[FF KEY B’DAY PARTY] Inside Of Me

Title : Inside of Me

Author: Keyz Wima

Main Cast:

  • Ñ  Kim Keybum / Kim Keybum / Key (SHINee)
  • Ï  Kim Jonghyun (SHINee)
  • Р Jung Krystal (f(x))

Support Cast:

  • Ñ  Onew / Lee Jinki (SHINee)
  • Ñ  Lee Taemin (SHINee)
  • Ñ  Choi Minho (SHINee)
  • Ï  Cho Kyuhyun (SJ)
  • Ï  Kim Kibum (SJ)
  • Ï  Henry (SJ)
  • Ï  Amber (f(x))

Length : Oneshot

Genre : Family, Brothership,  Romance

Rating: PG-13

A/N :  Ini FFku yang pertama. Mian kalo aneh. Don’t forget to comment after read.

PRESTORY

Gerimis yang turun perlahan berubah menjadi hujan deras, dan dalam sekejap membasahi tubuh seorang namja. Namja yang sudah berjam – jam duduk bersimpuh di depan makam. Air mata membasahi pipinya. Ia ingin menumpahkan segala kesedihan dan kepedihannya di tempat tak seorang pun melihatnya selain orang yang paling ia sayanginya. Orang yang sudah bertahun – tahun meninggalkannya. Hatinya terasa remuk hingga ia tak lagi peduli dengan tubuhnya. Tubuh kedinginan yang hanya dibalut kaos hitam dan celana jeans.

Ia masih tak berkutik. Meski langit semakin gelap, meski hujan tak menampakkan akan berhenti membasahi tubuh kurusnya. Tubuhnya tetap tak ingin bergerak sebelum beban batinnya hilang, walaupun ia tau kesadarannya bisa hilang sewaktu – waktu, meskipun ia tau luka hatinya tetap akan menganga.

SEOUL, SOUTH KOREA

Keybum tiba – tiba menyadari  dirinya sangat lapar ketika ia gagal menfokuskan otaknya pada lembar – lembar soal di atas mejanya. Ia ingat perutnya belum terisi makanan sejak kemarin siang. Ia kembali menatap lembar jawabannya. Belum ada coretan sedikit pun.

Keybum mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas. Semua murid menundukkan kepala mengamati soal yang ada di setiap meja masing – masing.  Hanya dirinya saja yang tidak bisa mengerjakan soal itu. Bagaimana ia bisa konsentrasi dengan soal – soal yang sebenarnya sangat mudah saat perutnya meronta – ronta ingin diisi.

Bunyi kursi digeser memecah keheningan di kelas. Keybum tidak mengacuhkan tatapan bertanya dari mata bulat teman sebangkunya, Minho. Ia melangkahkan kakinya lebar – lebar, ingin cepat meninggalkan ruangan penuh keheningan itu.

“Sudah selesai Keybum?” tanya Soensangnim dengan suaranya yang berwibawa.

Keybum menghentikan langkahnya persis di ambang pintu. “Ani, kalau boleh, aku ikut ujian susulan. Soal itu terlalu rumit.” Ia melanjutkan langkahnya dan sosoknya menghilang ketika pintu ditutup.

Soensangnim menggeleng – gelengkan kepala. Tidak biasanya Keybum meninggalkan jam pelajarannya, terlebih lagi saat ujian pergantian bab seperti ini. Soensangnim tahu soal – soal yang ia buat sebenarnya sangat mudah untuk Keybum.

Flashback

“Nah anak anak, ini murid baru kita. Dia pindahan dari Australia. Namanya Kim Keybum,” ucap Leeteuk Soensangnim sambil menepuk pelan punggung namja di sampingnya yang bernama Keybum. Namja dengan mata kemerah – merahan bengkak. Seperti habis menangis seharian penuh.

Keybum melirik Leeteuk Soensangnim. Ia tidak tau apa yan harus diucapkannya. Meskipun ia bisa berbicara Bahasa Korea, logat kebarat – baratannya melekat di lidahnya. Ia sendiri merasa aneh ketika mendengar ucapannya dengan bahasa ibu.

