[FF KEY B’DAY PARTY] When In Korea !!

WHEN I IN KOREA !!

Title : WHEN I IN KOREA !!

Author : Ayie

Main Cast : Kim Kibum

Suport Cast : Chika (OC), Kia (OC), member Shinee

Other Cast : –

Genre : comedy ?

Type/Length : one shot

Rating : general

A.N : anyoong\(^o^)/ Readers.. Saya Author Ayie di sini ingin coba-coba membuat sebuah FF untuk berpartisipasi dalam FF Party ultah uri Key yang ke 22,dan ini FF pertama saya loh, hohoho.Jadi kalau ada salah kata dan kata-kata yang amburadul mohon di maklumi dan dimaafkan ya (^_^),karena saya sendiri masih belajar. Okeey, Happy Reading :*

Chika Pov

“wuuuuaaaa” entah sudah berapa kali kata itu keluar dari mulutku. Sungguh tempat yang mengagumkan. Aku menatap keadaan sekelilingku dengan pandangan kagum dan tanpa sadar mulutkupun terbuka dengan lebarnya.

“jangan kayak orang begok gitu ngapa?” sindir Kia di sampingku sambil menarik kopernya dan berjalan dengan tergesa-gesa mendahuluiku.

“enak aja, tungguin dong!” ujarku sambil menarik koperku dan mengikutinya dengan sebal. Aku kan hanya kagum dengan bandara di sini, sangat beda dengan yang ada di Indonesia.

Tak jauh dari tempatku berdiri, mataku menangkap rombongan manusia yang berdiri sambil membawa spanduk dan beberapa poster di tangan mereka. Melihat itu aku hanya membulatkan mataku.

“waa! Mereka menyambut kehadiran kita!!” pekikku sambil menatap rombongan itu dengan rasa haru.

“jangan norak! Dan jangan pernah bermimpi! Loe harus menjadi artis dulu kalau ingin di sambut seperti itu” ujar Kia membuatku yang tadi terasa diawang-awang langsung jatuh ke tanah. Aku menoleh kearah Kia dengan tatapan kesal dan mempercepat langkahku yang tertinggal di belakang agar berjalan disamping Kia yang masih berjalan dengan tergesa-gesa, membuatku mau tak mau agak sedikit berlari.

“Kia, pelan-pelan dong! Gue mana bisa mensejajarkan langkah loe yang panjang-panjang itu” ujarku dengan kesal.

“ih! Berisik amat sih, gue udah ga tahan nih” ujarnya tanpa menoleh kearahku.

“ha? Hooi, pintu keluar disana tuh, loe mau kemana?!” aku menghentikan langkahku sambil menunjuk orang-orang yang sedang berjalan keluar ke arah pintu. Aku yakin itu pasti pintu keluar walaupun aku tak mengerti arti tulisan-tulisan di sini.

“ye! Gue mau ketoilet dodol! Loe tunggu di situ aja, ingat jangan kemana-mana sebelum gue balik!” teriaknya sambil berlalu dariku. Aku hanya bisa bengong menatap punggungnya yang mulai menjauh itu.

“yaelah! Bilang dong dari tadi, ngapain juga gue lari-lari kalau tau mau ketoilet!” omelku sambil menarik koper dan menuju tempat duduk yang tadi di tunjuk Kia. Tapi langkahku terhenti saat sebuah ide melintas di kepalaku.

“sayang banget nih kalau ga di abadikan” ujarku sambil mengeluarkan ponselku dan tanpa basa-basi lagi aku langsung bernarsis-narsis ria. Huahahaha…

***

“waa, bagus” ujarku sambil melihat beberapa hasil foto yang barusan aku ambil.

“lagi ah, mumpung Kia belum nongol” aku segera mengarahkan lagi kamera poselku kearahku. Tapi baru beberapa kali aku mengambil foto, tiba-tiba aku mendengar suara berisik jauh dari belakang membuatku menghentikan aktifitas potret-memotretku tadi dan menoleh. Betapa terkejutnya aku saat melihat gerombolan tadi yang sebagian besar adalah anak cewek sedang berlari mengejar sesuatu dan seperti targetnya itu adalah seorang cowok yang berlari paling depan. Aku hanya mengerutkan alisku melihat itu.

