Broken Home VS Broken Heart – Part 3

Title : Broken Home vs Broken Heart part-3

Author : Silvi a.k.a Lee Kyung Mi

Main Cast : Choi Minho

Park Jiyeon

Supporting Cast : Lee Jinki

Lee kyung mi

Kim Ki Bum, etc

Length : Sequel

Genre : friendship, romance, sad

Rating : PG-13

Summary :

Aku melihatnya sedang memegang ponselnya, sepertinya ia sedang membalas pesan dari seseorang, karena ia menekan-nekan tuts ponselnya. Sampai akhirnya ia memasukkan ponselnya kembali kedalam sakunya.

Dua jam sudah aku dan juga yeoja ini menjalani hukuman ini.

Bruk!

Aku mendengar suara orang terjatuh, aku melirik kesebelahku. Kulihat ia sudah terjatuh dengan keadaan mata yang tertutup, ya, mungkin ia pingsan. Mwo? Pingsan? Dia…aigooo…ada-ada saja yeoja ini, aiissshhh… Membuatku repot saja! Aku pun segera membawanya ke UKS. Mungkin dia belum sarapan. Huh dasar yeoja pabo!!!

***

Kriiing…kriiing…

Jam beker pun berbunyi, Jiyeon pun segera bangun dengan sangat malasnya. Ia terbelalak saat mengetahui jam menunjukkan pukul 06.10.

“Aigoo…sudah jam segini? Mengapa tidak ada yang membangunkanku? Aiisshh…selalu saja seperti ini.” Katanya seraya bangkit dari tidurnya dan mengambil handuk.

Tidak lama kemudian Jiyeon keluar dengan menggunakan handuknya. Ia pun segera memakai seragam, kaos kaki hingga sepatu. Dan tak lupa ia membereskan buku pelajaran yang akan ia pelajari hari ini. Jiyeon pun segera melangkahkan kakinya ke lantai bawah, setelah ia berpamitan dengan eomma dan appanya ia pun segera berangkat.

Jiyeon P.O.V

Aku mengayuh sepedaku dengan cepat, sesekali aku melirik jam tanganku, sekarang sudah menunjukkan pukul 06.45. Semakin cepat aku mengayuh sepedaku, aku takut gerbang sekolah sudah ditutup. Untung saja jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, sehingga kulihat gerbang masih dibuka dari kejauhan. Aku pun bersemangat mengayuh sepedaku.

Ciiiittt…

Aku menghentikan sepedaku tepat di depan gerbang sekolah. Ya, kini aku menghentikan sepeda karena ada sebuah motor ingin masuk ke dalam sekolah bersamaan dengan sepedaku, karena gerbang sudah ditutup setengahnya yang mengakibatkan sepedaku dan motornya tidak bisa masuk bersamaan.

Aku meliriknya dengan kesal, kulihat ia membuka helmnya. Setelah kuperhatikan, ternyata dia adalah namja yang selalu membuatku sial. Pantas saja hari ini aku sial, karena ada dia! Aku menatapnya dengan tatapan tajam, ia pun begitu padaku.

“Yaaa! Bisakah kau menyingkir? Bisa-bisa aku telat karena kau! Palli!!!” teriakku yang membuat satpam sekolah memperhatikanku dengan bingung.

“Seharusnya sepedamu yang murahan itu yang menyingkir!! Mana mungkin motorku yang mahal ini yang menyingkir!” Katanya yang seperti biasa – menyombongkan diri.

“Ciiih! Apa kau bilang?! Dasar BANCI!!! Beraninya dengan yeoja!” Ujarku sembari mengepalkan tanganku, berniat untuk memukulnya.

“Apa kau bilang?!!! Ayo, ayo pukul aku! Aku ingin lihat, seberapa besar tenagamu untuk memukulku.” Ucapnya yang membuatku semakin naik darah.

“Yaa!!! Apa yang kalian lakukan? Cepat masuk sebelum aku menutup gerbang!” Sahut satpam itu yang melihat tingkahku dan juga namja itu.

Treeeett…treeet…

Bel pun berbunyi yang membuat aku masuk duluan kedalam sekolah, aku pun menjulurkan lidahku. Untung saja masih ada tempat untuk sepedaku. Aku pun segera menempatkan sepedaku. Sebelum sempat aku menaruh sepedaku, tiba-tiba motor namja itu menyelinap masuk untuk menempatkan motornya itu.

