Crash – Part 7

Title: Crash (part 7)

Author: Sierra K

Main Cast: Kim Ki Bum (Key), Choi Ji Hyo (this could be you), Lee Jinki, Jung Nicole

Support Cast: Lee Taemin.

Length : Sequel

Genre: Friendship, Romance, school life

Rating : PG-16

Summary : we were young, we were in our teens, it wasn’t a real love.

Graduate, Whats a kid to do now?

Get away, We’ve got so much to prove.

-Growing Up, The Maine-

Kim Kibum’s POV

Hari ini adalah hari kelulusan. Hasil jerih payah selama 3 tahun terbayar sudah sekarang. Kami berkumpul di aula sekolah yang cukup besar, mendengar satu persatu pidato dari anak murid sekolah. Semuanya sangat haru, semua murid menangis, mengingat memori yang dulu terjadi.

Mengenai memori, aku juga memiliki memori yang cukup…. mengesankan selama sekolah dulu. Bersahabat, Jatuh cinta, Jatuh cinta untuk yang kedua kalinya, merusak persahabatan, semuanya terulang dalam otakku seperti roll film.

Ji Hyo maju ke atas panggung, menyampaikan pidatonya di hadapan semua orang di dalam aula, wajahnya memerah, malu. Entah mengapa, jantungku masih berdebar keras saat melihatnya, apalagi saat pandangan kita bertemu. Kulit putih dengan rona merahnya, rambut panjang berwarna coklat gelap yang selalu di ikat, dan mata bulat berwarna hazel membuatku sulit mendapatkan oksigen. Aku masih mencintainya.

Hampir semua murid nampak tidak menghiraukan pidato Ji Hyo, sibuk dengan gunjingan yang masih ia terima, bahkan sampai saat ini. Hanya aku dan segelintir murid lain yang bersedia mendengar pidatonya. Ia terlihat sangat gugup, dan selalu menunduk saat setiap kata meluncur dari bibirnya.

Wajahnya terangkat saat ia selesai berpidato, ia langsung turun dari panggung dan berlari kecil ke arah kursinya kembali, disamping Taemin dan Suzy. Aku terus memperhatikannya, aku merasa ia menyadarinya, namun ia hanya enggan menatapku. Masih menghindariku. Menyakitkan.

***

Choi Ji Hyo’s POV

Aku duduk sendirian di taman, saat orang lain saling berpelukan melepaskan semua kejadian menyenangkan maupun menyedihkan yang terjadi di sekolah, sedangkan aku menunduk sendirian, tidak ada teman. Taemin bersama pacar barunya, Suzy, membuatnya lupa kalau aku adalah orang yang menemaninya dari TK dulu. Menyebalkan.

Tiba-tiba saja orang yang aku rutukki –Taemin, datang menghampiriku, duduk disampingku, ia adalah orang yang memelukku untuk pertama kali di hari kelulusan. Aku pasti merindukan laki-laki ini, sungguh. “kita akhirnya lulus juga” ucapnya, masih memelukku. Aku mengangguk, air mataku jatuh, mengingat aku tidak akan berada di satu tempat lagi bersamanya.

“jangan menangis, Ji Hyo-ya. kita kan masih bisa main ke rumah masing masing, jarak rumah kita hanya dibatasi pagar. Kau masih bisa meloncat dari kamarmu” ia berguyon, mungkin saja aku dulu menganggapnya tidak lucu, namun hal ini adalah salah satu hal yang akan aku sangat rindukan tentangnya. Usahanya tidak berhasil, tangisku malah semakin keras.

i’m going to miss you, definitely” Aku melepaskan pelukannya.

“aku memang pantas kau rindukan. Aku memang sukses membuat orang merindukanku” Aku mendelik ke arahnya, dan ia hanya mendesis sebal “dasar kaku”.

Taemin tidak bisa berlama-lama denganku, ia kembali bersama pacar barunya itu. Ia mempunya cerita manis untuk mengenang masa-masa sekolahnya, tidak seperti aku, yang terdengar sangat ironis dan menyedihkan.

chukkae, kau mendapat beasiswa ke Cambridge University” suara berat dan dingin yang sudah lama tidak aku dengar, suara Lee Jinki. Aku mendongak, menatapnya heran, tidak mengerti. Cambridge University?

Ia terkekeh pelan, “kita mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke Cambridge University. Nilai kita sempurna, ingat?” Aku masih mencerna perkataannya, berharap ia tidak berbohong.

