[FF KEY B’DAY PARTY] Conflict In Our Special Day

Title                 : Conflict in our Special Day

Author             : Yanlu

Main Cast        : Key (SHINee), Eunhye (OC)

Suport Cast     : other SHINee member

Other Cast       : Taeyeon SNSD

Genre              : Romance

Type/Length    : Oneshoot

Rating             : PG-14

Eunhye POV

Pukul 06.30 gemericik air mulai memenuhi kamar mandi. Aku bergegas masuk ke dalam saat air mulai memenuhi bak mandi. Lima menit kemudian aku keluar dengan hanya mengenakan handuk. Pikiran terlambat terlalu mengusikku hingga aku hanya sempat memakai pakaian tanpa merapikannya. Tidak butuh waktu lama untukku menyelesaikan dandanan agar tidak terlambat untuk berangkat.

“Yeobseyo?” telp berdering membuatku dengan terpaksa mengangkat panggilan yang sebenarnya sudah sekian kali mengganggun kegugupanku untuk berangkat bekerja.

“Kenapa baru menjawab telfon dariku? Oh ya, hari ini kau sibuk ti─

“Mian, oppa aku buru-buru” jawabku memotong cepat sebelum Kibum berbicara banyak.

“Baiklah, selamat bekerja”

PLIP…

Aku memutuskan panggilan sesegera mungkin untuk mengambil sepatu di rak.

“Aigoo… 10 menit lagi” ujarku, melihat jam di tangan.

✐✐✐

Key meletakkan ponselnya ke atas meja dengan kesal. Melihat itu Taemin, Onew, Minho dan Jonghyun menghentikan aktifitas makannya secara tiba-tiba.

“Hyung, ada apa?” Taemin bertanya sembari memperhatikan raut wajah Key yang berubah menjadi kesal. Tanpa menjawab pertanyaan Taemin, Key beranjak dari kursinya meninggalkan makanan yang masih banyak.

“Yey, Key. I take your chicken, ok?” segera setelah Key berlalu tanpa menunggu jawaban, Onew mengambil ayam dengan cepat.

“Tsk! Dasar chicken maniak!” celetuk Jonghyun. Mereka melanjutkan makan tanpa mempedulikan Key yang sudah tak bernafsu untuk makan. Menurutnya makan lebih penting daripada mengurusi orang kesal.

“Hey, besok adalah hari specialnya!” Minho mengingatkan tapi tak satupun dari mereka yang tampaknya mendengarkan. Minho menghela nafas berat sembari geram.

TING…

“Dengarkan aku!” suara bass Minho keluar mengagetkan mereka bersamaan dengan sendok yang sengaja dipukul ke piring. Semua pasang mata kini menatap Minho.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Taemin dengan polosnya bertanya.

“Babo! Membuat kejutanlah!” sembur Jonghyun.

“Jonghyun benar, kita harus menyusun rencana untuk besok” Minho menatap satu persatu dari mereka meminta persetujuan tapi lagi-lagi mereka sibuk menyantap makanan masing-masing. Minho semakin kesal pada mereka yang tidak mendengarkannya.

“Ya! Aku sedang meminta pendapat kalian! Kenapa kalian malah sibuk makan!” serunya dengan nada tinggi.

“Mian, keburu ayamnya habis di Onew hyung, hehe…” celetuk Taemin. Kemudian mereka semua mengangguk secara serempak.

“Kita susun rencananya setelah ini”

✐✐✐

Key beringsut di kasur setelah menelpon Eunhye, ia sudah tidak bernafsu untuk menghabiskan makanan. Dia heran kenapa Eunhye selalu saja sibuk dengan pekerjaannya . dia yang notabene sebagai artis saja tidak sesibuk itu tapi kenapa kekasihnya tidak pernah menyempatkan waktu luang untuk bertemu dengannya. Menjawab telfon saja jika sudah larut malam. Pekerjaan memang menuntut Eunhye untuk seperti itu, ia memaklumi. Tapi yang membuat kesal kenapa Eunhye memilih menjadi manager artis lain? Kenapa tidak menjadi manager SHINee saja? Kalau Eunhye menjadi manager SHINee, Key bisa dengan mudah menjaganya.