Leeteuk Soensangnim paham kenapa Keybum diam saja, “Nah kau bisa duduk di samping Choi Minho, Keybum.”

Keybum menganggukkan kepala hormat pada Soensangnim yang menjadi walikelasnya. Ia mendudukkan diri di bangku paling belakang pojok. Namja yang bernama Minho itu menelungkupkan kepala di meja.

Seorang yoeja dengan potongan rambut mirip seperti namja membalikkan badan.

Ia mengulurkan tangannya, “Amber. Kau bisa bahasa Korea?”

Keybum membalas uluran tangan Amber dan mengangguk sekilas. Amber tersenyum dan memgembalikan posisi duduknya menghadap ke depan.

Flashback End

Leeteuk Soensangnim sempat melihat samar – samar wajah pucat Keybum di balik tudung hoodie yang menutupi wajahnya, dan tangan kirinya dibalut perban.

Kenapa dia? Pikiran itu terlintas di benaknya. Ia sempat ingin menanyakannya tadi, tapi ia mengurungkannya karna tau Keybum tidak akan menjawab pertanyaan itu. Keybum memiliki pribadi yang lain.

Ia tidak pernah melihat senyum di wajah Keybum dan murid namja-nya itu sangat pendiam. Sifat pendiam Keybum melebihi siswa paling pendiam yang pernah ia temui, Choi Minho. Keybum hanya akan membuka mulut untuk berbicara saat ditanya. Jawabannya pun singkat bahkan terkadang hanya dijawab dengan anggukan atau gelengan kepala.

Di lain tempat, Keybum memperhatikan pantulan dirinya di kaca toilet sekolah. Terlihat memar merah mendominasi wajahnya. Sudut bibirnya yang sobek masih terlihat. Ia membasuh wajahnya perlahan dan keluar dari toilet. Ia tidak menutupi lagi wajahnya dengan tudung kepala hoodie yang ia pakai.

Setelah memesan dua potong sandwich dan sekaleng soft drink, ia memilih tempat duduk dekat jendela. Ia memperhatikan siswa namja JHS bermain basket. Salah satu diantaranya adalah Taemin. Namdongsaengnya dengan wajah baby face. Keybum memperhatikan Taemin yang terlihat paling handal bermain, sambil mengunyah sandwich.

===#===

“Taemin!” suara Keybum lantang.

Namja yang memiliki nama Taemin menoleh, mencari – cari sumber suara. “Hyung!”

Ia melangkahkan kaki kecilnya lebar – lebar. Di belakangnya seorang yoeja mengikutinya. Mereka menyeruak kerumunan – kerumunan siswa JHS dan SHS  yang baru keluar dari gedung – gedung, ke tempat Keybum berdiri.

Taemin mengembuskan nafas panjang setelah ia berdiri di depan Keybum.

“Sudah makan?” tanya Keybum dengan wajah dan nada suara datar. Taemin menggeleng. Keybum melanjutkan, “Onew hyung brangkat ke Incheon tadi pagi, katanya ia pergi selama seminggu jadi kita makan di luar aja.”

“Ajak Krystal ya,” Taemin memasang puppy eyes-nya. Tangan kirinya merangkul bahu yoeja dengan seragam JHS  yang tadi mengekor padanya.

Keybum mengendikkan bahu, “Up to you. Kau bawa teman sesekolah juga nggak papa asal kau yang bayar.”

Taemin mengerucutkan bibirnya, “Ya! Hyung kau kan yang ngajak makan, kenapa aku yang bayar?”

“Tapi yang ngajak chingu-mu makan kan kamu,” Keybum menjawabnya tanpa ekspresi.

“Ne ne, aku yang bayar,” lanjut Keybum melihat namdongsaengnya cemberut.

Namja dengan rambut beruang berantakan itu terkekeh. Ia sudah tahu hyung-nya yang satu itu pasti mengalah.

“Ayo Minho!” ajak Keybum setelah membuka pintu kemudi mobil.

“Aku?… ne,” ucap Minho berjalan ke arah pintu penumpang sebelah kemudi.

