[FF KEY B’DAY PARTY] Love Without Words

[poster]

Title     : Love Without Words

Author : ReeneReenePott

Maincast : Kim Kibum, Park Hyuna (OC)

Supportercast : Park Jung Soo(Tuan Park), Lee Jinki, Yoon Sang Hyun(Actor) , Yoon Dojoon(BEAST)

Genre  : Romance, Sad, Angst, Tragedy, Action*a bit*

Length : Oneshoot, Songfic.

Rating  : PG 15(Sebenernya aku ga tau rating-nya berapa u,u)

Backsound : UNGU – Cinta Dalam Hati (di-repeat all ya~)

A/N      : WARNING! Impolite words, and a little hard sex (a little loh ya, jangan mikir yang macem-macem#plakk). Dan songfic abal-abal yang diikut sertakan dalam Key FF Party ini pertama kupersembahkan kepada… ViKeyKyuLov!

Love Without Words

Author POV

“Selamat datang, Tuan Kim, Tuan Lee,” seorang pria paruh baya menautkan jari-jarinya di atas meja kerjanya yang dingin. Tatapannya tak lepas dari dua orang namja muda, memakai setelan jas lengkap, keduanya sama-sama menunduk. “Kurasa kalian sudah tahu dengan jelas kenapa saya merekrut kalian secara pribadi,”

Ne, sajangnim,” jawab kedua pria itu serentak.

“Yoon Sang Hyun pasti segera bertindak. Dan aku tahu, sasaran utamanya untuk membuatku jatuh adalah putriku, Park Hyuna. Aku ingin kalian mengawasinya, melindunginya, setiap waktu agar ia tetap aman,”

Arraseumnida, sajangnim,”

“Tapi rahasiakan tentang ini darinya. Yang pasti kalian harus melindunginya sekuat tenaga kalian, segenap jiwa dan raga. Kumohon,”

Arraseumnida, sajangnim,”

__

Mungkin ini memang jalan takdirku

Mengagumi tanpa di cintai

Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia

Dengan hidupmu, dengan hidupmu

__

Kibum POV

Kupandang yeoja manis berkucir satu itu dengan kagum. Ia sangat sangat cantik. Kurasa salah satu alasan kenapa aku mau menjadi bodyguard-nya adalah, karena aku menyayanginya. Namanya.. Park Hyuna.

“Kim Kibum, kau tahu, tatapan itu berbahaya,” Jinki yang berdiri tepat di sampingku menyikut lenganku keras.  “Ingat, itu yeoja yang harus kau lindungi, bukan sebagai tempat melabuhkan cinta-mu,” katanya lagi, tegas. Aku tidak menghiraukan kata-katanya, dan terus menatap Hyuna.

Pandanganku terus mengekorinya hingga ia sampai di depan sebuah sedan mewah berwarna hitam. Aku menyipitkan mata, berusaha mengenali sosok yang baru keluar dari mobil itu. Yoon Doojoon…

“Bukankah itu kekasihnya? Tuh kan, Kim Kibum, kubilang jangan berharap pada Nona Park! Ia anak seorang Direktur Park Company, sedangkan kau?” aku menoleh menatapnya tajam, membuatnya menghentikan kata-katanya.

“Aku tidak berharap padanya, Lee Jinki,”

“Baiklah, baiklah, tapi kurasa kita harus mengikutinya sekarang,” Jinki melangkah mendekati sepasang kekasih yang saling berpelukan dan bercanda ria itu. Dengan desahan pelan, aku melangkah mengikutinya.

…:::Flashback:::…

Nuguya?” gadis itu, gadis yang bernama Park Hyuna itu menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatap kami berdua dengan tatapannya yang seperti elang itu.

Annyeonghaseyo, Lee Jinki imnida,”

“Kim Kibum imnida,” kami berdua membungkuk kepada gadis di hadapan kami yang menjabat sebagai ‘atasan’ kami. Hyuna menatap kami berdua lekat, lalu memalingkan wajah dan mengulurkan tangan mengambil sepotong buah yang tersedia di atas mejanya.

“Suruhan appa?” responnya cuek. Aku dan Jinki saling pandang sejenak, lalu kembali menatapnya.

Ne,”

“Katakan padanya, bahwa aku tidak memerlukan kalian,” jawabnya dingin. Aku tersentak. Wah, gadis ini terlalu percaya diri.

“Apa agasshi punya alasan kuat untuk itu?” tukasku spontan. Kurasakan Jinki menghujamkan tatapan tajamnya padaku. Memperingati apa yang sudah keluar dari mulutku. Namun aku sama sekali tak menggubrisnya. Hyuna masih tak memandang kami. Ia hanya mengunyah buahnya dengan ekspresi bosan.

“Aku pemegang sabuk hitam taekwondo. Apa ada masalah?” aku terkekeh mendengar jawabannya. Ia melotot melihat reaksiku, membuat Jinki menyikut rusukku. “Kenapa tertawa?”

“Hanya sabuk hitam, agasshi? Kurasa kau masih perlu banyak belajar,” jawabku dengan seringaian di wajah.

“Kau hanya suruhan appa-ku, dan aku sama sekali tidak berminat. Kalian keluar saja,” sembur Hyuna garang. Kusadari Jinki agak mengkeret di sisiku, tapi tidak denganku. Gadis di depanku benar-benar keras kepala.

