[FF KEY B’DAY PARTY] Vodka Rain – Part 1

 VODKA RAIN – PART 1

Written by Zikey

Main Cast: Kim Kibum, Kim Hyeo So

Support Cast: Lee Jinki, Kwon Jiyong, Choi Minho , Kim Jonghyun, Lee Taemin, Tuan & Nyonya Kwon

Genre: Angst, Mystery, Romance,

Rating : PG +15 (Rated for Mild Language)

Length: Trilogy

Summary: Mereka ulang tahun, hari ini, keduanya. Dan sebuah kejutan datang, bahkan hingga membuat salah satu dari mereka menangis. Gadisnya tergeletak tidak sadarkan diri dengan darah yang terus menerus meresap ke dalam kasur. Apakah gadisnya bunuh diri, atau kah dibunuh? Tidak ada yang bisa ia percaya, bahkan teman-teman terdekatnya sekalipun.

Recommended Background Songs:

–          Epitone Project : Spring, Cherry Blossom, and You

–          316 : Cappuccino

–          Vodka Rain ft Jang Yunju : Nothing That I Could Say

–          Autumn Holiday : I Want To Hold You Like Crazy Sometimes

Pesanku: Aku sedang jatuh cinta sama band indie nya Korea. Lagu-lagu di atas bisa kalian dapet di youtube, channel nya Hummingwaltz. Mungkin buat kalian lagunya agak bikin ngantuk, tapi aku cuma berniat menunjukkan warna lain dari music Korea😀. Harusnya aku partisipasi sama lombanya, tapi aku gak bisa komit kirim tepat waktu. Sanksi nya, FF ini jadi FF sumbangan aja deh ^^. Selamat membaca dan mendengarkan lagunyaaa ^o^

Sore ini indah, meski matahari lebih senang bersembunyi di balik tebalnya awan kelabu, meski cahaya matahari hanya berpendar sedikit di antara lubang-lubang awan, meski burung berterbangan menuju rumah mereka, meski angin berhembus terlalu kencang, dan meski rerumputan tak sempat menegapkan tubuh mereka, sore ini tetap terasa indah.

Ia memejamkan mata, gadis yang sedang mendengarkan alunan lembut koleksi lagu Epitone Project miliknya semakin menikmati permainan angin yang membuat rambutnya melambai, hidungnya bermanjakan aroma rerumputan yang bermandikan rintik-rintik hujan. Apakah langit sedang menangis sedih, ataukah mereka terlalu bahagia hingga menitihkan air mata?

Haruskah umat manusia menari di tengah hujan untuk mengucapkan selamat kepada langit atas kebahagiaannya, ataukah umat manusia harus ikut menangis seiring derasnya langit menangis? Jika tetesan air hujan ini membawa berkah, biarkanlah begitu, biar mereka para manusia dapat terus berterima kasih kepada langit atas air matanya. Namun jika tetesan air hujan ini membawa malapetaka, maafkanlah mereka yang berbuat salah, tak akan mereka ulangi lagi.

Tampias air hujan yang makin deras membasahi rambut gadis berlesung pipi ini, bibirnya menyunggingkan senyum, meski bulu kuduknya meremang, kedinginan. Perlahan kelopaknya terbuka, memamerkan keindahan coklat emas manik matanya, kemudian bola coklat keemasan itu bergerak, melirik pada seorang makhluk tuhan.

“Astaga… deras sekali hujannya.” Gerutu seorang lelaki sambil mengacak-acak rambutnya, berharap bisa cepat kering. Kemudian ia menoleh, dan mendelik tatkala melihat seorang gadis duduk tenang dengan rambut basah kuyup.

“Hei, kamu bodoh ya?!”

“Kibum, apa tidak keterlaluan?”

“Tenang saja, sekali-sekali mengerjainya saat ulang tahun kan tidak apa-apa.” Namanya Kim Kibum, laki-laki yang tengah sibuk mengaduk tepung, telur, dan gula menjadi satu. “Jangan ganggu aku dulu, nanti kuenya bisa gagal.”

“Baiklah,”

Tak selang beberapa lama, seorang lelaki yang lebih muda darinya mendekati dapur. “Key hyeong, apa menurutmu ini tidak berlebihan?” tanyanya khawatir.

“Tidak apa-apa Taemin, dia bukan anak kecil yang dimarahi sekali langsung menangis. Sudah sana, main saja dengan Minho, aku sibuk.”

“Baiklah,”

“Key, mungkin lebih baik kalau kamu menghubunginya, minta maaf. Mengerjai juga ada cara lain yang lebih baik, ya kan?”

Kibum yang punya nama panggung Key ini menarik nafas geram, “Hyeong! Tolong deh, jangan ganggu aku… aku sibuk!”

“Aku hanya berniat baik Key, maaf.”