‘apa-apaan sih lari-larian di sini, ternyata orang-orang sini tak kalah norak dari orang Indonesia ya?’ ujarku dalam hati sambil tetap menatap kearah gerombolan itu.

“eh, tapi kenapa di kejar seperti itu? jangan-jangan copet lagi!” pekikku sambil menatap cowok yang sedangdi kejar itu, abisan baju yang di pakai cowok itu aneh sekali. Aku tak bisa melihat wajahnya yang di tutupi oleh jaket, kacamata dan topinya itu. Di tambah lagi yang ngejar pada bertampang membunuh gitu sih. Ih seram!!Aku hanya menggidik ngeri melihat gerombolan itu dan membalikkan badanku, gak mau ikut campur.

Tapi detik berikutnya aku langsung membalikkan badanku lagi menatap gerombolan yang kini mulai mendekat dan eh, tunggu! Mereka berlari kearahku! Ya ampun! Bagaimana ini? Kalau aku tetap diam saja, aku yakin pasti bakal di injak-injak mengingat badanku yang mungil ini di banding dengan badan mereka yang besar dan tinggi seperti tiang listrik itu.

Tapi kalau aku lari, aku mana tau tempat ini! Kalau tersesat gimana? Aku juga tak mengerti bahasa orang sini. Lagian tadi Kia sudah bilang harus menunggunya kan? Yaaa!! Bagaimana ini???? Aku menatap ngeri gerombolan yang tinggal beberapa meter di depanku sambil menelan ludahku.

“Huaaaa!! Masa bodoh! Pokoknya lari!! Dari pada berakhir di rumah sakit!” pekikku sambil mengambil langkah 1000. Aku berlari sekuat tenagaku sambil dengan susah payah menarik koperku tanpa mempedulikan sekitarku, bodo amat! Yang penting lari dulu sampai selamat!

***

Aku menyandar pada dinding di sampingku sambil mengatur nafasku yang tinggal satu-satu ini dan menoleh kebelakang memastikan gerombolan tadi tak ada lagi di belakangku, ah aman! Aku mengelus dadaku merasa lega, untung saja. Kalau aku tetap diam tadi pasti udah ke injak-injak, babak belur juga pasti. Ah, gak lucu kan baru datang langsung babak belur. Apa kata teman-temanku kalau tau aku liburan ke korea dan pulang bawa oleh-oleh yang mengerikan!

Tapi rasa itu hanya sebentar dan langsung tergantikan kepanikan dan takut yang menyerangku. Bagaimana tidak, aku tidak tau sekarang ada dimana!!Di tambah banyak sekali orang yang tak ku kenal sedang berlalu lalang di bandara hari ini!! Satu hal yang sangat ku takuti akhirnya terjadi juga, aku tersesat!

“ehem, tenang.. tenang.. kenapa harus panik, gue kan bisa menelpon Kia” ujarku sambil menepuk jidatku dan tersenyum sambil menatap ponsel yang sedari tadi ku genggam. Tapi senyumanku menghilang dan mataku melotot saat melihat tulisan di pojok ujung atas kanan ponsel itu.

NO SIGNAL…

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali untuk merileks kan mataku yang tadi sempat melotot, untung aja gak sampe keluar.

“ck! Pantas saja ponsel ini kan isinya kartu xL yang sinyalnya cuma ada di Indonesia. Mana mungkin sinyalnya sampai kesini, begok banget sih gue” rutukku pada diriku sendiri. Aku pun langsung membuka tas slempangku, mencari ponselku satu lagi yang semalam sudah di tukar kartunya dengan kartu yang sudah di registrasi Kia, katanya sih kartu itu untuk di Korea. Aku gak begitu ngerti.

Aku segera menarik tanganku keluar saat menyentuh ponsel itu, dan untuk kedua kalinya aku melotot melihat ponsel di genggamanku.

PONSELKU MATI!!!

“ya ampun, sial banget” ujarku sambil membuka ponsel itu untuk menggambil kartunya dan meletakkan di poselku satu lagi.

BRRUUUKKK

“argh! Sakiit~” aku terduduk di lantai setelah tadi di tabrak oleh seseorang. Aku menatap orang tadi menabrakku kini tengah berdiri di depanku sambil mengulurkan tangannya, aku sampai harus mendongakkan kepalaku untuk melihatnya yang terlalu tinggi itu bagiku.