“Apa kau tidak keberatan dengan sangsi yang akan kau terima bila menolak keberadaan kami?” tanyaku. Ia memasang wajah bingung, yang semakin meyakinkanku kalau ia benar-benar tidak tahu-menahu tentang masalah ini. “Uang jajan, fasilitas mobil, uang bensin, credit card, kartu ATM, telepon genggam, fasilitas internet dan semacamnya akan dicabut. Oh ya, kau juga harus home schooling karena kau tidak boleh keluar rumah,”

“KALIAN GILA?!” teriaknya marah dan spontan berdiri. Aku menatapnya datar, meyakinkannya bahwa aku sedang tidak bercanda. “Beraninya membohongiku, kalian habis dengan appa-ku,” dengan gusar ia menyambar I-Phone miliknya, menekan beberapa nomor dan menempelkannya ke telinga. “Appa! Apalagi lelucon yang kau buat sekarang?!” serunya langsung sambil berkacak pinggang. Setelah beberapa menit terdiam, dengan patuh ia berkata “Ne, arrasseo,” dan langsung melemparkan I-Phonenya ke sofa yang barusan di dudukinya.

“Bagaimana, aggashi?”

“Baiklah. Aku turuti keinginan kalian. Tapi ingat, jangan pernah ikut campur urusan pribadiku,” ancamnya sebelum masuk ke kamar dan membanting pintunya dengan kasar. Aku dan Jinki saling berpandangan, lalu bertukar senyum tipis. Setidaknya kami sudah membuatnya menerima kondisi ini.

__

“Jangan begitu dekat denganku. Kalian harus berjarak minimal 5 meter daripadaku. Aku tak pernah nampak dekat dengan seorang namja-pun, jadi awas saja kalau kalian melanggarnya,” celotehnya panjang lebar saat kami bertiga—dengan Jinki yang menyetir mobil—tengah dalam perjalanan menuju ke universitas Hyuna. Aku dan Jinki bertransformasi menjadi murid pindahan di sini.

Arasseo,” jawab kami serempak. Hyuna tampak puas, terbukti dengan tangannya yang tersilang di depan dada.

Sepertinya aku tahu kenapa dia tidak ingin terlihat dekat dengan seorang namja-pun begitu ia turun di halaman universitas ini. Ia sudah mempunyai namjachingu, yang entah namanya siapa.

“Kecewa, eh?” suara Jinki tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Aku menoleh menatapnya.

Mwo?”

“Majikan kita sangat cantik, tak heran kau menyukainya,” ujarnya lagi sambil melepas sabuk pengamannya. Aku ikut melepas sabuk pengaman juga, dan melangkah keluar mobil.

“Janagn berpikir yang macam-macam,” sahutku dengan rahang terkatup.

…:::Flashback end:::…

“Nah, Kim Kibum, kau masih tak mau mengakuinya juga?” gumam Jinki lagi saat kami melangkah semakin dekat ke arah pasangan itu. Aku memutarkan kedua bola mataku, lalu menatap lurus ke depan.

“Baiklah, aku mengakuinya. Ini semua kulakukan memang karena-nya,”

__

Telah lama kupendam perasaan itu

Menunggu hatimu menyambut diriku

Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah

Bahagia untukku, bahagia untukku

__

“Kalian kemana saja sih? Aku hampir mati kebosanan di sini,” gerutu Hyuna sambil menyeret langkahnya masuk ke dalam mobil. Jinki dan aku saling bertukar pandang, lalu menatapnya dengan perasaan bersalah.

Mianhae, kami pikir kau akan kencan lebih lama dengan namjachingu-mu itu,” ujar Jinki pelan. Hyuna mengibaskan tangannya dan langsung menghempaskan diri ke jok belakang mobil.

“Traktir aku es krim sebagai permintaan maaf kalian. Sekarang, tidak ada alasan,” pintanya keras. Aku dan Jinki diam-diam mengulum senyum. Putri Muda kami ini benar-benar…

“Baiklah, bagaimana kalau kita ke daerah Namsan?” usulku tiba-tiba. Hyuna menjentikkan jarinya sambil tersenyum lebar.

“Bagus! Disana ada banyak toko es krim,” sahutnya girang. Jinki hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kami.

Mobil sedan ini berderu dengan santai membelah kesunyian jalan raya sore itu. Tak banyak kendaraan yang melintas, dan itu cukup membuatku heran. Apa karena sekarang sekolah-sekolah sedang melaksanakan ujian? Tapi kurasa itu tidak akan berpengaruh.

“Oh ya, nona, anda mendapatkan undangan,” ujar Jinki tiba-tiba sambil mengeluarkan sebuah kartu dari dalam jasnya. Aku merenyit memandangi kartu berwarna kuning gading itu. Hyuna menerimanya dengan santai, tanpa mengalihkan pandangannya dari I-phonenya.

“Dari siapa?”

“Dari Yoon Dojoon, ia memberikannya pada kami sebelum nona datang,” jawab Jinki tenang. Aku memiringkan kepalaku bingung. Jadi yang tadi Dojoon berikan itu kartu undangan? Aku melirik Hyuna dari kaca dasbor mobil. Ia membuka kartu itu perlahan, lalu membaca isinya sekilas.