“Aku maafkan! Jadi cepat pergi dari sini, aku sibuk,” katanya ketus dan kembali mencampur adonan dengan kening berkerut, ia bahkan lupa bahwa orang tadi lebih tua dua tahun darinya.

“Eh Key, Key! Li—“ Key membanting mangkuk plastik ke atas meja.

“Ada apa sih dengan kalian semua? Ini hanya lelucon ulang tahun, kenapa kalian tiba-tiba jadi sensitive begitu sih? Aku yang kekasihnya saja tidak apa-apa, kenapa kalian malah khawatir berlebihan begitu?” ia geram, kesal dengan teman-temannya yang tidak berhenti menyalahkannya karena bercanda. Seluruh teman-temannya berhenti dari kegiatan mereka, menatapnya terkejut.

“Aku cuma berniat menunjukkan foto yang tadi,” ujar Jonghyun lirih, lelaki yang tadi setengah berlari pada Key sambil menenteng kameranya.

“Maaf hyeong, mood-ku buruk, tolong biarkan aku selesaikan kue ini dulu. Oke?” nadanya melunak, ia merasa bersalah pada Jonghyun yang setahun lebih tua darinya.

“Maaf kalau begitu, selamat melanjutkan,” sahut Jonghyun lesu.

Hyeong, jangan marah… hyeong, maaf, Jonghyun hyeong!” Key jadi semakin kesal karena Jonghyun tidak menoleh sedikitpun. Temannya yang paling tua menghampiri, jadi merasa bersalah juga karena membuat keadaannya malah kacau.

“Ayo lanjutkan, aku bantu.” Lee Jinki tersenyum sambil meraih loyang bundar. Key mendesah berat kemudian melanjutkan kegiatannya lagi, hari ini dirinya kacau. Besok hari ulang tahun kekasih Key, juga ulang tahunnya. Hari ini menjadi hari pertama bagi mereka bertengkar sebegitu hebatnya, tidak ada yang bisa meragukan bakat sandiwara Key, tentu kekasihnya tertipu. Meski hanya bercanda, namun Key tidak bisa mengingkarinya, bahwa ia risau.

Dari: Hyeo So

Key…

Dari: Hyeo So

Key, aku takut…

Dari: Hyeo So

Key…😥

“Tega nih Kibum, masa pacarnya sms dicuekin?” Minho meledek, tiga pesan dari Hyeo So masuk ke ponsel Key dan tidak satu pun diacuhkannya. Key menatap teman sebayanya dengan wajah menyebalkan, membuat Minho mengangkat tangan tidak mau komentar.

“Nih Key, lihat deh foto kita tadi pagi.” Jinki yang memiliki nama panggung Onew mengoper kamera Jonghyun pada Key yang duduk di bangku tengah.

“Wah, fotonya bagus! Jarang-jarang Hyeo So nuna wajahnya segar seperti ini,” komentar Taemin, teman Key yang paling muda.

“Besok kita cetak, aku suka fotonya.” Key mengembalikan kameranya.

“Sudah aku cetak! Ini untuk Hyeo So, aku cetak beberapa lagi, ada di kamar, nanti kalian ambil satu-satu ya,” kata Onew riang.

Setengah jam lagi tepat pukul 12 malam, saat di mana hari berganti, dan matahari bersiap menggantikan posisi bulan. Satu jam lagi, hari di mana Key dan kekasihnya dilahirkan ke dunia ini tiba. Key dan teman-temannya sedang dalam perjalanan menuju rumah Hyeo So, berniat memberi kejutan pada gadis yang selalu berwajah pucat dan sembap itu. Key bahkan lupa bahwa satu jam lagi juga hari kelahirannya, ia hanya memikirkan Hyeo So dan kejutannya. Sementara teman-temannya, diam-diam menyeringai, mereka telah menyiapkan sebuah kejutan besar untuk Key.

“Oh iya, aku bodoh sekali. Aku kan ulang tahun juga, mana kejutan untukku?” Key menagih, membuat teman-temannya menepuk jidat.

“Padahal dalam hati kami berdoa kamu tidak akan ingat, menyebalkan sekali,” celetuk Onew.

“Jadi, mana kejutanku?”

“Tunggu saja, kami sudah menyiapkan sebuah kejutan besar yang akan membuatmu menangis terharu,” sahut Jonghyun yakin. Jonghyun bertugas menjaga keamanan di sekitar apartement Hyeo So, maksudnya sih sekedar jaga-jaga apa Hyeo So keluar rumah atau tidak. mereka sudah bertemu, artinya keempat anggota SHINee sudah tiba di tempat tinggal Hyeo So.

