[FF KEY B’DAY PARTY] Leaving Your Rottenness

Leaving Your Rottenness

Author: helmyshin1

Main cast: Key SHINee, Taeyeon SNSD

Support Cast: Krystal f(x) and Minho SHINee

Genre: Angst, Romance, AU

Rating: PG 15

Lenght: Vignette

Special Thanks To: Nadya Mayrosa L.

Shin1 Note: Be careful. Deskripsi berlebihan, ruwet alias gak jelas

.

Tak usah takut. Cepat atau lambat, aroma kebusukan itu akan terendus jua.

.

Yeobo, apa kau sudah makan?” Key membelai helaian rambut panjang Taeyeon dengan ketiga jari tangannya, mempertemukan kelereng indah Wanita itu dengan kedua bola matanya. Namun, Taeyeon tak memberikan balasan yang diharapkan Key. Wanita itu justru memalingkan wajahnya.

Si Lelaki mengerutkan dahi, “ada apa, yeobo? Ada masalah apa?” suaranya lembut, seolah nada parau telah disingkirkan dari pita suaranya. Taeyeon tak menjawab, diam seribu bahasa. Tak sadar jikalau ada setitik cairan bening yang meluncur dari kelopak matanya. Wanita itu tetap memandang lurus ke jendela yang terbuka, mendapati malam pekat bersama hujan di antara kain putih yang berkibar. Bertandang ke masa-masa tawa bersama seorang Kim Kibum, masa di mana dia tak menemukan alasan untuk berhenti tersenyum. Sayangnya, kali ini mulutnya hanya bergerak sedikit, “pergi,” dan entah memerintah atau mencaci tanpa ekspresi.

Key menarik sudut bibirnya, tersenyum tipis. Yang ditangkap benak Lelaki itu hanyalah kegundahan biasa yang dialami nyaris seluruh Wanita. Membuat Key hanya bertindak berdasarkan pemikiran yang tak panjang. Menaruh telapak tangannya di kedua bahu putih Taeyeon. Lagi-lagi, Wanita itu mengelak kasar.

“Aku bilang pergi!” kedua kaki Key melangkah ke belakang dengan spontan. Tanpa diperintah. Bukan baru sekali teriakan Taeyeon bertamu ke gendang telinganya, namun kali ini nada yang tinggi itu seolah sangat berbeda dan hendak menghapuskan keberadaannya. Key hanya berucap sekenanya. “Ada yang aneh denganmu, yeobo,” namun Taeyeon berkilah, menyipitkan matanya ke indra penglihatan Kim Kibum, “aneh? Kau bilang aku aneh? Kau yang aneh, Key! Kau yang berubah!” Taeyeon mendengus, “dan lagi, jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan itu!”

Frasa yang dilempar pita suara Istrinya bukanlah sebuah rajutan kalimat yang familiar, Key bahkan tak ingat kapan terakhir kali Taeyeon memaki padanya. Waktu bagaikan menghantam isi kepala Key dengan tanda tanya besar berwarna merah menyala. Namun Lelaki itu tak menemukan kesalahan apa-apa yang pernah dia lakukan di dalam kilas balik ingatannya. Sedangkan bagi Taeyeon, detik jam seolah memburu, seperti tengah mengejar buronan yang kabur dikarenakan ikatan tangannya yang tiada kencang.

Key dengan berani mendekat kembali, menatap mata, hidung, mulut, dan segala yang menempel di wajah Taeyeon dari samping kiri Wanita tersebut. Key menghembuskan karbondioksida hasil pernapasannya, “lebih baik kita bicara dalam keadaan tenang, Taeyeon. Yang dikeluarkan emosi hanyalah nafsu. Emosi tak akan membiarkan logika dan kebaikan menyentuh dirinya sedikit pun. Katakanlah, apa yang telah aku perbuat hingga kau seperti ini, Taeyeon?”

“Pergi!” dan kali ini suara Taeyeon menampar wajah Key.

“Taeyeon..”

Sang Wanita dengan cepat membalikkan tubuh sampai menghadap Key. Menatap mata kucing itu dengan tajam. “Kau pikir aku tak tahu, hah? Kau selalu setengah-setengah membagi semuanya denganku. Kau tak pernah mencintaiku seutuhnya, Key. Kau selalu setengah-setengah mencintaiku!” dada Taeyeon kembang kempis, air mata berangsur berkejar-kejaran untuk keluar. Dan Wanita itu, dia tak mampu menahan apa yang hendak dikeluhkan seluruh anggota tubuhnya.