‘aah cowok Korea yang sangat tampan, walau kini sedang mengenakan topi dan kacamata coklatnya itu’ ujarku dalam hati setelah melihat wajah cowok di depanku.

“@#$%^&*”

‘Ya ampun, dia ngomong apa?’ ujarku sambil menyambut uluran tangannya dan menatapnya dengan bingung.

“sorry, are you okay?” tanyanya lagi kini dalam bahasa inggris.

“ah, i’m o..okay” ujarku dalam bahasa inggris juga sambil menggangguk-anggukkan kepalaku. Kulihat dia kini menunduk seperti memungut sesuatu.

“your handphone” ujarnya dengan menyerahkan ponselku yang ternyata tadi jatuh waktu insiden tabrakan itu.

“ah, thank you” ujarku dengan mengambil ponselku itu dengan tersenyum kearahnya.

“i must go, good bye” ujarnya sambil tersenyum dan sedikit membungkuk kearahku kemudian berlalu dari hadapanku. Sedangkan aku seperti terhipnotis oleh wajah dan senyumannya itu hanya menatap kepergiannya dengan tatapan memuja.

“ya ampun.. dia tampan sekali..” ujarku sambil masih menatap punggungnya yang mulai menjauh.

Aku menatap tanganku yang menggenggam ponselku yang berantakan dengan senyuman menghiasi wajahku, saat aku akan memperbaiki ponselku itu raut wajahku langsung berubah drastis saat bagian yang sangat penting tak aku lihat.

“ke mana kartunya?” ujarku sambil memeriksa bagian ponsel yang berantakan itu. Tapi tetap saja tak aku temukan, aku pun segera memeriksa lantai di sekitarku. Setelah 15 menit kesana kemari seperti orang begok, hasilnya nihil. Aku tak bisa menemukan kartu itu.

KARTUNYA HILANG!!

Aku langsung memegang dinding di sampingku sebagai tumpuan ku agar tidak terduduk di lantai sangking lemasnya. Bagaimana ini? Aku menatap sekelilingku dengan cemas mataku menatap taman yang tak jauh dari tempatku berdiri. Terlihat sedikit sepi. Aku memutuskan berjalan kearah taman itu sambil menyeret koperku dengan lemas. Saat tiba di taman, aku berjalan kearah sebuah kursi yang kosong dan segera duduk sambil menatap sekeliling taman yang memang sepi itu.

“Oke, baiklah! Tenang dulu! Ini masih di bandara kok, tenang kan dirimu Chika. Tapi.. tapi kan tetap saja, aku tak tau Kia dimana!! Bandara ini besar sekali, dan di tambah lagi aku sangat buta tentang yang namanya Korea!” pekikku frustasi.

Aku memeluk lututku yang tadi ku tekuk dan membenamkan wajahku di atas tanganku. Aku merasakan tanganku basah, tangis yang sedari tadi ku tahan akhirnya pecah juga.

“hiks.. hiks.. ba.. bagaimana i.. ini..” ujarku di tengah isakanku.

“Kia.. hiks.. hiks..” aku menangis dalam diam. Kemudian aku merasakan ada seseorang yang duduk di sampingku, membuatku menoleh kearahnya dengan menghapus air mata di wajah sembabku. Aku sedikit takut melihat orang di sampingku yang mengenakan topi, jaket yang sampai menutupi setengah wajahnya, dan di lengkapi dengan kaca mata hitam sedang memandangku. Membuatku menelan ludahku dan  mau tak mau menggeser tempat dudukku menjauhi orang di sampingku.

‘aneh, kenapa dia berpakaian seperti itu di cuaca seperti ini. Sama seperti orang yang di kejar-kejar tadi, jangan-jangan..’ pikiran negatif menghampiriku masih tetap memandang orang itu dengan takut-takut. Tiba-tiba orang itu mengulurkan sapu tangannya kearahku. Aku jadi bingung. Mungkin karena melihat ekspresi wajahku, orang itu membuka kacamatanya yang membuatku langsung terpesona ketampanan yang sangat melekat pada orang itu.

‘Ah, ternyata dia juga cowok yang sangat tampan’

“@#$%^&*@#$%^&*” ujar cowok tampan itu.