Gelapnya malam yang hanya bercahayakan lampu-lampu jalanan dan sinar bulan menemani perjalanan mereka menuju kediaman Hyeo So, gadis yang telah mencuri hati mereka sejak lama, gadis yang membuat mereka ingin menjaganya semaksimal mungkin, gadis yang terlihat amat rapuh dari ujung kepala hingga ujung kaki. Hingga senyapnya malam tak lagi terasa, mereka bercanda sepanjang perjalanan.

“Nanti saja lilinnya, kalau sudah di depan pintu apartement Hyeo So.” Minho mencegah.

“Ya sudah, ayo cepat naik, malam ini dingin!” mereka berlari kecil, masuk ke sebuah gedung di mana kediaman Hyeo So berada. Dalam hati mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa gadis serapuh Hyeo So tinggal di lingkungan sekeras ini. Melewati lorong apartement-nya saja sudah membuat merinding, melihat sepinya lingkungan membuat mereka tidak ingin berpencar.

Onew menekan bel apartemen Hyeo So, mereka tahu ia tinggal bersama orangtuanya, dan mereka berharap Hyeo So sudah tertidur nyenyak. Semuanya tetap berdoa hingga seorang wanita paruh baya membuka pintu untuk mereka, membuat senyum bahagia terukir manis di bibir mereka. Kelimanya masuk ke dalam, menyalakan lilin di atas kue indah buatan tangan Key. Dengan jantung berdegub kencang, kelimanya bersiap di depan pintu kamar Hyeo So. Membiarkan ayah dan ibu Hyeo So membuka pintu untuk mereka.

SAENGIL CHUKKA HAMNIDA!” seru kelimanya riang ketika pintu kamar Hyeo So terbuka, mata dengan binar itu menunggu reaksi Hyeo So yang segera terlompat kaget. Namun, tak kunjung tubuh itu bergerak, tak mampu pula mereka berucap, hanya binar matanya yang kian redup, berharap tak ada yang terjadi. Tatkala bau anyir darah membelai hidung Key, saat itulah ia menyadari harapannya tak berguna. Gadis yang ia cintai tidak baik-baik saja, ia tertidur nyenyak, namun dengan goresan beling di nadinya dan darah  yang tak berhenti terserap ke dalam kasurnya.

“HYEO SO!!” bahkan sebelum otaknya benar-benar menyadari apa yang terjadi, air matanya telah lebih dulu membanjiri pipi putih itu. Key berlari kemudian memeluk tubuh Hyeo So yang semakin terlihat pucat dan rapuh, berusaha menghentikan darah yang terus mengalir. “Kim Hyeo So bangunlah!” sekuat tenaga Key mengguncangkan tubuh kekasihnya. Ny.Kim tak mampu berkata-kata, kakinya melemas, tubuhnya jatuh ke pelukan suaminya.

“RUMAH SAKIT! KE RUMAH SAKIT SEKARANG!” jeritnya kalap.

“Kejutan… persetan dengan kejutan! Brengsek…,” air matanya tidak berhenti mengalir, tangannya dan tubuhnya gemetar luar biasa, wajahnya memerah, emosinya seolah membeludak, ia seakan kehilangan akal. Key menatap teman-temannya penuh amarah, “Kejutan kata kalian? Membuatku menangis terharu?” lekat ia menatap teman-temannya penuh curiga.

“Apa maksudmu Key?” Onew angkat bicara.

“Kalau kalian bilang kejutan kalian akan membuatku menangis, benar, selamat karena aku menangis atas kejutan kalian.”

“Kejutan apa? Kami bahkan belum menunjukkan apa-apa padamu!” tukas Jonghyun tidak terima.

“Cih! Kejutan apa yang bisa membuatku menangis kalau bukan melihat Hyeo So berlumur darah di kamarnya.”

“Kamu menuduh kami yang merencanakan ini?” nada bicara Jonghyun mulai naik, ia tidak terima.

“Tidak, aku belum menuduh apa-apa, hanya memancing.”

“KIM KIBUM!” suara Minho menggelegar.

“Apa? Tidak terima? Kalian sakit jiwa atau apa?” dengan mata merah sembap dibanjiri air mata, Key membanting langkahnya, memenuhi koridor rumah sakit dengan suara hentakan sepatunya. Ia berencana kembali ke apartemen Hyeo So, harus tahu apa penyebabnya.

Saat ini tidak ada yang bisa ia percaya, bahkan kepada mereka yang dengan tulus menyentuh tangannya, mencoba menghibur, Key tetap merasa kacau. Meski Key tidak begitu suka kepada orangtua Hyeo So, ia juga tidak bisa sepenuhnya curiga, karena ada tersangka yang lain. Teman-temannya. Key menarik nafas berat sebelum keluar dari mobilnya, kemudian keramaian di sekitar apartement Hyeo So membuatnya hampir menjadi pusat perhatian. Ia meyelinap melalui bangunan belakang, menghindari mobil-mobil polisi dan wartawan yang siap meliputnya kapan saja.