“KYAAA!!! Itu tempatku! Aku yang melihatnya duluan!” ucapku kesal.

“Aku yang sudah mendapatkan tempatnya.” Katanya seraya menjulurkan lidahnya. Aiiisssh…sungguh namja yang tidak ingin aku lihat lagi di dunia ini!!! Aku pun berusaha menyingkirkan motornya, sehingga kami bertengkar. Waktuku sudah terbuang karenanya, aku yakin Kang sonsaengnim sudah masuk kekelas dan sudah memulai pelajaran.

“Yaa! Kalian! Sedang apa kalian? Bukannya masuk ke kelas malah bertengkar disini!!!” kata seseorang, aku pun menoleh kearahnya, kulihat Kang sonsaengnim sudah berada diantara kami berdua.

“Dia! Dia yang memulai duluan, sonsaengnim!!! Dia merebut tempat ini, dan seharusnya tempat ini untuk sepeda bukan untuk motor!” Kataku sembari menunjuk namja menyebalkan itu.

“Bukan…bukan aku, sonsaengnim.” Ucapnya yang membela dirinya sendiri.

“Sudah, Minho, cepat kau pindahkan motormu! Itu ada tempat yang kosong! Dan kalian akan saya hukum sampai pelajaran saya selesai!!! Karena kalian terlambat dan bertengkar seperti ini. Arasseo?!” Kata sonsaengnim yang membuatku menganga, ini pertama kalinya aku dihukum seperti ini dalam hidupku. Arrrgghhhh!!! Sial! Selalu saja aku mendapat sial kalau bertemu dengannya!

“Ne.” Kataku dan namja itu bersamaan. Aiisshh…kali ini aku akan dihukum bersamanya. Sungguh hari yang aku ingin tidak ada. Aku pun beranjak pergi dari tempat parkiran, dan berjalan kearah lapangan. Aku tau, pasti namja itu pun mengikutiku.

Aku dan namja itu kini berada ditengah lapangan, kami berlutut dengan mengangkat kedua tangan diatas kepala di tengah terik matahari yang sangat panas ini.

“Yaa! Ini semua gara-gara kau! Kau selalu membuatku sial!” Kataku.

“Ne, kau juga selalu membuatku sial! Apa kau tidak sadar?!!” Ucapnya.

“Yaa! Kenapa sih kau harus pindah ke sekolah ini? Memangnya di sekolahmu yang dulu kau kenapa, huh?! Memangnya kau pindahan dari mana sih? Apa disekolahmu yang dulu, kau tidak punya teman?!” Kataku.

“Bukan urusanmu!!!” Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutnya. Ya, aku tau itu bukan urusanku. Aisshh…dasar Jiyeon pabo! Kenapa kau bertanya hal itu padanya?! Sudah tau dia seperti itu! Aiisshh!

Hening. Tidak ada lagi suara yang keluar dari mulut kami berdua, yang ada hanyalah hembusan angin yang membuatku sedikit mendapatkan energi. Karena angin itu membuatku sedikit dingin, tidak panas seperti tepatnya aku berada di tengah terik matahari sekarang. Aku dan juga namja itu, masih berada di tengah lapangan dan di bawah teriknya matahari hingga saatnya bel pelajaran sudah berbunyi.

Drrrrttt…drrtttt…

Kurasakan ponselku bergetar, aku melihat sekelilingku sebelum aku menurunkan tanganku untuk mengambil ponselku. Aman. Aku pun mengambil ponselku.

Jiyeon-ah kau ada dmn? Apa kau tdk msk sekolah hari ini? Ternyata Kyung mi tidak tau aku berada dimana, berarti sonsaengnim tidak memberitahukan kalau aku dan juga namja ini sedang dihukum.

Aku ada di lapangan, aku & juga namja menyebalkan itu sdng di hukum. Apa Kang sonsaengnim tdk memberitau?

Annio, knp kalian bisa di hukum?

Nanti aku ceritakan. Balasku.

Ne, baiklah. Kau tdk apa-apa kan, Jiyeon-ah?

Gwaenchana, kau tdk perlu khawatir, Kyung mi-ah.

Kyung mi tidak membalas pesanku lagi, mungkin dia sedang memperhatikan sonsaengnim. Aku pun segera melanjutkan hukumanku. Sudah hampir dua jam, aku dan juga dia seperti ini. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Tiba-tiba lututku terasa lemas, kepalaku terasa berputar. Aku sudah tidak sanggup lagi menopang tubuhku, hingga akhirnya aku pun terjatuh dan semuanya berubah menjadi gelap.