“Ah, acara ini. Hari ulangtahunnya, kan?” Hyuna mengangkat wajahnya lalu memandang kami berdua. “Kalian tidak usah ikut,”

Aniyo, nona, kami sudah diminta untuk mengawasimu,” tolak Jinki keras. Hyuna mengerucutkan bibirnya.

“Ayolah, aku ini sudah besar, kalau hanya ke pesta tidak perlu dijaga,”

“Tenang, nona. Kami juga akan menikmati pestanya. Jadi anda tak perlu cemas,” sahutku kalem. Jinki menyeringai sambil melirikku.

“Memangnya apa yang akan kalian lakukan di pesta itu?” HYuna menyipitkan matanya curiga.

“Kami? Kami akan menjadi tamu undangan juga. Jadi tenang saja nona, kita akan berpencar,” sahutku lagi. Hyuna menghembuskan napas lega, lalu mengulum senyum tipis.

“Ingat ya, jangan ganggu aku dengan Dojoon oppa,”

Arasseo, nona,” jawab kami berdua serempak.

__

“Sedang apa, Key? Kau tidak bersiap?” tanya Jinki yang membuatku terkejut. Aku langsung menutup buku agenda yang tengah kupegang. “Menulis diary lagi, eoh? Kau ini cover-nya memang manly, tapi kenapa isinya mirip yeoja sih,”

“Ya! Enak saja, ini pertama kalinya aku ingin menulis sesuatu di buku ini, jadi, tolong tinggalkan aku,” sahutku kalem. Jinki mengangkat kedua bahunya cuek.

“Terserah lah. Tapi jangan lupa, bawa revolver-mu, aku merasakan akan ada sesuatu dalam pesta ini,” sahutnya yang membuatku tercenung.

“Bukankah kita selalu membawanya?”

“Pokoknya aku merasakan sesuatu yang tidak enak. Kau cepat bersiaplah,” putus Jinki menepuk bahuku sebentar lalu melangkah meninggalkan kamar. Apakah benar apa yang dikatakannya?

Author POV

Hyuna memasuki ballroom sebuah hotel bintang lima itu seorang diri. Ia nampak tenang, kelewat tenang malah. Ia sangat bersyukur bahwa hari ini ia bisa terbebas dari penjaganya—yang pasti membuat siapa saja merasa dipenjara. Well, ia tak seharusnya berpikir seperti itu. Mereka—kedua bodyguard-nya itu—tak buruk, mereka teman kerja yang menyenangkan. Astaga, teman kerja?

“Hyuna-ya~” panggil sebuah suara, membuat Hyuna menoleh dan tersenyum kecil.

“Kau menemukanku?” tanya Hyuna dengan senyum lebar yang terus melekat di bibir indahnya itu. Yoon Dojoon, namja yang membuatnya dimabuk cinta. Namja yang membuatnya menjadi yeoja paling beruntung di seluruh dunia. Dojoon menyeringai lalu merangkul pinggang Hyuna mesra.

Kkaja,”

__

Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu

Meski ku tunggu hingga ujung waktuku

Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya

__

Kibum mengambil limunnya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ballroom megah itu. beberapa wanita tampak meliriknya menggoda, namun ia hiraukan saja wanita-wanita itu. ia sudah berkomitmen agar Hyuna tidak lepas dari sudut matanya selama pesta berlangsung. Ia masih berkomunikasi dengan Jinki yang entah di mana, dengan menggukan earphone dan mic kecil yang diselipkan di telinganya.

“Kau melihatnya?” tanya Jinki. Kibum menggeleng walaupun ia tahu Jinki tak bisa melihatnya.

Ani. Aku belum melihatnya,”

“Cepat temukan dia, Kibum, Yoon Doojoon bukan orang yang mudah dipercaya,” tegur Jinki, terdengar seperti gumaman. Kening Kibum berkerut, namun ia berusaha untuk menjaga ekspresi wajahnya tetap stabil.

“Bukankah terakhir kali ia bersama namja itu? Aku melihatnya sekilas sebelum memasuki ballroom,” balas Kibum agak lama. Jinki terdiam, membuat Kibum mengedarkan pandangannya dengan lebih berani lagi.

“Hai tampan,” desah seorang wanita, yang entah kapan sudah berada di sisi Kibum dengan jarak yang sangat dekat. Kibum sedikit terkejut, lalu membungkuk sopan. Wanita itu tersenyum menggoda, membuat Kibum mau-tak mau mengerutkan keningnya, membuatnya heran dengan wanita yang memakai dress merah menyala dengan tema dandanan you-can-see-all-my-body.

Annyeonghaseyo agashi,” Kibum menjawab sopan. Wanita itu tampak terkesan dengan sikap sopan Kibum, namun ia tak menyerah untuk membuat Kibum tertarik padanya.

“Sendirian?”

Ani. Bersama chingu-ku,” jawab Kibum, sekali lagi, sopan. Wanita itu tampak mendengus kecil, merasa sedikit kesal ketika pesonanya nampak seperti angin lalu di hadapan Kibum.

“Kau mau wine?” tawar wanita itu. kibum menatapnya sejenak, lalu menggeleng.

