[FF KEY B’DAY PARTY] Last Wish

Last Wish

Title                       : Last Wish

Author                  : dhila_kudou

Main Cast            : Kim Kibum SHINee as Key/Kibum

Support Cast      : Lee Taemin SHINee as Kim Taemin

Kim Heechul Super Junior as Kim Heechul

Genre                   : Thriller, Friendship

Type/Length      : Oneshot

Rating                   : PG-16

Summary             : “Menurutmu, persaingan itu artinya apa?”

———

Seorang pemuda berwajah tirus melangkah masuk ke dalam kelas saat Seonsaengnim di kelas tersebut memanggil namanya. Dengan tas hitam sporty yang tersandang di sebelah bahunya, ia membungkukkan badannya sambil memperkenalkan diri.

Annyeonghaseyo… Lee Taemin imnida. Bangabseumnida,”

“Oke, untuk perkenalan lebih lanjut nanti dilakukan saat jam istirahat tiba. Taemin-sshi, silakan mengambil tempat yang kamu suka,” kata Seonsaengnim sambil mengarahkan tangannya ke arah tempat duduk siswa.

Tanpa berpikir panjang, Taemin mengambil posisi duduknya persis di sebelah kiri Kibum. Meja mereka terletak di barisan paling belakang yang berada di sisi jendela luar.

Sejenak, Ia menolehkan kepalanya ke arah Kibum sambil tersenyum, “Salam kenal!” Taemin pun meletakkan tasnya di lantai. Tangannya menarik bangku yang ia duduki sedikit ke depan agar nyaman.

“Salam kenal juga, Taemin. Aku Kibum,”

“Oke..Aku panggil Key saja ya?”

Kibum sedikit tersentak kaget. Hanya beberapa orang saja yang pernah memanggilnya dengan panggilan seperti itu. Apa kaitan anak ini dengannya?

“Ada apa? Apa kamu nggak suka dengan panggilan itu? Maaf…,” tanya Taemin seolah menangkap raut heran di wajah Kibum.

“Eum, Nggak ada. Silakan saja… Oiya, ini pelajaran kita berikutnya,” ujar Kibum sambil menggeser buku cetaknya ke arah kanan, agar Taemin, anak baru tersebut, bisa ikut membacanya.

Pelajaran, eum tidak, lebih tepatnya permainan akan segera dimulai.

-Last Wish-

Kelas mulai sunyi. Para siswa banyak berkerumun di lapangan dan kantin. Tapi tidak bagi Kibum dan Taemin. Tampaknya mereka lebih memilih menghabiskan waktu istirahatnya dengan mengenal lebih dekat satu sama lain.

Atau memang mereka tak punya teman sebelumnya?

“Kamu memang setiap jam istirahat selalu sendiri saja, Key?”

Kibum menelan roti di dalam mulutnya, lalu menjawab, “Ya, begitulah…,”

“Kamu nggak bosan? Nggak kesepian?”

“Biasa saja sih…,” jawab Kibum singkat.

“Kamu nggak berminat cari teman yang bisa diajak ngobrol bareng di kelas ini? Atau dari kelas lain mungkin?” tanya Taemin lagi. Kibum hanya menggelengkan kepala sambil memandang keluar melewati jendela di hadapannya.

“Kalau di sekolah lamamu, bagaimana?”

Taemin membulatkan matanya ke arah Kibum, “Memangnya kenapa?”

“Nanya saja…,” jawab Kibum.

“Oh, eumm.. biasa aja sih. Paling nggak, aku masih punya teman,”

“Lalu, kenapa kamu pindah ke sini?”

“Ada urusan mendadak, ya begitulah…,” jawab Taemin sambil ikut menikmati pemandangan di lapangan basket di bawah sana.

“Siapa? Orang tuamu?”

“Nggak. Aku,” jawabnya singkat, lalu menghabiskan susu kotak di tangan kirinya. Ia tak menyadari kalau Kibum meliriknya dengan perasaan bertanya-tanya.

“Urusan apa?”

“Nggak penting juga sih, tapi.. ya.. Harus diselesaikan segera. Paling tidak, sebelum tanggal 22 September nanti,” jawab Taemin, sambil menolehkan wajahnya ke arah Kibum yang berdiri di belakang kirinya, “Kau mau ikut?”

Hah?”

“Ya, ikut membantu urusan aku ini. Aku nggak bisa ngerjain ini sendirian. Kau tahu kan, 22 September itu tinggal dua hari lagi?”

Kibum memutar bola matanya. Anak ini benar-benar mengingatkanku dengan seseorang. Tapi siapa?

“Gimana?” tanya Taemin lagi sambil menghadap Kibum, “Mau bergabung?”

“Boleh juga. Jadi, kalau urusannya udah selesai, kamu balik ke daerah asalmu lagi?” tanya Kibum. Baru saja Kibum menyelesaikan pertanyaannya, bel masuk berbunyi nyaring.

Taemin hanya tersenyum misterius, “Terserah kamu maunya gimana,”

“Maksudnya?”

“Ntar kita bahas lagi, oke?”

Taemin mengarahkan pandangannya ke arah guru yang perlahan melangkah masuk ke kelas. Ia sukses membuat Kibum bertanya-tanya dalam diam selama beberapa menit.

“Oke, kita liat saja nanti, anak muda,” batin Kibum.

-Syndrome-

Taemin melirik ponselnya yang bergetar di atas meja. Ia pun membersihkan tepi mulutnya yang berlepotan kuah ramyeon  lalu mengambil ponsel flip tersebut.

1 new messages received.

Taemin, update tentang skenario kita sudah kukirim ke email-mu.

Taemin langsung buru-buru membuka email tersebut lewat laptopnya. Ia pun membacanya dengan seksama.

Satu guratan senyuman penuh arti tertoreh di wajahnya.