“eh? apa?” aku menatapnya dengan bingung, aku tak ngerti apa yang dia bilang. Dan ternyata cowok itu tak kalah bingung setelah mendengar ucapanku tadi.

“@#$%^&*@#$%^&*” ujar cowok itu lagi sambil masih mengulurkan sapu tangannya.

“apa sih? Aku gak ngerti nih? Ah bahasa korea ya, tapi aku tak tau artinya. Oh ya, bentar pakek kamus bahasa korea.. ah, tapi kelamaan. Coba ada Kia di sini, dia kan pandai bahasa korea”ujarku sambil menatap cowok tampan di depanku dengan sedih dan cowok itupun juga masih menatapku dengan tatapan bingung. Ya kami sama-sama bingung, karena saling tak mengerti bahasa yang kami gunakan. Kemudian ku lihat cowok itu menunjukku dan menunjuk hidungnya.

‘apa sih??’ ucapku kini dalam hati, karena percuma saja kalau aku tanya. Toh dia gak ngerti apa yang aku tanya. Kemudian kulihat dia seperti mengelap hidungnya seolah-olah sedang mengelap ingus.

‘eh?Jangan-jangan maksud dia?’

Aku menirukannya menunjuk diriku sendiri dan di balas anggukan darinya. Kemudian aku menunjuk hidungku dan melihat kearah itu.

“ya ampun!!” aku segera mengambil sapu tangannya dan langsung membersihkan ingusku. Yaa!! memalukan!

***

Aku menatap cowok di sampingku dengan senyum menghiasi wajahku, abis aku bingung mau bilang apa sama dia.

“neomu yeppeo” ujarnya membuatku tersipu.

Ah, aku tau itu artinya. Dia bilang aku cantik, hehe.. walau aku tak pandak bahasa korea, ada beberapa bahasa yang aku tau artinya. Cuma sedikit sih.. oke aku harus membalas ucapannya. Terimakasih bahas koreanya.. ah ya, gomawo.

“gomawo..” ujarku kini dengan senyumanku yang paling maniiss.

“@#$%^&*@#$%^&*” cowok itu kembali berbicara dalam bahasa korea yang sama sekali tak aku ngerti.

‘ah, mati deh! Aku ga ngerti,oh ya coba pakai bahasa inggris. Kayak tadi aku bicara dengan cowok tampan yang nabrak aku. Yah walau aku tak terlalu pandai, tak salah kalau di coba kan?’ gumamku.

“sorry, i.. can’t speak korea.. verry well. Hmm.. But.. i just know little.. about speak korea, hmm.. example mianhe, gomawo, anyoong, chingu, namja, yoeja, hmmm.. just it” ujarku dengan percaya diri. Sedangkan cowok itu mengerutkan alisnya setelah mendengar ucapanku dan tertawa. Ya! apa aku salah?

“so, can you speak english?” tanya cowok itu sambil tersenyum kearahku. Ya ampuun, manis sekali. Aku yakin kalau di Indonesia pasti udah di jadiin artis tuh! Eh, jangan-jangan dia artis lagi. Hehehehe..

“emm, just.. little..” ujarku sambil membuat jarak antara ibu jari dan jari telunjukku membentuk ukuran yang sedikit. Kemudian terjadilah dialog antara aku dan cowok itu yang tentu pertanyaan dan jawabannya yang sangat tidak nyambung. Huee.. bagaimana tidak, cowok itu sangat lancar berbahasa inggris sedangkan aku menjawabnya seperti mengartikan satu persatu kemudian merangkainya menjadi sebuah kalimat yang aku tak tau itu benar atau salah. Aku rasa ini hasil belajarku selama ini yang selalu cabut pelajaran bahasa inggris di sekolahku.

‘hiks, maaf kan aku pak guru.. aku janji tak akan bolos lagi nanti pas masuk sekolah. Aku tak mau kejadian seperti ini terulang lagi, ternyata pelajaran bapak sangat berguna di saat seperti ini’ ujarku dalam hati.

“hyuung!” sebuah teriakan membuatku dan cowok di sampingku menoleh kearah yang sama. Aku melihat seorang cowok lagi yang tak jauh dari kami sedang melambai-lambaikan tangan.

