[FF KEY B’DAY PARTY] Last Gift

 “Last Gift”

Title : Last Gift

Author : #CharmyGirl

Main Cast : Kim Kibum (SHINee Key)

Support Cast : Kim Jonghyun

Other Cast : Lee Jinki (SHINee Onew)

Genre : Life, Friendship, Angst, Comedy (???)

Type/Length : Oneshot, Songfic

Rating : PG-13 (mungkin? Soalnya ada adegan mukul kepala orang disini)

Summary : “Kau yang ulang tahun! Lalu kenapa kau…”

Lagu yang disarankan : SHINee – Last Gift *agak nggak nyambung, ini kan persahabatan bukan cinta… ya udahlah!*

Hai hai hai, readers… kenalin author baru disini *BOW*… mungkin ini ff debut aku di sf3si yah ^^ berpartisipasi untuk Key Bday party karena aku galau banget ga bisa nonton SMTOWN INA T_T *ga ada hubungannya* By the way ini FF Jongkey pertamaku nih! Ya udah langsung ke ff aja yah! Mian kalau jelek, soalnya sehari langsung jadi… hehe… Eiit… aku hampir lupa SAENGIL CHUKAHAMNIDA URI KEY OPPA! Wish u all d’best! Oh iya, ini kan ulang tahun harusnya gembira kok malah ngasih ff angst yah? Dasar author. Haha. Ya udah banyak bacot nih, enjoy yeoreobun!

Neoege kkiweojun banjiga

Nae sone chagapge dorawa

Nae maeumdo gati doryeo badeun

Majimak seonmul

(Ibyeorin geol)

Eonjebuteo eogeutnan geonji

Eodibuteo jalmotdwen geonji

Nae maeumi neoreul nohji anha

Jeongmal ggeutinji

Naegen one last love

~~~*

26-08-2012

“Kibum-ah!!!”

Key- yang sedang asik dengan MP3 Playernya itu, masih saja melahap eskrim coklat yang ia pesan. Padahal seseorang memanggilnya.

“Kibum-ahhhhh!!!!!! Annyeong!!!”

Seruan namja bertubuh kekar itu cukup keras, tapi karena telinga Key diambil alih oleh headset dari mp3 playernya itu ia tidak mendengarnya. Ia hanya fokus pada lagu DBSK “Android” yang diputarnya di mp3 player tersebut.

“Hei!!!!! Kerjaanmu hanya mendengar musik saja! Ini Jonghyun hyung!” teriak namja itu, Jonghyun sambil menarik salah satu headset di telinga Key.

“Asik sendiri aja kamu!”

“Oh? Hyung? Mianhae, hehe aku terlalu suka dengan lagu ini.”

“Lagu apa?” Jonghyun memasang salah satu headset ke telinganya. “Oh, Android. Hyung juga menyukainya,” katanya sambil tersenyum simpul. “Kau sudah membeli album barunya? Kau cassiopeia kan?”

“Ani, hyung,” jawab Key lembut. “Buang-buang uang aja. Aku lagi krisis moneter nih hyung!” jawab Key sambil cemberut.

“Haha, kalau kamu marah, kyeopta loh~” Jonghyun mengacak rambut Key.

“Hyung! Aku ini namja.”

“Memangnya hanya couple yang boleh melakukan ini? Come on, Key. Kita sahabat kan?”

Jonghyun memeluk Key. Key hanya bisa cemberut, ia merasa sahabatnya itu sudah di luar batas. Atau hanya ia yang berlebihan? Sepertinya, Key yang berlebihan.

“Hyung!!!!!”

~~~*

30-08-2012

Diam-diam Key masuk ke rumah Jonghyun. Kebetulan sekali, pintunya terbuka.

Di dalam kamarnya Jonghyun sedang menonton Death Bell, jadi jangan heran kalau ia sangat tegang. Key mengintip dari jendela kamar Jonghyun. Kemudian ia mematikan lampu luar, sehingga rumah itu gelap gulita. Dan… menyalakan senter…

“GYAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!! KIM JONGHYUN!!!! MATI KAU!!!”

“WAAAA!!!!!”

Kejutan Key itu membuat Jonghyun ketakutan setegah mati. Kemudian Key tertawa lepas dan menyalakan lampu.

“Aduh, hyung, makanya jangan terlalu tegang! Kau membuatku tertawa hyung, hahahahahah!!!!!!” kata Key sambil masuk ke kamar Jonghyun.

“Kau ini! Kau nyaris membuatku jantungan dan masuk rumah sakit! Baboya…” Jonghyun mulai cerewet. Ia memukul kepala Key.