-Last Wish-

 

[Flashback, 12 Mei 2007]

“Key! Ada yang mencarimu!” teriak seseorang dari arah pintu.

“Siapa?”

“Kim Heechul!” jawab seseorang yang berbeda dengan sebelumnya. Key pun menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut. Seorang pemuda yang bertubuh cukup tinggi. Penampilannya terlihat acak-acakan. Pemuda itu menyambung kalimatnya lagi, “Apa kau kaget?”

“Tidak, biasa saja…,” balas Key santai. Tak tampak ketakutan di wajahnya. Lawan bicaranya pun hanya tersenyum timpang.

“Oke, kalau begitu bisa kita mulai?” tanya Heechul.

“Silakan…,” jawab Key sambil mengambil permen karet di saku bajunya. Lalu ia memakan permen tersebut tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Heechul.

Heechul merogoh saku jaketnya. Sebuah senjata laras pendek muncul dari balik saku tersebut. Dengan gerakan cepat, ia menembaki pemuda yang menyampaikan pesan kepada Key tadi.

BANG!

“Siapa yang menyuruhmu untuk membawa senjata ke sini, hah?! Ini tak ada di perjanjian sebelumnya!” bentak Key melihat anak buahnya tertembak. Pemuda yang menjadi korban tersebut hanya terkapar tak berdaya di sudut ruangan.

“Oh, itu ada dalam peraturan kita sebelumnya ya? Aku lupa…,” jawab Heechul sambil menepuk dahinya, “Maafkan aku,” tambahnya tanpa sedikitpun menampilkan raut muka yang bersalah. Heechul pun melemparkan senjatanya ke sembarang arah.

“Oke… one-by-one,” ujar Key sambil memperpendek jaraknya dengan Heechul. Ia pun mulai menyerang Heechul dengan pukulan-pukulan andalannya. Heechul tak mau kalah, ia juga membalasnya sampai tak terlihat perbedaan kekuatan antara mereka.

Saat bertarung, otak Key seolah memutar flashback mengenai pertemuan dirinya dengan Heechul.

Ia dan Heechul sama-sama kapten tim basket di sekolah mereka masing-masing. Hampir tiap turnamen antar sekolah atau sejenisnya mereka saling bertemu. Dan tim basket mereka memang terkenal dengan gaya permainan yang memukau. Bisa dikatakan tak ada kekurangan yang berarti di dalam permainan mereka.

Namun siapa yang menyangka, di luar sekolah tim mereka bisa dikatakan berbeda tipis dengan gang motor liar di kota-kota besar. Tengah malam mereka habiskan untuk bertarung satu sama lain dalam bermain basket. Lemparan-lemparan bola seakan-akan sebuah mata panah yang siap mematahkan kekuatan lawan. Dan, permainan lima lawan lima itu sering berujung draw.

Tak ada yang mengetahui ‘pertarungan’ tersebut, kecuali anggota tim basket mereka masing-masing. Di sekolah, mereka hanya dianggap sebagai ‘siswa yang memiliki kemampuan olahraga yang menakjubkan’ dan merupakan idaman oleh para siswi di sekolahnya. Tanpa mereka ketahui kalau ‘jiwa’ tim basket tersebut tak serupawan permainan dan penampilannya.

Sampai akhirnya dua hari yang lalu, tim basket Heechul kalah telak dengan tim basket Key di sebuah turnamen yang paling bergengsi di kota mereka. Turnamen antar SMA tersebut hanya dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan itulah satu-satunya peluang untuk menunjukkan siapa yang paling terhebat di sana. Tentu saja, Heechul merasa frustasi. Ini kekalahan tim-nya yang pertama kali semenjak sekolah Key mengikuti turnamen tersebut.

Bagaimana tidak? Heechul dulunya berstatus senior Key di sekolah menengah pertama. Key berada 2 tingkat di bawah Heechul. Dan sekarang, seorang senior kelas XII dikalahkan dengan pelajar yang masih duduk di kelas X? Benar-benar hal yang memalukan bagi Heechul.

BANG!

“SIAPA YANG MENEMBAK LAGI HAH?!” teriak Heechul frustasi. Tangannya masih mencengkram pergelangan tangan Key. Mereka berdua sedang berada di klimaks pertarungan dan sekarang terusik oleh suara tembakan.

Heechul mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tak ada yang mencurigakan.

“Anak buahmu?” tanya Heechul dengan tatapan tajam.

“Mana kutahu?” jawab Key asal sambil tersenyum misterius.

Ck!”

Heechul menarik sebuah pisau kecil dari saku celananya diam-diam lalu menusukkannya ke punggung Key.

BANG!

Persis saat darah mulai keluar dari luka tusukan, suara tembakan terdengar kembali. Dengan gerakan slow-motion, Key dan Heechul melepaskan ‘kuncian’ mereka masing-masing.

Heechul dan Key mundur perlahan dengan kaku.

Suasana ruangan gelap tersebut semakin mencekam.

Sebuah peluru berhasil bersarang di dada kiri Heechul. Tubuhnya pun terjatuh dengan posisi tertelungkup, lalu disusul oleh Key.

Suara sirine ambulans pun meraung-raung menghiasi kegelapan langit kota.

-Last Wish-

 

[22 September 2012, 6.45 pm]

Taemin sampai di halte tempat ia berjanji untuk bertemu dengan Kibum sore ini. Ia pun menemukan Kibum tengah duduk di sudut halte. Kibum tampak sibuk membaca sebuah komik di tangannya.

“Sudah lama?” tanya Taemin berbasa-basi.

“Nggak juga. Oiya, kita mau kemana sekarang?” balas Kibum sambil bangkit dari duduknya. Ia pun memasukkan komiknya ke dalam tas ransel yang tergeletak di sisi kanannya.

“Eumm..Kita jalan-jalan saja dulu. Gimana?”