“Makan apa?” tanya Keybum tanpa mengalihkan konsentrasinya dari jalanan yang mulai padat di sore hari.

“Kimchi?” cetus Taemin yang disambut anggukan Krystal dan Minho. Keybum membelah jalanan lebih cepat dan sedikit zig-zag sebelum jalan raya di Seoul yang akan ia lewati sangat padat. Terlebih lagi dengan mobil berbody besar yang akan sulit melaju, ketika jalanan sudah padat.

Minho yang penggila kecepatan sudah biasa melihat cara menyetir Keybum. Taemin juga sudah sering. Hanya Krystal yang mengalihkan perhatiannya dari jalanan ke telapak tangannya. Ia jarang naik mobil berbadan besar dan sedikit zig – zag seperti saat ini.

Krystal menarik nafas lega ketika Key memarkirkan mobilnya ke restoran mewah.

“Makan kimchi di sini?” tanya Krystal dengan alis terangkat.

Taemin mengangguk, “Di restoran ini, kimchi-nya paling enak.” Ia mengacungkan dua ibu jarinya

===#===

“Key Oppa?” ujar suara yoeja lirih.

Keybum yang memiliki nama panggilan Key menoleh dan mendapati seorang yoeja dengan seragam Junior High School berdiri dekat bangku taman yang Key duduki.

“Apa oppa kenal denganku?” tanya yoeja itu.

Key mengeryit, “Tentu saja. Kau kan chingu-nya Taemin.”

“Aku Krystal, apa kau tidak ingat aku? Kita berteman 13 tahun yang lalu… Saat itu Key oppa membantuku mencari kalung di rumah sakit.” Krystal ingin Key mengingat dirinya.

Key terlihat menerawang, mencari kenangan yang tertimbun dengan kenangan – kenangan lain. Krystal menatap Key penuh harap. Setelah beberapa menit Key sibuk mencari kenangan seperti yang dikatakan Krystal, Key menghela nafas.

“Aku tidak ingat. Mianhamnida. Mungkin kau salah mengenali,”

Mata Krystal memanas, ia menahan cairan bening itu mengalir. “Ta… Tapi nama panggilan sunbae adalah Key. Jarang ada orang dengan nama Key.”

Key beranjak, ia menatap Krystal tanpa ekspresi, “Ada banyak nama Key sebenarnya.”

Key berbalik dan melenggang pergi. Krystal jatuh berlutut, ia tidak sanggup menahan air matanya. Ia mengeluarkan foto seorang gadis kecil berusia 3 tahunan yang duduk berdampingan dengan seorang laki – laki berumur 2 tahun lebih tua darinya. Mungkin hanya sedikit bahkan mungkin hanya dia, anak 3 tahunan mengingat semua kenangan manisnya. Tapi ia yakin, wajah Keybum mirip dengan Key oppa-nya. Dan akhir – akhir ini, dia tau nama panggilannya Key.

Flashback

“Krystal! Kemarilah!”

Seorang anak laki – laki kecil memanggil gadis kecil yang duduk di bawah pohon. Gadis itu berlari menghampirinya. Matanya sembab karna habis menangis.

“Itu kalungmu bukan?” tanya si anak laki – laki sambil menunjuk – nunjuk kalung di dasar kolam ikan.

Krystal mengangguk. Air matanya mengalir lagi, “Bagaimana mengambilnya Key oppa?”

Key menatap Krystal. Tatapan teduh yang jarang dimiliki bocah lima tahunan. “Aku bisa mengambilnya,” ujar Key berusaha menenangkan Krystal. “Tapi kau harus diam dulu.”

Segera saja air mata yang hendak mengalir, diusap. “Aku sudah tidak menangis lagi oppa.”

Key tersenyum. Kemudian ia tengkurap di atas rumput – rumput. Mencelupkan tangan kanan berusaha menggapai kalung di dasar kolam yang tidak terlalu dalam. Ia majukan sedikit posisinya. Jemari kecilnya menggapai kalung berwarna keemasan.