“Key, apa kau tak sadar, aku mengorbankan segalanya untukmu. Aku rela kau menikah lagi agar kau punya keturunan. Namun, setelah itu kau melupakanku, Key. Kau hanya berlagak mempedulikanku! Key, tak tahukah engkau, kala untuk yang pertama kali kau masuk ke kamar Wanita itu, aku menangis sepanjang malam, dan kau, kau bahkan tak sedikit pun melirikku, Key! Setiap kali kau keluar dari kamarku, setiap malam saat kau tak disampingku, tak tahukah engkau bahwa aku hanya mampu mengendus bau baju-bajumu, Key! Berharap bahwa kain yang tengah aku dekap adalah tubuhmu sendiri. Tapi kau tak pernah tahu, Key. Kau tak pernah mau tahu. Yang kau pikirkan hanyalah egomu, Kim Kibum!”

Taeyeon merasakan sesak yang memeluk erat dirinya. Namun dirinya tak mampu menepis rasa itu semudah ia mengabaikan tangan Key yang menyentuh tubuhnya. Oksigen bagai tersedot ke paru-paru Taeyeon secara serentak, tak menyisakan ruang sedikit pun untuk melakukan pernapasan secara normal. Dan hal itu benar-benar membuat sang Wanita tersiksa.

Tanpa Taeyeon sadari, kedua kelereng Key beranjak sayu. Menyembunyikan aura yang membuat siapa pun terpesona. “Taeyeon, biarkan aku menjelaskan semuanya.” Kali ini Key menatap Wanitanya dengan mata berlinang. Namun Taeyeon tak sedikit pun iba, tak secuil pun merasa sedemikian rupa.

“Jelaskan apa? Menjelaskan bahwa sebenarnya kau hanya mencintainya?” nada Taeyeon mulai rendah. Yang semula menampakkan emosi justru berubah menjadi rasa sakit yang ditangguhkan. “Apa yang bisa dilakukan oleh Wanita rapuh sepertiku, Key. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Namun, mengapa harus dia, Key? Mengapa harus sahabatku sendiri? Waeyo?!”

“Dia! Dia! Dia! Dia punya nama, Taeyeon. Namanya Krystal! Jung Krystal!” dan Key dengan tololnya memancing emosi Taeyeon yang mulai meredup. Key merutuk. Tak seharusnya dia termakan amarahnya sendiri. Lelaki itu pun hanya membiarkan senyap mengisi jarak diantara Taeyeon dan dirinya sendiri untuk waktu yang tak cukup lama.

“Aku tak peduli, Key. Aku tak peduli siapa namanya, aku tak peduli siapa..”

”Dengar, Taeyeon,”

“orang tuanya, secantik apa dia, aku tak pernah..”

“Taeyeon, kumohon..”

“.. dan tak akan pernah sudi menyebut nama..”

“TAEYEON!”

Emosi Key melesat dengan cepat, nyaris mendobrak ubunnya. Kini Key telah gagal memelihara kesabarannya. Dia tak terima, sungguh tidak menerima frasa apapun yang telah keluar dari mulut legit Istri pertamanya. Sementara napas Wanita yang dimakinya masih terus memburu. Jantung pasangan itu memompa darah dengan cepat, seakan waktu hendak berlari meninggalkannya.

Gemuruh langit tertawa lebar, tanpa ampun mencambuk dunia dengan suaranya yang menggelegar. Tapi kali ini Taeyeon tak berteriak, justru berucap dengan begitu lirih, tak peduli apakah getar suaranya mampu meraih daun telinga Suaminya atau tidak. “Kau pasti tak bisa merasakannya. Aku muak, Key,” Wanita itu mendongak, meluruskan pandangnya dan secara tidak langsung membuat hati seorang Kim Kibum menciut, terus memukul dadanya sendiri. “Aku muak. Sakit, Key. Appo. Sakit sekali..” dan suaranya semakin terdengar seperti sebuah bisikan. Key membisu, seoalah dirinya diciptakan untuk tak berbicara. Ada getaran yang menuding jidatnya. Namun Key hanya membiarkan tubuh Wanitanya roboh perlahan, menenggelamkan wajah itu ke belahan lututnya.