Aku refleks memeluknya, ia terlihat kaget. Aku tidak peduli lagi, Cambridge University, universitas yang aku impikan dari SD dulu, aku berhasil mendapatkannya tanpa harus menguras uang appa dan umma, aku mendapatkannya dari hasil jerih payahku melawan soal-soal sulit satu bulan lalu.

“maaf” aku mendengarnya, aku melepaskan pelukan dan melihat mata Jinki yang sudah berkaca-kaca, “maaf aku terlalu egois” ia menatap lurus wajahku.

“aku yang salah, tidak bisa menjaga rasa sayang kamu buat aku, aku malah menyia-nyiakannya. Aku yang salah, aku yang meminta maaf” aku mengulurkan tanganku, meminta maaf kepadanya. Aku merasa terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat.

Ia langsung mengangguk, menerima jabatan tanganku. Ia tersenyum, begitu pula denganku. “kita bisa menjadi sahabat, kan?” aku menyetujui ajakannya, memeluknya sekali lagi, mencium aroma cologne yang selalu aku rindukan. Pelukannya hangat, pelukan sayang dari sahabat.

Aku masih menyayanginya.

***

Jung Nicole’s POV

Aku melihat Ji Hyo duduk sendirian di bangku taman sekolah, seakan tidak ada yang mau menemaninya. Aku hanya melihat Taemin dan Jinki yang datang menemuinya dan memeluknya. Sebenarnya, aku sangat ingin datang menghampirinya, memeluknya. Aku merindukannya, namun aku tidak bisa. Banyak hal tentangnya yang membuatku enggan menghampirinya.

Aku mencari-cari sosok Key yang seakan hilang. Tiba tiba saja sepasang lengan melingkar di pinggangku, gesture andalan Key. Aku hanya terkekeh, ia memang selalu mempunyai kejutan yang membuat perasaanku tidak karuan, terlalu senang.

saranghae” bisiknya tepat di telingaku. Terasa menggelitik, sudah lama aku tidak mendengarnya mengatakan hal itu padaku. Sudah terlalu lama. Walaupun aku merasa tidak yakin dengan perkataannya, aku masih sering merasa ragu.

“loh, jangan nangis. Kok, nangis sih?” ucapnya saat melihatku menangis, ia menghapus air mataku yang mengalir cukup deras. Ia terkekeh pelan, berusaha menghiburku.

“kita bakal tinggalin kenangan kita di sekolah ini. Nggak ada lagi nontonin tim basket tim kamu, makan di kantin penuh sesak, pacaran di kelas” aku mengaku, ia mencubit pipiku gemas.

“kita bisa melakukan hal hal yang lain bersama-sama, kan? Seperti dulu. Kita akan selalu berbahagia” saat ia mengatakan seperti dulu, air mukanya berubah. Aku tahu jelas apa atau siapa yang dipikirkannya. Aku tahu ia masih menyayangi Ji Hyo, namun aku juga masih berharap kepadanya. Berharap kalau ia akan kembali jatuh cinta kepadaku. Aku berusaha membuatnya begitu. Sungguh.

“kita akan selamanya bahagia seperti ini kan, jagi?” tanyaku meyakinkan.

what are you talking about?” ia terkekeh, aku hanya butuh jawaban iya darinya. Aku diam saja atas guyonannya, aku sedang tidak membutuhkannya. aku tidak peduli ia mengatakannya tulus atau tidak, tolong katakan iya.

ne, jagi, kita akan selamanya seperti ini” ia meyakinkanku.

Hanya itu yang aku butuhkan sekarang, dan seterusnya. Fakta bahwa ia akan selalu bersamaku.

***

Kim Ki Bum’s POV

Aku melihat Jinki yang masih mengobrol dengan teman-teman kutu bukunya. Ia terlihat tersenyum, namun tidak dengan matanya. Aku yakin, ia juga merasa sedih harus meninggalkan kenangan di sekolah ini.

Aku memberanikan diri datang menghampirinya, mengharapkan permintaan maaf. Mungkin, ini adalah permintaan maaf terakhirku saat tahu ia akan pergi ke Inggris, mendapatkan beasiswa bersama Ji Hyo. Ini adalah kesempatan terakhirku.