“Babo! Seharusnya aku tahu resiko berpacaran dengan seorang manager akan seperti ini!” rutuknya pada diri sendiri. Saat bangkit dari tempat tidurnya ia mengambil kalender kecil di meja samping tempat tidurnya. Tiba-tiba ia mengulas senyum melihat lingkaran merah pada tanggal 23, yang artinya besok adalah ulang tahun dirinya dan Eunhye secara bersamaan. Ia sangat senang saat tahu Eunhye mempunyai tanggal lahir yang sama dengannya. Dengan begitu dirinya dan Eunhye sebisa mungkin meluangkan waktu untuk bertemu, meski tak sepanjang hari. Ia berbaring kembali menatap langit-langit sambil berpikir sesuatu.

“Hadiah apa yang akan ku beri untuknya?Hm..” Key mencoba berpikir, ia ingin memberikan sesuatu yang berharga. Sesuatu yang tidak harus mahal tapi yang akan terus diingat oleh Eunhye. Tak lama kemudian ia menemukan ide. Hadiah apa yang akan ia berikan pada Eunhye nantinya.

“Ini akan menjadi kejutan yang tak terduga” celetuknya tiba-tiba. Kemudian ia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan keluar kamar menuju ruang tengah yang di sana terdapat grand piano yang biasa dimainkan oleh Taemin. Ia berdiri memandang tuts-tuts putih sebelum akhirnya ia duduk di kursi. Jari telunjuknya mencoba menekan satu tuts hingga berbunyi nada ‘re’. Lalu tak lama kemudian seluruh jarinya mendarat dengan tepat di atas tuts-tuts itu dan mulai memainkan nada meski tak beraturan. Namun lama kelamaan jari-jarinya mulai terampil menekan tuts hingga membunyikan sebuah lagu yang berjudul Fly me to the moon dengan sangat indah. Latihannya selama 6 bulan ini tidak sia-sia baginya. Padahal ia agak kesulitan jika bermain dengan alat musik sejenis piano. Paling-paling ia hanya bisa keyboard atau saxophone. Ia belajar piano dengan sungguh-sungguh demi hari esok. Hari istimewanya dan Eunhye. Ia ingin membuktikan bahwa ia adalah laki-laki yang di impikan oleh Eunhye. Seorang pianist adalah pendamping hidup yang diidamkan oleh Eunhye. Oleh karena itu, dengan susah payah dan keinginan kuat ia mencoba belajar. Entah itu Taemin atau Jonghyun atau guru privat yang sengaja ia undang untuk mengajarinya.

“Aku sedikit tidak yakin melakukan ini”

✐✐✐

“Hyung, dengar! Itu lagu apa?” tanya Taemin saat sedang bermain PS bersama Minho.

“Pasti Key, dia kan selalu berlatih lagu itu sepanjang hari, aigo…apa tidak ada lagu lain?” Minho menjawab dan tetap bermain dengan stick-nya.

“Sangat membosankan!” tambah Minho.

Tiba-tiba Jonghyun datang dan kemudian duduk diantara mereka berdua sedikit jail dengan mengusik PSP-nya.

“YA! Hyung…shireo! Apa yang kau lakukan?” Taemin tidak terima saat stick-nya di ambil oleh Jonghyun

“Hey, kau tidak ingat? katanya mau merencanakan kejutan untuk si ‘Almighty’?”

Minho dan Taemin menengok bersamaan kearah Jonghyun saat ia menutupi layar TV.

“Bagaimana kalau kita menyulap ruang tengah dorm kita menjadi gaya elit?” usul Onew yang muncul dari arah dapur.

“Ide yang bagus, tapi apa yang harus kita persiapkan?”

Semua diam nampak berpikir, menjelang semenit kemudian barulah Jonghyun di antara mereka yang mengutarakan isi pikirannya.

“Baiklah kita perlu mempersiapkan bahan-bahannya. Oleh karena itu Onew dan aku akan menghias dorm dan kalian berdua pergilah membeli bahan-bahan dan ingat! Cake nya ya!” titah Jonghyun menunjuk Taemin dan Minho. Taemin dan Minho segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar masing-masing bersiap-siap.

“Lalu, siapa yang akan mengajak Key keluar? Tidak mungkin kan Key menyaksikan kita mempersiapkan sesuatu. Bukan surprise namanya.” Jonghyun terlihat berpikir mendengar penuturan Onew. Kemudian ia mengeluarkan ponsel dari sakunya.

“Yeobseyo, Apa kau sibuk?” tanya Jonghyun to the point. Onew menanggalkan kedua alisnya bingung tapi kemudian ia mendekatkan telinganya untuk mendengar obrolan Jonghyun.