“Gyyaaaaaa sakit hyung! Hyung ini…” Key membalas memukul kepala Jonghyun.

“Hei! Beraninya kau menjitak kepala hyungmu! Hei, ingat! Aku ini Hyungmu!”

“Ah~ Joesonghamnida hyung… out of control!”

Key berbalik, lalu tertawa cekikikan. Jonghyun yang kesal, akhirnya mengambil bantal dan melempar Key dari belakang.

“Hyung! Aku akan membalasmu!”

“Oh ya? Coba saja!”

“Hahahaha…”

Mereka sangat menikmati perang bantal saat itu. Tertawa bersama, bermain bersama seperti anak kecil.

“Hyung, masa kecilmu kurang bahagia!”

“Kau juga! Kau seperti anak TK! Hahaha…”

“Hyung, seperti anak balita 2 tahun!”

“Hahahahahahahahahahahaha…..”

Tawa mereka berhenti setelah Jonghyun tiba-tiba kehilangan penglihatannya…

“Key… kau mematikan lampunya lagi yah?”

“Jangan bercanda hyung! Lampuya masih menyala!”

“Lalu kenapa di sini gelap sekali?”

“Gelap? Jangan bercanda hyung! Lampunya masih terang!”

“Keotjimalda!!!”

“Ani, hyung, kali ini aku jujur!”

“Key… Kibum-ah…”

Jonghyun mencoba berjalan dan tiba-tiba ia menyandung sesuatu.

“Gyaaa!!!”

“Hyung!!!!!”

Key menyangga badan kekar chingunya itu, kemudian membaringkannya ke ranjang.

“Gomawo, Kibum-ah…”

“Cheonma hyung…”

“Hyung… Hyung… Hyung-ah!!! Hyung-ah, bangun!!!!”

~~~*

03-09-2012

“Hyung…”

Key hanya bisa meratapi Jonghyun yang masih terbaring lemah di kasur rumah sakit. Jarum infus menusuk tangan kirinya, masker oksigen di wajahnya. Ia hanya bisa menunggu kepastian dokter tentang sahabatnya itu.

~~~*

12-09-2012

Key berjalan di kompleks rumah sakit sambil mendorong kursi roda yang diduduki Jonghyun.

“Kibum-ah, apa penyakitku?”

Key hanya terdiam.

“Kibum-ah, kau mendengarkan musik lagi?”

Key tetap terdiam.

“NE KIM KIBUM!” Kali ini Jonghyun berteriak sedikit lebih keras. Membuat Key yang tadinya melamun jadi kaget setengah mati.

“Ah, hyung… mianhae!”

“Kibum-ah, apa penyakitku? Kenapa mendadak aku tidak bisa melihat? Jebal jawab aku, Kibum-ah…”

Key menghela nafasnya.

“Jonghyun-hyung, kau menderita glukoma.”

“Apa bisa sembuh?”

‘Aduh, apa harus kuberi tahu?’ gumam Key. ‘Sudahlah, kasihan hyung jika tidak diberi tahu…’

Key terdiam sejenak. Air matanya mulai mengalir, menetes di kepala Jonghyun.

“Kibum-ah, hujan turun?”

“A-ani, hyung, la-langit… cerah…”

“Kibum-ah, kenapa suaramu seperti itu? Kau… menangis?”

Key mengusap air matanya.

“Ani, hyung. Gwaenchanayo…”

“Jangan berbohong yah!”

“Ashhh, hyung aku tidak bohong! Percayalah!”

Jonghyun bangkit dari kursi rodanya. Ia berusaha berjalan dan beberapa kali ia tersandung dan mengejar Key.

“Awas kalau bohong! Akan kuterkam kau! Hahaha!!!”

“Gyyaaaaaaa hyung!!! Percayalah aku sudah jauh, weekk!!!”

“Diamlah di situ Kim Kibum… Gyaaa!!!!”

Jonghyun tersandung lagi.

“Hahaha…”

‘Mungkin tidak seperti dulu kita bersenang-senang, Kibum-ah, tapi sukacita di antara kita masih ada…’ gumam Jonghyun. “Buta bukanlah halangan! Akan kugelitiki kau!”

“Ayolah hyung, kalau bisa!”

“Hahahahaha….”

“Ah… Kibum-ah, sebentar lagi ulang tahunmu! Kau mau apa dariku?”

Kibum terdiam sebentar. Kemudian Jonghyun berbalik. Dan…

“GYAAA!!!!!”

“Hahaha, sekarang kau berhasil digelitiki. Ayolah, kau mau apa dariku?”