“Maaf, agashi, saya tidak ingin mengonsumsi alkohol saat ini,” tolaknya halus. Wanita itu mengangkat sebelah alisnya, lalu mendekatkan lagi tubuhnya dengan tubuh Kibum. Kibum sedikit menyingkir, dan tepat saat itu ia menangkap siluet tubuh Hyuna yang sedang ditarik oleh seorang namja, tepat keluar ballroom. Ia terkesiap, lalu mengeratkan earphone dan mic-nya.

“Hyung, aku menemukannya. Kau bisa melacakku dengan GPS,” gumam Kibum, ia langsung meninggalkan wanita itu dan melesat ke dalam kerumunan orang.

__

Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja

Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya

Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja

__

“Kemana, oppa? Katamu ada tempat yang lebih menarik lagi?” tanya Hyuna bingung pada namja di sampingnya. Doojoon hanya tersenyum sambil terus menggenggam tangan Hyuna.

“Kau tenang saja, aku jamin, di tempat ini kau akan lebih bahagia,” ujarnya sambil tersenyum lebar. Sedikit, Hyuna merasa takut. Ini hotel bintang lima, oke—dan apa yang akan dilakukan seorang namja pada yeoja di dalam kamar hotel?

Oppa, kita mau kemana?” tanya Hyuna cemas. Doojoon menggenggam tangannya lebih erat lagi sambil tersenyum.

“Tenang, Hyuna sayang, aku tidak akan mencelakaimu,” ujar Doojoon. Hyuna menggigit bibir bawahnya, perutnya mulai terasa tidak enak apalagi saat Doojoon menghentikan langkahnya di depan sebuah  pintu besar, mendorong pintu itu dan menariknya masuk.

“Op—KYA!! Emphh..”

Gotcha, little swan,” seringaian Doojoon melebar ketika ia berhasil memplester mulut Hyuna dan menarik tubuhnya semakin masuk ke dalam ruangan itu.

__

“Kim Kibum, kau jangan buat aku berimajinasi yang tidak-tidak,” suara Jinki terdengar lebar earphone yang dikenakan Kibum. Kibum masih berusaha mengingat-ingat jalur yang tadi Hyuna dan Doojoon lalui dari sudut matanya.

“Sial, mereka menghilang cepat seka—“ Kibum menghentikan langkahnya ketika ia menemukan sesuatu yang janggal di lantai yang ia pijak.

“Kibum? Ada apa?” tanya Jinki dari seberang. Kibum hanya mematung, ia mendongak dan terkejut mendapati sebuah pintu besar berwarna putih dengan gagang besi bulat tepat di hadapannya.

“Kau sudah telepon polisi?”

“Ash, Kibum, yang kulakuan bukan menelpon polisi, tapi menyeret polisi ke sini!” pekik Jinki panik. Kibum menelan ludahnya, lalu memungut sebuah bros berbentuk pita berwarna pink pucat yang sangat dikenalnya.

“Dia di sini…” gumamnya, lalu berusaha membuka pintu putih besar itu. “Sial, terkunci dari dalam!”

__

Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu

Meski ku tunggu hingga ujung waktuku

Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya

__

Hyuna menghentakkan kakinya marah, air mata membanjiri wajahnya yang rupawan. Tangannya terikat di belakang kursi, tubuh serta kakinya juga. Hanya nampak sebuah lampu yang remang-remang, karena tepat berada di atas kepalanya.

“Oh, ayolah, Nona Park Hyuna, kau mau menangis pun percuma. Karena yang keluar hanyalah airmatamu, hahaha…” suara Doojoon terdengar berat dan menghujam. Hyuna berhenti mengeluarkan air matanya, tapi wajahnya masih mengkilat karena basah. Ia menatap namja tinggi di hadapannya nanar.

‘Brengsek kau Yoon Doojoon!’ jeritnya dalam hati. ‘Kibum, Jinki, siapapun, cepatlah kemari!’ “MMM!!!!” jerit Hyuna lagi.

Plakk

“Hei, kau bisa diam tidak?” Hyuna kembali terisak ketika sebuah tangan kekar menapar wajahnya tak berperikemanusiaan. Hyuna mendongak, menatap wajah penamparnya itu nanar. ‘Si keparat itu menyiapkan anak buah ternyata. Sial!’

“Yoon sajangnim, tidak enak kalau hanya  memandangi gadis cantik ini menangis. Bagaimana kalau kita nikmati saja?” usul salah seorang pria berotot gimbal dan bertampang mesum sambil menelusuri lekuk tubuh Hyuna liar. Hyuna mendelik menatap pria itu, ia benar-benar marah dengan tatapan pria yang membuatnya seakan ingin muntah itu. Hyuna menunduk ketika sebuah bayangan hitam mendekat ke arahnya.

Doojoon berdiri tepat di hadapan Hyuna, meraih dagunya dan membuat gadis itu mendongak paksa. “Hm, kau benar, kau bersedia, Park Hyuna, melayani semua yang ada di sini?” tawar Doojoon dengan suara menggoda, namun membuat Hyuna ingin muntah di wajah pria itu saat itu juga.

Hyuna hanya mendelik, seakan menantang Doojoon. Karena tak kunjung menjawabnya dengan anggukan ataupun jeritan. Doojoon menjambak rambut panjang Hyuna kasar, membuat gadis itu mendongak lebih ke atas lagi sambil memekik kesakitan. Seringaian puas muncul di bibir Doojoon.