“Dapat!” seru Key. Ia berdiri dan mengulurkan tangan kanannya. Kepalan tangannya terbuka, kalung berliontin tulisan Krystal itu berkilau di telapak tangan Key. Krystal tersenyum senang melihat Key berhasil mendapatkannya. Ia mengambil kalungnya dan memeluk Key erat,

“Gomawo oppa.”

Key menepuk pelan punggung Krystal. Seulas senyum menghiasi wajah tirusnya.

Flashback End

===#===

Onew menguap berkali – kali. Kelopak matanya terasa sangat berat. Jarum jam tangannya menunjukkan jam 10 malam. Ini sudah hari keempatnya berada di Incheon. Tugas kuliah untuk mempelajari bisnis dengan Perusahaan KimStars.

“Melelahkan. Besok hari terakhir kan Jinki?” tanya Henry melihat Onew menguap berkali – kali. Onew hanya mengangguk mengiyakan. Ia sedang benar – benar ngantuk dan ingin segera menghempaskan tubuh di kasur empuk penginapannya. Sudah enam hari di Incheon membuat Onew ingin kembali ke rumah secepatnya.

Onew berjalan tersaruk – saruk di samping Henry. Matanya terasa sangat berat. Biasanya ia bisa tidur lebih dari jam 10, tapi hari ini Ia benar – benar ingin terbang ke alam mimpi.

Mata sipit Onew terbuka maksimal, ia menangkap sosok namja yang ia kenal sedang berjalan dengan langkah gontai. Bulan purnama membuat malam menjadi terang. Onew menghentikan langkahnya dan mengerjap – ngerjapkan mata. Tidak salah lagi, sosok yang terlihat kusut, penuh luka dan memar hingga berlumuran darah itu namdongsaengnya.

“Key!” ujar Onew menyuarakan pikirannya.

Henry berhenti berjalan ketika menyadari chingu seangkatannya tidak di sampingnya dan mendengar suara Onew memanggil nama seseorang. “Key siap…?” pertanyaan Henry terhenti ketika ia mendengar suara buku dijatuhkan.

Onew  menjatuhkan semua buku dan map – map yang ia bawa tadi. Ia segera berlari menghampiri namja yang masih berjalan gontai.

Tepat saat Onew di belakangnya, namja bernama Key itu ambruk.

“Key! Key!” panggil Onew mengguncang bahu Key. Fokus matanya tertancap pada darah yang menganak sungai dari kepala Key. Kelopak mata Key tetap terpejam. Sudut bibir Key sobek, pipinya lebam, tangan kanannya terlihat memar kebiru – biruan, darah terus mengalir dari pelipisnya dan bagian belakang kepala Key juga mengeluarkan banyak darah.

Onew merutuki dan memaki dirinya sendiri karna tidak membawa mobil.

“Henry! Antar aku ke rumah sakit!” suara Onew terdengar bergetar di telinga Henry.

Henry memberikan buku – bukunya pada yoeja di sebelahnya, “Titip!”

Ia berlari ke parkiran, tempat mobil putihnya terparkir aman. Dengan langkah kaki panjangnya yang lebar, ia mencapai mobilnya dalam waktu singkat. Hanya satu pikiran di benaknya, ternyata chingu dekatnya mempunyai namdongsaeng.

===#===

“Onew! Kemarilah!” seorang namja berjas putih melambai pada Onew. Onew menghampirinya.

“Wae Kibum hyung? Ada masalah apa?” Onew menatap namja itu dengan sorotan mata lesu.

“Masuklah!” pinta Kibum. Ia memperlihatkan hasil CT Scan Key dan menerangkan, “Cedera otak yang terjadi tiga belas tahun yang lalu sudah membuat trauma otak. Benturan  yang menghantam kepalanya lagi, bisa berakibat fatal jika kau telat membawanya kemari beberapa menit. Syukurlah dia bisa tertolong, tapi… .”

“Tapi apa? Key kenapa?” desak Onew.

“Hantaman itu merusak syaraf pendengarannya. Meskipun tidak terlalu parah, tapi ada kemungkinan ia kehilangan fungsi pendengarannya secara langsung ketika ia sadar atau secara lambat hingga ia tidak bisa mendengar.”