Minho P.O.V

Aku melihatnya sedang memegang ponselnya, sepertinya ia sedang membalas pesan dari seseorang, karena ia menekan-nekan tuts ponselnya. Sampai akhirnya ia memasukkan ponselnya kembali kedalam sakunya.

Dua jam sudah aku dan juga yeoja ini menjalani hukuman ini.

Bruk!

Aku mendengar suara orang terjatuh, aku melirik kesebelahku. Kulihat ia sudah terjatuh dengan keadaan mata yang tertutup, ya, mungkin ia pingsan. Mwo? Pingsan? Dia…aigooo…ada-ada saja yeoja ini, aiissshhh… Membuatku repot saja! Aku pun segera membawanya ke UKS. Mungkin dia belum sarapan. Huh dasar yeoja pabo!!!

Aku terus menunggunya sampai akhirnya bel berbunyi bersamaan dengan bunyi ponsel darinya.

Trrreeett…trreeett…

Hellooo…hellooo…Nareumdaero yonggil naesseoyo

Hellooo…hellooo…jamshi yaegi hallaeyo

Aku tidak tau, aku harus mengangkatnya atau tidak, aisshh merepotkan sekali sih. Sungguh membuatku sial. Lengkap sudah hari ini, semua diisi oleh kesialan. Akhirnya aku pun mengangkat panggilan di ponselnya, mungkin ini penting.

“Yeoboseyo, Jiyeon-ah.” Terdengar suara yeoja diseberang sana.

“Dia sedang terbaring di UKS.”

“MWO???”

“Ne, sekarang dia ada di UKS. Dia pingsan waktu dihukum.” Setelah aku selesai bicara, dia pun langsung menyudahi pembicaraan kami.

Kyung mi P.O.V

Aku sangat panik saat mengetahui Jiyeon berada di ruang UKS, dia pingsan saat dihukum di tengah lapangan. Aku pun belum tau kenapa dia bisa dihukum. Jiyeon akan menceritakannya saat ia selesai dihukum. Tapi, ternyata dia jatuh pingsan dan sekarang berada di UKS.

Aku segera masuk ke ruang UKS. Ya, aku melihat Jiyeon sedang terbaring di tempat tidur. Langkahku terhenti saat kudapati namja yang paling tidak disukai Jiyeon. Kalau tidak salah dia bernama Minho.

“Yaa! Apa kau temannya yeoja ini?” Tanyanya yang membuatku menganga. Mengapa dia mau membantu Jiyeon? Padahalkan yang aku tau mereka saling bermusuhan. Ah, mungkin saja mereka sudah berbaikan.

“Ne.” Kataku yang melanjutkan langkahku ke tempat Jiyeon berbaring. Saatku sudah berada di antara mereka, tiba-tiba namja itu berdiri dan melangkah menuju pintu.

“Kau mau kemana?” Tanyaku.

“Ke kelas.” Jawabnya dingin, dia pun keluar dari ruang UKS ini. Kini hanya ada aku dan juga Jiyeon. Aku menunggunya di samping tempat tidurnya. Kenapa bisa terjadi seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Aish…aku terus saja memikirkan hal itu. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu pada Jiyeon.

“Kyung mi-ah…aku dimana?” Tanya seseorang yang membuatku tersentak.

“Yaa! Jiyeon-ah, kau ini mengagetkanku saja. Apa kau tidak sadar? Kau berada di UKS. Sebenarnya apa yang terjadi?”

“Mwo? Apa aku pingsan di tengah lapangan? Dan, kau yang membawaku kesini?” Tanyanya lagi.

“Annio, Minho yang membawamu kesini.”

“MWO???” Jiyeon membelalakan matanya. “Namja itu yang membawaku kesini? Berarti dia menggendongku? Aigooo…Jiyeon pabo! Mengapa kau harus pingsan?! Aisshhh!” Ujarnya seraya memukul-mukul tempat tidur.

“Yaa! Jiyeon-ah, seharusnya kau berterimakasih padanya! Kalau dia tidak membawamu kesini, apa jadinya nanti?!” Kataku yang berhasil membuatnya terdiam. “Oh iya, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanyaku lagi.