“Kalau kau diam, kuanggap sebagai ‘ya’,” ujar Doojoon licik. Hyuna memekik keras ketika lidah Doojoon menjilat permukaan lehernya yang terekspos itu. “Ah, aku tak bisa mendengar desahanmu bila mulutmu tertutup begitu,” ujar Doojoon rendah, lalu menarik plester yang membekap mulut Hyuna tiba-tiba.

“AAAKH!” jerit Hyuna, seluruh kulitnya serasa tercabut begitu plester itu di lepas. “KURANG AJAR KAU BANGSAT, BAJINGAN TENGIK!”

PLAKKK

“Jaga bicaramu, anak perempuan sialan,” sahut Doojoon dingin. Jambakannya belum ia lepas, membuat Hyuna kembali terisak. “Kau, jika kau hilang dari dunia ini, aku bisa menyingkirkan si tua Bangka Park Jung Soo itu,”

“Oh, kau mau membunuhku untuk menurunkan mental ayahku, begitu?” cibir Hyuna, lalu meludah di wajah Doojoon.

PLAKKK

Kali ini bukan tamparan lagi, tapi gamparan telak untuk Hyuna. Darah menetes di sudut bibirnya, sementara kepalanya masih sedikit nyut-nyutan. “Kau benar-benar kurang ajar, Park Hyuna,” Doojoon makin menjambak rambut Hyuna, seolah-olah ingin mematahkan leher gadis itu. Ia menunduk, lalu menggigit leher putih Hyuna keras-keras.

“AAAAAAAKHHH~~” jerit Hyuna nyaring. Tangan Doojoon yang satunya mulai menggerayangi tubuh Hyuna yang lainnya. Hyuna berusaha menendang, memberontak, namun yang ada Doojoon membanting kursi yang ditambatkan padanya ke samping, membuat Hyuna otomatis ikut terlempar ke samping.

Brukkkkk

“Aku bersumpah, Yoon Doojoon, bila nanti aku mati, arwahku akan menghantuimu seumur hidup,” gumam Hyuna penuh dendam.

BRUAKKKK

Doojoon dan kedua pria yang ada di sudut ruangan menoleh kaget, begitupula Hyuna. Kedua mata Doojoon mendelik, ia langsung bediri mendapati sosok yang terengah-engah setelah berhasil mendobrak pintu besar itu.

“Kibum!” jerit Hyuna, penuh dengan kelegaan. Doojon menatap nanar kea rah kedua anak buahnya. Hyuna menatap Kibum tajam, sementara jari-jari tangannya sibuk mengurai tali yang membelit tangannya .

“Tunggu apa lagi? Habisi dia!” Kibum menaikkan alisnya, dan sambil mengukir senyum miring di bibir-nya, ia berhasil membereskan seorang dari pria kekar itu, meski dengan beberapa lebam tergores di wajahnya. Ia berbalik menatap Doojoon, lalu menyeringai. Ia tak menyadari kalau seorang lagi sedang mengayunkan pipa besi ke arahnya.

Hyuna, yang baru saja berhasil membebaskan diri dari tali temali yang membebat tubuhnya kecuali kakinya, mendelik begitu melihat bahaya menyambut Kibum. “KIBUM! AWAS!”

BUGHHHHH

“ARGHHHH!!!” Jerit Kibum keras, tubuhnya langsung ambruk dan membentur lantai dengan keras. Kali ini Doojoon yang menyeringai, ia mengeluarkan pistol dari sakunya dan di arahkannya kepada Hyuna yang membeku. Kibum melotot seakan jiwanya melayang. Doojoon menyeringai, bersiap menarik pelatuknya.

“Hyuna-ya!” teiak Kibum. Entah ada kekuatan darimana, Kibum bangkit dan menyambar tubuh Hyuna, menghalangi arahan pistol Doojoon. Ia ikut mengeluarkan revolver-nya, dan mengarahkannya pada Doojoon.

DORRR

Itu bukan suara revolver Kibum. Tapi suara pistol milik Doojoon. Wajah Kibum menjadi pias seketika, warnah merah segera mendominasi kemeja putihnya.

“KIBUM!” jerit Hyuna saat tubuh Kibum yang sedang merangkulnya ambruk ke tanah. Doojoon menyeringai puas, lalu melangkah mendekati Hyuna dengan Kibum yang bersimbah darah di pangkuannya.

“Hyuna-ya…” panggil Kibum lirih. Peluru itu menembus tepat di dada kirinya, dimana letak jantungnya berada. “Aku senang… kau baik-baik saja,”

“Kita sudahi drama menjijikkan ini,” sela Doojoon. “Sekarang giliranmu, nona Hyuna,” Doojoon mengarahkan pistolnya lagi ke kepala Hyuna yang masih membeku.

BRAKKKKK

“KAMI POLISI! ANGKAT TANGAN!”

Pandangan Hyuna menjadi kabur setelah melihat sesosok berjas hitam melangkah mendekatinya. “Jinki…”

__

Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja

Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya

Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja

__

“Nona Hyuna…” panggil Jinki pelan. Jinki mengetuk pintu kamar Hyuna, lalu masuk perlahan. “Nona, Park sajangnim sudah menunggu dibawah, jenazah Kibum sudah siap untuk dikremasikan,”

Tapi tak ada sahutan. Seorang gadis bergaun hitam polos terduduk di depan sebuah meja rias besar, pandangannya terlempar ke luar jendela besar kamarnya. Raut wajahnya datar, pandangannya kosong, dan dipangkuannya ada sebuah buku agenda. “Aku… tidak akan datang,”

Waeyo?”