Senyap berangsur melanglang buana. Petir yang baru saja memulai aksinya hanya mampu membungkam mulutnya sendiri. Menjaga jarak dengan seorang Taeyeon dan Kibum. Tak mau ikut campur akan urusan rumah tangga mereka berdua. Hanya membiarkan hujan yang masih beroperasi dengan tugasnya.

“Ya Tuhan..” Key berulang kali mendongakkan kepala, mencegah setetes saja air mata meluncur dari sana. Tapi cairan itu terus mengumpulkan tenaga untuk meloncat dari kedua konjungtiva Kibum, dan turut bekerja sama untuk menyumbat pernapasannya. “Tak usah membawa nama Tuhan dalam urusan kita, Kibum.”

Key mendesah, “Taeyeon.” Sebuah sayatan tepat mengenai jantung Taeyeon kala sang Suami menyebut namanya dengan fasih. Dan sebuah rasa perih mengguncang kepala Taeyeon pula kala Wanita itu mengucap nama orang yang dicintainya.

“Key,” yang berucap meluruskan wajahnya, seolah menerawang kembali. Namun bukan ingatan indah yang ia dapat, hal itu –kenangan indah- justru meluncur seenaknya, meninggalkan ingatan-ingatan rasa sakit sendirian, seperti pemiliknya.

“Apa kau tahu, terkadang aku menyesali keputusan yang pernah kuambil. Mengutuk diriku sendiri yang dengan tololnya termakan dengan rayuan menjijikkan. Tapi sampai sekarang aku belum menemukan jawaban mengapa aku yang keras bagai batu ini bisa lebur hanya oleh satu kalimat sederhana yang pernah meluncur dari mulutmu. Meluncur di atas papan es tanpa takut terjerembap.”

Pertahanan Key ambruk. Kedua tempurung lutut Lelaki itu seolah melunak hingga dirinya terduduk di hadapan Taeyeon, dengan air mata yang bebas keluar dari sumbernya. Key berulang kali menarik napas, hendak berbicara. Namun suara itu selalu tertahan di tenggorokannya, sedangkan dia sendiri tahu bahwa semuanya harus diperjelas, dan penyeselan itu tiada berguna.

Kali ini Key menarik napas lebih dalam dari sebelumnya, napas yang masuk ke paru-parunya bersama secuil kesakitan Taeyeon. Napas yang justru tak memberikan kehidupan yang damai. “Sungguh, ampuni aku, Taeyeon. Aku minta maaf sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya. Aku tahu bahwa apapun yang aku punya sama sekali tak sebanding dengan kebohongan yang pernah kuukir dalam hidup kita. Mianhae. Katakanlah Taeyeon, apa yang bisa aku berikan untukmu. Katakanlah.”

Taeyeon justru terkikik, mencoba menormalkan segalanya walau hal itu jelas-jelas teramat sulit untuknya. Wanita itu menangis sesenggukan. “Yang aku mau? Enyahlah dari hadapanku, Kim Kibum.”

“Tapi Taeyeon..”

Wae? Kau takut? Kau tak punya apa-apa ‘kan? Kau takut jikalau Wanita jalang itu meninggalkanmu karena kebenaranmu terkuak? Kebenaran bahwasanya harta yang selama ini kau banggakan adalah milikku seluruhnya, Kibum?”

“Taeyeon..”

Sang Wanita meludah, menatap Key seolah Lelaki di hadapannya adalah seorang yang tak punya harga diri, menjijikkan, dan tak patut dikasihani. Dan memang seperti itulah pandangan Taeyeon kepada seorang yang –masih- berstatus sebagai Suaminya. Lucunya, Taeyeon masih menyimpan rasa cinta kepada Kibum jauh di dalam lubuk hatinya.

Key mencengkram kedua lengan Taeyeon, membantu Wanita itu berdiri. Namun seharusnya dia tahu bahwa Taeyeon akan selalu menepis tangannya, dan Taeyeon bisa berdiri sendiri.

“Baik. Baiklah jikalau kau tak mau pergi. Aku yang akan meninggalkanmu. Meninggalkanmu bersama harta yang sudah tak berguna lagi. Ingat, Kibum. Kau akan menyesali hal ini, menyesalinya seumur hidupmu. Dan kau, kau tak akan pernah menemukan jalan terang untuk keluar dari kebusukanmu selama ini. Karena kau itu busuk, Kibum! Sangat Busuk!”