“Terserah saja,”

Mereka pun mulai berjalan meninggalkan halte tersebut. Di sepanjang perjalanan, mereka asyik berbincang-bincang mengenai kehidupannya masing-masing, tanpa membuka rahasia kelam di masa lalu Kibum.

“Oiya, katanya kamu jago main basket ya?” tanya Taemin tiba-tiba. Napas Kibum sedikit tercekat, namun ia berhasil menyembunyikannya.

“Tidak, aku bahkan tidak hobi olahraga. Itu hanya gosip belaka” jawab Kibum. “Kalau kamu?”

“Sama! Hahaha… Aku juga bosan sama yang namanya olahraga. Makanya aku pindah ke kota ini. Kata teman sekolahku dulu, di kota ini tidak begitu menonjolkan bakat olahraga. Ya, kemungkinan besar pelajaran olahraga tak se-ekstrim di sekolahku yang sebelumnya,” jelas Taemin.

“Iya, kamu benar,” respon Kibum.

Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di sebuah gedung yang tak lain adalah sekolah mereka sendiri.

“Kamu yakin kita kesini?” tanya Kibum.

“Iya, soalnya aku belum mengenal kota ini lebih jauh, ya.. Cuma sekolah ini doang yang familiar denganku. Lagian kabarnya pemandangan dari sini lebih indah, terutama di atap sekolah,”

Jinjja? Aku belum pernah ke atap sekolah selama berada di sini,” kata Kibum dengan wajah berbinar.

“Nah! Pas kalau begitu. Ayo ke atas!” ajak Taemin. Ia pun berlari masuk ke dalam gedung. Kibum menyusulnya dari belakang.

-Last Wish-

Key dikeluarkan dari sekolahnya karena terbukti melakukan perkelahian dengan siswa dari sekolah lain. Kepala sekolah mendapat teguran dari pihak kepolisian. Walau pun begitu, ia tak dikenai sanksi kurungan karena dianggap masih berada di bawah umur. Namun, karena efek yang ditimbulkan begitu merugikan, kepala sekolah langsung memberi sanksi terberat pada Kibum.

Sementara Heechul masih tak sadarkan diri semenjak kejadian tersebut. Ini hari ketujuh paska pertumpahan darah di antara mereka. Sangat disayangkan, hal tersebut dipicu oleh sesuatu yang sangat kecil, yaitu rasa iri yang menyelimuti diri Heechul. Key pun tak mau dengan begitu saja merasa kalah dengan ‘gertakan’ Heechul.

Memang, mereka berdua sama-sama berkepala batu.

Key yang memang sejak kecil hidup sendiri pun memilih merantau ke luar kota. Ia memutuskan untuk tinggal di sebuah kota yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Ia pun memilih untuk merubah panggilannya menjadi Kibum. Dan selama 2 tahun, ia berhasil menyembunyikan identitas lamanya tersebut. Ia sedikit bersyukur di sekolahnya saat ini tak ada yang begitu peduli dengan keberadaannya. Dengan begitu, kemungkinan murid di sekolah tersebut untuk mengetahui masa lalu Kibum lebih kecil.

Ia pun merubah penampilannya menjadi siswa yang ‘nerd’. Ia merubah potongan rambutnya menjadi lebih pendek dan merubah cara sosialisasinya dengan lingkungan sekitar. Tak banyak yang bertanya-tanya dengan sikap Kibum tersebut. Walaupun begitu, ada beberapa orang yang mencoba berkenalan dengannya, namun perlahan-lahan mundur sendiri karena sikap Kibum yang cuek dan tertutup.

Ia merasa inilah cara yang dapat ia lakukan untuk merubah jalan hidupnya. Yaitu dengan menjadi diri yang lebih baik dan lebih dewasa. Walaupun akhirnya tak seorang teman pun yang mau bersamanya.

Entah kenapa, Kibum mencoba merubah cara pikirnya saat bertemu dengan Taemin. Ia merasa Taemin memiliki pribadi yang cukup unik.

Ayolah, ini tahun terakhirku di sekolah ini. Kapan lagi bisa punya teman seperti ini?” pikirnya saat memikirkan pertemanannya dengan Taemin. Walau mereka baru saja berteman sejak 2 hari yang lalu.

Sementara Heechul tak diketahui keberadaannya sampai saat ini.

-Last Wish-

Taemin dan Kibum mengatur napasnya yang masih memburu karena berlari. Setelah agak tenang, mereka berjalan menuju pinggir pagar pembatas. Terlihat pemandangan pusat kota yang begitu indah.

“Wah…,” ujar Taemin kagum. “Aku nggak nyangka pemandangannya sememukau ini,” tambahnya. Kibum hanya mengangguk menyetujui.

Beberapa menit mereka habiskan dalam diam sambil sibuk menikmati pemandangan dari atas atap sekolah. Kibum pun memulai pembicaraan kembali.

“Oiya, sekarang kamu mau cerita apa?” tanya Kibum.

“Hah?” tanya Taemin. Sepertinya pikirannya masih belum sepenuhnya kembali ke tubuhnya. “Ooh, tentang urusan aku di sini?”

“Iya, katanya kamu mau minta bantuanku,” kata Kibum lagi.

Taemin melirik jam tangannya. Ia lihat jarum menunjukkan pukul 11.50 pm.

“Baiklah. Tapi aku ada satu pertanyaan terlebih dahulu,” ujar Taemin sambil mundur dari tepi pagar.

“Silakan…,”

“Menurutmu, persaingan itu artinya apa?” tanya Taemin tanpa mengurangi ekspresi bahagianya.

Kibum tertawa kecil menanggapi pertanyaan Taemin yang begitu tiba-tiba, ”Kenapa kamu bertanya tentang hal itu?”

“Aku sebenarnya punya masalah dengan saudaraku. Bisa dikatakan cukup hebat dan serius. Jadi, aku memilih untuk menenangkan diri dengan menjauh darinya dan pindah ke sini,”

“Ooh…,” Kibum membulatkan bibirnya. “Terus?”