Hubungan mereka bukan lagi sebuah rahasia umum, hampir seluruh warga Korea Selatan tahu bahwa salah satu anggota boyband SHINee, Key, telah menjalin hubungan dengan Kim Hyeo So selama hampir tiga tahun. Tentu saja ini berita yang sangat bagus untuk ditayangkan, setelah sekian lama masyarakat curiga dengan penampilan pucat Hyeo So, kini gadis itu mencoba bunuh diri. Menjadi lebih panas karena yang menemukan Hyeo So adalah para anggota SHINee yang akan memberi kejutan selamat ulang tahun.

Sesuai dugaan, orangtua Hyeo So sedang dibawa untuk dimintai kesaksian. Secepat mungkin Key berusaha menerobos masuk dan mencari sesuatu yang bisa memberi pentunjuk, setidaknya ia harus mengentahui apa yang terjadi pada Hyeo So belakangan ini. Sesuatu yang membuatnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Key memeriksa sekitar kamar Hyeo So, mencari petunjuk apa yang bisa ia teliti.

“Apa yang kamu suka di dunia ini?”

“Yang aku suka? Kamu?”

“Hahaha, aku serius Hyeo, maksudku barang-barang atau apalah. Bunga? Cicin? Kalung? Boneka?”

“Hujan,”

“Hujan? Kenapa hujan?”

“Karena… saat berada di bawah hujan itu, seperti bermandikan air suci dari tuhan. Hanya ketika hujan turun, aku merasa suci dan bersih.”

“Karena itu kamu suka hujan? Karena jika tidak ada hujan kamu merasa kotor?”

“Walaupun sudah menggosok dengan batu sekalipun, rasanya masih kotor.”

Hujan! Itu petunjuknya, hujan. Key kembali mencari petunjuk sambil mengambil gambar setiap sudut kamar Hyeo So.

“Kegiatanmu hari ini apa?”

“Aku… oh iya, aku mulai menulis jurnal harian.”

“Oh ya? Apa namanya?”

“Vodka Rain.”

“Kenapa Vodka Rain? Bukannya itu nama band indie?”

“Mmm…  Vodka itu memabukkan, Rain karena aku suka hujan. Vodka Rain karena menurutku, hujan memabukkan dan menjadi candu untukku.”

“Aku boleh baca?”

“Kalau sudah tiba waktunya.”

Keramaian mulai berkurang, wartawan dan warga sekitar sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, polisi juga sudah selesai mengamankan lokasi, hanya tinggal menunggu orang tua Hyeo So kembali dari kantor polisi. Akhirnya mata Key menangkap sesuatu, laptop Hyeo So. Tanpa berfikir lebih lama lagi ia mengambil laptop-nya dan segera meninggalkan apartemen Hyeo So.

“Habiskan,”

“Terima kasih.” Key meraih mangkuk serealnya.

“Masih belum ada kabar tentang Hyeo So?” tanya Minho peduli, justru membuat Key memicingkan matanya. “Kibum! Aku cuma bertanya!”

“Aku juga cuma memicingkan mata, ada masalah?” Minho berdecak kesal kemudian meninggalkan Key sendiri di meja makan.

“Semakin menyebalkan saja, dia!” gerutu Minho sambil bergabung dengan teman-temannya di ruang TV. “Bisa-bisanya curiga dengan teman sendiri, gila.”

“Sudah biarkan saja, untuk saat ini ia bebas mencurigai siapapun hingga hasilnya keluar. Ini hal yang wajar, melihat Hyeo So gadis yang sangat mengkhawatirkan,” kata Onew bijak. Yang lain tidak ingin membantah, Onew tidak sepenuhnya salah, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Di kamarnya, Key duduk tanpa gairah memandangi tetesan hujan yang mengalir di kaca jendelanya, membuat sebuah jalur-jalur kecil. Hari ini Key hanya keluar untuk ke toilet dan menyantap sereal kesukaannya yang disiapkan oleh Minho. Otaknya tidak bisa bekerja dengan baik, jika saja ia cerdas maka masalah ini bisa segera tuntas. Hanya dengan membaca catatan harian Hyeo So, maka ia akan segera tahu apa yang terjadi pada gadisnya dan tak pelu mencurigai orang-orang di sekitarnya. Namun, tidak semudah itu meretas jurnal harian Hyeo So. Berbagai kata dan angka sudah ia coba, namun tidak satu pun berhasil membuka catatan pribadi itu, bahkan namanya juga bukan kode rahasia.

“Hai,” suara seseorang yang ia kenal memasuki gendang telinganya, namun ia enggan menoleh atau bahkan melirik. “Sedang apa?” tanya Onew berharap mendapat reaksi baik.

“Aku sedang ingin sendiri, hyeong.”