“Ne, datanglah, ajak dia”

✐✐✐

Key yang masih bermain dengan pianonya tiba-tiba menghentikan permainannya. Rupanya ia mendapat panggilan dari ponselnya. Ia berjalan menjauh dari piano mendekati jendela.

“Ne?!! Kau benar-benar sudah berada di depan?!” teriaknya. Terkejut mendapati seseorang yang memanggilnya tiba-tiba menghampiri dormnya.

“Arrasso! Aku akan keluar, tunggu sebentar” Ia bergegas menuju ke dalam kamar. Membuka lemari lebar-lebar. Memilih pakaian dengan cepat. Namun secepat apapun karena ia adalah Key yang fashionable tidak mudah baginya untuk bertindak cepat. Ia akhirnya menimbang dua baju. Satu kaos warna abu-abu dengan rompi hitam pendek. Dan yang satunya kaos hijau dengan celana pendek bermotif leopard. Dengan penuh pertimbangan akhirnya ia memutuskan memakai kaos hijau dan celana pendek leopard tersebut. Lagipula ia hanya di ajak jalan-jalan oleh kakak sepupunya, Taeyeon.

“Ck…lama sekali! Kajja, temani noona ke mall ya!” pintanya pada Key saat muncul dari pintu keluar. Key mengikuti langkah Taeyeon dan berjalan di trotoar.

“Hey, memangnya kita mau ke mall jalan kaki?” tanya Key, agak bingung karena tidak ada kendaraan terpakir di dekat halaman dormnya.

“Aniya, mobilku sedang di pakai, kita jalan kaki saja!” sahut Taeyeon yang di jawab desisan oleh Key karena ia paling malas berjalan kaki di sekitar kota. Entah kebetulan atau sebuah keberuntungan jika awan hari ini terlihat bersahabat saat Key berpikir cuaca akan panas. Matahari terasa hangat. Key tidak jadi menggerutu sepanjang jalan.

“Ya!Palli! Mallnya di seberang, look that!” seru Taeyeon. Bangunan megah mall sudah terlihat jelas di depan jalanan.

“A-ra-sso” Key menjawab dengan malas. Taeyeon mulai berjalan melewati jembatan besar diikuti dengan langkah Key. Namun langkahnya berhenti mendadak. Matanya menatap tajam di kejauhan tepi sungai yang mengalir persis di bawah jembatan yang ia pijak. Di keramaian sana ia melihat Eunhye kekasihnya sedang duduk berhadapan dengan seorang namja. Ia tidak bisa melihat jelas siapa namja itu namun perlakuan namja itulah yang membuatnya harus menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Panas. Tiba-tiba suasana menjadi panas. Key terus menatap tajam sedangkan yang di tatap asyik berduaan tanpa tahu seseorang tengah mengawasi mereka. Jelas saja Key tak suka apalagi melihat namja itu sangat dekat jaraknya dengan Eunhye. Membuat ia berpikir kalau mereka benar-benar akrab.

“Aw…! Yak!” Key mengelus puncak kepalanya yang sakit karena pukulan keras Taeyeon.

“Lagian siapa yang menyuruhmu berhenti di sini. Cepat masuk!” pinta Taeyeon galak.

Key berpaling dan berjalan cepat mengikuti Taeyeon. Tetapi sudut matanya masih menangkap kedua orang disana, lalu tersenyum miris.

✐✐✐

“Minumlah, kau pasti lelah” ujar Eunhye menyodorkan air mineral ke arah namja yang sedang duduk di kursi panjang.

“Gomawo, tapi cuaca hari ini cukup bersahabat jadi aku tidak terlalu lelah” ungkapnya sambil menerima air mineral dari tangan Eunhye. Namja yang berada di hadapan Eunhye adalah Kim Soo Hyun. Namja yang menjadi tanggung jawabnya karena ia bekerja sebagai manager actor ternama tersebut. Eunhye mengeluarkan sapu tangan dari sakunya. Tiba-tiba ia mendekatkan diri sembari menggulung sapu tangannya ke arah Soo Hyun. Soo Hyun sedikit terkejut namun ia tetap terlihat tenang menunggu apa yang akan di perbuat manager tersebut. Ia menempelkan sapu tangan tepat di keningnya. Rupanya ia hanya ingin mengelap keringat yang mengucur banyak. Soo Hyun tersenyum saat tahu Eunhye memperhatikannya.

“Gomawo! Hm…apakah malam ini ada jadwal lain?” tanyanya pada Eunhye yang langsung membuka I-padnya.