“Makanya, aku sebenarnya ingin berpikir ulang apakah tindakan aku ini salah atau tidak,” ujar Taemin melanjutkan. Kibum memutar badannya sambil memikirkan jawaban untuk pertanyaan Taemin sejenak.

“Semua orang yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami persaingan dalam hidupnya, sekecil apapun itu. Sesederhana apapun penyebabnya, tak memandang usia. Anak kecil pun berebutan bola atau makanan, itu sebuah persaingan bukan?”

“… Persaingan dalam hidup semakin lama semakin rumit dan memiliki efek tertentu, berbanding lurus dengan pertambahan usia seseorang. Di masa remaja seperti inilah sikap kita menghadapi suatu persaingan akan dinilai, apakah pantas untuk dikatakan dewasa atau tidak. Kira-kira seperti itulah arti persaingan menurutku,” jelas Kibum panjang lebar.

“Lalu, kamu pernah mengalaminya? Hal itu kan yang membuatmu pindah ke sini?” tanya Taemin.

“Hah? Eum, mungkin…,”

“Kamu bersaing dengan siapa?” tanya Taemin lagi sambil berjalan mendekat ke arah Kibum.

“Seorang temanku…dulu,” jawab Kibum singkat. Ia mulai berpikir kalau pertanyaan Taemin semakin intens, seolah-olah mencoba menguak masa lalunya.

“Karena apa? Pelajaran? Prestasi?” tanya Taemin lagi.

“Kayaknya kamu tak perlu mengetahui lebih jauh lagi, Taemin,” balas Kibum mencoba menenangkan dirinya.

“Oooh, oke… Tampaknya masa lalumu sangat kelam. Hahahaha!”

Kibum bergidik ngeri mendengar ucapan Taemin barusan. Dugaannya sepertinya benar. Taemin pasti  memiliki hubungan dengan masa lalunya.

Ups, sorry,” ujar Taemin sambil mencoba menahan tawanya, “Oke, tampaknya kamu penasaran dengan urusan aku ke sini,”

Kibum mengerutkan keningnya. Ia mencoba bersikap setenang mungkin. “Apa yang ingin kamu lakukan?”

“Aku ingin membalas dendam,”

“Hah?”

“Kau kenal Kim Heechul?”

Mata Kibum membulat sempurna. Taemin sukses mengetuk pribadi Kibum yang sebenarnya.

“…dia kakak kandungku,” ujar Taemin tenang. Ia tak sabar menunggu ekspresi Kibum selanjutnya.

“Hah?”

“Kau pasti tak menyangka? Ya iyalah. Kau berpikir kalau saudaraan harus memiliki marga yang sama. Ya kaan?” tanya Taemin dengan nada yang menyebalkan.

“Nama kamu sebenarnya… Kim Taemin?” balas Kibum sambil bertanya dengan terbata-bata.

“Dan panggilan kamu dulunya Key kan? … Iya! Benar!” jawab Taemin. Kali ini dengan nada bicara yang lebih menyebalkan. Ia menirukan suara Kibum saat menyebutkan dua kata yang terakhir.

“Tolong jelaskan semuanya saat ini juga! Apa yang kamu tahu tentang hidupku?!” tanya Kibum. Jiwa ‘Key’ yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya muncul.

“Baiklah…,” kata Taemin sambil tertawa kecil. Ia berjalan pelan mengitari tempat Kibum berdiri. “Kamu berbohong soal dirimu yang tak hobi olahraga. Hey! Kamu menang turnamen basket dan seorang kapten basket yang terkenal di Busan tapi tak hobi olahraga? Mustahil!”

Kibum mengepalkan kedua tangannya yang terjulur lurus ke bawah. Taemin melanjutkan ceritanya kembali.

“…dan kamu punya masalah dengan kakakku 2 tahun yang lalu? Benar kan? Kalian bertarung di sebuah gudang terlantar dekat sekolah one-by-one dan kamu berlaku curang di sana,”

Cerita Taemin semakin menarik di pendengaran Kibum,”Buktinya? Heechul yang berbuat curang, bukan aku!”

“Ya, dan kau juga ikut-ikutan curang! Hyung-ku sudah membuang pistol miliknya, kan?”

“Iya, tetapi setelah dia menembaki anggota tim basketku. Bahkan dia mengeluarkan pisaunya dan melukai punggungku,” balas Kibum tak rela dengan nada tinggi.

“Tapi kau juga menyuruh anak buahmu untuk menembaki hyung-ku kan?” sergah Taemin dengan penuh penekanan.

“Aku lupa pernah menyuruh dia seperti itu. Tapi seharusnya yang kau serang adalah dia! Bukan aku!” balas Kibum tak rela.

“Ooh… begitu…,”

Taemin dan Kibum terdiam sejenak sambil mengatur emosi mereka masing-masing.

“Tenang saja… Dia sudah kubuat bunuh diri sebulan yang lalu,” lanjut Taemin dengan ekspresi datar. Kibum pun terkejut mendengarnya.

Kau…” desis Kibum.

“Apa tak cukup kamu membuat tim Heechul-hyung kalah? Kau tidak tahu dia telah berniat menjadikan turnamen itu adalah turnamen terakhirnya. Kenapa kau tidak mau mengalah?!”

Emosi Kibum sudah mencapai batas, “Astaga! Kau tak tahu apa artinya sportif, anak muda?! Harusnya dia yang bekerja lebih keras untuk turnamen. Bukan tanggung jawabku kalau timnya kalah. Ck!”

“Terserah! Yang jelas, kau telah membuat hyung-ku sekarat!”

“Kurang ajar…,” desis Kibum. Ia berjalan mendekati Taemin. Lalu ia menarik kerah baju Taemin, memukul wajah sok innocent-nya, dan menghempaskannya ke tanah.