Seperti sebuah hantaman mengenai dadanya, tatapan Onew berubah menjadi tatapan kosong. Hidup Key sudah sangat berat, ditambah lagi ia akan kehilangan fungsi pendengaraannya. Tanpa sadar, Onew menitikkan air mata. Key sudah tiga hari terbaring lemah belum sadarkan diri.

Jika kemungkinan terburuk itu terjadi, apa yang akan terjadi pada Key. Apa Key sanggup? Pikiran itu terus berkecamuk di benak Onew.

“Key! Be a strong boy!” gumam Onew pada Key yang masih memejamkan mata. Selang – selang infus, darah, oksigen yang digunakan untuk mempertahankan hidup Key membuat hati Onew teriris, tersayat.

“Kau bukanlah namdongsaengku,”

“Tapi aku menganggapmu namdongsaengku, Key. I will be protect you!”

===#===

“Ayolah Key oppa! Kau kan suka menggambar, melukis, kita datang ke pameran,” Krystal mengerucutkan bibirnya melihat Key tak bergeming di tempatnya.

“Baiklah, dasar kau ini! Tidak berubah sejak 13 tahun yang lalu. Manja!” gumam Key.

Krystal tersenyum senang, “Aku senang kau mengingatku lagi, oppa!”

Key hanya menggeleng – gelengkan kepala dengan ekspresi lagi – lagi datar.

“Kenapa kau tidak pernah senyum lagi, Oppa? Kau tak tau cara tersenyum eh? Aku bosan melihat ekspresi datarmu sejak kau sadar 3 bulan yang lalu,” oceh Krystal riang. She doesn’t know inside of him.

“Kalian mau kemana?” tanya Onew dengan tatapan penasaran.

Senyum Krystal tak pernah lepas, “Oppa mau ikut? Ayo kita ke pameran.”

“Tempat seperti itu membuatku ngantuk,” komentar Minho lalu menenggak banana milk.

Taemin berlari dari teras, “YA! Hyung itu kan punyaku!” ia menunjuk – unjuk botol kosong yang dipegang Minho.

Minho memberikan botol kosongnya pada Taemin. Taemin melongo. Setelah beberapa detik terbengong Taemin berteriak, “Banana milk-nya hyung!! Bukan botolnya!”

Suara tawa Minho terdengar dari Ruang Tamu.

“Huh, menyebalkan! Kenapa aku tidak menyembunyikannya dulu tadi,” gerutu Taemin berjalan ke arah dapur.

“Percuma kau sembunyikan, saeng-ku yang cantik. Minho sudah tau isi rumah kita, ya kan Key?” ujar Onew masih memegang remote tv.

“YA! BENAR!” sahut Minho dari Ruang Tamu. Key hanya menggeleng – gelengkan kepala. Rumahnya terasa seperti pasar ketika Minho dan Krystal datang. Padahal hanya tambah dua orang. Taemin yang biasanya manis, berubah ganas ketika Minho datang. Karna Minho selalu mengambil banana milk limited edition milik Taemin.

===#===

Key dan Krystal memasuki gedung bertuliskan PAMERAN SENI RUPA 2D

Lukisan – lukisan milik pelukis profesional terlihat mengagumkan. Key mengamati ilustrasi satu persatu. Ia melihat tangan kanannya miris. Sejak berkelahi dengan Kyuhyun, namja yang pernah menjadi hyung-nya, ia tidak bisa melukis, bahkan menulis juga tidak.

“Kau bisa menggunakan tangan kiri, Nak,” ujar namja paruh baya. “Jika kau berbakat, tentu kau pasti bisa menggunakan tangan kiri. Bahkan kaki.”

Key menatapnya. Namja paruh baya itu memiliki sorotan mata teduh, dan menenangkan. Key mengangguk memberi hormat lalu melanjutkan kegiatan melihat lukisan.

“Oppa ke sana yuk. Di sana ada apaan sih? Ayo, oppa!”

Key mengikuti Krystal yang menarik tangan kirinya.

