan yang dihadapinya nanti akan membuat semuanya terluka.

+++++

Hampir setiap hari, selama empat hari terakhir ini, Hyun Yi selalu menyempatkan dirinya berkunjung ke flat Kibum.Keadaan namja itu sempat membaik, namun kemudian turun kembali sejak kemarin.Sayangnya, Key menolak keras untuk dibawa ke rumah sakit. Telunjuk Hyun Yi baru saja akan meraih bel flat itu saat bunyi nada dering ponsel mengurungkannya.

Dengan buru-buru gadis itu mengambil ponsel dari dalam tas coklatnya. “Yeobeoseyo,” sapanya.

Neo eodiga?’

“Aku?Ehm, aku diflat temanku.”

Nuguya?’

“Eum, Park Hye Jin.”

Park Hye Jin?’

Ye.Eum, dia teman baruku di restoran,” gadis itu menggigit bibir bawahnya. Oh bagus sekali. Shin Hyun Yi sudah berani berbohong pada tunangannya hanya demi seorang Kim Kibum. Huh, lagipula tidak biasanya seorang Choi Minho menginterogasinya seperti ini. “Waeyo?” tanya gadis itu saat namja diseberang sana tak mengeluarkan tanggapannya.

Aniyo. Aku hanya ingin mengajakmu  makan malam tadi.’

“Ah mianhae.Bagaimana kalau besok saja?” ujar Hyun Yi dengan nada bersalah yang cukup kentara.

Ne, gwenchanayo.Baiklah, aku tutup telponnya,’ terselip kekecewaan dari nada bicara Minho.

“Ya,” hubungan komunikasi itu pun terputus. Gadis itu masih menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk menjejalkan benda abu-abu itu kembali kedalam tasnya.

Shin Hyun Yi menekan bel flat itu. Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan menampilkan sesosok pria yang bisa dibilang cukup tinggi.Namja itu mengerutkan dahinya sambil mata kucingnya itu menyipit.“Kau datang lagi?”

Hyun Yi sedikit tercengang.“Ne?kau mau mengusirku?”

Key menatap aneh gadis bermarga Shin itu. Bukan, dia hanya bingung dengan Hyun Yi, mengingat statusnya sebagai tunangan Choi Minho, gadis bermata mirip boneka itu seolah  dengan ringan hati terus datang mengunjungi flatnya. Namja itu tidak berharap terlalu muluk, mengingat lagi jika yeoja itu memang baik pada semua orang. Perhatian yang didapat dari yeoja itu mungkin juga didapat orang lain. Tapi tak dapat dipungkiri Key, kalau dia merasa bahagia dengan kehadiran yeoja itu.

“Masuklah,” kata Key membuat Hyun Yi tersenyum lebar.

Wajah namja itu masih terlihat pucat meskipun sudah meninggalkan kegiatannya berbaring di ranjang.Penampilannya masih sedikit berantakan.“Kemana Hyungmu?”tanya Hyun Yi membuka pembicaraan.

“Masih di Jepang,” jawab Key sambil duduk di sofa cream, berseberangan dengan tempat duduk Hyun Yi saat ini. “Ada banana milk di kulkas kalau kau mau,” tambahnya lagi.

“Apa kau sudah meminum obatmu?” tanya Hyun Yi. Dia sudah terbiasa dengan flat itu, demikian juga Key yang mulai terbiasa dengan kehadiran yeoja itu.

Namja itu menatap lekat tepat pada mata indah Hyun Yi.Sejenak gadis itu merasa seolah terhipnotis dengan tatapan mata hitam legam itu.“Kenapa kau perhatian padaku?”

DEG. Kenapa dia perhatian pada Key?Sejauh ini Hyun Yi selalu mengelak dengan kemungkinan yang terjadi pada hatinya. Perasaan yang sudah diikatkannya pada seorang namjaselama hampir 2 tahun ini, mungkinkah tak sekuat sebelum ia dihadapkan dengan namja ini? Berbagai pertanyaan melintas liar di otaknya.Lantas apa yang bisa dikatakannya untuk menjawab pertanyaan itu, bukan dari Key, bahkan ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dirinya sendiri.

“Bolehkah jika aku bilang kau menyukaiku?”

Oh dear

Hyun Yi nyaris membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu saat suara seseorang menginterupsinya. Key memutar tubuhnya kebelakang, ingin mengumpat saat didapati Jonghyun sang pelaku yang merusak kesempatannya mengetahui jawaban dari yeoja itu.

“Oh, maafkan aku.Apa aku menganggu kalian?”Jonghyun masih tetap berpegang pada asumsinya jika kedua orang itu–Key dan Hyun Yi–ialah sepasang kekasih.Tak satu pun dari Key maupun Hyun Yi yang menjelaskan hubungan mereka yang sebenarnya pada Jonghyun karena memang belum ada waktu yang tepat untuk mengatakannya.