“Ngg…. ani, hyung. Membuat hyung bahagia saja sudah menjadi hadiah terbesar bagiku…”

~~~*

Flashback

 

Seorang dokter masuk ke ruangan Jonghyun yang masih koma.

 

“Ah, ini kamar pasien Kim Jonghyun?” kata dokter bernama Lee Jinki itu.

“Ne, aku temannya. Geuraeyo?”

“Ngg… bisa kita bicara sebentar?”

 

Jinki membawa Key ke ruang prakteknya.

 

“Jadi begini… Jonghyun menderita glaukoma parah… Sekarang ia sudah dalam kondisi buta dan tidak dapat melihat lagi…”

 

CTARRR!!! Perkataan Jinki seolah seperti petir yang menyambar Key. Ia tidak akan menyangka kalau sahabatnya akan seperti itu!

 

“K—keotjimalda! Ja…”

“Aku tidak bohong. Ia menderita penyakit itu sejak kecil. Tapi ia tidak pernah tau. Aku sengaja merahasiakannya… Jalan satu-satunya, agar ia dapat melihat kembali hanya dengan operasi…”

 

BRAK! Key membanting pintu ruang praktek Jinki. Kemudian ia terduduk, menangis…

 

~~~*

20-09-2012

Key termenung. Ia tidak akan bisa melihat hyungnya itu seceria dulu. Ia duduk di cafe sambil meminum sebotol soju yang ada di hadapannya.

“Hyung…”

Kemudian ia bangkit dan pergi dari cafe tersebut setelah membayar semuanya. Ia berjalan tanpa melihat sekitarnya. Tanpa sadar, ia mengeluarkan air matanya lagi. Sadar penglihatannya mulai kabur karena air matanya, ia mencari kursi dan duduk di sana sambil menangis.

Seorang anak kecil dan ahjumma melihatnya.

“Eomma, eomma, lihat, oppa itu menangis…”

“Mana?”

“Itu, ia sedang duduk di kursi itu!”

“Ah, biarkanlah ia menangis, Taeyeon-ah. Ia sedang sedih, jangan diganggu. Ayo. Eomma belikan eskrim.”

“Ne, eomma…”

Sadar ia diperhatikan banyak orang akhirnya ia berjalan menuju halte bus yang berada di seberang jalan. Tanpa melihat kesana kemari ia menyeberangi jalan dan…

“Hei, anak muda, awas!!!”

“AAKKHHH!!!!!!!!!!”

~~~*

22-09-2012

Jinki memasuki kamar Jonghyun.

“Yah, dengan pasien Kim Jonghyun?”

“Ne, ada apa dokter?”

“Hari ini penglihatanmu akan kembali. Ada seseorang yang menyumbangkan kornea matanya untukmu.”

“Jeongmal??”

Mendengar itu, Jonghyun senang bukan main. Berarti ia akan bisa melihat lagi, bisa bersenang-senang dengan Key lagi. Bisa bercanda tawa dengannya lagi, dan leluasa menikmati semua momen tanpa halangan apapun.

“Bersiaplah. Kau akan dibius.”

~~~*

23-09-2012

Jonghyun membuka matanya.

“Kau bisa melihatku, Kim Jonghyun?”

Silau. Begitu kesan pertamanya saat membuka matanya.

“Ah… silau sekali.” Ia mengedip-ngedipkan matanya dan mulai melihat sekelilingnya.

“Kau bisa melihatku?”

“Aku… bisa melihat semuanya. Ah, dokter!”

“Ada apa…”

“Kibum… Kibum mana? Dia dimana?”

“Kibum? Maksudmu teman yang selalu menjagamu itu?”

“Siapa lagi! Dimana dia?”