“Hm…jam 7 kau ada pemotretan! aku sudah melakukan perjanjian untuk pemotretan majalah. Jadi, kau hanya perlu melakukan pemotretan tersebut.” Soo Hyun menghela nafas berat. Eunhye merasa kesal juga kenapa malam ini ia musti sibuk dan tidak ada waktu sama sekali untuk istirahat. Tapi mengingat ialah satu-satunya tumpuan hidup keluarga setelah Appa sudah tiada akhirnya apapun pekerjaan itu demi menghidupi keluarganya ia mau melakukannya. Asalkan pekerjaan itu masih di bilang normal dan halal.

“Apakah setelah itu ada lagi?” tanya Soo Hyun yang segera membuyarkan lamunan Eunhye.

“Tidak ada! Hm…boleh aku mengajukan ijin?” tanya Eunhye yang mulai menatap serius pada Soo Hyun. Sedangkan Soo Hyun masih membaca skripsi tapi tetap mendengar ucapan Eunhye.

“Ijin apa? Katakan saja!” Eunhye menjeda sejenak.

“Hm..untuk malam ini bisakah aku istirahat di rumah dan tidak menemanimu melakukan pemotretan?” ungkapnya hati-hati.

Soo Hyun memalingkan wajahnya dan menyingkirkan skripsi dari hadapannya. Kemudian ia menatap Eunhye dengan alis bertaut bingung. Eunhye menggigit bibir bawahnya dan agak takut-takut menatap Soo Hyun. Atau lebih tepatnya raut wajahnya. Ia berharap bahwa jawaban yang keluar dari mulut Soo Hyun sesuai harapannya.

“Kau seorang manager, tahu kan posisimu? Kemanapun aku berada selama menyangkut jadwalku kau dilarang ijin. Kecuali… kau sakit, atau…kau punya kepentingan” jelasnya. Eunhye menghela nafas berat. Ia tidak bisa berbuat banyak jika sudah begini. Ini menyangkut pekerjaannya. Padahal ia ingin meluangkan waktu sehari ini bersama Key, yang notabene sekarang adalah kekasihnya untuk merayakan ulang tahun.

“Tapi bisakah sekali ini saja? Hari ini aku harus menemui seseorang” pintanya, mengatakan sejujurnya dan berharap mendapat kesempatan. Soo Hyun menjadi penasaran, seberapa penting pertemuan orang itu dengan pekerjaannya.

“Aku tidak melarangmu, tapi pekerjaan ini akan kacau tanpa kehadiranmu saat ada jadwal seperti ini, kau mau menanggung resikonya?” Soo Hyun memberi sedikit harapan sehingga Eunhye mulai terlihat senang. Ia menyunggingkan senyum lalu mengangguk mantap. Kali ini ia mau menanggung resiko asalkan harinya bersama Key tidak terlewati.

Key berjalan mengekor di belakang Taeyeon. Ia tampak tidak berminat untuk sekedar melihat pakaian-pakaian yang terpajang di etalase meski edisi terbaru. Sedari tadi ia hanya mengeluarkan ponsel sambil memainkannya tanpa ada pesan atau hal menarik di dalam layar tersebut.

“Key-ah! Sebenarnya kau ini kenapa? Tidak biasanya kau malas berbelanja. Hey! Look! Merek ekspor terbaru” Taeyeon beralih saat berjalan melewati etalase besar dengan patung wanita dan pria berbaju yang sangat unik. Key hanya menghela nafas berat tampak tidak tertarik meski model itu unik dan baru. Lagi-lagi ia bermain dengan ponselnya sembari mengetuk-ngetuk layar touch itu.

Sementara itu di bagian pintu utama masuk seorang namja yang mulai menjadi pusat perhatian seisi mall. Namja itu memakai hoodie dengan topi hitam dan rambut poni yang menutupi sedikit matanya. Di belakang namja itu Eunhye, gadis yang menjadi managernya sedikit kerepotan saat harus menutupi identitas sang actor yang tergolong papan atas tersebut. Ia sedikit kesal saat Soo Hyun malah terbuka dengan beberapa orang di sekitar mall yang sudah melihatnya. Saat Eunhye hendak naik lewat escalator ia melihat Key berada didalam lift. Saat ia hendak mengode tiba-tiba ia mengurungkan niatnya melihat seorang yeoja sedang berbicara dengan Key. Mereka tampak sangat akrab. Yeoja itu juga terlihat sangat senang dengan menunjukkan barang belanjaan yang cukup banyak. Sedangkan Key tampak mengangguk saja mengiyakan dan lebih sering bermain dengan ponselnya. Melihat itu pikirannya kacau. Ia hampir saja melupakan Soo Hyun yang ternyata sudah tidak berada di sekitarnya.