“Aku… aku tidak kuat,” sebutir air mata menelusuri pipi porselennya. Jinki menundukkan kepalanya, ikut bersedih dengan meninggalnya rekan kerjanya selama ini. Ia mendesah keras, lalu mendongak dan melangkah mendekati Hyuna.

“Nona… bolehkan aku bercerita?” ungkap Jinki tiba-tiba. Bola mata Hyuna bergerak menatap Jinki, seakan memintanya melanjutkan kata-katanya. “Kibum… dia mencintaimu,”

“Itu… aku sudah tahu, aku membaca buku agendanya,” ujar Hyuna parau sambil mengacungkan buku yang ada di pangkuannya. “Aku tidak menyangka, ternyata dia memang benar-benar berniat mengorbankan nyawanya waktu itu,”

“Lalu, bagaimana dengan hatimu padanya?” tanya Jinki hati-hati. Hyuna menunduk, air matanya jatuh lagi.

“Entahlah, Jinki. Aku… jadi takut kehilangannya…” ungkap Hyuna parau. Jinki terdiam. “Kurasa… baru sekarang aku membalas perasaannya itu,”

“Kita harus menghadiri pengkremasian jenazah Kibum. Kkaja,” ujar Jinki. Hyuna mendongak, lalu mengangguk pelan.

FIN

Bagaimana readers? Alangkah gajenya bukan? Hoho… ga jelas kan?? Hahaha.. *nangis sambil ngais tanah* aku author gagal huaaaaaa…. *lap air mata buang ingus* Jongmal mianhae especially buat Evi… huaaa… maapin aku… *sujud-sujud* Dan.. itu… HUAAA DOOJOON GUA WOY!!!!! #pletaks KENAPA DIA NISTA BANGET DISINI?!?! *dibantai B2TY* maklum, authornya aja nista#bugh

Mian kalo feel ga dapet… soalnya aku bikinnya pas adekku nonton anime bodor nan somplak  K-ON! Dan lagi nyetel DBSK – Rising Sun pas bikin klimaks cerita *alangkah anehnya tracklist yang keputer* Kalo pada kehibur saya sih bersyukur ajah,  tapi kalo pada kecewa yah, mohon maklum lah ==a

Kritik dan komennya, ditunggu~ XD

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

 

 

Advertisements

45 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Love Without Words”

  1. Huwwaaaahhhhhhhh Renepoootttttt….. Banjir woy.. Banjir woyyyyy… Agagdjkdhsgagaga# udah nggak bisa ngomong apa-apa lagi sumpaaaahhhhhhh…… Ngebayangin Hyuna itu aku… Gak kuat sunggguuuuhhhh… Pertama karena lagu cinta dalam hatinya… Yang kedua.. Kenapa Key-ny harus metonggg… Yg ketigaaaa… Ngebayangin Key di scene klimaks waktu dia ditembak Dojoonnn.. Ya olohhhh… Kagak tegaaa.. Pasti keren gilaaaa…. Sumpritttt…. Gue meltingggg reeennn… #cium Reneepott ampe jontorrrr…..

    Oke,,, back to the story,, feel-ny ngena kok reennn.. Tapi aq ngeblank klo ngebayangin Dojoon.. Jadi kesalahan bukan pada ceritanya tapi pada pemainnyaaaa.. #dibalikin dehhh Dojooonnyaaaa… Wkwkwkwkw

    But, Over alll… Thanks very much reennn.. Kamu udd bersusah bikinin aq nih Ff… Gumawwwoooo.. Jeongmallll… Kado terindah buat Gue.. #eh salah deng, maksudny kado terindah buat ultah Kibum-ku… Pokoknya your The best reennnnnnn……… #kecup kanan, kecup kiri….. Byeee……

    1. HUWAHHHHH EVIIIHHHHHHH aku bikinnya nyesek duluan taooookkk makanya ga kelar-kelar eneeeeeeeh 😥 Key harus mati deseneeeeee karena MV nya begunuuuuuuhhh #bugh Alamaaaakk bagian itu kucepetin, gakuat huwakkkhh Dojoon kukorbankan di sini huwahh #plakh

      Hualamakkk berarti jangan Dojoon yak. Dia terlalu ganteng dan polos. Awalnya mau kumasukin Baekhyun, tapi dia kan tampang anak kecil, MANA KENAAA FEEL NYA DI SINIII XDD

      Iyah, masama. Ini juga tantangan baru, bikin genre action, huakakakaka#plak
      *baleskecupkanankiri GOMAWOHH YAKK *cipokin Evi*

  2. suara Jinki terdengar lebar earphone yang dikenakan Kibum. –maksudnya apa ini?