Jinki terdiam. Kemudian ia memberikan sepucuk surat pada Jonghyun…

~~~*

23-09-2012 Jonghyun POV

Nuneul ddeugi jocha shirheosseo
Soljikhi midgiji anhasseo
Majimak he-eojijan insaneun
Naseolgiman hanikka

Di tengah taman aku duduk menikmati angin semilir dan daun-daun mapel yang berguguran. Rasanya aku sangat senang melihat semua ini lagi. Seolah-olah hadiah ulang tahun yang paling berharga bagiku.

Ah- ngomong-ngomong soal ulang tahun, Key ulang tahun hari ini. Tapi… dimana dia sekarang?

Ngg… surat itu, yang diberikan Dr. Jinki padaku. Isinya apa yah? Aku buka saja…

Kubuka surat beramplop pink tersebut, dan mulai membacanya…

 

Teojineun hamsumman jakku baeteo

Duryeoweo gaseumi maechyeo

Hanmadi yego eobsi ibyeol

Geonneneun neol eotteohke mideo

I don’t know why I can’t move on

Balgeoreumi ddeoreojijil anha

Geojitmal gata oneul haruga

Gaseum hanjjoki apawa

 

“Nae Jonghyun hyung, nae chingu, nae hyung…

 

Gamsahamnida hyung. Sekali lagi, jeongmal gamsahamnida.Terima kasih sudah mau menjadi sahabatku salama hidup. Aku senang memiliki sahabat sebaik hyung, entah apa aku akan memiliki sahabat seperti hyung lagi…

 

Hyung, mungkin saat hyung membaca surat ini, aku tidak akan berada di samping hyung lagi, bercanda tawa lagi, menggelitiki satu sama lain, menjahili satu sama lain, dan melihat satu sama lain…

 

Hyung- saat aku menulis surat ini, aku sedang berada di ranjang rumah sakit sepertimu hyung, menghadapi waktuku yang sebentar lagi akan habis, dan mengabulkan permintaan ulang tahunku kali ini…

 

Hyung, di ulang tahunku kali ini, aku ingin hyung, sahabatku sendiri bahagia lagi, bisa melihat dunia lagi, bisa menikmati indahnya alam ini…

 

Di waktu terakhirku ini aku masih mengingat hyung, aku masih mengkhawatirkan hyung, aku ingin hyung sehat kembali. Hyung, setelah aku pergi… tolong. Tolong carilah sahabat yang lebih baik dariku, yang lebih perhatian dan menyayangi hyung apa adanya… Hyung, aku ingin hyung bahagia meskipun aku tidak akan ada lagi di sisi hyung, selamanya…

 

Annyeong ne, hyung. Jalani hidup ini apa adanya. Jalani hidupmu dengan baik, gunakanlah mata itu sebaik mungkin, jangan buat aku kecewa hyung, jagalah jangan sampai mata itu rusak lagi… Hyung, aku akan selalu menyayangimu sebagai sahabatku… Dari atas… Bahagialah hyung, jika hyung bahagia, itu adalah hadiah ulang tahun terakhirku yang paling indah…

 

With Love, Kibum saeng.”

Neoege ggiweojun banjiga

Nae sone chagapge dorawa

Nae maeumdo gati doryeo badeun

Majimak seonmul

Ibyeorin geol

“Hyung!!!”

“Hyung!!! Kejar aku!”

“Hyung, aku ini namja!

“Joesonghamnida hyung! Out of control…”

“Hahahahahahaha…”

Memori dimana kita tertawa bersama, bermain bersama layaknya anak kecil, melakukan segala sesuatu bersama-sama…

Sekarang hanya tinggal kenangan…

Nan swipji anha nae insa cheoreom

Nae maeumi nae mamcheoreom dwejil anha

Neol ijeulryeo dajimeul

Dokhage haebwa ya gettji

 Jal gyeondil su ittge

Air mataku mengalir dengan cepat, sekarang memori indah itu tidak akan pernah aku rasakan lagi, tidak akan pernah ada lagi…

Apa sekarang hari-hariku akan sepi seperti dulu? Ah, molla, Kibum, sahabatku, telah pergi selamanya. Dan sekarang aku ahanya bisa menangis dan berteriak seperti orang gila…

“Ini ulang tahunmu… tapi… kenapa kau… malah pergi? Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau yang memberi hadiah padaku? Harusnya aku yang memberikan hadiah padamu! Baboya, Kim Kibum…. Baboya!!!!!! Hiks….”

~~~*

Neoege kkiweojun banjiga

Nae sone chagapge dorawa

Nae maeumdo gati doryeo badeun

Majimak seonmul

(Ibyeorin geol)

Eonjebuteo eogeutnan geonji

Eodibuteo jalmotdwen geonji

Nae maeumi neoreul nohji anha

Jeongmal ggeutinji

Naegen one last love

 

(SHINee – Last Gift)

END.