“Eunhye!! Palli! Aku sudah di sini!” Soo Hyun menyadarkannya. Eunhye segera menaiki escalator dan menghapus air matanya yang hampir saja tak terbendung.

✐✐✐

“Noona! Kenapa kita tidak pulang saja? aku malas jalan-jalan” rujuknya pada Taeyeon. Mendengar itu ia tak acuh saja dan tetap melanjutkan jalannya yang kini hendak memasuki restoran.

“Aigoo, Noona! Dengarkan aku! Aku ingin pulang” Key mulai merasa jengkel. Ia menghentikan langkahnya tidak mengikuti Taeyeon. Taeyeon berhenti dan menunjukkan mimik memelasnya. Ia meminta Key kali ini saja untuk berlama-lama di luar dan tidak di rumah dengan alasan ia bosan di rumah.

In the dorm~~

“Annyeong!!” teriak Taemin lantang diikuti oleh Minho yang membawa kotak besar berisi cake.

“WAW!!” Taemin lagi-lagi berkoar keras saat melihat ruangan yang sudah lumayan rapid an indah. Jonghyun dan Onew berdesis melarang Taemin untuk berbicara keras sekali lagi. Tanpa banyak bertanya mereka kembali melanjutkan pekerjaan.

Satu jam kemudian mereka hampir saja selesai. Tinggal memasang pernak-pernik dan mempersiapkan kue. Di sela-sela pekerjaan itu ponsel salah satu dari mereka berbunyi. Ternyata ponsel Jonghyun. Ia segera melihat siapa yang menelpon dan seketika rautnya berubah menjadi terkejut.

“Hey! Shut up a minute!” Jonghyun mengintruksi mereka yang bekerja untuk berhenti sejenak. Mereka semua mendekat ingin mendengar apa yang Jonghyun dan sang penelpon bicarakan.

“Gawat! Taeyeon dalam perjalanan ke sini!” ujarnya. Semua member SHINee kecuali Key segera bersiap-siap dan mempercepat pekerjaannya.

Jam menunjukkan pukul setengah enam waktu Seoul. Matahari akan segera terbenam dan itu mempermudah suasana gelap pada ruang dorm. Taeyeon membuat rencana itu tepat dengan rencana yang mereka pastikan. Mereka ber-empat segera bersiap mematikan lampu. Beberapa menit kemudian suara bel pintu berbunyi tapi segera setelah itu seseorang membuka pintu yang memang tidak terkunci.

“Aigoo!” Key menyeletuk, tangannya meraba di dinding mencari lampu saklar.

“SAENGIL CHUKKAE!!!” Sontak ruangan itu yang tadinya gelap menyala dengan indah dengan lampu gantung yang berkerlap-kerlip. Key terkejut. Wajah muramnya berubah menjadi senyuman dan kemudian tangisan. Ia merasa senang, sedih, haru sekaligus dalam satu moment itu. Nyanyian ulang tahun mulai terdengar yang di pimpin oleh Jonghyun dan Taeyeon. Kemudian mereka beramai-ramai ikut bernyanyi. Key semakin terharu dan tidak dapat membendung air matanya lagi.

“Sowoneul Malhaebwa!” ucap Taeyeon diikuti anggukan yang lain.

Key mengepalkan kedua tangannya di depan dada. Ia sedang memohon dan mengucapkan permintaannya. Kemudian selang beberapa detik kemudian ia membuka matanya dan tersenyum hangat pada mereka.

“Apa yang kau minta?”

“Ya, ya kami penasaran, apa yang kau minta Hyung?” desak Taemin. Key hanya diam dan tetap tersenyum penuh arti.

“Itu…Ra-ha-si-a!” ejanya dengan penuh penekanan. Semua member yang tadinya menahan nafas jadi menghela nafas berat.

“Oh, ayolah Key! Kau membuat kami penasaran” Jonghyun mendesak tapi Key tetap menggeleng pelan. Ia bersikukuh tetap merahasiakan permintaannya. Akhirnya mereka mulai mengadakan pesta kecil-kecilan. Key merasa senang tapi juga merasa sedih karena Eunhye tidak berada di tengah-tengah kebahagiaan ini bersamanya. Apalagi saat teringat kejadian siang hari lalu. Sungguh membuatnya pening.