Taemin mengerang kesakitan.

 

BANG!

Tepat di saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00am, sebuah tembakan terdengar dari atas atap sekolah tersebut.

Kibum memegang perutnya yang sukses ditembaki oleh Taemin. Taemin menurunkan pistolnya dalam keadaan masih terbaring di lantai.

“Selamat ulang tahun, Key!”

Key mengerang kesakitan. “Kau…,” geramnya sambil menunjuk Taemin dengan tangan kirinya.

“Ayo, make a wish!” ujar Taemin melanjutkan sambil mencoba untuk berdiri, masih dengan nada yang mengejek. “Oh? Kamu mau bertemu dengan hyung-ku untuk terakhir kalinya? Mau minta maaf?” tambahnya.

Belum sempat Kibum membalas pertanyaan Taemin, seseorang muncul dari pintu keluar menuju atap sekolah. Orang tersebut mengenakan jaket hitam selutut. Kibum membelalakkan matanya lebar.

“Heechul?”

“Hai, Key! Long time no see! Apakah kau merindukanku?” tanya Heechul sambil berjalan mendekati Taemin. “Bagaimana kehidupanmu akhir-akhir ini? Bahagiakah?”

Kibum tak menjawab. Ia benar-benar kehabisan tenaga karena darah yang terus mengucur dari perutnya.

“Aw, maaf. Aku tak tahu kalau kamu tertembak. Sakit ya?” kata Heechul melihat Kibum yang susah payah menutup luka tembakan di perutnya. Heechul tertawa lepas. “Kerja yang bagus, Taemin!” ujar Heechul sambil menoleh ke arah Taemin. Mereka berdua ber-high five ria.

“Aah…akhirnya…impianku selama ini terwujud sudah. Kau penasaran kan kenapa aku bisa menemuimu di sini? Ini karena Taemin, adikku yang jenius ini, memiliki link yang luas di seluruh penjuru Korea Selatan ini. Dia bahkan lebih hebat darimu. Hahahaha!” kata Heechul sambil tertawa terbahak-bahak. “Jadi jangan harap jejakmu akan hilang dari penglihatan kami. Jangan pernah berpikir itu…Oke?”

Kibum berusaha menyerang Heechul. Namun sayang, tangannya dengan sukses ditahan oleh Taemin.

“Lepaskan!!!”

“Tidak mau~,” jawab Taemin dengan nada mengejek.

“Oke, wish ulang tahunmu sudah terwujud. Selamat ulang tahun, Kim Kibum. Berbahagialah selamanya,”

BANG! BANG! BANG!

Heechul menarik pelatuk pistolnya. Kini, tiga peluru harus bersarang di dalam kepala Kibum. Kibum jatuh tersungkur tak berdaya. Dan akhirnya ia menghembuskan napas untuk terakhir kalinya.

“Goodbye, Key!”

-Syndrome-

 

[23 September 2012]

Taemin meletakkan sebuah kotak transparan berisi roti tawar di atas meja makan. Ia pun melepaskan celemeknya dan menggantungkannya di sandaran kursi.

Hyung! Sarapannya sudah siap!” teriaknya ke arah jenjang. Heechul pun muncul dari balik lantai 2.

“Iya, kau tak perlu berteriak sekeras itu! Sekarang masih pagi, kau tahu?”

“Iya..iya… Ayo makan!”

Mereka pun mengambil setangkup roti tawar, lalu mengolesinya dengan selai. Tanpa mengacuhkan suara pembaca berita yang ditayangkan di televisi pagi ini.

“Seorang siswa SMA tanpa identitas ditemukan tertembak di SMA National, Cheonju, pagi ini. Diduga siswa tersebut melakukan aksi bunuh diri dengan menembaki kepalanya hingga tewas. Ia ditemukan tergeletak dengan pistol yang masih berada di genggamannya. Saat ini, polisi masih mencari barang bukti yang lain dan terus mengusut kasus tersebut. Beralih ke berita kedua…,”

-THE END-

Author note:

Ini ff pertamaku yang bergenre thriller yang selesai kuketik. Haha… Bagaimana? Apakah kalian menyukainya? Kuharap tak ada pihak yang merasa dirugikan dengan ff ini, terutama buat Lockets, Taemints, Petals, Shawol, dan ELF #bowing

Btw, Kim Kibum, selamat ulang tahun ya! Semoga hidupmu tak berjalan seperti alur cerita di atas ini, aamiin… 😀

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

43 thoughts on “[FF KEY B’DAY PARTY] Last Wish”

    1. hahaha, aku juga udah wanti2 banyak pembaca susah ngerti ama cerita ini =_=”. gak papa..haha. ini juga ff debut thriller ku, emg sdikit failed kurasa .-.

      sipsipsip… aku bakal brjuang bikin ff dengan genre ini lagi. makasi ya udah baca n komen ^o^/

  1. apa ff key bday party rata rata key-nya kehilangan nyawa ya?? :-\
    udah empat eh salah mungkin lima ff yang aku baca akhiranny gini .-.
    #curcol dikit

    ff menegangkan n cool ^_^ thor

    1. awalnya aku mikir malah yang ikutan banyak bikin ff yang si keynya seneng, minimal cuma ngenes..trnyata jadi banyak gini yg bikin key ‘mati’ xD

      syukurlah kalo suka..makasi ya udah baca n komen ^o^/

    1. klo dibaca lbih diteliti, aku cantuminnya si heechul masih koma. tapi emang semenjak dia koma, keberadaan dia gak diketahui lagi. aneh sih memang ==”
      maaf ya kalo membingungkan..makasi udah baca n komen 😀

  2. Wah, yang jahat di sini kan Heechul. Key udah mulai menata kehidupan baiknya, tapi malah ada kedatangan Taemin yang mau balas dendam. Dari awal sudah curiga ke Taemin kalau dia pasti punya niatan khusus sama Key.