Key mematung, tak bisa bereaksi apa-apa kala Taeyeon beranjak dari hadapannya. Dia ingin menahan Taeyeon, menahannya untuk menarik segala kutukan yang telah Wanita itu utarakan. Namun Key tak bisa apa-apa, seolah jemari lentik Krystal meremas pergelangan tangannya, seolah ada senyum Wanita yang begitu dikasihinya itu. Tengah menahannya, untuk tak bergerak sedikit pun. Dan Lelaki itu baru bebas kala deru mesin mobil meraung-raung di halaman rumahnya, seakan suara itu memukul jantungnya agar dirinya tersadar.

Bahkan, Key tak mempedulikan hantaman air hujan yang merayunya untuk kembali ke rumah, menunggu kepulangan Krystal sembari menyesap secangkir kopi hangat. Dia terus berlari tanpa sadar. Sementara tiada secuil kain kering yang menutupi tubuhnya. Semuanya basah. Menebas jalan lebar yang hanya disemarakkan derasnya hujan. Tak tanggung, mulutnya meneriakkan nama Taeyeon, berharap lampu mobil milik Istrinya berhenti menyala dan mengembalikan Wanita itu ke pelukannya.

Namun kala Key berada pada titik terdekatnya dengan mobil Taeyeon, jalan seolah tak merestui. Jarak semakin panjang dan panjang. Key tak peduli. Lelaki itu kembali berteriak dengan kencang, dan ia tak tahu huruf apakah yang keluar dari mulutnya, semua terlontar begitu saja.

Sementara itu, air mata Taeyeon meluncur dengan cepat. Berkejar-kejaran seperti hujan yang memukul jantungnya seperti sebuah gendang. Matanya sembab, bahkan tangan dan tissue tak berhasil meredakan tangisnya. Angin hujan tak mempernyaman pernapasannya, justru membuatnya semakin sesak. Taeyeon tak bisa berpikir jernih.

Mata kucing Key terpejam cukup lama, merasa cahaya merah, dan orange terlalu terang untuk retinanya. Disusul oleh lengkingan klakson yang nyaris membuat gendang telinganya robek. Darahnya berdesir. Dan sontak dia berteriak, “TAEYEON!” namun bunyi ledakan meredam suaranya. Tubuhnya terhempas beberapa meter. Dia terlentang di atas aspal yang basah. Samar-samar matanya menangkap sang jago merah berkobar bersama sebuah truk besar dan mobil yang sudah tak jelas bentuknya.

Key tak sadarkan diri entah berapa lama. Yang menghampiri benaknya hanyalah replay adu mulut beberapa waktu yang lalu antara dirinya dan Taeyeon. Tak lama kemudian, jantung Key seakan berdetak lebih kencang. Dentuman kaki menabuh jalan. Dan Lelaki baru tersadar jikalau puluhan orang berlari menuju suara ledakan, seolah mereka berlari pulang untuk menghindar dari makian orang tuanya karena baru kembali tengah malam.

Orang-orang berlari, kencang, mengabaikan dirinnya yang jatuh, cukup menganggapnya sebagai barang lapuk yang tak pantas untuk disentuh. Key hendak berteriak meminta tolong, namun persediaan suaranya seolah telah habis karena meneriakkan nama Taeyeon dengan kencang. Dan amukan sirine ambulan membuat kepala Key bertambah pening.

Api masih berkobar, tak mempan dengan hujan yang berusaha menghentikan tariannya. Cukup pudar, Key tangkap tubuh anggun Krystal yang merapatkan dirinya ke seorang Lelaki, Lelaki yang begitu dikenalnya. Lelaki yang bahkan adalah teman karibnya sendiri. Choi Minho. Berangkulan mesra tak jauh dari pandangannya. Mereka mendongakkan kepala ke arah api yang membara, di bawah naungan sebuah payung hitam. Hanya sebuah.

Key memaki kasar pada dirinya sendiri, namun dia tak mampu mengeluarkan makian itu sekencang-kencangnya. Hanya membiarkan kata-kata kasar membuat jiwanya dikuliti.

Dunia busuk. Busuk sekali. Dan Lelaki itu, Key, dia bahkan tak menyadari betapa busuk dirinya sendiri.