“Key! Kau melamun?Hey, ini waktunya kita melupakan semua masalah dan penat. Untuk kali ini, demi kebahagiaan dan kejayaan SHINee ke depannya, cheer!” Onew memimpin sehingga semua gelas terangkat.

“CHEER!” semua mendentingkan gelas dengan kompak. Key berusaha terlihat bahagia meski hatinya teriris. Setelah mereka bercanda dan bercerita cukup lama tiba-tiba Onew memandang Key serius.

“Key, kau ikut kami. Kami telah merencanakan sesuatu untukmu”

“Mwo??” Key terkejut. Mereka semua tersenyum penuh arti.

✐✐✐

Pintu apartement terbuka, memunculkan sosok seorang yeoja dengan rambut panjang kecoklatannya. Ia melepas sepatu dan cepat-cepat menanggalkan jaketnya di balik pintu kamar. Saat itu juga ia melayangkan tubuhnya dan merebahkan diri di kasur. Pikirannya menjadi pening mengingat kejadian di mall tadi. Rasanya ia menyesal sudah memutuskan untuk menanggung resiko saat ia meminta ijin untuk sekali saja tidak melakukan pekerjaannya sebagai manager.

“Pabo! Eunhye kau bodoh!” rutuknya pada diri sendiri. Ia memejamkan mata sejenak tapi sedetik kemudian seseorang memencet bel rumahnya. Eunhye mendesis dan kemudian bangun dengan malas. Ia mengikat rambutnya terlebih dahulu dan kemudian melihat ke intercom untuk memastikan siapa yang datang.

“Aku, Jonghyun” suara dalam intercom terdengar. Eunhye agaknya tahu, ia malas menemuinya tapi tetap membuka pintu.

“Oh, Jjong! Wae irae?”

“Ini berita buruk tapi kau harus siap mendengarnya, Key mengalami kecelakaan” ungkapnya dengan raut panik. Seketika itu juga Eunhye terbelalak tak percaya. Ia menjadi ikut panik melihat reaksi Jonghyun. Pikirannya semakin kacau.

“Eodiga? Key-ah Eodiga?! Aku ingin melihatnya” Eunhye mulai semakin khawatir hingga tanpa sadar Jonghyun tersenyum senang saat Eunhye langsung menuju mobilnya.

Jonghyun menyetir cukup kencang dan mulai melewati perkotaan. Kemudian semakin jauh ia berbelok ke jalanan kecil yang di kanan-kiri jalan penuh dengan pepohonan. Jonghyun yang awalnya menyetir dengan serius sebenarnya sudah tidak tahan untuk melepas tawanya yang ia sembunyikan. Ia melihat berkali-kali Eunhye mengepalkan tangannya erat dan kemudian memandang jalanan dengan tatapan gelisah. Kali ini saat mobil mulai pelan dan agak menepi ke tepi pantai Eunhye mulai memandang aneh dan bingung kenapa Jonghyun memelankan laju mobilnya. Memangnya Key kecelakaan di sini dan belum sempat mendapat pertolongan?. Eunhye meyakinkan diri meski pikirannya berkecamuk kalau Key pasti selamat.

“Turunlah, kau harus menemuinya di sini dan sendiri, aku harus pergi. Ada hal yang harus aku lakukan. Selamat bersenang-senang” ucap Jonghyun diselingi tawa evilnya.

“YAK! Jonghyun! Jinja!! Aish…kenapa aku bodoh sekali!” Eunhye menatap Jonhyun tajam dan merutukki kebodohannya sendiri. Dengan terpaksa ia turun saat Jonghyun membukakan pintu mobil untuknya. Setelah turun Jonghyun segera meninggalkan Eunhye sendiri. Eunhye memandang kepergian mobil Jonghyun dengan mimik cemberut. Kemudian ia berjalan sendiri dengan memperhatikan keadaan sekitar. Takut-takut ia melangkah ke tepi pantai. Untung saja disana ada banyak bangunan yang berupa hotel dan tempat makan yang masih buka tapi benar-benar sepi.

“Nona, silahkan ikut kami” seseorang mengagetkan Eunhye saat ia masih takut sendirian. Ia bingung dan tidak langsung menuruti perkataan orang tersebut yang berpakaian rapi bak pengawal. Sepertinya ia berasal dari hotel. Eunhye masih diam di tempat tak mau menuruti.