“hyung” aku memegang pundaknya dari belakang, ia menoleh, tidak tersenyum. Dingin dan kaku. Ia membalikkan tubuhnya, masih diam, membuatku kikuk sendiri.

mianhae atas semua kejadian yang terjadi di sekolah ini hyung, terutama” tenggorokanku tercekat, “soal Ji Hyo. Jeongmal mianhae”  yang sekarang aku butuhkan adalah anggukan atau senyuman kakunya, sebagai tanda kalau ia memaafkanku. Aku melihatnya tetap diam tidak bereaksi. Sudahlah, mungkin aku memang menorehkan luka terlalu dalam padanya, membuatnya susah hanya untuk memaafkanku.

Aku membalikkan tubuhku, berniat untuk meninggalkannya saat aku mendengar suara dinginnya berkata, “pulang dari sini, mau main dulu gak?” tawarnya. Aku menoleh dan menatapnya takjub, aku tahu, ia memaafkanku. Ia sudah tertawa, tawa yang aku rindukan.

“lo sahabat terbaik gue” ucapnya, masih terdengar kaku memang, namun membuatku sangat lega.

“lo juga, hyung” aku memeluknya, dan dia hanya meronta-ronta minta dilepaskan, dia memang paling benci dipeluk namja, aku bukan homo, katanya. Aku tidak peduli lagi, sahabat terbaikku kembali. Hanya itu yang aku butuhkan.

***

Lagu Into Your Arms mengalun indah di iPod, mengingatkanku kepada Ji Hyo, masih segar di otakku tentang sore yang mengubah asumsiku tentangnya. Kami menyanyikan lagu itu di mobil, tidak peduli dengan macet panjang jalanan kota Seoul yang membuatku tidak nyaman.

Aku ingin sekali menyusulnya ke Inggris, mengatakan kalau aku sangat mencintainya, mengatakan kalau aku sangat membutuhkannya, semuanya. Namun itu semua hanya angan belaka, aku harus berkuliah disini, lalu meneruskan perusahaan milik appa, dan ada Nicole. Aku tidak mungkin melepasnya, ia tidak akan sanggup. Lagi pula, aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkannya.

Sudah 1 bulan setelah Ji Hyo (termasuk Jinki) bertolak ke Inggris. Bertemu untuk yang terakhir kalinya saja aku belum. Menyesal, menyesal menemani Nicole waktu itu—di hari keberangkatan Ji Hyo—pergi ke pulau Jeju, melepaskan penat kami berdua. Seharusnya aku mengejarnya ke bandara, mengatakan kepadanya kalau ia tidak usah pergi.

Jinki tahu kalau aku masih menyayangi Ji Hyo, ia sering bercerita kepadaku tentang Ji Hyo, membuatku iri setengah mati karena ia dekat dengannya. Jinki bahkan mengaku kalau mereka sekarang benar-benar seperti sahabat baik. Ia juga sering mengirimi foto-foto Ji Hyo terbaru yang ia ambil diam-diam, saat Ji Hyo tertawa, membaca buku, menulis, atau hal-hal lainnya.

Aku merindukanmu,Choi Ji Hyo. Jangan pergi.

TBC

Haaaaah, selesailah part ke 7 nya. Ceritanya semakin lama semakin pendek ya? huaaa, maaf banget. Lagi mentok ide, lagi buntu buat yang part graduation-nya yang ini. Pengennya cepet-cepet selesain part terakhirnya. Sekali lagi, maaf banget ya J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Crash – Part 7”

  1. aduh…
    kasihan kibum…kasihan jg ji hyo…
    jd sebel bgt d sm nicole,udh tau kibum msh sayang sm ji hyo tp te2p aja dy egois pgn kibum te2p ad d smpingx…
    bener2 nyebelin… -_-

  2. wuaahhh koq pendek ceritanyaaa…
    ayo dong key nya ketemu ama ji hyo lagi..hehe
    part selanjutnya jangan lama2 ya thor ^^

  3. kasihan key, perasaannya tersiksa..
    Nicole egois bgd sih.. Udh tau saling suka..
    Jinki akhirnya maafin key juga.. 🙂

  4. huaaa… key you so sad…
    berharap ending bahagia buat mereka ber4…
    fighting author… di tunggu ke lanjutanx…
    🙂

  5. ah.. Senengnya pas jinki maafin key..
    Ahh.. Ksian key.. Serba salah dia.. Tpi yaa memang salah dia juga sch..
    Next..

  6. Ȋ̊yα̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊° thor makin pendek ceritanya
    Ŧǻρί gpp Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ
    Lanjut jaaaaa
    Ŧǻρί ªkŮ pengennya jinki jg bisa punya cewek lg
    *jinki †я̲̅μş̲̅ padahal maincastnya kibum.maklum mvp ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s