Key terbelalak menata lukisan yang dikerumuni orang banyak. Ia sangat mengenal lukisan itu.Key melihat ke sekitar dan menemukan Tuan Han, kepala sekolahnya.

“Gambaranmu sangat bagus, sayang kalau dibuang Keybum. Jadi aku ikutkan pameran ini.”

“Key!” Key membeku di tempat. Ia mengenali suara emas legedaris 30 cm.

Key membalikkan badan dan menghantamkan kepalan tangannya. Namja yang dipukul terhuyung mundur.

“Kemana saja kau Jong hyung? Setelah meninggalkan namdongsaengmu yang sedang sekarat. Kau memanggil namanya?” sembur Key.

Jonghyun menatap Key dengan tatapan rasa bersalah, “Mianhae Key… Aku terpaksa saat itu… Aku tak punya pilihan lain… Dia tidak mau mengeluarkan selembar uang won jika aku tetap di sana… Dia berjanji akan membesarkanmu dengan baik jika aku pergi… .”

“Dan kau percaya? Untuk apa kau percaya kata – kata itu. Dia tidak mengeluarkan selembarpun untukku, dia juga tidak membesarkanku. Kenapa kau percaya? Kenapa?”

“Kau pikir dia akan menepati janjinya? Kalau Tuan Lee tidak menyeretnya keluar, dia juga tidak akan keluar. Kau kan sudah tau seperti apa dia. Kau lebih tau dariku saat itu, hyung.”

Jonghyun menatap Key dalam. Sorotan mata penuh penyesalan terpancar. Key menatap Jonghyun nanar, “Kau tidak tau hyung. Betapa inginnya aku hidup normal. Setiap kali aku tidur, aku ingin semuanya hanya mimpi. Aku ingin ketika terbangun, keluargaku masih lengkap. Tapi ternyata, itu bukan mimpi.

Asal kau tau, betapa aku ingin melihat wajah hyungnim-ku saat aku terbangun dari koma… Wae? Why you leave me?”

Air mata Key menetes. Ia sudah memendam semuanya sendirian sejak 13 tahun yang lalu. Ia sudah menyembunyikan dirinya sejak bertahun – tahun. Sekarang benteng pertahanan emosinya sudah runtuh. Bagian dalam dirinya sudah muncul. Diri asli yang berkebalikan dengan diri palsunya selama ini.

Flashback

“HYUNGG!!” panggil Key. Tangannya terjulur ke atas berusaha menggapai tangan Jonghyun yang terulur. Ia memejamkan mata, air matanya menetes.

Aku ingin tetap bersama Jonghyun hyung. Ucap Key dalam hati sebelum kepalanya berdenyut – denyut dan bau anyir darah menusuk hidungnya.

Jonghyun segera menuruni tangga, “TUAN LEE!! KEY JATUH!”

Key bertahanlah, kau akan hidup denganku, hyungnim-mu.

Flashback End

Jonghyun memeluk Key, membiarkan kepala Key terkulai di bahunya. Penyesalan yang mendalam, membuatnya bisa merasakan tekanan batin yang Key alami. Ia ingin Key melepas emosinya, seperti kata – kata yang meluncur dari bibirnya tadi.

Key membiarkan tubuhnya ditopang Jonghyun. Ia tidak bisa mendengar apapun sekarang.

Flashback

“Key!”

“Wae?”

“Jika kau tidak bisa mendengar lagi bagaimana?”

“Wae? Apa aku akan kehilangan pendengaranku?”

Onew tidak menjawab.

“Aku sudah merasakannya akhir – akhir ini. Kadang suasana terasa hening sekali. Kadang begitu ramai hingga telingaku berdengung.”

“Kau tidak apa – apa?”

Key diam. Ia sudah tau, pendengarannya bermasalah. Tapi ia tak menduga, jika itu akan terjadi.

Flashback end

I meet you again

Don’t leave me again

I’m not a strong boy

I don’t have inside of me again

There isn’t outside of me

I just have my real self

My brothers and My love

POST STORY

“Key? Kau bisa mendengarku?”

Key tersenyum dan mengangguk.