Gimana ceritanya? Gajekah? Apa author terlalu berlebihan? Remember, Sanso Gateun Comment! Gamsa 4 read! Annyeong! *BOW

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

32 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Last Gift”

  1. hiks.. FF key yg sad ending lagi, n sukses bkin sy sedih!
    T.T
    Prsahabatan antara key dg jonghyun tlus bgt y..
    Nice FF!!:”)

  2. Haduuh, sudah nebak kaan. Pasti cerita ada orang buta itu, seseorang yang deket sama dia bakal ngorbanin matanya. Ya ampuun, sediiih 😦

    Keren ceritanyaa, kupikir bakal happy end, tapi ternyata mereka harus pisah. Kaciaan u,u

  3. aduuh..nyesek bangeet…
    smoga aku dapet sahabat kayak kibum ato jjong itu :”)
    awalnya kocak, akhirnya tragis ya ampuun..
    daebak! ukuran ff debut ini udah daebak looh!!!

    mgkn sdikit cuap2 dikit..hehe. klo bisa, nantinya pas mo bikin ff, jangan lupa diriset lbih jauh ya..hehe. Terutama klo nanti bagian thriller, detectif, ato ada penyakit2 bgini. itung2 nambah pengetahuan pembaca dan author juga 😀

    soalnya aku nemu sdikit kesalahan di sini. Glaukoma itu penyakit mata di mana tekanan di dalam mata meninggi, akibat penumpukan cairan di rongga mata, antara retina sama lensa (yg terbanyak). makanya pandangan bisa gelap hingga buta itu karena tekanan tinggi itu bisa menjepit saraf2 yang berada di retina mata.
    jadi operasinya lbih ke membuat saluran baru (krna sebelumnya tersumbat) di mata.

    ntar bisa dicari lbih lanjut ttg glaukoma di internet 😀

    klo operasi transplantasi kornea itu lbih ditujukan untuk kornea yg rusak akibat infeksi, cedera (abis kecelakaan misalnya) ato krna prgantiannya yg terhambat (kayak kulit kita). yang aku tau, glaukoma gak bakal dilakukan transplantasi kornea. ato mgkn si jjong ada infeksi di matanya ato apaaa dahulunya, mgkn bakal melakukan transplantasi kornea..:D

    maaf ya jadi ngebacot gini -____-” ntar cari2 aja lbih lanjut 😀

    sekiaaaan..!!! pokoknya tetep daebak! aku tetep nikmati jalan ceritanya kok!
    Terus berkarya yaa! salurkan ide2 terpendammu! jangan ampe bosan!
    ^o^9

  4. awalny ak ngakak. pas baca bagian Key matiin lampu, trus nyalain senter. tiba” aj bayangin mukany Key yg seremny luar biasa haha
    trus trus bunyi petir it, ga tau napa, ak ngakak lagi *gaje

    endingny udah ketebak sih, tp carany bawain cerita lain ya. ak enjoy aja biarpun sad ending. good ff!

  5. Huuaa! Ngk sadar mataku udh berkaca-kaca.. 😦 atau emg aku yg gampang nangis?? Au ah, gelap +.+ but nice FF
    Keep writing 😀

  6. “Ah~ Joesonghamnida hyung… out of control!” <– .hha. suka sama kalimat ini.
    Duh tapi ga tau kenapa yah aku ko ngerasanya mereka kaya pacaran gitu yah?.hhe.
    kasihan, ko Kibumnya mati begitu aja. Kenapa ga nunggu donor ajah gitu yah buat Jjong? Pokonya akku ga rido kibum mati.hha. *maksa*
    However, Nice FF 😉

  7. ceritanya bagus, mengharukan thor :'((
    cuma feelnya kurang begitu dapet^^v
    hiksss key meninggal, jonghyun jadi duda donk T_T #plak

  8. aduh kenapa aku baca ff akhirnya key nggak idup sih…
    hiks hiks hiks *ambil ember* #lebaymodeon
    great great great
    keren keren
    pengen nangiiisss
    authorrr pro banget sih bikin reader menghayati n nangis

    udah ah udah kebanyakan komen nih kayaknya .-.
    ninggalin jejak yaa…

  9. Pas baca ff ini aku punya pikiran sama kayak dhila. Emang transplantasi ya?
    eh aku mau tanya dong, key meninggal krn ngedonorin matanya? atau sakit yg laen? klo cuma gr2 ngedonorin emang sampe harus meninggal ya?
    ehehe, mian ya, aku ga gitu ngerti ama kedokteran, tau dikit2 aja.

    untuk ukuran ff debut ini oke kok ^^

    1. Gigi2, aq sengaja emang g jelasin kkk~ key itu kecelakaan. Adakan yang “Anak muda, awas” itu kan dia hampir ketabrak. Sengaja ga dijelasin klo dia ketabrak ._.v Makanya bisa meninggal. Nah pas sebelum mati itu dia donorin korneanya ke jjong… aq jg g terlalu ngerti ama dunia kedokteran, makanya ancur lebur gini =_=
      Gamsa 4 read 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s