“Tidak. Bagaimana keadaan Umma?” tanya Key.

“Sudah tidak apa-apa,” jawab Jonghyun setelah meneguk segelas air yang baru saja diambilnya dari dalam kulkas.

Hyun Yi merasa canggung, ia bahkan tidak berani menatap langsung kearah Key. “Aku harus pulang.”

“Oh, kenapa buru-buru?Bagaimana kalau kita makan malam bersama?”

“Tidak perlu, Jonghyun-ssi.Aku ada urusan mendadak,” elak Hyun Yi halus.

“Baiklah.Terimakasih sudah menjaga adikku.”

Hyun Yi membungkuk sebentar kearah Jonghyun dan Key sebelum akhirnya benar-benar lenyap dari hadapan dua namja tampan itu.

Jonghyun menatap aneh adiknya itu lalu bertanya.“Apa kalian baru saja bertengkar?”

“Berhenti berpikir aku pacaran dengannya.Dia sudah bertunangan.Kami hanya teman, Hyung,” ujar Key sedikit ketus kemudian masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.

Jonghyun bergumam pada dirinya sendiri.“Aigoo, tampaknya mereka memang baru saja bertengkar.”

+++++

Soeren Café, 8.00 P.M

Shin Hyun Yi mengetuk-ketuk pelan meja kafe itu dengan telunjuk kirinya. Tangan kanannya digunakannya sebagai tumpuan kepalanya yang terasa sedikit lebih berat.

Bolehkah jika aku bilang kau menyukaiku?’

Gadis itu menghela nafas berat.Kemudian menegakkan kembali tubuhnya dan mengembangkan senyumnya saat matanya menangkap sosok jangkung berjalan menghampirinya.

“Kenapa tidak makan malam dengan temanmu itu?” tanya Minho sesaat setelah mengambil tempat dikursi seberang Hyun Yi.

“Aku ingin makan malam denganmu.”

Minho tersenyum tipis menanggapi kalimat yang terlontar dari yeojanya itu.

Sedetik kemudian seorang pelayan datang mengantar pesanan yang sebelumnya ternyata sudah dipesan Hyun Yi.“Silahkan menikmati,” ujar pelayan itu yang dibalas ucapan terimakasih dari Hyun Yi.

Acara makan malam itu berjalan dengan hening, seolah tidak ada yang berniat membuka pembicaraan diantara kedua sejoli itu, bahkan sampai makanan itu telah habis.

Terdengar helaan nafas berat dari Minho, membuat Shin Hyun Yi yang sedari tadi menunduk, sejenak menatap namja dihadapannya itu.Hyun Yi ingin mengatakan sesuatu, namun ada hal yang seakan membuatnya ragu mengucapkannya.

“Kau berbohong padaku?”

“Apa?”

“Kau berbohong padaku, kan?” tegas Minho, membuat yeoja dengan rambut dark brown sepunggung itu menyipitkan kedua matanya.“Kau mengunjungi namja itu sejak beberapa hari lalu.kenapa tidak mengatakannya dengan jujur padaku?”

“Aku…” lidah Hyun Yi serasa kelu.Matanya mulai berkaca-kaca.Keadaan hatinya yang labil sejak beberapa saat lalu, ditambah pernyataan-pernyataan dari Minho membuat emosinya membuncah.

“Kenapa kau berbohong?”

Airmata yeoja itu dengan mulus mengalir di pipi putihnya yang kini nampak memerah.Sementara Choi Minho tengah mengepalkan kedua jemarinya hingga buku-buku jarinya memutih.

“Kau menyukai namja itu?”

To Be Continue…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

24 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] La Chata [1.2]”

  1. Jjong neo baboya.. Hahaha..
    Aku dukung hyunyi sama key.. Soalnya ku lebih dapet feel di antara mereka dibanding hyunyi-minho..
    Next..

  2. seruu!! ini mengingatkanku pada raising idol.. sayang sampai skrng aq gk dpt video full raising idol key ver. nya. Jalan ceritanya unik tp syang alur kecepatan, ya bisa dimaklumilah kan ini hanya 2 shoot kan?

    ayo tetap berkarya author! ini bagus, cuma msh ada bbrp typo yg hrs diperhatikan. Nice ff !