    Ceritanya keren deh, ya ampun. Kasian Kibum sampe akhir nggak bisa bilang ke Hyuna. Menurutku sih kematian Kibum itu agak terlalu cepat (?) kayak tiba-tiba banget gitu *apasih

    Seperti biasa, keren ceritanya B)

    1. astaganagah separah itukah typonya?? Kenappa aku ga tauuhhh??? *jambakin rambut*

      Memang kecepetan itu mah, makasih yah kamu udah jeli sekali di bagian itu. XDD Dan sengaja sih, takut kebablasan malah di diskualifikasi huakakakak#plak
      Gomawo yahh XD

  3. hwaa… Ya Tuhaann.. Knp kibum harus mati? Knp pula backsound-nya mesti tu lagu..?? Itu lagu ngingetin aq sama first love-ku yg ceritanya sjalan sama tu lagu..#hiks#curcol deeh
    Seinget ku, slama b’day party key, udah 3 ato 4 ff yg nasib key-nya tragis.. Hyaa.. Kasian key dibikin naas trus…
    Ecieee yg dapet persembahan ff..#colek vii mau juga dong dikasih persembahan ff bareng akang dino#gedubrakk
    Kereeenn pake banget.. Bikin galau neh.. Trutama backsound-nya.. Hehe
    Keep writing!!!

    1. Kenapa? Karena Evi nge-requestnya begunu ==a #pletakh
      Wuahhhh semangat yak#dugh *apapula*
      Yah, itumah nasib nya Key yah, muka dia pantes dibuat naas, ya mau bagaimana lagi?? #dugh XDD
      Dino??? Wahh.. aduh.. *garuk-garuk kepala* liat nanti deh yahh XDD
      Gomawohh *kecup*

  4. kenapa dua kali aku baca ff kok akhir cerita nyawa Key melayang smua #curcol dikit *abaikan
    udh sad ending, keren lagi
    beda banget ma ff aneh nan nggak jelas buatanku
    two tumbs up buat author

  5. diiih, Reeeen
    karena yg ulang tahun tampan sejagad raya, jadiny yang ngomen jg mesti cantik dunia akhirat semacam ak dong hahahaha

    ada Doojon,yey!

    seneng bangt tuh si Vikey dapat hadiah keren macam gini. nanti kalo ulang tahunny Onyu, boleh dong kmu bikin buat ak jg B-) *mauny

    mestikah endingny gitu? sedih banget tuh jd hyuna.

    okeh, keren yah!

    1. KKKK~~~~ XDD
      Iyah, dia kan abang aku yang sangtae setelah Onyuu huakakak#bugh
      Wuaduh, yang request Onyu udah 2 nih.. *lirik liaguk2*

      IYA DONG! ENDINGNYA HARUS BEGINIH!!! HOREEEEE #dugh
      Gomawoh yahh ^^

  6. Yeeyyy… gx boleh pada ngiri donggg #colekHyora sama Boram

    Bener kok.. Gx seneng lagi.. Udd lompat2 malahh,,, #lebey banget y gue..hehehe

    Kayaknya mesti di bikinin sekuel deh ya Boram?? May be storynya jd sama Jinki may be…. #ditendang Boram sama Renepott sampe di pintu dorm SHIneee…hihihiihi

  7. AAAA BAGUUSSSS…TAPI KENAPA SETIAP FF YANG AKU BACA HARI INI ENDINGNYA KEY SELALU MATII T_____T #capsjebol #maapcurcol
    tp ceritanya daebak thor! :”

  8. tadinya sempet g mau baca,bgtu tau klo ni ff angst..aq plg g bisa baca ff angst
    tp sayang jg klo g di baca cz castnya kan key….
    hasilnya….
    banjir pagi-pagi…
    itu knp key harus mati…????
    kupikir tadinya hyuna yg mati terus ntar key sm aq…#plak

    feel’nya g dpet..???
    cp blg…ngena bgt kok,apalagi pas scene yg maen revolver itu…
    sumpah demi apa keren bgt…

    1. Kenapa Key harus mati??? Karena emang begitu plotnya #DORRRRR
      Kan dari judul udah sad, masa ntar jadi happy ending fluffy fluffy(?) Ga masuk akal donggg XDDD
      Gomawo yah…. Hadung… Jangan banjir dongg.. XDD *kecup*

  9. kenapa endingnya gini?
    sayang cuma oneshoot ya? coba bikin sequel mungkin lebih puas. aku gk tau kenapa key jd suka ama hyuna, mungkin byk peristiwa manis diantara mereka yg buat key suka..

    oper ol (?) aku suka jln ceritanya. anehnya disini aku gk ngebayangin wajahnya key 😦 #selalu begitu# Bikin ff seru lg ya author! Fighting!

    1. Yaelah ga ada sequel lah sayang, aduh kayaknya pada nuntut yang happy end yak?? Wkwkwk
      Kalo dijabarin knapa bisa si Key suka ma Hyuna, dan gimana bisa Key mulai menyelip masuk ke hati Hyuna itu memang bisa jadi trilogy -_-” tapi jarang dan susah bikin songfic yang panjangnya segitu XD
      Ya gak? XDD
      Kiyahaha, mungkin Key di sini beda banget sama sifatnya kali yak, #dorr gomawo banget yahh XDD