“Aku dihukum gara-gara dia yang mengambil tempat untuk sepedaku. Dan kami bertengkar disitu, Kyung mi-ah. Akhirnya Kang sonsaengnim datang. Dan aku dihukum ditengah lapangan dengan kaki berlutut dan kedua tangan berada di atas kepala. Ah, sudahlah, ayo kita ke kantin! Aku lapar, pasti aku pingsan gara-gara belum makan.”

“Ne, kajja!” Aku dan Jiyeon pun beranjak dari UKS menuju kantin. Saat kami sudah mendapatkan makanan dan ingin mencari tempat duduk, kami berpapasan dengan Onew sunbae. Tidak tau kenapa jantungku sempat berhenti sejenak. Apa mungkin aku mulai menyukainya? Yaa! Kyung mi-ah kenapa kau berpikiran seperti itu? Aish, lupakan! Kau kan tidak ada perasaan padanya!

“Kyung mi-ah, Jiyeon-ah, annyeong…” Katanya seraya melambaikan tangannya padaku dan juga Jiyeon.

“Annyeong…” Jawabku dan Jiyeon bersamaan sembari membungkukkan badan.

“Sunbae, Kyung mi-ah…aku duluan ya? Aku mau ke toilet dulu. Annyeong…” Kata Jiyeon seraya melangkahkan kakinya yang meninggalkanku dan Onew sunbae berduaan. Aigo…Jiyeon-ah kenapa kau meninggalkanku berduaan dengannya? Apa kau sengaja? Ah, jincha!

“Kyung mi-ah, gwaenchana?” Ujar sunbae yang membuatku terkejut.

“Ne?”

“Gwaenchanayo?” Ulangnya lagi.

“Aah, ne.” jawabku singkat.

“Tunggu sebentar, kau duduk saja disitu. Aku ingin membeli sesuatu dulu. Jadi, kita bisa makan bersama.” Katanya sembari menunjuk bangku yang ia maksud dan beranjak pergi meninggalkanku. Aku pun menaruh makananku di atas meja. Tidak lama kemudian Onew sunbae sudah kembali sembari membawa makanannya dan dua botol minuman. Untuk siapa minum itu?

“Ini untukmu. Kau belum membelinya kan?” tanyanya seraya memberikan minuman itu kepadaku. Aku pun menerimanya dengan senang hati. Kenapa dia baik sekali sih? Ya, aku tau bahwa dia menyukaiku. Tapi, apa benar ia menyukaiku sampai seperti ini? Lupakan!

Onew P.O.V

Aku memperhatikannya saat dia sedang makan makanannya dan menyuruput minumannya. Dari mulai rambutnya, matanya, hidungnya sampai bibirnya. Sungguh mempesona. Sungguh membuatku semakin menyukainya.

“Sunbae? Mengapa kau memperhatikanku sampai seperti itu? Kau belum memakan makananmu?” Katanya yang menyadariku sedang memperhatikannya. Aku segera memalingkan wajahku dan berpura-pura memakan makananku.

***

Jiyeon P.O.V

Aku meninggalkan Kyung mi dan Onew sunbae berduaan. Ya, aku memang sengaja untuk mendekatkan mereka berdua. Aku pun memilih untuk ke perpustakaan sembari membawa makanan yang aku beli di kantin.

Saat akan berbelok kearah perpustakaan, aku bertemu dengannya. Namja yang selalu membuatku sial. Aku membuang muka, aku tidak ingin melihatnya. Tapi, aku mengingat sesuatu, aku pun mengahampirinya.

Bruk !

Aku tersandung sesuatu, yang membuatku hampir terjatuh. Aishh…pasti itu ulah namja gila itu! Aaarrgghh…selalu saja membuatku seperti ini. Pasti dia balas dendam, karena aku sudah menginjak kakinya dengan sengaja. Padahal, aku ingin berterimakasih padanya. Tetapi, ku-urungkan niatku, karena dia sudah membuatku kesal kembali.

“Yaaa! Maksudmu apa, huh?! Untung saja aku tidak jatuh, kenapa sih kau selalu membuatku kesal? Wae??? Padahal aku ingin berterimakasih padamu, karena kau sudah membawaku ke UKS. Tapi, kau malah membuatku kesal. Apa sih maumu?!” ucapku kesal.

“Yaa! Aku membawamu ke UKS, karena aku kasihan melihatmu tak berdaya ditengah lapangan! Aku hanya kasihan saja. Kau ingat itu!”