    1. ahaha, ne! gamsahamnida~
      iya nih ternyata masih aja ada typo… >< alurnya kecepatan? iya ini authornya ga profesional… overall, jeongmal gamsahamnida~ *bow ^^

  3. Bayangin ceweknya kayak Yirang. Aaah, cocok banget dah merekaa XD

    Masih ada beberapa typo sih, tapi keseluruhan keren kok 🙂

    Ditunggu next part.nya ^^

  4. Kok aq ngerasanya Key jadi perusak Hubungan Hyunyi sama Minho…. Klo yg lainnya berharap Key sama Hyunyi, tapi aq malah berharap Hyunyi tetep sama Minho… Kasian Minongnya…. Udd kemarin gx ikut SMTown, masa sekarang ceweknya direbut Sama Key (prasaan gx add hubungannya dehhh…wkwkwk)

    oh iyaaaa… Ketinggalannnnn Key di Rising Idol kerenn bangetttt… Pengen dehhhh dimasakin sama Key….hehehehehe

    1. jadi kamu maunya hyun yi sama key apa minho? *emosi -.-v *kidding
      minho sama aku tuh akhirnya, kekeke
      gamsahamnida udah baca plus komen 😀 *deephug ^^

  5. baca ff ni berasa kyk nonton drama taiwan deh…lupa judulnya tp klo g salah yg maen barbie hsu sm alan luo…#abaikan…g penting ini

    uwwwaaaa key jd koki pasti keren…#ketahuan blom nonton raising idol 😦
    pengen dong dimasakin sm key…

    aq sih jelas ngarepnya hyun yi sm key drpd minho…
    lagian kyknya hyun yi emg suka sm key kan…iyakan…
    udh hyun yi akhirnya sm key aja…drpada ntar key sm aq…#sarapmodeon

    1. aigoo!! baru nyadar saya, itu drama judulnya corner with love ya kan? ^^
      ahaha, gamsahamnida udah mau baca plus komen *deepbow

  6. haaaah,rumit! rumit!
    2 tahun tp bisa berpaling? mungkin ga ya? ckck
    suka sama karakter jjong,sama minho juga suka, overall suka semuanya,mhehe

  7. Hai Lady Lee,

    Ide ceritanya termasuk oke, hanya saja agak sedikit kecewa karena Hyunyi yang tiba-tiba aja jatuh cinta sama key.. Bukan masalah karena dia sudah pacaran dua tahun dengan Minho, orang yang pacaran 8 tahun aja bisa berpaling kok..
    Cuma kayaknya penggambaran ketika si Hyunyi jatuh cinta ke key itu terkesan buru-buru, mungkin karena ngejar two-shot yah..
    Dari segi penulisan, ada beberapa salah tanda baca..
    Selain itu juga seharusnya ada spasi setelah penulisan tanda baca

    menurutku scene yang paling berkesan itu yang di flat key setelah Hyunyi pergi dan key ngejelasin ke Jonghyun kalau mereka gak pacaran dan si hyung justru ngira mereka lagi bertengar, itu scene yang paling nangkep perhatian aku

    Good luck yah..

  8. setuju ma Yuyu eon. menurut aku feel Hyunyi jatuh cinta ma Key kurang ngena. Begitu juga sebaliknya.
    Tapi, aku suka ceritanya 🙂
    Jadi penasaran apa keputusan yang akan dibuat oleh Minho kalo tau hati Hyunyi udah mulai terbagi untuk Key.

  9. hai hai ^^

    Eh eh Lady Lee, aku bingung masa… dari pertama kamu nyebut kata ini aku bingung..
    Widges? Maksud kamu wedges, atau emang ada widges? Kalau iya… widges itu apaan sih? ._.a aku pikir maksud kamu nulis wedges tapi salah tulis.. eh ternyata kamu nyebut widges dua kali.
    Terus terus… aku bingung deh sama kalimat ‘Membuat tatapan kagum tertuju oleh para karyawan Choi Corp terhadap kecantikan sang calon menantu presiden direktur itu.’ ini aku aja yang susah nalar, atau memang kalimatnya agak janggal
    Aku udah baca kalimat ini berulang-ulang, tapi tetep gak ngerti maksudnya gimana ._.v

    Buat ide cerita, yep.. this is good. Cinta segitiga sih ya intinya, tapi cinta segitiganya justru terbangun saat Hyun Yi mau belajar masak untuk tunangannya.
    Lain kali nih ya, walaupun mesti kejar twoshot atau oneshot… perdalam dulu deh feelnya
    kalau takut kelebihan dari target, misalkan jadi 3 part padahal harusnya 2 part. Aku sih saran gak perlu pake sudut pandang masing-masing tokohnya, kamu aja yang kembangin perasaannya ^^
    Buat romance, biasanya sudut pandang dari penulis atau orang ketiga serba tahu itu lebih berhasil loh 😀 .. kalau horor atau misteri biasanya lebih sukses kalau sudut pandangnya pelaku utama

    Itu aja dari aku, semangat terus yaaaa!!! 😀

  10. Wah, telat nih aku baca Ff ini *bow*
    AIsh! seru nih! aku suka ide dan jalan ceritanya.
    Hyun yi masih galou tuh apa dia beneran suka sama Key apa engga.ekeekek.
    pokonya aku suka sama ceritanya
    “Bolehkah jika aku bilang kau menyukaiku?” <– .hha. ga tau knapa suka sama oertanyaan Key yang ini. 😀

    Nah, Minho udah tau nih. entar bakalan kaya gimana yah end-nya?
    langsung cuss ke part 2 deh aku. Penasaran n^^n

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s