“Tentu, maaf kalau begitu. Hanya saja, aku lebih senang melihatmu bermain dengan komputermu daripada melamun memandangi hujan. Menurutku keadaanmu lumayan mengkhawatirkan.” Onew baru akan melangkah pergi ketika Key angkat bicara lagi.

Hyeong tahu kan, aku sedang tidak bisa percaya pada siapa pun termasuk dirimu,”

“Tentu, bukan masalah besar, amat wajar.” Onew mengangkat alis santai. “Tapi aku tidak akan menutup pintu untukmu, mereka juga sama. Kami akan tetap duduk mendengarkan cerita atau ocehanmu seperti biasa, walaupun kami dicurigai sebagai tersangka.” Key merasa hatinya diperas kuat-kuat, ia merasa bersalah. “Aku keluar dulu,”

Hyeong…”

“Mmm,”

“Terima kasih,”

“Terima kasih karena tetap bersikap profesional untuk SHINee, aku senang melihatnya.”

Onew keluar, meninggalkan Key yang kembali risau akan pikirannya sendiri. Ia semakin kacau, keadaan Hyeo So yang tak kunjung membaik, amarahnya yang tak kunjung reda, juga rasa was-was yang tak juga hilang. Key mendesah berat, bangun dari duduknya, meraih Ipod milik Hyeo So dan keluar dari kamar dengan langkah kasar.

“Mau kemana?” tanya Jonghyun reflek ketika menangkap sosok Key berjalan cepat melewati ruang TV. Jonghyun berdecak, tahu pertanyaannya tak akan dijawab. Namun Key berjalan kembali ke kamarnya, ia mengambil barang yang tertinggal kemudian kembali berderap keluar. Teman-temannya saling berpandangan pasrah, tapi kemudian Key berjalan mundur lagi.

“Aku… mmm, aku mau cari udara segar sebentar. Jika ada sesuatu langsung hubungi saja, sampai jumpa.”

“Jangan sampai sakit,”

“Baiklah.” Yang lain menganga, kemudian mereka menoleh pada Onew.

“Apa yang hyeong lakukan padanya tadi? Ajaib sekali!” Taemin berseru heboh, tentu saja… semenjak Hyeo So masuk rumah sakit Key menjadi sangat dingin. Hanya terlihat bersahabat ketika di depan kamera, saat di kehidupan yang sebenarnya tidak ada satu pun yang bisa mengobrol seperti biasa dengannya. Onew hanya mengangkat bahu sebagai jawaban untuk Taemin.

Key memejamkan mata, menikmati alunan lagu dari ipod milik Hyeo So. Segala bentuk kenangannya dan gadis yang ia cintai sejak pandangan pertama itu kembali berputar seiring dengan alunan lembut lagu Acoustic Collabo, A Mid Summer Night’s Dream.

Di tempat ini ia ingat, pertama kalinya SHINee mengambil gambar untuk acara TV pertama mereka. Dan di tempat ini pula, untuk pertama kalinya ia melihat sosok Hyeo So. Gadis yang tetap tersenyum meski hujan mengguyurnya penuh amarah, gadis yang tetap mencintai hujan meski bibirnya gemetar kedinginan, gadis yang membuatnya mendadak rindu dengan alam.

Tahu-tahu bulir demi bulir air mata mengalir di pipinya, hatinya menjadi sangat perih. Ia merasa bersalah atas segalanya kepada Hyeo So, ia bukanlah kekasih yang baik untuknya.

“Aku tough!”

“Hahaha… iya iya aku percaya.” Key menepuk kepala Hyeo So lembut.

“Kibum… aku ingin ke Barcelona,”

Key menyandarkan kepala Hyeo So di pundaknya, kemudian merangkul pundak gadis itu. “Kapan-kapan kita pergi bersama, aku akan menabung.” Hyeo So kemudian melingkarkan kedua lengannya di pinggang Key.

“Terima kasih,” bisiknya lembut kemudian mengecup leher Key singkat, Key balas mencium rambut gadisnya. “Aku senang kita bertemu,” katanya pelan.

“Aku juga,”

“Aku akan hidup untukmu,” Key tertawa kecil, kemudian menanggapi.

Spoof girl,”

“Kibum!” Key tertawa lagi.

Key membuka matanya, kemudian tersenyum ketika melihat bayangan Hyeo So berdiri di tengah padang rumbut, bermandikan air hujan. “Spoofy,” gumamnya dengan senyum sendu.

“Huruf kesukaanmu apa?”

“K-E-Y,” jawab Key bangga.

“Ah jelek,” gumam Hyeo So kemudian membaca buku catatan kecilnya lagi.

“Jelek? Tidak tahu itu adalah huruf-huruf terbaik?” Key pura-pura marah. “Apa huruf kesukaanmu? Kita lihat, apakah lebih bagus dari huruf-hurufku.”