    Hei, last wish-nya Key apa?

    Nice story.

    1. iya, bner bangeet… akhirnya maksud saia tersampaikan..hehe. #sujudsyukur
      last wish key di sini lbih ke apa yg direncanakan si taemin dan heechul. maksudnya si taem-chul ini ‘memaksa’ si key untuk berharap bertemu dengan heechul. kebayang nggak? jadi bukan wish dari key yang sebenarnya, cuma…ya gitu.. #bingungsndiri

      makasi ya udah baca n komen ff nya 😀

    1. hahaha… maaf ya kalau bikin bingung. saia juga belum punya pengalaman nulis genre ini #bowing
      tpi, makasi banget udah baca n komen ff ini ya! #bowinglagi

  3. pas flashback persaingan key-heechul, aku dah berfikir pasti taemin ada hubungannya dgn hal itu..
    Yah, ksian key.. Didoain panjang umur tapi dlm ff mati melulu..#just kidding
    nice! Aku suka..

    1. haha, iya..dari awal aku udah coba mancing pembaca buat mikir hubungan taemin-heechul.
      iya! bener banget. pas aku baca ff-ff di party ini jadi nyesel ndiri bikin cerita yang si keynya mati =________=”
      syukurlah kalo suka… ^o^
      makasi ya udah baca n komen ff ini 😀

  4. end of FF bday party, dan key rata2 mati, hell no, kalian ini sebenernya cinta ga si sama uri Key?? huwaaaaa *nangis gugulingan,

    iyah, agak membingungkan sebenernya FF inih, tapi bagus koo ^^

    1. miaaanhae sangaat! miaan.. #bowing
      aduh, beneran gak enak sama lockets di sini.. #kasiduit #lah

      iya, aku juga merasa bersalah bikin reader kebingungan baca ff ku ==”
      tapi makasi ya udah nyempetin sortir, baca, n komen ff ini! ^o^/
      #bowing

  5. Dhila Dhila… aku bingung masa sama kalimat kamu..
    Nih, ada kalimat yang bilang “Ini hari ketujuh paska pertumpahan darah di antara mereka.”
    tapi di paragraf berikutnya malah ada kalimat “Dan selama 2 tahun, ia berhasil menyembunyikan identitas lamanya tersebut.”
    jadi… semenjak perkelahian berdarah itu udah berlalu berapa lama sih? kan Kibum pindah sekolah, otomatis dia baru menyembunyikan identitasnya setelah pindah sekolah kan? binguuunngg ._.a

    aku ngerti maksudnya, Taemin bales dendam untuk Heechul. Cumaaaa… heeemm… kamu udah edit ini berapa kali? Ide ceritanya bagus loh, tapi terkesan buru-buru. Masih agak berantakan. Banyakin baca deh, pasti nanti semakin bagus ^^
    idenya udah bagus, serius deh.
    semangat terus ya Dhila!! ^-^

    1. annyeong kak! ^o^
      ooh, klo yang itu sbnrnya la make pov yang alurnya maju. jadi pas ‘hari ketujuh itu’ narasi buat hari ketujuh. klo yang ‘dua tahun..’ itu narasinya emang untuk dua tahun berikutnya. Emang la masih kurang pengalaman buat menentukan faktor waktu untuk ff ini. makanya rada kurang berbakat klo ceritanya butuh perincian waktu. =______=” #bowing

      klo edit klo gak salah ampe 5 kali. plus udah di beta reader-in. udah diedit lagi abis itu. cuma emang la baca2 lagi ada yang kurang, tpi gatau persisnya di mana, makanya la kirim aja. dan pas smnggu terakhir ini, setelah la baca banyak ff di ff party ini, langsung nyesel ndiri. bner2 banyaak yang harus dikoreksi dan ditambahin, atu diilangin. apa daya udah terkirim ._.” #nyesek

      emang perlu banyak baca n latihan ya kak ya? oke kak! makasi banyak ya kak udah baca n komen, apalagi udah mengoreksi ff-nya.. mga2 la bisa lbih baek lagi buat nulis ff, terutama buat genre ini… :”D
      #bowing #peluk

  6. Aku sempet bingung sama ff ini. tp untung setelah 2 kali baca bisa ngerti. Itu maksudnya suka ada kata “last wish”, “Syndrome” apa ya?
    Trus, kalimat ini agak aneh:
    ‘jiwa’ tim basket tersebut tak serupawan permainan dan penampilannya.

    Ini juga ga efektif:
    Para siswa banyak

    Dan, kenapa kok diberitain siswa itu bunuh diri dgn menembaki kepalanya? si siswa itu key? kan key mah ketembak perutnya.

    Hehe, maaf ya kalo otakku lg ga nyambung ^^
    keep writing dhila ^^

    1. iya kak, emang perlu baca dua kali atau lebih buat paham sama ff ini -_-”. la juga gitu kok .-.
      sbnernya sblum ff ini muncul, la udah bikin draft ff dengan tema hampir mirip, tapi pas nulis di tengah2 langsung mandet. setelah menerawang mikirin ide, akhirnya terlintas ide ini, jadi aku rombak draft ff lama itu. nah, syndrome itu judul draft lama ff ini. aku udah ganti pemisah paragraf itu dari syndrome ke last wish. cuma ada yang kelewat #gubrak. la juga nyadarnya pas ffnya udah kekirim.. #getok2kepalasndiri
      maafkan ketidaktelitian ini ya kak.. #bowing #malu

      haha, klo itu emang gak kepikiran sblumnya. makasi ya kak buat koreksinya 😀

      jujur, pas paragraf yang berita itu, la udah bener2 gak konsen. pertama, udah merinding sendiri krna ngetik ffnya pake backsound In My Head-nya cnblue. gak penting sih, tapi beneran otak udah kelewat tegang. makanya amburadul pas bikin anti klimaks (bagian berita) itu. Ditambah lagi pelajaran b.indo di smp mengenai pembaca berita itu nilainya pas-pasan. alhasil laporan beritanya kacau beliau. =___________= #failed
      dan sperti yang paragraf sbelumnya, la juga menyadari ada hal yang terlewat, yaitu perut si Key juga ditembaki sama Taemin. ya ampuun, dodol kali aku inii.. #toyorpalandiri.