“Nona, ini adalah perintah seseorang. Tidak perlu khawatir, kami berasal dari staf hotel”

Setelah berkata seperti itu akhirnya Eunhye mau mengikuti kemana staf hotel itu pergi. Rupanya ia membawanya masuk ke hotel. Eunhye benar-benar dimake over dan dipaksa memakai pakaian pilihan dari pihak hotel. Ia benar-benar pusing. Tapi jauh dalam lubuk hati ia senang. Pasti ini rencana aneh Key.

“Sudah selesai, silahkan menuju pantai yang berada di belakang hotel” tuntun sang pelayan kemudian Eunhye berjalan sendiri menuju pantai sesuai instruksi. Sesampainya disana ia tak menemukan apapun. Ia hanya menemukan meja makan berhiaskan lilin dan makanan yang sudah tersaji.

“Eun…hye” seseorang memanggilnya. Eunhye segera menoleh ke sumber suara. Key tiba-tiba berdiri dengan raut anehnya. Tampaknya ia gugup namun setelah itu ia tenang dan menatap Eunhye dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Kau tetap saja Eunhye! Tidak ada yang berubah” Key menatap Eunhye dengan pandangan mengejek. Eunhye mendesis kesal dan langsung memberikan tatapan tajam pada Key.

“Kau juga tetap Kim Kibum yang menjengkelkan! Hey, untuk apa kau datang kemari?” Eunhye memincingkan matanya untuk mendesak Kibum meski ia tahu mungkin ini bagian dari rencananya.

“Kau tidak salah? Aku kesini karena mereka menyuruhku, aku juga tidak mengerti dengan semua ini. Apa yang harus aku lakukan? Cih…ini kuno!” cibir Key tapi ia duduk dan kemudian mengedikkan dagunya menyuruh Eunhye duduk. Dengan malas Eunhye duduk dengan posisi berhadapan.

“Katanya kuno? Nyatanya kau senang kan?” Eunhye mencibir dan membuat Key menatapnya tajam namun setelah itu tercipta keheningan. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Sampai Key berdeham hendak memulai pembicaraan.

“Ada sesuatu yang harus aku katakan, ini serius jadi tolong dengarkan baik-baik” aura ketus mereka berubah menjadi serius. Mereka saling berpandangan sejenak tapi Eunhye segera berpaling.

“Aku juga ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi lebih baik ungkapkan dulu apa yang ingin kau katakan”

“Tadi siang, apa kau pergi di dekat sungai Jangyeom dekat mall? Aku melihatmu. Kau tampak akrab sekali dengan Soo Hyun?” Pertanyaan Key membuat Eunhye sedikit tidak mengerti. Eunhye menjadi managernya. Otomatis itu membuatnya dekat dan terlihat akrab karena mereka selalu bersama. Tapi kedekatan mereka hanya sebatas profesionalitas.

“Memangnya kenapa? Aku kan managernya” Eunhye menjawab dengan nada menginterogasi sehingga membuat Key sedikit gusar.

“Oh ya, Kau melihatku di sekitar mall, pasti kau pergi ke mall kan?”Eunhye kembali bertanya setelah Key tak berbicara lagi. Key mengangguk namun juga heran apa kenapa nada Eunhye terlihat memaksa dan tidak senang.

“Aku bersama Taeyeon pergi kesana. Dia yang mengajakku” jawab Key santai tapi menimbulkan suara helaan nafas dari Eunhye. Key menatap Eunhye sejenak tapi Eunhye justru memalingkan wajanhya. Menyadari ada yang aneh dengan tingkah Eunhye ia pun mendekati Eunhye.

“Kau menangis? Wae?” tanya Key sedikit melunak.

“Ani! Kau pasti bersenang-senang kan dengannya? Kenapa kau masih mempedulikanku” ujar Eunhye sinis. Perkataan itu membuat Key terkejut. Ini hanya sebuah kesalahpahaman. Saat pipinya sudah basah dengan air mata Key hanya bisa membiarkannya. Ia tidak ingin Eunhye semakin salah paham.

“Ya, aku cukup senang karena aku berbelanja gratis dengan sepupuku, Taeyeon” setelah Key mengatakan itu ia bangkit kemudian menghampiri sesuatu yang tertutup dengan kain hitam. Ia membukanya karena penasaran. Ternyata adalah piano, Key menatapnya sejenak lalu ia duduk di kursi dan menekan beberapa tuts.