-Leaving Your Rottenness-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Leaving Your Rottenness”

  1. jadi ini yang busuk siapa? *plak
    woah nyeseknya kena banget ,apalg pas taeyon kalm tp aslinya nyesek,aigoo berasa berantem sama minho hahah,
    tp rada nggak ngerti nih,itu tae ditabrak minstal gt?

  2. nyesek sih..
    inti ceritanya sedikit bisa menangkap. cuma secara keseluruhan, gak bisa nangkep. masih bingung.

    trus juga sedikit terganggu dengan penulisan istri dan wanita yang diketik pake huruf kapital (Istri) dan (Wanita).
    klo di tengah kalimat, istri dan wanita, dan sejenisnya, itu gak perlu diawali pake huruf kapital, karena bukan sapaan. ^^

    anw, keep writing

  3. so, key busuk jahatin taeyeon, dan key dibusukin sama krystal & minno, jadi intinya yang paling busuk krystal? poor key, kena juga sama karma

  4. kesan baca ff ini… mantaap! diksinya mantep, bner2 menggambarkan betapa ngenesnya suasana di cerita.
    pas aku baca ampe akhir, ff ini berasa di part ke sekian dari sebuah sequel..hehe… Kayaknya bisa dikembangin nih ide ceritanya jadi cerita sequel nantinya. jadi bisa dijelasin masa lalu key-taeyon, sampai akhirnya key nikah ama krystal..trus hubungan krystal ma minho..wkwk

    klo mnurutku sih, mgkn bisa dikasi strip panjang ato apalah sbagai pemisah antar paragraf yang udah berbeda scennya *?*. misalnya pas bagian si kibum yang masih di rumah, tru kasi pemisah paragraf, trus baru scene dia lagi di jalan. jdi gak terkesan trlalu menggebu2 gitu mnurutku ==v
    maap yaa…smoga berkenan yaa… tpi ni ttp keren looh!!!

    keep writing pokoknya! hwaitiiing!!!!!!!!!!! ^o^9

  5. Sebelum komen lebih jauh, aku punya beberapa pertanyaan.

    Aku ga ngeh ama bagian2 akhir. Itu key kena ledakan ya? itu bukan ledakan gr2 mobil taeyeon tabrakan ama truk kan?
    trus, itu waktunya malem hari sampe ada “merasa cahaya merah, dan orange terlalu terang untuk retinanya. ” ya?

    Aku muji banget diksinya walau ada beberapa yang kurang pas ^^d

    Nah, perasaan di ff-mu yang sbelumnya aku ga pernah bahas masalah penulisan dialog kan ya? aku ga akan bahas lagi itu.

    aku mau mengupas ini, yang kebetulan ketangkep mataku aja :

    1. yang dialami nyaris seluruh Wanita.

    huruf W-nya ga gede say, bukan sapaan. begitu juga dalam kata istri, suami, huruf awalna kecil aja

    2. kalimat ini kepanjangan, kebanyakan pake koma kyakna, hehe

    Kau hanya berlagak mempedulikanku! Key, tak tahukah engkau, kala untuk yang pertama kali kau masuk ke kamar Wanita itu, aku menangis sepanjang malam, dan kau, kau bahkan tak sedikit pun melirikku, Key! Setiap kali kau keluar dari kamarku, setiap malam saat kau tak disampingku, tak tahukah engkau bahwa aku hanya mampu mengendus bau baju-bajumu, Key!

    Mungkin ini bisa ditulis:

    Kau hanya berlagak mempedulikanku! Key, tak tahukah engkau, kala untuk yang pertama kali kau masuk ke kamar wanita itu, aku menangis sepanjang malam. Sementara kau? Kau bahkan tak sedikit pun melirikku, Key! Setiap kali kau keluar dari kamarku, setiap malam saat kau tak disampingku, tak tahukah engkau bahwa aku hanya mampu mengendus bau baju-bajumu, Key!

    3. typo: seoalah
    4. tissue

    kalo kamu nulisnya gitu, diitalic. kecuali kalo km nulisnya tisu, baru ga usah italic 😀

    5. retinanya

    km nulis retina diitalic? itu bukannya udah masuk bhs indo ya?

    6. Dan Lelaki baru tersadar jikalau puluhan orang berlari menuju suara ledakan

    mungkin maksudnya ‘lelaki itu’ kan?