“Yaa! Apa kau mau balas dendam padaku?! Apa kau pikir aku tidak kesal? Dimana ada kau, aku selalu saja kena sial. Awas kau ya! Aku akan membuat perhitungan.” Kataku seraya beranjak pergi meninggalkannya.

“Silahkan. Aku akan menunggu.” Jawabnya yang ku dengar samar-samar. Sungguh menyebalkan, kenapa sih aku harus bertemu dengannya? Aku menjadi kesal sendiri, aku tidak tau mau kemana sekarang. Aku sudah tidak ingin ke perpustakaan lagi, karena kesal dengannya. Aku kan hanya ingin berterimakasih, kenapa dia tidak malah membuatku kesal? Jincha!

Kakiku pun melangkah ke ruang kelas ku, dan aku pun memakan makanannya sampai habis.

Treett…treeett..

Bel pun berbunyi, tanda masuk dan kembali belajar.

Aah, jincha! Untung saja aku sudah selesai makan. Kulihat semua murid di kelas ini, sudah kembali kekelas, termasuk Kyung mi dan namja itu.

Saat aku mengeluarkan buku dari dalam tasku, kurasa ada yang memperhatikanku. Aku mencari asal tatapan itu, dan saat aku menoleh kesampingku, ternyata namja itu sedang menatapku tajam. Aku pun membalas tatapannya dengan tajam. Aish…untuk apa aku memperhatikannya? Aku pun kembali menatap ke depan, saat sonsaengnim sudah berada di depan kelas dan memulai pelajaran.

***

“Kyung mi-ah…ayo kita pulang!” Ajakku saat bel pulang sekolah sudah berbunyi.

“Hem…aku…aku…”

“Kyung mi akan menemaniku ke toko buku. Tidak apa-apakan?” Tiba-tiba Onew sunbae datang.

“Aah, ne. Gwaenchana. Kalian pergi saja! Aku tidak apa-apa kok pulang sendiri.”

“Bagaimana kalau kau bareng dengan Minho? Setahuku, rumahnya dan rumahmu berdekatan.” Ujar Onew sunbae yang mengangetkanku.

“Mwo??? Shireo! Aku pulang sendiri saja.” Kataku yang beranjak pergi keluar dari kelas. Lebih baik aku pulang sendiri, dibanding aku harus pulang bersamanya. Chakaman, sunbae bilang, rumahnya dekat dengan rumahku? Rumah namja itu dekat rumahku? Apa maksudnya itu? Aku pun kembali ke kelas. Dan kulihat Onew sunbae dan kyung mi sedang berjalan dekat lapangan. Aku berlari kearah mereka.

“Sunbae, chakaman!” Teriakanku berhasil membuat mereka berhenti lalu menoleh kearahku.

“Ne?” Tanya sunbae setelah aku sudah berada dihadapannya.

“Kau bilang, rumahnya dengan rumahku berdekatan? Sejak kapan?”tanyaku.

“Ne, rumahnya memang disitu dari dulu.”

“Mwo? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?”

“Dia memang sekolah di Paris selama setahun. Kau tidak tahu kalau dia pindahan dari Paris?” ucap Onew sunbae yang membuatmu menganga. Kenapa aku tidak tahu bahwa dia pindahan dari Paris?

Aku ingin sekali kesana, itu kan Negara yang sangat ingin ku kunjungi. Enak sekali dia bisa ke Paris dan menetap disana. Aiigoo…aku iri padanya.

“Yasudah, aku pergi dulu ya… Annyeong…” kataku seraya meninggalkan mereka yang terdiam sambil melambaikan tanganku.

Kini aku mengayuh sepedaku. Aku masih memikirkan apa yang dibilang Onew sunbae tadi. Paris? Dia pernah menetap di Paris? Aiigoo…enak sekali menjadi dia. Dia dibolehkan tinggal dan sekolah disana. Aah, jincha! Aku benar-benar iri padanya.

“Jiyeon-ah…!” seseorang memanggilku yang berhasil membuyarkan pikiranku, aku pun segera memberhentikan sepedaku dan mencari asal suara itu.

~ To Be Continued ~

P:S : jangan lupa komen yaaah!!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Broken Home VS Broken Heart – Part 3”

  1. aduh please jangan sad ending ya… terus terus happy ending hahahaha…cepetan lanjut thor…penasaran…. berantem mlulu kayanya si minji couple …

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s