‘eh, ini kan cowok tadi yang di kejar-kejar itu. Benarkan mereka saling kenal! Jangan-jangan.. ah tidak mungkin, kalau memang penjahat sudah dari tadi dong aku di culik, tapi buktinya cowok tadi sangat baik padaku. Walau baru kenal tapi sifatnya sangat hangat dan ramah’batinku sambilmelihat mereka terlibat percakapan yang sama sekali tak ku mengerti. Kemudian mereka menghampiriku yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka.

“i must go with my friend, are you okay?” tanya cowok itu padaku.

“ah, yes. I’m.. fine” ujarku sambil mengangguk-anggukkan kepalaku dan tersenyum kearahnya.

“are you serious?”

“yes, of course..”

“hmm-”

“i’m.. okay, don’t worry” potongku menyakinkannya, aku juga yakin bahwa Kia pasti sedang mencariku. Dan sebentar lagi akan menemukanku, karena ku lihat taman ini bukan taman terpencil kok.

“okay, bye” ujarnya sambil melambaikan tangannya dan berlalu dari hadapanku. Aku hanya memandang punggung mereka yang semakin menjauh dan akhirnya menghilang dari pandanganku.

***

“TERNYATA LOE DISINI!!” teriakan sebuah suara membuatku menoleh kearahnya. Seorang cewek berdiri tak jauh dariku sambil melipat tangannya di depan dada.

“KKKIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAA!!” pekikku sambil berlari kearahnya dan saat aku ingin memeluknya..

PLETAK!

“aduh! Sakit!!” aku mengsap kepalaku yang mendapat jitakan dari Kia.

“gue kan sudah bilang jangan kemana-mana!” ujarnya sambil menatapku tajam.

“eh, tadi pas gue lagi nugguin loe. Rombongan tadi itu yang gue kira nyambut kehadiran kita itu ngejar cowok terus larinya kearah gue. Ya gue lari jugak lah, loe tau badan mereka semana badan gue semana” ujarku mencoba menjelaskan, tapi kulihat Kia hanya memandangku dengan tajam.

Hmm, sepertinya percuma di jelasin sekarang. Apa lagi tentang kejadian tabrakan tadi yang membuat aku kehilangan kartuku.

“ah, ceritanya panjang. Nanti gue ceritain, ayo gue capek nih”

“loe pikir gue gak capek?!”

“ya deh maaf, nanti gue traktir makan”

“huh! dasar!”

“eh Kia, tadi gue jumpa cowok. Keren, cakep.. bahasa koreanya, hmmm.. DAEBAK!! Tapi gue ga ngerti dia ngomong apaan, trus gue coba ngomong pake bahasa inggris eh ternyata tu cowok jago banget! Gue jadi kek orang begok jadinya, loe tau kan kemampuan bahasa inggris gue di bawah rata-rata. Huh gue nyesal sering bolos tu pelajaran, ntar kalau dah masuk sekolah gue ga mau cabut lagi lah. Mau belajar yang betul, malu dong gue kalau kek tadi keulang lagi” ujarku menceritakan yang tadi aku alami.

“hahaha, siapa suruh loe suka bolos. Macam orang blo’on deh loe. Hahaha” ujar Kia sambil tertawa di atas penderitaanku. Dasar!

“ngomong-ngomong siapa nama cowok malang itu?” tanya Kia membuatku melotot kearahnya kemudian menepuk keningku.

“ya ampun, gue lupa kenalan. Eh tapi tadi dia ngasih sapu tangannya ke gue” ujarku sambil menunjukkan sapu tangan pemberian cowok tadi. Mataku menangkap sesuatu di ujung sapu tangan itu, seperti sebuah tulisan yang disulam dengan benang berwarna pink. Aku mengerutkan dahiku, tak mengerti arti tulisan itu.

“Kia, apaan nih?” tanyaku pada Kia sambil menunjuk tulisan itu, kulihat Kia memperhatikannya sekilas dan menoleh kearahku.

“itu tulisan hangul, di baca K-I-M-K-I-B-U-M” ujarnya sambil mengeja satu persatu sulaman itu.

“itu nama orang, nama makanan, atau nama binatang peliharaan ya?” tanyaku dengan begoknya.

“ya ampun, nama orang lah. Jangan loe samain dengan binatang peliharaan loe yang namanya lebih bagus dari nama loe” ujar Kia sambil berjalan di depanku. Ih, Kia sensi banget deh!

Oh, jadi namanya Kim Kibum..