      nyambung kok kak..haha… la aja yang cara ceritainnya masih ‘acak-acakan’. mian ya kak udah bikin kakak baca dua kali, bingung, dsb.
      jujur, la bner2 ngarepin komen dari kakak. dan komen ini bner2 membangun. smoga la bisa lbih baik lagi ke depannya. makasi banyak udah baca, komen, n beri koreksi buat ff ini ya kak #bowing #peluk

      1. dhila, aku sering merhatiin komen2 kamu di ff2. Dan aku rasa km orang yg cukup kritis dan tau banyak hal.
        Ayo deh, nulisnya pelan2, masukin pengetahuan2 yg kamu punya. Pasti keren 😀

        1. hahahahaa… aku ketularan kritisnya kak ami, kak bibib sndiri, sama beberapa komentator kritikus lainnya. makasi ya kak buat penilaiannya #terharu :”D

          siip kaak.. la bakal coba ngurangi sifat buru2 la..apalagi buat genre kayak gini sama sad genre. klo mngnai masukin pengetahuan yg la punya, kayak kedokteran misalnya, la coba dulu ya kak. udah ada sih draftnya, tapi masih amburadul banget. ntar la berusaha keras lagi…
          ^o^9
          makasi banyak ya kaak 😀

      2. oiya, ada yang kelewat lagi .______.

        # ‘jiwa’ tim basket tersebut tak serupawan permainan dan penampilannya.
        nah, maksud la di sini lebih ke..apa ya? “kepribadian yang sebenarnya” mungkin kak.
        err…masih membingungkan ya kak? atau kakak nangkepnya kayak gimana? itung2 bisa nambah vocab baru 😀

        tambahan komen sebelumnya mengenai :
        # Dan, kenapa kok diberitain siswa itu bunuh diri dgn menembaki kepalanya? si siswa itu key? kan key mah ketembak perutnya.
        iya, si Key. jadi di sini la menceritakan kalo pihak polisi masih menduga kalau kejadian ini adalah sebuah bunuh diri. dan benar, ‘siswa’ di sana itu maksudnya Key.
        Tapi, itu tadi, dodolnya la melewatkan fakta kalo perutnya juga tertembak. padahal dari sana bisa dicurigai kalau itu bukan bunuh diri. beneran, la jadi nyesek ndiri pas menyadari kesalahan ini T.T. Cukup jarang orang bunuh diri dengan menembaki perutnya. Di tambah lagi, peluru yang menembus perut itu pasti mempunyai perbedaan yang mencolok dengan peluru yang bersarang di kepala. karena la mikir tembakan di perut kan tembakan jarak jauh, sementara di kepala jaraknya lbih dekat. kedalamannya pasti berbeda, la rasa..

        sekian kak tanggapan buat komen kakak. jeongmal kamsahamnida =_=
        #bowinglagi

  7. FF_y asik juga dibaca…
    walau agak membutuhkan pemikiran yang panjang… Heheheh
    tpi pas bayangin itu yang ngelakuin orang_y langsung jadi ingin ketawa sendiri…^^

    1. syukurlah kalo nia suka…haha. iya, emang butuh konsentrasi lebih buat baca ff ni, krna emang penulisannya masih kacau beliau .—-.
      hahaha… makasi udah baca n komen ff ini ya nia ^o^/

    1. iya… maaf ya udah ‘matiin’ key di sini *?*
      hahaha, aku malah seneng bikin kepribadian taemin yang dark kayak ff ini..wkwkwk. dia ketularan licik dari si heechul..hehe

      syukurlah kalau suka..makasi udah baca n komen ff ini ya irma ^o^/

  8. wehehehe.. Ide ceritanya bagus kok, rada’ unik!!
    Kyaknya lebih tgang kalo’ sequel deh #gkboleh,oi!
    Bahasanya juga gk trlalu berat.. Mngkin banyak yg agak bngung sama FF ini krn alurnya kcepetan,, but sy ngerti kok sama jln critanya^^

    Btw, cast ff ini perannya sadis”, ngebayanginnya keren abis! #otak kriminal

    ehem, mian komennya kpanjangan n gk mutu. Keep writing y!~^^

    1. hai sea… 😀
      syukurlah klo sea mengerti ama cerita ini…hehehe.. ^o^
      iya, niatnya juga pengen bikin sequel. hehe, tapi bikin oneshot aja udah ngos2an, apalagi sequel .______.
      iya, alurnya emang cepet banget aku rasa. makanya aku mnta maaf banget ya .___.”
      aku emang demen bikin karakter out of the box *?* bikin sesades mungkin! tapi kemampuan buat nyampeinnya masih kurang.. ntar latian lagi deh..wkwk.

      aku juga ada niat mo bikin remake nya.. pengennya gitu..hehe.. berhubung banyak bangeeeet yang kurang sama ff ini -_-”
      ee…tapi gak tau juga… #plinplan

      gakpapa..aku seneng ama komen yang panjang2..hohoho… makasi ya udah baca n ninggalin jejak di ff ini.. 😀
      siipp, aku bakaln terus latian n berkarya! smoga ada kesempatan lagi 😀

  9. Key-nya mati lagi TT_________TT
    Kenapa pada mati ini di hari ultahnya Key? Keke.
    Bagus ceritanya. Thriller… Aku nggak pernah mau bikin thriller. Ngeri ah! Haha.
    Good luck, Dear ^^