    7. aku ngerasa agak aneh kalimatnya:

    Cukup pudar, Key tangkap tubuh anggun Krystal yang merapatkan dirinya ke seorang Lelaki, L (huruf l kecil aja harusnya) elaki yang begitu dikenalnya. Lelaki yang bahkan adalah teman karibnya sendiri. Choi Minho. Berangkulan mesra tak jauh dari pandangannya….

    Cukup pudar? maksudnya samar-samar? niat km mungkin mau main variasi kata, tp untuk yg itu menurutku aneh.

    Maaf ya Helmy klo komenku ga berkenan. Semangat terus berkarya ya!
    Mian aku belom maen k blog-mu lg, abisnya mumet kuliahnya makin memuncak, tinggal meledak aja ni

    1. AAAA EONNIE~~ Maap juga baru bales ._.

      Komenmu membangun banget kok, eon ! Masalah wanita sama lelaki yg pake huruf besar itu sebenernya aku agak bingung, soalnya pernah baca2 gitu pake huruf besar dan ada juga yang kecil..

      Iya, niatnya sih variasi kata, tapi jadinya malah amburadul gak nggenah TT_TT

      Aku bisa maklumin kok, eon.. aku pun juga jadi jarang main ke blogmu.. lg agak sibuk jga.. hehe..

      Okelah, jeongmal gamsahamnida buat kritiknya.. ne, semangat ! ^^

  6. haaaaaaaai..
    sebelum berkomentar lebih lanjut aku cuma mau bilang, diksinya mantap!!

    nah, koreksi untuk beberapa penulisan udah dikasih bibib, jadi gak perlu aku ulang-ulang deh biar kamunya juga gak bosen, hehe..
    di sini aku perhatikan kamu sering menggunakan kata “kala”, mungkin ini selera pribadi yah, tapi gak ada salahnya jika divariasikan dengan kata: saat, sewaktu, ketika dsb

    Cukup pudar, Key tangkap tubuh anggun Krystal yg bla bla bla
    Yang ditangkap itu hanya sosok Krystal melalui pandangannya kan? Mungkin bisa diperjelas, karena sewaktu membaca pertama kali makna yang tersampaikan itu “Key menangkap tubuh krystal menggunakan tangan, bukan tatapsn” dan setelah diulang beberapa kali bau nsngkep maksudnya..

    Diawal cerita, alurnya masih bisa ditangkap.. tapi setelah taeyeon pergi mengendarai mobil aku mulai kesulitan mengikuti jalannya cerita..
    Yang meledak di sini adalah mobil taeyeon yang bertabrakan dengan truk bukan? sementara key hanya terkena imbas dari ledakan tsb dan tubuhnya terhempas? Jika makna yang aku tangkap ini benar, berarti jarak key dan mobil bisa dibilang cukup dekat dong? padahal tadi dibilang kalau jaraknya semakin melear..

    lalu diendingnya, krystal ternyata mrmiliki hubungan rahasia dengan minho? yang masih coba aku raba diending adalah, apakah tudingan taeyeon terhadap key itu benar atau key memsng tulus mencintai taeyeon?
    Itu aja deh, hehe, semoga berkenan dengan komen ini dan bisa memberikan efek positif..
    pertahankan diksi kamu yang sudah oke, dan coba diperbaiki untuk beberapa diksi yang pemakaiannya kurang sesuai
    good luck^^

  7. komenku yg dulu gak masuk lagi
    dan Key mati? lagi? -,-

    asli yaaah, narasiny keren cekaliiii! konflikny asssh ak tenggelam bget dlm penderitaan Taeyeon.
    ak sampe speechless deh pokony.

    pokokny daebak lah (y)

  8. Ini ide ceritanya bagus banget. Aku sampe rada nyesek di bagian gimana sedih dan sakit hatinya taeyeon sama perlakuan Key.
    tapi aku rada ga ngeuh sama beberapa scene. Ada beberapa bagian yang narasinya bagus, tapi justru bikin aku ga paham ,dan dibaca berulang2, dan akhirnya malah merusak konsentrasiku pada cerita saking pengen ngertinya bagian yang ga aku paham.
    Dan dibagian akhirnyapun aku ga ngeuh kalo Key mati *setelah baca2 komen di atas*
    Koreksi penulisan, dll sudah pada dibahas oleh pembaca yang lain.
    Nice ff ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s