“Aku suka… A, lalu E, P juga, dan R.” Key mengerutkan alis pada huruf-huruf yang Hyeo So sebutkan.

“Tidak membentuk kata,” katanya bingung, Hyeo So hanya tersenyum padanya.

“A-E-P-R?” Key bergumam ketika teringat perbincangannya dengan Hyeo So kala itu. Suara ponselnya membuyarkan lamunan, kemudian ia menekan tombol hijau ketika melihat nama Lee Jinki di layar.

“Hyeo So sadar!” suara seruan langsung terdengar bahkan sebelum Key menyapa.

“Ne?” Key memperjelas pendengarannya.

“Hyeo So siuman!!” otaknya kali ini berfungsi, dengan cepat ia berlari kembali menuju mobilnya, meninggalkan payung biru awan miliknya di dekat bangku.

Hampir seluruh pengunjung rumah sakit menoleh, suara hentakan kaki Key yang berlari kencang menggema ke seluruh bagian koridor rumah sakit. Tubuhnya basah kuyup, wajahnya pucat, keringat dan air hujan tak lagi bisa dibedakan, Key berlari menuju tangga darurat tidak sabar menunggu pintu lift terbuka. Nafasnya yang tersengal hampir tak terasa, ia nyaris tidak peduli bagaimana sakit paru-parunya karena kehabisan nafas, ia hanya terus berlari hingga tiba di lantai 10. Kakinya hampir tak mampu lagi berdiri ketika ia berhasil melihat manik mata indah milik Hyeo So, ia menatap Key terkejut.

“Hyeo So,” katanya nyaris tanpa suara, hanya suara nafas yang menderu. Onew yang terkejut melihat keadaan Key cepat-cepat mengambil handuk dari kamar mandi, meski heran ia tak ingin bertanya dulu. “Hyeo So,” kali ini suaranya terdengar, lirih dan serak.

Matanya sayup, ia tak mampu melihat dengan jelas wajah Key yang penuh rasa khawatir. “Aku di sini, maafkan aku Hyeo.” Suara Key memasuki telinganya, ia tidak mampu bergerak, hanya bisa tersenyum. “Maafkan aku,” katanya lagi sambil menyentuh sisi wajah Hyeo So dengan tangannya yang dingin, basah, dan gemetar. “Aku mencintaimu,” jantung Key terasa sesak ketika mata itu kembali menutup, dan setetes air mata hangat menghampiri tangannya yang bergetar itu.

“Ada apa dengannya?” tanya Key dengan suara bergetar, matanya memandangi setiap sudut wajah Hyeo So khawatir.

“Ia diberi obat penenang,” kata Onew pelan, Key menatap marah padanya. “Tidak ada yang tahu ada apa dengannya, ia tiba-tiba memberontak tidak karuan, ketakutan dengan hal yang kami tidak ketahui. Dokter langsung mengambil tindakan, karena ini tidak baik untuknya. Maafkan aku Key, aku tidak bisa menolak usul dokter.” Onew baru akan menyampirkan handuk di kepala Key ketika Key tiba-tiba menepis tangannya, mulai lagi.

Hyeong bisa membunuhnya!”

Jinki mendesah berat, “Itu hanya obat penenang Key, tidak akan berdampak buruk.” Namun Key tetap menatapnya penuh curiga, Onew tersinggung namun ia menepis rasa itu jauh-jauh. “Tenangkan dirimu, kita bicara lain waktu.” Kata Onew akhirnya, ia menghela nafas sambil melempar handuk ke pundak Key. Ia baru akan keluar dari ruangan tersebut ketika Key menangkap pergelangannya.

“Ada apa?”

“Bantu aku, hyeong.”

Continued….

 

Intip-intip:

“Kami pernah membicarakan soal hal, angka, nama, atau apapun yang kami suka, aku sudah mencoba segala jenis tapi tetap tidak berhasil. Terakhir, aku ingat kami pernah membicarakan soal huruf kesukaan kami. Hurufku K-E-Y, aku sudah coba tapi tidak berhasil.”

“Huruf kesukaannya?”

“A, P, R, E.” Kemudian keduanya sunyi, saling berfikir.

“Apre, pare, reap…,” Onew bergumam pelan, “Rape, aep—,”

“HYEONG!” Onew tersentak kaget. “Apa katamu barusan?”

“Apa? Apre? Pare? Reap?”

“Bukan-bukan… tunggu…,” keduanya saling memandang.

“Rape,”

“Mau kemana?”

“Melapor pada polisi atau menghajar mereka habis-habisan,”

“Tidak akan ada gunanya Key, kita tidak punya bukti kuat untuk melapor pada polisi. Dan kita tidak cukup kuat untuk melawan orangtua Hyeo So.”

“Kenapa? Aku bisa berkelahi! Aku bisa membuat ayah Hyeo So mati ditanganku!”