“Kau tidak bohong kan?”

“Ani hyung.”

“Yakin?”

“Ne!”

“Alatnya berfungsi?”

“Sepertinya, tapi ini terasa aneh di telingaku.”

Jonghyun terkekeh, “Kau tidak bisa mengorek – ngorek telinga sekarang.”

“Benar juga hyung. Kalau terasa gatal gimana hyung?”

“Mana aku tau. Tanya saja pada kembaranmu, KiBum hyung.”

“Hehmm”

-END-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

19 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Inside Of Me

  1. Aku gak ngertii T-T

    Maaf, beneran nih. Otakku yang terlalu penuh sama Fisika dan Kimia menolak untuk bekerja maksimal sore ini #halah

    Anyway, pilihan katanya bagus. Hehe, keep writing ^^

    1. mian kalo nggak ngerti..
      kemarin itu mauny bikin twoshot tpi krna tugasku buanyak pol jadi bikinnya pas hari terakhir tgl 20 klo g salah
      jadiny gini deh

      mianhae ._.V
      gomawo ya mau baca n koment ff pertama nan gak jelasku

  2. bahasanya bagus tapi aku ga ngerti hubungan antara pre-story sma post story-nya..
    Ceritanya seru cuma mesti sdikit mikir biar ngerti alurnya..he

    1. gomawo udh mau baca dan koment ff ini
      ini ff pertama jadinya nggak jelas
      jeongmal mianhae udah bikin readers mikir n bingung ._.V

  3. Maksudnya? Key terpisah sama Jonghyun, lalu tinggal sama Onew dalam keadaan amnesia. Hubungan Krystal sama Key itu gimana, ya? Terus keterlibatan Key berantem sama Kyuhyun juga kerena apa?

    Maaf nih, reader nggak ngeh bawel pula, kekkek~

    Tapi suka genre brothership-nya. Nice story.

    1. gomawo udh jadi readers dan komen

      nggak papa kok jadi reader bawel , justru aku seneng kalo ada komentar reader yang kayak gini

      mian kalo nggak jelas, dan aneh

      kalo ada yang mau baca sih, aku pengen bikin sequelnya
      mau nggak? nggak mau juga nggak papa
      gomawo n mianhae

  4. Pilihan katanya bagus.. tapi reader rada gak ngerti sama ceritanya ^^
    rada gak jelas.. tiba tiba krystal udah bilang key itu pernah jadi penolongnya waktu kecil.. abis gitu, jonghyun yang tiba tiba muncul di pameran..
    tapi bagus^^

  5. gomawo udh jadi readers dan komen

    nggak papa kok jadi reader bawel , justru aku seneng kalo ada komentar reader yang kayak gini

    mian kalo nggak jelas, dan aneh

    kalo ada yang mau baca sih, aku pengen bikin sequelnya
    mau nggak? nggak mau juga nggak papa
    gomawo n mianhae yaa…

    1. nah udah kumasukin posternya.

      Aku bener2 minta maaf ya atas kecerobohanku. Bener2 malem itu genting, aku OL-nya jam 1 maleman.
      tp poster ga akan mempengaruhi penilaian kok, jadi jgn khawatir nilainya jd berkurang.
      sekali lg maafin ya…

  6. Halo Wima, ini Diya. Keke. Mau ngasih masukan boleh ya?🙂
    + Untuk penulisan kata ulang kaya soal-soal, mencari-cari, dll. Penulisannya disatukan aja nggak usah pakai spasi ya.
    + Terus ada kata “sesekolah”, kayaknya lebih enak dengan “satu sekolah” karena lebih baku.
    + Kalau untuk bahasa asing lebih bagus lagi dicetak miring.
    + Untuk storynya bagus. Cuma kasian telinga Key TT_TT
    Oke Wima, good luck ^^

  7. sequel…sequel…sequel…..!!! thor, ini belum begitu jelas,, harus da penjelasannya..!!! npa jjong ninggalin key?? hubungan key ma kristal, tentang kembaran key yg ternyata kibum??? masih perlu penjelsan!!
    sequel y thor,, #maksa, hehehe…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s