  10. hidungku langsung meler baca cerita ini…
    sayang banget aku ga punya lagu ungu itu, alhasil bacanya sambil nyanyi aja *?*

    yg dikomenin sama zaky itu lbih ke typo kayaknya. harusnya lewat kali ya? xD ato akunya yg sotoy? #plakk

    daebaak!!! si kibum ngenes banget nasibnya di sini. kerasa nyeseknya itu pas bagian :
    “Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
    Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
    Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja…”
    itu emang nyesek banget :”(

    keep writing yaaa!!! ^o^9

    1. Kok bisaaa???? O.O
      Iya, itu maksudku…. Typo…. Haduh, hehehe 🙂
      Aduh, aku aja bikinnya udah ga kuat lagi. Kalo diputer lagunya langsung nge stuck karena galau#apaitugalau?
      Gomawoo yaaaa *kecup kanan kiri*

  11. Author suka nonton K-ON! ? Aku juga xD #nggakadayangnanyawoi

    Karakter kesukaanku Azusa, kalau Author? =3 #woibahasFFnyawoi

    Oke, back to the ep ep.

    Doh, Kibum, nasipmu.. tidak begitu beruntung ya, di ep ep ini._. Nggak apa, yang penting bukan Taemin #dihajar

    Pengen jadi Hyuna.__. Hyuna yang nyanyi bubble pop itu kan? #bukanwoibukan

    Keep writing thor! CEMUNGUTDH!! ( ‘-‘)/

    1. Dulu sih, iya, somplak banget itu anime, huakakaka. Tapi sekarang udah lupa karakternya siapa aja. Aku suka yang basist nya itu, huakakkaa XDD

      Yang penting bukan Taemin…. -_-” gubrak deh tazkiiiiii XDDD
      Iyeh, maacih cemungudhnaaaa!!! XDDDD
      #dugh
      Gomawo yakk *cipok kanan kiri*

  12. – speechless –

    ga nyangka Key bakal mati, kirain dibawa ke rs dulu TT__TT

    aku ga berani baca full liriknya, takut malah banjir di kamar (?)
    tapi ffnya udah bagus, sampe nangis bacanya 😥

    oh iya, Key itu nulis di buku harian atau agenda?

    Keep writing^^~

    1. Jinjaaa?????? Wuahhh….. Kaga sia-sia juga aku ngabisin tisu toilet demi bikin ini plot #dughh *becandaaaaaa ._.V*
      Itu… Nulis diary di agenda si tepatnya #nahloh
      Gomawo yaaaaahhhh XDD

  13. mati lagi mati lg. Kenapa key mati lagi? Yaaaa, Reneeee, mentang2 istrinya minho, eh si kunci jd dibikin malang.

    Wooo, rising sun? ngebayang rene ngetiknya sambil triak2 gaje

    Hehe, berarti ntar mah pasang lagu yg tegang ren ^^

    1. Yaaaahhhh bibibbbbb!!!!!! Lagunya menuntut begunuuuuu, kalo tiba-tiba jadi fluff di bawah kan bingung #dorrr

      Hiyakaka…. Seru kan?? Wkwkwkwkwk XD
      Lagu yang tegang, ntar akunya ikutan tegang -_-” (ya udah deh, ga usah pasang apa-apa#pletakh) XDDD
      Maacih yaaa bibib *cipok kanan kiri*

  14. Heh. Dirimu jahat amat… kenapa cowo gue dimatiin -,-
    Belum juga gue honey moon ama dia *???* #plak plak plak #ditendang ke afrika

    Anyway, aku suka ceritamu XDD
    Sedih iya, tragis iya, jadi penasaran sama lagu yang kau pake itu -,-
    Jangan merendah reene~~~ feel-nya ngena banget kok. Sumpah demi langit dan bumi XDD

    Keren. Daebak. Bingung mau komen apa -,- baguslah pokoknya~~~

    Buat lagi *maksa*

  15. REENE!!!!!! KYAAAAHHHHHH LAMA NGGAK DENGER NAMAMU, KANGEEEN~ kekeke.
    Aku emosiiiiii!!!! Emosi baca dialog: “Yoon sajangnim, tidak enak kalau hanya memandangi gadis cantik ini menangis. Bagaimana kalau kita nikmati saja?”
    Kyaaaaaa mana sini si pria berotot itu aku tabok! (?)
    Haha. Kangen baca FF di sini ><
    Bagus FF-nya ^^

    1. HIYAKKKHH EONNIIIHH!!!!! DIRIMUH JUGA KAGA KAMBEK-KAMBEK??? MANAA ITUUU AKU PENGEN BACA FF MUUUUUU XDD #ditabokbolakbalik

      Kkkk~~
      Jeongmal gomawoyoooooo~~~~~ *hug+kiss* XDDD

  16. Apa lagi ini? Huwaaaaa XD
    Author aku mendaftar menjadi fansmu 😀

    Setiap bikin cerita pasti bikin napas berenti (?)
    Merinding bacanya thor..
    Pas kibum mati tuh ya… ah gitulah pokoknya *loh*
    Gak bisa dijelasin pake kata2 *aseek* :p

    Good FF thor, nunggu next ff-nya ya 😀
    Keep writing thor

  17. huwaaaaa, selingkuhanku naas sekali nasibnya di sini.
    tapi sumpeh, ngebayangun key di sini dia ganteng banget cuy. haha.

    kayaknya bakal lebih ngabisin tisu lagi kalau isi agenda key ditulis juga deh. pasti pol banget jadinya!

    cerita yang bagus dan rapi. keep writing!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s