-THE END-

Yuhuu~ akhirnya selesai juga, gimana nih Readers? Gajekah? Hancurkah?? Hiks, maaf ya kalau jelek karena ini asli ada di fikiran saya -___-  dan terlintas begitu saja saat saya sedang ngebayangin gimana sih kalau saya tiba-tiba liburan ke Korea tapi malah buta sama sekali tentang yang namanya KOREA. Oke deh readers, mohon menyumbang komentarnya. Dan makasih bagi yang udah baca FF saya ini (^.^)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

 

 

Advertisements

14 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] When In Korea !!”

  1. hahaha..
    Pasti seru tuh.. Sekalinya ke korea eh ktemu key sama,,,, taemin yah?
    Ayo.. Terus berkarya.. Perbaiki lagi tata bahasanya ya..

  2. Jadi yg nabrak Chika itu sebenarnya Tae Tae ya apa siapa? Terus yg ngasih sapu tangan itu Kibum.. Hahaha aku malah nebaknya Onew… Klo bisa sih dikasih ciri-ciri, misalkan cowok bermata seperti kucing atau apalah gitu pasti lebih menarik… Gue kaya baca Tenlit.. Udd lama gx baca Tenlit sihhh….. Hehehe

    Ff pertama ya?? Gpp, rajin bikin Ff ajj biar bahasanya makin lancar.. Klo gx sering baca Ff… Keep writing ya??

    1. iya nih ff pertama,
      iseng-iseng aja buatnya .
      temen suruh ngepost 😀
      sebenernya yang nabrak Chika itu Minho .
      tpi kayaknya kurang ya ciri-cirinya .
      haha .
      harap dimaklumin ya .
      pemula sih 🙂
      terima kasih masukannya 🙂

  3. hahaha, lawaak!!!!
    ngenes banget si chika itu.. ketawaku langsung meledak di tiap kalimat ber-capslock itu..xD. no signal, ponselnya ilang, kartunya ilang xDDD

    oiya, yg bener itu annyeong sama yeoja, trus mianhae… itung2 nambah vocab ya..xD. aku juga o’on klo pake2 bhsa korea bginian..haha #ketawangenes

    awalnya aku mikir orang pertama itu si kibum, berhubung bhsa inggris langsung pas nyapa si chikanya. trus orang keduanya si taemin, krna katanya manis, gak tau napa =_________=”
    trnyata salah! hahaha xD. orang keduanya kibum, trus yang pertama siapa?! #brbmerinding #apadeh

    stuju ama komen di atas, ni berasa baca teenlit. krna pake bahasa gaol *?*. trus berlatih n berkarya yaa. cara ceritainnya udah enak, gak sperti pemula biasa yg trkadang sering bikin bingung..hehe. perhatiin pake tanda baca sama huruf kapital aja kali ya..wkwkwk.

    btw, daebak! and keep writing pokoknya! ^o^9

    1. hehe 🙂
      yang pertama itu si taemin ,
      yang nabrak Chikaitu minho .
      trus yang kasih sapu tangan itu si kibum .
      trus lagiiyang manggil kibum itu si taemin lagi 😀

      hehehe .
      iyah, makasih ya atas masukannya 😀

  4. hihihi, bahasa koreanya ditulis simbol2 gaje.

    eh kurang ngeh si sebenernya yg nabrak siapa aja?

    thor, sering2 baca ff ntar juga kebawa dengan sendirinya deh skill nulisnya ^^
    Fighting ne?

  5. Hellooooo~~~
    Ini Diya. Udah dibaca FF-nya dan ada masukan-masukan nih buat Ayie 🙂

    + FF kamu udah bagus, tapi tolong perhatikan penulisan huruf capital di awal kalimat narasi atau dialog.

    + Ini termasuk FF “nyantai”, bacanya juga nyantai nggak harus mikir keras karena ceritanya juga enak nggak ribet. Tapi tolong untuk tanda baca diperhatikan juga ya, Say. Misalnya dalam dialog:
    “ah, ceritanya panjang. Nanti gue ceritain, ayo gue capek nih”
    Dibenahi tanda bacanya menjadi:
    “Ah, ceritanya panjang. Nanti gue certain. Ayo, gue capek nih!”

    + Gitu aja deh. Semoga menjadi lebih baik ke depannya. Fighting ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s