    1. hahaha… iya.. kasian key nya
      #hah
      bikin tokoh utama mati itu punya kepuasan trsendiri kayaknya kak… #jiwapsychokumat

      aah, syukurlah klo kakak sukaa. iya sih kak, ngeri bin merinding. jantung aku dah berdebar tak karuan pas ngetik di tengah2 cerita ._.

      gomawo kaak! ^o^/
      makasi udah baca n komen ya kak 😀

  10. semalem baca ini ga konsen gara2 sambil nge-gaje di twitter, daaaaaan sambil nunggu kerjaan datang (?) akhirnya aq sukses baca ini sampe selesai :3

    uhm, apa ya? jujur aja aq kaget dan sedikit melongo pas baca genre-nya dengan author yang sudah tidak asing di mata (?) *apadeh*
    lele? bikin thriller? dan saia pun langsung excited *o* ahahaha sayang banget ya bacanya telat :/ *oke, ga penting* #skip

    dari segi cerita, aq sukaaaa! suka banget malah. secara sekarang ini aq lagi belajar buat bikin di genre ini. jadi jelas aq bisa belajar banyak juga di FF ini :3
    dari alur, awalnya bingung, tapi setelah tarik-ulur (?) akhirnya aq ngerti klo ini alurnya maju-mundur ya? idenya keren. sebenernya sih masalahnya simple ya, cuma karena persaingan, ga mau dikalahkan tapi malah berujung kematian. *tabok heechul* aq ampe nahan napas lah pas bagian pertarungan taemin – key. dasar anak muda *eh?

    ini ga gagaaaal kok lele sayaaaang~ menurut aq ini udah berhasil. hanya tinggal membenahi *ceileeh dikata bangunan?* *plak* beberapa bagian aja ini udaaah sangat sukses. buktinya kan aq ampe ikutan ngerasa tegang? hahaha *peluk HyukSeob*

    aq cukup ngerti kok gimana susah dan keleyengannya bikin FF yang serius T^T mesti banyak baca, searching blablaba, tapi yaaa klo udh selesai nulis mah dijamin bakal ngerasa ada kepuasan tersendiri, kan? 😉

    cuma ini miris banget ya sama kibum yang mesti metong tepat di hari ulang taunnya? ;~; *injek taemin*

    oke, dua2nya udah dapet jatah penindasan *lirik heemin* (?) saatnya caaaw~ ahahaha

    komen aq kayaknya geje banget ya? wakakak maklumlah namanya juga orang waras :3 *kibas duit* XD

    1. aku juga telat balesnya..telat sebulan .—.
      hai kak rae!!! huaah, dirimu mampir juga ke sini *o*

      haha, iya kak, thriller itu bner2 susah bangeet ya ampuun. ini masih untung ada org yg kuat baca ff ini .___.”

      aah, speechless baca komen terpanjang ini. haha. sip kaak! emang kudu latian plus sercing2 *?* sana-sini. Ntar latian lagi deh. hehe…

      gak gaje kok. aku suka sama komen beginian. haha…Makasi udah baca n komen n suka ma ff ini kak rae sayaang :***

    1. haha..gak papa dhea. ini emg masih abal2 ff nya. mian ya bikin bingung pas bacanya #bowing
      hehe..iya, aku suka bikin n baca cerita yang taeminnya jahat..hahahaa..xD

      makasi udah baca komen n suka ma ff ini ya dhea 😀

  11. Waaahhh!! Jadi ini balas dendam yh ceritanya?
    ckckck. cuma karna tim basketnya kalah, dendamnya sampe ngejar2 segala nih.ck!
    overall ceritanya bagus menurutku. Tapi, tapi ah ga rela Key dimatiinnya begitu. hiks 😥

    Cuma msukan dariku mgkin kmu bsa pke bhsa yang konsesiten.
    Ak nemu beberapa penggunaan kalimat baku, tapi tiba2 ada kalimat ga baku *bahasa gaul*
    contohnya –> “Kayaknya kamu tak perlu mengetahui lebih jauh lagi, Taemin,”
    Mungkn bsa dgnti dgn “Sepertinya kau tak perlu mengetahuinya lebih jauh lagi, Taemin,”
    Mnurutku, bkalan lbih oKEY kl penggunaan klimat baku/ga bakunya itu konsisten.
    Kl dri awal pke klimat baku, alangkah bgusnya kl sterusnya pke klimat baku jga 😀

    Nah, sekian dari aku. smoga masukannya membangun yaa ^^9
    Aku tunggu FF dengan genre seperti ini lagi~ Hwaiting ^^9

  12. hai kak euncha ^o^
    iya, balas dendam…aku bikin karakter heechul yang gak mau kalah dan pendendam walau masalahnya secuil..hehe
    aah, maaf y kaak. soalnya la nggak nemu cara mati si Key selain cara yang di atas ._.

    iya kak, la masih susah buat konsisten dalam hal bikin kalimat kayak gini. kapan pakai kalimat baku kapan nggak… ntar latihan lagi deeh..hehe..
    makasi ya kak masukannya ^o^

    ntar cari ilham dulu..haha.. la jga pengen garap ff genre ini lagi 😀
    makasi ya kak udah baca n komen n sarannya ^o^/

  13. The Innocent TaeMin menjadi seperti itu. Wow keren. TaeMin menjadi pribadi yang mengerikan.
    Keren keren
    Overall semuanya bagus
    Hanya saja bahasa yang digunakan terasa kaku sehingga terasa membosankan
    `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°“°•.¸¸.•° `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°“°•.¸¸.•°

    1. hahaa..iyaa, taemin emang enak dibikin serem *?*
      aah, syukurlah..makasi yaa… iya, aku blom punya banyak pengalaman juga buat nulis, jdi kurang luwes bahasanya ._____. ntar aku cba tingkatin latihan lagi deh 😀

      makasi ya udah baca n komen ff ini, imelia ^o^/

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s