“Kecilkan suaramu Key, mereka sudah tidur,” desah Onew tertekan. “Kita butuh bantuan Jonghyun, Minho, dan Taemin untuk menyusun strategi sementara kita membaca habis jurnal ini.”

“Hyeo So harus menunggu berapa lama agar orangtua biadap itu diadili?!”

“Sunbae… benar-benar… maksudku… sunbae itu…”

“Kamu tidak akan memberitahu siapa-siapa soal ini kan? Bukannya aku malu punya adik sepertinya, hanya belum tepat saja.”

“Jadi benar?”

“Tentu saja. Maaf ya baru memberitahu sekarang, mungkin kalau kita tidak bertemu aku tidak akan memberi tahu.”

“Bukannya kakak Hyeo So itu… beberapa tahun yang lalu…-“

“Kita bisa langsung melaporkan pada polisi kan?”

Untuk segala kekurangannya harap dimaklum, kritik dan saran saya terima dengan senang hati ^-^

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca ^O^

©2012 SF3SI, Zikey.

Officially written by Zika, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

31 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Vodka Rain – Part 1

  1. aseek.. Nemu yg seru seru..
    Next ya..
    Suka dch sama ni ff..
    Btw, gara2 b’day party ni, bsa2 aq jatuh cinta sama key dchp#dijewer jjong

    1. Iya nih, FF buat Key B’Day seru-seru ya.. aku pingin baca gak sempet sempet😦
      Kalau gitu jangan lupa baca selanjutnyaaaa🙂
      Kkkkk.. anyway, makasih banyak loh udah mampir ^O^b
      *peluk*

  2. diperkosa ayahnya?
    feelingku pas awal td mikir dy diperkosa. pas bc bag yg dy blg air hujan bisa bikin dy bersih.. suci.. klo gak mandi air hujan itu jd kotor.. *gitu lah intinya*

    lanjut lanjut..
    seru..

    1. Diperkosa ayahnyaaa???? woooppp!
      Hheeeemmm… bisa aja kan dia diperkosa sama yang lain? siapa yaa:/
      intinya, kita liat aja di part selanjutnya ^-^ oke?

      makasih banyak udah mampiiiirrr ^O^b
      *peluk*

      1. nah iya itu mksdnya.. blm tntu sm ayahnya.. ato mungkin sama sodaranya.. soalnya disebut itu di preview next part.. hehehehe mgkn sodaranya itu cowo. trus key jg nyebut2 ortu si cewenya kyk gak pantas disebut ortu gitu..

  3. Zikaaaaaa~
    For a long atime, akhirny muncul jg
    Narasi awalny, amigos, KECE GILA! Ih pengen deh bisa nulis sebagus ini *cry
    Tp ak rada mudeng, kok bisa yah Key curiga sama member shinee. Demi ap coba! Masa muka sepolos Tetem, setampan Mimin, seinnocent Onyu, semesum Jjong dicurigain sih. Gak bener ini Key ny.
    Ak jg udah duga dr yg katany hujan bisa membersihkan diriny, tiba” ingat ff ny storm yg ak lupa judulny ap :p
    It juga intip”ny bikin imajinasiku menerawang. Rape? Seperti biasa, Jinki ku selalu pintar! Haha
    Malah mikirin si ayah Hyeso gak bener ini, ato mungkin kakakny? Ah entahlah.
    Soal typo, atau penulisanny, kerenlah. Ak gak nemuin, udah enjoy banget sama ceritany. Lagipula pengetahuan nulisku masih minim juga. Haha
    Tp ini 3logy, isssh malas banget deh hars nunggu lagi untuk part 2 3 ny. U,U

    1. Boraaaaaaaaammmmmm~
      Kangen ya? hahaha
      Mananya kecee?? aku lagi kesurupan tuh kayaknya xD
      rada mudeng, apa rada gak mudeng? kok aku malah gak mudeng? *ngomong apaan sih lu zik?*
      Menurut studi kasus *eyaaakkk, banyak gaya* biasanya orang yang lagi diposisi Key atau setidaknya lagi ngerasa tertekan dan gak punya EQ yang bagus, akan mencari target sebagai sumber kesalahan. Sekedar supaya dia jadi lebih tenang, walaupun yang dia salahin orang terdekatnya. Ya gak sih?
      oh iya, pasti FF storm yang Secret of Dawn ya?😀
      Ayahnya atau kakaknya yaaaa?? hayooo~
      enggak koookk ff kamu bagus, oh aku belum sempet komen. nanti aku komenin yaaa ^O^
      makasih udah mampir, jangan lupa baca selanjutnya. awas aja gak baca *lembar celurit* kkkk..
      dadah boram *peluk*

  4. scroll abis,kkk telat komen nih, onew nya ngena banget u,u
    eonni ff-nya tetep pake aku-kamu yah haha,gamau jadi aku-kau gt eon?
    suka ceritanyah!