“Tidak usah berlagak, kau tetap tidak masuk dalam kategori suami idamanku” Eunhye meremeh kemudian tanpa menghiraukan ucapan Eunhye Key tetap bermain menekan satu persatu tuts secara sengaja namun terdengar mulai harmonis membentuk instrument. Tak lama kemudian Key benar-benar memainkannya. Ia mulai terhanyut dan tak menyadari reaksi Eunhye yang mulai berbeda.

 

Fly me to the moon

And let me fly among the stars

Let me see what spring is like on Jupiter and Mars

In other word, hold my hand

In other word baby kiss me

Eunhye juga ikut terhanyut dan bernyanyi bersama Key. Iramanya semakin teratur dan Key memainkannya dengan sangat bagus. Sampai-sampai Eunhye lupa dan ikut menyanyi.

Fill my heart with joy

And let me sing forever more
‘Cause you are all I’ve wanted,
All I’ve worshipped and all I’ve adored

In other words please be true
In other words, In other words
In other words, I love you

“Otte? Hm…suaramu bagus, kau benar-benar menikmati rupanya?” Key sedikit meledek dan Eunhye kali ini tidak melawan. Justru ia tersipu dan pipinya mulai merona. Key yang baru kali ini melihat Eunhye merona menjadi terpaku. Ia mendekatkan diri ke Eunhye dan dalam jarak beberapa centi, Eunhye mulai menyadari sikap Key yang semakin merapatkan diri padanya. Ia berjengit saat Key semakin mendekat dan wajahnya kini sudah sangat dekat. Sampai-sampai hembusan nafasnya terasa. Saat hidung Key sudah bersentuhan dengan pipi Eunhye. Eunhye memejamkan mata bersiap merasakan bibir hangat Key. Tanpa penolakan dan paksaan dari salah satunya. Mereka menikmati dan mulai lupa dengan udara dingin yang menerpa pantai.

“Kau…cantik malam, it’s not lie” Key bergumam saat ia sudah melepaskan ciumannya dan masih dalam jarak yang terlampau dekat.

“Yak! Berarti selama ini aku je─

Sebelum Eunhye sempat melanjutkan kalimatnya Key sudah membungkam bibirnya kembali. Namun kali ini hanya terjadi beberapa detik.

“Kalau kau cerewet aku akan menciummu lagi!” ancamnya dan membuat Eunhye ternganga. Key mulai duduk lagi di kursi dekat piano. Sekali lagi ia bermain tuts dan memainkan lagu ulang tahun.

Saengil chukka hamnida…

Saengil chukka hamnida oh…

Saengil chukka hamnida

Happy brithday to you

“Happy birthday, chagi”

“Saengil chukka, oppa!” mereka mengucapkan ulang tahun hampir bersamaan. Kemudian pelayan membawakan kue yang lumayan besar tepat setelah itu. Setelah pelayan menyalakan lilin mereka berdua saling mengepalkan tangan membuat harapan bersama.

“Tiup lilin bersama!” ucap Eunhye girang dijawab anggukan oleh Key.

“Hana…dul…set, Fiuh!” Key memimpin. Mereka meniup lilin secara bersamaan tapi kemudian tiba-tiba Eunhye tertawa.

“Wae?” seru Key sedikit kesal melihat Eunhye menertawakan sesuatu yang tidak jelas.

“Tidakkah ini lucu? Too romantic.” Ungkapnya masih belum menghentikan tawanya namun tidak selebar tadi.

“Huh? Ah ne, ini semua rencana mereka. Ini terlalu menggelikan!”

“But only this time I can feel that my life is so relief. I want to stop this time now. And never allow times to up” ungkapnya serius. Key mengembangkan senyum setelah itu. Ia mencolek roti dan kemudian memoleskan krim itu di hidung Eunhye.

“Ya! Key! Kemari kau! Mukaku sudah bersih begini kotor lagi, Yak! Berhenti” Eunhye memotong kue dan tak tanggung-tanggung potongan kue itu hendak ia lempar kearah Key tapi Eunhye kalah cepat dari Key karena ia mengenakan dress. Mereka berlarian di dekat pantai di tengah rembulan terang yang menggantung indah menghias langit malam.

“Hyung, aku iri dengan mereka”

“Yah begitulah, tapi mana foto yang telah kau dapatkan” ucapk Minho pada Taemin. Taemin segera menyerahkan kamera pada Minho.

“Otte? Moment langka!”

“YA! PABO! Moment langka apanya! Kau hanya memotret pelayan cantik itu!”

“HAH?”

===END===

Notes untuk Author : Karena partnya cuma dikit, jadinya dijadiin Oneshoot.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

13 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Conflict In Our Special Day”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s