    1. Gak apa-apa, santai aja. Aku aja telat bales komennya hahaha
      Ngena banget? kkkk
      Hah? gimana-gimana? aku-kau? ooohh maksudnya supaya lebih formal gitu ya? gak tau, aku lebih suka aku kamu, atau saya-kamu. aku-kau tuuuhhh aku ngerasanya agak canggung aja:/
      Makasih ya udah mampir dan komeeenn ^O^b
      *peluk*

  5. aku suka ceritanyaaaaa….!
    awalnya sdikit gak mudeng..tapi lama kelamaan langsung kebawa emosi *?*
    aah, gak pernah benci sama wataknya onew di setiap ffnya…haha…apalagi di ff ini, bijak bangeet~!

    aah, penasaran sama part slanjutnya ^o^/

    1. Oh yaaaa??? waaahh aku seneng dengernya🙂
      Heheh yang penting akhirnya ngerti
      Aaahh aku emang suka banget sama watak Onew, jadi gak mau membunuh karakter Onew di ff ku, ff apapun kekeke~

      Udah keluar tuuhh😀

  6. satu kata yang aku tulis di komentar : “penasaran”

    lanjuuttt…
    aku udh curiga ketika ada kata suci suci itu… n huruf a p r e , eh bener nggak? yaez pokokny yg itu..

    daebak!!

  7. Ini mana authornya! Mana! *bawa trantib (?) wks.
    Ejegile, si Key nyebelin amat perasaan pas dia lg curiga .-.
    Ah coba kutebak, kunci jurnalnya itu ‘rape’, trus kalo dr intip2 itu kayaknya ayah si hyeoso memperkosanya ato mungkin menjualnya atau mungkin… Yah yakin diperkosa deh, pas hyeoso sms ke key yg ‘aku takut’ itu pasti karena diperkosa! Ya!!!!! *heboh sendiri*
    tp sadis sekali, ultahnya malah ‘bunuh diri’ u,u
    ayo ayo lanjut author :*

    1. Saya bu saya… salah apa saya? hahah
      Maklum maklum.. namanya juga anak muda *?*
      berhubung part selanjutnya udah keluar, iyep! kata kuncinya rape ^^
      Heeemmm coba cek part selanjutnya deh, udah ada tuh ^-^

      Dilanjut!
      Makasih udah mampir yaaaa ^o^
      *peluk*

  8. Sumpah demi apa, Key nyebelin banget disini. Saat baca semua kelabilan Key aku sempet berpikir si author berlebihan.
    Tapi… tapi… gak heran juga ya, orang panik dan frustrasi pasti kaya gitu kejiwaannya(?). Apalagi seorang Kibum yang emang cerewet, krisis, sensitif, dan gawat dari awal. #nah loh. aku yang berlebihan karang -,- Jadi bukan salah author kenapa Key dibikin kaya gitu…

    Pendeskripsian cerita bagus banget, lugas dan mudah dicerna. Awal-awal cerita emang bikin aku agak bingung dan puyeng(?), tapi selanjutnya enak ngalir gitu. Top banget dah. Apalagi dialog antar pemeran bener-bener bagus dan penuh konflik(?). Ada unsur-unsur detektifnya juga, bikin ff ini beda dari yang lain. Dan secara singkatnya… semua pujian dari A-Z author zikey yang memborong xD

    Weiizzz… aku menemukan satu lagi author yang wow wow wow wooooooooooooooowww😀
    analisis sementara : ceweknya Kibum itu diperkosa sama seseorang yang entah siapa, dan yang punya otak dari rencana itu sang ayah. Jadi si ayah seperti menjual anaknya sendiri #ngaco

    aaa~~~ can’t wait for the next part xD

    1. Sumpah demi apaaaa, aku suka komennya hahahha~
      Soal berlebihan atau enggak tergantung pembaca sih. Menurut pengalamanku, orang yang ada di posisi Key dengan EQ yang gak begitu bagus pasti bakalan ngaco. Yang saham-nya ancur aja bisa bunuh diri kan? Yang istrinya meninggal juga bisa gila. Ya kan? Aku sih bikin situasi Key disini berEQ kurang baik. Bukannya gitu juga sih, tapi lebih ke, ini adalah pengalaman pertama Key, jadi dia belum bisa bersikap dengan benar.

      Oh ya? Aaahh aku bersyukur deh, kupikir ini agak kaku gak jelas gitu hahaha
      he-eh, salahku tuh emang, iya? kekeke makin seneng xD
      seriusan? ah gak juga, pasti ada minusnya yang bikin aku cuma bisa ngeborong dari A-M hehehe

      soal bener apa enggaknya analisis kamu, langsung cek aja tuh part selanjutnya, udah muncul ^-^
      makasih udha mampir ^O^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s